Beranda Berita Nasional Cerita Pasien ODGJ Kota Banjar Saat Dirawat di RSJ Bogor

Cerita Pasien ODGJ Kota Banjar Saat Dirawat di RSJ Bogor

Cerita-Pasien-ODGJ-Kota-Banjar-Saat-Dirawat-di-RSJ-Bogor.jpg

harapanrakyat.com,- Pasca pulang dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi Bogor, puluhan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) disambut dengan haru oleh keluarganya, di Aula Kelurahan Mekarsari, Kecamatan/Kota Banjar, Rabu (19/10/2022).

Salah seorang pasien, Tia Anggi Agustin mengatakan, saat mendapat perawatan di rumah sakit dirinya banyak mendapat hal baru.

“Saat di sana saya mendapat banyak sesuatu yang baru, banyak ketemu sama teman juga,” kata Tia Anggi Agustin saat menyampaikan kesan selama di rumah sakit, Rabu (19/10/2022).

BACA JUGA:  Jalanan Subang Mirip Kolam Lele, KDM Senggol Bupati Reynaldi: "Kebut Pak Rey!"

Tia menjelaskan, ketika mendengar kabar akan pulang ke Kota Banjar, ia merasa senang karena ingin segera bertemu dengan keluarga.

“Senang, karena pengen ketemu sama keluarga terus mau beres-beres juga di rumah,” jelasnya.

Baca juga: Puluhan ODGJ Asal Kota Banjar Pulang dari RSJ Bogor

Saat ditanya, Tia Anggi Agustin mengaku, dirinya ingin bekerja agar bisa mendapatkan penghasilan.

BACA JUGA:  Jadi Saksi Kembalinya Hak Rakyat: Malu Dong Jika di Subang Masih Ada Koruptor!

“Pengen bekerja di toko, supaya dapat penghasilan,” ujarnya.

Pasien ODGJ lainnya, Hendri menyampaikan, setiap mengawali hari mereka bangun sekitar pukul 04.30 WIB, kemudian mandi dan menunaikan shalat subuh.

Sedangkan, aktivitas yang disukai saat mendapat perawatan di rumah sakit adalah ketika senam pagi.

“Suka senam ria kalau pagi,” jawabnya saat ditanya petugas.

Sementara itu petugas program lintas sektor RSJ Marzoeki Mahdi Iyep Yudiana mengatakan, pada dasarnya pasien ODGJ itu harus selalu diajak berkomunikasi.

BACA JUGA:  Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Terbit, Abdul Mu'ti: Guru dan Siswa Harus Nyaman di Sekolah

“Padahal pemahaman masyarakat itu kan kalau orang sakit jiwa itu harusnya di diemin karena kasihan. Justru sebaliknya harus selalu diajak berkomunikasi,” katanya.

Iyep Yudiana berpesan, agar pasien yang saat ini pulang ke Kota Banjar agar selalu diingatkan minum obat dan kontrol secara berkala oleh keluarganya.

“Hal itu untuk mengetahui setiap kondisinya saat pemulihan,” pungkasnya. (Sandi/R8/HR Online/Editor Jujang)