Situasi di Kecamatan Ciasem, Subang, semakin memprihatinkan pada Sabtu (24/1/2026). Luapan air yang mulai naik sejak sore hari sebelumnya kini meluas tak terkendali, mengepung ribuan rumah warga di tiga desa sekaligus, yakni Ciasem Tengah, Ciasem Hilir, dan Dukuh.
Banjir parah ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi yang membuat Bendungan Cijengkol dan Sungai Ciasem meluap, diperparah dengan jebolnya tanggul di belakang Perumahan Grand Texpia. Hingga siang ini, ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 170 sentimeter.
Tak hanya merendam pemukiman, ratusan hektar sawah produktif juga ikut terendam. Banjir yang bermula dari Perumahan Grand Texpia di Desa Ciasem Tengah kini telah merambah hingga ke area belakang Pasar Ciasem di Desa Ciasem Hilir dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter.
Meski kondisi air cukup dalam, sebagian warga di belakang pasar memilih bertahan di rumah masing-masing. Di sisi lain, kondisi genting terjadi di Desa Dukuh, di mana satu dusun nyaris terisolasi total akibat kepungan air.
Kepala Desa Dukuh, Ade Godam, melaporkan bahwa Dusun Dukuh Timur, khususnya di Blok Kampung Bakanjaya, menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Petugas gabungan dari BPBD, Polres Subang, dan Brimob Polda Jabar terus berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak.
“Fokus evakuasi saat ini adalah kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, dan warga yang sedang sakit,” ujar Ade Godam di lokasi.
Sebanyak 600 rumah di lima dusun Desa Dukuh kini terendam. Petugas tak henti-hentinya mengimbau warga yang masih bertahan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Meskipun cuaca di lokasi siang ini terpantau cerah dan sedikit panas, belum ada tanda-tanda air akan surut. Debit air kiriman dari hulu sungai dan bendungan yang masih tinggi membuat potensi luapan susulan tetap mengintai pemukiman warga.








