Beranda Berita Nasional Densus 88 Tangkap 16 Teroris di Sumbar

Densus 88 Tangkap 16 Teroris di Sumbar

52ce96fbad1225112a59c701be807567.jpg

KBRN, Jakarta: Densus 88 Antiteror Polri, menangkap 16 tersangka teroris di wilayah Sumatera Barat (Sumbar). 

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, belasan tersangka teroris tersebut ditangkap di dua wilayah berbeda.

“Densus 88 melakukan penangkapan terhadap 16 tersangka teroris di wilayah Sumbar,” kata Ramadhan dalam siaran pers yang diterima, Minggu (27/3/2022).

Ramadah mengungkapkan, sebanyak 12 tersangka ditangkap di Kabupaten Dharmasraya. Sementara sisanya ditangkap di Kabupaten Tanah Datar.

BACA JUGA:  Perempuan Tahanan Lapas, dan Kasus Tersangka PC

“Sebanyak 12 tersangka di wilayah Dhamasraya dan empat tersangka di wilayah Tanah Datar,” jelasnya.

Ahmad menjelaskan, penangkapan ini dilakukan, Jumat (25/3). Pihaknya kini sedang mendalami kasus ini.

“Masih dilakukan pemeriksaan intensif. Penangkapan hari Jumat, 25 Maret 2022. Jaringannya belum terinfo,” ucap dia.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap lima tersangka teroris yang merupakan pendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). 

BACA JUGA:  Diduga Penipuan, Aparat Kelurahan Duri Kepa Dipolisikan

Salah satu tersangka teroris, MID, yang ditangkap di Lampung, merupakan seorang mantan napi terorisme (napiter).

“Sebagai pendukung Daulah Islamiyah ISIS dan merupakan mantan napi terorisme,” ujar Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar dalam keterangannya, Kamis (24/3/2022).

Aswin menyebut, MID diringkus, Selasa (8/3). MID ditangkap di Tanjung Senang, Bandar Lampung.

Pertengahan bulan ini, Densus 88 juga melakukan operasi penangkapan terhadap tiga tersangka teroris di Bogor, Tangerang Selatan (Tangsel), dan Jakarta Barat (Jakbar). Masing-masing teroris berinisial RS, MR, dan HP.

BACA JUGA:  Penggali Sumur Kritis di Dalam Sumur, Diduga Terkena Gas Beracun

“Itu pendukung ISIS,” ujar Aswin saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/3/2022).

Aswin menjelaskan, RS, yang merupakan warga Tangsel yang diciduk di Bogor, sudah memiliki rencana amaliyah. RS diduga ingin menyerang sebuah gedung.