Tridjaya Tani resmi menjadi diler tunggal drone pertanian DJI di wilayah Jawa Barat. Selanjutnya, Owner Tridjaya Group, dr. Setiawan Widjaya, mengumumkan status diler tersebut. Pengumuman berlangsung dalam acara Temu Tani.
Tepatnya, acara ini berlokasi di Gardumukti, Tambakdahan, Subang. Waktu pelaksanaannya adalah Senin (21/9/2026). Dengan demikian, penunjukan ini memberikan akses langsung bagi petani lokal ke teknologi mekanisasi udara.
Spesifikasi dan Fitur Utama DJI Agras T-25P
Secara global, DJI Agriculture saat ini mendominasi 90 persen pasar drone. Oleh karena itu, Tridjaya Tani membawa lini produk utama mereka ke Subang. Salah satu model spesifiknya adalah drone seri DJI Agras T-25P.
Faktanya, perangkat ini hadir untuk mengatasi masalah hembusan angin keras. Sebelumnya, petani sering mengeluhkan tanaman padi mereka rebah akibat drone merek lain.
Drone seri DJI Agras T-25P memiliki fitur operasi smart farm. Lebih lanjut, fitur ini bekerja bersama sistem pengaturan sprayer yang presisi. Akibatnya, tugas penyemprotan pestisida dan pemupukan beroperasi secara lebih akurat.
Alat udara ini juga mampu melakukan pengangkutan material curah. Bahkan, batang padi tetap aman tanpa mengalami kerusakan fisik selama bermanuver. Selain itu, kapasitas angkut perangkat ini cukup bervariasi. Pengguna bisa memilih varian kapasitas mulai dari 20 kg hingga maksimal 100 kg.
Solusi Mekanisasi dan Alsintan Lengkap
Tridjaya Tani tidak hanya berfokus pada pemasaran teknologi udara. Sebaliknya, perusahaan ini juga menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara lengkap. Petani bisa menemukan perlengkapan mekanisasi dari sektor hulu hingga hilir.
Contohnya, tersedia traktor tangan (hand tractor) untuk tahapan awal pengolahan tanah. Di samping itu, mereka juga menawarkan mesin pemanen padi (combine harvester). Tentu saja, pendekatan integrasi ini mendukung otomatisasi proses pertanian secara menyeluruh.
Skema Pembiayaan Yarnen untuk Petani
Keterjangkauan alat pertanian modern menjadi fokus utama perusahaan. Oleh sebab itu, Tridjaya Tani menyiapkan berbagai skema pembiayaan yang fleksibel. Petani dapat membeli peralatan secara tunai (cash) maupun melalui kredit. Kemudian, perusahaan menawarkan program pembiayaan unggulan bernama Yarnen.
Istilah Yarnen merupakan singkatan dari kalimat Bayar Panen. Secara teknis, skema ini memungkinkan petani membawa pulang unit mesin terlebih dahulu. Setelah masa panen tiba, petani baru melunasi total pembayaran tersebut.
Mengatasi Krisis Tenaga Kerja Pertanian
Penerapan mekanisasi mesin ini menjawab masalah kelangkaan pekerja buruh tani. Sebab, sektor agrikultur sedang menghadapi tantangan besar terkait regenerasi usia pekerja.
Kepala Desa Sukareja sekaligus petani setempat, Dedet, membenarkan kondisi lapangan tersebut. Dalam hal ini, ia menyoroti minimnya minat pemuda terhadap pekerjaan sektor pertanian.
“Saat ini kita kesulitan mencari orang yang mau kerja di sawah, anak-anak muda sudah tak mau lagi ke sawah,” tutur Dedet.
Oleh karena itu, kehadiran Tridjaya Tani dengan jajaran alsintannya bertindak sebagai solusi nyata. Pada akhirnya, produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Subang dapat terus berjalan.
FAQ (Frequently Asked Questions)
- Kapan Tridjaya Tani resmi ditunjuk sebagai diler drone pertanian DJI? Penunjukan ini diumumkan secara resmi pada acara Temu Tani di Gardumukti, Subang, pada hari Senin (21/9/2026).
- Berapa kapasitas angkut material pada drone DJI Agras T-25P? Drone seri ini menyediakan pilihan kapasitas muatan yang bervariasi mulai dari 20 kg hingga 100 kg.
- Apa itu program pembiayaan Yarnen dari Tridjaya Tani? Yarnen (Bayar Panen) adalah skema kredit yang memungkinkan petani membawa pulang alat pertanian dan melunasi pembayarannya setelah masa panen selesai.








