Beranda Berita Subang Pilkades Serentak Subang 2026: Inovasi Digital di 165 Desa

Pilkades Serentak Subang 2026: Inovasi Digital di 165 Desa

Pilkades Serentak Subang 2026

suarasubang.com — Kabupaten Subang bersiap menggelar Pilkades Serentak Subang 2026 yang melibatkan sebanyak 165 desa dari total 245 desa yang ada. Penyelenggaraan tahun ini tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah kabupaten karena mencakup 28 kecamatan. Selain skalanya yang luas, pemerintah daerah juga memperkenalkan inovasi berupa sistem pemungutan suara digital untuk tiga desa percontohan.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, mengungkapkan bahwa Desa Sukamandijaya menjadi salah satu desa dengan penduduk terbanyak yang menerapkan sistem digital ini. Beliau menyampaikan informasi tersebut saat menghadiri rapat koordinasi persiapan di Ruang Bupati II pada Rabu (1/7/2026). Oleh karena itu, koordinasi yang matang sangat diperlukan untuk memastikan teknologi ini berjalan lancar dan mudah dipahami masyarakat.

BACA JUGA:  Progres Cepat Pembangunan KDKMP Subang: 57 Titik Siap Diresmikan Presiden

Jadwal Lengkap Tahapan Pemilihan

Pemerintah telah menyusun jadwal resmi untuk memastikan kelancaran seluruh proses demokrasi di tingkat desa tersebut. Tahapan awal Pilkades Serentak Subang 2026 rencananya akan dimulai pada 6 Agustus 2026 mendatang. Selanjutnya, hari pemungutan suara dijadwalkan serentak pada 6 Desember 2026 bagi seluruh desa peserta.

Target penetapan kepala desa terpilih diharapkan selesai pada 21 Desember 2026 agar proses transisi kepemimpinan berjalan cepat. Meskipun pemerintah memiliki pengalaman pada tahun 2018, namun tantangan kali ini dianggap berbeda karena adanya unsur digitalisasi. Fokus utama saat ini adalah memberikan pelatihan khusus dan simulasi sistem digital dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi panitia penyelenggara.

BACA JUGA:  Donor Darah Polres Subang Sambut Hari Bhayangkara

Tiga Kunci Kesuksesan Pilkades

Keberhasilan pesta demokrasi ini sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas proses pemilihan. Agus Masykur menekankan tiga poin krusial, yaitu netralitas aparatur pemerintah, jaminan keamanan, dan transparansi sesuai regulasi. Sinergi antara pemerintah daerah dan panitia diharapkan mampu menjawab tantangan teknis selama masa simulasi berlangsung.

BACA JUGA:  Warga Serbu Antrean Pertalite di Subang

Panitia penyelenggara harus menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari. Harapannya, pelaksanaan pemilihan ini dapat berlangsung secara adil, jujur, aman, dan bermartabat bagi seluruh warga. Persiapan yang solid dan transparan akan membuat Pilkades Serentak Subang 2026 menjadi barometer keberhasilan demokrasi tingkat desa di Jawa Barat.