Beranda Berita Subang 2 SPPG di Subang Rilis Daftar Menu untuk Ibu Hamil, Balita, dan...

2 SPPG di Subang Rilis Daftar Menu untuk Ibu Hamil, Balita, dan Siswa

suarasubang.com – ​Belakangan ini, perbincangan mengenai standar kelayakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang tengah menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, apakah menu yang disajikan sudah benar-benar memenuhi standar gizi seimbang?

Menjawab Sorotan Publik dengan Transparansi

​Alih-alih menutup telinga dari kritik, sebuah langkah transparansi yang patut diapresiasi justru datang dari dua Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) di Subang, yakni SPPG Pasirkareumbi 03 dan SPPG Dangdeur 08. Secara terbuka, mereka merilis daftar menu paket gizi lengkap dengan rincian harga untuk periode 26–28 Februari 2026.

​Langkah ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan bentuk pertanggungjawaban publik. Sasarannya pun jelas dan terukur: menyentuh kelompok paling rentan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak usia sekolah.

Bukan Sekadar Makanan Instan, Ini Soal Intervensi Gizi

​Bidan Tety Asriyanti, selaku pengelola SPPG Dangdeur 08 dan Pasirkareumbi 03 yang juga merupakan Mitra BGN, menegaskan bahwa ada proses panjang di balik setiap kotak makanan yang dibagikan. Ini bukan asal kenyang.

​”Kami menyusun menu ini dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi masing-masing kelompok,” tutur Tety. Ia memastikan setiap paket telah dihitung takaran karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta tambahan energinya. Program ini murni dirancang sebagai intervensi gizi yang terukur.

Bongkar Isi Paket: Dari Abon hingga Susu UHT

​Untuk membuktikan komitmen tersebut, inilah rincian naratif dari paket menu yang disalurkan. Setiap kategori mendapatkan perlakuan berbeda, menyesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh mereka:

BACA JUGA:  Borong Empat Penghargaan K3, PT Dahana Buktikan Komitmen Zero Accident di Industri Berisiko

1. Paket Ibu Hamil & Menyusui (Rp30.000)

Masa kehamilan dan menyusui menguras banyak energi. Oleh karena itu, paket ini dirancang untuk memberikan tenaga ekstra. Dengan alokasi tiga puluh ribu rupiah, para ibu mendapatkan:

  • ​Roti tawar (Rp15.000) sebagai sumber karbohidrat utama.
  • ​Abon sapi 40 gram (Rp11.000) untuk asupan protein hewani.
  • ​Kacang polong (Rp2.000) sebagai pelengkap protein nabati.
  • ​4 buah kurma (Rp2.000) sebagai penambah serat dan energi instan alami.

2. Paket Tumbuh Kembang Balita (Rp24.000)

Bagi balita, fokus utamanya adalah protein dan kalori untuk mendukung masa emas pertumbuhan. Paket seharga dua puluh empat ribu rupiah ini berisi:

  • ​2 butir telur rebus (Rp6.000), sang juara protein hewani.
  • ​Biskuit Marie susu (Rp7.000) dan Alami Puff/Cheese Puffs (Rp9.000) untuk tambahan kalori yang ramah anak.
  • ​4 buah kurma (Rp2.000) sebagai pendorong energi.

3. Paket Anak Sekolah Porsi Besar (Rp30.000)

Anak sekolah dengan aktivitas fisik dan belajar yang padat membutuhkan keseimbangan makronutrien yang kuat. Komposisinya mirip dengan paket ibu hamil:

  • ​Roti tawar (Rp15.000).
  • ​Abon 40 gram (Rp11.000).
  • ​Kacang polong (Rp2.000).
  • ​4 buah kurma (Rp2.000).

4. Paket Anak Sekolah Porsi Kecil (Rp24.000)

Untuk siswa dengan kebutuhan kalori yang lebih ringan, menu disesuaikan namun tetap padat nutrisi. Keistimewaan paket ini ada pada tambahan asupan kalsium:

  • ​Roti tawar isi 6 (Rp9.000).
  • ​Abon 20 gram (Rp7.000).
  • ​Susu UHT (Rp4.000) untuk menunjang pertumbuhan tulang.
  • ​Kacang polong (Rp2.000) dan 4 buah kurma (Rp2.000).
BACA JUGA:  Rentetan Tragedi Sepekan: Ibu Bunuh Anak di Subang hingga Laka Maut Cipali

Harapan untuk Generasi Subang yang Lebih Sehat

​Di akhir pemaparannya, Bidan Tety memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan telah melalui kontrol kualitas yang ketat dan sangat layak konsumsi. Harga yang tertera pun sudah selaras dengan standar anggaran program.

​Pihak pengelola tidak menutup mata, mereka justru membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan evaluasi. Pada akhirnya, program ini memiliki satu tujuan mulia: menjaga kelompok rentan dari ancaman gizi buruk dan memastikan anak-anak Subang tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan sehat.

Paket Ibu Hamil & Menyusui (Rp30.000)

Masa kehamilan dan menyusui menguras banyak energi. Oleh karena itu, paket ini dirancang untuk memberikan tenaga ekstra. Dengan alokasi tiga puluh ribu rupiah, para ibu mendapatkan:

  • Roti tawar (Rp15.000) sebagai sumber karbohidrat utama.
  • Abon sapi 40 gram (Rp11.000) untuk asupan protein hewani.
  • Kacang polong (Rp2.000) sebagai pelengkap protein nabati.
  • 4 buah kurma (Rp2.000) sebagai penambah serat dan energi instan alami.

Paket Tumbuh Kembang Balita (Rp24.000)

Bagi balita, fokus utamanya adalah protein dan kalori untuk mendukung masa emas pertumbuhan. Paket seharga dua puluh empat ribu rupiah ini berisi:

  • 2 butir telur rebus (Rp6.000), sang juara protein hewani.
  • Biskuit Marie susu (Rp7.000) dan Alami Puff/Cheese Puffs (Rp9.000) untuk tambahan kalori yang ramah anak.
  • 4 buah kurma (Rp2.000) sebagai pendorong energi.
BACA JUGA:  Kopi Subang Mendunia! 96 Ton Robusta Resmi Diekspor ke Aljazair

Paket Anak Sekolah Porsi Besar (Rp30.000)

Anak sekolah dengan aktivitas fisik dan belajar yang padat membutuhkan keseimbangan makronutrien yang kuat. Komposisinya mirip dengan paket ibu hamil:

  • Roti tawar (Rp15.000).
  • Abon 40 gram (Rp11.000).
  • Kacang polong (Rp2.000).
  • 4 buah kurma (Rp2.000).

Paket Anak Sekolah Porsi Kecil (Rp24.000)

Untuk siswa dengan kebutuhan kalori yang lebih ringan, menu disesuaikan namun tetap padat nutrisi. Keistimewaan paket ini ada pada tambahan asupan kalsium:

  • Roti tawar isi 6 (Rp9.000).
  • Abon 20 gram (Rp7.000).
  • Susu UHT (Rp4.000) untuk menunjang pertumbuhan tulang.
  • Kacang polong (Rp2.000) dan 4 buah kurma (Rp2.000).

Harapan untuk Generasi Subang yang Lebih Sehat

Di akhir pemaparannya, Bidan Tety memastikan bahwa seluruh bahan yang digunakan telah melalui kontrol kualitas yang ketat dan sangat layak konsumsi. Harga yang tertera pun sudah selaras dengan standar anggaran program.

Pihak pengelola tidak menutup mata, mereka justru membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin memberikan evaluasi.

Pada akhirnya, program ini memiliki satu tujuan mulia: menjaga kelompok rentan dari ancaman gizi buruk dan memastikan anak-anak Subang tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan sehat.