Beranda Berita Subang Kerjasama Strategis Politeknik Negeri Subang dan BYD Perkuat Vokasi

Kerjasama Strategis Politeknik Negeri Subang dan BYD Perkuat Vokasi

Kerjasama strategis Politeknik Negeri Subang

suarasubang.comKerjasama strategis Politeknik Negeri Subang (POLSUB) dengan raksasa otomotif global, BYD, kini resmi memasuki babak baru yang sangat menjanjikan. Kedua belah pihak menggelar pertemuan krusial di Kampus POLSUB pada Jumat (29/5/2026) lalu.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang modern. Melalui sinergi ini, kurikulum kampus akan diselaraskan dengan kebutuhan industri kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Langkah taktis ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan agar siap kerja. Dari pihak kampus, Wakil Direktur Bidang Akademik, Wiwik Endah Rahayu, memimpin langsung jalannya diskusi produktif ini.

Sementara itu, pihak BYD mengutus School Enterprise Cooperation Supervisor, Kaikui Huang, sebagai perwakilan resmi perusahaan. Kehadiran para petinggi ini menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki nilai yang sangat penting bagi kedua institusi.

Implementasi Program BYD Order Class untuk Mahasiswa

Salah satu agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah program BYD Order Class. Konsep kelas industri ini telah terbukti sukses diterapkan oleh produsen mobil listrik asal Tiongkok tersebut di berbagai negara.

BACA JUGA:  Kejari Subang Sidak Program Makan Bergizi Gratis.

Melalui skema ini, perusahaan akan memberikan pendampingan intensif bagi mahasiswa untuk menguasai teknologi otomotif mutakhir. Mahasiswa akan mendapatkan materi kuliah khusus yang dirancang langsung oleh para insinyur senior dari pabrik manufaktur.

Kaikui Huang menyatakan bahwa perusahaan siap mendukung pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Namun, pembahasan konsep operasional secara rinci akan berlanjut setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Perusahaan ingin memastikan bahwa payung hukum kerjasama ini telah kuat sebelum mendistribusikan perangkat praktik. Konsep ini akan menjembatani kesenjangan antara teori akademis di kelas dan realitas dunia kerja.

Pengembangan Fasilitas Bengkel dan Magang Bersertifikat

Selain kelas khusus, korporasi global ini juga membuka peluang praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa tingkat akhir. Menariknya, peserta magang tidak hanya sekadar mengamati proses kerja di dalam pabrik manufaktur otomotif.

BACA JUGA:  Literasi Digital Siswa Subang Diperkuat Melalui STEAM dan AI

Mereka akan dilibatkan secara aktif dalam penyelesaian berbagai proyek rill yang sedang dihadapi oleh industri. Pengalaman berharga ini tentu akan meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa sebelum memasuki pasar kerja yang kompetitif.

“Pendidikan vokasi yang unggul harus mampu mengintegrasikan kebutuhan industri dalam sistem perencanaan penganggaran kampus.” — Hari, Pakar Strategi Konten SEO.

Pihak industri juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemenuhan fasilitas laboratorium dan alat operasional bengkel kerja kampus. Kehadiran peralatan yang modern dan sesuai standar pabrik akan menunjang kegiatan praktik mahasiswa secara maksimal.

Selanjutnya, transfer pengetahuan teknologi terbaru juga akan dilakukan melalui program kuliah tamu secara berkala. Para praktisi lapangan akan berbagi wawasan mengenai tren bisnis kendaraan listrik dunia kepada seluruh civitas akademika.

BACA JUGA:  Nikah Seru Subang: Solusi Pernikahan Berkesan dan Terjangkau

Sinergi Tenaga Pengajar dan Dokumen Perjanjian Kerja

Manfaat dari kemitraan strategis ini tidak hanya menyasar para mahasiswa, tetapi juga menyentuh para dosen. Skema teacher exchange akan diterapkan agar para pengajar mendapatkan wawasan langsung mengenai perkembangan industri global terkini.

Koordinator Bidang Kerja Sama Jurusan Teknik Mesin, Nur Muhammad Malikul’Adil, menyambut positif kesepakatan awal ini. Pihaknya akan segera menyusun dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah tindak lanjut yang nyata.

Transformasi pendidikan vokasi di Kabupaten Subang ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan investasi daerah di masa depan. Kehadiran pabrik-pabrik besar tentu membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil lokal dalam jumlah yang sangat banyak.

Melalui kolaborasi ini, kampus berupaya mengambil peran sentral dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal sinergi ini demi mewujudkan kemandirian industri hijau nasional yang berkelanjutan.