Beranda blog Halaman 137

Polres Subang Ungkap Sindikat Pencurian HP, Empat Pelaku Ditangkap

Polres Subang Ungkap Sindikat Pencurian HP, Empat Pelaku Ditangkap
Foto: beritatkp.com

Subang – Polres Subang menggelar konferensi pers pada Rabu, 26 Maret 2025, untuk mengungkap kasus pencurian handphone yang meresahkan masyarakat. Acara yang dipimpin oleh Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, SH, SIK, MH, ini berlangsung di Aula Patriatama Polres Subang sejak pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat kepolisian, termasuk Wakapolres Subang KOMPOL Endar Supriyatna, S.Kom., SIK, serta sejumlah petugas dari Sat Reskrim Polres Subang. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat dalam menindak kejahatan, terutama pencurian ponsel.

Kronologi Pencurian di Depan Kantor Pemda

Kasus ini bermula dari laporan polisi nomor LP-B/92/II/2025/SPKT/POLRES SUBANG/POLDA JABAR, yang diterima pada 20 Februari 2025. Dua korban, EA (28) dan TM (62), kehilangan ponsel mereka saat menghadiri rangkaian acara Sertijab Bupati Subang di depan kantor Pemda. Ponsel yang dicuri adalah Apple iPhone 14 Pro dan Samsung A05.

Tim Resmob Polres Subang segera melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, salah satu pelaku diketahui berada di Kota Bandung. Dengan gerak cepat, tim berhasil mengamankan tersangka berinisial YA. Saat ditangkap, YA kedapatan membawa satu unit Samsung A05, yang kemudian dikonfirmasi sebagai barang curian. Hasil interogasi mengungkap bahwa YA tidak beraksi sendirian. Ia bekerja sama dengan tiga pelaku lainnya, yakni AF, SA, dan S. Keempatnya kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian dengan pemberatan.

Modus Operandi dan Ancaman Hukuman

Para pelaku memiliki modus operandi yang terorganisir. Mereka mencuri ponsel, kemudian mengoperkannya kepada rekan lain sebelum akhirnya dijual. Pola ini mengindikasikan adanya jaringan pencurian yang telah terstruktur. Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 363 Ayat (1) Ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Komitmen Polres Subang dalam Memberantas Kejahatan

Melalui konferensi pers ini, Polres Subang menegaskan keseriusannya dalam menindak tindak kejahatan, khususnya pencurian ponsel yang semakin marak. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam menjaga barang berharga dan segera melaporkan kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang. Diharapkan, tindakan tegas ini dapat memberikan efek jera kepada para pelaku dan meningkatkan rasa aman di wilayah Subang.

Pungli di Subang Terbongkar: Lima Pelaku Ditangkap, Uang Ratusan Juta Disita

Pungli di Subang Terbongkar: Lima Pelaku Ditangkap, Uang Ratusan Juta Disita
Foto: www.inijabar.com

Subang – Aksi pungutan liar (pungli) di sekitar area pabrik kembali mencuat. Kali ini, petugas Sat Reskrim Polres Subang mengamankan lima pelaku yang tertangkap tangan saat meminta uang dari para sopir ekspedisi di gerbang PT. Superior Porcelain Sukses (SPS), Desa Kedawung, Kecamatan Pabuaran.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, mengungkapkan bahwa para pelaku diketahui merupakan anggota Karang Taruna Bhineka Kreasi. Mereka memungut biaya dari kendaraan yang keluar-masuk perusahaan dengan alasan keamanan.

“Para pelaku meminta Rp30 ribu untuk truk besar dan Rp10 ribu untuk kendaraan kecil. Mereka bahkan memberikan karcis sebagai bukti pembayaran,” ujar Ariek dalam konferensi pers di Aula Patriatama Polres Subang, Rabu (26/3/2025).

Praktik pungli ini diketahui telah berlangsung sejak 25 Desember 2024 hingga Maret 2025. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah uang yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp118 juta.

Saat operasi tangkap tangan pada Sabtu (22 Maret 2025), petugas berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp12.075.000, bundel karcis, kwitansi, handphone, serta buku catatan yang digunakan para pelaku untuk merekap hasil pungutan.

Kelima tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dan terancam hukuman penjara hingga sembilan tahun.

Dugaan Penggelapan Uang Arisan di Subang: Pendiri Ratu Arisan Seret Admin ke Jalur Hukum

Dugaan Penggelapan Uang Arisan di Subang: Pendiri Ratu Arisan Seret Admin ke Jalur Hukum
Foto: beritatkp.com

Subang – Kasus dugaan penggelapan uang arisan kembali mencuat di Subang. Elvira Utami, pendiri Ratu Arisan Subang, secara resmi melaporkan admin grup WhatsApp sekaligus mitra bisnisnya yang berinisial YK ke Polres Subang pada Selasa, 25 Maret 2025.

YK diduga telah melakukan penipuan dengan membentuk arisan di dalam arisan (arisan duos) tanpa sepengetahuan Elvira. Akibatnya, ratusan anggota mengalami kerugian dengan jumlah yang cukup besar.

Dugaan Kecurangan Terjadi Sejak Pernikahan YK

Kuasa hukum Elvira Utami, M. Irwan Yustiarta, mengungkapkan bahwa dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan dana arisan mulai tercium sejak Desember 2024, bertepatan dengan rencana pernikahan YK. Ia menyebutkan bahwa sejak saat itu, pengelolaan keuangan di Ratu Arisan Subang tidak lagi transparan.

“Dugaan mal administrasi dalam pengelolaan keuangan arisan muncul sejak Desember 2024. Pada saat itu, YK melangsungkan pernikahan dengan pasangannya yang juga berdomisili di Subang,” jelas Irwan dalam keterangannya kepada media.

Dana Arisan Mulai Macet, YK Menghilang

Sebelum Desember 2024, arisan yang dikelola Ratu Arisan Subang berjalan lancar. Namun, sejak awal Maret 2025, pembayaran kepada anggota terhenti. Baik grup arisan utama maupun arisan duos yang dikelola sendiri oleh YK tidak lagi melakukan pembayaran kepada anggotanya.

“Dari 2021 hingga akhir 2024 semuanya berjalan baik. Namun, setelah Desember, hingga 5 Maret 2025, pembayaran kepada anggota terhenti,” tambah Irwan.

Para anggota yang merasa dirugikan pun mulai meminta pertanggungjawaban kepada Elvira Utami sebagai pendiri. Sementara itu, keberadaan YK hingga kini tidak diketahui dan nomor kontaknya sudah tidak bisa dihubungi.

Ratusan Anggota Menjadi Korban

Elvira Utami mengungkapkan bahwa Ratu Arisan Subang mengelola puluhan grup arisan dengan total anggota mencapai ratusan orang.

“Kisaran 40 sampai 50 grup, dengan total anggota sekitar 170 orang, meskipun tidak semuanya aktif,” ungkapnya.

Sebagian besar anggota arisan berasal dari Subang, tetapi ada juga yang bekerja di luar daerah, bahkan di luar negeri.

Dengan laporan yang telah diajukan ke pihak kepolisian, para korban berharap kasus ini segera diusut tuntas dan hak mereka dapat dikembalikan. Hingga saat ini, pihak Polres Subang masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan penggelapan ini.

DAHANA Berangkatkan Ratusan Pemudik, Wujud Nyata Kepedulian di Hari Raya

DAHANA Berangkatkan Ratusan Pemudik, Wujud Nyata Kepedulian di Hari Raya

Subang – PT DAHANA kembali menggelar program mudik gratis, memberangkatkan ratusan pemudik ke kampung halaman dari tiga titik utama: Jakarta, Bandung, dan Subang. Keberangkatan ini berlangsung pada 27 Maret 2025 dengan pendampingan langsung dari jajaran direksi DAHANA.

Direktur Utama DAHANA, Hary Irmawan, melepas pemudik dari Jakarta. Sementara itu, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM, Mohamad Nur Sodiq, mengawal keberangkatan dari Bale DAHANA, Subang. Adapun Direktur Operasi, Abdul Haris Atbaro, turut serta dalam pelepasan pemudik dari Bandung.

Komitmen DAHANA untuk Kebahagiaan Masyarakat

Hary Irmawan menegaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan bagian dari inisiatif rutin BUMN di bawah Kementerian BUMN RI. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat sekitar menjadi alasan utama DAHANA terus melaksanakan program ini.

“Kebahagiaan Idul Fitri mestilah dirasakan semua orang. Momen berkumpul dengan keluarga adalah hal yang sangat berharga. Dengan program mudik gratis ini, kami berharap para pemudik dapat sampai dengan selamat dan menikmati kehangatan bersama keluarga,” ujar Hary Irmawan.

Destinasi Mudik Gratis DAHANA

Tahun ini, DAHANA memberangkatkan tujuh bus dengan berbagai tujuan. Dari Jakarta, bus menuju Yogyakarta. Sementara itu, dari Bandung, bus mengarah ke Solo, Yogyakarta, dan Semarang.

Dari Subang, tersedia empat rute: Subang – Semarang, Subang – Yogyakarta, Subang – Surabaya, dan Subang – Surakarta. Untuk keberangkatan dari Bandung, tersedia rute Bandung – Surakarta dan Bandung – Yogyakarta.

“Semoga perjalanan berjalan lancar, pemudik sampai dengan selamat, dan dapat kembali ke Subang dalam keadaan sehat. Doakan DAHANA semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujar Mohamad Nur Sodiq dalam pelepasan pemudik di Subang.

Kolaborasi untuk Kenyamanan Pemudik

Di Bandung, Abdul Haris Atbaro menekankan bahwa program ini merupakan bentuk kerja sama DAHANA dengan Holding DEFEND ID dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini bertujuan membantu masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri di kampung halaman tanpa beban biaya perjalanan.

“Kami, keluarga besar PT DAHANA, mengucapkan selamat Idul Fitri 1446 H. Mohon maaf lahir dan batin. Sampaikan salam hangat kami kepada keluarga di rumah, dan doakan DAHANA terus berkembang serta mendapatkan keberkahan,” ungkap Abdul Haris.

DAHANA Pastikan Keamanan, Produksi Dimatikan Selama Libur Lebaran

DAHANA Pastikan Keamanan, Produksi Dimatikan Selama Libur Lebaran

Subang – Dalam upaya menjaga keamanan dan keselamatan warga sekitar, PT DAHANA menghentikan operasional alat produksinya melalui kegiatan Manajemen Walkthrough Shutdown Process sebelum libur Lebaran. Langkah ini dilakukan pada 25-26 Maret 2025, dipimpin langsung oleh beberapa General Manager perusahaan.

Sudirjo Heru, GM Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan Hidup DAHANA, menegaskan bahwa shutdown process menjadi agenda rutin menjelang libur panjang, termasuk Idul Fitri 2025. Tujuannya jelas: memastikan keamanan, sehingga karyawan dan masyarakat sekitar dapat merayakan Lebaran dengan tenang.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian manajemen DAHANA untuk menjamin ketenangan selama libur Idul Fitri 1446 H. Dengan memastikan fasilitas produksi tidak beroperasi, kami dapat mengurangi risiko keadaan darurat di area perusahaan,” ujar Sudirjo Heru.

Dalam inspeksi ini, Sudirjo Heru didampingi oleh Dadan Munawar, GM Produksi, serta Moch Surya Nugraha, GM Pengembangan dan Teknologi Informasi. Tim keamanan, K3LH, serta unit terkait lainnya juga ikut serta dalam pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas produksi dan pendukung di Kabupaten Subang.

Sebagai perusahaan dengan fasilitas bahan peledak terlengkap di ASEAN, DAHANA beroperasi di industri berisiko tinggi. Kesadaran akan hal ini mendorong perusahaan untuk menerapkan standar K3LH yang ketat demi mencapai zero incident. Meskipun telah masuk dalam kategori Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan memiliki protokol keamanan tertinggi, manajemen tetap mengambil langkah pencegahan ekstra selama libur panjang.

“Kami segenap keluarga besar insan DAHANA di unit K3LH, Produksi, dan lainnya mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri. Semoga Lebaran ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua,” tutup Sudirjo Heru.

Ancaman Kebangkrutan PT Subang Sejahtera: Kebijakan Baru Jadi Pemicu?

Ancaman Kebangkrutan PT Subang Sejahtera: Kebijakan Baru Jadi Pemicu?
Foto: www.jabarpress.com

Subang – PT Subang Sejahtera (PT SS), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Subang, tengah menghadapi ancaman kebangkrutan. Tubagus Heri Heryana, Ketua Gerakan Relawan Pandu Garuda (GRPG) Kabupaten Subang, memprediksi bahwa perusahaan ini bisa mengalami krisis finansial akibat perubahan kebijakan pemerintah terkait sektor pertambangan.

Kebijakan Baru, Ancaman Bagi PT SS?

Bupati Subang, Reynaldi, telah berjanji kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahwa ke depan Kabupaten Subang tidak akan lagi memiliki aktivitas pertambangan. Hal ini menjadi pukulan telak bagi PT SS yang saat ini menjalankan bisnis di sektor tersebut.

Salah satu proyek utama PT SS adalah usaha kuari di lahan PT Perkebunan Nusantara I Regional 2 Kebun Jalupang (PTPN Jalupang). Lahan ini disewa dengan biaya yang mencapai miliaran rupiah per tahun. Jika kebijakan larangan pertambangan diterapkan, investasi besar yang telah dikeluarkan PT SS berpotensi sia-sia.

Dampak Terhadap Kerjasama dan Proyek Besar

Keputusan pemerintah juga mempengaruhi proyek pengurugan lahan antara PT SS dan Wahana Patimban. Padahal, kerja sama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama PT SS pada tahun 2024, dengan nilai proyek mencapai Rp67 miliar.

Selain itu, sektor pasokan material alam untuk proyek jalan tol juga terdampak. PT SS semula berharap mendapatkan keuntungan besar dari suplai tanah merah, pasir, dan batu. Namun, saat ini mereka harus membeli bahan dari pihak lain, yang memperkecil peluang profitabilitas.

Beban Hutang Meningkat Drastis

Dampak lain dari tidak berjalannya beberapa sektor usaha PT SS adalah meningkatnya beban hutang. Modal untuk proyek Wahana Patimban diperoleh dari pinjaman perbankan, yang mengakibatkan lonjakan hutang jangka panjang hingga 677,71 persen pada tahun 2024.

Pendapatan Merosot Tajam

Penurunan pendapatan menjadi faktor lain yang memperburuk kondisi keuangan PT SS. Dibandingkan tahun 2023, pendapatan perusahaan ini pada 2024 turun hingga 68,85 persen, atau setara dengan Rp2 miliar lebih.

Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah berkurangnya penerimaan dividen dari Participating Interest (PI) 10 persen di PT Migas Hulu Jabar ONWJ (MUJ ONWJ). Heri menilai bahwa transparansi pendapatan dari MUJ ONWJ perlu dibuka ke publik.

Selain itu, meningkatnya beban operasional dan administrasi juga menjadi faktor penyebab anjloknya pendapatan perusahaan.

Evaluasi dan Langkah Antisipasi

Untuk menghindari kebangkrutan, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PT SS perlu dilakukan. Salah satu hal yang dipertanyakan adalah pembelian saham sebuah perusahaan penyedia jasa jalan tol yang diduga dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, fokus bisnis PT SS harus diperjelas. Saat ini, perusahaan ini tercatat memiliki 41 bidang usaha, namun beberapa di antaranya tidak relevan dengan core business mereka. Misalnya, sejak 2022 PT SS diketahui menjalankan usaha peminjaman uang, yang bukan merupakan bagian dari bisnis utama mereka.

Jika evaluasi dan langkah antisipasi tidak segera dilakukan, ancaman kebangkrutan PT SS semakin nyata. Transparansi keuangan, efisiensi bisnis, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci agar BUMD ini tetap bertahan.

TMMD ke-123 Resmi Ditutup, Wabup Subang Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Pemerataan Pembangunan

TMMD ke-123 Resmi Ditutup, Wabup Subang Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Pemerataan Pembangunan
Foto: peraknew.com

Subang – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, S.SI., M.M., atau yangh akrab disapa Kang Akur, menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 Tahun Anggaran 2025. Acara berlangsung di Lapangan Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, pada Kamis (20/03/2025). Ia didampingi oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ny. Hj. Ega Agustine Rosyadi, S.Kep.,Ners., M.Kep.

Mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah”, program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun daerah secara merata.

Dalam prosesi upacara, dilakukan penandatanganan Berita Acara Hasil Pekerjaan TMMD ke-123 oleh Kasdam III/Siliwangi dan Kang Akur sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten Subang. Brigjen TNI Tato Hadiyan, S.I.P., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara berbagai pihak.

“Kita bersyukur TMMD ke-123 dapat selesai tepat waktu berkat kerja sama erat antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Semoga kolaborasi ini terus terjalin demi pemerataan pembangunan, terutama di desa-desa,” ujar Brigjen Tato Hadiyan.

Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk menjaga serta memanfaatkan hasil TMMD secara maksimal demi kemaslahatan bersama. “Mari kita rawat hasil TMMD ini agar terus memberi manfaat bagi masyarakat. Semoga dapat menjadi motivasi untuk pembangunan mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.

Setelah upacara, Kang Akur beserta rombongan meninjau Booth UMKM serta beberapa lokasi yang menjadi sasaran utama dalam program TMMD di Desa Cilamaya Girang. Kehadiran Wakil Bupati Subang di lokasi menjadi bukti dukungan penuh terhadap pemerataan pembangunan serta penguatan ekonomi masyarakat setempat.

I

Perumda Tirta Rangga Jalin Kerja Sama Strategis dengan VinFast untuk Pasokan Air Bersih

Perumda Tirta Rangga Jalin Kerja Sama Strategis dengan VinFast untuk Pasokan Air Bersih
Foto: www.kotasubang.com

Subang – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Rangga Kabupaten Subang resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT VinFast Automobile Indonesia pada 10 Maret 2025. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam penyediaan layanan air bersih guna mendukung operasional industri di Kabupaten Subang.

Sinergi Baru untuk Kelancaran Operasional VinFast

Perjanjian ini mencakup penyediaan layanan air bersih dalam bentuk paket layanan lengkap yang disiapkan khusus untuk kebutuhan PT VinFast. Berdasarkan kesepakatan, Perumda Tirta Rangga akan memasok air bersih dengan standar kualitas tinggi sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Sebagai bagian dari perjanjian, VinFast akan menerima pasokan air sebesar 5 liter per detik (L/d) atau sekitar 6.480 meter kubik per hari. Pasokan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran operasional pabrik dan mendukung pengembangan industri otomotif listrik yang tengah berkembang pesat.

Komitmen Perumda Tirta Rangga dalam Pelayanan Berkualitas

Direktur Utama Perumda Tirta Rangga, Lukman Nurhakim, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung perkembangan industri di Subang.

“Kami bangga dapat bekerja sama dengan VinFast, perusahaan otomotif listrik yang sedang berkembang. Penyediaan pasokan air ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional industri serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan kualitas air bagi pelanggan kami,” ujar Lukman.

Poin Penting dalam Perjanjian Kerja Sama

Beberapa aspek utama yang menjadi bagian dari perjanjian ini meliputi:

  • Jangka Waktu dan Pelaksanaan: Layanan akan mulai berjalan sesuai jadwal yang telah disepakati. Dalam 58 hari, pasokan air akan mulai didistribusikan dengan mekanisme kerja yang fleksibel.
  • Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual: Semua produk dan layanan dalam kerja sama ini akan mendapatkan perlindungan hukum sesuai regulasi yang berlaku.
  • Skema Pasokan Air: Pada tahun 2025, VinFast akan menerima pasokan air sebesar 5 L/d. Pasokan ini direncanakan meningkat dua kali lipat pada tahun 2026 seiring dengan ekspansi industri.

Model Kemitraan untuk Masa Depan

Dengan adanya perjanjian ini, Perumda Tirta Rangga dan VinFast berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam penyediaan layanan air bersih yang efektif dan inovatif. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi model kerja sama antara perusahaan daerah dan sektor industri otomotif yang dapat diterapkan di berbagai wilayah lain.

Gerakan Pangan Murah di Subang: Upaya Stabilkan Harga Jelang Lebaran

Gerakan Pangan Murah di Subang: Upaya Stabilkan Harga Jelang Lebaran
Foto: subang.pikiran-rakyat.com

Subang – Menjelang Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Subang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Gunung Sembung, Kecamatan Pagaden. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok, terutama saat permintaan pasar meningkat. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 25 Maret 2025.

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., atau yang akrab disapa Kang Asep, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan GPM.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gerakan Pangan Murah ini. Upaya ini sangat berarti dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar,” ujar Kang Asep.

Ia menegaskan bahwa GPM merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan harga yang dapat berkontribusi pada inflasi. “Jika tidak ada intervensi melalui program ini, lonjakan harga bisa memicu inflasi yang berdampak pada ekonomi, keamanan, dan stabilitas sosial masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Rd. Maman Firmansyah, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kenaikan harga menjelang Idulfitri adalah hal yang lumrah akibat meningkatnya permintaan. Untuk itu, GPM hadir sebagai solusi agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

“Permintaan tinggi tentu akan berdampak pada harga. Oleh karena itu, pemerintah melakukan subsidi silang agar harga lebih stabil,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, berbagai bahan pokok dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Subsidi silang yang diterapkan memungkinkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan selisih harga yang lebih terjangkau.

“Alhamdulillah, harga di sini lebih murah berkat subsidi silang sebesar Rp2.000 per item dibandingkan harga di pasar,” ujar salah satu warga yang turut berbelanja.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok tanpa khawatir terhadap lonjakan harga, sekaligus menekan potensi inflasi menjelang hari raya.

Bupati Subang Ajak Insan Media Bersinergi, Tegaskan Komitmen terhadap Keterbukaan

Bupati Subang Ajak Insan Media Bersinergi, Tegaskan Komitmen terhadap Keterbukaan

Subang – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama insan media di Pendopo Bupati Subang pada Minggu sore (23/03/2025).

Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan para jurnalis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kang Rey—sapaan akrab Bupati Subang—menyampaikan harapannya agar media terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam mempublikasikan berbagai program dan inovasi. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat mengetahui perkembangan pembangunan di daerahnya.

“Saya ingin setiap inovasi dan program yang sudah kita lakukan dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Subang,” ujar Kang Rey.

Komitmen Terhadap Keterbukaan dan Kritik Konstruktif

Kang Rey menegaskan bahwa dirinya tidak anti-kritik dan membuka diri terhadap masukan dari insan pers. Ia mengajak jurnalis untuk mengingatkannya jika ada kebijakan atau program yang perlu diperbaiki.

“Teman-teman insan pers bisa memberi tahu saya jika ada yang perlu dikoreksi. Sesuai janji saya sebelum menjabat, saya tidak akan menjadi bupati yang menutup diri dari kritik,” ungkapnya.

Selama masa kepemimpinannya, Kang Rey berharap hubungan antara pemerintah dan media bisa terjalin harmonis dan berorientasi pada penyampaian informasi publik yang jujur serta transparan.

Peran Media dalam Membangun Subang

Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey juga menekankan betapa pentingnya peran media dalam pembangunan daerah. Ia berharap insan pers dapat berkontribusi aktif dalam mengawal kemajuan Kabupaten Subang.

“Saya butuh bantuan dari bapak dan ibu sekalian. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Subang agar semakin maju,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk turut berpartisipasi dalam mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Jika ada keluhan atau aspirasi dari warga, ia meminta agar disampaikan secara jelas agar bisa segera ditindaklanjuti.

“Andai ada keluhan dari masyarakat, tolong sampaikan kepada saya,” pintanya.

Tindak Tegas terhadap Pungli

Di akhir sambutannya, Kang Rey menegaskan bahwa dirinya akan menindak tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli).

“Laporkan ke saya jika ada yang melakukan pungli, saya akan bertindak tegas,” katanya dengan tegas.

Setelah sesi diskusi dengan para insan pers, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Subang, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Recent Posts