Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Perpisahan Sekda Subang: Estafet Jabatan ke Rona Mairansyah

Perpisahan Sekda Subang

Acara Perpisahan Sekda Subang dan Ketua DWP Kabupaten Subang berlangsung di Aula Pemda Subang. Selanjutnya, acara serah terima ini terlaksana pada hari Kamis (01/10/2026).

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menghadiri kegiatan tersebut secara langsung. Selain itu, unsur Forkopimda dan para Kepala Perangkat Daerah turut hadir. Bahkan, Sekda Kabupaten Purwakarta juga mengikuti jalannya agenda ini.

Pesan Purna Tugas Asep Nuroni

Sekretaris Daerah periode sebelumnya, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan perpisahannya. Pria yang akrab disapa Kang Asep Nuroni ini menceritakan perjalanan kariernya. Ia telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 40 tahun. Tentu saja, ia selalu memprioritaskan pelayanan publik yang terbaik.

Kemudian, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Subang. “Apabila ada kata, tingkah laku, ucapan dan kebijakan yang tidak bisa diterima masyarakat, saya sampaikan permohonan maaf,” tuturnya.

Di samping itu, ia berterima kasih atas kepercayaan selama menjabat. “Terima kasih, telah memberikan ruang pengabdian yang luas kepada saya,” ungkapnya.

Terakhir, ia resmi pamit dari jabatan kedinasan tersebut. “Saya pamit dari jabatan kedinasan sebagai Sekda Subang, izin kami akan beralih ke pengabdian di ruang lain,” tutupnya.

Komitmen Sekda Baru Rona Mairansyah

Agenda berlanjut dengan prosesi penyerahan buku memori jabatan. Asep Nuroni menyerahkan dokumen tersebut kepada Sekretaris Daerah yang baru, Rona Mairansyah, AP., M.Si.

Setelah itu, Kang Rona menegaskan komitmennya dalam mengemban amanah baru. Ia berjanji akan memberikan pelayanan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Bukti integritas kepada pimpinan, kepada masyarakat jauh lebih berat,” tuturnya. Selanjutnya, ia meminta dukungan dan sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, ia mampu mengorkestrasi kebijakan Kepala Daerah untuk mencapai target Subang Ngabret. “Itu semua menjadi satu kesatuan, satu sistem, satu tujuan serta satu outcome,” katanya.

Fokus Integritas dan Pelayanan Birokrasi

Kang Rona juga menegaskan fokus utamanya dalam menjalankan tugas. Ia menganggap jalan pengabdian ini sebagai bentuk ikhtiar nyata. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, ia menempatkan integritas sebagai prioritas utama. “Bahwa integritas, loyalitas, tegak lurus itu nomor satu,” terangnya.

Harapan Bupati Reynaldy untuk Sekda Baru

Bupati Reynaldy memberikan tanggapan usai acara perpisahan tersebut selesai. Ia berharap Sekda yang baru dapat menjalankan tugas fungsionalnya dengan baik. “Tetap bisa menjaga integritas dan bisa bergerak cepat, sesuai dengan kebutuhan kita, serta bisa melayani masyarakat Kabupaten Subang dengan maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menjelaskan peran sentral seorang Sekretaris Daerah. Sekda harus mampu mengorkestrasi setiap kebijakan hingga ke level teknis. Akibatnya, pemerintah dapat menciptakan standar pelayanan publik yang prima. “Tugasnya mengorkestrasikan setiap OPD bisa saling terkoneksi, bagaimana kebijakan pimpinan dengan para camat, para kepala OPD bisa betul-betul nyambung,” pungkasnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan acara Perpisahan Sekda Subang dilaksanakan?Acara perpisahan tersebut berlangsung pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.
  • Di mana lokasi acara perpisahan dan serah terima jabatan ini?Kegiatan perpisahan dan penyerahan buku memori ini bertempat di Aula Pemda Subang.
  • Siapa Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang baru dilantik?Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang baru dilantik adalah Rona Mairansyah, AP., M.Si.

Pusat Data AI Jatiluhur Dihentikan Sementara oleh KDM

Pusat data AI Jatiluhur resmi mengalami penghentian pembangunan sementara oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Selanjutnya, penghentian operasional ini terjadi pada hari Rabu (30/9/2026) di Kabupaten Purwakarta.

Pemerintah mengambil langkah tegas ini terhadap proyek milik BDX Data Centers. Sebab, perusahaan tersebut belum mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Selain itu, mereka juga belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sah.

Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan syarat mutlak kelanjutan proyek. Beliau menyatakan bahwa pembangunan tidak boleh berlanjut sebelum kelengkapan dokumen terpenuhi. “PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” kata KDM.

Oleh karena itu, ia meminta konsultan proyek segera bertindak cepat. Mereka harus segera melengkapi persyaratan penerbitan AMDAL dan PBG kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Kajian Dampak Lingkungan dan Kebutuhan Air

Selain persoalan izin, KDM menyoroti pentingnya keterbukaan kajian proyek. Pihak pengembang harus membuka kajian pembangunan kepada masyarakat secara transparan.

Salah satu aspek utama menyangkut potensi dampak ekologi pada lingkungan sekitar. Khususnya, pemerintah menyoroti persoalan tingkat kebisingan operasional dari fasilitas teknologi ini.

Di samping itu, tingkat penggunaan air dari Waduk Jatiluhur juga menjadi perhatian sangat serius.

Menurut KDM, fasilitas teknologi ini sama sekali tidak boleh mengganggu ketersediaan air. Khususnya, pemanfaatan air Waduk Jatiluhur sangat vital bagi kebutuhan sektor pertanian warga. “Jangan sampai keberadaan pusat data AI ini mengganggu pemanfaatan air Waduk Jatiluhur untuk petani,” tegasnya. Pada akhirnya, ketahanan pangan masyarakat lokal tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Spesifikasi Proyek BDX Data Centers

Proyek teknologi canggih ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi. Selanjutnya, pihak pengembang mulai melaksanakan tahapan pembangunan fisik sejak 22 September 2026.

Fasilitas ini memiliki rencana kapasitas daya listrik yang sangat besar. Secara spesifik, kebutuhan energi listrik untuk menunjang fasilitas ini mencapai angka 640 Megawatt (MW).

Mengingat besarnya kapasitas tersebut, pemerintah meminta kepastian seluruh aspek perizinan. Pengembang harus memastikan evaluasi kajian dampak proyek selesai sepenuhnya.

Setelah itu, barulah proses pembangunan fisik dapat mereka lanjutkan kembali. Dengan demikian, investasi teknologi tingkat tinggi tetap berjalan tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan hidup.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Mengapa proyek pusat data AI Jatiluhur dihentikan sementara?Gubernur Jawa Barat menghentikan proyek tersebut karena pihak BDX Data Centers belum mengantongi dokumen perizinan wajib berupa AMDAL dan PBG.
  • Kapan pembangunan fasilitas pusat data AI tersebut mulai dilaksanakan?Proses pembangunan fisik di atas lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut telah dimulai sejak tanggal 22 September 2026.
  • Berapa kapasitas daya listrik yang dibutuhkan oleh pusat data AI ini?Fasilitas teknologi kecerdasan buatan ini memiliki rencana kapasitas kebutuhan daya listrik mencapai angka 640 Megawatt (MW).

Titik Kumpoel Subang: Ruang Sosial dan Entrepreneur Kreatif

Titik Kumpoel Subang resmi hadir sebagai ruang sosial dan entrepreneur bagi masyarakat. Selanjutnya, fasilitas ini membuka kesempatan luas bagi para pelaku usaha lokal. Komunitas dan kreator juga dapat memanfaatkan tempat ini untuk berdiskusi.

Oleh karena itu, masyarakat memiliki wadah baru untuk berkolaborasi. Pengelola menandai peluncuran fasilitas ini melalui kegiatan syukuran. Acara peresmian tersebut berlokasi di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang.

Sejumlah tokoh penting menghadiri kegiatan peluncuran fasilitas sosial tersebut. Ketua KADIN Subang, Agus Prabanta, turut hadir meramaikan acara syukuran.

Selain itu, Ketua HIPMI Subang, Aninditya Santiko Wibowo, juga mengikuti jalannya kegiatan. Beberapa influencer dan perwakilan komunitas kreatif tampak berada di lokasi. Bahkan, panitia juga mengundang beberapa tamu undangan lainnya.

Tujuan Utama Pembangunan Fasilitas

Direktur TNR Mitra Utama, Niko Rinaldo, memberikan penjelasan terkait tujuan pembangunan fasilitas. Menurutnya, Titik Kumpoel bukan sekadar tempat untuk berkumpul biasa.

Sebaliknya, fasilitas ini berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan ragam kreativitas. Pengunjung dapat merealisasikan berbagai gagasan bisnis secara langsung di tempat ini.

“Titik Kumpoel adalah social and entrepreneur. Di sini tidak hanya kreativitas, tapi bisa berdiskusi, bisa berkreatif dan pulang dari sini dieksekusi,” ujar Niko.

Selanjutnya, Niko menilai masyarakat sangat membutuhkan ruang pertemuan yang representatif. Fasilitas ini mencegah ide-ide kreatif berhenti sebatas pada pembicaraan lisan saja. “Kalau kita harus jadi pelaku, bagaimana menjadi pelaku? Sehingga dibutuhkan sebuah wadah,” tambahnya.

Profil Perusahaan TNR Mitra Utama

Fasilitas kolaborasi ini beroperasi di bawah naungan perusahaan TNR Mitra Utama. Secara historis, perusahaan ini berdiri secara resmi pada tanggal 19 November 2025.

Perusahaan tersebut bergerak aktif di sejumlah bidang usaha komersial yang beragam. Saat ini, mereka menangani proyek konstruksi hingga industri kuliner (F&B). Di samping itu, mereka juga melayani pesanan katering untuk masyarakat.

Ekspansi Unit Usaha Baru

Perusahaan ini terus mengembangkan sejumlah unit usaha baru secara terstruktur. Contohnya, mereka memperkenalkan konsep bisnis kedai bernama Street Coffee.

Selain itu, perusahaan ini meluncurkan unit usaha ritel bernama TNR Gadget. Pada akhirnya, ekspansi ini menunjukkan upaya berkelanjutan dalam memajukan perekonomian daerah.

Akses Terbuka Bagi Masyarakat Luas

Niko menegaskan bahwa fasilitas ini terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat. Khususnya, bagi warga yang memiliki ide dan ingin melakukan kolaborasi bisnis.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk mengembangkan inovasi produk. Mereka juga bisa memperkenalkan produk unggulan mereka kepada para pengunjung lainnya.

“Bagi semua orang yang ada keinginan, ada ide, kita terbuka. Silakan buat anak-anak muda Subang yang mau kolaborasi, kami terbuka seluas-luasnya,” ucap Niko.

Kemudian, ia berharap tempat ini mampu mempertemukan pelaku usaha dan komunitas dalam kegiatan ekonomi kreatif. “Setelah syukuran, kalau besok atau lusa melintas di Titik Kumpoel, tidak harus izin dulu. Silakan bisa digunakan,” pungkas Niko mengakhiri penjelasannya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa itu Titik Kumpoel Subang?Titik Kumpoel Subang adalah fasilitas ruang sosial dan entrepreneur yang memfasilitasi diskusi, kolaborasi, dan eksekusi ide bisnis.
  • Di mana lokasi fasilitas Titik Kumpoel tersebut?Fasilitas kolaborasi ini berlokasi di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang.
  • Siapa pengelola utama dari ruang kolaborasi ini?Fasilitas ini dikelola oleh perusahaan TNR Mitra Utama yang dipimpin oleh Direktur Niko Rinaldo.

Rapat Paripurna DPRD Subang Sahkan Perubahan APBD 2026

Rapat Paripurna DPRD Subang

Rapat Paripurna DPRD Subang berlangsung pada hari Rabu, 30 September 2026. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menghadiri kegiatan tersebut secara langsung. Selanjutnya, Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, turut mendampingi pimpinan daerah ini. Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurrachman, memimpin langsung jalannya agenda persidangan paripurna tersebut.

Tiga Agenda Utama Persidangan Dewan

Pertemuan dewan ini memiliki tiga agenda utama terkait rancangan anggaran daerah. Pertama, anggota dewan mendengarkan Laporan Badan Anggaran terkait dokumen keuangan. Laporan ini membahas hasil evaluasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026. Kemudian, agenda kedua berfokus pada persetujuan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Terakhir, peserta rapat mendengarkan pendapat akhir dari Bupati Subang mengenai Raperda tersebut.

Penandatanganan Persetujuan Rancangan Anggaran

Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan secara resmi menyepakati dokumen rancangan anggaran. Bupati Subang bersama Ketua DPRD melaksanakan penandatanganan persetujuan dokumen Raperda tersebut. Secara spesifik, dokumen hukum ini mengatur Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Setelah tahapan penandatanganan selesai, Bupati yang akrab disapa Kang Rey ini langsung menyampaikan pendapat akhirnya.

Penyesuaian Dinamika dan Kebutuhan Prioritas

Kang Rey memberikan penjelasan teknis terkait kebijakan penyesuaian rancangan anggaran ini. “Perubahan APBD 2026 merupakan wujud upaya bersama merespons dinamika pembangunan daerah. Kami juga menyelaraskan kondisi keuangan dengan kebutuhan prioritas masyarakat,” ujar Kang Rey.

Instrumen anggaran ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas operasional pelayanan publik harian. Pemerintah juga berfokus memperkuat sektor pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta fasilitas kesehatan. Pada akhirnya, seluruh langkah strategis ini bertujuan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Keterbatasan Kapasitas Keuangan Daerah

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang merasa sangat optimistis terhadap dokumen rancangan anggaran tersebut. Mereka telah menyusun seluruh draf keuangan sesuai dengan tuntutan masyarakat luas. Meskipun demikian, Kang Rey tetap mengakui adanya keterbatasan dalam pemenuhan usulan program.

Belum seluruh usulan warga masyarakat dapat pemerintah penuhi secara maksimal saat ini. Kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan kemampuan keuangan riil Pemerintah Daerah Subang. Sementara itu, pemerintah harus mengeksekusi banyak program pada kalender Tahun Anggaran 2026. Oleh karena itu, Bupati berharap persetujuan ini segera bertransformasi menjadi Peraturan Daerah resmi.

Kehadiran Unsur Pemerintahan Kabupaten Subang

Berbagai pejabat penting hadir mendampingi Kepala Daerah dalam rapat paripurna ini. Seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Subang tampak mengikuti rangkaian persidangan secara penuh. Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang juga turut menghadiri acara kenegaraan tersebut.

Para Asisten Daerah dan Staf Ahli Bupati Lingkup Setda turut hadir meramaikan. Selain itu, kegiatan penting ini melibatkan jajaran Kepala OPD secara langsung. Seluruh Camat dan Kepala Bagian Lingkup Setda Subang juga mengikuti jalannya rapat hingga selesai.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan Rapat Paripurna DPRD Subang mengenai Perubahan APBD 2026 ini diselenggarakan? Rapat Paripurna DPRD Subang tersebut berlangsung pada hari Rabu, 30 September 2026.
  • Siapa saja pimpinan yang menandatangani persetujuan Raperda Perubahan APBD 2026? Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, dan Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurrachman, menandatangani persetujuan tersebut.
  • Apa alasan belum semua usulan masyarakat terpenuhi dalam Perubahan APBD 2026? Pemerintah belum bisa memenuhi semua usulan akibat keterbatasan kemampuan keuangan riil daerah berbanding banyaknya program pada tahun 2026.

Peresmian Titik Kumpoel Subang sebagai Ruang Sosial Kreatif

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Kehadiran Titik Kumpoel Subang resmi menjadi ruang sosial dan entrepreneur baru. Panitia menandai peresmian fasilitas ini dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pita.

Selanjutnya, kegiatan ini berlokasi di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang. Acara peresmian tersebut terlaksana pada hari Selasa (29/9/2026). Momentum ini membuka ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, komunitas, kreator, dan masyarakat umum.

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Tujuan dan Wadah Kolaborasi Masyarakat

Direktur TNR Mitra Utama, Niko Rinaldo, memberikan penjelasan terkait tujuan fasilitas ini. Menurut Niko, kehadiran ruang kolaborasi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat lokal. Warga membutuhkan wadah nyata untuk menjadi pelaku usaha dan penggiat kegiatan kreatif.

“Kalau kita harus jadi pelaku, bagaimana menjadi pelaku? Sehingga dibutuhkan sebuah wadah,” katanya.

Oleh karena itu, pengelola membuka fasilitas ini bagi seluruh masyarakat pemilik ide. Pengelola juga mempersilakan para pelaku usaha untuk memanfaatkan ruang tersebut secara maksimal. Mereka dapat mengembangkan sekaligus memperkenalkan berbagai produk usahanya kepada publik luas.

Niko sangat mendukung partisipasi aktif dari generasi muda setempat. “Bagi semua orang yang ada keinginan, ada ide, kita terbuka. Silakan buat anak-anak muda Subang yang mau kolaborasi, kami terbuka seluas-luasnya,” ucap Niko.

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Pelaksanaan Seremoni dan Dukungan Tokoh Daerah

Jajaran pimpinan PT TNR Mitra Utama memimpin langsung seremoni pemotongan tumpeng. Prosesi ini bertindak sebagai tanda resmi dimulainya seluruh aktivitas operasional tempat tersebut.

Selain itu, sejumlah tokoh penting daerah turut menghadiri kegiatan peresmian ini secara langsung.

Ketua KADIN Subang, Agus Prabanta, tampak hadir mewakili kamar dagang daerah. Kemudian, Ketua HIPMI Subang, Aninditya Santiko Wibowo, juga mengikuti jalannya peresmian.

Beberapa influencer dan perwakilan komunitas kreatif lokal turut meramaikan acara tersebut. Bahkan, panitia juga mengundang sejumlah tamu kehormatan lainnya untuk memeriahkan suasana.

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Konsep Ruang Diskusi dan Eksekusi Kreatif

Niko kembali menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar tempat berkumpul biasa. Selanjutnya, ia berharap fasilitas ini menjadi ruang pertemuan yang sangat produktif.

Sebaliknya, pengelola merancang ruang ini khusus untuk berdiskusi dan mengembangkan ragam kreativitas. Harapannya, pengunjung mampu melahirkan berbagai gagasan baru yang inovatif bagi daerah.

Masyarakat dapat mengeksekusi berbagai ide cemerlang mereka secara langsung di tempat ini. “Titik Kumpoel adalah social and entrepreneur. Di sini tidak hanya kreativitas, tapi bisa berdiskusi, bisa berkreatif dan pulang dari sini dieksekusi,” ujar Niko.

Pada akhirnya, para penggiat dapat mewujudkan gagasan tersebut dalam bentuk kegiatan maupun usaha nyata.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana peresmian Titik Kumpoel Subang dilaksanakan?Peresmian dilaksanakan pada hari Selasa, 29 September 2026, bertempat di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang.
  • Siapa saja tokoh daerah yang menghadiri acara peresmian tersebut?Acara peresmian ini dihadiri oleh Ketua KADIN Subang Agus Prabanta dan Ketua HIPMI Subang Aninditya Santiko Wibowo, beserta komunitas kreatif.
  • Apa tujuan utama dari pendirian fasilitas Titik Kumpoel ini?Fasilitas ini bertujuan menjadi ruang sosial dan entrepreneur bagi masyarakat, pelaku usaha, dan kreator untuk berdiskusi serta mengeksekusi ide bisnis.

Apel Gabungan ASN Subang Tandai Purna Bakti Sekda Asep Nuroni

Apel Gabungan ASN Subang

Pelaksanaan Apel Gabungan ASN Subang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Subang. Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, bertindak sebagai Pembina Apel. Kegiatan rutin ini terlaksana pada hari Senin, 28 September 2026.

Kemudian, Camat Dawuan, Jaja, memimpin langsung jalannya apel gabungan tersebut. Acara ini bermula dengan sesi pembacaan Panca Prasetya Korpri. Selanjutnya, Kasubbag Umum Bapperida, Devi Yulian Mahardika, membacakan ikrar penting tersebut.

“Apel gabungan bukan sekadar kegiatan rutin, tapi momentum menyamakan langkah, memperkuat komitmen, dan tanggung jawab sebagai ASN, dalam memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Asep Nuroni.

Penilaian Respons Aduan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten menyerahkan hasil penilaian tindak lanjut aduan masyarakat. Secara spesifik, periode penilaian ini mencakup bulan Juni hingga Agustus 2026.

Untuk periode Juni, Dinas Kesehatan berhasil meraih predikat perangkat daerah tersigap. Sebaliknya, DPKP mendapat catatan sebagai instansi tidak sigap.

Sementara itu, Kecamatan Subang tampil menjadi instansi kecamatan tersigap. Namun, Kecamatan Cipunagara tercatat tidak sigap.

Lebih lanjut, periode Juli menunjukkan dinamika hasil yang berbeda. Dinsos berhasil menjadi perangkat daerah tersigap. Sebaliknya, DPKP kembali tercatat sebagai instansi tidak sigap.

Kemudian, Kecamatan Subang sukses mempertahankan posisi tersigap. Namun, Kecamatan Pusakanagara mendapat predikat tidak sigap pada bulan tersebut.

Terakhir, penilaian periode Agustus menempatkan Satpoldam sebagai instansi tersigap. Sebaliknya, Setwan tercatat tidak sigap pada bulan tersebut. Sekali lagi, Kecamatan Subang menjadi instansi tersigap. Sementara itu, Kecamatan Serangpanjang mendapat predikat tidak sigap.

“Di tengah arus informasi yang terbuka, kita harus siap tanggap, dan konsisten dalam memberi respon, kinerja pemerintah tidak hanya dilihat dari apa yang kita kerjakan, tapi seberapa cepat kita merespon,” kata Asep Nuroni.

Penghargaan Kepatuhan Zakat Baznas

Pemerintah juga menyerahkan sejumlah penghargaan khusus dari Baznas Kabupaten Subang. Baznas memberikan apresiasi ini atas pemenuhan kewajiban zakat, infaq, dan sadaqah.

Tentu saja, penilaian ini berlaku untuk periode semester pertama. Beberapa perangkat daerah berhasil menerima penghargaan kepatuhan ini. Penerima tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Setda, dan RSUD Subang.

Selain itu, Pemerintah mengakui RSUD Subang sebagai pelopor program BERSERI. Program ini merupakan singkatan dari gerakan Bersedekah Setiap Hari. Selanjutnya, Dishub juga turut menerima penghargaan serupa.

Di tingkat kewilayahan, Kecamatan Cipunagara, Tambakdahan, dan Kalijati menerima apresiasi penuh. Bahkan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga turut mendapat penghargaan. PT Subang Energi Abadi (PT SEA) berhak menerima penghargaan berupa satu unit dispenser.

“Terima kasih atas respon Baznas Kabupaten Subang, yang bisa melengkapi kehadiran Pemerintah di tengah masyarakat,” ungkap Sekda.

Pesan Purna Bakti Sekda Asep Nuroni

Apel gabungan kali ini menjadi momen yang sangat spesial. Sebab, acara ini merupakan apel terakhir bagi sosok Asep Nuroni. Ia segera memasuki masa purna bakti sebagai abdi negara. Sebelumnya, ia telah mengabdi selama 40 tahun penuh. Oleh karena itu, ia meninggalkan sejumlah pesan penting bagi para pegawai.

“Apel pagi ini merupakan apel terakhir bagi saya, kepada seluruh ASN tetap jaga integritas, kekompakan, dan semangat kebersamaan,” imbuhnya.

Asep Nuroni meyakini estafet kepemimpinan berada di tangan yang tepat. Saat ini, terdapat tiga calon Sekda baru yang siap bertugas. Selanjutnya, ia meminta seluruh ASN mendukung penuh langkah Sekda yang baru.

“Saya percaya dengan dukungan seluruh ASN, Sekda yang baru akan menjalankan amanah dengan sebaiknya, kesuksesan Subang bukan kesuksesan seorang Sekda tapi kesuksesan seluruh ASN,” tandas Asep Nuroni.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana Apel Gabungan ASN Subang ini diselenggarakan? Apel Gabungan ASN Kabupaten Subang ini terlaksana di Halaman Kantor Bupati Subang pada hari Senin, 28 September 2026.
  • Instansi mana saja yang mendapat penghargaan dari Baznas pada semester pertama? Penerima penghargaan Baznas meliputi Dinas Kesehatan, Setda, RSUD Subang, Dishub, Kecamatan Cipunagara, Tambakdahan, Kalijati, serta PT Subang Energi Abadi.
  • Mengapa apel gabungan kali ini disebut sangat spesial bagi Asep Nuroni? Apel ini sangat spesial karena merupakan kegiatan apel terakhir bagi Asep Nuroni sebelum ia memasuki masa purna bakti setelah 40 tahun mengabdi sebagai ASN.

Calon Gus Eko. Ketua PWI Subang Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Strategis dengan Bupati

Calon Ketua PWI Subang Gus Eko

Calon Ketua PWI Subang Gus Eko resmi memaparkan visi dan misinya untuk periode tahun 2026. Selanjutnya, program kerja komprehensif ini bertujuan membangun organisasi jurnalis yang mandiri dan profesional.

Oleh karena itu, ia menargetkan kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang. Visi utamanya adalah menjadikan PWI Subang sebagai pilar utama demokrasi daerah. Selain itu, organisasi ini harus menjadi mitra strategis pembangunan wilayah.

Calon Ketua PWI Subang Gus Eko

Peningkatan Profesionalitas dan Kesejahteraan Wartawan

Misi pertama Gus Eko mencakup peningkatan profesionalitas serta kapasitas seluruh anggota PWI. Sebagai contoh, ia memfasilitasi dan mewajibkan program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara berkala.

Selain itu, pengurus akan menyelenggarakan workshop jurnalisme digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Kemudian, pembentukan tim advokasi hukum internal akan menjamin perlindungan para jurnalis di lapangan.

Misi kedua menargetkan penguatan tingkat kesejahteraan ekonomi para anggota. Untuk mencapai hal ini, Gus Eko merencanakan pendirian Koperasi PWI Subang. Selanjutnya, ia memastikan seluruh anggota terkaver BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

PWI juga akan mendorong perusahaan pers lokal untuk memberikan upah dan fasilitas kerja layak. Tentu saja, standar upah tersebut harus sesuai dengan regulasi Dewan Pers.

Calon Ketua PWI Subang Gus Eko

Rencana Kerja Periode Tahun Pertama dan Kedua

Pada periode 2026 hingga 2027, fokus utama pengurus terletak pada konsolidasi internal. Pengurus akan memperbarui pangkalan data keanggotaan PWI Subang secara digital.

Kemudian, mereka akan menggelar UKW massal secara gratis atau bersubsidi. PWI Subang Helpdesk juga akan terbentuk untuk memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma.

Memasuki tahun kedua (2027-2028), program mengarah pada kemandirian ekonomi koperasi. Selain itu, pengurus menyelenggarakan pelatihan jurnalisme data bagi para anggota.

Kemudian, program “PWI Sahabat Desa” akan meluncur untuk membantu literasi digital masyarakat. Bahkan, program ini mendukung publikasi potensi wisata dan UMKM di seluruh desa.

Keberlanjutan Program pada Tahun Ketiga

Fase ketiga (2028-2029) sangat berfokus pada keberlanjutan program dan kemitraan. PWI merencanakan penyelenggaraan ajang penghargaan tahunan bernama Subang Media Awards. Ajang ini memberikan apresiasi bagi karya jurnalistik terbaik dan perusahaan pers yang berkomitmen.

Selanjutnya, profit koperasi akan dialokasikan untuk dana talangan kesehatan dan beasiswa anak wartawan.

Target strategis lainnya adalah peningkatan status kompetensi wartawan secara bertahap. Sertifikasi lanjutan ini berjenjang dari tingkat Muda, Madya, hingga tingkat Utama.

Pada akhirnya, kepengurusan akan melakukan pelaporan kinerja secara transparan dan akuntabel. Hal ini sangat penting demi menjaga kelancaran estafet kepemimpinan roda organisasi.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa visi utama Calon Ketua PWI Subang Gus Eko pada tahun 2026? Visi utamanya adalah mewujudkan PWI Kabupaten Subang yang mandiri, profesional, berintegritas, dan sejahtera sebagai pilar demokrasi serta mitra strategis pembangunan.
  • Bagaimana rencana PWI Subang untuk meningkatkan kesejahteraan wartawan? PWI akan mendirikan Koperasi PWI Subang, memastikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta mendorong perusahaan pers memberikan upah layak.
  • Apa fokus program kerja PWI Subang pada tahun ketiga (2028-2029)? Fokusnya meliputi penyelenggaraan Subang Media Awards, optimalisasi profit koperasi untuk dana darurat, dan peningkatan status sertifikasi kompetensi wartawan.

Atlet Panahan Subang Raih Medali di PAKSI Archery

Atlet panahan Subang

Kiprah atlet panahan asal Kabupaten Subang berbuah manis pada ajang PAKSI Archery Championship III Tahun 2026. Sebanyak 30 atlet dari kontingen Kabupaten Subang turut berpartisipasi.

Kejuaraan tersebut berlangsung dari tanggal 24 hingga 27 September 2026. Selanjutnya, kegiatan olahraga ini berlokasi di Lapangan KPAD Kota Bandung, Jawa Barat.

Dalam kejuaraan ini, sejumlah atlet panahan Subang berhasil mencatatkan prestasi gemilang. Mereka sukses meraih berbagai medali pada sejumlah nomor pertandingan. Capaian ini menunjukkan hasil pembinaan intensif terhadap para atlet daerah.

Tiga Atlet Pencetak Prestasi Membanggakan

Tiga atlet muda Subang berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Raffasya Zivana Putra tampil impresif dan meraih Juara 3 pada Kualifikasi Standar Nasional Umum. Selain itu, ia juga merebut Juara 3 dalam nomor Eliminasi Standar Nasional Umum.

Shaqueena Adeline Gumilar juga mencatatkan prestasi luar biasa. Ia menyabet Juara 2 pada Kualifikasi Standar Nasional SD Kelas 1–3. Kemudian, Shaqueena meraih Juara 2 pada nomor Mixed Team Standar Nasional SD Kelas 1–3. Pada nomor Eliminasi Standar Nasional SD Kelas 1–3, ia berhasil menduduki Juara 3.

Dendi NurKhafie Perdana juga turut menyumbang medali bagi kontingen. Ia berhasil meraih Juara 2 pada nomor Mixed Team Standar Nasional SD Kelas 1–3.

Apresiasi dan Motivasi dari Pengurus

Kabid Binpres PERPANI Subang, Achmad Sirojuddin, menyampaikan apresiasinya atas capaian para atlet. Ia bersyukur atas prestasi yang diraih kontingen Subang dalam ajang bergengsi di Bandung tersebut.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian prestasi yang diraih atlet-atlet panahan Kabupaten Subang dalam ajang PAKSI Archery Championship III di Bandung. Hasil ini merupakan buah dari kerja keras para atlet, pelatih, serta dukungan semua pihak dalam proses pembinaan,” ujar Achmad Sirojuddin.

Achmad berharap prestasi Raffasya, Shaqueena, dan Dendi menjadi motivasi bagi atlet lainnya. Ia menginginkan para atlet untuk terus bersemangat dalam meningkatkan kemampuan bertanding mereka.

“Kami berharap pengalaman di kejuaraan ini dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya,” terangnya. “Kami juga berharap atlet-atlet yang masih bertanding pada kategori Barebow SD, SMP, SMA, dan Standar Nasional SMP dapat tampil maksimal, menjaga sportivitas, serta memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Subang,” pungkas Achmad.

Peluang Tambahan Medali Kontingen Subang

Memasuki hari Minggu (27/9/2026), pertandingan masih terus berlanjut. Kategori yang dipertandingkan meliputi Barebow SD, SMP, SMA, dan Standar Nasional SMP.

Kontingen Subang masih memiliki peluang besar untuk menambah pundi-pundi medali. Tentu saja, harapan ini bertumpu pada atlet-atlet yang masih berlaga pada kategori tersebut.

Secara keseluruhan, keikutsertaan 30 atlet ini menjadi bagian dari program pembinaan atlet. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengasah kemampuan dan jam terbang di tingkat regional.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Di mana kejuaraan PAKSI Archery Championship III Tahun 2026 diselenggarakan? Kejuaraan panahan tersebut berlangsung di Lapangan KPAD Kota Bandung, Jawa Barat.
  • Berapa banyak atlet dari Kabupaten Subang yang mengikuti kejuaraan ini? Terdapat 30 orang atlet panahan dari kontingen Kabupaten Subang yang turut ambil bagian.
  • Siapa saja atlet Subang yang meraih medali dalam ajang tersebut? Tiga atlet yang berhasil mencatatkan prestasi antara lain Raffasya Zivana Putra, Shaqueena Adeline Gumilar, dan Dendi NurKhafie Perdana.

Anggota Kodim 0605/Subang Turun Tangan Padamkan Karhutla di Gunung Kujang Cijambe

Kebakaran hutan Gunung Kujang Cijambe

Anggota Kodim 0605/Subang melalui jajaran Koramil 0512/Cijambe turun langsung membantu proses pemadaman kebakaran hutan. Kebakaran ini terjadi di lereng Gunung Kujang, yang berlokasi di Desa Cijambe, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu pagi, tanggal 26 September 2026.

Insiden kebakaran ini mengejutkan warga Kampung Sindangpalay. Sebab, kobaran api terlihat membesar di kawasan hutan dan menimbulkan kepulan asap tebal.

Secara spesifik, kawasan yang terbakar berada di wilayah RT 05/RW 02. Akibatnya, warga segera melaporkan kejadian gawat darurat tersebut kepada Babinsa dan kepala desa setempat.

“Kami lihat api sudah membesar di hutan Gunung Kujang, langsung lapor ke Babinsa dan Pak Kades,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan.

Laporan Cepat dan Aksi Pemadaman Terpadu

Laporan kebakaran diterima oleh pihak berwenang sekitar pukul 06.30 WIB. Merespons laporan tersebut, Danramil 0512/Cijambe, Kapten Inf. Wartono, bergerak cepat menuju lokasi. Beliau turun langsung bersama anggota Koramil untuk memimpin upaya penanganan.

Penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu oleh berbagai unsur terkait. Upaya ini melibatkan unsur Polsek, pemerintah desa, BPBD, Tagana, dan Damkar. Selain itu, perangkat desa, Relawan PETA, serta masyarakat setempat juga turut berpartisipasi aktif.

“Begitu dapat laporan, kami langsung ke TKP dan koordinasi semua unsur untuk pemadaman bersama warga,” kata Kapten Wartono.

Anggota Koramil bersama seluruh unsur gabungan bahu-membahu melakukan pemadaman secara manual. Mereka menggunakan peralatan seadanya yang tersedia di lokasi kejadian.

Bantuan dari pihak Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 08.15 WIB. Tim Damkar membawa perlengkapan berupa enam tabung alat pemadam api ringan (APAR).

Estimasi Luas Lahan Terbakar dan Upaya Pengendalian

Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman api masih terus berlangsung. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare. Lahan yang terdampak tersebut sebagian besar merupakan area kebun milik warga setempat.

“Api masih dalam proses pemadaman. Kami kerahkan semua personel gabungan agar tidak merembet lebih luas,” ungkap Wartono mengenai situasi terkini.

Imbauan Keamanan Selama Musim Kemarau

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa kebakaran ini. Petugas gabungan terus bekerja keras melakukan pemadaman dan pengendalian api. Tujuannya adalah untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan hutan lainnya.

Aparat terkait juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat sekitar. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Terutama, kewaspadaan ini perlu ditingkatkan selama periode musim kemarau.

Selain itu, aparat menegaskan agar warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya titik api.

“Selama kegiatan pemadaman berlangsung aman dan kondusif. Kami imbau warga tidak membakar sampah sembarangan di area hutan,” tandas Danramil.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana kebakaran hutan Gunung Kujang terjadi? Kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Kujang, Desa Cijambe, Kabupaten Subang pada Sabtu pagi, 26 September 2026.
  • Siapa saja pihak yang terlibat dalam pemadaman kebakaran tersebut? Pemadaman dilakukan secara gabungan oleh anggota Koramil 0512/Cijambe, Polsek, BPBD, Tagana, Damkar, perangkat desa, Relawan PETA, dan warga setempat.
  • Berapa estimasi luas lahan warga yang terdampak kebakaran? Berdasarkan perkiraan awal, luas lahan kebun warga yang terbakar mencapai sekitar 1,5 hektare.

Tjap Aroma Rempah Subang Sajikan Kuliner Tradisional Surabi

Tjap Aroma Rempah

Tjap Aroma Rempah resmi menggelar acara pembukaan di Kompleks Grand Sakinah Residence, Kabupaten Subang. Kegiatan peresmian tempat kuliner ini berlangsung pada hari Sabtu, 26 September 2026.

Puluhan warga Subang Kota turut menghadiri acara pembukaan tersebut. Selain itu, sejumlah tokoh penting daerah juga datang ke lokasi. Mereka meliputi Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dan Ketua PHRI Subang Ratna. Kemudian, Ketua HKTI Subang Lukmantias serta Ketua HIPMI Subang juga ikut meramaikan acara.

Variasi Menu Surabi dan Minuman Rempah

Restoran ini menghadirkan menu surabi dengan sentuhan gaya kekinian. Pengunjung dapat memilih berbagai varian surabi asin, manis, maupun telor. Varian surabi asin menawarkan topping oncom, seblak, sosis, dan ayam suwir.

Selanjutnya, pencinta rasa manis bisa menikmati topping cokelat, keju, stroberi, atau blueberry. Bahkan, restoran ini juga menyediakan variasi selai kacang.

Selain surabi, pengelola menyediakan berbagai kudapan dan nasi bakar. Di samping itu, mereka menawarkan aneka minuman berbahan rempah alami. Pelanggan bisa memesan Jahe Booster, Kunyit Booster, dan Kencur Booster. Minuman hangat seperti Wedang Uwuh, Wedang Lengkuas, dan Susu Jahe juga tersedia.

Harga Terjangkau Bagi Konsumen

Harga menu makanan di tempat ini tergolong sangat terjangkau. Konsumen hanya perlu membayar mulai dari Rp3.500 hingga Rp18.000. Tentu saja, patokan harga tersebut menyesuaikan dengan jenis varian dan topping pesanan. Oleh karena itu, restoran ini menjadi alternatif kuliner menarik bagi masyarakat.

Ulasan Positif dari Pengunjung

Kehadiran konsep kuliner tradisional ini mendapat sambutan baik dari warga. Seorang konsumen bernama Irna memberikan ulasan positif mengenai tempat ini. “Menurut saya tempatnya nyaman dan pilihan menunya banyak,” ujar Irna. Ia juga menyukai kebebasan memilih beragam topping surabi secara langsung.

Sementara itu, konsumen lain bernama Ipiet menyoroti kenyamanan lokasi bersantap. “Yang saya suka suasananya santai,” kata Ipiet. Pada akhirnya, pengunjung bisa menikmati makanan tradisional bersama teman atau keluarga dengan nyaman.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan Tjap Aroma Rempah Subang resmi dibuka?Tempat kuliner ini resmi melakukan acara Grand Opening pada hari Sabtu, 26 September 2026.
  • Di mana lokasi restoran Tjap Aroma Rempah ini?Lokasi operasional restoran ini berada di Kompleks Grand Sakinah Residence, Kabupaten Subang.
  • Berapa kisaran harga surabi di Tjap Aroma Rempah?Harga menu surabi sangat terjangkau, berkisar antara Rp3.500 hingga Rp18.000 tergantung pilihan varian dan topping.

Recent Posts