Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Kemarau Ekstrem Paksa Petambak Blanakan “Gantung Karang”

Petambak Blanakan Subang
Oplus_16908288

suarasubang.com — Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah pesisir utara (Pantura) membawa dampak buruk bagi para petambak Blanakan Subang. Akibat minimnya pasokan air, tambak di Kecamatan Blanakan kini terpaksa berhenti beroperasi atau “gantung karang” hingga akhir tahun 2026.

Kekeringan parah ini mengakibatkan pasokan air tawar hilang sepenuhnya dari area budidaya. Selain itu, air pasang laut pun sudah tidak mampu lagi mengalir ke area tambak milik warga. Kondisi sulit tersebut memaksa Sutarno (54), seorang petambak asal Desa Muara, untuk meninggalkan lahan tambaknya yang kini mengering.

Dampak Ekonomi dan Alih Profesi Sementara

Fenomena alam ini secara praktis telah memutus mata pencaharian utama masyarakat pesisir. Sutarno mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir, ia biasanya mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp7 juta dari hasil panen udang dan bandeng. Namun, saat ini ia harus memutar otak agar kebutuhan dapur rumah tangganya tetap terpenuhi.

Demi menyambung hidup selama masa sulit, Sutarno beserta sejumlah rekan petambak lainnya memilih beralih profesi menjadi nelayan musiman. Langkah ini diambil sebagai satu-satunya cara untuk bertahan di tengah ketiadaan aktivitas di lahan tambak mereka.

Peninjauan dan Saran dari Dinas Perikanan

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Subang segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Kepala Bidang Perikanan Air Payau, Udin Saepudin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dampak kemarau ekstrem ini. Saat ini, tim pemerintah sedang memetakan kondisi para petambak untuk menentukan langkah penanganan.

Pemerintah mengakui bahwa produktivitas ikan dan udang memang mustahil dijalankan karena ekosistem air payau yang tidak mendukung. Oleh karena itu, Udin menyarankan agar para petambak mencari alternatif pendapatan sementara. Misalnya, mereka dapat mencoba mengolah produk hasil laut atau membuat usaha kerajinan agar tetap berdaya selama masa “gantung karang” berlangsung.

Puncak Milangkala ke-58 Ciasem Berlangsung Meriah

Milangkala ke-58 Ciasem

suarasubang.com — Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, secara resmi menghadiri puncak perayaan Milangkala ke-58 Kecamatan Ciasem. Perhelatan syukur tersebut digelar di Alun-Alun Kecamatan Ciasem pada Senin (29/06/2026).

Acara tahun ini mengusung tema “SIKOPER” yang merupakan singkatan dari Membangun Sinergi, Menjalin Kolaborasi, dan Menjaga Persatuan. Momentum ini diawali dengan pembacaan sejarah penetapan hari jadi oleh tim peneliti untuk memberikan wawasan historis kepada masyarakat.

Semangat Kolaborasi dan Geliat Ekonomi

Camat Ciasem, Eza Zaithon Thowi Anshari, menyatakan bahwa perayaan ini merupakan bukti nyata kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Beliau menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman latar belakang profesi demi kepentingan pembangunan yang lebih besar.

Selain sebagai ajang silaturahmi, berbagai kegiatan pendukung juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga lokal. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, pihak kecamatan bersama Wakil Bupati menyerahkan santunan secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Potensi Ciasem sebagai Lumbung Padi

Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam perayaan ini. Menurut beliau, Milangkala merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan hasil pembangunan serta memperkuat rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Beliau juga mengingatkan bahwa Ciasem memiliki potensi luar biasa, terutama sebagai sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan penduduk yang padat sangat diperlukan agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Menjaga Kondusivitas Jelang Pilkades

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026, Kang Akur mengimbau warga untuk selalu menjaga keamanan lingkungan. Beliau berharap masyarakat dapat memilih pemimpin terbaik dengan tetap mengedepankan semangat persatuan agar situasi daerah tetap kondusif.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Camat Ciasem yang diserahkan langsung kepada Wakil Bupati. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, para kepala desa, tokoh agama, serta ribuan masyarakat yang antusias memadati lokasi perayaan.

Subang Festival Vol. 12: Hiburan Musik dan Aksi Lingkungan

Subang Festival Vol. 12

suarasubang.com — Gelaran Subang Festival Vol. 12 baru saja sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat di Sari Ater Campervan Park, Ciater, Sabtu (27/6/2026). Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, hadir langsung untuk membuka acara yang memadukan hiburan dengan kampanye lingkungan ini. Kehadiran jajaran Forkopimda turut menambah semarak festival yang berlangsung di wilayah Subang bagian selatan tersebut.

Konsep Tiket Unik dari Botol Plastik

Acara kali ini tampil berbeda dengan menerapkan syarat masuk yang sangat inovatif bagi para pengunjung. Alih-alih menggunakan tiket konvensional, penonton cukup membawa botol plastik bekas sebagai syarat masuk ke area festival. Konsep ini sengaja diusung sebagai bentuk edukasi nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Selain menikmati udara pegunungan yang sejuk, pengunjung disuguhkan penampilan memukau dari musisi nasional, Raim Laode. Penembang lagu hits “Komang” tersebut berhasil menghipnotis penonton yang hadir dari berbagai daerah. Panggung Subang Fest juga diramaikan oleh deretan band lokal sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Subang.

Tantangan Bupati dan Pengembangan Wisata

Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Rey, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Beliau juga memberikan tantangan menarik kepada para penonton terkait kesadaran lingkungan. Jika sampah plastik yang terkumpul mencapai 5 ton, Pemkab Subang berjanji akan menghadirkan bintang tamu spesial sesuai permintaan masyarakat pada edisi Desember mendatang.

Kang Rey menegaskan komitmennya bahwa kegiatan hiburan dan kebudayaan harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Beliau juga memproyeksikan festival ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif serta ajang promosi wisata daerah. Di akhir acara, Bupati mengajak para wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi eksotis yang ada di Kabupaten Subang.

Ke depan, pemerintah daerah berencana menjadikan Subang Fest sebagai agenda rutin setiap bulan selama masa jabatan Bupati. Dengan struktur yang rapi dan kalimat yang ringkas, informasi ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas serta memberikan dampak positif bagi pariwisata Subang.

Disdikbud Subang Respon Cepat Kerusakan SDN Tanjungrasa Kidul

Perbaikan SDN Tanjungrasa Kidul Subang

suarasubang.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang kini tengah memprioritaskan perbaikan SDN Tanjungrasa Kidul. Langkah sigap ini diambil sebagai respons atas viralnya video yang menunjukkan kondisi memprihatinkan sekolah di Kecamatan Patokbeusi tersebut.

Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, segera menginstruksikan tim Seksi Sarana dan Prasarana SD untuk terjun langsung ke lapangan. Beliau menegaskan bahwa tim teknis harus segera melakukan pengecekan mendalam. Hal ini dilakukan agar langkah penanganan darurat dapat diputuskan secepat mungkin demi keselamatan siswa.

Skema Anggaran Pemeliharaan Sekolah

Pemerintah sebenarnya telah menyediakan skema pemeliharaan bangunan melalui alokasi 20 persen Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Heri menekankan agar setiap sekolah di Kabupaten Subang tidak membiarkan bangunan rusak tanpa penanganan. Anggaran tersebut harus digunakan secara efektif untuk perbaikan yang bersifat mendesak.

Namun, Disdikbud akan mengupayakan sumber dana lain apabila anggaran BOS tidak mencukupi. Pihaknya berencana mengusulkan pendanaan melalui perubahan APBD dalam waktu dekat. Jika belum memungkinkan, rencana rehabilitasi akan dimasukkan ke dalam perencanaan APBD tahun 2027 mendatang.

Kondisi Fasilitas yang Memprihatinkan

Kerusakan pada bangunan sekolah tersebut memang tergolong cukup berat. Video berdurasi hampir empat menit memperlihatkan ruang kelas yang kehilangan jendela serta pintu. Selain itu, kondisi plafon yang jebol di berbagai sisi membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif bagi para santri dan siswa.

Fasilitas sanitasi seperti toilet siswa juga dilaporkan mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat digunakan. Akibatnya, para siswa terpaksa menggunakan area terbuka di belakang sekolah untuk keperluan buang air. Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi agar kegiatan belajar kembali layak dan aman.

Keseruan Rally Offroad RAOR ke-14 di Subang

suarasubang.com — Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, resmi melepas ratusan peserta Rally Offroad RAOR ke-14. Acara tersebut berlangsung meriah di halaman Kantor Bupati Subang pada Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Back to Basic” sebagai ajang promosi wisata alam yang potensial. Selain meningkatkan pariwisata, penyelenggara juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal.

Promosi Alam dan Potensi Daerah Subang

Para offroader dari berbagai penjuru daerah berkumpul untuk menjelajahi keindahan lintasan Pasirheulang. Mereka tidak hanya beradu ketangkasan kendaraan, tetapi juga menikmati panorama alam serta sajian kuliner khas Kabupaten Subang.

Ahmad Sobari, selaku Ketua Jeep Urang Subang (JUS), menjelaskan bahwa tema “Back to Basic” bertujuan mengembalikan esensi offroad. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menikmati alam sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-anggota komunitas.

Aksi Sosial di Tengah Petualangan Offroad

Komunitas Jeep Urang Subang ternyata memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap lingkungan sekitar. Ahmad Sobari menegaskan bahwa offroad bukan sekadar aktivitas melintasi jalanan yang sulit atau menantang.

Para anggota komunitas juga aktif dalam kegiatan reboisasi dengan menanam pohon di area tertentu. Terlebih lagi, mereka rutin memberikan bantuan bagi anak sekolah dan sigap membantu saat terjadi bencana alam. Sebagai aksi nyata, panitia menyerahkan bantuan alat tulis dan Al-Qur’an kepada santri Pondok Pesantren Siti Nurhalimah.

Sambutan Hangat Bupati Subang

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey merasa bangga atas kehadiran para peserta dari luar daerah. Beliau mengajak semua orang untuk mengeksplorasi pesona alam Subang yang memiliki bentang alam sangat lengkap.

Kabupaten Subang memiliki segalanya, mulai dari pegunungan hijau hingga hamparan kawasan pantai yang indah. Selain itu, daerah ini kini mulai dikenal luas sebagai lokasi investasi besar, termasuk pabrik mobil listrik. Beliau berharap para offroader dapat menjadi duta promosi wisata setelah menikmati pengalaman luar biasa di Subang.

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh pejabat penting, termasuk perwakilan Indonesia Offroad Federation (IOF) serta tamu dari Kota Prabumulih. Setelah seremoni pembukaan dan penyerahan plakat, ratusan peserta langsung menuju lintasan offroad yang telah disiapkan oleh panitia.

Pendaki Hilang Lembah Tengkorak Berhasil Ditemukan Selamat

pendaki hilang Lembah Tengkorak

suarasubang.com – Kasus pendaki hilang Lembah Tengkorak akhirnya berakhir melegakan setelah tim penyelamat menemukan korban dalam kondisi hidup di Subang. Remaja berusia 15 tahun bernama Azhar Nursyekha Kamal tersebut sempat hilang misterius saat melakukan pendakian tunggal. Sebelum menghilang, ia melakukan perjalanan mandiri di kawasan wisata Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Tim SAR gabungan mengerahkan puluhan personel untuk menyisir seluruh area hutan selama dua hari berturut-turut.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, membenarkan informasi penemuan mengejutkan tersebut dalam keterangan resminya. Pihaknya menjelaskan bahwa lokasi penemuan berada sangat jauh dari titik awal hilangnya sang remaja. Seorang petani lokal bernama Hanli menjadi orang pertama yang menjumpai korban di area perkebunan terpencil. Setelah menerima laporan warga, tim penyelamat langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengevakuasi korban ke posko utama.

Korban awalnya berangkat dari rumahnya di Kecamatan Cibiru pada Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Tujuan utamanya ke kawasan Lembah Tengkorak sebenarnya hanya untuk melakukan survei jalur pendakian singkat. Berdasarkan catatan registrasi basecamp, korban memasuki pos pendakian seorang diri pada pukul 08.30 WIB tanpa rencana menginap. Sejumlah pendaki lain mengaku masih melihat keberadaan korban di sekitar jalur utama hingga siang hari.

Kronologi Lengkap dan Strategi Operasi Pencarian SAR

Namun, kejanggalan mulai muncul ketika rombongan pendaki lain sudah kembali ke basecamp pada sore hari. Hingga pukul 15.00 WIB, remaja tersebut tidak kunjung memunculkan batang hidungnya di pos penjagaan. Oleh karena itu, tim ranger lokal segera mengambil tindakan dengan menyisir jalur pendakian pada hari pertama. Sayangnya, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil karena keterbatasan pandangan dan cuaca yang mulai gelap.

Melihat situasi darurat ini, otoritas terkait langsung menggelar operasi pencarian berskala besar pada keesokan harinya. Sebanyak 74 personel gabungan dari berbagai unsur SAR bersenjata lengkap menyisir beberapa sektor krusial. Mereka membagi tim ke wilayah Legok Jero, Kebon Kopi Lama, hingga kawasan Puncak Gunung Sangara. Selain penyisiran darat, tim SAR juga menerapkan metode pencarian tipe I untuk mengoptimalkan efisiensi waktu.

Pihak pencari bahkan menerjunkan satu unit UAV Drone Thermal guna memperkuat pemantauan dari udara. Teknologi ini berfungsi mendeteksi suhu tubuh manusia di tengah lebatnya vegetasi hutan belantara yang luas. Berkat kombinasi strategi darat dan udara ini, petugas berhasil melacak keberadaan korban dengan lebih terukur. Akhirnya, petani setempat menemukan korban dalam kondisi lemas namun selamat di wilayah Kecamatan Cisalak, Subang.

Evaluasi Penting Terkait Keselamatan Aktivitas Solo Hiking

Petugas medis langsung memberikan penanganan intensif begitu korban tiba di Posko SAR Gabungan untuk memulihkan kondisinya. Polisi mengonfirmasi bahwa saat ini korban masih mengalami trauma ringan akibat tersesat sendirian di dalam hutan. Meskipun demikian, kondisi fisik secara umum menunjukkan tanda-tanda yang stabil dan terus membaik secara signifikan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pencinta alam mengenai bahaya mendaki tanpa teman.

Belajar dari insiden mendebarkan ini, Ade Dian Permana mengimbau keras masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Beliau mengingatkan para pendaki agar tidak meremehkan jalur pendakian sekecil apa pun di kawasan hutan. Persiapan logistik yang matang serta koordinasi dengan pengelola basecamp merupakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi. Terakhir, pihak SAR melarang keras aktivitas pendakian seorang diri demi mencegah terulangnya kejadian serupa.

Bupati Subang Malu Gunting Pita Jalan Setengah Jadi

pembangunan jalan Subang

suarasubang.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau yang akrab disapa Kang Rey, mengaku merasa malu saat meresmikan pembangunan jalan Subang di Desa Mulyasari–Bongas, Kecamatan Pamanukan, Jumat (26/6/2026). Rasa malu tersebut muncul karena infrastruktur yang diresmikan baru selesai sebagian sehingga masih menyisakan ruas yang rusak parah. Ia menilai kondisi ini tidak seharusnya terjadi jika instruksi yang ia berikan dijalankan dengan benar oleh dinas terkait.

Kekecewaan Terhadap Kinerja Dinas PUPR

Peresmian jalan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Saba Desa di wilayah Kecamatan Pamanukan. Di hadapan warga, Kang Rey secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang. Menurutnya, dinas tersebut tidak menindaklanjuti perintahnya agar pembangunan jalan dilakukan secara tuntas dan tidak “sepotong-sepotong”.

Bupati menegaskan bahwa pola pembangunan yang mencicil banyak titik hanya demi mengejar popularitas harus segera dihentikan. Selain itu, ia berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas PUPR. Langkah ini diambil agar pelaksanaan pembangunan ke depan lebih fokus dan tuntas pada setiap ruas jalan yang dikerjakan. “Lebih baik titiknya tidak banyak, tapi satu ruas ini selesai,” tegasnya.

Target Penyelesaian Jalan Mulyasari

Kepala Desa Mulyasari, Hasanudin Masawi, sebelumnya berharap agar pembangunan tidak berhenti pada tahap yang sudah ada. Ia menginginkan seluruh ruas jalan dapat diselesaikan agar masyarakat semakin nyaman saat beraktivitas harian. Menanggapi hal tersebut, Kang Rey meminta agar sisa pembangunan jalan di desa tersebut segera dituntaskan pada tahun ini juga.

Berdasarkan data teknis, total panjang jalan kabupaten di Desa Mulyasari mencapai 1.730 meter. Namun, hingga saat ini baru 780 meter yang telah selesai diperbaiki oleh pemerintah daerah. Hal ini berarti masih terdapat sisa 950 meter jalan yang menunggu penyelesaian pembangunan fisik. Bupati menginstruksikan agar pengerjaan dari ujung ke ujung harus selesai tanpa ada yang tertinggal.

Permohonan Maaf Kepada Masyarakat

Menutup sambutannya, Kang Rey menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat Desa Mulyasari. Ia merasa tidak pantas melakukan seremonial gunting pita jika kondisi jalan belum sepenuhnya rampung. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk tidak lagi meresmikan proyek infrastruktur yang pengerjaannya dikerjakan setengah-setengah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Daerah, para kepala OPD, Camat Pamanukan, hingga Ketua TP2D. Kehadiran para pejabat ini diharapkan menjadi saksi atas komitmen Bupati dalam memperbaiki sistem kerja birokrasi di Subang. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan pembangunan jalan Subang ke depan dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga.

Bupati Sambut Kepulangan Jemaah Haji Subang Kloter 34 KJT

Kepulangan Jemaah Haji Subang

suarasubang.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menyambut langsung kepulangan jemaah haji Subang Kloter 34 KJT pada Kamis sore (25/06/2026). Sebanyak 442 jemaah tiba kembali di tanah air melalui Bandara Internasional Kertajati (KJT) sekitar pukul 15.30 WIB. Kang Rey menerima rombongan tersebut dengan penuh kehangatan di Rumah Makan Taman Selera, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

Apresiasi Pelayanan dan Sinergi Tim

Pemerintah Daerah memberikan dukungan penuh berupa armada transportasi, pengamanan, hingga konsumsi bagi rombongan jemaah. Selain itu, hadirnya Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, dalam rombongan tersebut menambah suasana haru dalam penyambutan. Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Subang, H. Rojak, menyampaikan apresiasi mendalam atas fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

Keberhasilan penyelenggaraan ini merupakan buah dari kerja sama yang solid antara panitia dan petugas haji. Selama 40 hari, para petugas telah mendampingi jemaah dengan penuh dedikasi dan kesabaran tinggi. Oleh karena itu, Kang Rey merasa sangat bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan mulai dari keberangkatan hingga pemulangan berjalan sangat lancar.

Pesan Spiritual Bupati untuk Jemaah

Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat datang kembali kepada para tamu Allah di Kabupaten Subang tercinta. Beliau berharap ibadah yang telah ditunaikan membawa keberkahan bagi pribadi jemaah maupun masyarakat luas. Selanjutnya, Kang Rey mendoakan agar para jemaah menjadi pribadi yang lebih baik serta semakin dekat dengan Allah SWT.

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual luar biasa yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta keikhlasan hati yang kuat. Pihak pemerintah berharap seluruh jemaah asal Subang dapat meraih predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh. Nilai-nilai kebaikan dari tanah suci diharapkan mampu menjadi teladan nyata di lingkungan keluarga masing-masing.

Membangun Subang yang Lebih Religius

Momentum kepulangan ini diharapkan menjadi penguat keimanan dan kebersamaan dalam membangun daerah. Bupati mengajak jemaah untuk menjadikan pengalaman spiritual tersebut sebagai modal sosial dalam memajukan Kabupaten Subang. Pungkasnya, kebahagiaan saat berkumpul kembali dengan keluarga harus disyukuri sebagai nikmat dan berkah yang sangat besar.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Asisten Daerah, Kepala Dinas Sosial, Kepala DPMPTSP, hingga Ketua IPHI Kabupaten Subang. Kehadiran para pejabat publik ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal kesejahteraan warga, khususnya para jemaah haji tahun 2026. Dengan semangat “Mabrur Hiji, Mabrur Kabeh”, Subang diharapkan terus bergerak maju dalam bingkai religiusitas yang kuat.

Daftar RSUD Subang Kini Lebih Praktis Lewat Mobile JKN

Mobile JKN RSUD Subang

suarasubang.com – Kabar gembira bagi warga yang ingin mendapatkan layanan kesehatan di RSUD Subang tanpa perlu mengantre lama. Kini, proses pendaftaran medis menjadi jauh lebih praktis dan efektif berkat optimalisasi Mobile JKN RSUD Subang. Anda dapat mengakses seluruh keperluan administrasi serta pengambilan nomor antrean hanya melalui layar ponsel pintar dari mana saja.

Kemudahan Akses Tanpa Antre Sejak Subuh

Digitalisasi layanan ini bertujuan agar pasien atau keluarga tidak perlu lagi datang dan mengantre sejak subuh di rumah sakit. Melalui aplikasi digital dari BPJS Kesehatan, masyarakat bisa mengatur jadwal kunjungan dengan lebih fleksibel. Alhasil, kenyamanan pasien meningkat karena waktu tunggu di area rumah sakit dapat terpangkas secara signifikan.

Selain layanan aplikasi, Pemerintah Kabupaten Subang bersama BPJS Kesehatan juga menghadirkan fasilitas fisik bernama Pojok Mobile JKN. Fasilitas yang berlokasi di Lantai 2 RSUD Subang ini berfungsi sebagai pusat asistensi, informasi, dan pengaduan langsung bagi warga. Apabila Anda ingin mengurus administrasi dari rumah, tersedia pula nomor tunggal PANDAWA BPJS melalui WhatsApp di 08118165165.

Enam Langkah Mudah Pendaftaran Online

Untuk menikmati layanan tanpa antre, Anda dapat mengikuti panduan praktis berikut ini agar proses pendaftaran berjalan lancar:

  1. Masuk ke Aplikasi: Silakan buka aplikasi Mobile JKN kemudian login menggunakan NIK atau nomor kartu JKN Anda.
  2. Pilih Menu Antrean: Pada halaman utama, klik menu “Pendaftaran Pelayanan” untuk memulai proses antrean online.
  3. Tentukan Tujuan: Pilih RSUD Subang sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) tujuan Anda.
  4. Input Data Rujukan: Pilih identitas anggota keluarga yang akan berobat lalu masukkan nomor rujukan dari puskesmas atau klinik asal.
  5. Pilih Jadwal: Tentukan dokter spesialis yang ingin dituju serta pilih jadwal praktik yang paling sesuai dengan waktu Anda.
  6. Konfirmasi: Tuliskan keluhan penyakit secara singkat kemudian klik “Daftar Pelayanan” untuk mendapatkan nomor antrean digital.

Komitmen Meningkatkan Kualitas Layanan

Manajemen rumah sakit sangat berharap inovasi sistem antrean online ini memberikan pengalaman berobat yang lebih manusiawi bagi seluruh warga. Dengan berkurangnya kerumunan di ruang tunggu, kualitas pelayanan medis pun dapat terjaga lebih optimal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau segera mengunduh aplikasi Mobile JKN melalui Google Play Store atau App Store demi kemudahan di masa mendatang.

Penggunaan kalimat yang ringkas dan paragraf pendek dalam artikel ini bertujuan untuk mempermudah pembaca memahami informasi dengan cepat. Selain itu, pemilihan struktur teks yang logis membantu mesin pencari mengenali topik utama secara akurat. Dengan demikian, informasi penting mengenai layanan kesehatan ini dapat tersebar luas dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Subang.

Investasi Subang Tembus Rp18,2 Triliun, Lampaui Target Jabar

investasi di Subang

suarasubang.com – Realisasi investasi di Subang menunjukkan tren positif yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), total modal yang masuk pada periode 2022 hingga 2025 mencapai Rp18,2 triliun. Angka fantastis tersebut berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp10,5 triliun.

Faktor Utama Lonjakan Investasi

Kepala DPMPTSP Subang, Dikdik Solihin, menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh keberadaan berbagai kawasan industri strategis. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang masif menjadi daya tarik utama bagi para pemodal global. Konektivitas yang semakin matang memungkinkan distribusi logistik berjalan lebih efisien daripada sebelumnya. Oleh karena itu, banyak perusahaan besar mulai memindahkan basis produksinya ke wilayah ini demi efisiensi biaya operasional.

Regulasi dan Jaminan Keamanan

Pemerintah daerah terus berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku usaha. Saat ini, Pemkab sedang menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai kemudahan investasi guna menyederhanakan birokrasi. Bupati Subang, Reynaldy Putra, juga memberikan jaminan keamanan secara langsung kepada seluruh investor. Langkah tersebut bertujuan memberikan rasa nyaman bagi para pemilik modal saat menjalankan bisnis mereka di Kabupaten Subang.

Sinergi Industri dan Pertanian

Meskipun fokus pada pengembangan industri, identitas Subang sebagai lumbung padi nasional tetap terjaga dengan baik. Bupati memastikan bahwa ekspansi manufaktur tidak akan mengganggu stabilitas sektor pertanian lokal. Rencana pembangunan telah disusun agar kedua sektor ini dapat berjalan beriringan tanpa saling merugikan. Strategi tersebut sangat krusial untuk menjaga kedaulatan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi modern di masa depan.

Dampak Pelabuhan Patimban dan Tenaga Kerja

Keberadaan Pelabuhan Patimban menjadi katalisator terpenting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur internasional ini membuka akses langsung ke pasar global bagi industri di sekitarnya. Namun, Bupati menekankan bahwa investasi yang masuk wajib memberikan manfaat nyata bagi warga lokal. Penyerapan tenaga kerja harus memprioritaskan masyarakat asli Subang guna menekan angka pengangguran secara efektif.

Dengan realisasi yang mencapai triliunan rupiah, masa depan ekonomi Subang terlihat sangat menjanjikan bagi semua pihak. Sinergi antara infrastruktur, regulasi, dan keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci sukses pembangunan berkelanjutan. Semua pihak berharap tren positif ini terus berlanjut demi kemajuan ekonomi Jawa Barat secara umum.

Recent Posts