Beranda Berita Subang Pemprov Jabar Siapkan Skema BLT Bagi Nelayan Terdampak Kenaikan BBM

Pemprov Jabar Siapkan Skema BLT Bagi Nelayan Terdampak Kenaikan BBM

cebac413d0a210f602bc09683145c911.jpg

KBRN, Bandung:Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp.600 ribu, bagi nelayan yang terdampak kenaikan BBM.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, BLT tersebut disalurkan secara bertahap selama 4 bulan.

“BLTnya sudah diputuskan. Kemarin pak Gubernur angkanya Rp.500 ribu, tapi sudah naik Rp.600 ribu. Jadi satu bulan dikasih Rp.150 ribu, untuk 4 bulan jadi sekitar Rp.600 ribu. Kemudian juga awalnya akan dibelikan untuk itu dan ini, tapi supaya ga ribet akan dikasihkan Rp.150 ribu per bulan, perorang untuk nelayan,”ucap Wagub Uu usai Rapat Koordinasi Rencana Penyaluran Bantuan BBM Bagi Nelayan, di Gedung Sate Bandung, Selasa, (20/9/2022).

BACA JUGA:  Oknum Kades di Cianjur Selewengkan Dana Desa

Wagub Jabar menambahkan, penyaluran BLT tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kepada nelayan yang terdampak kenaikan BBM.

Uu juga menyesalkan masih terjadinya BLT yang tidak tepat sasaran. Untuk itu pihaknya meminta validasi data agar penyaluran BLT kenaikan BBM dapat tepat sasaran.

“Ada unsur keadilan. Sehingga jangan yang kaya dapat, yang harusnya dapat karena tidak terdata tidak dapat. Ada evaluasi kembali di daerah,”ucap Wagub.

BACA JUGA:  Wabup Subang Lepas Ratusan Peserta Fun Bike Bersama KORMI

Selain akan menyalurkan BLT kenaikan BBM kepada nelayan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga ungkap Wagub Uu, meminta pihak terkait untuk membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), di wilayah dermaga terdekat dengan nelayan. Hal itu dilakukan, agar nelayan pada saat membeli BBM tidak mengeluarkan ongkos, karena jauhnya SPBU dari dermaga.

“Disaat nelayan butuh solar tidak ngantri ke luar. Sekalipun diperbolehkan dengan kartu mereka membeli solar bersubsidi, tetapi meraka ngantri dan jauh dari dermaga, sehingga dibutuhkan lagi transport. Sudah dapat uangnya pinjam, kemudian juga tambah transport, tambah sulit,”jelas Uu.

BACA JUGA:  KAI Subang Bakal Gelar Muscab Tahun 2022, Panitia Terus Lakukan Persiapan

“Saya minta kepada pihak Migas atau Pertamina untuk membangun SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di wilayah-wilayah, sekitar 70 lebih untuk dibangun. Kita tidak minta dibangun semua, hanya minta yang dianggap layak untuk mengeluarkan subsidi atau mengeluarkan solar sesuai literannya jangan sampai dia (nelayan) merugi,”jelas Uu.

Wagub Jabar berharap, para pengusaha BBM mau membangun SPBN di wilayah dermaga.

“Sedikit memaksa untuk membangun SPBN,”pungkas Uu.