Beranda Berita Nasional Pekerja Migran Asal Kota Banjar Diduga Meninggal Tak Wajar di Malaysia, Begini...

Pekerja Migran Asal Kota Banjar Diduga Meninggal Tak Wajar di Malaysia, Begini Respon Disnaker

PMI.jpg

harapanrakyat.com,- Seorang perempuan pekerja migran asal Kota Banjar, Jawa Barat, diduga meninggal secara tidak wajar. Hal itu pun langsung direspon Dinas Tenaga Kerja.

Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial IW (43) itu merupakan warga Dusun Randegan II, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Kurang lebih dua tahun IW menjadi tenaga kerja di Shah Alam, Selangor, Malaysia, melalui perusahaan penyalur tenaga kerja di Cilacap, Jawa Tengah.

BACA JUGA:  Pabrik Mobil Listrik VinFast Resmi Beroperasi di Subang

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Banjar Sunarto mengatakan, pihaknya sudah mendatangi rumah korban dan bertemu dengan keluarganya.

“Kami sudah mengunjungi rumah keluarga korban dan mendapat informasi bahwa yang bersangkutan betul meninggal dunia karena sakit,” kata Sunarto, Rabu (22/11/2023).

Baca Juga: TKW asal Kota Banjar Diduga Meninggal Dunia Tidak Wajar di Malaysia

BACA JUGA:  Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Terbit, Abdul Mu'ti: Guru dan Siswa Harus Nyaman di Sekolah

Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan pemerintah saat ini fokus pada pemulangan jenazah IW, seorang TKW di Malaysia asal Kota Banjar untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sunarto menuturkan, terkait pemulangan jenazah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

“Kita akan berkoordinasi dengan BP2MI untuk pemulangannya. Tadi ada komunikasi dengan majikannya dan menanyakan apakah akan dimakamkan di Malaysia atau di Indonesia,” terangnya.

BACA JUGA:  Pabrik VinFast Siap Serap Tenaga Kerja Lokal, Target Awal 50 Ribu Unit Mobil Setahun

Diberitakan sebelumnya, seorang TKW di Malaysia meninggal dunia dan dianggap tidak wajar oleh pihak keluarga.

Pasalnya, keluarga melihat terdapat luka lebam pada bagian wajah korban. Pihak keluarga mengetahui hal itu dari foto yang dikirim oleh majikan korban di Malaysia. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)