
Subang – Media online Metro Buana tengah menjadi sorotan setelah menerima somasi terbuka dari Kantor Hukum M. Irwan Yustiarta, S.H. & Rekan. Somasi ini diajukan oleh dua pengacara, M. Irwan Yustiarta, S.H. dan Ema Ratnasari, S.H., terkait dugaan penyebaran berita tidak akurat dalam sebuah video yang diunggah di platform TikTok.
Video yang dimaksud diduga dipublikasikan pada 12 Februari 2025 dan dianggap bertentangan dengan fakta yang diperoleh dari Bareskrim Mabes Polri. Pihak pengacara menegaskan bahwa pemberitaan tersebut merugikan klien mereka, yakni Data alias Darta, Budi Rahayu, Yosep Suyono, dan Mohammad Harun.
Dalam somasi yang diajukan, pihak kuasa hukum menuntut Metro Buana untuk menghapus video yang telah beredar serta menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada klien mereka. Mereka juga mengingatkan agar media tersebut lebih berhati-hati dalam memberitakan informasi yang berkaitan dengan proses hukum di masa mendatang.
“Kami meminta Metro Buana untuk segera mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf dalam bentuk tertulis. Jika dalam waktu 3×24 jam tuntutan ini tidak dipenuhi, kami akan mengajukan keberatan tertulis kepada Dewan Pers di Jakarta,” tegas Irwan Yustiarta.
Lebih lanjut, Irwan juga menekankan bahwa setiap media wajib mematuhi kode etik jurnalistik dan undang-undang pers demi menjaga integritas pemberitaan. Hal ini penting, terutama dalam kasus yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pemilik sekaligus pemimpin redaksi Metro Buana, Dadang Hidayat alias Dadang Metro, belum memberikan tanggapan atas permintaan hak jawab dari pihak terlapor. Hak jawab sendiri merupakan bagian dari prinsip etika jurnalistik yang wajib dipenuhi dalam setiap pemberitaan.
Somasi ini dikirimkan dalam bentuk tertulis dan bersifat terbuka, dengan tanda tangan dari kedua pengacara yang mewakili pihak terlapor. Surat tersebut telah disampaikan langsung ke kantor redaksi Metro Buana di Subang. Kini, publik menanti langkah yang akan diambil Metro Buana dalam menyikapi somasi ini.