Beranda Berita Subang Kang Rey Pimpin Rapat Taktis Penanganan Banjir Pantura di Pamanukan

Kang Rey Pimpin Rapat Taktis Penanganan Banjir Pantura di Pamanukan

penanganan banjir Pantura

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, bergerak cepat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan banjir wilayah Pantura. Sosok yang akrab disapa Kang Rey ini menggelar pertemuan di Posko Gabungan Kantor Kecamatan Pamanukan, Jumat (30/1/2026).

Plh Sekda Drs. R. Memet Hikmat membuka langsung pertemuan strategis tersebut. Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir mendampingi Bupati dalam pembahasan ini.

Delapan camat dari wilayah terdampak juga mengikuti rapat koordinasi ini secara intensif. Wilayah tersebut meliputi Pamanukan, Pusakajaya, Pusakanagara, Sukasari, Blanakan, Legonkulon, Compreng, dan Ciasem.

BACA JUGA:  Heri Sopandi Beri Pesan Penguatan untuk Guru Subang di Malam Anugerah Pendidikan 2025

Kang Rey mengambil langkah taktis demi mempercepat distribusi bantuan bagi warga. Ia menghubungi langsung Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Subang di tengah berlangsungnya rapat.

Bupati menginstruksikan para camat untuk tidak menyerah dalam memberikan pengawasan ekstra di lapangan. Perhatian khusus tertuju pada warga yang bertahan di rumah, terutama kelompok rentan.

Kelompok rentan ini mencakup lansia, anak-anak, serta ibu hamil yang membutuhkan penanganan prioritas. Kang Rey menekankan pentingnya pendekatan humanis meski petugas dalam kondisi lelah.

BACA JUGA:  DPRD Subang Turun Gunung, Victor Wirabuana Pimpin Penyaluran Bantuan Banjir di Tiga Kecamatan Pantura

“Yang kita urus ini adalah keluarga kita sendiri. Tolong layani dengan sebaik mungkin. Jaga terus cara kita memperlakukan mereka,” tegas Kang Rey.

Sektor pertanian juga menjadi fokus utama dalam strategi pemulihan pasca-bencana. Dinas Pertanian mendapat perintah untuk segera mendata akurat areal persawahan yang terendam.

Data tersebut akan diajukan ke Kementerian Pertanian guna mendapatkan bantuan benih atau kompensasi. Langkah ini bertujuan menjaga status Subang sebagai lumbung padi nasional.

BACA JUGA:  Harapan Baru Pasangan Lansia di Subang, Dua Bulan Hidup di Tenda Usai Rumah Ambruk

Kang Rey menegaskan seluruh dinas teknis mulai dari PUPR, Sosial, Kesehatan, hingga BPBD harus bergerak satu komando. Ketersediaan dokter jaga 24 jam dan stok obat-obatan di titik pengungsian menjadi harga mati.

Bupati memastikan akan memantau situasi secara berkala untuk menjamin instruksi berjalan maksimal. Keselamatan warga Subang menjadi prioritas utama dalam penanganan musibah ini.