Masyarakat Jawa Barat tentu sudah tidak asing dengan Kabupaten Subang. Namun, tahukah Anda bagaimana sejarah dan asal-usul Subang terbentuk? Wilayah yang dulunya merupakan kawasan hutan belantara ini ternyata memiliki sejarah penamaan yang panjang dan sarat akan cerita rakyat.
Sebelum berdiri sendiri sebagai sebuah kabupaten pada era 1970-an, kawasan ini sempat menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Purwakarta. Kini, daerah tersebut telah berkembang pesat menjadi kabupaten dengan potensi wisata, budaya, dan agrikultur yang sangat kaya.
Berstatus Ibu Kota Karawang Timur
Menurut buku Toponimi Jawa Barat Berdasarkan Cerita Rakyat (2016) karya Yayat Sudaryat, Subang memiliki rekam jejak pemerintahan yang penting. Kota ini bahkan pernah berstatus sebagai ibu kota untuk Karawang Bagian Timur pada 2 Januari 1949.
Pada masa tersebut, wilayah Karawang Timur juga lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan nama Kabupaten Purwakarta. Fakta sejarah ini menunjukkan betapa strategisnya kedudukan wilayah Subang sejak zaman dahulu.
Kisah Asu Abang dan Ranggawulung
Salah satu kisah paling populer mengenai asal-usul Subang berasal dari legenda “Asu Abang” atau anjing merah. Kisah legendaris ini berawal dari perjalanan seorang tokoh leluhur Sunda yang bernama Ranggawulung.
Menurut cerita yang beredar secara turun-temurun, Ranggawulung sedang mencari tahu arah aliran sebuah pusaran air. Berbagai cara telah ia coba, namun usahanya tak kunjung membuahkan hasil yang diharapkan.
Di tengah masa pencariannya, konon muncullah sosok anjing berbulu merah yang disebut Asu Abang. Perpaduan kata “Asu” dan “Abang” inilah yang kemudian pelafalannya berevolusi menjadi nama “Subang”. Hingga saat ini, makam tokoh Ranggawulung dapat Anda temukan di kawasan Hutan Kota Ranggawulung.
Versi Sejarah Nyimas Subang Larang
Selain legenda anjing merah, terdapat pula versi sejarah lain yang tak kalah menarik. Sebagian masyarakat mengaitkan penamaan daerah ini dengan tokoh penting pada masa Kerajaan Pajajaran, yakni Nyimas Subang Larang.
Beliau merupakan salah satu istri dari raja tersohor, Prabu Siliwangi. Dari pernikahan bersejarah tersebut, lahirlah tokoh-tokoh besar Nusantara seperti Raden Walangsungsang, Nyimas Rara Santang, dan Prabu Kian Santang.
Meskipun versi Nyimas Subang Larang memiliki akar historis yang cukup kuat, kisah “Asu Abang” tetap menjadi primadona. Cerita rakyat ini paling melekat di hati masyarakat dan dinilai sangat mendekati pendekatan ilmu toponimi (asal-usul penamaan tempat) di wilayah tersebut.






