Beranda blog Halaman 1274

Pasang CCTV di Lokasi Pembuangan Sampah, PMII Kota Tasikmalaya Kritisi Pj Walikota

Pasang-CCTV-di-Lokasi-Pembuangan-Sampah-PMII-Kota-Tasikmalaya-Kritisi-Pj-Walikota.jpg

harapanrakyat.com,- Aktivis mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kritisi langkah Pj Walikota Tasik, soal pemasangan CCTV di beberapa lokasi tempat pembuangan sampah.

Muhaemin Abdul Basit Ketua Cabang PMII Kota Tasikmalaya mengatakan, pemasangan CCTV itu hanya bentuk pencitraan dari Pj Walikota.

“Pemasangan CCTV di beberapa titik kota Tasik dan di TPA, menurut kita tidak ada relevansinya dengan penanganan sampah.  Apalagi pengelolaan sampah, saya menilai itu hanya pencitraan,” ujar Abdul Basit Rabu (7/12/2022).

Menurutnya, penyelesaian sampah ini perlu perhatian serius, kekompakan antar OPD  dan stakeholder lainya di Kota Tasikmalaya.

“Jadi jangan mengkambing hitamkan masyarakat, menyebut masyarakat belum sadar dalam membuang sampah. Akan lebih relevan jika pemerintah ini menegur perusahaan perusahaan yang memproduksi calon sampah, namun tidak bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkan,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi aksi pemuda di Kampung Kalangsari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang melakukan aksi nyata dengan cara bersihkan sampah di sungai, hingga videonya viral di Tiktok.

“Hal ini yang tentunya harus dilakukan Pemkot Tasikmalaya, dengan melakukan kerja nyata. Jika hanya pemasangan CCTV itu, kami kira hanya pencitraan saja,” jelasnya.

Lanjutnya, permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya, dari periode ke periode pemimpin di Kota Tasikmalaya, hanya terfokus di hilir saja, tidak sampai ke hulu.

“Ini yang harus menjadi PR bagi pemkot, karena sampah jika dibiarkan dan berdampingan dengan masyarakat akan menjadi penyakit, bahkan menjadi bom waktu untuk lingkungan dan juga kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: Video Pemuda Tasikmalaya Bersihkan Sampah di Sungai Viral di TikTok, Netizen: Bangganya Punya Kalian

Pemerintah Kota Tasikmalaya Pasang 10 CCTV di Lokasi Pembuangan Sampah

Diketahui, beberapa hari kebelakang, Pemkot Tasikmalaya melalui DLH Kota Tasikmalaya, memasang CCTV di beberapa Titik yang biasa sampah berserakan.

Sedikitnya, 10 CCTV yang dipasang yaitu di Depo Sampah Pasar Lama, Depo Dadaha, TPS depan SD Argasari, TPS Jl Tanuwijaya, TPS Perkantoran TPS Eks Terminal Cilembang, TPS Liar Jl Martadinata, dan di TPA Ciangir 3 titik di gerbang, peni,bangan dan gunungan sampah.

Di tempat terpisah, Pemerintah Kota Tasikmalaya, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyatakan, terkait pemasangan CCTV tersebut merupakan perintah PJ Walikota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah.

“Iya perintah langsung dari Pak Pj Walikota Tasikmalaya, untuk menangani permasalahan sampah, jadi kami kolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo,” kata Feri Arif, Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Tasikmalaya. (Apip/R8/HR Online/Editor Jujang)

Gempa Bumi Guncang Sukabumi, Getaranya Terasa Hingga ke Subang

gempa.jpg

KOTASUBANG, Subang – Gempa bumi dengan magnitudo 6.1 mengguncang Sukabumi Kamis pagi ini (8/12/2022) sekira pukul 07.50 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berpusat 22 Km arah tenggara kota Sukabumi.

“Mag:6.1, 08-Dec-2022 07:50:57WIB, Lok:7.11LS, 106.99BT (22 km Tenggara KOTA-SUKABUMI-JABAR), Kedlmn:104 Km #BMKG
Disclaimer:Dlm bbrp menit pertama stlh gmp,parameter gmp dapat berubah dan boleh jadi blm akurat,kecuali tlh dianalisis ulang seismologist, ” Tulis BMKG di akun twiternya.

Selain di Sukabumi gempa juga terasa hingga ke Subang.

“Terasa gempa sekitar 2 detik, ” Ujar Saeful warga Dawuan.

Gempa juga terasa di beberapa kota lainnya termasuk Jakarta.

Lawan Arus, Pemotor Berhenti di Perempatan Pasar Manis Ciamis Viral

Pemotor-Berhenti-Lawan-Arus-di-Perempatan-Ciamis-Viral.jpg

harapanrakyat.com,- Video yang memperlihatkan pemotor berhenti di perempatan Pasar Manis Ciamis, viral di media sosial.

Dalam video terlihat dua orang wanita yang sedang berboncengan berhenti di jalan lawan arus perempatan Pasar Manis Ciamis.

Video diduga direkam oleh pengendara lain. Terlihat dalam rekaman video, lampu lalu lintas merah sedang menyala.

Sejumlah pengendara dari arah jalan Mr Iwa Kusumasumantri terlihat berhenti. Namun salah seorang pemotor malah berhenti di jalur lawan arah.

Baca Juga: Lansia Ngaku Imam Mahdi di Karawang Jadi Buronan, Alamatnya Palsu

Kendaraan lain dari arah sebaliknya kemudian melaju. Pemotor yang sadar telah salah berhenti di jalur lawan arah, berbelok ke arah pertokoan.

Kepala Dinas Perhubungan Ciamis Ahmad Yani menduga, pemotor yang berhenti di jalur lawan arah tersebut, baru pertama kali melewati perempatan Pasar Manis Ciamis.

“Kemungkinan pengendara baru pertama melintasi perempatan pasar Manis Ciamis, sehingga ketika lampu merah menganggap jalan tersebut satu arah,” katanya, Rabu (7/12/2022)

Ahmad Yani menjelaskan, Dishub melalui ATCS selalu mengingatkan para pengendara di setiap titik lampu merah tentang tata tertib lalu lintas. Sedangkan untuk penilangan menjadi kewenangan Kepolisian.

“Untuk kewenangan penilangan itu ada di pihak kepolisian. Kita melalui ATCS hanya memberikan sebuah imbauan ataupun informasi mengenai tata cara berlalu lintas,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Warga Pasirlaja Pangandaran Resah, Audiensi hingga Minta Kadus Turun, Ada Apa?

Temolate-YT.jpg

Harapanrakyat.com,- Warga Dusun Pasirlaja, Desa/Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran resah hingga melakukan audiensi dengan Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Mangunjaya.

Dalam audiensi tersebut, Perwakilan masyarakat meminta pemerintahan Desa Mangunjaya memberhentikan dan sesegera mungkin mengganti Kepala Dusun Pasirlaja.

Salah satu tokoh masyarakat, Mawa mengatakan pihaknya bersama masyarakat sudah melakukan audiensi untuk membahas tuntutan warga tersebut.

“Kemarin senin, kita dengan santun dan kondusif, menuntut supaya kadus berhenti,” katanya kepada HR Online melalui sambungan telepon, Rabu (7/12/2022).

Lebih lanjut, Mawa menambahkan, masyarakat menganggap kadus saat ini sudah banyak melakukan kesalahan dan tidak amanah sehingga membuat warga Pasirlaja, Pangandaran resah.

Hal itu karena adanya 24 nama warga yang terdaftar telah meminjam uang Raksa Desa untuk UMKM, padahal mereka tidak melakukan pinjaman sama sekali.

“Awalnya, warga sampai akan menyerang langsung rumah yang bersangkutan, tapi saya cegah dan saya sarankan penyelesaiannya di Desa” ungkapnya.

Baca Juga : Milangkala ke 18 Kecamatan Mangunjaya Pangandaran, Angkat Budaya Lokal

Harapannya, lanjut Mawa, persoalan tersebut bisa cepat selesai melalui proses penyelesaian yang pemerintahan desa lakukan.

“saat ini dalam proses, masyarakat meminta secepatnya bisa selesai,” pungkasnya.

Warga Pasirlaja Pangandaran Resah, Pemdes Lakukan Tabayun

Kepala Desa Mangunjaya, Furkonudin membenarkan adanya perwakilan masyarakat yang melakukan audiensi dan meminta Kadus berhenti.

Menanggapi hal itu, Furkonudin menjelaskan, pihaknya bersama BPD akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

“Kami akan klarifikasi dan bertabayun bersama masyarakat, supaya tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan,” jelasnya.

Selain itu, Furkonudin melanjutkan, saat ini pihaknya tengah berusaha mengumpulkan barang bukti dan mencari solusi untuk persoalan warga Pasirlaja Pangandaran yang resah.

“Kami sedang melakukan survey langsung ke masyarakat Dusun Pasirlaja, mudah-mudahan bisa ada titik temu,” lanjutnya.

Kemudian, Ketua BPD Desa Mangunjaya melalui Sekretaris BPD, Suharti mengatakan, dari hasil survey yang sedang berlangsung nantinya akan pihaknya musyawarahkan bersama Kepala Desa.

“Kalau memang hasil survey nanti benar kemauan masyarakat banyak kita akan lakukan pemilihan,” katanya.

Namun, Lanjut Suharti, jika ternyata hasil survey menunjukan masyarakat yang menginginkan Kepala Dusun berhenti sedikit, maka keputusan diambil berdasarkan poling.

“kalau hanya sedikit maka poling yang menentukan berdasarkan suara terbanyak, dilakukan door to door sesuai keinginan masyarakat,” lanjutnya.

Selanjutnya, Suharti berharap pihaknya bisa memberikan solusi terbaik untuk persoalan warga Pasirlaja, Pangandaran yang resah karena Kadus tersebut. “juga mudah-mudahan warga jangan mudah terprovokasi berita tidak jelas,” pungkasnya. (Madlani/R12/HR Online/Editor-Rizki).

UU KUHP Bermasalah, Dewan Pers: Ancam Kebebasan Pers

UU-KUHP-Bermasalah.jpg

harapanrakyat.com,– Dewan Pers menilai sejumlah pasal dalam Undang-Undang (UU) KUHP bermasalah. Dewan Pers menilai UU KUHP tersebut dapat mengancam kebebasan pers dan demokrasi.

Sebelum UU KUHP disahkan DPR pada 6 Desember 2020 lalu, Dewan Pers pernah menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM) RKUHP yang memuat sejumlah pasal penting yang menjadi ancaman terhadap pers dan wartawan.

Baca Juga: Minimalisir Kriminalisasi Wartawan, Dewan Pers-Polri Teken Perjanjian Kerja Sama

Saat itu Dewan Pers mengusulkan adanya reformulasi 11 cluster dan 17 pasal dalam RKUHP. Pasal-pasal tersebut, menurut Dewan Pers, memiliki potensi mengancam kemerdekaan pers. Upaya reformulasi ini bertujuan untuk mencegah kriminalisasi. 

Namun masukan yang telah diserahkan kepada DPR dan pemerintah tersebut tidak digubris.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers Arif Zulkifli mengatakan, ketentuan yang dimuat dalam RUU KUHP yang sudah disahkan oleh DPR menjadi UU KUHP tersebut bermasalah.

“Selain mengancam kemerdekaan pers, juga berbahaya bagi demokrasi, kebebasan beragama dan berkeyakinan serta pemberantasan korupsi,” kata Arif Zulkifli, Rabu (7/12/2022).

Arif menambahkan, aturan pidana pers dalam UU KUHP mencederai ketentuan regulasi yang sudah ada dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sementara unsur penting dalam demokrasi adalah kemerdekaan untuk berekspresi, berpendapat dan termasuk kemerdekaan pers. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Keluar dari Nusakambangan, Kok Agus Sujatno Malah Jadi Bomber Astana Anyar?

Bomber-Astana-Anyar.jpg

harapanrakyat.com,- Agus Sujatno, warga Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Bandung diketahui merupakan bomber atau pelaku pengeboman Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (7/12/2022).

Agus diketahui merupakan residivis kasus terorisme yang menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan selama 4 tahun. Agus kemudian bebas bersyarat pada Maret 2021 lalu.

Bukannya tobat, Agus malah jadi bomber Polsek Astana Anyar. Karena aksinya, seorang polisi meninggal dunia dan 11 lainnya luka-luka. Lantas kenapa residivis kasus terorisme bisa kembali beraksi? 

Pengamat terorisme yang juga seorang kriminolog, Dr. Ardi Putra Prasetya, M.Krim mengatakan, pelaku kejahatan biasa biasanya berubah setelah menjalani hukuman pidana.

“Namun ini tidak berlaku dengan kejahatan ideologis seperti terorisme,” ujar Ardi, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Inilah Sosok Pelaku Bom Astana Anyar Bandung, Eks Napi Terorisme

Sebaliknya, lanjut Ardi, banyak pelaku teror yang menganggap hukuman yang dijalani di Lapas merupakan bagian dari perjuangan suci yang diyakininya.

“Sementara di sisi lain, regulasi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 hanya mengatur tindak pidana terorisme berdasar perbuatannya. Bukan ideologi pro kekerasannya.  

Jadi, tidak heran ketika mantan napi terorisme kembali ke masyarakat, dia masih memiliki muatan ideologis ekstremisme,” jelasnya.

Menurut Ardi, ada dua pendekatan untuk menghentikan seseorang melakukan aksi teror, yaitu deradikalisasi dan disengagement (pelepasan). 

Jika deradikalisasi fokus untuk mengubah pemikirannya, maka disengagement fokus pada social setting yang berimplikasi pada perubahan perilakunya.

“Saya menggunakan teori desistensi dari terorisme untuk meneliti bagaimana seseorang bisa lepas dari jerat teror dan isme-nya,” jelasnya.

Desistensi, menurut Ardi, memiliki multifaktor yang berkaitan. Mulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga hingga kepercayaan terhadap hukum yang berlaku.

Ardi menyebut, pelaku bom Polsek Astana Anyar belum melewati proses desistensi. Sehingga, hanya persoalan waktu sampai pelaku melakukan kembali aksi terornya.

Saya melihat peristiwa ini menjadi titik balik kita untuk lebih aware terhadap aksi terorisme,” katanya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

GPI Subang Resmi Dilantik, Ketum Tegas Lakukan Hal Ini

gpi-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Subang yang dipimpin oleh Diny Khoerudin sebagai Ketua Umum resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Veddrik Nugraha (Diko).

Pelantikan yang dihadiri pengurus, pejabat Forpkoimda dan perwakilan OKP itu dilaksanakan di Hotel Nalendra Plaza Subang pada Rabu (7/12/2022).

Ketum PD GPI Subang Diny Khoerudin menyatakan, setelah sempat mati suri, GPI Subang kembali menggeliat dan menunjukan eksistensinya. Diny menegaskan, kolaborasi dengan Organisasi Massa, LSM dan OKP lainnya harus kembali diperkuat.

“Mohon maaf, setelah beberapa tahun lalu GPI alami mati suri, maka hari ini GPI akan kembali menggeliat dan menunjukkan eksistensinya. Kita nyatakan GPI kembali hadir dan siap mewarnai Subang,” tegas Diny Khoerudin

Diny Khoerudin juga menegaskan, pihaknya meminta Pemerintah setempat berani membuka ruang kolaborasi dengan sejumlah elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Subang. Sebaliknya dia mengingatkan Pemkab tidak boleh mengerdilkan kualitas yang dimiliki warga Subang sehingga menggunakan SDM dari luar, jika tetap menggunakan SDM dari luar maka GPI Subang tidak akan segan-segan untuk bertindak lebih tegas menjadi sosial kontrol Pemkab Subang.

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Wilayah GPI Jawabarat Taofik Wahidin mengatakan, di bawah kepemimpinan Diny Khoerudin, GPI Kabupaten Subang selalu tegas dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan mengakomodir kepentingan masyarakat.

Subang Investment Summit (SIS) 2022 Catatkan Nilai Transaksi Investasi Rp. 1 Triliun

subang-investment-summit-1.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Subang Investment Summit (SIS) 2022 mencatatkan nilai transaksi investasi sebesar Rp1 triliun. Nilai investasi itu berdasarkan penandatangan MoU antara BUMD dengan sejumlah perusahaan yang akan berinvestasi di Subang.

Secara rinci, nilai investasi perusahaan yang berkolaborasi dengan BUMD Subang Energi Abadi (SEA) mencapai Rp430 miliar.

Kemudian, nilai investasi perusahaan dengan BUMD Subang Sejahtera Rp562 miliar. Dan nilai investasi perusahaan dengan BUMD PDAM sebesar Rp8,9 miliar.

Nilai tranksaksi investasi ini merupakan goal dari event SIS 2022. Dalam kegiatan ini sudah tergambar berapa nilai investasi yang akan masuk ke Subang untuk beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang, Agus Masykur yang hadir menutup langsung SIS 2022, setelah pada pagi harinya dibuka Bupati Subang menyampaikan, kegiatan SIS 2022 berlangsung tanpa suport dari APBD.

Namun menurutnya bisa berlangsung cukup baik, dan bermanfaat. Sehingga nilai invetasi yang diraih juga mencapai nilai yang diluar dugaan.

“Alhamdulilah, terimakasih atas kepercayaannya teman-teman investor, mudah-mudahan secepatnya bisa terbit perjanjian kerjasamanya,” katanya.

Dia juga memastikan akan berupaya optimal untuk mendorong regulasi yang lebih dinamis dan untuk memfasilitasi para investor, untuk berkolaborasi membangun Kabupaten Subang.

“SIS tahun depan Insya Allah akan kembali hadir dengan harapan nilai invetasinya bisa bertambah,” tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Subang, H Ruhimat yang hadir dan membuka secara langsung gelaran Subang Investment Summit (SIS) 2022 mengaku optimis penyelenggaraan ini bisa berpengaruh terhadap kemajuan perekonomian di Subang.

“Kami optimis dengan pelaksanaan Subang Investment Summit terlebih dengan kehadiran Pak Dahlan Iskan. Terima kasih dan selamat datang di Kabupaten Subang bagi semua investor dan calon investor. Mudah-mudahan kehadiran Suryacipta bisa mendongkrak ekonomi Jawa Barat dan Indonesia. Kehadiran perusahaan yang lain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Ruhimat mengatakan, iklim investasi yang baik hanya dapat tercipta melalui diskusi semua pihak. Dia menyampaikan, komitmen Pemda Subang dalam menciptakan keamanan serta kenyamanan bagi investor di Kabupaten Subang.

“Atas nama Pemerintah Daerah mengajak berdiskusi bagaimana caranya supaya hari esok untuk lebih baik dari hari ini terlebih dalam bidang investasi. Saya inginkan bagaimana investor di Kabupaten Subang bisa betul-betul meraskaan keamanan dan kenyamanan. Namun itu semua tidak mudah, sehingga dibutuhkan koordinasi di antara kita semua,” ujarnya.

Ruhimat menuturkan, dalam mendukung kemajuan investasi adalah dengan pembentukan peraturan daerah terkait investasi di Kabupaten Subang. Dan menyiapkan BUMD sebagai mitra perizinan serta menyiapkan layanan pengaduan apabila investor mengalami kendala dalam berinvestasi di Kabupaten Subang

Subang Investment Summit Segera Digelar, Bupati Ruhimat Ajak Pengusaha Berinvetasi

subang-investment-summit.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Event promosi dan penggalangan investasi yaitu Subang Investment Summit (SIS) akan digelar pada 7 Desember 2022 mendatang di Sawala Ageung Fave Hotel.

Biasanya event serupa digelar oleh pemerintah tingkat provinsi. Namun, Pemkab Subang melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merasa perlu menggelar event tersebut di Kabupaten Subang.

Sebab, Subang punya posisi strategis di Kawasan Rebana yang meliputi Subang, Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Sumedang.

Kawasan Rebana adalah julukan kawasan ekonomi khusus untuk 7 kabupaten/kota tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Pantura Jabar.

Selain wilayah Pantura, Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga mendorong percepatan pembangunan wilayah Jabar selatan.

Kawasan Rebana dan Jabar Selaran tertuang dalam Perpres No 87 tahun 2021 sebagai roadmap percepatan pembangunan Jawa Barat.

Peraturan Presiden itu mengamanatkan APBN membiayai pembangunan kawasan Rebana dan Jabar selatan sebesar Rp 393 triliun. Rp 235 triliun untuk Kawasan Rebana dan Rp 158 triliun untuk kawasan Jabar Selatan.

Anggaran itu untuk pembangunan 81 proyek infrastruktur. Sejumlah proyek akan mulai dikerjakan tahun 2023. Khususnya di Subang, pembangunan jalur lingkar luar Kota Subang, Blanakan-Patimban dan jalur Serangpanjang-Cipendeuy masuk dalam Perpres 87 berdasarkan usulan Pemkab Subang yang disetujui oleh Gubernur Jabar.

Bupati Subang, H Ruhimat mengatakan, Subang Investment Summit (SIS) dalam rangka Mewujudkan Subang Jawara di Kawasan Rebana. “Untuk itu, ayo para pengusaha jangan ragu untuk berinvestasi di Kabupaten Subang. Mari datang dan ikuti Subang Investment Summit 2022,” ungkap Bupati.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menyampaikan, Subang Investment Summit (SIS) diharapkan bisa menarik investor untuk berinvetasi di Subang. Dengan banyaknya investasi di Subang, harapannya bisa mengurangi pengangguran karena dampak PHK.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala DPMPTSP Dadang Kurnianudin menyampaikan, Subang Investment Summit perlu digelar agar para investor lebih paham potensi investasi Subang.

“Sekaligus membangun branding Subang bahwa kita ramah investasi. Beberapa kawasan industri di Subang masih membutuhkan investor,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dadang, SIS 2022 ini memiliki muatan lokal yaitu empowering BUMD. Mendorong peran BUMD lebih maksimal dalam bekerjasama dengan pelaku usaha, investor dan pengelola kawasan industri.

Sedangkan Event Director dari Pasundan Institute Lukman Enha menambahkan, dalam SIS 2022 akan ada beberapa agenda yaitu presentasi potensi investasi kawasan industri, BUMD, pemaparan potensi investasi Subang dan penandatanganan kerjasama investasi.

“Akan dilakukan MoU signing atau tandatangan kerjasama BUMD dan para investor. Yang sudah terdata dari tiga BUMD yaitu Perumda, PT SS dan PT SEA saja sudah puluhan perusahaan dengan nilai investasi miliaran rupiah. Kami sebagai penyelenggara memfasilitasinya melalui SIS ini,” papar Lukman.

Melalui SIS juga diharapkan terjadi relasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha dan di antara pelaku usaha itu sendiri.

Tidak hanya seremoni itu, juga akan ada talkshow bisnis dengan nara sumber akademisi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan one on one meeting. Sedangkan untuk keynote speaker mengundang Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN 2011-2014.

“Pak Dahlan sudah konfirmasi hadir. Tanggal 6 Desember malam sudah di Subang. Kami berharap ilmu beliau yang pernah memimpin BUMN disampaikan. Inovasi-inovasinya harus bagaimana, pemerintah juga harus bagaimana. Banyak inovasi yang beliau lakukan selama memimpin BUMN, maka kami memilih mengundang Pak Dahlan,” kata Lukman.

Lukman pun berterimakasih Pasundan Institute telah dipercaya untuk menjadi event organizer SIS 2022. Meski tanpa biaya APBD, Ia optimis acara ini akan terselenggara dengan baik.

Sementara itu, sejauh ini sudah ada ratusan perusahaan yang terkonfirmasi akan mengikuti SIS mulai dari pelaku kawasan industri, perbankan, BUMN, perusahaan mitra bisnis BUMD PT Subang Energi Abadi (SEA), mitra bisnis PT Subang Sejahtera dan mitra bisnis PDAM.

Bahkan puluhan investor asing juga akan hadir dalam SIS ini. Mulai dari Asian Develompment Bank, European Investmen Bank, Dubai Financial Support Fund dan investor lainnya.(rls)

Hilang 5 Hari, Seorang Nenek di Banjarsari Ciamis Dicari Keluarga

Nenek-Emah.jpeg

harapanrakyat.com,– Seorang nenek bernama Emah (78), warga Dusun Sukahurip, RT 007, RW 002, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat hilang sejak Sabtu (3/12/2020) lalu. 

Ini berarti Nenek Emah sudah hilang selama lima hari. Keluarga pun kelimpungan mencari Nenek Emah.

Anggota FK Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Ahman Riana membenarkan adanya seorang nenek yang kini dikabarkan hilang. Bahkan pihaknya saat ini tengah melakukan asesmen ke rumah keluarganya.

“Lansia yang dikabarkan hilang itu bernama Emah (78). Beliau diketahui tidak ada di rumahnya sejak Sabtu (3/12/2022) kemarin. Bahkan hingga saat ini beliau masih belum diketahui keberadaannya,” katanya, Rabu (7/13/2022).

Baca Juga: Ngeri, Ular Kobra 1,5 Meter Sembunyi di Dapur Rumah Warga Ciamis

Menurut Ahman, nenek Emah pada Sabtu pagi masih terlihat ada di rumah singgah di blok unyur.

“Rumah singgah tersebut tidak dipakai untuk tinggal menginap Nek Emah, melainkan beliau itu suka menginap di anak-anaknya,” katanya.

Keluarga Mencari Nenek Emah yang Hilang

Nenek Emah selalu menginap di rumah anak-anaknya secara bergilir. Anak-anaknya pun sempat menganggap Nenek Emah menginap di rumah salah satu saudara mereka.

“Anak-anaknya itu ada yang di blok Balepulang, Pongporang, blok Darimi, blok Entrong, dan di blok Pasir Maung. Namun setelah dicek ternyata tidak ada di salah satu rumah anak-anaknya. Mereka bahkan saling menganggap jika sang nenek tinggal di rumah saudaranya (anak-anaknya Nenek Emah),” jelasnya.

Lanjut Ahman, setelah dilakukan klarifikasi ke beberapa kerabat serta anak-anak Nenek Emah, baru kemudian ketahuan Nenek Emah tidak ada.

“Sementara ini keluarga tengah melakukan pencarian, yang dikhawatirkan oleh keluarga, Nek Emah itu terpeleset ke sungai. Karena beberapa hari terakhir warga sering melihat Nek Emah berada di pinggir sungai,” lanjutnya.

Ahman menjelaskan, ciri-ciri fisik Nek Emah berbadan bongkok, rambut beruban, secara komunikasi masih normal. Panca indera serta ingatan juga masih bagus. Nenek Emah juga terbiasa memakai kerudung, 

“Untuk yang melihat atau menemukan lansia dengan ciri-ciri di atas tadi bisa langsung menghubungi nomor yang bisa dihubungi 085215788200 atas nama Tatang Suteja (Cucu Nenek Emah),” katanya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts