Beranda Berita Nasional Legislator Dukung Presiden Jadi Juru Damai Rusia-Ukraina

Legislator Dukung Presiden Jadi Juru Damai Rusia-Ukraina

e7bff7a05ef309dd6e5b78faca1abfaf.jpg

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Gilang Dhielafararez berharap pertemuan Pemerintah Indonesia dengan Rusia dan Ukraina akan membuahkan hasil positif. Indonesia yang memiliki cita-cita mewujudkan perdamaian dunia diharapkan bisa menjembatani konflik kedua negara tersebut.

“Indonesia harus menjadi jembatan perdamaian bagi Rusia dan Ukraina yang tengah berkonflik. Sebagai negara yang memiliki cita-cita luhur, kita harus terlibat aktif mewujudkan perdamaian dunia,” kata Gilang kepada wartawan, Jumat (24/6/2022). 

BACA JUGA:  Mendagri Minta Kepala Daerah Renovasi Anjungan di TMII

BKSAP DPR mendukung upaya Presiden Joko Widodo yang akan menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow usai mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jerman sebagai negara tamu. Gilang mengatakan, langkah diplomasi perdamaian tersebut sejalan dengan politik bebas aktif Indonesia. 

“Apalagi sebagai pemegang presidensi G20 tahun ini, Indonesia punya peranan penting sebagai mediator negara-negara anggotanya, termasuk negara mitra,” tuturnya.

BACA JUGA:  KPK Jamin Pegawai yang Diberhentikan Dapat THT

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, konflik berkepanjangan Rusia dan Ukraina telah berimbas pada persoalan kemanusiaan dan krisis global yang perlu segera dicarikan jalan keluar. Sejumlah negara bahkan mengalami krisis energi dan ekonomi akibat kebijakan Rusia buntut konfliknya dengan Ukraina. 

“Perdamaian kedua negara harus tercapai karena telah mempengaruhi kondisi ekonomi dan pangan global,” jelasnya. 

BACA JUGA:  Ini Dugaan Penyebab Kebakaran di Menteng

DPR mendorong agar pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia dan Presiden Ukraina dapat memperjuangkan gencatan senjata. Gilang mengatakan, DPR sendiri juga terus berupaya menjembatani konflik Rusia dan Ukraina lewat diplomasi parlemen. 

“Konflik Rusia dan Ukraina terus menimbulkan korban kemanusiaan, yang tidak bisa dibiarkan. Sebagai negara yang menjunjung tinggi asas kemanusiaan, Indonesia tidak bisa berdiam diri,” pungkasnya.