Beranda Berita Subang Komisi IX DPR RI: Dukungan TNI-Polri Mampu Percepat Penurunan Stunting di Indonesia

Komisi IX DPR RI: Dukungan TNI-Polri Mampu Percepat Penurunan Stunting di Indonesia

5189a38161977e664e277fd756b05314.jpg

KBRN, Bandung: Berbagai upaya terus dilakukan guna mewujudkan target yang di canangkan presiden Joko Widodo dalam penurunan stunting hingga ke angka 14 persen. 

Sosialisasi dan Edukasi akan bahayanya stunting, menjadi agenda rutin yang terus dilakukan Komisi IX DPR RI, bersama BKKBN Jawa Barat serta stakeholder terkait guna memberikan pemahaman akan bahayanya stunting bagi anak anak. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhayati Efendi mengatakan, anak stunting sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Maka agar terhindar dari stunting asupan gizi ibu hamil harus diperhatikan, karena ASI yang bekualitas sangat memerlukan asupan gizi yang cukup serta pola asuh yang benar. 

BACA JUGA:  PT Taekwang Berikan Bantuan 53 Peti Jenazah, Ribuan Masker dan Hazmat untuk Pemkab Subang

“Bila bayi lahir tidak tinggi dan beratnya kurang normal harus cepat diintervensi apakah asupan nutrisi ibu hamil kurang, ataukah tidak mengerti tentang nutrisi karena ASI memerlukan asupan nutrisi yang cukup,” ujarnya, Kamis (15/9/2022). 

“Stunting diakibatkan oleh dua hal, sensitif dan spesifik kalau sensitif itu dari komunitas, dari lingkungan yang tidak sehat, tidak ada air bersih, sanitasi tidak layak, dan lingkungan kumuh tidak sehat, tidak ada MCK intinya ke kebersihan, ini ke gaya hidup lifestyle,” imbuhnya.

iapun mengatakan BKKBN mempunyai tugas dari pemerintah sebagai garda terdepan dalam upaya percepatan penurunan stunting, salah satunya kerjasama dengan TNI-Polri untuk menjadi bapak asuh dan bunda asuh dari penurunan stunting

BACA JUGA:  Polsek Cisalak Gelar Penyuluhan Kenakalan Remaja di SMK Bina Nusantara

“Dengan adanya bantuan TNI-Polri kita harapkan bisa dengan cepat menurunkan angka stunting di seluruh Indonesia”, tegas Hj. Nurhayati.

Sementara itu dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Kota Tasikmalaya, Koordinator Bidang Dalduk, dari BKKBN Jawa Barat, Irfan Infriastono mengatakan, Tim Pendamping Keluarga menjadi salah satu program besar yang di siapkan BKKBN untuk menekan angka stunting di Wilayahnya yang masih cukup tinggi. 

“BKKBN sudah mempunyai program kegiatan yang diperuntukan kabupaten dan kota mulai dari pembentukan tim pendamping keluarga, yang nanti fungsinya mendampingi keluarga-keluarga tersebut untuk bisa sama-sama melaksanakan pendampingan yang kongkrit kepada keluarga-keluarga sasaran,” kata Irfan.

BACA JUGA:  Kapolres Subang Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba dan Konten Pornografi

Irfan menambahkan adapun faktor-faktor penyebab Stunting secara umum itu bisa disebabkan dari Kekurangan gizi, dari faktor sumber air bersih, kaitan dengan kesehatan akses air bersih, sarana buang limbah keluarga yang harus juga diperhatikan, juga faktor pisikis juga bisa mempengaruhi keluarga.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini khususnya kota Tasikmalaya angka stuntingnya menjadi turun dan sesuai komitmen Bapak Presiden menurunkan angka Stunting di tahun 2024 di bawah 14%,” pungkas Irfan.