Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menetapkan status siaga tinggi menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Subang. Instruksi ini disampaikan saat memimpin Apel Gabungan ASN di Aula Oman Syahroni, Senin (26/1/2026).

Peringatan keras ditujukan kepada seluruh Camat, khususnya di wilayah rawan seperti Blanakan, Ciasem, dan Pamanukan. Kang Rey mewanti-wanti agar aparatur wilayah tidak lengah mengingat intensitas hujan diprediksi masih tinggi hingga dua hari ke depan.
Instruksi ini dikeluarkan usai Bupati meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Ciasem pada Sabtu sebelumnya. Ia meminta adanya koordinasi ketat antara wilayah selatan (hulu) dan pantura (hilir) untuk antisipasi dini.
“Untuk para Camat di wilayah selatan tolong diantisipasi. Di pantura yang hari ini sedang berjuang mudah-mudahan cepat surut dan diantisipasi juga. Intensitas hujan 2 hari ke depan curah hujan masih cukup tinggi,” tegas Kang Rey.
Bupati yang akrab disapa Kang Rey ini menuntut para Camat untuk stand by di lokasi selama 24 jam penuh. Pola komunikasi via Handy Talky (HT) diwajibkan aktif agar setiap insiden bisa dilaporkan dan ditangani detik itu juga.
Selain itu, para Kepala OPD terkait diminta memperbarui data curah hujan setiap satu jam sekali. Informasi real-time dari wilayah hulu sangat krusial sebagai peringatan dini bagi warga di kawasan hilir Pantura.

“Camat harus siaga betul pantau betul. Setiap jam dikontrol curah hujan di setiap Kecamatan di Subang atas agar dapat memberi info bagi yang di Pantura,” jelasnya.
Di luar isu bencana, Kang Rey juga menyoroti kelancaran layanan administrasi kependudukan. Ia memerintahkan Disdukcapil segera mendistribusikan stok blangko KTP ke kecamatan yang mengalami kekosongan agar pelayanan publik tidak terhambat.
Langkah cepat dan terukur ini diharapkan mampu meminimalisir dampak bencana. Kesiagaan aparatur pemerintah menjadi kunci utama dalam melindungi keselamatan warga di tengah cuaca ekstrem yang sedang melanda.








