Beranda Berita Nasional Rumah Ambruk di Pangandaran, Penghuni Nyaris Tertimbun Reruntuhan

Rumah Ambruk di Pangandaran, Penghuni Nyaris Tertimbun Reruntuhan

Rumah-Ambruk-di-Pangandaran.jpg

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rumah milik pasutri Kasim dan Risnawati warga Dusun/Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Kamis (15/9/2022) ambruk.

Peristiwa ambruknya rumah tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Penghuni rumah nyaris tertimbun reruntuhan bangunan, namun berhasil menyelamatkan diri.

Pemilik rumah Rismawati (36) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di ruangan tengah beserta ketiga anaknya yang sedang tidur. 

“Saya beserta anak saya berhasil menyelamatkan diri, setelah ketiga anak saya dibangunkan secara serentak karena ada satu genting yang jatuh terlebih dahulu. Setelah saya berada di luar beserta ketiga anak saya rumah itu ambruk nyaris rata dengan tanah,” katanya, Jumat (16/09/2022).

BACA JUGA:  COVID-19 Belum Usai, Pelaku Perjalanan Wajib Karantina

Baca Juga: Longsor Timpa Rumah Warga di Langkaplancar Pangandaran

Menurut Rismawati, malam itu angin cukup kencang. Sementara itu bangunannya juga sudah lapuk.

“Anginnya cukup kencang dan bangunannya juga sudah lapuk, sehingga tak kuat menahan derasnya dan kencangnya angin,” tambahnya.

Risnawati berharap pemerintah Kabupaten Pangandaran secepatnya memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah yang ambruk.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi akan Serahkan Bansos di Subang

“Suami saya kerja serabutan dan saat ini sedang merantau di luar kota, penghasilannya juga tidak menentu. Boro-boro bangun rumah, untuk biaya anak sekolah dan hidup sehari-hari juga susah. Jadi saya berharap sekali ada bantuan rutilahu untuk saya,” tegasnya.

Sementara kepala Dusun Pangkalan Ajo mengatakan, kondisi rumah tidak mungkin bisa ditempati. Karena itu, untuk sementara pemilik rumah tinggal di rumah orang tuanya yang lokasinya tidak jauh dari lokasi.

BACA JUGA:  Kementan Dorong Pemanfaatan Bekas Tambang Jadi Lahan Produktif

“Untuk pemilik rumah saat ini terpaksa tinggal di rumah orang tuanya terlebih dahulu. Karena suaminya saat ini sedang bekerja di luar kota,” katanya.

Pihak pemerintah desa juga langsung datang ke TKP dan melakukan asesmen untuk segera dilaporkan ke BPBD Kabupaten Pangandaran.

“Untuk perabotan dan alat rumah tangga yang masih bisa dipakai sudah kita amankan, namun untuk reruntuhan bangunan akan kita bereskan bersama-sama,” pungkasnya. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)