Beranda Berita Nasional Pencurian Ban, Supir Truk Trailer Ditangkap Polisi

Pencurian Ban, Supir Truk Trailer Ditangkap Polisi

2422768a455c3fec6ce6eefb303947d1.jpg

KBRN, Jakarta:  Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap seorang supir truk trailer pelaku pencurian dengan modus mengganti ban layak pakai dengan ban serep yang tidak layak pakai.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Sang Ngurah Wiratama mengatakan, satu orang terduga pelaku yakni MI melakukan aksinya dengan menukar ban truk trailer kondisi  baik di tukar dengan ban sudah dengan kondisi kurang baik. 

BACA JUGA:  Indonesia Tantang Bahrain di Laga Penentu Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Jadi ban itu kondisi mungkin sekitar 80 persen baik tapi dilepaskan, diganti dengan ban yang kondisinya tidak layak pakai atau kelayakannya hanya sekitar 20-30 persen,” kata Wiratama, di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/12/2021). 

Wiratama menjelaskan, adanya laporan tersebut polisi bergerak cepat mencari sopir tersebut. Dalam pelaksanaannya di Polres sudah dibentuk bersama Otoritas Pelabuhan, namanya Sitaf (Safety Improvement Task Force).

BACA JUGA:  XL Axiata Berhasil Raih Penghargaan Tertinggi di Stellar Workplace Award 2024

Wiratama mengungkapkan, ketika mendapat informasi tersebut, tim Sitaf segera menemukan lokasi tersangka MI yang diketahui akan menjual ban layak pakai kepada pembeli berinisial RH di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.

“Tim operasional Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok pun segera meluncur ke lokasi penjualan dan menangkap kedua tersangka, sekaligus menyita sejumlah barang bukti lima ban trailer yang kondisinya masih baik dan sejumlah uang tunai,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mungkinkah Indonesia Menjadi Kejutan di Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026?

Diketahui, tersangka MI rencananya menjual ban layak pakai yang kondisinya masih 80 persen, dengan harga sekitar Rp1 juta.

“Untuk penadah kita tetapkan pasal 480 KUHP dan tersangka sopirnya diberikan pasal 362 KUHP, dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara,” ungkap Wiratama. (imr)