Harga pangan di Subang mulai mengalami fluktuasi signifikan menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2026. Munculnya bayang-bayang inflasi di berbagai pasar tradisional Kabupaten Subang merupakan fenomena klasik Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Kondisi ini terjadi karena lonjakan permintaan masyarakat sering kali berbenturan dengan kendala cuaca di sektor hulu penyediaan pangan.
Stabilitas Beras di Tengah Fluktuasi
Berdasarkan laporan harga pasar per 27 Februari 2026, pasokan komoditas bahan pokok seperti beras terpantau masih sangat stabil. Beras medium saat ini bertahan pada angka Rp13.000 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP tersedia di harga Rp12.000 per kilogram, sehingga kebutuhan dasar warga masih relatif aman.
Komoditas yang Mengalami Kenaikan Tajam
Meskipun harga beras stabil, lonjakan harga justru menghantam komoditas sayuran dan telur ayam. Harga tomat dilaporkan melonjak tajam hingga 25 persen, sedangkan cabai rawit ikut naik sebesar 4 persen. Di sisi lain, harga telur ayam broiler terus merangkak naik karena kebiasaan masyarakat yang mulai memborong stok untuk kebutuhan sahur dan membuat kue Lebaran.
Langkah Strategis DKUPP Kabupaten Subang
Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) merespons dinamika ini dengan terus melakukan pengawasan ketat. Mengacu pada Permendag No. 07 Tahun 2019, petugas berupaya memastikan kelancaran seluruh jalur distribusi pangan. Harapannya, fluktuasi harga tidak semakin liar saat memasuki pekan pertama puasa mendatang.
Penurunan Harga di Beberapa Sektor
Kabar baik tetap hadir bagi para ibu rumah tangga karena beberapa harga pangan justru mengalami penurunan yang cukup signifikan:
- Bawang Merah: Turun menjadi Rp35.000/kg dari harga sebelumnya Rp40.000/kg.
- Cabai Merah Besar: Kini dibanderol Rp25.000/kg.
- Kacang Panjang: Mengalami penurunan drastis hingga menyentuh harga Rp8.000/kg.
Secara keseluruhan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja kebutuhan harian. Pihak berwenang akan terus memastikan pasokan di pasar tradisional tetap aman agar inflasi daerah bisa terkendali selama periode HBKN ini.








