SUBANG – Secercah harapan akhirnya menghampiri pasangan lansia, Abah Enju (70) dan Mak Ipah (65), warga Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Setelah dua bulan terpaksa bertahan hidup di dalam tenda darurat, mereka kini dijanjikan bantuan perbaikan rumah oleh pemerintah setempat.
Nasib malang menimpa pasangan ini ketika rumah kayu yang mereka huni puluhan tahun ambruk rata dengan tanah akibat lapuk dan terjang hujan deras. Tanpa biaya untuk membangun kembali, mereka terpaksa mendirikan tenda alakadarnya di atas puing bangunan rumah lama.
Kondisi ini sempat menyita perhatian publik karena kedua lansia tersebut harus kedinginan saat hujan dan kepanasan saat siang hari. Selama di tenda, mereka hanya mengandalkan bantuan makanan dari tetangga sekitar dan kerabat dekat yang peduli dengan kondisi mereka.
Merespons situasi memprihatinkan ini, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Sosial dan pemerintah desa setempat mulai melakukan verifikasi lapangan. Langkah ini menjadi titik terang bagi Abah Enju dan Mak Ipah untuk kembali memiliki hunian yang layak dan aman.
Pihak desa memastikan bahwa bantuan stimulan untuk renovasi rumah atau program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) sedang diupayakan secepat mungkin. Selain bantuan material, semangat gotong royong warga desa juga disiapkan untuk membantu proses pembangunan kembali rumah tersebut.
Kini, Abah Enju dan Mak Ipah hanya bisa berharap janji tersebut segera terealisasi sebelum musim hujan mencapai puncaknya. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu mengakhiri penderitaan mereka yang telah berbulan-bulan tinggal di hunian yang tidak manusiawi.








