Beranda Berita Nasional Bocah SD di Tasikmalaya yang Koma 5 Bulan Meninggal Dunia

Bocah SD di Tasikmalaya yang Koma 5 Bulan Meninggal Dunia

IMG_20221106_171743_GJTX0lLy9H_MAxgZM995F.jpeg

harapanrakyat.com,- Malik Rizki Nursyabani (9), bocah SD asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mengalami koma 5 bulan meninggal dunia, Minggu (6/11/2022).

Sebelumnya, bocah kelas 4 SD warga Genteng, Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Tasikmalaya, itu sudah 5 bulan hanya terbaring karena koma.

“Iya anak saya meninggal tadi jam 3 pagi. Jam 10 malam ngorok terus, panasnya tinggi, kakinya dingin, tangannya dingin,” Kata Ika Rohmatika, Ibu Kandung Rizki.

Ika menyebut rencananya akan membawa anaknya ke rumah sakit yang ada di Jawa Tengah untuk diobati. Namun menunggu Baznas yang rencananya akan memberikan bantuan bekal untuk sehari-hari. Rencananya Baznas akan datang pada Kamis depan.

BACA JUGA:  Waspada Modus Polisi Gadungan: Korban Bisa Siapa Saja, Kenali Cirinya!

“Baznas juga kayaknya belum tahu kalau anak saya sudah meninggal. Anak saya sekarang dimakamkan di pemakaman keluarga pak,” ujarnya sambil menangis.

Baca Juga: Bocah SD di Tasikmalaya Koma 5 Bulan, Butuh Bantuan Buat Berobat ke Bandung

Sebelumnya, Seorang bocah sekolah dasar (SD) asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sudah 5 bulan hanya bisa terbaring karena koma. Namanya Malik Rizki Nursyabani (9), kelas 4 SD, warga Genteng, Kelurahan Cilamajang, Kawalu, Kota Tasikmalaya.

BACA JUGA:  Jalanan Subang Mirip Kolam Lele, KDM Senggol Bupati Reynaldi: "Kebut Pak Rey!"

Malik semula sehat, namun terjatuh ketika sedang bermain dengan teman-temannya. Saat terjatuh, punggung Malik membentur lantai hingga tak sadar. Sejak saat itu kondisi Malik terus memburuk sampai mengalami koma. Akhirnya pada Minggu-minggu (6/11/2022), Malik menghembuskan nafas terakhirnya.

Selama koma, bocah SD asal Tasikmalaya ini hanya bisa mengedipkan kelopak matanya sambil terpejam.

BACA JUGA:  Patimban 2026: Menatap Wajah Subang sebagai Raksasa Maritim Baru Indonesia

Setiap hari, ibunda Malik, Ika Rohmatika, tak henti-hentinya memutar alunan ayat Al Qur’an dari ponselnya dekat anaknya yang tengah koma. Kini bocah SD yang mengalami koma selama 5 bulan itu meninggal dunia. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)