Beranda blog Halaman 107

Razia Malam di Pagaden: 16 Motor Knalpot Brong Diamankan

razia knalpot brong Subang
Foto: www.jabarpress.com

Subang – Suasana malam di Pagaden mendadak berbeda saat jajaran Polsek Pagaden menggelar razia knalpot brong tepat di depan markas mereka, Sabtu (24/05/2025). Langkah tegas ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin SH., dan melibatkan unit gabungan dari Polsek setempat.

Dalam razia tersebut, sebanyak 16 sepeda motor berbagai merek dengan knalpot brong berhasil diamankan. Aksi ini merupakan respons atas keluhan warga yang merasa terganggu dengan kebisingan, terutama dari kendaraan para pekerja perusahaan di sekitar wilayah Pagaden.

Kapolsek Ikin Sodikin tak hanya menindak, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada para pengendara yang terjaring. Ia menekankan pentingnya menaati aturan lalu lintas, serta melengkapi kendaraan dengan SIM, helm, kaca spion, dan komponen standar lainnya.

Lebih jauh, beliau menegaskan bahwa penggunaan knalpot brong bertentangan dengan Pasal 285 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009. Knalpot jenis ini tidak hanya menciptakan polusi suara, tetapi juga memperparah kualitas udara dan kenyamanan pengguna jalan lain.

Sebagai langkah lanjutan, seluruh knalpot brong yang disita akan diamankan di Mako Polsek Pagaden. Para pemilik kendaraan diwajibkan mengganti dengan knalpot standar. Hingga proses penggantian dilakukan, kendaraan tetap ditahan di kantor polisi.

Frasa kunci utama:

Deskripsi meta:
Polsek Pagaden mengamankan 16 motor berknalpot brong dalam razia malam di Subang sebagai respons atas keluhan warga. Pelanggar diminta mengganti knalpot sesuai standar.

Tag:
razia knalpot brong, Polsek Pagaden, pelanggaran lalu lintas, motor berknalpot racing, Subang Jawa Barat

Preman Industri Subang Diciduk: Polres Tegas Jaga Investasi Aman

penangkapan preman industri Subang

Subang – Empat preman jalanan yang kerap memalak sopir truk di kawasan industri Subang, Jawa Barat, akhirnya diringkus aparat kepolisian. Mereka tertangkap tangan saat beraksi di dua titik rawan, yakni Pabuaran dan Cikaum, pada Jumat, 23 Mei 2025.

Para pelaku, yang diketahui sering mengintimidasi pengemudi angkutan barang, selama ini membuat resah para pekerja logistik di area pabrik. Tindakan mereka pun tak tanggung-tanggung—menghalangi sopir keluar dari pabrik jika tak mau membayar “kontribusi” keamanan.

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, menjelaskan bahwa keempat preman ini masing-masing berinisial AS (36), EJ (38), SB (20), dan U alias Koncleng. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Subang seperti Purwadadi, Cikaum, Pabuaran, dan Patokbeusi.

Modus yang digunakan pun tergolong brutal. Di kawasan pabrik PT Pungkook, Kecamatan Pabuaran, mereka menekan sopir untuk membayar Rp30 ribu. Jika menolak, kendaraan bisa rusak di tangan mereka. Dalih “uang keamanan” ini pun akhirnya memicu keberanian para sopir melapor ke polisi.

“Pada hari ini, Satreskrim telah menangkap empat pelaku pemalakan terhadap sopir di dua lokasi berbeda,” ujar Kapolres Subang. Proses hukum terhadap mereka pun sudah berjalan, dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.

Langkah tegas ini jadi bagian dari komitmen Polres Subang menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif. Pihak kepolisian kini mengintensifkan pengamanan di kawasan industri agar kegiatan bisnis tak terganggu aksi premanisme.

Nyaah Ka Indung: Kasih Ibu Jadi Fondasi Masyarakat Subang yang Berdaya

Gerakan Nyaah Ka Indung Subang

Subang – Perumda Tirta Rangga Subang membuktikan bahwa cinta ibu bukan sekadar kata, melainkan aksi nyata. Dalam mendukung penuh gerakan “Nyaah Ka Indung”, para direksi hingga staf tak ragu turun langsung ke 10 desa di Kecamatan Cipeundeuy. Mereka membawa bantuan, berinteraksi hangat dengan warga, dan hadir sebagai penguat para ibu yang jadi tulang punggung keluarga.

Dipimpin langsung oleh Direktur Utama Lukman Nurhakim, aksi ini tak berdiri sendiri. Sinergi terasa kuat dengan hadirnya pemerintah desa dan Baznas Kabupaten Subang. Ini menjadi contoh apik kolaborasi antar lembaga demi tujuan bersama: keluarga yang sehat dan masyarakat yang berdaya.

“Nyaah Ka Indung” bukan sekadar program bantuan sosial. Ini adalah gerakan strategis yang menghormati dan mengangkat peran penting perempuan, terutama ibu. Dalam budaya Sunda, sosok “indung” melambangkan kasih sayang dan keteladanan. Filosofi ini kini diterjemahkan dalam aksi nyata.

Lukman menyebut gerakan ini sebagai momentum penting dalam menempatkan peran ibu sebagai garda terdepan pembangunan. “Kami mendukung penuh. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi soal perubahan cara pandang terhadap peran ibu,” tegasnya.

Tak berhenti di pembagian bantuan, gerakan ini didorong menjadi langkah berkelanjutan. Visi jangka panjangnya mencakup pelayanan kesehatan, perlindungan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, hingga pendidikan karakter. Semua demi keluarga yang lebih kuat dan mandiri.

Lukman juga menyoroti keberpihakan program ini terhadap masyarakat yang selama ini kurang tersentuh. Banyak lansia di pelosok yang akhirnya mendapatkan perhatian. “Ini wujud kehadiran pemerintah hingga ke akar rumput. BUMD pun punya peran vital dalam mendorong keberhasilan program seperti ini,” tambahnya.

Subang kini punya semangat baru. Dengan gerakan “Nyaah Ka Indung”, seluruh elemen masyarakat diajak membangun fondasi kokoh: keluarga yang kuat, ibu yang berdaya, dan masa depan yang cerah.

Judul:Premanisme di Sekitar PT SPS Subang Dibongkar, Tersangka dan Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan

Pemerasan sopir Subang
Foto: 86news.co

Subang – Drama pemerasan yang meresahkan sopir angkutan di sekitar PT Superior Porcelain Sukses (PT SPS), Subang, akhirnya memasuki babak baru. Setelah melalui proses penyidikan intensif, Polres Subang resmi menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Subang dalam proses Tahap II, Kamis, 22 Mei 2025.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Sabtu, 22 Maret 2025, membongkar praktik premanisme yang selama ini menghantui jalur angkutan di Jl. Raya Cipeundey, Pabuaran. Tersangka berinisial R bersama beberapa rekannya ditangkap karena diduga memeras para sopir yang melintas di area tersebut.

Kejaksaan menyatakan berkas perkara sudah lengkap, sesuai dengan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara Pidana atau P-21, bernomor B-1465/M.2.28/Eoh.1/05/2025, yang dikeluarkan tepat pada tanggal 22 Mei 2025.

Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa penyerahan tahap II dilakukan setelah berkas dinyatakan P-21. “Setelah lengkap, kami serahkan tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Subang,” ujarnya.

Dengan pelimpahan ini, tanggung jawab perkara kini resmi berada di tangan Jaksa Penuntut Umum. Tersangka R dkk dijerat dengan Pasal 368 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP, atau alternatif Pasal 368 Ayat (1) KUHP, terkait tindak pidana pemerasan.

“Semua tersangka dan barang bukti diserahkan dalam kondisi aman, sehat, dan lengkap,” tutup AKP Bagus Panuntun.

Subang Kembali Raih WTP: Kang Rey Soroti Transparansi dan Perbaikan Sistem Keuangan

WTP Subang 2025

Subang – Kabupaten Subang kembali mencatat prestasi membanggakan. Untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut, daerah ini berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.

Penyerahan laporan dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, di Kantor Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat, Jumat (23/05/2025). Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau yang akrab disapa Kang Rey.

Namun bagi Kang Rey, pencapaian WTP bukan sekadar piala untuk dipajang. Ia menegaskan bahwa WTP adalah bentuk tanggung jawab yang melekat pada setiap pemerintah daerah.

“WTP bukan untuk dirayakan secara berlebihan. Ini kewajiban dasar dalam mengelola keuangan yang harus akuntabel dan transparan,” ungkapnya tegas.

Lebih dari sekadar pencapaian, Kang Rey menyebut raihan ini sebagai pemantik semangat untuk terus memperbaiki sistem keuangan daerah secara menyeluruh, berbasis data dan objektivitas.

Ia juga menyoroti pentingnya catatan dari BPK sebagai masukan berharga. Salah satunya terkait pengelolaan Dana BOS sebelum masa kepemimpinannya. Catatan ini, menurutnya, adalah pijakan penting untuk membenahi sistem pendidikan dari sisi keuangan.

“Temuan BPK tentang Dana BOS itu penting sekali. Ini jadi bekal saya untuk membangun pengelolaan dana pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.

Isu lain yang menjadi perhatian Kang Rey adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang dinilai mengalami kebocoran. Ia menyebut hal ini sebagai potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang harus dikejar maksimal.

“PBJT ini jangan dibiarkan bocor. Harus dikejar dan dioptimalkan untuk peningkatan PAD kita,” tegasnya.

Bukan hanya di atas kertas, Kang Rey turun langsung ke lapangan. Ia mengaku melakukan inspeksi proyek hingga malam hari demi memastikan tak ada lagi ketimpangan antara pelaksanaan dan pembayaran proyek infrastruktur.

Lebih jauh, ia menyatakan akan memanggil seluruh kepala sekolah dan koordinator wilayah pendidikan yang terindikasi bermasalah dalam pengelolaan Dana BOS. Ia tak segan bertindak tegas.

“Kalau memang ada penyalahgunaan, saya tidak akan ragu. Saya copot dan serahkan ke aparat penegak hukum,” ujarnya mantap.

Di akhir pernyataannya, Kang Rey menegaskan komitmennya untuk terus menjaga transparansi. Semua temuan BPK akan dibuka ke publik, sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat.

“LHP BPK adalah hak publik. Tahun depan pun akan saya buka kembali. Ini bagian dari komitmen saya bersama DPRD untuk mewujudkan Subang yang transparan,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Subang, Inspektur Daerah, serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah. Semua elemen berkomitmen untuk bersama menjaga akuntabilitas dan integritas pemerintahan daerah.

DAHANA Bantu Sekolah di Subang, Dorong Semangat Belajar Anak Negeri

Bantuan pendidikan DAHANA Subang

Subang – Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan, PT DAHANA kembali menyalurkan bantuan melalui Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, giliran SMP Yarmic Nusantara Ciasem dan Yayasan Himatussalafiah di Kabupaten Subang yang menerima dukungan sarana pendidikan dari perusahaan bahan peledak nasional ini.

Bantuan diserahkan langsung oleh Supervisor TJSL DAHANA, Enok Elia, pada 21 dan 22 Mei 2025. Ia menjelaskan bahwa DAHANA tidak hanya fokus pada bisnis, tapi juga berkomitmen membangun masyarakat sekitar melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan.

Menurut Enok, program ini merupakan bagian dari kontribusi DAHANA terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Ia berharap bantuan ini bisa memompa semangat belajar para siswa dan menjadi langkah awal membangun generasi unggul.

“Bantuan ini bukan sekadar wujud kepedulian, tetapi juga doa kami agar pendidikan di Subang terus tumbuh. Semoga bisnis DAHANA juga semakin sukses dan membawa manfaat luas,” ungkapnya.

Ustad Yuhsin, perwakilan dari SMP Yarmic Nusantara Ciasem, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, perhatian dari perusahaan seperti DAHANA sangat berarti, mengingat tidak banyak pihak swasta yang terlibat langsung dalam pembangunan pendidikan di Subang.

“Terima kasih untuk DAHANA. Bantuan ini menjadi sinyal positif bahwa pendidikan masih diperhatikan. Kami doakan DAHANA terus maju dan memberi inspirasi bagi perusahaan lain,” ucap Ustad Yuhsin.

Sementara itu, Yusuf dari Yayasan Himatussalafiah menyebut bantuan yang diterima sangat membantu anak-anak asuh dalam kegiatan belajar mereka. Ia juga mengajak lebih banyak institusi untuk meniru langkah DAHANA dalam mendukung pendidikan lokal.

“Pendidikan adalah pondasi masa depan. Tanpa kolaborasi, akan sulit mewujudkan kemajuan. Semoga langkah mulia ini menjadi berkah bagi seluruh tim DAHANA,” tutur Yusuf penuh harap.

Nyaah ka Indung: Sentuhan Kasih untuk Lansia dari Ciasem

Program Nyaah ka Indung Ciasem
Sumber: Camat Ciasem Eza Zaithon sedang melaksanakan program "Nyaah Ka Indung" membagikan sembako ke orang tua lansia/Alim Munandar/PR Subang

Subang – Ciasem tak sekadar dikenal dengan hijaunya persawahan, kini juga jadi contoh nyata kasih pada lansia. Pada Jumat, 23 Mei 2025, Camat Ciasem, Eza Zaithon T Anshari A, P.M.Si, meluncurkan program “Nyaah ka Indung” (Sayang Ibu) secara serentak di seluruh desa di wilayahnya.

Program ini adalah inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tujuannya mulia: menggugah kembali rasa sosial dan cinta terhadap orang tua, khususnya para lanjut usia. Dalam tiap desa, empat lansia terpilih menerima paket sembako dan uang tunai sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian.

“Setiap desa empat orang tua dengan menerima sembako dan uang sebagai bentuk Kanyaah,” jelas Camat Eza. Kata “Kanyaah” sendiri menyiratkan kasih tulus yang tak hanya berhenti pada kata, namun diwujudkan dalam aksi nyata.

Lebih dari sekadar bantuan, program ini diharapkan jadi pengingat bahwa orang tua adalah pilar nilai dan sejarah. Camat Eza juga menekankan, ke depan jumlah penerima harus bertambah. Bukan hanya empat per desa, tapi lebih banyak lagi sebagai simbol orang tua angkat masyarakat.

Program ini disambut hangat oleh warga. Kepala Desa Ciasem Hilir, Casmedi, menegaskan bahwa menghargai orang tua adalah bagian dari kewajiban kita sebagai manusia. “Tentu sudah kewajiban kita untuk menghormati dan menyayangi orang tua,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan desa, “Nyaah ka Indung” diharapkan tak hanya menjadi program rutin, tapi juga budaya baru: budaya sayang pada orang tua yang hidup di setiap hati warganya.

Kisah Pilu di Balik Gerobak Baso: Pedagang Cabul Ditangkap

Pedagang Baso Cabul
Foto: Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu didampingi Kasat Reskrim Polres Subang AKP Bagus Panuntun saat memperlihatkan pelaku dan barang bukti kasus pencabulan di Mapolres Subang, pada Jumat (23/05/2025). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU

Sebuah kabar mengejutkan mengguncang Subang. Seorang pedagang baso keliling, S alias T (53), diringkus polisi. Ia terduga melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, NK (17). Kasus ini sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu, bersama Kasat Reskrim AKP Bagus Panuntun, menjelaskan kronologi kejadian. Semuanya bermula pada Kamis siang, 15 Mei 2025, saat korban membeli baso dari pelaku.

Modus licik sang pedagang terbongkar. Pelaku mengiming-imingi baso gratis. Kesempatan itu ia gunakan untuk mencabuli korban. Aksi bejat ini bahkan terekam video oleh saksi dari dalam rumah.

Saksi segera melaporkan kejadian tragis ini kepada orang tua korban. Tanpa buang waktu, orang tua korban melapor ke polisi. Unit PPA Satreskrim Polres Subang bergerak cepat, berhasil membekuk pelaku.

Pengakuan mengejutkan datang dari pelaku. Ia ternyata sudah dua kali melakukan pencabulan terhadap korban sebelumnya. Jadi, total ada tiga kali perbuatan tercela ini. Kini, S alias T telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Ia mendekam di Rutan Mapolres Subang.

Akibat perbuatannya, S alias T akan menghadapi jeratan hukum. Ia terjerat Undang-Undang Perlindungan Anak. Ancaman pidananya tidak main-main. Paling singkat lima tahun, paling lama lima belas tahun penjara.

Denda maksimal Rp 5 miliar siap menanti.

Milangkala Kasomalang ke-17: Semangat Ngabret Subang dari Lapangan ke Layanan Digital

Milangkala Kecamatan Kasomalang ke-17
Foto : Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, BR, S.IP., menghadiri Milangkala Kecamatan Kasomalang ke-17 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Kamis (22/5/2025). (dok.Prokopim Pemkab Subang).

Subang – Kecamatan Kasomalang genap berusia 17 tahun. Peringatan hari jadi kali ini digelar meriah di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, pada Kamis (22/5/2025). Hadir langsung dalam perayaan ini Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, atau yang akrab disapa Kang Rey.

Mengusung tema “Ngamumule Budaya Karuhun, Ngajaga Sauyunan, Ngawangun Jatidiri Pikeun Ngawujudkeun Kasomalang Gandang, Subang Ngabret, Jawa Barat Istimewa,” perayaan ini menjadi momen istimewa yang menyatukan refleksi sejarah dan semangat membangun masa depan.

Plt. Camat Kasomalang, Ruswanda, menyampaikan rasa syukurnya atas perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna. “Ini tasyakur binni’mah. Rangkaian acara menjadi cermin untuk bergerak menuju Kasomalang yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kang Rey mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kasomalang. Ia menyebut usia 17 tahun sebagai masa peralihan menuju kedewasaan, simbol dari semangat untuk terus bertumbuh dan mensejahterakan warga.

Ia juga mengapresiasi tema milangkala yang menurutnya mencerminkan kekompakan warga Kasomalang dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Subang.

Lebih jauh, Kang Rey menyerukan semangat kolaborasi. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk saling bahu membahu demi mewujudkan cita-cita bersama menuju Subang yang lebih baik.

Di hadapan masyarakat, Kang Rey juga memaparkan rencana pembangunan infrastruktur jalan yang akan menjadi prioritas di masa awal kepemimpinannya. Pembangunan ini ditargetkan berlangsung masif dalam dua tahun pertama.

Tak hanya infrastruktur, Kang Rey turut memperkenalkan terobosan digital bernama SmartDigi. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang ke pusat kota. “Cukup lewat HP, daftar, lalu ambil hasilnya di kantor kecamatan,” jelasnya.

Sebagai penutup, Kang Rey menegaskan tekadnya untuk terus “Ngabret”—bergerak cepat. Ia berharap langkah cepat pemerintah bisa menjadi jembatan menuju Subang yang lebih maju dan sejahtera.

Acara milangkala ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur. Dilanjutkan dengan tabligh akbar yang menghadirkan KH. Sobarudin sebagai penceramah. Sejumlah tokoh dan pejabat daerah turut hadir meramaikan suasana, menandai semangat kolektif untuk terus membangun.

DAHANA dan Baintelkam Polri Bersinergi: Bangun Kompetensi Penanganan Bahan Peledak

Pelatihan bahan peledak DAHANA

Subang – PT DAHANA kembali menunjukkan kiprahnya sebagai pionir dalam industri bahan peledak Indonesia. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut menerima kunjungan lapangan dari Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri dalam rangka Pelatihan Pengelolaan dan Penanganan Bahan Peledak Komersial.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus DAHANA, Subang, Jawa Barat, pada Kamis, 22 Mei 2025 ini diikuti lebih dari 200 peserta. Kehadiran mereka disambut langsung oleh GM K3L DAHANA, Sudirjo Heru, dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Sudirjo menyampaikan bahwa DAHANA siap mendukung peningkatan kompetensi peserta dalam mengelola bahan peledak secara aman dan profesional. “Kami terbuka untuk berbagi pengetahuan, demi memastikan bahan peledak ditangani dengan benar, mengutamakan keselamatan dan keamanan,” ujarnya.

DAHANA dikenal luas berkat konsep Total Explosive Solutions. Layanannya mencakup seluruh siklus bahan peledak: dari produksi, perizinan, hingga pemusnahan. Semua itu dioperasikan secara terintegrasi di sektor tambang, kuari, konstruksi, migas, hingga pertahanan.

Produk DAHANA telah terbukti presisi dan aman, menjadikannya pilihan utama para pelaku industri di dalam dan luar negeri. Harga yang kompetitif serta keandalan produk menjadi keunggulan tersendiri.

Kasubdit 2 Ditkamneg Baintelkam, Kombes Pol Decky Hendarsono, menyampaikan apresiasi tinggi atas profesionalisme DAHANA. Ia menilai perusahaan ini sebagai contoh unggulan industri bahan peledak nasional yang berdikari.

Decky berharap para peserta memanfaatkan kunjungan ini untuk menggali wawasan teknis dari para ahli DAHANA. “Kami senang bisa berkolaborasi. Harapannya, pengetahuan yang didapat dapat memperkuat pemahaman dalam menangani bahan peledak secara tepat dan aman,” tuturnya.

Recent Posts