Beranda Berita Nasional Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Warung Makan di Banjar Untungnya Menipis

Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Warung Makan di Banjar Untungnya Menipis

Harga-Cabai-Tembus-Rp-100-Ribu-Warung-Makan-di-Banjar-Untungnya-Menipis.jpg

harapanrakyat.com,- Harga komoditas cabai di Pasar Tradisional Kota Banjar, Jawa Barat, merangkak naik hingga tembus di kisaran harga Rp 80-100 ribu per kilogram.

Dampak naiknya salah satu komoditas bumbu dapur tersebut pun mulai dirasakan oleh penjual atau warung makan karena keuntungan mereka menipis.

Penjual komoditas kebutuhan pokok di Pasar Banjar, Nana (30) mengatakan, saat ini harga sejumlah komoditas cabai di tingkat pasar terus mengalami kenaikan terutama cabai rawit merah.

Harga untuk cabai rawit merah sekarang ini Ia jual Rp 100 ribu per kilogram. Cabai merah keriting Rp 80 per kilogram. Sedangkan cabai merah TW Rp 60 ribu per kilogram.

BACA JUGA:  Kronologis Lengkap Kecelakaan Truk Maut di Subang: Dua Tewas, Delapan Luka-luka

“Sekarang saya jual Rp 100 ribu per kilo untuk cabai rawit merah. Sebelumnya masih Rp 80 ribu. Naiknya sudah beberapa minggu lalu,” katanya kepada harapanrakyat.com, Jumat (10/11/2023).

Lanjutnya menyebutkan, naiknya aneka cabai-cabaian tersebut terjadi sejak beberapa pekan ini dan belum ada tanda-tanda mengalami penurunan harga.

Menurutnya, naiknya komoditas cabai-cabaian tersebut karena stok ketersediaan barang berkurang. Namun begitu untuk komoditas kebutuhan pokok yang lain menurutnya masih stabil.

“Cuman cabai-cabaian yang lagi mahal. Telur ayam broiler sekarang Rp 29 ribu per kilogram. Bawang merah yang bagus Rp 29 ribu. Kalau sayuran masih stabil,” ungkapnya.

BACA JUGA:  XL Axiata Berhasil Raih Penghargaan Tertinggi di Stellar Workplace Award 2024

Baca juga: Harga Cabai Terkini di Pasar Banjar Tembus Rp 100 Ribu per Kg

Terpisah, salah seorang pengelola warung makan di Hegarsari, Ibu Onah, mengatakan, saat ini harga komoditas cabai-cabaian terus naik mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

Menurutnya, naiknya harga cabai tersebut turut mengurangi penghasilannya karena harus menambahkan modal untuk belanja sedangkan harga penjualan makanan masih tetap sama.

“Sudah satu bulan ini naik terus belum bumbu cabai yang lain juga mahal. Kalo rugi sih ngga cuman keuntungannya tipis banget soalnya saya kan nggak bisa naikin harga makan. Belum buat bayar pekerja,” ungkap Onah.

BACA JUGA:  Rumah Nenek Satinah di Subang Terancam Ambruk, Relawan Harap Ada Donatur yang Peduli

Lanjutnya menyebutkan, untuk mensiasati naiknya harga komoditas cabai di Banjar, Ia sedikit mengurangi porsi masakan dengan bahan dasar cabai seperti mengurangi pembuatan sambal.

“Sekarang bikin sambalnya ya secukupnya. Semoga cepat turun soalnya saya nggak bisa jual mahal ngga bisa naikin harganya. Harga nasinya masih sama,” ucapnya. (Muhlisin/R8/HR Online/Editor Jujang)