Beranda blog Halaman 127

Subang Target Bebas Stunting 2025, 13 Kecamatan Jadi Fokus Utama

penanganan stunting di Subang
Foto: www.rri.co.id

Subang – Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus stunting yang masih ditemukan di sejumlah wilayah. Saat ini, tercatat ada 13 kecamatan dengan 30 desa yang masih memiliki kasus stunting yang memerlukan perhatian serius.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, Yayat Sudrajat, menyampaikan bahwa penanganan kasus ini menjadi prioritas utama. Penuntasan ditargetkan rampung dalam satu tahun ke depan.

Upaya ini akan melibatkan kelembagaan masyarakat di tingkat desa serta penguatan peran kader Motekar, yang selama ini aktif mendampingi keluarga dalam isu-isu kesehatan dan ketahanan keluarga.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan. Harapan Bupati Subang untuk mencapai status bebas stunting di 2025 tidak akan tercapai tanpa kolaborasi semua pihak,” jelas Yayat dalam briefing staf yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Senin (14/4/2025).

Selain fokus pada stunting, pihaknya juga mengidentifikasi 17 titik lokasi dengan permasalahan sosial yang berkaitan dengan keluarga bermasalah. Yayat menekankan bahwa lokasi-lokasi ini membutuhkan intervensi secara berkelanjutan.

Harapan besar disematkan pada tahun ini sebagai momen penuntasan. “Mudah-mudahan, tahun ini, kasus stunting bisa kita tuntaskan sesuai harapan dari Pak Bupati,” tutup Yayat optimistis.




RSUD Subang Genjot Perbaikan Layanan, Bupati Subang Tegaskan Budaya Kerja dan Sosial

Peningkatan layanan RSUD Subang
Foto: www.lampusatu.com

Subang – RSUD Subang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Upaya ini dibuktikan dengan langkah-langkah konkret yang tengah ditempuh untuk mengatasi sejumlah persoalan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Rawat Jalan.

Direktur RSUD Subang, dr. Achmad Nasuhi, mengungkapkan beberapa penyebab utama antrean panjang di IGD. Di antaranya adalah keterbatasan kapasitas tempat tidur, ketidaksesuaian kelas rawat, minimnya fasilitas ICU, serta belum optimalnya sistem rujukan internal dan penggunaan SISRUTE ke rumah sakit lain.

Sementara itu, di layanan Rawat Jalan, hambatan terjadi karena sistem pendaftaran online yang belum maksimal, keterbatasan mesin anjungan mandiri, serta lamanya proses pengambilan obat.

“RSUD Subang tengah merancang penambahan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas SDM, sistem informasi yang lebih kuat, hingga penyusunan ulang sistem kerja di bagian farmasi. Kami juga akan menunjuk Manager On Duty untuk memantau pelayanan harian,” jelas dr. Achmad dalam kegiatan pembekalan staf Pemkab Subang, Senin (14/4/2025).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi. Dalam arahannya, Kang Rey, sapaan akrab Bupati Subang, menekankan pentingnya membangun birokrasi yang responsif dan humanis, dimulai dari budaya gotong royong, kepedulian sosial, hingga evaluasi kinerja.

Salah satu langkah nyata yang akan diterapkan adalah program bersih-bersih lingkungan setiap Jumat pagi. Instruksi ini akan dituangkan dalam surat edaran yang wajib dilaksanakan seluruh OPD dan kecamatan.

“Lingkungan yang bersih mencerminkan pemerintahan yang sehat. Jangan ada lagi sampah berserakan atau rumput tinggi. Spanduk-spanduk yang tak terurus, termasuk yang ada nama saya, lebih baik dicopot,” tegas Kang Rey.

Selain itu, ia juga menyoroti program Subang Ngabret Nyaah Ka Indung. Setiap pimpinan OPD diminta mencatat dan memastikan seluruh ASN memiliki satu lansia binaan yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Bupati sendiri berkomitmen membina langsung 12 lansia, salah satunya berasal dari wilayah Ciater. “Saya ingin yang diasuh itu memang benar-benar butuh. Supaya kita bisa memberi pelayanan yang maksimal,” ujarnya menutup pertemuan.



Timnas U-17 Indonesia Siap Hadapi Korea Utara di Perempat Final: Modal Kuat Menuju Semifinal

Timnas U-17 Indonesia vs Korea Utara
Foto: www.bolasport.com

suarasubang.com – Pertarungan seru akan tersaji di King Abdullah Sport City Hall Stadium, Jeddah, pada 14 April 2025. Timnas U-17 Indonesia dijadwalkan berhadapan dengan Korea Utara di babak perempat final Piala Asia U-17 2025.

Langkah Indonesia menuju fase ini terbilang gemilang. Tim Garuda Muda berhasil keluar sebagai juara Grup C, membukukan tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Sementara itu, Korea Utara lolos dengan status runner-up Grup D.

Jika menilik performa di babak penyisihan, Indonesia unggul di hampir semua lini. Dari segi perolehan poin, Indonesia tampil sempurna dengan sembilan poin. Mereka mengalahkan Korea Selatan (1-0), Yaman (4-1), dan Afganistan (2-0).

Sebaliknya, Korea Utara hanya meraih lima poin. Kemenangan mereka tercipta saat melawan Tajikistan dengan skor 3-0. Namun, mereka ditahan imbang oleh Iran (1-1) dan Oman (2-2).

Keunggulan Indonesia juga terlihat dalam produktivitas gol. Selama babak grup, Indonesia mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan satu kali. Korea Utara mencetak enam gol, tetapi kebobolan tiga kali.

Nama Evandra Florasta mencuat sebagai bintang Indonesia sejauh ini. Ia berhasil mencetak tiga gol dari tiga laga. Catatan ini menempatkannya sebagai salah satu top skorer sementara turnamen, sejajar dengan tiga pemain lainnya dari Jepang, Korea Selatan, dan Uzbekistan.

Korea Utara punya dua pemain yang sama-sama mencetak dua gol, yakni Pak Kwang-song dan Ri Kang-rim. Menariknya, Indonesia juga memiliki dua pemain yang mencetak dua gol: Faldly Alberto dan Zahaby Gholy.

Dengan performa impresif dan kekompakan tim, Indonesia datang ke laga perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Semua statistik dan catatan positif ini menjadi modal penting untuk mengamankan tiket ke semifinal.




Misteri Sungai Tarum Timur: Pemancing Hilang Ditemukan Tak Bernyawa di Pintu 47

penemuan mayat Sungai Tarum Timur
Foto: www.genmilenial.id

Subang – Warga Kecamatan Pagaden, Subang, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria bertubuh gempal yang mengambang di Pintu 47 Sungai Tarum Timur, tepatnya di Blok Situ Baeud, Desa Pagaden. Kejadian ini terjadi pada Minggu pagi, 13 April 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolsek Pagaden, Kompol Dede Suherman, menyatakan pihaknya segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Polisi langsung memasang garis pengaman dan menghubungi unit Identifikasi serta Inafis untuk pemeriksaan jenazah.

Setelah dilakukan identifikasi, korban diketahui bernama Anton Maulana (25), warga Kampung Betok, Desa Karangwangi, Kecamatan Binong, Subang. Anton sebelumnya diketahui pamit untuk memancing bersama temannya, Indun, pada Kamis, 10 April 2025.

Anton dan Indun memancing di Sungai Tarum Timur. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, Indun memutuskan pulang. Anton memilih tetap tinggal dan melanjutkan aktivitas memancingnya. Ketika malam tiba, orang tua Anton mencari tahu keberadaannya.

Indun mengatakan bahwa Anton tidak ingin pulang. Hal ini membuat ayah korban dan Indun kembali menyusuri lokasi, namun hasilnya nihil. Pencarian pun dimulai sejak malam itu hingga keesokan harinya.

Pada Sabtu, 12 April 2025, ayah Anton akhirnya melapor ke Polsek Binong tentang hilangnya sang anak. Keesokan harinya, kabar mengejutkan datang: sesosok mayat ditemukan di Pintu 47 Sungai Tarum Timur.

Pihak keluarga langsung mendatangi lokasi penemuan. Mereka memastikan identitas korban berdasarkan ciri pakaian: kaos hitam bertuliskan “trouble” dan celana jeans hitam. Tanpa ragu, mereka mengakui bahwa korban adalah Anton Maulana.

Menurut pemeriksaan medis dari Puskesmas Pagaden dan tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban pun menolak otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan bahwa mereka menerima kejadian ini sebagai musibah.




Kang Rey di Ngobras: Cerita Vespa, Mimpi Subang, dan Semangat Ngabret!

Ngobras Bersama Aa Sule

SUBANG – Sabtu malam (12/04/2025), suasana di Area SL Media Prikitiew Land Subang terasa istimewa. Acara Ngobras (Ngobrol Bareng Aa Sule) menghadirkan Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, S.IP., atau yang akrab disapa Kang Rey. Kehadirannya membawa nuansa hangat, santai, dan penuh inspirasi.

Sorotan publik tertuju pada segmen Sangkuriang, saat Kang Rey berbincang langsung bersama Kang Sule, Parto, dan Anton Abox. Sesi tersebut dibuka dengan sapaan hangat dan tepuk tangan meriah dari para Baraya Ngobras.

Kang Rey menjawab berbagai pertanyaan seputar kiprahnya sebagai Bupati, visi pembangunan Subang, serta alasan memilih motor vespa sebagai kendaraan dinas. Menurutnya, vespa bukan sekadar moda transportasi, melainkan ruang kontemplasi yang membuatnya lebih dekat dengan alam dan masyarakat.

“Kalau naik motor tuh bener-bener fokus, lebih menyerahkan diri ke alam,” ungkapnya.

Dalam perbincangan itu, Kang Rey menyampaikan bahwa masih ada sekitar 320 km jalan rusak yang menjadi prioritas perbaikan dalam dua tahun ke depan. Tahun ini, anggaran infrastruktur pun melonjak menjadi Rp250 miliar, jauh lebih besar dibandingkan Rp80 miliar tahun sebelumnya.

Saat mengulas masa lalunya, Kang Rey mengenang pengalamannya sebagai aktivis kampus dan anggota DPRD Jawa Barat termuda periode 2019–2024. Ia memutuskan mundur demi Subang, karena ingin memberi dampak lebih nyata melalui jabatan eksekutif.

“Saya tinggalkan demi Kabupaten Subang,” tegasnya.

Bupati muda ini juga memperkenalkan program Ngabret Nyaah Ka Indung, di mana setiap ASN diminta memiliki satu lansia binaan. Program ini merupakan wujud kepedulian sosial dan penghormatan pada orang tua.

Ngabret sendiri merupakan singkatan dari Ngawangun Bareng Rakyat, semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun Subang.

Kang Rey juga mengapresiasi hadirnya Prikitiew Land Subang yang dinilainya turut meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Ia berharap tempat ini terus berkembang dan menjadi wadah kegiatan positif bagi warga.

Menutup perbincangan, Kang Rey mengungkapkan mimpi besarnya untuk Subang. Ia ingin menyelesaikan pembangunan infrastruktur, membangun rumah sakit di wilayah Pantura, menjaga lingkungan, memberantas pungli, serta melestarikan seni dan budaya lokal.

“Jauh lebih bermanfaat untuk Kabupaten Subang,” tuturnya mantap.

Acara Ngobras malam itu juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Camat Pagaden Barat, Ketua TP PKK Kecamatan Pagaden Barat, unsur Forkopimcam Pagaden Barat, serta para kepala desa dari wilayah setempat.

Bogel Kembali Masuk Bui, Aksi Tipu Motor Kandas di Tangan Polisi

Penipuan motor Subang
Foto: www.tintahijau.com

Subang – Bogel, pria berusia 38 tahun asal Blok Walahar, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, kembali harus berurusan dengan hukum. Meski sudah empat kali masuk penjara, tampaknya jeruji besi belum mampu membuatnya jera.

Pria yang dikenal dengan inisial W itu tercatat sebagai residivis kambuhan. Ia pernah merasakan dinginnya lantai penjara di Lapas Kebun Waru pada 2012, serta Lapas Subang pada 2017, 2020, dan 2021. Semuanya terkait kasus yang sama: penipuan dan penggelapan.

Baru saja menghirup udara bebas, Bogel kembali melakukan aksinya. Kali ini, ia menipu temannya sendiri dan membawa kabur sepeda motor korban.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Gardu, Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat. Dengan dalih ingin meminjam sepeda motor untuk mengambil baju, pelaku justru tidak pernah kembali.

Setelah motor berada di tangannya, Bogel langsung menuju Desa Cijambe, Kecamatan Cijambe. Di sana, sepeda motor itu digadaikan tanpa seizin pemiliknya.

Berbekal laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Pagaden segera bergerak. Mereka berkoordinasi dengan Polsek Cijambe untuk melakukan pengejaran. Akhirnya, Bogel berhasil ditangkap pada Jumat malam, 11 April 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.

Penangkapan dilakukan di wilayah Cijambe. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat yang sempat digadaikan pelaku.

Kini, pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Pagaden untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. Bogel dijerat dengan Pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ia terancam hukuman penjara maksimal empat tahun.




RSUD Subang Terus Berbenah, Bukti Nyata Pelayanan Kesehatan Semakin Berkualitas

RSUD Subang tingkatkan pelayanan
Foto: www.lampusatu.com

Subang – RSUD Subang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi. Sejumlah inovasi pun mulai terlihat nyata, mulai dari pelayanan yang lebih cepat, kehadiran manager on duty, ruang tunggu yang sejuk dan nyaman, hingga fasilitas rawat inap yang lebih manusiawi.

Perubahan ini mendapatkan apresiasi luas dari berbagai kalangan, baik dari masyarakat, pejabat daerah, hingga wakil rakyat. Salah satu yang menyoroti peningkatan signifikan tersebut adalah Anggota DPRD Subang, Beni Rudiono.

Dalam sebuah unggahan di akun Facebook miliknya, Beni menceritakan pengalamannya sebagai pasien RSUD Subang. Ia menyatakan bahwa sejak lima periode menjadi anggota dewan, dirinya tetap memilih RSUD Subang sebagai tempat berobat.

“Saya kalau sakit, sejak 5 periode jadi Dewan tidak pernah keluar dari RSUD. Ngasih contoh, jangan wakilnya dirawat di rumah sakit wah, rakyatnya disuruh ke sini,” tulis Beni dalam unggahannya pada Senin (17/3/2025).

Ia pun menyoroti perubahan besar yang dirasakan selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pelayanan kini jauh lebih baik, dan kenyamanan pasien menjadi prioritas.

“Saya hafal betul kondisi rumah sakit ini. Alhamdulillah sekarang banyak perubahan. Ruang tunggu AC makin dingin, pelayanannya makin bagus,” ungkapnya.

Meski menyadari bahwa tantangan masih ada, terutama dalam menangani sekitar 145 ribu pasien setiap tahunnya, Beni tetap optimis bahwa RSUD Subang mampu terus melakukan perbaikan dari waktu ke waktu.

“Pelayanan terbaik itu tidak mudah, tapi kita harus terus berbenah. Dan alhamdulillah sekarang pelayanannya semakin bagus,” tambahnya.

Tak hanya soal pelayanan, RSUD Subang juga menunjukkan prestasi yang membanggakan. Di bawah kepemimpinan Dirut Achmad Nasuhi, rumah sakit ini berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi.

Salah satu prestasi membanggakan adalah penghargaan sebagai BLUD dengan capaian kinerja terbaik dari BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat. Ini menjadi bukti nyata bahwa RSUD Subang tak hanya unggul dalam pelayanan, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan.

Prestasi lainnya datang dari ajang Pemilihan Duta Korpri 2024. Dua perwakilan RSUD Subang, Dian Hermawati dan Budi Santoso, dinobatkan sebagai Duta Visioner dan Duta Inovator, menandakan semangat inovasi yang terus menyala di lingkungan rumah sakit.

RSUD Subang juga turut berpartisipasi dalam ajang budaya lokal. Melalui penampilan di Fashion Show Batik Subang, tim RSUD berhasil menyabet gelar Best Couple, menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Dengan deretan prestasi dan semangat terus berbenah, RSUD Subang tak hanya menjadi harapan baru bagi masyarakat Subang, tapi juga teladan dalam pengelolaan layanan kesehatan publik di daerah.


Pemprov Jabar Tertibkan Kawasan Puncak: Lindungi Alam, Cegah Bencana

Penertiban kawasan Puncak
Foto: www.beritasatu.com

Suarasubang.com – P emerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat dalam menyelamatkan kawasan Puncak, Bogor, dari kerusakan lingkungan yang semakin parah. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa penertiban ini menjadi langkah strategis untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang kini penuh bangunan wisata dan warung liar tak berizin.

Penataan dilakukan secara intensif dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Salah satu aksi nyata yang sudah dilakukan adalah penyegelan sejumlah bangunan yang melanggar aturan tata ruang dan lingkungan.

“Setelah penyegelan di Puncak selesai, kami akan lanjutkan ke wilayah Cianjur,” ujar Dedi, Jumat (11/4/2025). Langkah ini akan menyasar bangunan ilegal lain yang merusak lingkungan dan mengancam keselamatan warga.

Menurut Dedi, alih fungsi lahan di kawasan Puncak telah menimbulkan kerusakan serius. Ia bahkan menyampaikan kekhawatiran atas kondisi Gunung Gede yang menurutnya sudah “bergoyang”. Hal ini menandakan adanya risiko bencana ekologis yang mengintai jika kawasan tidak segera ditertibkan.

Untuk itu, Dedi menekankan pentingnya konservasi menyeluruh, penegakan hukum tanpa kompromi, dan perencanaan pembangunan yang berpihak pada alam. Ia menyebut pemulihan kawasan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dedi juga menyambut positif rencana pembangunan jalan tol di wilayah Puncak. Ia berharap proyek tersebut mampu memperkuat konektivitas dan mendorong pengembangan wilayah, namun tetap selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.

“Keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam harus dijaga,” tegasnya menutup pernyataan.

Gubernur Dedi Mulyadi: ASN Hebat Bukan yang Rajin Masuk, Tapi yang Hadir untuk Rakyat

ASN berkinerja nyata
Foto: radarbogor.jawapos.com

suarasubang.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyoroti peran penting aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan bahwa kehadiran fisik di kantor bukan satu-satunya tolak ukur kinerja ASN yang baik.

Menurut Dedi, ASN yang hebat adalah mereka yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Bahkan, ia tak segan memuji pegawai yang datang terlambat ke kantor jika alasan keterlambatannya karena membantu warga.

“Saya senang kalau ada pegawai Pemprov kesiangan, masuk ke kantornya jam 09.00,” ucap Dedi di hadapan para ASN. Namun ia melanjutkan, “Ternyata, di jalannya itu bantuin anak agar masuk sekolah karena sama ibunya bertengkar, anaknya di jalan enggak mau ke sekolah karena belum bayaran.”

Bagi Dedi, aksi nyata seperti itu jauh lebih bermakna daripada hanya sekadar absen pagi dan pulang tepat waktu tanpa kontribusi sosial yang berarti.

“Kalau Anda mengadvokasi, mengantar ke sekolahnya, bagi saya itu jauh lebih hebat dibanding masuk tiap hari tapi tidak punya produksi,” tegasnya.

Dedi pun mengingatkan bahwa masuk kerja setiap hari tanpa membawa manfaat justru bisa menjadi beban bagi instansi.

“Masuk kerja bisa jadi tiap hari, masuk kerja rajin banget. Tapi bisa jadi beban kantor,” ujarnya dengan nada serius.

Ia menyindir ASN yang hanya datang untuk menghabiskan fasilitas kantor tanpa produktivitas. “Di kantornya main internet, ngabisin listrik, ngabisin kuota. Terus kemudian jatah makan minumnya didahar terus-terusan,” tambahnya.

Sebagai penutup, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya perubahan sikap di era digital. Ia mengajak para ASN untuk membangun budaya kerja berbasis produksi dan solusi.

“Sudahlah, kita masuk ke era digitalisasi. Di mana di era garis digitalisasi itu mulai membangun basis produksi,” pungkasnya.




Subang Ngabret! Warga Serbu Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

pemutihan pajak kendaraan Subang
Foto : RRI/Ruslan Effendi

Subang – Antusiasme warga Subang sedang berada di puncaknya. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat sambutan luar biasa setelah menggulirkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB). Program ini membebaskan tunggakan dan denda PKB, menjadi angin segar bagi ribuan pemilik kendaraan.

Menurut Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Samsat Kabupaten Subang, Lovita Andriana Rosa, sejak peluncuran program pada 20 Maret hingga 10 April 2025, tercatat lonjakan pembayaran pajak yang signifikan. Dalam waktu 11 hari, warga Subang telah membayar pajak kendaraan senilai Rp5,2 miliar untuk 18.600 kendaraan.

Peningkatan penerimaan pajak pun terlihat jelas. Jika sebelumnya rata-rata harian hanya Rp300 juta, kini mencapai Rp472 juta. Lonjakan jumlah kendaraan yang mengikuti program ini mencapai 300 persen.

Secara keseluruhan, hingga 10 April 2025, realisasi PKB untuk Provinsi Jawa Barat di wilayah Subang telah menyentuh angka Rp26,695 miliar dengan total kendaraan sebanyak 71.813 unit. Dari total 453 ribu kendaraan di Subang, baru sekitar 255 ribu unit atau 56,2 persen yang taat membayar pajak.

Pendapatan dari opsen pajak kendaraan yang dikelola Pemkab Subang juga meningkat. Sejak Januari hingga 10 April 2025, jumlahnya telah mencapai Rp26,53 miliar. Lovita memprediksi angka ini akan terus naik hingga akhir program pada 30 Juni 2025.

Warga memanfaatkan program ini untuk menertibkan administrasi kendaraan mereka, bahkan ada yang menunggak pajak hingga 18 tahun. Kini, dengan hanya membayar pajak satu tahun berjalan, mereka bisa melunasi semua kewajiban pajak yang tertunggak.

Misalnya, ada warga yang awalnya harus membayar Rp2,5 juta karena menunggak 10 tahun, namun cukup membayar sekitar Rp850 ribu berkat program ini. Masyarakat tetap merasakan manfaat yang besar meski masih ada biaya tambahan seperti ganti plat, STNK, mutasi, dan BPKB.

Lebih dari sekadar meningkatkan pendapatan daerah, program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya membayar pajak tepat waktu. Ke depan, masyarakat diharapkan lebih disiplin, baik membayar secara langsung di Samsat maupun melalui sistem online.

Di akhir keterangannya, Lovita mengucapkan terima kasih atas kesadaran dan kesabaran warga Subang yang rela antre demi memanfaatkan program ini. Ia juga berharap, dana pajak yang terkumpul dapat kembali ke masyarakat melalui pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur jalan.

Recent Posts