PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.
Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.
Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.
Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.
“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.
Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).
PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.
Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
suarasubang.com – Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto melakukan silaturahmi dengan pengurus Kapolres Subang dan PERSIS di Desa Tambakdahan pada Jumat (7/8/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara pihak kepolisian dengan tokoh agama. Kapolres didampingi jajaran Pejabat Utama Polres Subang saat mengunjungi markas organisasi keagamaan tersebut.
Para pengurus PERSIS menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas. Mereka menilai peran ulama sangat penting untuk memberikan pencerahan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Melalui tokoh agama, pesan-pesan perdamaian dapat tersampaikan dengan lebih efektif kepada warga.
Kolaborasi Melalui Dakwah dan Pembinaan
Ketua PERSIS Kabupaten Subang menegaskan kesiapan organisasinya untuk bersinergi melalui jalur dakwah. Selain itu, jamaah akan terus diajak untuk menjaga persatuan serta menolak segala bentuk perpecahan. Upaya pembinaan ini menjadi komitmen nyata PERSIS dalam mendukung stabilitas daerah.
Kapolres menegaskan bahwa organisasi keagamaan merupakan mitra strategis dalam menjaga keamanan wilayah. Komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci terciptanya lingkungan yang harmonis. Beliau percaya sinergi ini akan membuat Kabupaten Subang semakin aman dan damai.
Pendekatan Humanis untuk Masyarakat
AKBP Andi Purwanto juga memberikan apresiasi atas kontribusi aktif PERSIS dalam kegiatan sosial selama ini. Selanjutnya, beliau berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan penyampaian pesan keamanan hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Sinergi antara Kapolres Subang dan PERSIS ini menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan yang kokoh. Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah warga melalui pendekatan yang humanis. Langkah tersebut diambil demi mewujudkan Kabupaten Subang yang tetap kondusif bagi semua orang.
suarasubang.com – Babinsa Subang salurkan air bersih kepada warga Kampung Cigintung, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Sabtu (8/8/2026). Inisiatif ini muncul untuk meringankan beban masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
Sertu Gugun Gunawan menginisiasi distribusi 5.000 liter air tersebut bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Subang. Bantuan sosial ini menyasar sekitar 180 jiwa atau 60 kepala keluarga yang terdampak kekeringan dalam beberapa pekan terakhir.
Sinergi Bantu Masyarakat Terdampak
Proses penyaluran bantuan berlangsung dengan kawalan langsung dari personel Koramil 0513/Jalancagak. Selain itu, Kepala Desa Palasari beserta jajaran Pol PP Kecamatan Ciater turut hadir memastikan distribusi berjalan lancar kepada warga.
Danramil 0513/Jalancagak Kapten (Inf) Alexgro mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Babinsa di lapangan. Beliau menegaskan bahwa peran Babinsa sebagai ujung tombak TNI memang harus peka terhadap setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat.
Selanjutnya, Dandim 0605/Subang Letkol (Czi) Asep Saepudin meminta seluruh jajarannya untuk aktif membangun sinergi dengan berbagai instansi. Kolaborasi bersama pemerintah desa dan Tagana menjadi kunci agar kebutuhan mendesak warga bisa segera terpenuhi.
Warga Kampung Cigintung merasa sangat terbantu karena sebelumnya mereka harus menempuh jarak jauh untuk mencari sumber air. Melalui program Babinsa Subang salurkan air, pihak Koramil berkomitmen untuk terus memantau wilayah rawan kekeringan lainnya di Kecamatan Ciater.
suarasubang.com – Babinsa Koramil 0502/Subang bersama warga menggelar kerja bakti Desa Majasari pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan gotong royong yang melibatkan siswa-siswi MTs Cibogo ini berlangsung di Jalan Desa Kampung Maja, Kecamatan Cibogo.,,
Serka Uung Sunarya memimpin langsung aksi pembersihan bahu jalan dan saluran air tersebut. Selain menjaga kebersihan, aksi nyata ini bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat demi keamanan desa.,
Kebersihan lingkungan yang terjaga diyakini mampu meningkatkan kenyamanan dan ketertiban wilayah. Selanjutnya, Serka Uung berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar kepedulian masyarakat terhadap alam semakin tumbuh subur.,
Kekompakan warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik di Majasari. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu merawat kebersamaan agar tugas menjaga keamanan wilayah terasa lebih ringan.,
Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat memberikan suntikan semangat tambahan bagi warga Kampung Maja. Mereka merasa silaturahmi antar-tetangga menjadi semakin erat melalui momentum kerja bakti Desa Majasari tersebut.,
Sementara itu, para pelajar MTs Cibogo mengaku bangga bisa berkontribusi langsung di lapangan. Mereka menyadari bahwa beban pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika semua pihak saling membantu secara gotong royong.,
suarasubang.com – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang pada Jumat (7/8/2026). Pertemuan penting ini membahas penetapan Perubahan KUA-PPAS 2026 Subang sebagai agenda utama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Victor Wirabuana Abdurachman.
Agenda sidang tersebut mencakup laporan Badan Anggaran serta persetujuan kesepakatan anggaran. Selanjutnya, Wakil Bupati yang akrab disapa Kang Akur juga menyampaikan pendapat akhir mewakili Bupati Subang. Dalam momen tersebut, ia resmi menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2026 Subang.
Kang Akur menegaskan bahwa penandatanganan ini merupakan wujud komitmen nyata antara eksekutif dan legislatif. Sinergi tersebut bertujuan menyusun perencanaan anggaran yang benar-benar tepat sasaran. Dengan demikian, pengelolaan keuangan daerah tetap akuntabel bagi seluruh masyarakat.
Sinergi untuk Pembangunan Daerah
Pemerintah daerah mengapresiasi dinamika pembahasan yang berlangsung sangat konstruktif selama di DPRD. Menurut Kang Akur, perbedaan pandangan dari setiap fraksi menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kemajuan wilayah. Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi kepentingan publik.
Pemerintah meyakini dokumen Perubahan KUA-PPAS 2026 Subang telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Kesepakatan tersebut akan menjadi dasar kuat dalam penyusunan Perubahan APBD mendatang. Langkah ini sangat krusial agar program pembangunan daerah tetap berjalan secara optimal.
Ketua DPRD Victor Wirabuana Abdurachman menutup rapat dengan memberikan apresiasi kepada jajaran anggota dewan. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antara pemerintah dan legislatif. Sinergi yang kuat menjadi kunci utama untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga Subang.
suarasubang.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini telah menuntaskan upaya BPBD Subang petakan wilayah rawan bencana. Pemetaan ini mencakup identifikasi daerah berpotensi krisis air bersih serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Subang, Enda, menjelaskan bahwa petugas menyusun data berdasarkan referensi BMKG. Selain itu, tim gabungan telah memverifikasi laporan langsung dari lapangan untuk memastikan titik koordinat yang akurat.
Titik Fokus Pengawasan Bencana
Pemerintah daerah memberikan perhatian utama pada wilayah pesisir utara dan area pegunungan. Kecamatan Blanakan, Compreng, Sagalaherang, dan Jalancagak masuk dalam kategori sangat rawan karena sumber air mulai berkurang.
Debit air pada sumur dan embung warga di kawasan tersebut sudah menunjukkan penurunan signifikan. Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan pengawasan ketat guna mencegah dampak kekeringan yang lebih luas bagi penduduk.
Petugas juga mewaspadai ancaman kebakaran pada lahan kosong serta area pertanian di seluruh wilayah. Angin kencang dan keberadaan material kering dapat memicu api dengan sangat cepat jika masyarakat tidak waspada.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Personel
Enda secara tegas meminta warga untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api. Tindakan tersebut sangat berbahaya karena berpotensi memicu bencana besar yang sulit terkendali.
Saat ini, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan PDAM, PMI, dan para relawan untuk penyaluran air bersih. Mereka juga mendirikan posko siaga di kecamatan rawan agar bantuan dapat mencapai warga dengan lebih cepat.
Personel Tagana dan Damkar tetap bersiaga selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi setiap laporan darurat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera mendistribusikan pasokan air setiap kali terjadi krisis di pemukiman warga.
Masyarakat sebaiknya mulai menghemat penggunaan air bersih serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Kesiapsiagaan bersama secara gotong royong menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kemarau panjang tahun ini.
suarasubang.com – PT Tracon Industri mengalokasikan investasi Tracon Industri Subang sebesar Rp 7,7 miliar untuk memperluas fasilitas produksinya. Perusahaan membangun workshop dan warehouse tambahan di Kawasan Industri Intijaya guna meningkatkan kapasitas layanan sektor industri.
Fasilitas baru tersebut memiliki luas bangunan sekitar 990 meter persegi. Nantinya, area ini akan mendukung aktivitas fabrikasi, pemeliharaan, hingga penyimpanan material proyek secara terintegrasi.
Direktur Utama PT Tracon Industri, Muhammad Badri Halim, menyebut pengembangan ini sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni sangat penting untuk mendukung produktivitas, efisiensi, dan kecepatan solusi bagi pelanggan.
Mendukung Efisiensi Operasional
Ekspansi tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan tahap pertama yang berlangsung pada tahun 2025 lalu. Sebelumnya, perusahaan telah membangun gudang di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan 324 meter persegi.
Ke depannya, workshop baru akan berfungsi sebagai pusat kegiatan teknik dan perawatan mesin. Sementara itu, perluasan gudang bertujuan meningkatkan kapasitas penyimpanan peralatan agar pengelolaan logistik menjadi lebih efisien.
Proses pembangunan investasi Tracon Industri Subang ini ditargetkan selesai dan beroperasi penuh pada awal Desember 2026. Meskipun mengejar target waktu, Tracon Industri tetap menjamin penerapan standar keselamatan kerja yang ketat selama masa konstruksi.
suarasubang.com – Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto meninjau kesiapan lahan penanaman bibit bawang putih di Desa Ciater, Kabupaten Subang, Kamis (6/8/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan produktif.
Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto menyambut langsung kedatangan jajaran Polda Jabar tersebut. Selain itu, perwakilan PTPN Regional 2, Dinas Pertanian, serta kelompok tani setempat turut hadir dalam diskusi lapangan ini.
Sinergi Pengelolaan Lahan Produktif
Agenda utama kegiatan mencakup diskusi mendalam mengenai pola pengelolaan bibit bawang putih. Para pemangku kepentingan membahas kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan PTPN untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Setelah berdialog, Kapolda Jabar bersama rombongan melihat langsung area yang akan menjadi lokasi penanaman. Langkah ini memastikan seluruh sarana maupun prasarana pendukung telah siap operasional guna menyukseskan program pemerintah.
Sebagai bentuk kepedulian, Irjen Pol. Pipit Rismanto menyerahkan bingkisan kepada perwakilan kelompok tani. Selanjutnya, ia membuka sesi diskusi untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pengembangan komoditas bawang putih di wilayah Subang.
Komitmen Polri dalam Ketahanan Pangan
Kapolres Subang menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal seluruh kebijakan strategis pemerintah di bidang pertanian. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Pihak kepolisian berkomitmen memberikan dukungan penuh agar target swasembada pangan dapat tercapai secara maksimal. Melalui kolaborasi yang kuat, pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Subang diharapkan semakin tangguh di masa depan.
Subang Kota Mobil Listrik Asia Tenggara – Suarasubang. Masuknya raksasa otomotif global ke Kabupaten Subang bukan lagi sekadar wacana. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, komitmen investasi BYD mencapai Rp 16 triliun untuk membangun pabrik berkapasitas 150.000 unit per tahun. Di sisi lain, VinFast juga telah menginvestasikan lebih dari USD 300 juta pada Fase 1 dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun.
Kapasitas total perakitan yang mencapai 200.000 unit kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) per tahun ini memunculkan satu pertanyaan kritis bagi pemerintah: Apakah Subang hanya akan menjadi “tuan rumah” yang menyewakan lahan dan tenaga kerja, atau bertransformasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok ekonomi hijau Asia Tenggara?
Jika pendekatannya masih konvensional, triliunan rupiah nilai tambah ekonomi akan mengalir keluar daerah. Subang membutuhkan strategi terintegrasi yang menyentuh urat nadi perekonomian lokal: tata kelola data, agribisnis, pendidikan, pariwisata, hingga digitalisasi kawasan.
1. Tata Kelola Kebijakan Berbasis Analitik Data (Data-Driven Policy) Kehadiran mega-pabrik EV ini akan memicu ledakan populasi pekerja dan lonjakan arus logistik menuju Pelabuhan Patimban, yang pada Fase I-2 dirancang untuk menangani hingga 600.000 unit CBU (Completely Built Up) per tahun.
Pemerintah tidak bisa lagi membuat kebijakan berdasarkan asumsi. Diperlukan integrasi analitik data presisi untuk memetakan kapasitas jalan, kebutuhan energi, dan tata ruang. Melalui visualisasi data geospasial yang akurat, pemerintah dapat menawarkan proyek infrastruktur sekunder kepada investor dengan basis angka yang transparan.
2. Sinergi Manufaktur dan Agribisnis: Mengubah Paradigma B2B Subang adalah lumbung pangan nasional dengan produksi padi menembus 1 juta ton GKG (Gabah Kering Giling). Sangat disayangkan jika industri manufaktur dan agribisnis berjalan terpisah.
Pemerintah dapat memfasilitasi kemitraan B2B strategis. Riset BloombergNEF menunjukkan transisi ke armada logistik EV berpotensi memangkas biaya operasional hingga 30-40%. Dengan memetakan jalur distribusi secara valid, pemerintah dapat mengintegrasikan rute logistik hasil panen menggunakan kendaraan niaga listrik yang terhubung dengan stasiun pengisian daya (charging station), menciptakan ketahanan pangan yang efisien dan bebas emisi.
3. Revolusi Vokasi Pendidikan: Menyiapkan SDM untuk ‘Green Jobs’ Transisi menuju industri EV tidak hanya membutuhkan tenaga perakit manual, tetapi juga teknisi mekatronika, spesialis perangkat lunak otomotif, hingga analis data produksi. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memproyeksikan transisi energi akan menciptakan jutaan lapangan kerja hijau (green jobs) baru.
Pemerintah Kabupaten Subang harus segera menginisiasi Subang EV & Robotics Academy dengan menggandeng SMK, politeknik lokal, dan pusat R&D dari pabrik EV. Kurikulum vokasi harus dirombak agar selaras dengan kebutuhan industri 4.0. Tanpa upskilling besar-besaran, pemuda lokal Subang hanya akan menjadi penonton di tanah sendiri atau terjebak sebagai pekerja kasar, sementara posisi strategis diisi oleh tenaga ahli dari luar daerah.
4. Pariwisata Berkelanjutan (Green Eco-Tourism): Menyatukan Utara dan Selatan Subang memiliki dikotomi geografis yang unik: kawasan utara berpusat pada industri dan pelabuhan, sementara kawasan selatan (seperti Ciater dan perkebunan teh) adalah surga pariwisata alam. Industri EV dapat menjadi jembatan penghubung keduanya melalui konsep Green Eco-Tourism.
Pemerintah dan pelaku pariwisata dapat mengadopsi armada shuttle listrik inter-destinasi wisata di Subang Selatan. Lebih dari itu, limbah Second-Life Battery (baterai bekas EV dari pabrik di utara yang masih memiliki kapasitas 70-80%) dapat dimanfaatkan sebagai jaringan penyimpanan energi (Energy Storage System) bertenaga surya untuk hotel dan eco-resort di selatan. Ini adalah perwujudan ekonomi sirkular yang akan menjadi daya tarik pariwisata bertaraf internasional.
5. Digitalisasi Branding: Subang sebagai “Green Investment Hub” Di era digital, reputasi daerah tidak dibangun melalui brosur fisik, melainkan kampanye digital marketing berbasis ROI (Return on Investment). Pemerintah daerah perlu me-rebranding Subang secara global. Target kampanye B2B ini harus diperluas ke perusahaan software, pabrik daur ulang baterai, hingga penyedia teknologi IoT (Internet of Things). Dengan optimasi kampanye yang menargetkan pemodal asing, Subang dapat memposisikan dirinya setara dengan pusat teknologi hijau dunia.
Menjadi “Kota Mobil Listrik” adalah peluang emas sekaligus tantangan tata kelola. Dengan memaksimalkan analisis data untuk tata ruang, membangun jembatan B2B agribisnis, merevolusi pendidikan vokasi, mengintegrasikan pariwisata berkelanjutan, dan menjalankan strategi digital branding global, Subang tidak hanya akan merakit masa depan otomotif dunia, tetapi juga memetik keuntungan maksimal darinya.
Yayan Mulyana – Bridging storytelling and data-driven marketing for brand growth.
suarasubang.com – BPBD Kabupaten Subang menggandeng Tagana dan Damkar untuk mulai menggelar patroli rutin di wilayah rawan. Agenda utama tim gabungan ini adalah melaksanakan Patroli Karhutla Subang guna mengantisipasi potensi kebakaran dan kekeringan. Langkah preventif tersebut bertujuan melindungi warga dari dampak buruk musim kemarau panjang tahun 2026.
Fokus Pengawasan di Wilayah Rawan
Petugas memusatkan perhatian pada Kecamatan Sagalaherang, Jalancagak, Ciater, dan wilayah Subang Kota. Lokasi-lokasi ini memiliki banyak semak belukar yang mengering serta sumber air yang mulai menyusut signifikan. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Subang, Enda, menyebut pemetaan dilakukan berdasarkan data curah hujan dan histori kejadian sebelumnya.
Selain berpatroli, tim gabungan juga melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat dan kelompok tani. Warga mendapat peringatan agar tidak membakar sampah secara terbuka demi menghindari risiko kebakaran besar. Keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman si jago merah.
Kesiagaan Personel dan Infrastruktur
Pihak BPBD telah menyiapkan armada tangki air serta peralatan pemadaman lengkap di setiap posko kecamatan. Seluruh personel disiagakan selama 24 jam penuh untuk memberikan respons cepat terhadap laporan dari masyarakat. Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, serta para relawan untuk memperkokoh koordinasi lapangan.
Program pencegahan ini diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana kemarau di seluruh wilayah Kabupaten Subang. Masyarakat pun diimbau untuk lebih hemat dalam menggunakan air bersih setiap harinya. Upaya bersama ini merupakan prioritas utama pemerintah dalam menjamin keselamatan publik selama musim kering.
suarasubang.com – Pertemuan hangat antara Kapolres dan Danlanud Subang berlangsung di Markas Lanud Suryadarma pada Rabu (5/8/2026). Sambil menikmati kopi, AKBP Andi Purwanto dan Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie membahas penguatan keamanan wilayah.
Suasana pertemuan tersebut terasa cair dan penuh keakraban meski sedang membahas tugas negara. Para perwira dari kedua instansi pun tampak berbaur tanpa sekat selama acara berlangsung.
Komitmen Menjaga Keamanan Subang
AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan layaknya saudara. Beliau berharap Kapolres dan Danlanud Subang bisa terus saling menjaga dan membantu demi kepentingan masyarakat.
Selain itu, kekompakan aparat di tingkat pimpinan akan memberikan dampak positif langsung di lapangan. Masyarakat tentu akan merasa lebih aman saat melihat TNI dan Polri bekerja sama dengan solid.
Sementara itu, Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie menyambut baik kunjungan langsung jajaran Polres Subang tersebut. Ia menilai komunikasi tatap muka jauh lebih efektif daripada sekadar berkoordinasi melalui pesan singkat.
Danlanud menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi menjaga keamanan wilayah udara maupun darat. Langkah tersebut memastikan pengamanan di Kabupaten Subang tetap berjalan dalam satu komando yang terintegrasi.
Sebagai penutup, acara berakhir dengan sesi foto bersama serta ramah tamah yang santai. Kapolres menekankan bahwa menjaga keamanan membutuhkan pendekatan hati agar silaturahmi ini terus berlanjut.