harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, Jawa Barat melalui Badan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tasikmalaya mengadakan Lelang Barang Milik Daerah (BMD) tahun 2022.
Dari hasil lelang yang dilakukan KPKNL, Pemkab Ciamis mendapatkan Rp 432 juta yang telah disetorkan ke Kas Daerah (Kasda).
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Asep Dedi didampingi Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKD Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi membenarkan, pada tahun 2022 Pemkab Ciamis melakukan lelang Barang Milik Daerah (BMD) berupa kendaraan roda 2, roda 4, roda 3 dan aset lainnya.
“Total keseluruhan aset yang dilelang Pemkab Ciamis menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari Pendapatan Lain-Lain sebesar Rp 432 juta dan sudah disetorkan ke Kas Daerah,” terangnya kepada harapanrakyat.com, Jumat (17/12/2022).
KPKNL melaksanakan lelang Barang Milik Daerah (BMD) Pemkab Ciamis pada tanggal 27 November lalu. Peminatnya juga cukup banyak. Sayangnya peminat lelang kebanyakan berasal dari luar Ciamis.
“Untuk mengikuti lelang melalui KPKNL cukup mudah, dengan cara mendaftar melalui website KPKNL. Lalu isi daftar sesuai KTP, NPWP dan juga menyimpan uang jaminan melalui QA yang ditunjuk oleh KPKNL langsung,” katanya.
Heryan menjelaskan, setiap tahun Pemkab Ciamis selalu melakukan lelang aset kendaraan maupun barang lainnya. Lelang tersebut untuk barang-barang yang dianggap sudah tidak layak pakai di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Setiap tahun Pemkab Ciamis selalu melakukan lelang aset melalui KPKNL. Apabila masyarakat berminat bisa mengikutinya karena lelang dilakukan secara terbuka,†pungkasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)
harapanrakyat.com,- Warga di Dusun Parung, RT 28 RW 10, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat dibuat resah dengan kemunculan seekor ular kobra Jawa yang masuk ke halaman rumah, Jumat (16/12/2022).
Warga kemudian meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjar, untuk menangkap ular tersebut.
Salah seorang warga, Rina mengaku tidak mengetahui secara pasti ular jenis kobra jawa dengan panjang 1,8 meter itu datang dari arah mana.
“Nggak tahu datang dari arah mana, pas lihat udah di dekat tumpukan tapas. Panjangnya kurang lebih sekitar 1,8 meter,” kata Rina, Jumat (16/12/2022).
Ia menjelaskan, setelah ular itu berhasil ditangkap dirinya merasa aman dan tidak khawatir lagi.
“Alhamdulillah tadi berhasil ditangkap oleh petugas Damkar Kota Banjar. Sebelumnya khawatir karena itu ular berbisa,” jelasnya.
Terpisah, Kepala UPTD Damkar Kota Banjar Aam Amijaya menyampaikan, selain bertugas menangani kebakaran, evakuasi ular tersebut juga merupakan pelayanan yang ada di Damkar Kota Banjar.
“Betul, tadi anggota Damkar Kota Banjar melakukan penangkapan ular jenis kobra Jawa di Desa Balokang. Karena itu merupakan pelayanan non kebakaran,” katanya.
Lanjut Aam, petugas berhasil menangkap dua ekor ular di lokasi yang berbeda. Hal tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat.
“Hari ini ada dua ekor ular yang berhasil ditangkap, ujar kobra Jawa di wilayah Desa Balokang, dan ular air di wilayah Kelurahan Mekarsari,” ungkapnya.
Kendati begitu, dua ekor ular tersebut akan dilepas liarkan ke alam yang jauh dari pemukiman warga agar tidak mengancam keselamatan.
“Biasanya kita rilis ke alam yang jauh dari pemukiman warga,” pungkasnya.
Bagi masyarakat Kota Banjar yang membutuhkan bantuan, baik pelayanan kebakaran atau non kebakaran bisa langsung menghubungi nomor center 081292189579. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
ROCKOMOTIF, Jakarta – Pembalap nasional Demas Agil, secara resmi mengumumkan hengkang dari Toyota Gazoo Racing Indonesia pada Jumat (16/12/2022).
Melalui akun instagram pribadinya, pembalap kelahiran Jakarta ini mengumumkan perihal pengunduran dirinya dari tim pabrikan tersebut.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Toyota Gazoo Racing Indonesia @tgrindonesia atas kerjasamanya selama total 9,5 tahun yang terbagi dua periode dari pertengahan 2010-2013 dan 2017-2022,” buka Demas dalam pengumumannya.
Menurut pengakuan dirinya, keputusan tersebut diambil secara bulat setelah memikirkan dan menimbang banyak hal di kemudian hari. Ia juga menambahkan bahwa setelah lepas dari Toyota Gazoo Racing Indonesia, dirinya terbuka untuk semua kerjasama dengan pihak manapun.
“Ya setelah ini, saya membuka semua opportunity dengan pihak manapun. Tidak hanya untuk balapan, tetapi untuk berada di belakang tim, seperti team manager, atau advisor, saya terbuka untuk kerjasama,” tambah Demas.
Di samping itu, pembalap yang baru saja meraih gelar Juara Nasional ITCR Max 1.600 2022 ini juga mengungkapkan bahwa mencoba kemungkinan untuk menapaki jenjang internasional balap touring.
“Sampai dengan saat ini saya belum ada perjanjian untuk tahun depan dengan pihak manapun, dan saya terbuka kepada siapa saja yang ingin bekerjasama dengan saya,” imbuhnya.
Seperti diketahui, kemampuan pembalap dengan nama lengkap Demas Agil Ramadani sempat mencicipi balap internasional di mana ia bersama Toyota Team Indonesia (sebelum Toyota Gazoo Racing Indonesia) melakoni balapan Toyota 86 Cup Race di Fuji Speedway, Jepang.
“Mungkin ini saat yang tepat, karena telah menutup tahun dengan Juara Nasional, dan ini juga momen yang baik karena kita akan berpisah di tahun depan untuk kita juga sama-sama eksplore terutama saya akan ada peluang apa saja kedepannya,” beber Demas.
Menanggapi perpisahan antara Demas Agil dengan Toyota Gazoo Racing Indonesia, Dimitri Fitra Ditama, Direktur TGRI berharap ini adalah keputusan yang baik bagi kedua belah pihak.
“Saya percaya Demas Agil adalah pembalap yang hebat, dia akan sukses di mana pun. Selamat menempuh chapter baru, semoga senantiasa sukses terus untuk karirnya,” jelas Dimitri Fitra.
Menarik untuk melihat sepak terjang Demas Agil di kemudian hari, kita tunggu akan berlabuh di mana pembalap berjulukan Rockstar ini?
harapanrakyat.com,- Nelayan di sepanjang pantai Selatan Garut, Jawa Barat menggelar hajat laut, Jumat (16/12/2022).
Para nelayan konvoi perahu ke tengah laut, serta menggelar syukuran, dengan pengajian tablig akbar dan pesta laut. Hal ini jadi pemandangan unik tahunan di Laut Selatan Garut.
Beragam syukuran pun digelar, dari larung saji hingga pengajian Tablig Akbar. Hajat laut ini dilakukan ratusan nelayan, sebagai rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa.
Rencananya hajat laut ini digelar selama tiga hari, mulai Jumat (16/12/2022) sampai hari Minggu (18/12/2022).
Seluruh kegiatan syukuran ini dilakukan tak lain dari rasa syukur nelayan pencari ikan di Laut Selatan Garut kepada penciptanya.
“Larung saji, ya syukuran, kemudian Tablig Akbar pengajian bersama dengan seluruh nelayan yang ada di sini,” kata Bayu Samudra, nelayan Santolo Garut, Jumat (16/12/2022) kepada harapanrakyat.com, Jumat (16/12/2022).
Tujuan hajat laut pantai Selatan Garut yang diselenggarakan tiap akhir tahun ini untuk mempererat silaturahmi sesama nelayan. Mengingat, nelayan di Selatan Garut, terdiri dari nelayan Pantai Santolo, nelayan Pantai Ranca Buaya, dan nelayan Pantai Cijeruk.
“Tujuannya mensyukuri nikmat Tuhan yan g diberikan lewat laut, ikan, karena nelayan bermata pencaharian pencari ikan.Selain konvoi ratusan perahu, ada juga pengajian bersama seluruh nelayan, memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa. Agar seluruh nelayan diberi keberkahan lewat mata pencaharian ini,” tambah Bayu. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)
harapanrakyat.com,- Warga di Kampung Kerukunan Ciamis, Jawa Barat, tepatnya di Kelurahan/Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, sangat menjunjung toleransi antar umat beragama.
Meskipun berbeda agama, namun sejumlah warga di kampung tersebut silih berganti gotong-royong membantu kegiatan keagamaan.
Seperti halnya yang dilakukan saat ini, sejumlah warga muslim di Kampung Kerukunan Ciamis bersama umat Katolik membersihkan Gereja Katolik Santo Yohanes, Jumat (16/12/2022).
Tidak hanya itu, sejumlah warga muslim juga ikut menempel hiasan pada pohon Natal. Kebersamaan antar umat beragama di Kampung Kerukunan tersebut sudah terjalin sejak lama.
Bahkan, ketika Hari Raya Idul Fitri atau perayaan umat Islam lainnya, umat Katolik juga selalu membantu.
Romo Albertus Gatot Hendarso, Gereja Katolik Santo Yohanes mengaku senang akan adanya kebersamaan ini. Toleransi sangat dijunjung tinggi di lingkungan tersebut.
“Senang, karena warga dan mahasiswa di Ciamis ini ikut membersihkan gereja. Mereka sangat berpartisipasi, terima kasih kepada warga Kampung Kerukunan Ciamis dan juga teman-teman mahasiswa,†katanya.
Menurut Romo Gatot, kegiatan ini bukan kali ini saja. Namun, pada kegiatan hari besar atau kegiatan keagamaan lainnya, baik umat Islam maupun umat Katolik silih bergantian ikut membantu.
Ia juga menjelaskan, untuk Natal tahun ini mempunyai tema Sukacita Hidup Berbangsa, yang artinya mengajak umat Katolik pada perayaan Natal, dan juga kecintaan terhadap Indonesia.
“Kami sangat berharap, kegiatan perayaan Natal ini bisa berjalan dengan aman dan tentram, juga semuanya bisa bersukacita,†ungkap Romo Gatot.
Sementara itu, Ketua RW Kampung Kerukunan Ciamis, Muhamad Ansoryadi mengaku dirinya juga sangat senang, karena tetangganya tengah merayakan hari besar.
Maka dari itu, sejumlah warga di Kampung Kerukunan ikut berpartisipasi dengan membantu membersihkan gereja. Hal itu sebagai bentuk toleransi.
“Meskipun berbeda agama, tapi kami di sini sangat menjaga toleransi. Selalu menghargai dan menghormati untuk kebersamaan yang damai,†katanya.
Muhamad Ansoryadi menambahkan, kegiatan tersebut sudah biasa warga lakukan. Jadi bukan kali ini saja. Sama juga ketika umat Islam sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri, umat katolik selalu membagikan ketupat. (Feri/R3/HR-Online/Editor-Eva)
review1st.com – Waste4Change (PT Wasteforchange Alam Indonesia) mengumumkan hasil intervensi dan riset perubahan perilaku pemilahan sampah rumah tangga di Perumahan Telaga Kahuripan Bogor dalam Program GIZ Waste Alliance PREVENT: Creating Value in Plastics through Digital Technology.
Program yang didukung oleh agensi pembangunan internasional GIZ dan Institusi Pembangunan Berkelanjutan dari Jerman IDOS ini berhasil meningkatkan pemilahan sampah hingga 70%, termasuk mencegah sampah organik mencemari material daur ulang dengan menyediakan tempat sampah kedua dan pengangkutan terpisah.
Keberhasilan program ini dinilai menjadi harapan atas langkah besar penyelesaian masalah sampah di Indonesia, seperti penumpukan sampah di TPA. Sebagai contoh, TPA Galuga Bogor yang turut menampung sampah dari Perumahan Telaga Kahuripan, baru dapat mengelola sekitar 600 ton sampah setiap hari. Padahal, luas TPA Galuga Bogor mencapai 37,5 hektar.
Rendahnya daur ulang sampah yang berada di kisaran angka 0-10% ini menyebabkan kapasitas TPA Galuga semakin terbatas dalam menampung sampah warga setempat.
“Melalui intervensi yang dilakukan, Waste4Change berhasil meningkatkan jumlah material daur ulang secara signifikan.
“Intervensi yang dimaksud diantaranya memberikan tempat sampah kedua untuk warga memilah, melakukan modifikasi pada mobil pengangkut sampah dengan memberikan sekat, dan menempelkan stiker penanda di tempat sampah bagi warga yang sudah memilah.
“Pencapaian pertama ditandai dengan peningkatan pemilahan sampah yang semula kurang dari 10% menjadi 35%. Peningkatan terus kami upayakan hingga kini mencapai 70%.†Ungkap Saka Dwi Hanggara, Campaign Manager Waste4Change sekaligus Project Manager program ini.
Program Waste Alliance PREVENT: Creating Value in Plastics through Digital Technology yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun (Agustus 2021 – November 2022) ini dipersiapkan dalam beberapa tahap kegiatan, yaitu riset, edukasi, dan praktik.
Kegiatan tersebut diantaranya melakukan sosialisasi pengelolaan sampah bertanggung jawab kepada warga setempat, melakukan survei perilaku masyarakat dalam menangani sampah mereka, menganalisa hasil survei dan membuat desain intervensi, mendistribusikan waste bin yang mendukung kebiasaan memilah sampah, serta melakukan riset terhadap perubahan perilaku warga dalam hal memilah sampah.
Sambutan baik juga diberikan oleh pihak perumahan Telaga Kahuripan yang menilai upaya pemilahan sampah sejak dari sumber ini sebagai bagian dari usaha menciptakan lingkungan tinggal yang lebih sehat dan asri.
“Kami menyadari, semua orang pasti menghasilkan sampah. Apabila tidak dikelola, sampah akan kembali dan mengancam kelangsungan hidup. Oleh karena itu, pengelolaan sampah sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.†Imbuh Marim Purba, Direktur Telaga Kahuripan.
Selain berhasil mencapai kenaikan pemilahan, target lain yang berhasil dicapai diantaranya adalah, meningkatkan produksi penyerapan daur ulang plastik serta menghubungkan rantai pasok daur ulang plastik dari rumah tangga hingga produsen plastik secara global melalui teknologi digital.
Teknologi digital yang dimaksud ialah melalui aplikasi blockchain dan marketplace online global. Dan untuk dapat mencapai target tersebut, tim program berusaha merancang dan mempersiapkan berbagai kegiatan yang dapat mendukung pengetahuan dan kebiasaan warga Telaga Kahuripan Bogor untuk konsisten dalam memilah sampah dari sumber (rumah).
Untuk merayakan keberhasilan Program Waste Alliance PREVENT: Creating Value in Plastics through Digital Technology, Waste4Change bersama GIZ, PREVENT Waste Alliance, dan IDOS menyelenggarakan Festival Rakyat Telaga Kahuripan Bogor.
Dalam acara tersebut, warga Perumahan Telaga Kahuripan Bogor yang telah berhasil melakukan pemilahan sampah mendapatkan penghargaan khusus.
Turut hadir dalam acara ini, musisi Nugie yang mengapresiasi dan memberikan dukungan terhadap upaya pemilahan sampah warga Telaga Kahuripan.
“Saya blusukan dari Sabang sampai Merauke, baru hari ini menemukan warga yang bersemangat mau bersama-sama memilah sampah. Ini adalah prestasi yang sangat saya apresiasi.
“Semoga kegiatan memilah sampah ini berlangsung awet dan langgeng. Mari bersama-sama kita teruskan usaha ini, jangan pernah berhenti dan putus asa, karena perubahan dimulai dari diri kita sendiri.†jelas musisi sekaligus aktivis lingkungan, Agustinus Gusti Nugroho atau Nugie.
Program GIZ Waste Alliance PREVENT: Creating Value in Plastics through Digital Technology adalah hasil kerjasama antara PREVENT Waste Alliance, IDOS, Plastic Bank, CIRPLUS, Telaga Kahuripan Residence, dan Waste4Change dalam hal mendukung penerapan pengelolaan sampah bertanggung jawab di kawasan pemukiman.
Program ini telah dimulai sejak bulan Agustus 2021 dan resmi selesai pada Desember 2022. Pencapaian program ini tidak terlepas dari usaha semua pihak untuk membuatnya menjadi nyata dan masuk akal untuk diwujudkan.
review1st.com – Tamara Gondo adalah salah satu anggota Generation17, kemitraan antara Samsung dan United Nations Development Programme (UNDP), memberdayakan kaum muda di seluruh dunia yang berkontribusi menuju pencapaian Global Goals.
Bagi Tamara Gondo, T-shirt putih bukanlah benda biasa-biasa saja. Sebagai CEO Liberty Society, sebuah platform e-commerce yang memproduksi dan menjual produk-produk ramah lingkungan, dia menjalin pemberdayaan pengungsi dan keberlanjutan ke dalam setiap pakaian dan aksesori yang dibuat oleh timnya.
“Saya berharap bisa menginspirasi anak muda bahwa berbisnis dan melakukan kebaikan dapat dilakukan bersama-sama,†kata pengusaha berusia 25 tahun itu.
Menurut UNHCR, badan pengungsi PBB, ada sekitar 14.000 pengungsi yang tinggal di Indonesia.
Banyak di antara mereka yang mengalami kesulitan mendapatkan akses untuk bekerja atau menyekolahkan anak mereka.
Tamara mendirikan perusahaannya di Jakarta pada tahun 2019 untuk mendukung dunia dan komunitas pengungsi lokal yang ia pekerjakan untuk membuat produk.
Selain menyediakan pendapatan tetap dan peluang peningkatan keterampilan bagi para pengungsi, platform ini juga mengambil pendekatan yang lebih holistik, bermitra dengan berbagai organisasi untuk memberi para pengungsi layanan kesehatan, pendidikan anak, dan donasi makanan.
“Ini adalah tempat yang aman di mana para wanita dapat hidup dengan damai dan membangun kembali mimpi mereka,†kata Tamara. “Ini adalah tempat dimana mereka dapat mengekspresikan diri dan kreativitas mereka sambil membangun kebebasan finansial.â€
Mendukung Kesempatan Kedua
Semangat Tamara untuk membantu orang lain dimulai sejak dini. Saat duduk di bangku sekolah menengah di Jakarta, ia memulai organisasi nirlaba bersama teman-temannya untuk mengumpulkan sumbangan bagi korban banjir.
Sejak saat itu, organisasi tersebut telah berkembang, mencakup pengumpulan sponsor dan microfinance untuk kaum muda yang kurang mampu.
“Setelah melihat begitu banyak ketidaksetaraan,†katanya, “saya berjanji untuk menjadi pembangun jembatan, menghubungkan mereka yang tidak memiliki sumber daya dengan mereka yang memilikinya.â€
Bertahun-tahun kemudian, saat menjadi sukarelawan di sebuah organisasi pengungsi, Tamara bertemu dengan sekelompok wanita yang menjahit untuk menghidupi keluarga mereka.
Terinspirasi oleh pengalaman pengungsian mereka yang begitu sulit dan pakaian indah yang mereka buat, Tamara tahu saat itu bahwa dia harus ikut membantu.
“Saya melihat para wanita yang sangat berbakat yang memiliki keterampilan dan semangat, tetapi tidak memiliki akses ke pasar,†katanya.
“Mereka tangguh, mereka kuat, mereka kreatif. Itulah yang ingin saya beritahukan pada dunia ketika dunia melihat karya yang mereka buat.â€
Seorang peserta pelatihan menjahit baju di workshop Jakarta.
Bersamaan dengan mengajari para pengungsi berbagai keterampilan menjahit, tim Tamara mencari organisasi-organisasi lain untuk memperluas pelatihan para pengungsi, memberi mereka kelas bahasa, bisnis, keuangan, dan literasi digital.
Baru-baru ini juga diadakan sebuah program kewirausahaan untuk para remaja pengungsi dimana mereka diajari cara meluncurkan situs e-commerce mereka sendiri.
Kreativitas yang Didukung oleh Teknologi
Tamara menyebut teknologi digital membantunya mewujudkan kolaborasi bersama rekan internasionalnya. Meeting virtual membuat timnya yang terdiri dari 11 orang untuk terhubung secara rutin dan berbagi beragam perspektif yang menyorot setiap aspek bisnisnya.
Sebagai platform e-commerce, teknologi adalah alat yang penting untuk memamerkan produk-produk mereka dan menjangkau konsumen global – di AS, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan negara lainnya.
Melalui kekuatan teknologi, Tamara dapat terhubung dengan merek dan komunitas yang memiliki visi yang sama, berbagi inisiatif terbarunya, dan menyoroti para pengungsi dan pengrajin Liberty Society.
“Teknologi benar-benar membuka dunia bagi kami untuk berbagi cerita para pengungsi kami dan mengangkat suara mereka yang sering kali tidak didengar,†katanya.
Gaya Berkelanjutan untuk Menyelamatkan Bumi
Menurut UN Environment Programme, dunia menghasilkan sekitar 400 juta ton sampah plastik per tahun, dan setiap detiknya, setara dengan satu truk sampah limbah tekstil dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan sampah.
Produknya yang meliputi hoodie, tas, dan hampers, berbahan kain ramah lingkungan yang terbuat dari pohon seperti Tencel dan viscose. Pelanggan utama mereka adalah perusahaan yang mencari barang dan hadiah yang lebih ramah lingkungan.
Singkong digunakan untuk kemasan yang dapat hancur menjadi pupuk kompos, dan daun pisang dimanfaatkan kembali menjadi bubble wrap. Perusahaan juga mendaur ulang limbah plastik, sisa tekstil, dan karton minuman menjadi produk seperti ikat rambut dan tas jinjing.
“Barang-barang kami yang ramah lingkungan dan berdampak dapat membantu merek-merek untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan, berbelanja dengan kesadaran, dan menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan secara berbeda,†kata Tamara.
Harapan yang Diperbaharui
Saat ini, Liberty Society telah memberikan peningkatan keterampilan dan kebebasan finansial kepada lebih dari 100 pengungsi.
Melalui kemitraannya, mereka juga telah membantu 500 keluarga untuk mengakses pendidikan, donasi makanan, dan perawatan kesehatan gratis.
Sepertiga dari hasil penjualan digunakan untuk mendukung para pengrajin. Untuk membuka kemungkinan bagi lebih banyak komunitas, organisasi tersebut telah memperluas jangkauannya dengan menyertakan pengungsi laki-laki, penyandang disabilitas, dan penyintas sex trafficking.
Bagi Tamara, bagian paling bermakna dari pekerjaannya adalah melihat para pengungsi menemukan harapan untuk masa depan.
Menurut Tamara, perusahaannya berhasil, “ketika para anggota kami mulai memiliki visi untuk membangun bisnis mereka sendiri, ketika mereka memiliki harapan untuk bermimpi lagi. Sesederhana itu.â€
harapanrakyat.com,- Guru dan siswa yang kreatif dan inspiratif mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Apresiasi diberikan karena warga sekolah tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat untuk terus menunjukan yang terbaik dalam sektor pendidikan.
Menurut Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi, apresiasi kepada guru dan siswa yang kreatif dan inovatif memang penting dilakukan. Karena itulah, pihaknya selalu memberikan apresiasi kepada mereka.
Apresiasi tersebut salah satunya dilakukan Disdik Jabar melalui Cadisdik (Cabang Dinas Pendidikan) Wilayah VII Jabar, pada hari Selasa (12/12/2022) lalu.
Dalam kesempatan itu, kepala sekolah, guru ASN dan guru non ASN hingga siswa yang ada di Cimahi dan Kota Bandung mendapatkan award atas kontribusi mereka dalam dunia pendidikan selama tahun 2022.
“Bagaimanapun mereka harus mendapatkan apresiasi. Award dari Cadisdik Wilayah VII Jabar ini bukan untuk guru saja, tapi ada juga siswa yang kreatif,†kata Dedi Supandi, Jumat (16/12/22).
Menurutnya, dengan memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada guru dan siswa yang kreatif serta inspiratif itu tentu dampaknya akan besar. Bahkan, masyarakat luas pun akan mendapatkan manfaatnya dari kreatifitas warga sekolah tersebut.
“Dampaknya, mereka merasa kalau karyanya diapresiasi, bisa dilihat orang lain. Dengan begitu maka semangat meningkatkan kreatifitasnya menjadi semakin tinggi. Kemudian masyarakat bisa merasakannya,†terang Dedi.
10 Kategori Guru dan Siswa Kreatif dalam Cadisdik VII Jabar Award
Diketahui ada 10 kategori penghargaan dalam gelaran Cadisdik VII Jabar Awards 2022 ini yang diberikan bagi warga sekolah.
Kesepuluh kategori itu meliputi Kepala Sekolah Inovatif, Guru Inspiratif, Siswa Kreatif, Pengawas Dedikatif. Kemudian, Koordinator TU Kolaboratif, ASN Cadisdik Wilayah VII Produktif, Non ASN Cadisdik Wilayah VII Partisipatif.
Selanjutnya, Bendahara Satuan Pendidikan Korektif, Non ASN Cadisdik Wilayah VII Partisipatif, Pengelola Aset Satuan Pendidikan Responsif, dan Operator Satuan Pendidikan Atraktif.
Kepala Cadisdik Wilayah VII Jabar, Firman Oktora mengatakan, awards ini merupakan inovasi untuk merepresentasikan rasa terima kasih serta penghargaan bagi sekolah mulai jenjang SMK, SMA dan SLB di Kota Cimahi dan Kota Bandung.
Ia menjelaskan, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada penyelenggara SMA Terbuka dan Sekolah Swasta Peduli Dhuafa.
Cadisdik Wilayah VII Jabar memberikan award berdasarkan kriteria tertentu, sesuai tugas dan fungsinya. Selain itu, untuk mendapatkan penghargaan ini, ada juga indikator pendukung lainnya yang menjadi penilaian. Seperti Aktivitas TRK, hasil PPKKS, dan aplikasi Kmob.
Ada jumlah viewer serta like pada media sosial, dan hasil peninjauan tim penilai dari internal Cadisdik Wilayah VII Jabar.
Firman menegaskan, pemberian penghargaan adalah bentuk apresiasi bagi insan pendidikan lingkup Cadisdik Wilayah VII yang memang memiliki keunggulan.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin memberi nuansa baru dengan membuka ruang bagi keleluasaan kreativitas dari warga sekolah. Serta menumbuhkan semangat bekerja dan belajar yang lebih produktif lagi guna memajukan pendidikan.
“Awards ini bukanlah pertandingan atau perlombaan, tetapi bentuk penghargaan bagi SDM Pendidikan yang ada di lingkungan Cadisdik VII Jabar,†kata Firman.
Pihaknya berharap kegiatan ini jadi tradisi setiap tahun dalam rangka memberikan apresiasi serta menginspirasi SDM dalam dunia pendidikan.
Pada kesempatan itu, Nanang Wardhana, Analis Kebijakan Ahli Muda Cadisdik VII Jabar menyatakan, penghargaan untuk kategori Non ASN Cadisdik Wilayah VII Jabar adalah mereka yang selalu aktif. Serta menunjukkan etos kerjanya yang baik dalam melayani administrasi pendidikan.
Sementara itu, Siti Sadiah Yuningsih, Kasi Pelayanan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jabar, mengatakan, kemajuan pendidikan merupakan tanggung jawab semua insan pendidikan.
“Pada saat keterbatasan serta cobaan menerpa, mereka yang masuk dalam nominasi itu tetap semangat menjalankan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya. Yaitu membimbing dan melakukan pengawasan pada satuan pendidikan,†pungkas Siti Sadiah. (R3/HR-Online/Editor-Eva)
harapanrakyat.com,- Seorang warga di Garut, Jawa Barat, Jumat, (16/12/2022) tewas, usai tertabrak truk box ekspedisi.
Pasca menabrak korban, truk kemudian terbalik, hingga sempat memacetkan jalan Nasional Malangbong-Garut.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Nasional Malangbong Garut, tepatnya di wilayah Warung Bandrek, Kecamatan Cibatu.
Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Cecep mengatakan, korban tewas tertabrak truk ekspedisi merupakan seorang pria.
“Saat itu korban baru selesai membeli rokok di salah satu warung, lalu jalan kaki. Pas jalan kaki itu, tiba-tiba ditabrak mobil boks,†kata Cecep, yang juga warga sekitar.
Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut AKP Undang Hidayat menuturkan, kecelakaan tersebut dipicu pengemudi yang mengantuk.
“Betul satu orang meninggal, jadi pejalan kaki tertabrak, pengemudi pengakuannya mengantuk, sekarang barang bukti yang lainya sudah diamankan ke mako,”kata Kasat Lantas Polres Garut kepada HR Online.
Kasus kecelakaan maut ini, kini ditangani Unit Laka Lantas Polres Garut, barang bukti kendaraan, termasuk pengemudi tengah diperiksa petugas kepolisian. (Pikpik/R8/Hr Online/Editor Jujang)
harapanrakyat.com,- Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H Nanang Permana, MH menjadi pemateri pada acara EXPO Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC) tahun 2022, di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Jumat (16/12/2022).
Kegiatan itu mengangkat tema, pembangunan perikanan Ciamis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, menuju mantapnya ekonomi sejahtera untuk semua.
Turut hadir perwakilan dari Kementerian Sosial dan juga dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya pemerintah desa setempat, komunitas pertanian, komunitas pembudidaya perikanan, mahasiswa, dan juga masyarakat sekitar.
Salah satu yang dibahas dalam diskusi tersebut, yakni bagaimana masyarakat pembudidaya perikanan dan seluruh masyarakat, tidak hanya mampu mewujudkan ketahanan, tapi juga mewujudkan kedaulatan pangan.
“Yang namanya ketahanan pangan adalah bagaimana kita makan tanpa mempedulikan darimana asal pangan tersebut, dengan expor impor juga beres. Tapi kalau kedaulatan pangan adalah bagaimana kita makan dari hasil apa yang kita tanam sendiri, tanpa harus bergantung pada orang lain,†ujar Ketua DPRD Ciamis, H Nanang Permana.
Nanang berharap, keberadaan Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC), bisa ikut mewujudkan kedaulatan pangan.
“Saya berharap PPC ini bisa menjadi motor penggerak bagi masyarakat, untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Bagaimana caranya, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan makan dari hasil apa yang mereka tanam,†katanya.
Masyarakat yang tidak punya sawah pun lanjut Nanang, bisa menanam padi (bahan makanan pokok) di halaman rumah dengan polybag, ember ataupun kaleng bekas.
“Karena padi itu bukan tanaman air, di darat juga bisa tumbuh bagus, saya sudah buktikan itu,†jelas Ketua DPC PDIP Ciamis ini.
Berkaitan dengan hal itu, Nanang yang juga Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis sudah melaksanakan program GNP (Gerakan Nanam Padi), ke setiap sekolah dan kelompok masyarakat.
“Anak-anak sebagai generasi penerus kita ajarkan cara nanam padi di polybag. Sehingga kedepan diharapkan, orang itu makan tidak harus beli beras, tapi bisa makan dari padi yang ditanam sendiri,†ucapnya.
Pada kesempatan itu, H Nanang Permana menyampaikan terima kasih kepada Pembudidaya Perikanan Ciamis (PPC), karena telah mengundangnya untuk bersilaturahmi secara langsung dan sharing soal kedaulatan pangan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada panitia dan juga pak kepala Desa, yang telah mengizinkan saya datang kesini. Saya merasa terhormat karena dapat bertemu langsung dan bersilaturahmi bersama para pembudidaya ikan,†pungkasnya. (R8/HR Online/Editor Jujang)