Beranda blog Halaman 1099

Siswa SMAN 2 Banjarsari Ciamis Olah Kacang Panjang Jadi Keripik 

Kacang-Panjang-jadi-keripik.jpg

harapanrakyat.com,- Siswa SMAN 2 Banjarsari di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, buat terobosan baru membuat kacang panjang jadi keripik. 

Inovasi siswa SMA tersebut merupakan salah satu langkah sekolah dalam membimbing dan mengembangkan siswanya agar mampu berinovasi yang bernilai ekonomi. 

Kepsek SMAN 2 Banjarsari Teti Gumiarti bersama Guru Prakarya dan Kewirausahaan Toyib mengatakan, saat ini pihaknya sedang meluncurkan inovasi makanan ringan yang terbuat dari bahan dasar kacang panjang menjadi sesuatu yang berbeda. 

Baca juga: MAN 4 Ciamis Kini Miliki Gedung Praktik Keterampilan Baru, Ini Fungsinya

“Kita namakan Kojang atau kreativitas inovasi kacang panjang. Kebetulan ini ada dua jenis, yakni Vigna Crispy dan Sweet Pong Beans,” terangnya, Rabu (15/2/23). 

Toyib menjelaskan, untuk Vigna Crispy sendiri terbuat dari daun kacang panjang. Sedangkan Sweet Pong Beans berbahan kulit kacang panjang.

Menurutnya, bahan dasar kacang panjang sangat mudah mendapatkannya, apalagi di sekitar sekolah ada lahan kosong yang bisa dimanfaatkan.

Bahkan, lanjutnya, di sekolah menyediakan tempat khusus untuk praktik maupun produksi.

Inovasi Kacang Panjang Jadi Keripik 

Sementara itu, Ketua Inovator Prakarya Kewirausahaan Budi Darmansyah mengatakan, program kewirausahaan tersebut bertujuan mendidik siswa dan agar lebih matang dalam berwirausaha.

“Ini juga bagian dari kurikulum di sekolah. Beberapa waktu lalu kita juga berinovasi memproduksi keripik madu dan wedang rindu. Nah, sekarang yang baru ada keripik Kojang yang berbahan dasar kacang panjang,” jelasnya. 

Tak hanya itu, lanjutnya, ke depan selain memaksimalkan siswa dan guru, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan PKK supaya programnya makin berkembang.

“Kami yakin ini bisa berkembang, apalagi memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya.

Tokoh masyarakat Banjaranyar yang juga Kepala UPTD Puskesmas Banjaranyar Ari Angga Rianto mengaku bangga atas adanya inovasi SMAN 2 Banjarsari.

Menurutnya, masih jarang sekolah yang menerapkan program semacam itu. Apalagi bahan baku yang mereka gunakan adalah yang ada di sekitar lingkungan.

“Dengan terobosan seperti ini, para siswa bisa belajar berwirausaha yang nantinya bisa kita kembangkan di sini. Sehingga ke depan di Banjaranyar bisa menjadi sentra produk UMKM kebanggaan Ciamis,” ujarnya.

Ia berharap, sekolah bisa berkolaborasi dengan masyarakat untuk lebih mengembangkan potensinya. 

“Kami lihat produk kacang panjang jadi keripik ini dari sisi kemasan sudah sangat layak sekali untuk bisa kita pasarkan. Lalu dari sisi higienis serta rasa, produk KOJANG ini memang sangat luar biasa sekali, enak renyah dan mempunyai cita rasa yang khas” pungkasnya. (Suherman/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Dulu Susah, Sekarang Pendaftar Vaksin Booster di Banjarsari Ciamis Membludak

Dulu-Susah-Sekarang-Pendaftar-Vaksin-Booster-di-Banjarsari-Ciamis-Membludak.jpg

harapanrakyat.com,- Dulu susah, sekarang masyarakat yang mendaftar vaksin booster di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat membludak.

Vaksin booster saat ini tidak seperti tahap-tahap vaksinasi sebelumnya, yang mana sebelumnya petugas sampai harus mencari warga yang mau divaksin.

Kepala UPTD Puskesmas Banjarsari, Emay Marlina mengatakan, peserta vaksin booster di Kecamatan Banjarsari saat ini meningkat pesat. Bahkan, pihaknya mengaku kadang kewalahan.

“Untuk hari ini saja sudah banyak yang daftar tunggu,” katanya kepada harapanrakyat.com, Rabu (15/2/2023).

Menurut Emay, pelaksanaan vaksin booster saat ini terasa sangat berbeda dengan pelaksanaan vaksin pada tahap satu, dua dan tiga.

Bahkan, dulu pihaknya harus mencari masyarakat yang mau vaksin dengan mengadakan kegiatan vaksin door to door. Hasilnya pun tetap tidak maksimal.

“Berbeda dengan pelaksanaan booster saat ini, justru masyarakat yang datang ke PKM, malahan sampai harus daftar tunggu,” terangnya.

Baca Juga : Vaksinasi Booster Kedua di Kota Bandung Targetkan 1300 Orang

Emay menjelaskan, karena yang mendaftar vaksin booster membludak, dari 10 vial vaksin booster yang ada, bisa habis dalam waktu tidak sampai dua hari.

Sehingga, supaya dapat melakukan vaksinasi, pihaknya harus menunggu kiriman vaksin selanjutnya.

“Dari dua hari pelayanan yang full hanya hari pertama, hari kedua jam 10 vaksin nya sudah habis,” jelasnya.

Emay melanjutkan, pihaknya tidak mengetahui penyebab antusias warga untuk melaksanakan vaksin meningkat, apakah karena kesadaran atau memang butuh untuk bepergian.

“Yang jelas peserta vaksin setiap hari selalu banyak yang datang ke PKM, sampai sampai sudah banyak yang rela daftar tunggu.” Pungkasnya. (Suherman/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Antisipasi Banjir, Pemkot Bandung Bangun Rumah Pompa Cironggeng

rumah-pompa-cironggeng.jpeg

harapanrakyat.com,- Mengantisipasi banjir di kawasan Cironggeng, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung Jawa Barat, Pemkot Bandung membangun rumah pompa Cironggeng.

Selain itu, Pemkot Bandung juga melakukan perbaikan drainase sebagai penanganan banjir di kawasan tersebut.

“Dengan adanya ini, maka dalam hitungan jam, banjir di wilayah ini akan surut,” ungkap Wali Kota Bandung, Yana Mulyana seusai meresmikan Rumah Pompa Cironggeng, Kota Bandung, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga : Pemkot Tambah Kolam Retensi Atasi Banjir di Kota Bandung

Kendati munculnya infrastruktur penanganan banjir, Yana tetap mengimbau warga dalam memperlakukan dan mengelola sampah. Karena sampah berkaitan dengan penanganan banjir.

“Kami berharap masyarakat jangan buang air limbah domestik ke drainase. Sebab ini bisa mempengaruhi terjadinya banjir,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi menjelaskan bahwa fasilitas ini bisa menjadi salah satu solusi, dalam permasalahan banjir masyarakat di Jalan Cingised.

Rumah pompa ini, kata Yudi, mampu menyedot pada hitungan 40 menit ke Sungai Cironggeng

“Selama kurang lebih 7 tahun ini, kegelisahan masyarakat di daerah jalan Cingised yang sering terhambat karena ada genangan air. Dengan adanya pompa air ini, mudah-mudahan menjadi solusi,” katanya.

Baca Juga : Kota Bandung Terapkan Aturan Tata Ruang Baru

Yudi menuturkan, kondisi tata ruang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung semakin berat. Dari target 20 persen, saat ini baru tercapai 12 persen.

Kapasitas Olah Rumah Pompa Cironggeng

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi menerangkan ada dua pompa di Rumah Pompa Cironggeng yang masing-masing memiliki kapasitas 150 liter per detik, atau total 300 liter per detik.

Dengan kapasitas tersebut, diperkirakan bahwa genangan air atau banjir dapat surut dalam kurun waktu sekitar 40 menit.

“Jadi kita bisa sebut ini sebagai percontohan tempat di Kota Bandung yang berhasil atasi banjir,” ujarnya.

Lebih jauh, Pemkot Bandung berupaya meningkatkan upaya penanganan banjir lewat perbaikan drainase.

“Untuk yang terdekat, wilayah Cibaduyut ditargetkan memiliki rumah pompa sebagai upaya penanganan banjir di sana,” katanya. (Rio/R13/HR-Online/Editor-Ecep)

Evaluasi Kinerja BLUD RSUD Subang Tahun 2022, Kang Akur: Pelayanan Harus Prima

IMG_20230215_191314.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi membuka evaluasi kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Subang Tahun 2022 yang dilaksanakan di Fave Hotel, Rabu (15/2/2023).

Asisten Administrasi Pembangunan Dr. Nunung Suhaeri menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya kegiatan tersebut yaitu untuk melakukan evaluasi kinerja RSUD untuk mengukur tingkat capaian kinerja RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah yang mencakup aspek keuangan, kinerja, pelayanan dan pelaksanaan standar pelayanan minimal.

“Bahwa hal-hal yang akan dievaluasi yaitu pelaksanaan program, evaluasi permasalahan yang ada hingga evaluasi pemecahan masalah,” kata Dr. Nunung.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang menyampaikan bahwa lewat kegiatan evaluasi tersebut mampu mengukur tentang kinerja yang telah dilakukan.

Kang Akur menyampaikan terima kasih kepada Direktur RSUD Subang beserta jajaran atas akreditasi paripurna yang telah didapatkan.

Kang Akur juga menambahkan bahwa Melalui momentum tersebut, ia berharap seluruh pegawai mampu mengevaluasi kinerja yang selama ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat kedepannya.

Diakhir sambutannya, Kang Akur mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama membangun RSUD lebih baik sesuai dengan visi yang dimiliki yaitu terwujudnya rumah sakit daerah pilihan dan terpercaya melalui pelayanan prima.

“Mari terus bekerja sama untuk membangun RSUD lebih baik lagi, sesuai dengan visinya yaitu terwujudnya rumah sakit daerah pilihan dan terpercaya melalui pelayanan prima,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asda I, Direktur RSUD Subang beserta jajaran, Dewan BLUD RSUD Subang, Kepala BKAD, Inspektur IRDA Subang, perwakilan Dinkes Kabupaten Subang dan tamu undangan lainnya.

Perampok Minimarket di Tasikmalaya Ditangkap, Ternyata Tukang Parkir

Perampok-Minimarket.jpg

harapanrakyat.com,- Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil meringkus perampok minimarket yang berada di Jalan Raya Karangnunggal, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/2/2023).

Pelakunya tak lain ternyata adalah SS (35) yang merupakan seorang tukang parkir di salah satu toko yang dekat dengan minimarket tersebut. 

Bahkan tempat tinggalnya tidak jauh dari minimarket yang jadi sasaran perampokan tersebut.

Baca juga: Ibu Kandung yang Aniaya Anak Balita di Tasikmalaya Terancam Penjara 5 Tahun

Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan,pihaknya berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan.

” Pada saat menjalankan aksinya di minimarket, pelaku mengancam kasir minimarket menggunakan sebilah golok. Pelaku mengambil rokok dan uang Rp 2 juta lebih,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjutnya, aksi pelaku terekam CCTV di minimarket tersebut. Anggota Satreskrim pun langsung melakukan penyelidikan selama empat hari dan setelah sepekan berhasil mengungkapnya.

“Pelaku mengetahui kondisi sedang sepi dan karyawan akan membereskan barang dan menghitung uang,” ucapnya.

Menurut Suhardi, ternyata pelaku merupakan tukang parkir toko yang lokasinya tidak jauh dari minimarket tersebut.

“Motif pelaku, alasannya mencuri untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Termasuk kebutuhan anaknya, yakni untuk membeli sepeda anaknya,” ujarnya.

Suhardi menambahkan, pihaknya menangkap pelaku di sekitaran TKP pencurian minimarket.

“Perampok minimarket ini kita kenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman sembilan tahun penjara,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online/Editor: Muhafid)

Cek Pengamanan Lokasi Kunker Wapres RI di Tapanuli Tengah, Pangdam I/BB Pastikan Aman Terkendali

Cek-Pengamanan-Lokasi-Kunker-Wapres-RI-di-Tapanuli-Tengah-Pangdam-I-BB-Pastikan-Aman-Terkendali.jpeg

harapanrakyat.com,- Mayjen TNI Daniel Chardin, Pangdam I/Bukit Barisan, Sumatera Utara, melakukan pengecekan secara langsung lokasi yang akan dikunjungi Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin dan rombongan.

Pengecekan dilakukan Pangdam bersama Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak, dan Brigjen TNI Asep Djauhari, Kabinda Sumatera Utara, ke Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Senin 13 Februari 2023.

Mayjen TNI A Daniel Chardin, mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan persiapan pengamanan di lokasi.

“Sehingga nantinya kunjungi Wapres akan benar-benar aman terkendali,” ujar Daniel.

Baca juga: Pangdam I/Bukit Barisan Dampingi Presiden Peringati HPN, Tinjau Pasar dan Resmikan Terminal Amplas Medan

Wapres sendiri kata Daniel, akan hadir dalam kegiatan Barus Bersholawat pada Rabu (15/2/2023).

Ia meminta Dansubsatgas agar terus melakukan koordinasi dan bersinergi dalam pelaksanaan pengamanan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Harus diingat, keberhasilan pengamanan VVIP ini merupakan keberhasilan kita semua,” jelas Pangdam.

Kunjungan Wapres RI ke Tapanuli tengah selain menghadiri Barus Bersholawat, juga akan melaksanakan penanaman pohon di Masjid Raya Barus. Dilanjutkan dengan ziarah ke makam Mahligai. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Keluarga Korban Susur Sungai Ciamis Kurang Puas atas Vonis Terdakwa

Keluarga-Korban-Susur-Sungai-Ciamis-Kurang-Puas-atas-Vonis-Terdakwa.jpg

harapanrakyat.com,- Salah satu keluarga korban susur sungai di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kurang puas atas vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis terhadap terdakwa, Rabu (15/2/2023).

Dede Rohendi, salah satu keluarga korban mengaku kurang puas dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan terhadap terdakwa Rofiah.

“Saya kurang puas atas putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis, mohon pertimbangkan lagi (tuntutan) dari Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ujar Dede setelah sidang putusan di Pengadilan Negeri Ciamis, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga : JPU Kecewa Vonis Terdakwa Kasus Susur Sungai di Ciamis Ringan, Bakal Banding?

Menurut Dede, Jaksa Penuntut Umum akan melakukan banding. Jadi pihaknya ingin majelis hakim bisa mempertimbangkannya kembali.

“Kalau maksimalnya saya tidak bisa nentuin, jadi tergantung JPU saja. intinya saya kurang puas hasil putusan sidang kali ini,” tuturnya.

Pantauan harapanrakyat.com, setelah ketua Majelis Hakim mengetuk palu pada sidang putusan kasus tersebut, salah satu keluarga korban langsung menangis histeris.

Sebab, keluarga korban susur sungai itu mendengar vonis Majelis Hakim terhadap terdakwa Rofiah lebih ringan dari tuntutan JPU.

Baca Juga : Keluarga Terdakwa Kasus Susur Sungai di Ciamis Keberatan Tuntutan JPU

Sementara itu, terdakwa Rofiah pada kasus tragedi susur sungai di Cileueur, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis mendapat vonis 2 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ciamis. 

Tragedi susur sungai yang terjadi pada bulan Oktober tahun 2021 itu menewaskan 11 siswa dan siswi MTs Harapan Baru Cijantung. (Ferry/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Pasca 66 Siswa SD di Garut Keracunan Jajanan Sekolah, Polisi Amankan Penjual Es Krim

Pasca-66-Siswa-SD-di-Garut-Keracunan-Jajanan-Sekolah-Polisi-Amankan-Penjual-Es-Krim.jpg

harapanrakyat.com,- Pasca 66 siswa SDN 2 Kersamenak Garut, Jawa Barat, keracunan jajanan sekolah, pihak kepolisian langsung mengamankan penjual es krim berinisial M.

Pasalnya, pihak kepolisian menduga bahwa es krim tersebut menjadi penyebab keracunan terhadap 66 siswa SDN 2 Kersamenak.

Polres Garut mengamankan M di kediamannya tanpa melakukan perlawanan.

“Pada hari Selasa, 14 Februari kemarin telah terjadi yang diduga keracunan makanan jajanan sekolah berupa es krim,” kata Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, Rabu (15/2/2023).

“Kita menduga es krim tersebut yang menyebabkan 66 siswa sekolah keracunan dan sempat dirawat di puskesmas,” tambahnya di Mapolres Garut.

Baca Juga: Duh, 66 Siswa SDN 2 Kersamenak Garut Keracunan Jajanan Sekolah

Lanjutnya mengatakan, bahwa pedagang berinisial M sudah berjualan keliling sejak tahun 2019 hingga sekarang.

“Dari kejadian tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan, bahwa M yang diduga menjual es krim tersebut telah diamankan. Beliau berusia 60 tahun,” terang Kapolres Garut.

Ia juga menjelaskan, bahwa es krim tersebut hasil racikan sendiri bersama istrinya. M mampu menjual barang dagangannya sebanyak 2.000 sampai 3.000 bok per hari.

“Tapi yang jadi permasalahan guru-guru juga membeli. Namun tidak mengalami keracunan jajanan sekolah tersebut. Sehingga ini yang masih kita dalami,” jelasnya.

Baca Juga: Polres Garut Tangkap Pemuda Tanam Ganja dalam Pot di Rumah

Namun, polisi menyatakan bahwa status penjual es krim yang diduga penyebab 66 Siswa SD di Garut keracunan jajanan sekolah tersebut masih sebagai terperiksa.

Pasalnya, polisi masih menunggu hasil uji dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta uji laboratorium.

“Statusnya belum kita tingkatkan. Kita masih menunggu hasil dari BPOM dan laboratorium forensik. Mohon bersabar status yang orang kami amankan,” pungkas Kapolres Garut. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Gerak Cepat Pertamina Cabang Sukabumi Tanggapi Surat Somasi Basmi Dugaan Penyalahgunaan Penjualan BBM Jenis Pertalite

IMG_20230215_152705.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUKABUMI – Barisan Aktivis Mahasiswa Sukabumi mengendus adanya dugaan penyalahgunaan penjualan BBM jenis Pertalite yang dilakukan oleh salah satu oknum pengawas SPBU Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi.

Menurut Vicran, Kabid Kajian Isu, bahwa berdasarkan adannya pengaduan dari masyarakat perihal dugaan penyalahgunaan
penjualan BBM jenis Pertalite
dengan dalih menggunakan surat SKPD dan UMKM yang diduga disalah gunakan oleh oknum pegawai SPBU Tegalbuleud.

“Dengan memperjual belikan BBM subsidi pertalite kepada pengecer yang tidak seuai dengan peruntukannya karena seharusnya kouta BBM tersebut di peruntukan untuk nelayan, petani dan UMKM tapi malah di mamfaatkan oleh oknum tersebut untuk
dijual kepada para pengecer,” ujarnya Selasa (16/02/2023).

Ia menambahkan, menurut informasi dari masyarakat pengisian/pengambilan BBM dari SPBU Tegalbuleud dilakukan setiap malam dengan menggunakan mobil PickUp yang berisi jerigen lalu kemudian
pendistribuan dilakukan setiap hari ke wilayah kecamatan tegalbuleud tersebut dan dilakukan pada malam hari.

“Berdasarkan Undang-undang no 22 tahun 2001 Pasal 55 Tentang Minyak
dan Gas Bumi pelaku terancam dapat pidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 60 miliar,” jelasnya

Lanjut dia, selain itu pemerintah juga mempertegas dengan mengeluarkan Undang-Undang No 11 Pasal 55 tahun 2020 tentang cipta kerja yang menyatakan bahwa setiap orang yang menyalgunakan pengangkutan dan/niaga bahan bakar minyak bahan bakar gas, dan/ atau liquified petroleum gas yang di subsidi pemerintah di pidana dengan pidana penjara paling
lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

“Maka dari itu kami dari Barisan Akitivis Mahasiswa Sukabumi setelah mengkaji dan
menganalisa terkait informasi yang bersumber dari masyarakat tersebut patut diduga dan di tindak lajuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai data dan fakta di lapangan yang kami miliki, kami akan melaporkan Oknum tersebut kepada Aparat Penegak Hukum,” katanya.

Sementara itu Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Sukabumi Andi Aripin mengatakan terkait surat somasi yang dilayangkan Oleh Basmi Kepada SPBU Tegalbuleud, ia sudah memanggil pegawai SPBU tersebut.

“Kemarin sudah kami panggil dan dimintai keterangan,” kata Andi Aripin.

Masih menurut Andi, pada dasarnya terkait pengaduan itu kita sudah folow up dan sebelum pengaduan itu kita sudah wanti – wanti bukan hanya di Tegalbuleud tapi di seluruh SPBU bahwa pelayanan BBM subsidi kepada konsumen – konsumen non kendaran itu harus jauh lebih hati – hati karena kami banyak sekali menemukan indikasi tentang rekomendasi – tekomendasi yang tidak tepat sasaran.

“Kami juga saat ini sedang berkoordinasi dengan stekholder agar mengedukasi pemberi r rekomendasi itu jauh lebih selektif, dan kami menemukan rekomendasi – rekomendasi yang tidak sesuai, misalnya di direkomendasi sebagai pelaku UMKM padahal sebenarnya dia itu pengecer, kalau dari sisi SPBU kami akan melayani seluruh kendaraan maupun non kendaraan, selama non kendaraan itu punya rekomendasi jadi sumber masalahnya pemberian surat rekomendasi yang tidak tepat sasaran, selema rekomendasinya tidak tepat sasaran selama itu pula BBM tidak akan tepat sasaran dan saat ini dengan digitalisasi yang kita terapkan kita bisa mengindentifikasi semua dan perlahan lahan akan kita benahi,” pungkasnya. (Eka Lesmana)

Polres Garut Tangkap Pemuda Tanam Ganja dalam Pot di Rumah

Polres-Garut-Tangkap-Pemuda-Tanam-Ganja-dalam-Pot-di-Rumah.jpg

harapanrakyat.com,- Polres Garut, Polda Jawa Barat, menangkap pemuda lantaran kedapatan bercocok tanam ganja dalam pot di rumahnya.

Pemuda berinisial CN tersebut merupakan warga Leles, Kabupaten Garut ini nekat membudidayakan tanaman ganja di pot bunga yang ia pelihara di rumahnya.

Namun sayang, baru berumur seumur jagung, pelaku bersama tanaman ganjanya berhasil diciduk polisi.

“Itu pelaku sengaja tanam di rumahnya, ada juga tembakau sintetis. Kita amankan 11 pohon ganja yang sudah tumbuh d pot bunga,” kata Kasat Res Narkoba Polres Garut, AKP Jimy Ridwan Sihite, di Mapolres Garut, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga: Terungkap, Ini Identitas Penanam Ganja di Cagar Wisata Situ Cangkuang Garut

Selain mengamankan pemuda yang tanam ganja dalam pot bunga, Polres Garut juga juga mengembangkan kepada bandar narkoba lain.

Hasilnya, pihak kepolisian menciduk 15 bandar narkoba. Dari tangan para pelaku, polisi menyita 35,2 gram sabu dan 4.000 butir obat psikotropika.

“Untuk jumlah sabu 35,2 gram, ada 4.000 butir pil atau obat keras dan psikotropika,” ucapnya.

“Dari 16 bandar atau pelaku yang kita amankan, terdiri dari 11 TKP berbeda, dan rangkaian berbeda, namun hasil penyelidikan bersamaan,” ungkapnya.

Baca Juga: Geger! Polisi Temukan Kebun Ganja di Garut, 167 Ganja Ditanam di Kawasan Situ Cangkuang

Lanjutnya menambahkan, para bandar tersebut dijerat Undang-undang Narkotika, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Selain mengamankan bandar, polisi juga menciduk 1 orang konsumen barang haram ini.

“Ancaman hukuman 15 tahun penjara, sesuai undang-undang narkotika,” tutup Kasat Res Narkoba Polres Garut. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Recent Posts