Beranda Berita Subang Cuaca Ekstrem Subang: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga

Cuaca Ekstrem Subang: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga

Cuaca Ekstrem Subang

Cuaca ekstrem Subang berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Subang sejak Jumat (10/4/2026) siang hingga malam hari. Fenomena alam ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan serius serta memicu tumbangnya sejumlah pohon besar di berbagai titik strategis. Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut meskipun dampak kerusakan bangunan tergolong cukup masif.

Dampak Kerusakan Rumah di Jalancagak dan Kasomalang

Bencana ini menyebabkan kerusakan bangunan yang cukup parah di Desa Bunihayu dan Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak. Selain itu, tercatat sekitar 70 rumah di Desa Bunihayu mengalami kerusakan pada bagian atap setelah tersapu oleh hembusan angin kencang. Sebagian besar rumah yang terdampak menggunakan material atap baja ringan, bahkan terdapat satu kejadian di mana atap bangunan terlepas sepenuhnya dan terbang terbawa angin.

BACA JUGA:  Kasus Melahirkan di Toilet Pabrik dan Alarm Keras Perlindungan Buruh Hamil

Selanjutnya, sebanyak 11 rumah di Desa Kumpay juga dilaporkan mengalami kerusakan serupa, tepatnya di wilayah Kampung Babakan. Personel gabungan dari Tagana, BPBD, serta TNI-Polri segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi terhadap pohon-pohon besar yang menutupi akses jalan provinsi. Berkat kerja sama yang baik dengan masyarakat setempat, arus lalu lintas di jalur Kasomalang dan Jalancagak yang sempat mengalami kemacetan kini sudah kembali normal sejak Sabtu pagi.

BACA JUGA:  Menyelisik Sejarah Singa Manuk, Warisan Budaya Unik dari Anggasari Subang

Imbauan Keselamatan Menghadapi Cuaca Buruk

Masyarakat Subang sangat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah tersebut dalam waktu dekat. Oleh karena itu, para pengendara disarankan untuk segera mencari tempat berteduh yang aman dan tidak berlindung di bawah pohon saat terjadi hujan lebat disertai angin. Pihak Tagana juga mengingatkan warga agar segera keluar dari dalam rumah jika terjadi angin kencang demi meminimalisir risiko tertimpa material bangunan yang roboh.

BACA JUGA:  Kebijakan WFH ASN Subang: Transformasi Digital Menuju Birokrasi Modern

Pada akhirnya, kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan diri menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko bencana alam di tengah musim penghujan ini. Tetaplah memantau informasi cuaca terkini dari pihak berwenang agar dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan secara tepat waktu.