Beranda blog Halaman 1066

Ini Spesifikasi dan Faktor-X yang Bikin POCO X5 5G

darikirikekananBangFayadEsportsCoachAndiRenrengHeadofMarketingPOCOIndonesiaEvosStreetEsportsProPlayerJeksenProductMarketingManagerPOCOIndonesia_copy_800x533-1.jpg

review1st.com – Asyik! POCO X5 5G dipastikan bakal dirilis di Indonesia pada 21 Februari 2023. Meneruskan eksistensi POCO X Series di Tanah Air, kali ini lewat POCO X5 5G, POCO, sebagai lifestyle trendsetter technology brand, mengajak anak muda, terutama Gen-Z, serta orang-orang yang berjiwa muda buat melakukan sesuatu dengan penuh rasa excitement!

Andi Renreng, Head of Marketing POCO Indonesia, mengonfirmasi, “Betul, POCO mengawali tahun 2023 dengan bikin dobrakan yang #XcitingAsAlways melalui kehadiran POCO X5 5G, yang akan dirilis pada tanggal 21 Februari 2023 di Indonesia di harga tiga jutaan saja.”

Ia melanjutkan, “Dengan performa ekstrem harga ekstrem, POCO X5 5G ngasih kesempatan seluas-luasnya kepada anak muda buat melakukan kegiatannya dengan excited. Soalnya, excitement bisa bikin apa pun yang kita lakukan jadi lebih maksimal!”

Nah, rasa excitement akan dihadirkan oleh POCO X5 5G karena smartphone ini punya Faktor X yang bisa bikin kegiatan kita makin fun, makin oke. Penasaran sama Faktor X tersebut? Kayak yang kita semua sudah tahu, DNA POCO mengandung performa ekstrem sebagai syarat yang nggak bisa dikompromikan.

POCO X5 5G bisa ngasih performa yang paling ekstrem di kelasnya, sehingga semua kegiatan dari menikmati hiburan sampai gaming sanggup dilibas dengan sempurna. Tentunya ini nggak bisa lepas dari dapur pacu POCO X5 5G, yakni Snapdragon 695 5G.

“Pastinya sudah nggak asing lagi, dong, dengan Snapdragon 695 5G,” ujar Andi. “Sampai hari ini, chipset ini merupakan salah satu chipset 5G terbaik di kelasnya. Performa dan kestabilannya berani diadu.”

Spesifikasi POCO X5 5G

POCO X5 5G memiliki layar FHD+ AMOLED DotDisplay 6,67 inci beresolusi 2400×1080, refresh rate hingga 120Hz, touch sampling rate hingga 240Hz, brightness 700 nits (HBM) dan 1.200 nits (peak), contrast ratio 4,500,000:1, DCI-P3 wide color gamut, dan dilindungi oleh Corning® Gorilla® Glass 3.

Dapur pacunya ditenagai oleh chipset Snapdragon® 695 5G yang dibangun di atas proses manufaktur TSMC 6nm, dengan CPU octa-core hingga 2.2GHz, GPU Qualcomm® Adreno™ 619, dipasangkan dengan konfigurasi RAM LPDDR4X + storage UFS 2.2 sebesar 6GB + 128GB dan 8GB + 256GB. Storage-nya bisa ditambah hingga 1TB.

“Yang pasti dengan POCO X5 5G yang ditenagai Snapdragon 695 5G, kamu bakal bisa merasakan pengalaman bermain yang exciting banget! Makanya, kawal terus perkembangan seputar POCO X5 5G sampai tanggal peluncurannya buat tahu lebih detail lagi, termasuk harganya yang pastinya ekstrem,” pungkas Andi.

Kamu bisa memantau perkembangan seputar POCO X5 5G melalui akun resmi POCO Indonesia di Instagram, Twitter, dan Facebook, atau kunjungi www.po.co.id, akun Authorized Mi Shop di Instagram, maupun lewat berita-berita teknologi terkini. Pokoknya bakal #XcitingAsAlways!

Kyndryl Temukan Hanya 7% Organisasi di ASEAN Fokus Bangun Data dan Fondasi AI Yang Tepat Untuk Bisnis Mereka

NetworkEdge_Image_800x457.jpeg

review1st.com – Kyndryl, penyedia layanan infrastruktur TI terbesar di dunia, baru-baru ini meluncurkan laporan, “5 Wawasan (Insights) untuk Membantu Organisasi Membangun AI Terukur”, bekerja sama dengan firma riset teknologi dan konsultasi, Ecosystm.

Laporan tersebut berasal dari masukan lima ratus pemimpin C-Level di seluruh ASEAN, yang bertujuan untuk mengatasi tantangan data dan AI yang dihadapi oleh organisasi di ASEAN, dan memberikan rekomendasi bagi mereka untuk membangun strategi terukur yang memberikan dampak nyata pada bisnis.

Setiap organisasi yang sukses saat ini telah menerapkan transformasi digital dengan menghadirkan data dan AI sebagai intinya. Namun, ASEAN melihat beberapa tantangan umum yang telah mengganggu efektivitas implementasi solusi data dan AI.

Hasil studi menemukan bahwa 48% partisipan riset kerap kali menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan solusi AI dengan sistem yang ada, 38% saat mengumpulkan data dari berbagai sumber internal, dan 34% kesulitan dengan kualitas data.

Berdasarkan hasil studi, laporan penelitian menawarkan beberapa wawasan penting untuk memandu organisasi saat mereka membangun AI yang terukur, seperti berikut:

  1. Akses Data Jadi Rintangan Utama

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa tingkat kematangan adopsi data dan AI di seluruh ASEAN bervariasi, dan hanya 7% partisipan riset yang fokus untuk membangun fondasi data dan AI yang tepat.

Wawasan sebenarnya hanya dapat diperoleh dari kumpulan data yang konsisten dan lengkap yang tidak memiliki celah data.

Membangun kumpulan data tersebut memerlukan kondisi utama seperti fokus pada data yang bersih dan tepercaya, strategi interoperabilitas data, dan pembuatan data sintetik untuk menjembatani kesenjangan data.

  1. Organisasi Butuh Kreativitas Data

Organisasi yang mengutamakan data memperoleh nilai lebih dari investasi data dan AI mereka di seluruh organisasi, dan organisasi di ASEAN mengakui hal itu.

Selama dua tahun ke depan dari 2023 hingga 2024, 77% peserta akan meningkatkan penggunaan solusi AI dan data untuk pengalaman pelanggan lebih baik, 75% untuk sumber daya manusia, dan 72% untuk pemasaran.

Pengembalian investasi akan diukur secara finansial oleh pihak internal seperti peningkatan margin keuntungan, optimalisasi biaya, pengurangan biaya operasional, dan sebagainya – di semua lini bisnis, termasuk TI.

Ini akan membantu mengidentifikasi dan memprioritaskan sejumlah peluang bisnis untuk data.

  1. Tata Kelola Tidak Dibangun Dalam Organisasi

Menurut laporan tersebut, kurangnya kebijakan internal dan pemahaman yang terbatas tentang risiko (36%) adalah dua tantangan terbesar dari kebijakan tata kelola data yang efektif di ASEAN.

Kebijakan tata kelola data yang dirumuskan oleh organisasi yang mengutamakan data harus mencakup pedoman akuntabilitas dan kepemilikan, peraturan standar, tim penatagunaan data khusus, dan proses reguler untuk evaluasi ulang kebijakan yang dibuat.

  1. Kurangnya Manajemen Siklus Hidup Data Dari Hulu ke Hilir

Sangat penting bagi organisasi untuk memiliki kemampuan observasi, kecerdasan, dan otomatisasi yang dibangun ke dalam seluruh siklus hidup data.

Membangun infrastruktur data yang siap untuk kebutuhan saat ini tetapi mungkin tidak dapat mendukung kebutuhan bisnis di masa mendatang karena data terus berkembang jauh–menunjukkan pandangan yang tidak jelas.

Di sisi lain, organisasi yang futureproof mempercepat dan menyederhanakan akses ke aset data di seluruh bisnis dengan Data Fabric

Metadata yang dihasilkan oleh Data Fabric akan mencakup data bisnis, teknis, dan operasional, yang dapat menghasilkan wawasan untuk keseluruhan bisnis jika dikelola dengan cerdas.

  1. Demokratisasi Data dan AI Harus Menjadi Tujuan

Nilai sebenarnya dari solusi data dan AI akan terwujud sepenuhnya ketika orang yang mendapat manfaat dari solusi tersebut adalah pengguna sebenarnya yang mengelola solusi dan menjalankan query.

Namun, hanya 10% organisasi di ASEAN memiliki tim bisnis yang mengelola atau memelihara solusi AI.

Membangun AI yang terukur akan mengharuskan organisasi untuk memberdayakan ilmuwan data melalui pelatihan, dan akses ke alat ramah pengguna yang membantu mereka mengumpulkan informasi yang tepat untuk wawasan yang tepat dan menjadikan keputusan berdasarkan data sebagai norma bagi bisnis.

“Para eksekutif di kawasan ASEAN memahami bahwa data adalah dasar dari perjalanan inovasi dan transformasi mereka. Namun, membangun dan menerapkan strategi data holistik tidaklah mudah dan kami melihat tantangan umum seputar integrasi data, kualitas, dan tata kelola” kata Ullrich Loeffler, CEO Ecosystm.

“Kepercayaan pada data dan model AI selanjutnya sangat penting untuk benar-benar merangkul DNA yang digerakkan oleh data di seluruh organisasi dan kepercayaan pada lapisan data ini hilang di sebagian besar organisasi saat ini.”

“Inisiatif data dan AI di seluruh organisasi di ASEAN melonjak saat mereka berupaya mendorong pertumbuhan, transformasi, dan agenda keberlanjutan.

Pemimpin TI dan bisnis melihat potensi dalam memanfaatkan Data dan AI untuk membuka wawasan real-time dan memberikan ketangkasan yang diperlukan untuk berhasil di pasar yang kompetitif dan bergejolak saat ini,” kata Sean Lee, Managing Director, Kyndryl Indonesia.

“Untuk benar-benar memulai perjalanan transformasi mereka, organisasi membutuhkan ekosistem manajemen data yang kuat sebagai fondasinya.

“Keahlian Kyndryl yang mendalam dalam Manajemen Data dan AI dapat membantu mereka mencapai hal ini – dimulai dengan konsultasi hingga pelaksanaan dan pengelolaan berkelanjutan lanskap data mereka.”

Sempat Lumpuh Total, Jalan di Desa Mekarbuana Ciamis Kembali Normal

Sempat-Lumpuh-Total-Jalan-di-Desa-Mekarbuana-Ciamis-Kembali-Normal.jpg

harapanrakyat.com,- Sempat lumpuh total akibat longsor, akses jalan di Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Ciamis, Jawa Barat kini kembali normal.

Kendati demikian, roda empat belum bisa melalui jalur tersebut karena kontur tanah masih labil.

Jalan yang sebelumnya lumpuh total itu, tepatnya berada di Blok Cikubang, Lingkungan Sinagar, Dusun Kelapa mengalami longsor pada Minggu (8/1/2023).

Kaur Ekonomi dan Pembangunan Desa Mekarbuana, Anda Lesmana mengatakan, akses jalan penghubung antar dusun tersebut kini sudah kembali normal, meskipun baru kendaraan roda dua yang bisa melewatinya.

“Berkat partisipasi dan gotong royong masyarakat serta dukungan semua pihak, Alhamdulillah jalan sudah bisa dilewati kendaraan roda dua,” kata Anda kepada harapanrakyat.com, selasa (14/2/2023).

Baca Juga : Ruas Jalan di Desa Mekarbuana Ciamis Alami Longsor, Warga Tak Bisa Beraktivitas

Namun, meski kendaraan roda dua sudah bisa melewatinya, para pengendara harus tetap waspada dan berhati-hati, terlebih ketika hujan deras.

“Selain kontur tanahnya yang masih labil, tidak menutup kemungkinan terjadi longsor susulan,” ujarnya.

Sebab, pihak desa serta masyarakat baru melakukan perbaikan pada bagian tebing dan menimbun lokasi longsor.

Selain itu, menurut Anda, jika hujan deras terjadi jalan menjadi licin karena pihaknya belum melakukan pengerasan jalan.

“Ya, pengendara motor harus ekstra hati-hati dan alangkah baiknya kalau sedang hujan memilih jalan alternatif lain,” jelasnya.

Baca Juga : Sempat Tertimbun Longsor, Jalan Penghubung di Cidolog Ciamis Kini Bisa Dilalui Lagi

Anda berharap, bisa melakukan perbaikan akses jalan dan proteksi tebing secara permanen supaya terhindar dari bencana longsor.

“Jadi, masyarakat dan pengguna jalan bisa merasa aman dan nyaman jika melewati jalur tersebut,” ungkapnya.

Sebab, selagi jalan yang sempat lumpuh total itu tidak mendapat perbaikan dan tidak dengan proteksi tebing yang representatif, pengguna jalan akan tetap khawatir.

“Para pengguna jalan akan tetap merasa cemas dan takut tiba-tiba terjadi longsor susulan.” Pungkasnya. (Edji/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Sensasi Kolam Ombak TeeJay Waterpark Tasikmalaya Serasa di Pantai

IMG_20230214_233549_NubbpVUq1d_CSK6qZOS02.jpeg

harapanrakyat.com,- Kolam ombak menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung TeeJay Waterpark, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pengunjung dapat merasakan sensasi ombak serasa berada di pantai.

Tempat wisata TeeJay Waterpark berada di Komplek Asia Plaza Jalan KHZ Mustofa Kota Tasikmalaya. Selain menyediakan wahana wisata ombak dadakan juga terdapat seluncuran yang ketinggiannya ratusan meter. Di wahan air tersebut juga terdapat kolam arus dan kolam anak.

“Saya datang ke kolam TeeJay Waterpark lebih tertarik dengan ombak dadaknya pak, jadi sensasinya itu lebih kaya susasana pantai. Meski pun ombak kolam ini datangnya beberapa jam sekali, namun ada ombak,” kata Yusi Yusnia, pengunjung asal Ciamis, Selasa (14/2/2023).

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, berkesempatan mengunjungi TeeJay Waterpark. Kunjungan itu dalam rangka memenuhi undangan pihak TeeJay yang saat ini ulang tahun ke 12.

Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana mendorong para pengusaha bidang wisata untuk terus membuat inovasi.

Baca Juga: Sawah Geulis Tasikmalaya, Wisata Persawahan yang Cantik

“Tidak hanya pada wahana wisata air saja, namun destinasi wisata lainnya. Harapannya mampu mendatangkan pengunjung dari luar Tasikmalaya,” ucapnya.

Pengusaha wisata harus bisa memberikan kepuasan kepada pengunjung. Menjadikan destinasi wisata yang kekinian dan edukatif.

“Pokonya pengunjung adalah raja di tempat berwisata di Kota Tasikmalaya. Intinya ciptakan destinasi wisata yang nyaman dan ramah,” ucapnya.

Sementara itu, Diki Sutedja, Chief Operational Teejay Waterpark, mengapresiasi atas usulan Porabudpar Kota Tasikmalaya guna meningkatkan kunjungan. Terutama mampu untuk menarik pengunjung dari luar Tasikmalaya.

Usulan itu tentunya sejalan dengan program TeeJay. Menurutnya, selama ini pengunjung yang datang ke TeeJay Waterpark tidak hanya dari Tasikmalaya, namun juga wilayah Priangan Timur, Jawa Barat hingga Jabodetabek.

“Pada event ulang tahun ke 12 ini, kami memberikan harga diskon 50 persen bagi pengunjung. Gratis masuk bagi pengunjung yang ulang tahun tanggal 12 Februari,” jelasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Pemotor Tewas di Tempat Usai Menabrak Pohon di Jalan Swaka Kota Tasikmalaya

Pemotor-Tewas-di-Tempat-Usai-Menabrak-Pohon-di-Jalan-Swaka-Kota-Tasikmalaya.jpg

harapanrakyat.com,- Seorang pemotor tewas di tempat setelah menabrak pohon di Jalan Swaka, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat pada Selasa (14/2/2023) sore.

Warga yang melihat kejadian menduga, pengendara motor tersebut menabrak pohon setelah menghindari mobil yang berada di depanya.

Saksi mata, Dadan mengatakan, awalnya korban yang mengendarai motor Yamaha R datang dari arah Cisumur menuju ke Bundaran Baypas dengan kecepatan tinggi.

Setibanya di lokasi kecelakaan, pengendara motor tersebut menghindari mobil di depannya sehingga oleng ke kiri dan menabrak pohon.

Kemudian, korban bersama motornya terbanting beberapa meter dari titik awal menabrak pohon.

“Pemotor satu orang meninggal di tempat, Ia mendarat dengan posisi tengkurap. Motornya ringsek pada bagian depan,” ungkap Dadan di lokasi kejadian, Selasa (14/2/2023) sore.

Baca Juga : Minibus Belok Mendadak, Pengemudi Ojol Tewas Terlindas Truk di Kota Bekasi

Dadan menduga mobil di depan pengendara motor tersebut ngerem mendadak. Sebab, menurutnya, kejadian mobil ngerem mendadak sering terjadi di jalan tersebut.

“Gak tau mobil di depannya ngerem mendadak atau gimana yah. Korban dan motornya sampai kebanting jauh beberapa meter, di pohon pun ada bekasnya,” ujarnya.

Sementara itu, Indra, satpam yang berada di seberang jalan lokasi kejadian membenarkan, korban menghindari mobil sebelum menabrak pohon.

Setelah terbanting, posisi korban berada di belakang motor. Ia pun sempat mengecek pengendara tersebut.

“Korban pas saya cek masih ada detak urat nadinya, selang beberapa menit meningga dunia,” pungkasnya.

Pasca kejadian, polisi datang untuk mengevakuasi korban ke kamar Jenazah RSUD dr Soekardjo dan memintai keterangan saksi.

Pemotor yang tewas setelah menabrak pohon tersebut diketahui bernama Demas Warga Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. (Apip/R12/HR-Online/Editor-Rizki)

Polres Subang Gelar Bakti Sosial Donor Darah, PMI Berikan Apresiasi

IMG_20230214_220642.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUBANG – Jajaran Polres Subang melaksanakan bakti sosial donor darah di Unit Trasfusi Darah (UTD) PMI Kabupataen Subang di Jalan KS Tubun, Kelurahan Karanganyar, Subang pada Selasa(14/2/2023).

Diacara bakti sosial tersebut jajaran Polres Subang mengambil kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Gedung UTD PMI Kabupaten Subang dengan menyumbangkan darah sebayak 82 labu darah yang sebelumnya terdaftar hingga jam 12.00 WIB mencapai 86 orang.

Namun setelah diseleksi dan diperiksa oleh tim medis petugas dari PMI dan Dokes Polres Subang hanya mendapatkan sebanyak 82 orang yang menyumbangkan darahnya, sehingga sebanyak 4 orang ditolak karena tensi dan HB tinggi atau rendah.

Dikatakan Ketua PMI Kabupaten Subang, H. Komir Bastaman, melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Subang, Dally Kardilan, mengucapkan rasa terimaksihnnya kepada jajaran Polres Subang yang selalu rutin melaksanakan kegiatan donor darah, baik dalam peringatan hari ulang tahun maupun kegiatan bakti sosial lainnya. Apalagi di Kabupaten Subang, kebutuhan akan transfusi darah seringkali kekurangan.

“Ya, terima kasih kepada jajaran Polres Subang yang mana telah membantu PMI Kabupaten Subang, Khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan akan darah. Salah satu diantaranya untuk memenuhi kebutuhan pasien thlasemi yang jumlahnya mencapai lebih dari 100 orang dan mereka rutin ditransfusi,” ucapnya.

Lebih lanjut Dally menjelaskan bahwa hasil kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh jajaran Polres Subang menghasilkan darah dari jajaran Polres Subang sebanyak 82 labu yang diterima oleh PMI Kabupaten Subang, sedangkan untuk golongan diantaranya golongan darah A sebanyak 17 labu, darah B 31 labu, darah O 25 labu dan golongan darah AB sebanyak 9 labu.

“Mudah-mudahan darah ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkannya dan juga menjadi amal bagi pendonornya,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Subang, AKBP. Sumarni S.Ik, S.H, M.H, mengatakan bahwa, kegiatan Donor Darah ini salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh individu maupun yang dikoordinir oleh Dokkes, yang saat ini Polres Subang bekerjasama dengan PMI dan di Pusatkan di markas PMI Subang.

“Jadi wajar kalau jumlah yang mendaftar dan datang ke PMI di bawah 200 orang, akan berbeda dengan di laksanakan di Makopolres,” ujar Kapolres Subang.

Sebagaimana diketahui berdonor darah selain penting bagi kesehatan pribadi kita masing-masing, karena dapat diketahui kondisi darah, baik berpenyakit ataupun tidak.

“Selain itu juga donor darah merupakan amal ibadah, Sodakoh melalui darah yang kita donorkan bagi warga atau pasien yang membutuhkannya. Sebagaimanan slogan ‘Setetes Darah Dapat Menolong Nyawa,” pungkasnya.

Pasca Ungkap Kasus SPK Fiktif Dinkes Sukabumi, Kasi Pidsus Kejari Rencana Akan Dimutasi

IMG_20230214_215509.jpg

MEDIAJABAR.COM, SUKABUMI – Pasca pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Surat Perintah Kerja (SPK) fikitif pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Ratno Timur Habeahan Pasaribu rencananya akan dipindah tugaskan ke luar daerah Sukabumi.

Untuk mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, salah satu LSM dari Baladhika Adhyaksa Nusantara Sukabumi, langsung memasang spanduk di pagar Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, tepatnya di ruas Jalan Raya Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Ketua DPC Baladhika Adhyaksa Nusantara Sukabumi, Ade Zaelani SH mengatakan, pemasangan bander tersebut, sengaja dilakukan LSM Baladhika Adhyaksa yang bertuliskan Keluarga Besar
Baladhika Adhyaksa Nusantara Sukabumi Selamat Bertugas di Tempat Baru Jaksa Ranto Kami Ucapkan Terimakasih Atas Dedikasi dan Ketegasannya Dalam Mengungkap Dugaan Kasus SPK Fiktif Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

“Bander ini, kami pasang. Karena, saya melihat hanya sebagai prestasi. Apalagi, institusi kejaksaan yang sudah mampu mengungkap kasus besar di 2023 ini, dibawah kepemimpinan Pak Siju yang sangat akuntable dan cepat dalam merespon aduan dari masyarakat. Apalagi, khususnya dalam tindak pidana korupsi,” kata Ade, Selasa (14/02/2023).

Untuk itu, LSM Baladhika Adhyaksa Nusantara yang merupakan LSM Pelapdu kasus SPK fiktif Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yang menelan kerugian mencapai sekitar Rp37 Miliyar tersebut, patung diacungi jempol. Karena, di zaman Ranto menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, ia bisa mengungkap kasus yang besar. Yaitu kasus SPK Fiktif pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yang ditahun-tahun sebelumnya sempat menjadi polemik yang susah diungkap.

“Namun, karena pengalaman yang mumpuni dari beliau, akhirnya beliau mampu mengungkap kasus tersebut dengan cara tegas sampai kemarin ada penetapan 3 tersangka,” tandasnya.

Pihaknya menambahkan, setelah nanti Ratno akan meninggalkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi dan pindah ke tempat baru, diharapkan ia bisa selalu menegakan keadilan dimana pun dan bisa bekerja sesuai dengan tufoksinya. Bukan hanya itu, keberhasilan pengungkapan SPK fiktif ini, bisa didengar Jaksa Agung dan bisa mempromosikan Ratno ketingkat yang lebih tinggi.

“Karena hari ini sedang menjabat sebagai kasi Pidsus saja, sudah menuai prestasi. Apalagi, kedepannya ketika dingkat lagi ke struktur yang lebih tinggi, pasti menuai prestasi yang gemilang. Kami berharap Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi kedepannya, akan terus berkolaborasi dan bermitra dengan LSM Baladhika Adhyaksa dan masyarakat di Kabupaten Sukabumi, dalam membuat eksistensi dalam mencegah tindak pidana korupsi,” bebernya.

Sementara itu, ketika sejumlah awak media
hendak minta statmen terkait pemasangan bander dan informasi rencana pemindahan tugas ke daerah luar Sukabumi, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Ratno Timur Habeahan Pasaribu, enggan memberikan komentar apapun.

“Nggak a. Maaf gak bisa ngasih statmen buat berita,” singkat Ranto. (Eka Lesmana)

JPU Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kasus Pembunuhan di Lembang Bandung Barat

sidang-pembunuhan.jpeg

harapanrakyat.com,- Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa Henry Hernando yang membunuh Letkol (Purn) Muhammad Mubin, dengan hukuman mati. Jaksa menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah sengaja dan merencanakan pembunuhan kepada korban.

Sebagai informasi sebelumnya, tim gabungan Polda Jawa Barat dan Reskrim Polres Cimahi mengungkap kasus pembunuhan seorang purnawirawan TNI AD, Muhammad Mubin (63). Korban sudah meninggal di dalam mobil dengan sejumlah tusukan pisau.

Kejadian itu terjadi di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada pertengahan Agustus 2022 silam.

Baca Juga : Hakim PN Bale Bandung Vonis Bebas Mantan Ketua DPRD Jabar

“Menuntut terdakwa dengan hukuman pidana mati,” ungkap JPU Sugeng Sumarno, saat pembacaan nota tuntutan di PN Bale Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/2/2023).

Tuntutan JPU tersebut tertuang dalam pasal yang menjerat terdakwa yakni pasal 340 KUHP dalam dakwaan primer.

Jaksa menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan merencanakan menghilangkan nyawa korban. Terdakwa telahmenyiapkan senjata tajam untuk menghabisi korban.

“Terdakwa dengan sengaja dan dengan rencana dahulu menghilangkan nyawa orang lain, sebagaimana dalam dakwaan primer pasal 340 KUHP,” tutur Sugeng.

Alasan JPU Tuntut Hukuman Mati Terdakwa

Menurut Kepala Seksi Intelejen Kejari Kabupaten Bandung, Mumuh Ardiyansyah, hal yang memberatkan terdakwa, di antaranya pembunuhan sangat keji dengan 18 tusukan dalam 13 detik.

“Hal yang memberatkan bagi terdakwa yaitu tindakan terdakwa tergolong sadis dengan menusuk korban sebanyak 18 tusukan dalam waktu 13 detik,” ungkap Mumuh.

Selain itu, kata Mumuh, perbuatan terdakwa juga dilakukan di hadapan anak di bawah umur. Akibatnya, anak tersebut mengalami trauma berat.

Baca Juga : Peternak di Jabar Perlu Waspadai Muncul Kasus Penyakit Hewan Ternak LSD

“Selain itu, terdakwa juga berbelit-belit dalam memberikan keterangannya saat di persidangan,” ungkap Mumuh.

Sementara itu, salah satu rekan korban Letjen TNI Purn Yayat Sudrajat yang hadir di persidangan mengatakan, ia mengaku senang dengan tuntutan JPU dalam persidangan tersebut.

“Alhamdulillah, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Kami berharap pada sidang putusan nanti, majelis hakim dapat mengabulkan tuntutan JPU,” katanya.

Persidanga kasus pembunuhan ini pun akan kembali dilanjutkan pada Selasa (21/2/2023) pekan depan dengan agenda nota pembelaan terdakwa. (Ecep/R13/HR-Online)

Bayar PBB di Desa Kujangsari Banjar Bisa Pakai Sampah

IMG_20230214_211405_G68QnMm47h_Mq9dooxz2z.jpeg

harapanrakyat.com,- Pemerintah Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, membuat terobosan baru pengelolaan sampah lingkungan. Yakni dengan membentuk pengelolaan bank sampah. Warganya pun kini bisa membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) dari hasil sampah yang jadi uang tabungan.

Kepala Desa Kujangsari Ahmad Mujahid Yoga mengatakan, inovasi pemberdayaan masyarakat melalui program bank sampah tersebut sudah berjalan sekitar dua bulan tepatnya Desember tahun 2022.

Bank sampah tersebut dibentuk oleh kelompok warga yang ada di setiap masing-masing lingkungan RT. Anggota kelompok yang terlibat dalam pengelolaan bank sampah kebanyakan merupakan ibu rumah tangga.

Saat ini, sudah terbentuk sebanyak lima kelompok pengelola bank sampah. Sekarang sudah dalam proses berjalan dan tahap pengembangan.

“Sampai saat ini sudah ada lima kelompok yang membentuk bank sampah untuk pengelolaan sampah lingkungan,” kata Ahmad Mujahid kepada harapanrakyat.com, Selasa (14/2/2023).

Baca Juga: Peminat Buku Digital di Kota Banjar Rendah, Kok Bisa?

Lanjutnya menjelaskan, dalam sistem pengelolaan bank sampah tersebut warga yang memiliki sampah non organik dan memiliki nilai jual dikumpulkan. Kemudian membawa sampah itu ke kelompoknya masing-masing yang sudah terbentuk.

Bank sampah kemudian akan membeli sampah dari warga tersebut sesuai dengan harga jual. Setelah itu uang hasil penjualan itu akan masuk dalam buku tabungan.

“Sementara ini sampah yang masuk pengelolaan baru sebatas sampah non organik. Teknisnya mudah, tinggal bWa ke kelompok nanti akan menimbang barangnya lalu transaksi,” terang Mujahid.

Hasil uang transaksi penjualan sampah yang terkumpul melalui pengelolaan bank sampah dan dalam buku tabungan tersebut sepenuhnya menjadi milik warga.

Warga bisa memanfaatkan hasil penjualan yang ada dalam buku tabungan tersebut seperti pembayaran pajak bumi dan bangunan atau PBB-P2. Bisa juga untuk keperluan yang lainnya.

“Uang tabungan dari bank sampah tersebut bisa untuk bayar PBB. Selebihnya masuk nanti bisa mereka ambil karena itu haknya. Jadi masuknya itu dalam bentuk tabungan,” katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Peternak di Jabar Perlu Waspadai Muncul Kasus Penyakit Hewan Ternak LSD

sapi.jpg

harapanrakyat.com,- Peternak di Jawa Barat perlu mewaspadai munculnya sebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak terutama sapi.

Penyakit hewan ternak ini merupakan penyakit kulit pada hewan dan bukan termasuk penyakit mematikan.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Supriyanto mengatakan, penyakit hewan ternak tersebut, kini sudah masuk di Jawa Barat.

Menurutnya, meski bukan termasuk penyakit mematikan bagi hewan ternak, namun penyakit pada hewan ternak ini dapat merusak estetika sapi.

Baca Juga : Jumlah Kasus PMK di Jawa Barat Turun Signifikan

Gejalanya, kata Supriyanto, benjolan-benjolan lunak akan memenuhi seluruh tubuh hewan ternak yang terjangkit. Media penularan penyakit ternak LSD ini, kata ia, yaitu melalui serangga.

“Jadi penyakit ini (LSD) relatif tidak mematikan, tapi merusak estetika. Seperti cacar pada manusia karena virusnya masih sejenis dengan cacar,” ungkapnya di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/2/2023).

Ia menjelaskan, selain menimbulkan benjolan, tubuh hewan yang terjangkit LSD ini juga akan mengalami peningkatan suhu hingga mencapai 41 derajat Celcius. Peningkatan suhu tersebut, kata Supriyanto, juga teralami hewan ternak yang terkena penyakit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).

“Akan tetapi, (penyakit LSD) selain peningkatan suhu ini juga ada benjolan-benjolan pada kulit dan sifatnya menyebar. Nantinya benjolan itu akan pecah seperti cacar pada manusia,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada pemilik hewan ternak, kembali meningkat perawatan hingga kebersihan kandang. Upaya tersebut, sebagai langkah antisipasi dan pencegahan penyakit tersebut.

Baca Juga : Profil Lucky Hakim, Aktor yang Mundur dari Wakil Bupati Indramayu

“Sebelumnya dalam sehari itu dua kali membersihkan kandang, sekarang harus sehari tiga kali. Karena keberadaan semacam lalat dan nyamuk itu, menjadi faktor utama,” katanya.

Segera Lapor Jika Temukan Kasus Penyakit Hewan LSD di Lapangan

Pihaknya juga berharap kepada masyarakat, untuk segera melapor jika menemukan adanya hewan ternak yang terjangkit penyakit LSD tersebut.

“Peternak harus meningkatkan kembali perawatan hewannya, dan kalau menemukan kasus (LSD), harap segera lapor agar kita bisa tindak langsung,” ujarnya.

Sebelumnya, DKPP Jabar sudah mencatat adanya temuan kasus LSD di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat, seperti di Purwakarta dan Pangalengan.

“Catatan secara pastinya belum. Tapi yang jelas kemarin ada di daerah Purwakarta kemudian kemarin di Pangalengan bulan Desember 2022 ada 17 ekor. Itu sudah sembuh karena penyembuhan cepat juga 3 hingga 4 hari,” ucapnya. (Rio/R13/HR-Online/Editor-Ecep)

Recent Posts