Beranda Berita Subang Masyarakat di Lokasi TMMD Subang Diajak Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Masyarakat di Lokasi TMMD Subang Diajak Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

tmmd-subang.jpg

KOTASUBANG.com, Subang – Kegiatan non fisik di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-155 di Desa Jalupang hari ini, Selasa (1/11/2022) diisi dengan penyuluhan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Materi P2L ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas  Ketahanan Pangan Kabupaten Subang, Dr. H. Hendrawan. Konsep ini  merupakan kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat untuk budidaya tanaman sayuran melalui kegiatan sarana pembibitan, pengembangan demplot, pertanaman, dan penanganan pasca panen.

BACA JUGA:  Atasi Jalan Rusak dan Banjir, Pemkab Subang Kucurkan Rp 271 Miliar

Dengan kegiatan ini masyarakat bisa berkebun dengan pendekatan pengembangan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), pemanfaatan sumber daya local (local wisdom), pemberdayaan masyarakat (community engagement) dan berorientasi pasar (go to market). Bibit terletak dalam satu lokasi dengan demplot, dapat digunakan oleh kelompok P2L selama lebih dari 5 (lima) tahun, terletak pada lokasi yang mudah dijangkau oleh anggota atau masyarakat yang membutuhkan bibit dan mempuntyai sumber air yang cukup, paparnya.

BACA JUGA:  Subang Siaga Banjir, Kang Rey Instruksikan Camat Pantau Wilayah 24 Jam Nonstop

Hendrawan menjelaskan, demplot berfungsi sebagai tempat usaha bersama untuk menghasilkan produk sayuran yang berorientasi pasar. Setiap kelompok wajib membuat, mengembangkan dan memelihara demplot sesuai dengan budidaya tanaman sayuran yang dikembangkan oleh anggota kelompok dan masyarakat lainnya, diupayakan terletak pada lokasi yang sama dengan rumah bibit dan berdekatan dengan lokasi pertanaman.

BACA JUGA:  Peringatan Nuzulul Quran, PT Dahana Gelar Program Dahana Peduli Marbot

Selain itu, luas total demplot di perdesaan minimal 400 m2 serta Demplot ditanami jenis tanaman sayuran yang berorientasi pasar sesuai dengan potensi wilayahnya, terangnya. Sementara pada proses pertanaman Sistem budidaya tanaman sayuran dapat dilakukan menggunakan media lahan dan polybag, Setiap anggota kelompok diwajibkan menanam minimal 90 polibag atau setara dengan 25 m2 jika ditanam di lahan.