Beranda Berita Subang Tolak Solusi Tambal Sulam, DPRD Subang dan Warga Sepakati Pembuatan Parkir Air

Tolak Solusi Tambal Sulam, DPRD Subang dan Warga Sepakati Pembuatan Parkir Air

solusi banjir Pantura Subang

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang menggelar audiensi strategis dengan delegasi Gerakan Akselerasi Antisipasi (GA’KAN) Banjir. Pertemuan krusial ini berlangsung di Ruang Rapat DPRD Subang pada Kamis (19/2/2026).

Agenda utama berfokus pada penanganan musibah banjir yang kerap merendam wilayah Pantura Subang. Kecamatan Pamanukan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh bencana musiman tersebut.

Ketua DPRD Subang, Viktor Wirabuana Abdurachman, memimpin langsung jalannya audiensi. Ia turut didampingi oleh anggota legislatif Teguh Pujianto, Kepala Dinas PUPR Subang Ahmad Amin, serta Kepala BP4D Subang.

BACA JUGA:  RSUD Subang Gelar FGD Guna Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Sejumlah Kepala Desa se-Kecamatan Pamanukan dan tokoh masyarakat hadir membawa aspirasi tegas. Perwakilan GA’KAN Banjir menyatakan bahwa warga sudah sangat lelah dengan penanganan genangan yang hanya bersifat sementara atau tambal sulam.

Oleh karena itu, masyarakat mendesak pemerintah untuk segera menghadirkan solusi yang permanen dan terencana. Merespons tuntutan tersebut, forum akhirnya menyepakati dua tahapan penanganan bencana secara terukur.

BACA JUGA:  Kebijakan Kompensasi Penyapu Koin Jembatan Sewo untuk Mudik 2026

Pada tahap jangka pendek, Dinas PUPR berkomitmen melakukan aksi cepat berupa normalisasi sungai. Langkah perbaikan ini mencakup pengerukan sedimentasi guna mengembalikan kapasitas aliran air yang selama ini terhambat.

Sementara itu, solusi jangka panjang difokuskan pada perancangan skema pembuatan area “parkir air”. Fasilitas penampungan seperti embung atau kolam retensi ini nantinya bertugas menampung debit air berlebih saat puncak musim penghujan.

BACA JUGA:  RSUD Subang Kini Hadirkan Layanan Bedah Saraf untuk Warga

Keberadaan area parkir air diyakini mampu mencegah luapan air sungai masuk ke kawasan permukiman warga. Koordinasi lintas sektor antara legislatif, eksekutif, dan elemen masyarakat akan terus dikawal demi mewujudkan wilayah Pantura Subang yang bebas dari ancaman banjir.