Beranda Berita Subang Warga Serbu Antrean Pertalite di Subang

Warga Serbu Antrean Pertalite di Subang

Antrean Pertalite di Subang

suarasubang.com – Kenaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 memicu antrean Pertalite di Subang yang mengular. Fenomena ini terpantau ramai di sejumlah SPBU sepanjang Jalur Provinsi Subang-Pamanukan hingga Jumat siang. Banyak warga kini memilih beralih ke BBM bersubsidi karena selisih harga yang dianggap terlalu tinggi.

Bahkan, salah satu SPBU di Kawasan Jabong Pagaden terpantau mengalami kekosongan stok seluruh jenis BBM. Di lokasi tersebut tidak terlihat adanya petugas yang berjaga melayani konsumen. Pengelola hanya memasang spanduk pengumuman bahwa bahan bakar sedang dalam proses pengiriman.

BACA JUGA:  PT Beka Wire Indonesia Perkuat Investasi Industri Subang

Beralih Demi Hemat Biaya

Rahmat, seorang pengguna motor NMAX, mengaku terpaksa antre panas-panasan demi mendapatkan Pertalite. Ia merasa harga Pertamax saat ini sudah tidak lagi terjangkau untuk kebutuhan mobilitas harian. Sebelumnya, ia biasa mengisi tangki penuh Pertamax dengan biaya sekitar Rp 85.000.

Namun, dengan harga baru, biaya pengisian tangki penuh melonjak drastis hingga mencapai Rp 115.000. Sebaliknya, ia cukup mengeluarkan dana sebesar Rp 70.000 jika menggunakan bahan bakar jenis Pertalite. Perbedaan biaya yang signifikan inilah yang mendorongnya rela mengantre hingga 30 menit setiap hari.

BACA JUGA:  H. Sys Santo Delvis Siap Perjuangkan Aspirasi Petani di DPRD Subang

Khawatir Stok BBM Langka

Kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan stok kini mulai menghantui para pengguna jalan di Subang. Daffa, seorang kurir paket online, selalu mengusahakan agar tangki motornya tetap terisi penuh. Ia tidak ingin mengambil risiko kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan saat menjalankan pekerjaannya.

Masyarakat berharap pemilik SPBU dapat menambah titik atau jalur pengisian khusus untuk Pertalite. Hal ini sangat penting agar durasi antrean tidak terlalu lama dan tidak mengganggu aktivitas kerja warga. Hingga saat ini, sebagian besar konsumen terpantau masih memadati area pengisian BBM bersubsidi tersebut. PT

BACA JUGA:  Subang Jadi Pusat Proyek Mobil Nasional