suarasubang.com – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau pengembangan Kawasan Industri Kendaraan Nasional di Subang, Selasa (21/7/2026). Kawasan ini merupakan ekosistem manufaktur terpadu untuk mendukung produksi mobil serta motor listrik nasional. Langkah tersebut bertujuan memperkuat kemandirian industri strategis sekaligus meningkatkan daya saing otomotif Indonesia.
Pemerintah membangun berbagai fasilitas pendukung canggih seperti pabrik baterai dan pusat penelitian (R&D) di lokasi tersebut. Selain itu, tersedia lintasan pengujian kendaraan dan jaringan logistik berbasis kereta api untuk mendukung operasional. Keberadaan infrastruktur ini akan mempercepat penguasaan teknologi dan membuka banyak lapangan kerja baru.
Sinergi Industri Strategis dan Pertahanan Negara
Proyek ini menjadi bagian dari implementasi prinsip ekonomi nasional sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Sjafrie menegaskan bahwa sinergi antara pembangunan ekonomi dan sektor pertahanan harus berjalan secara terpadu. Hal tersebut dilakukan demi memperkuat kedaulatan negara melalui pengembangan industri strategis yang mandiri.
Menhan juga membahas rencana strategis mengenai pemanfaatan infrastruktur jalan tol untuk kepentingan pertahanan. Salah satu kajian utama adalah menyiapkan ruas tol tertentu agar dapat berfungsi sebagai landasan pacu pesawat darurat. Konsep inovatif ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan infrastruktur nasional dalam menghadapi berbagai situasi tertentu.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum serta Direktur Utama PT Pindad dan PT Len Industri. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam mempercepat realisasi ekosistem kendaraan nasional. Pemerintah optimis kawasan ini akan menjadi simbol kemajuan teknologi dan kemandirian bangsa di masa depan.








