Beranda blog Halaman 1251

Tekan Inflasi Daerah, Pemkab Bandung Salurkan Bantuan Rp 43 Miliar

Bupati-Bandung-Bantuan-Modal.jpeg

harapanrakyat.com.- Untuk menekan inflasi daerah, Pemkab Bandung menyalurkan bantuan sebesar RP 43 miliar kepada masyarakat.

Bantuan tersebut bersumber dari tambahan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, dari bonus tambahan DID tersebut digunakan untuk menekan inflasi di Kabupaten Bandung.

“Salah satu caranya melalui penyaluran bantuan kebutuhan pokok masyarakat untuk warga Kabupaten Bandung sebanyak 96.736 paket,” ungkap Dadang di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/12/2022).

Selain itu, lanjut Dadang, tambahan DID ini juga pihaknya menyalurkan untuk bantuan modal usaha kepada Peningkatan Pendapatan Keluarga (P2K) PKK serta kepada kelompok masyarakat lainnya.

“Tentunya bonus tambahan DID ini kita berikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung. Mudah-mudahan inflasi Kabupaten Bandung bisa terjaga dan tetap stabil,” tutur bupati.

Baca Juga : Kesaksian Ajudan Mantan Ketua DPRD Jabar Soal Titipan Uang Rp 5 Miliar

Dalam kesempatan itu, Dadang juga menjelaskan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah menyalurkan bantuan kepokmas sebanyak 15.000 paket.

“Paket kepokmas itu untuk para seniman, paseban, pelaku ekonomi kreatif, dan lain sebagainya,” katanya.

Kemudian, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung sudah menyalurkan sebanyak 21.000 paket yang sudah diberikan kepada para buruh se-Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

“Karena jumlah buruh di Kabupaten Bandung itu banyak, makanya sekarang kita tambah lagi 10.000 paket. Itu sebagai upaya kita menekan inflasi daerah,” ucap Dadang.

Penyaluran bantuan kepokmas pun juga melalui Dinas Pendidikan sebanyak 15.800 paket untuk guru ngaji di Kabupaten Bandung. Selanjutnya melalui Bidang Kesra, sebanyak 5.000 paket untuk takmir dan pengurus masjid.

“Melalui Dinas Ketahanan Pangan sebanyak 18.400 paket untuk masyarakat rentan dan penanganan dan pencegahan stunting. Sedangkan Dinas Pertanian sebanyak 620 paket. Dinas Sosial 10.000 paket dan bantuan lainnya,” katanya.

Baca Juga : Lambang Burung Garuda Rusak Tak Segera Diperbaiki, Warga: Pemkab Bandung Kurang Inisiatif

Bantu Masyarakat Terdampak Menekan Inflasi

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung, Erick Juriara mengatakan, alasan Pemkab Bandung menerima bonus tambahan DID ini karena dianggap berkinerja baik.

“Karena kinerja kita tergolong baik, Pemkab Bandung memperoleh tambahan DID dari pemerintah pusat. Oleh karenanya kita alokasikan untuk masyarakat dari berbagai komponen dan komunitas,” tutur Erick.

Erick mengharapkan, dengan adanya penyaluran bantuan ini mampu mengendalikan dampak laju inflasi. Erick menuturkan, saat ini laju inflasi sudah mulai terasa salah satunya meningkatnya harga kebutuhan hidup masyarakat.

“Harga kepokmas saat ini meningkat. Oleh karena itu, kita juga berupaya untuk membantu masyarakat dalam bentuk menyalurkan kebutuhan bahan pokok  dan stimulan modal usaha. Itu salah satu upaya menekan inflasi di Kabupaten Bandung,” ucapnya. (Ecep/R13/HR-Online)

Dilatih TNI/Polri, Ratusan Linmas di Tasikmalaya Siap Hadapi Pemilu 2024

Linmas-di-Manonjaya-Tasikmalaya.jpeg

harapanrakyat.com,- Ratusan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dilatih TNI, POLRI serta unsur pemerintahan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (14/12/2022). 

Pelatihan tersebut bertujuan memupuk kedisiplinan para Linmas menjelang Pilkada, Pilpres, Pileg serta Pilkades pada tahun 2024 mendatang.

Anggota Linmas ini bertugas di 12 Desa wilayah Kecamatan Manonjaya. Masing-masing desa memiliki 10 orang Linmas, sehingga total Linmas di Kecamatan Manonjaya ada 120 orang.

Baca Juga: Ribuan Botol Miras Hasil Razia di Kota Tasikmalaya Dimusnahkan

Camat Manonjaya Tatang Wahyudin mengatakan, tujuan pelatihan untuk memberikan ilmu tentang pengamanan dan pertahanan di wilayah. Termasuk pengamanan saat Pemilu, sehingga tercipta kondisi yang aman dan nyaman.

“Meskipun wilayah Kecamatan Manonjaya ini merupakan wilayah yang relatif aman, nyaman dan kondusif. Khususnya setiap ada pesta demokrasi,” ungkapnya, Rabu (14/12/2022).

Sementara itu, Danramil 1208/Manonjaya Kapten Armed Ahmidinsyah mengatakan, anggota Linmas di Tasikmalaya wajib memiliki jiwa dan semangat melindungi wilayahnya masing-masing. Agar selalu aman dan nyaman apalagi ketika menghadapi Pemilu 2024.

“Jadi Linmas harus selalu eksis, membantu Babinsa dan Babinkamtibmas dalam menciptakan ketentraman dan ketertiban di wilayah Kecamatan, hingga Desa, serta tetap bersinergi antara masyarakat dengan TNI, POLRI,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Detik-detik KKB Menyerang Rombongan Polisi, 1 Warga Tewas 3 Mobil Dibakar

Detik-detik-KKB-Menyerang-Rombongan-Polisi-1-Orang-Warga-Tewas.jpg

Video detik-detik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyerang rombongan polisi viral di media sosial sejak Selasa (13/12/2022).

Instagram fakta.indo mengunggah video insiden penyerangan tersebut, terlihat beberapa anggota polisi beserta rombongan sedang berlindung di samping mobil.

Selain itu, pada bagian awal terdengar suara tembakan, kemudian terdengar juga seseorang memerintahkan untuk menahan tembakan.

Baca Juga: Bupati Meranti Murka DBH Minyak Tidak Jelas, Ancam Gabung Malaysia dan Angkat Senjata

Tak berselang lama, tembakan beruntun tampak mengenai bagian atas mobil rombongan. Beberapa anggota polisi berusaha melawan dengan membalas tembakan tersebut.

Dalam video terlihat, detik-detik KKB menyerang rombongan polisi di area perbukitan. Tampak juga pepohonan cukup lebat dan semak-semak di sekitar jalan.

Kemudian pada bagian akhir, video memperlihatkan seorang anggota kelompok kriminal bersenjata, Ia mengatakan insiden tersebut merupakan balas dendam.

“Kami balas dendam, inilah akibatnya, ungkap anggota KKB sambil menunjuk mobil rombongan yang masih terbakar.

Diketahui, KKB menyerang polisi yang hendak berpatroli ke Kampung Tindaret, Distrik Yapen Utara, Kabupaten Yapen Papua pada Selasa (13/12/2022) siang.

Peristiwa tersebut menewaskan seorang warga sipil, selain itu kelompok kriminal juga membakar 3 mobil patroli.

Ramai Video Detik-Detik KKB Menyerang Polisi, Berikut Kronologinya

Mengutip berbagai sumber, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M Kamal menceritakan kronologi KKB menyerang polisi.

Awalnya, ketika rombongan polisi tiba di kilometer 1, Jalan Trans Yapen Saubeba-Angkaisera, mobil terhalang oleh dua batang kayu.

Sehingga karena tidak bisa melanjutkan perjalanan, rombongan mendatangkan seorang tukang gergaji dari Serui dan berusaha membuka jalan.

Namun, saat hendak membuka jalan tiba-tiba kelompok kriminal menyerang rombongan dari atas bukit, kontak tembak pun tidak bisa terhindarkan.

“Akhirnya terjadi kontak senjata, sembari rekan-rekan kami mencari posisi aman,” ungkap Kamal, Rabu (14/12/2022).

“Kemudian 4 orang di antaranya berusaha mencari posisi strategis untuk menghubungi Polres dan melaporkan insiden tersebut,” lanjutnya.

Seperti terlihat dalam video detik-detik KKB menyerang polisi, kontak tembak tersebut berlangsung selama 1 jam.

Karena posisi tidak menguntungkan dan KKB juga menggunakan bom Molotov, akhirnya polisi memilih mundur untuk menghindari jatuhnya korban.

“Alhamdulillah rekan kita selamat, namun kita cukup menyayangkan 1 orang warga dalam rombongan menjadi korban,” katanya.

Menurut Kamal, kondisi di Kepulauan Yapen saat ini terbilang kondusif. Namun meski demikian kepolisian tetap melakukan tindakan pencegahan dan terus melakukan penyelidikan.

Hingga berita ini tayang, 3 ribu lebih warganet mengomentari video detik-detik KKB menyerang polisi tersebut. (R12/HR-Online/Editor-Rizky)

Kejari Kota Banjar Usut Dugaan Penyimpangan Kedelai Subsidi

Kejari-Kota-Banjar.jpg

harapanrakyat.com,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar, Jawa Barat, sedang mengusut dugaan kasus penyimpangan kedelai subsidi. Beberapa waktu lalu, kedelai di Kota Banjar sempat langka di pasaran.

Tim dari Kejaksaan Negeri Kota Banjar pun masih melakukan proses penyelidikan serta memanggil pihak-pihak yang berkaitan dalam dugaan penyimpangan kedelai subsidi tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Irwan Setiawan Wahyuhadi, melalui Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Boby Intan, Budiman mengatakan, penyelidikan dugaan kasus kedelai subsidi tersebut berdasarkan surat perintah penyelidikan tanggal 25 November 2022.

Pihak Kejaksaan, sudah memanggil 35 orang yang berkaitan dugaan dugaan kasus tersebut untuk dimintai keterangan. Kemungkinan jumlahnya masih akan terus bertambah.

Meski begitu, Boby menegaskan saat ini pengusutan masih tahap penyelidikan dan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan. Belum proses penyidikan dan pemeriksaan saksi.

“Masih tahap penyelidikan untuk menentukan ada tidaknya suatu tindak pidana. Jadi, masih penyelidikan dan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan,” kata Boby kepada wartawan, Rabu (14/12/2022).

Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin di Kota Banjar Capai 12.730 jiwa, Menurun 0,38 Persen

Lanjutnya menjelaskan, penyelidikan tersebut atas dasar laporan yang masuk dari masyarakat pada bulan Oktober lalu terkait dugaan penyimpangan kedelai subsidi dan dugaan soal ketidaksesuaian harga.

Atas dasar itu kemudian dilakukan telaah oleh tim penyelidik Kejaksaan Negeri Kota Banjar dan diduga ada kedelai yang suplainya tidak jelas. Kondisi pasar juga sempat mengalami kesulitan barang.

Selain itu, harga kedelai subsidi yang beredar di pasar juga bervariatif dan tidak sesuai. Padahal, barang yang dijual tersebut jenisnya sama.

“Ini bukan terjadi saat akhir tahun. Fakta di lapangan tim kami memang waktu cek harga di lapangan bervariatif dan tidak sesuai,” kata Boby yang juga Ketua Tim Penyelidikan.

“Ada kedelai yang harganya variatif, suplainya kami tidak tahu. Atas dasar itu kami meminta keterangan kepada beberapa orang terkait kedelai ini,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Pemkab Subang Raih Penghargaan Kabupaten Paling Berkomitmen Tangani Stunting dari Gubernur

agus-masykur.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menghadiri agenda “Jabar Stunting Summit 2022” yang bertempat di Aula Gedung Sate, Bandung. Rabu, (14/12/2022).

Agenda tersebut diselenggarakan dalam rangka mewujudkan komitmen Provinsi Jawa Barat dalam upaya percepatan penurunan stunting menuju Jabar Zero New Stunting 2023

Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Subang meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, dan diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Subang Kang Akur, dimana Kabupaten Subang meraih penghargaan sebagai Kabupaten paling berkomitmen dalam penurunan angka stunting

Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil dalam sambutannya menuturkan data dari BKKBN yang menunjukan hampir 800 bayi lahir di Jawa Barat setiap tahun karena produktifitas tinggi.

Ridwan kamil menambahkan, bahwa upaya Indonesia akan menjadi negara besar yang berimplikasi dengan kondisi ekomoni lebih baik, dapat di takar dengan penyelesaian stunting dengan strategis “Jika stunting di Jawa Barat tidak bisa diatasi, maka upaya Indonesia menjadi negara besar secara ekonomi akan terganggu” pungkasnya

Disampaikan sambutan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Jawa Barat memiliki jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa dengan jumlah balita yang juga banyak.

“Kalau Jawa Barat sukses, nasional juga sukses menurunkan stunting dari 24 persen ke 14 persen,” katanya

Selain itu, Budi juga mengaku akan menerapkan sejumlah kebijakan penuntasan stunting di Jawa Barat ke daerah lain.

“Saya udah bilang ke Pak Gub, ini ide bagus boleh ya dicontek, diambil, dibagikan ke daerah-daerah lain,” katanya.

Ditemui setelah kegiatan berlangsung, Wakil Bupati Subang mengapresiasi kinerja tim PP2D dalam percepatan penurunan angka stunting “alhamdulillah, semoga upaya penurunan angka stunting di subang lebih baik lagi kedepan, dan pada tahun depan Subang mampu mencapai zero stunting” ungkapnya

Turut mendampingi dalam agenda tersebut Wakil Ketua TP PKK Kab. Subang, Kadinkes, Kadis DP2KBP3A, serta Kabid Sosbud BP4D

Hari Juang TNI ke-77, Puluhan Anak di Ciamis Menangis Histeris

Peringatan-Hari-Juang-TNI-AD-ke-77-di-Kodim-Ciamis.jpeg

harapanrakyat.com,- Puluhan anak terlihat menangis histeris pada peringatan Hari Juang TNI ke-77 di Kodim 0613 Ciamis, Jawa Barat, Rabu (14/12/2022).

Puluhan anak ini menangis saat mengikuti khitanan massal pada peringatan hari Juang TNI. Anak-anak yang akan dikhitan terlihat meronta-ronta saat petugas menyuntikkan jarum suntik untuk pembiusan sebelum khitanan.

Sejumlah petugas medis dan orang tua kewalahan ketika anak meronta kesakitan saat disuntik. Ada juga anak peserta khitan yang terus memanggil ibunya untuk meminta pertolongan. Ada juga anak-anak yang santai sambil menonton HP ketika disuntik.

Baca Juga: Operasi Pasar Murah di Ciamis, Upaya Penanganan Dampak Inflasi Jelang Nataru

Wawan orang tua dari anak yang dikhitan mengucapkan terima kasih kepada Kodim 0613 Ciamis. Kodim telah memfasilitasi anaknya untuk ikut serta dalam khitanan massal gratis pada acara peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat ke-77.

“Alhamdulilah merasa terbantu dengan kegiatan ini terutama karena kegiatan ini benar-benar gratis,” katanya. 

Menurut Wawan, selain mendapatkan fasilitas khitan gratis, para peserta mendapatkan bingkisan menarik dan uang saku.

“Saya berharap TNI akan terus dicintai oleh rakyat dan serta diberikan keberkahan kepada semua personil TNI di manapun berada,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Parkir di Badan Jalan, Jadi Penyebab Kemacetan di Kota Bandung

FGD-Komisi-C-DPRD-Kota-Bandung.jpeg

harapanrakyat.com, – Masih dominannya parkir di badan jalan, menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Bandung, Jawa Barat.

Akibatnya, arus lalu lintas menjadi terganggu. Hal itu pun menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung untuk diatasi.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi pada FGD Pembahasan Draft Isi Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Perhubungan mengatakan, parkir di badan jalan atau on street parking masih dominan di Kota Bandung.

On street parking, lanjut Yudi, persoalan parkir di badan jalan di Kota Bandung masih banyak terlihat seperti di Jalan Braga, Jalan Ambon, dan sejumlah jalan lainnya di Kota Bandung.

Padahal pihaknya mendorong agar on street parking semakin berkurang dan beralih ke off street parking.

Baca Juga : Cegah Aksi Kriminal, Pemkot Bandung Pasang Ratusan CCTV di Kota Bandung

“Kita melihat bahwa yang dominan itu parkir di jalan atau on street parking, tapi tujuan kita adalah bagaimana parkir ini bergeser ke gedung-gedung atau off street parking,” ungkapnya, Rabu (14/12/2022).

Menurutnya, penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir akan memengaruhi arus lalu lintas.

Sehingga sering mengakibatkan terjadinya kepadatan hingga kemacetan di sejumlah titik di Kota Bandung.

“Jaringan jalan di Kota Bandung masih sangat minim, sekitar 5 persen. Idealnya itu 15 persen,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kota Bandung melakukan penataan terkait parkir yang ada di Kota Bandung.

Hal itu untuk menyelesaikan salah satu persoalan macet yang selalu dirasakan masyarakat.

“Jadi mulai melakukan sterilisasi parkir-parkir yang memakan ruas badan jalan. Secara bertahap bergeser ke gedung-gedung parkir,” ucapnya.

Baca Juga : Viral Burung Garuda Tanpa Kepala di Bandung, Ini Kata Pemkab

“Ini bukan terkait retribusi, akan tetapi bagaimana pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan optimal,” tuturnya menambahkan.

Penyebab Lain Selain Parkir di Badan Jalan

Selain persoalan parkir, pihaknya juga menyoroti terkait transportasi publik yang dinilai masih belum menyelesaikan persoalan kemacetan di Kota Bandung.

Yudi mengakui, transportasi publik di Kota Bandung masih belum sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, selain armada yang memadai juga harga yang terjangkau.

“Kita melihat bahwa masyarakat saat ini sudah cerdas, dan mereka menginginkan transportasi publik yang nyaman, saling terintegrasi dan harga yang terjangkau,” ungkap Yudi. (Rio/R13/HR-Online)

Pengaduan Pelayanan Publik, Pemkot Banjar Gunakan Aplikasi SP4N-LAPOR

Diskominfo.jpg

harapanrakyat.com,- Untuk menerima pengaduan pelayanan publik dari masyarakat, Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, gunakan aplikasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR).

Dengan memanfaatkan teknologi saat ini, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi dan pengaduan melalui beberapa kanal yang sudah tersedia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjar, Dede Tito Ismanto mengatakan, kanal yang sudah tersedia salah satunya melalui website lapor.go.id.

“Kemudian bisa juga melalui SMS ke nomor 1708, atau bisa melalui Twitter @ lapor. Serta via aplikasi mobile bisa download melalui Play Store,” katanya, Rabu (14/12/2022).

Baca Juga: Proses Cut Off Siaran TV Analog Diperpanjang, Ini Kata Diskominfo Banjar

Dede Tito menjelaskan, langkah pertama untuk membuat pengaduan, masyarakat bisa buka website lapor.go.id. Kedua, cantumkan identitas pelapor dengan lengkap. Ketiga, uraikan kronologi laporan secara jelas, serta sebutkan waktu dan tempat.

Kemudian, langkah keempat gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kelima, lampirkan bukti pendukung apabila tersedia. Keenam, kirimkan laporan dan tunggu laporan verifikasi.

Dengan adanya SP4N-LAPOR tersebut masyarakat bisa menyampaikan pengaduan seputar pelayanan publik. Bisa terkait jalan rusak, penyaluran bantuan sosial, dan yang lainnya.

Selain itu, masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasinya untuk membangun kemajuan daerah.

“Biasanya aspirasi masyarakat hanya sebatas bisa diucapkan saja. Tapi dengan adanya SP4N-LAPOR ini, aspirasi itu bisa tersampaikan,” jelas Dede Tito. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)

Hati-Hati, Jalan Provinsi di Cisompet Garut Longsor!

Longsor-di-Garut.jpg

harapanrakyat.com,– Tebing longsor menutup jalan provinsi di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (14/12/2022) sore.

Longsor tersebut menerjang jalur Provinsi penghubung kota Garut menuju Kecamatan Pameungpeuk. Lumpur dan tanah menutup badan jalan, tepatnya di kawasan Blok Sindangsari Kecamatan Cisompet.

Baca Juga: Pohon Besar Tumbang Tutup Jalan Raya Bayongbong Garut

Kepala Kelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, mengatakan, longsoran material tanah dan batu sempat menutup akses.

“Betul tadi sekitar pukul 17.00 WIB, upaya evakuasi dilakukan petugas gabungan TNI-Polri. Warga juga ikut membantu menyingkirkan material lumpur,” kata Satria Budi, Kepala Pelaksana BPBD Garut, Rabu (14/12/2022) malam.

Akses jalan provinsi di Cisompet yang terdampak longsor sebelumnya tak bisa dilalui kendaraan. Hal tersebut karena material tanah, batu dan batang pohon menutup badan jalan.

“Sebelumnya tak bisa dilalui, tapi malam ini sudah mulai bisa, karena sebagian material longsor sudah dibersihkan. Alat berat dari Dinas PUPR juga sudah diterjunkan,” sambung Satria Budi.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun wilayah jalur Cisompet merupakan jalur rawan longsor, apabila hujan lebat mengguyur. Karena itu pengendara yang akan melewati jalur tersebut diharapkan berhati-hati. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Hari Ketujuh, Relawan Ciamis Hentikan Pencarian Nenek Emah

Pencarian-Nenek-Emah-Dihentikan.jpg

harapanrakyat.com,- Relawan gabungan Ciamis Selatan, Jawa Barat memutuskan untuk menghentikan pencarian Nenek Emah (78) pada Rabu (14/12/2022) atau hari ketujuh pencarian.

Hari ketujuh upaya pencarian Nenek Emah yang dilakukan oleh para relawan masih belum membuahkan hasil.

Sebelumnya, perempuan berusia 78 tahun tersebut hilang sejak Sabtu (03/12/2022). Hingga hari ini, warga Dusun Sukahurip, RT 07, RW 02, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari tersebut belum diketahui jejaknya.

Ketua koordinator relawan Ciamis Selatan, Baehaki Efendi mengatakan, dengan berakhirnya kegiatan Opsar pencarian Nenek Emah, atas nama keluarga besar Relawan Ciamis Selatan (RCS) pihaknya mengucapkan terima kasih. Terutama kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi serta menyumbangkan pikiran, tenaga, maupun dana.

“Dengan berakhirnya kegiatan opsar ini, para relawan tidak akan berdiam diri. Insyaallah upaya lain seperti mencari informasi akan tetap kami lakukan. Yang kami hentikan adalah kegiatan opsar. Pencarian jasad dengan cara menyusuri sungai atau di tempat lain yang melibatkan banyak relawan,” katanya, Rabu (14/12/2022).

Baca Juga: BPBD Ciamis Angkat Bicara Terkait Pencarian Orang Hilang di Banjarsari 

Baehaki juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan gabungan mulai dari Basarnas Tasikmalaya, Tagana Ciamis, BPBD Ciamis, BPBD Kota Banjar, Polres Ciamis, Damkar WMK Banjarsari, SAR MTA Pangandaran, SAR MTA Cilacap, Pemerintah Kecamatan Banjarsari, Polsek Banjarsari, Koramil Banjarsari, Pemdes Sukasari, Karang Taruna Sukasari, RAPI, MDMC, Kokam, BAGANA, GPK, Pramuka Rescue, dan Kalakay Rescue.

“Serta rekan-rekan Media, warga masyarakat, dan relawan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu,” tandasnya. (Suherman/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Recent Posts