Beranda blog Halaman 134

Mantan Pemain PSM Makassar asal Belanda Sindir Indonesia

sepak bola Indonesia
Foto: Anco Jansen saat membela PSM Makassar. (Foto: Instagram/@psm_makassar)

Subang – Mantan pemain PSM Makassar asal Belanda, Anco Jansen, kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah podcast, ia melontarkan komentar kontroversial tentang Indonesia. Jansen menyebut Indonesia sebagai negara miskin, tetapi masyarakatnya hampir semuanya memiliki smartphone.

Menurutnya, popularitas media sosial di Indonesia menjadi tekanan tersendiri bagi pemain sepak bola. Ia sering menerima serangan dari netizen ketika tampil buruk di lapangan.

Netizen Indonesia, Fenomena yang Membuat Ngeri

Dalam podcast “Voetbalpraat,” Anco Jansen mengungkapkan pengalamannya saat bermain di Liga 1 pada 2021-2022. Ia menilai media sosial di Indonesia sangat berpengaruh dalam dunia sepak bola.

“Saya bermain di sana saat pandemi. Indonesia negara sangat miskin, tapi semua orang punya smartphone. Instagram sangat populer di sana,” ujarnya.

Jansen bahkan mengaku sering disarankan untuk tidak membuka media sosial selama dua hari jika gagal mencetak gol. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh netizen dalam sepak bola Indonesia.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti banyaknya pemain diaspora yang membela Timnas Indonesia. Menurutnya, mereka mendapatkan jutaan pengikut dari Indonesia, tetapi fasilitas sepak bola Tanah Air masih jauh dari standar internasional.

“Akademi, fasilitas, dan pelatih di sana masih sangat terbatas. Itu cukup menjelaskan keadaan sepak bola Indonesia. Pemain naturalisasi memang menarik perhatian, tetapi secara keseluruhan, sepak bola Indonesia masih belum ada apa-apanya,” tambahnya.

PSSI Gencar Berbenah Demi Prestasi

Terlepas dari kritik tajam Jansen, PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir terus melakukan pembenahan. Program pembinaan usia dini digalakkan dengan mengadakan Elite Pro Academy (EPA) untuk kelompok usia U-16, U-18, dan U-20.

Selain itu, peningkatan kualitas kompetisi juga menjadi prioritas. Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dan peningkatan kualitas wasit diharapkan dapat membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih baik.

Timnas Indonesia pun menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, mereka berada di jalur yang tepat untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Hingga matchday kedelapan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia berada di posisi empat dengan sembilan poin, unggul tiga angka dari Bahrain dan China di peringkat lima dan enam.

Strategi Cerdas Warga Subang, Mudik Tanpa Macet dan Lebih Santai

strategi mudik nyaman tanpa macet
Foto: Ilustrasi

Subang – Mudik Lebaran identik dengan kemacetan panjang di berbagai ruas jalan. Namun, tidak semua pemudik memilih jalur dan waktu yang sama. Keluarga Asep Depi dan Eka Kurnia punya strategi berbeda untuk perjalanan pulang kampung tahun ini.

Memilih Waktu yang Tepat

Alih-alih berangkat pada hari H Lebaran seperti kebanyakan orang, pasangan ini memilih mudik di H+1. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Mereka ingin menghindari kemacetan sekaligus menikmati momen Lebaran dengan lebih santai.

“Kami lebih dulu bersilaturahmi dengan keluarga di Subang dan berziarah ke makam sebelum berangkat mudik,” ungkap Eka Kurnia. Dengan begitu, perjalanan mereka terasa lebih nyaman tanpa terburu-buru.

Rute Alternatif, Perjalanan Lebih Lancar

Setiap tahun, keluarga ini selalu memilih jalur alternatif melalui Tanjungsiang, Sumedang, dan Nagreg. Rute ini memungkinkan mereka menghindari kepadatan di jalur utama.

“Lewat sini lebih cepat karena memotong jalur utama yang sering macet. Tidak perlu memutar terlalu jauh,” jelas Eka. Dengan dua sepeda motor, perjalanan mereka terasa lebih fleksibel.

Tantangan Cuaca, Perjalanan Lebih Lambat

Meski strategi mudik mereka terbukti efektif menghindari kemacetan, ada tantangan lain yang harus dihadapi—cuaca. Hujan yang turun beberapa kali membuat mereka harus sering berhenti dan berteduh.

“Bukan macet yang bikin perjalanan lebih lama, tapi hujan. Karena tidak membawa jas hujan, kami harus berhenti setiap kali turun hujan,” kata Asep Depi.

Mudik Lebih Nyaman dan Berkesan

Terlepas dari tantangan cuaca, perjalanan mudik mereka tetap terasa menyenangkan. Selain menghindari kepadatan, mereka bisa lebih menikmati suasana Lebaran di kampung halaman dengan tenang dan santai.

Kisah keluarga Asep Depi dan Eka Kurnia bisa menjadi inspirasi bagi pemudik lainnya. Dengan perencanaan waktu dan rute yang tepat, mudik bisa lebih nyaman, lancar, dan tetap menyenangkan.

Kapolres Subang Takziah ke Rumah Duka KOMPOL Supratman, Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Kapolres Subang melayat
Foto: katerciko.com

Subang – Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu S.H., S.I.K., M.H., menunjukkan kepeduliannya dengan melayat ke rumah duka almarhum KOMPOL Supratman, S.Sos., M.Si.

Almarhum merupakan Pamen Polres Subang yang mengembuskan napas terakhir karena sakit. Kunjungan tersebut berlangsung di Desa Cidadap, Pagaden Barat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (29/03/2025).

Sebagai mantan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu datang langsung untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga,” ujarnya dengan penuh empati.

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga berdoa agar keluarga almarhum diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. “Semoga keluarga selalu diberikan ketabahan dan kekuatan,” tambahnya.

Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Kapolres juga mendoakan almarhum agar segala amal baiknya diterima, dosa-dosanya diampuni, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Kehadiran Kapolres Subang di rumah duka menjadi bukti nyata kepedulian pimpinan terhadap anggota kepolisian yang telah berjasa selama bertugas.

Polres Subang Gelar Sholat Idul Fitri, Momentum Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat

Sholat Idul Fitri Polres Subang
Foto: dok. Polres Subang

Subang – Dalam suasana penuh khidmat, Keluarga Besar Polres Subang menggelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H di Mako Polres Subang pada Senin (31/3/2025). Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat Kabupaten Subang.

Sejak pukul 06.30 WIB, ratusan jamaah dari berbagai kalangan telah memadati lokasi. Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, SH, SIK, MH, turut hadir dan memimpin langsung jalannya acara. Tak hanya personel kepolisian, Sholat Idul Fitri ini juga diikuti oleh Bhayangkari Cabang Subang serta masyarakat setempat.

KH. Hasib Karimullah, S.Pd.I., dipercaya sebagai imam dan khatib dalam pelaksanaan sholat kali ini. Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, mengedepankan toleransi, serta mempererat kebersamaan di tengah keberagaman.

Usai sholat, acara berlanjut dengan halal bihalal. Dalam suasana penuh kehangatan, seluruh peserta saling bermaafan, mencerminkan esensi Idul Fitri sebagai momen untuk mempererat tali silaturahmi.

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. “Alhamdulillah, Sholat Idul Fitri berlangsung dengan aman dan penuh kekhidmatan. Semoga momen ini semakin mempererat hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Polres Subang berharap kegiatan seperti ini terus menjadi sarana membangun sinergi antara aparat keamanan dan warga. Dengan kepercayaan serta kebersamaan yang terus terjaga, diharapkan Kabupaten Subang tetap kondusif dan harmonis.

Volume Kendaraan di Jalur Pantura Ciasem Menurun Pasca Lebaran, Pengendara Diminta Waspada

penurunan arus lalu lintas
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Arus lalu lintas di jalur Pantura, Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, terpantau mengalami penurunan volume kendaraan pada Minggu (31/3/2025) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Meski demikian, jalur ini masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang melintas dari arah Jakarta menuju Cirebon dan sebaliknya.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan, petugas gabungan disiagakan di sejumlah titik rawan. Mereka bertugas mengatur arus lalu lintas guna memastikan perjalanan tetap aman dan lancar.

Kapolsek Ciasem, AKP Endang Kurnia, melalui Aipda H. Irawan, mengonfirmasi bahwa kondisi lalu lintas di jalur Pantura Ciasem relatif ramai lancar. Kecepatan rata-rata kendaraan pemudik berkisar antara 40 hingga 50 kilometer per jam. “Pasca lebaran, volume kendaraan yang melintas memang mengalami penurunan,” ujarnya kepada TINTAHIJAU.COM.

Meskipun arus lalu lintas cenderung lebih lengang, pengendara diimbau tetap waspada. Banyak warga setempat yang menyeberang jalan tanpa memperhatikan lokasi yang aman, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, kondisi jalan di beberapa titik juga tidak rata. Lubang-lubang yang tersebar di sepanjang jalur Pantura Ciasem dapat menjadi ancaman bagi pengendara yang tidak berhati-hati. “Jangan ngebut saat melintas di jalur ini. Keselamatan harus diutamakan,” tegas Irawan.

Dengan kondisi ini, kewaspadaan menjadi kunci utama bagi pemudik yang masih melintas di jalur Pantura. Pastikan berkendara dengan hati-hati agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Rezeki Penyapu Koin Kian Menipis

penyapu koin
Foto: www.motorplus-online.com

Subang – Setiap musim mudik Lebaran, para penyapu koin di Jalur Pantura berharap mendapat rezeki dari pengendara yang melintas. Namun, tahun ini nasib mereka tak sebaik sebelumnya. Jumlah kendaraan yang melempar koin menurun drastis, membuat penghasilan mereka merosot tajam.

Di perbatasan Subang-Indramayu, tepatnya di Jembatan Sewo, para penyapu koin lebih banyak duduk lemas di pinggir jalan. Meski volume kendaraan yang melintas mulai meningkat menjelang Lebaran, koin yang mereka dapatkan tak sebanyak tahun-tahun lalu.

Maskirah, seorang penyapu koin asal Desa Sukra, Indramayu, mengungkapkan bahwa hari ini ia hanya memperoleh puluhan ribu rupiah. “Dari pagi sampai sore menyapu koin, hasilnya cuma segini,” ujarnya sambil menunjukkan tas kecil berisi uang receh.

Uang yang ia kumpulkan terdiri dari pecahan Rp2.000, Rp1.000, hingga koin Rp500, Rp200, dan Rp100. Jumlahnya jauh dari harapan, tetapi ia tetap bertahan dengan harapan esok akan lebih baik.

Polwan Polres Subang Siap Amankan Arus Balik di Tol Cipali

Polwan Polres Subang amankan arus balik
Foto: www.rri.co.id

Subang – Dalam menghadapi arus balik Lebaran 1446 Hijriah, Polres Subang menyiapkan tim khusus yang beranggotakan polisi wanita (Polwan). Tim ini akan berpatroli di sepanjang bahu jalan Tol Cipali untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan mencegah potensi kemacetan.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, melalui Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Sudiriyanto, menjelaskan bahwa tim ini bertugas menyisir ruas tol yang masuk dalam wilayah hukum Polres Subang.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar pemudik tidak berhenti di bahu jalan, yang dapat membahayakan keselamatan mereka sendiri sekaligus menghambat arus kendaraan.

“Tim penyisir ini akan bergerak cepat jika menemukan pemudik yang berhenti di bahu jalan tol. Selain berisiko bagi keselamatan pengendara, tindakan tersebut juga dapat menyebabkan kepadatan lalu lintas di Tol Cipali,” ujar AKP Sudiriyanto.

Keberadaan tim penyisir ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemudik untuk lebih tertib dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan kembali ke kota masing-masing.

BAZNAS Subang Kumpulkan Zakat Fitrah Rp64,3 Miliar di Momen Idul Fitri 1446 H

BAZNAS Subang
Foto: Ilustrasi

Subang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Subang mencatat pencapaian luar biasa pada Idul Fitri 1446 H/2025 M. Mereka berhasil mengumpulkan zakat fitrah senilai Rp64.361.400.000, berasal dari zakat, infaq, dan shodaqoh yang dikumpulkan sejak Januari hingga 30 Maret 2025.

Momentum ini terungkap dalam pelaksanaan sholat Idul Fitri di Alun-alun Subang pada Senin (31/3/2025) pagi. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dan Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi, serta ribuan masyarakat yang ikut merayakan hari kemenangan.

Di bawah kepemimpinan KH. Musfik Amrulloh, BAZNAS Subang juga berhasil mengumpulkan zakat mal dari ASN, TNI, serta perorangan sebesar Rp422.873.355. Selain itu, infaq dan shodaqoh yang terkumpul mencapai Rp843.134.600, sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp65.627.407.955.

Menariknya, seluruh zakat fitrah yang terkumpul langsung didayagunakan 100% di tingkat RT, RW, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Subang. Sementara itu, dana infaq Ramadan didistribusikan dengan skema yang jelas: 5% untuk UPZ masjid, 10% untuk UPZ kelurahan/desa, 35% untuk UPZ kecamatan, dan 50% dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Subang.

Sebelumnya, BAZNAS Subang telah menetapkan besaran zakat fitrah 2025 sebesar 2,8 kilogram beras per jiwa atau setara dengan Rp40 ribu jika dikonversikan ke rupiah. Selain itu, Bulan Infaq Sedekah (BIS) Ramadan ditetapkan sebesar Rp3.000 per jiwa, sementara fidyah mencapai Rp30 ribu per jiwa.

Khidmatnya Sholat Idul Fitri dan Remisi di Lapas Kelas IIA Subang

remisi narapidana
Foto: subang.inews.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang menggelar Sholat Idul Fitri 1446 H dengan penuh kekhusyukan, Senin (31/3/2025). Seluruh warga binaan dan petugas pemasyarakatan turut serta dalam ibadah yang berlangsung di Lapangan Upacara Lapas sejak pukul 06.00 hingga 07.30 WIB. Suasana haru dan kebersamaan terasa begitu kental dalam momen sakral ini.

Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro, menyampaikan pesan penting dalam perayaan Idul Fitri tersebut. Menurutnya, hari kemenangan ini adalah kesempatan bagi warga binaan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, mempererat silaturahmi, serta menanamkan kesadaran diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Sebagai bagian dari perayaan, Lapas Kelas IIA Subang juga memberikan remisi kepada narapidana yang memenuhi syarat administratif dan berkelakuan baik selama masa pidana. Tahun ini, sebanyak 507 warga binaan menerima Remisi Khusus (RK). Dari jumlah tersebut, 505 orang mendapatkan Remisi Khusus I (RK I), sementara dua narapidana menerima Remisi Khusus II (RK II) yang membuat mereka langsung bebas.

Pemberian remisi ini menjadi harapan baru bagi para narapidana untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan. Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan mereka dapat memanfaatkan kebebasan atau pengurangan masa pidana ini untuk menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat.

Polres Subang Bongkar Peredaran Sabu, Tersangka Gunakan Modus Unik

Pengedar sabu Subang
Foto: jabar.tribunnews.com

Subang – Satuan Reserse Narkoba Polres Subang kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Seorang pria berinisial MH (20) diamankan di Kampung Cibarola, Kelurahan Soklat, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, pada Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu melalui Kasatresnarkoba AKP Udiyanto mengungkapkan bahwa tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap dan diduga kuat terlibat dalam peredaran narkoba di wilayah tersebut. “MH diamankan dengan sejumlah barang bukti yang menguatkan keterlibatannya dalam kasus ini,” ujar AKP Udiyanto pada Sabtu (29/3/2025) malam.

Puluhan Paket Sabu Disita

Dalam penggerebekan ini, polisi menemukan 25 paket sabu siap edar dengan total berat 7,04 gram. Barang haram tersebut disembunyikan dalam berbagai bungkus, termasuk plastik kopi dan bekas makanan ringan. Selain itu, petugas juga mengamankan sebuah handphone VIVO V17, timbangan digital, serta sepeda motor Honda Beat yang diduga digunakan dalam transaksi narkoba.

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa MH mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial TP, yang diyakini berada di wilayah Subang Utara. “Tersangka menyembunyikan sabu di bawah pohon, menutupnya dengan batu kerikil, lalu mengirimkan petunjuk lokasi kepada TP melalui aplikasi berbagi lokasi,” jelas AKP Udiyanto.

Ancaman Hukuman Berat

Saat ini, MH mendekam di sel tahanan Mapolres Subang. Ia dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman bagi tersangka cukup berat, yakni penjara seumur hidup atau 6 hingga 20 tahun, serta denda minimal Rp 1 miliar hingga maksimal Rp 13 miliar.

Polisi terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan peredaran narkoba yang lebih luas. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkotika. “Kami siap menindak tegas setiap pelaku peredaran narkoba demi melindungi generasi bangsa,” tegas AKP Udiyanto.

Recent Posts