Beranda Berita Subang Kaleidoskop Subang 2025: Dinamika Hukum, Politik, hingga Olahraga Daerah

Kaleidoskop Subang 2025: Dinamika Hukum, Politik, hingga Olahraga Daerah

kaleidoskop Subang 2025

Sepanjang 2025, Kabupaten Subang diwarnai sejumlah peristiwa penting yang menyita perhatian publik. Isu hukum, pergantian kepemimpinan, penertiban wilayah, hingga perubahan di dunia olahraga menjadi catatan utama.

Awal tahun dibuka dengan pengungkapan kasus narkotika berskala besar. Pada 23 Januari 2025, Polres Subang menyita 5,14 kilogram sabu, salah satu pengungkapan terbesar di Jawa Barat pada periode tersebut.

Dua tersangka berinisial U.P (38) dan Y.S.H (42) diamankan bersama barang bukti. Polisi juga menyita telepon genggam serta satu unit mobil Honda Brio yang diduga terkait jaringan peredaran.

BACA JUGA:  Pabrik VinFast Siap Serap Tenaga Kerja Lokal, Target Awal 50 Ribu Unit Mobil Setahun

Proses hukum kemudian berlanjut ke tahap berikutnya. Kejaksaan Negeri Subang menerima berkas perkara untuk diteliti sebelum masuk ke proses persidangan.

Di bidang politik, momen penting terjadi pada 20 Februari 2025. Reynaldy Putra Andita BR dan Agus Masykur Rosyadi resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Subang periode 2025–2030.

Pelantikan berlangsung di halaman Istana Kepresidenan Jakarta. Usai dilantik, keduanya menyampaikan visi dan misi dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang.

Dalam pidato perdananya, Reynaldy menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pimpinan daerah sebelumnya. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kesinambungan pembangunan.

BACA JUGA:  Masjid Jami Hidayatullah Subang: Oase 24 Jam di Jalur Pantura untuk Pemudik Nataru

Memasuki pertengahan tahun, perhatian publik tertuju pada penertiban bangunan liar. Penataan dilakukan di sepanjang jalur wisata Ciater–Jalancagak, dimulai 26 Mei 2025.

Penertiban berlangsung bertahap hingga Agustus. Satpol PP bersama instansi terkait menurunkan alat berat untuk membongkar kios dan lapak yang melanggar aturan.

Sejumlah pedagang memilih membongkar bangunan secara mandiri. Kebijakan ini memicu respons beragam dari masyarakat sekitar kawasan wisata.

Dari sektor olahraga, perubahan besar terjadi pada klub kebanggaan daerah. Persikas Subang resmi diakuisisi dan berganti nama menjadi Sumsel United.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Subang Dukung Penuh Perbup Pembatasan Jam Operasional Truk

Keputusan itu diambil dalam Kongres Biasa PSSI 2025. Langkah tersebut dilakukan karena keterbatasan finansial klub untuk bertahan di kompetisi Liga 2.

Manajemen memastikan Persikas tetap eksis di Subang. Klub akan melanjutkan kiprah di Liga 4 dengan format dan manajemen baru.

Rangkaian peristiwa ini membentuk potret Subang sepanjang 2025. Dinamika tersebut mencerminkan perubahan dan tantangan di berbagai sektor kehidupan daerah.

Meta deskripsi:

Tag berita: