Beranda Berita Subang Harga Material Bangunan Subang Stabil

Harga Material Bangunan Subang Stabil

Harga Material Bangunan Subang

suarasubang.comHarga material bangunan Subang terpantau stabil berdasarkan laporan berkala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang pada Selasa (26/5/2026). Stabilitas ini mencakup berbagai komoditas utama seperti semen, besi beton, hingga baja ringan yang tidak mengalami pergerakan harga signifikan dari hari sebelumnya.

DKUPP Subang mencatat bahwa kepastian harga ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha konstruksi di wilayah tersebut. Selain itu, kondisi ini memudahkan pengusaha properti dalam menyusun kalkulasi biaya proyek menjelang pertengahan tahun. Para pelaku usaha kini dapat bernapas lebih lega tanpa harus mengkhawatirkan lonjakan modal yang mendadak.

BACA JUGA:  TNI Bangun Jembatan ARMCO di Cijambe Subang

Berdasarkan data monitoring yang ditandatangani oleh Pembina Utama Muda (IV/c) DKUPP Subang, harga semen struktur utama tidak berubah. Semen Tiga Roda ukuran 40 kg tetap bertahan di angka Rp62.000 per zak. Sementara itu, merk Holcim atau Dynamix dengan ukuran yang sama ajek di harga Rp60.000 per zak.

Selanjutnya, sektor besi beton dan baja ringan yang sangat krusial bagi Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga tetap stabil. Besi ukuran 6 mm dibanderol seharga Rp35.000 per batang, sedangkan Besi 8 mm berada di angka Rp46.000 per batang. Untuk ukuran yang lebih besar, Besi 10 mm dijual seharga Rp70.000 dan Besi 12 mm mencapai Rp100.000 per batang.

BACA JUGA:  7 Poin Penting Pidato Dedi Mulyadi di HUT ke-78 Subang

Secara keseluruhan, harga baja ringan saat ini tercatat sebesar Rp92.000 per batang. Adapun untuk baja besi konstruksi, harganya bertahan di posisi Rp2.042.200 per batang. Stabilitas harga ini menjadi momentum positif untuk percepatan pembangunan infrastruktur daerah maupun proyek perumahan swasta di Subang.

Sebagai tambahan, kuartal kedua tahun ini merupakan masa puncak pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan. Oleh karena itu, ketiadaan gejolak harga material menjadi faktor pendukung utama bagi kelancaran proyek-proyek fisik tersebut. Pemerintah akan terus memantau ketersediaan stok agar pasokan tetap aman bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Dinas Pendidikan Subang Dinilai Abaikan Jam Kerja