Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

BUMDes Jatayu Kelola Dana Desa Kotasari

Dana Desa Kotasari

suarasubang.com – Pemerintah Desa Kotasari resmi menyalurkan modal kepada BUMDes Jatayu untuk memperkuat program Dana Desa Kotasari di sektor ketahanan pangan. Berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025, penyertaan modal yang diberikan tersebut mencapai angka Rp193.000.000. Dana ini dialokasikan secara khusus untuk mendukung budidaya perikanan, peternakan, serta optimalisasi sektor pertanian lokal di wilayah Subang. Oleh karena itu, langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya kemandirian serta swasembada pangan di tingkat desa.

Transparansi Anggaran Melalui Musyawarah

Direktur BUMDes Jatayu, Ade Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima kucuran dana tersebut untuk tahun anggaran 2025. Ia memastikan bahwa seluruh alokasi penggunaan anggaran telah melalui mekanisme yang sangat transparan serta akuntabel kepada masyarakat. Selain itu, penetapan penggunaan dana tersebut diputuskan secara mufakat melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang melibatkan berbagai elemen warga. Regulasi nasional saat ini memang mewajibkan minimal 20% dari Dana Desa digunakan untuk penguatan program pangan desa melalui pengelolaan BUMDes.

Implementasi Teknis Sektor Peternakan dan Pertanian

Dalam implementasi teknisnya, BUMDes Jatayu membagi kegiatan ketahanan pangan ini ke dalam tiga bagian utama yang bersifat produktif. Sektor peternakan difokuskan pada pembelian 275 ekor bebek petelur serta 90 ekor entog jumbo untuk mendukung pengolahan pangan lokal. Di sisi lain, sektor pertanian akan mengelola area persawahan milik desa secara lebih modern dan terorganisir untuk hasil maksimal. Sementara itu, sektor perikanan terus dikembangkan guna menjamin ketersediaan konsumsi ikan yang sehat dan terjangkau bagi seluruh warga desa.

Transformasi Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Penyertaan modal yang signifikan ini menjadi motivasi besar bagi pengelola untuk menjalankan BUMDes secara profesional dan mandiri. Pemerintah Desa Kotasari berharap agar lembaga ini segera bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas. Target utamanya adalah memperluas jangkauan pelayanan serta memastikan akses pangan yang stabil di wilayah Kecamatan Pusakanagara. Selain meningkatkan pendapatan asli desa, program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga melalui pemberdayaan ekonomi inklusif. Dengan demikian, visi ketahanan pangan yang kokoh dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak secara berkelanjutan.

Tim SAR Cari Wisatawan Karawang di Curug Cileat

Wisatawan Curug Cileat

suarasubang.com – Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian intensif terhadap dua wisatawan Curug Cileat asal Karawang yang hilang akibat terseret longsor. Proses pencarian ini melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD, Tagana, TNI, Polri, hingga warga setempat pada Sabtu (16/5/2026). Petugas membagi tim menjadi dua kelompok utama guna menyisir lokasi kejadian dan aliran sungai di sekitarnya.

Fokus di Dua Lokasi Pencarian

Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin, menjelaskan bahwa operasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tim pertama fokus melakukan penggalian secara manual pada bongkahan material longsor di perbukitan Gunung Canggah. Sementara itu, tim kedua melakukan penyusuran di sepanjang Sungai Cileat untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

Langkah pembagian lokasi ini bertujuan untuk memudahkan proses evakuasi dan penemuan korban secara efektif. Jajang menyebutkan adanya kekhawatiran korban tertimbun material tanah atau justru hanyut menuju sungai. Oleh karena itu, koordinasi antarpetugas terus diperkuat guna memastikan seluruh titik potensial telah diperiksa dengan teliti.

Tantangan Medan yang Ekstrem

Medan pencarian di kawasan Curug Cileat dinilai sangat berat dan menantang bagi para relawan. Petugas harus menempuh perjalanan kaki selama dua hingga tiga jam dari pintu gerbang menuju titik lokasi kejadian. Selain itu, kondisi geografis yang terjal menyebabkan alat berat tidak dapat menjangkau lokasi untuk membantu proses penggalian material.

Meskipun menghadapi kendala medan ekstrem, semangat tim SAR Gabungan tidak surut dalam mencari keberadaan kedua korban. Musibah longsor ini dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cisalak pada Jumat sore. Akibatnya, tebing setinggi 250 meter runtuh dan menyeret para pendaki yang sedang menuju kawasan air terjun tersebut.

Inovasi Pedagang Pasar Tradisional Subang

Pasar Tradisional Subang

suarasubang.com – Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang mengingatkan para pedagang agar segera melakukan inovasi. Saat ini, eksistensi Pasar Tradisional Subang semakin terancam oleh kehadiran “warungan” di lingkungan warga serta masifnya perdagangan via marketplace. Kepala DKUPP Subang, Drs. Bambang Suhendar, menjelaskan bahwa tren kunjungan masyarakat ke pasar milik pemerintah daerah terus mengalami penurunan signifikan.

Dampak Marketplace dan Warung Lingkungan

Kemudahan akses menjadi faktor utama yang memicu perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Masyarakat kini cenderung memilih belanja di warung dekat rumah atau melalui platform digital yang menyediakan layanan antar barang atau delivery. Selain itu, kondisi ini diperparah oleh banyaknya pesaing yang mulai memanfaatkan teknologi untuk menjual kebutuhan pokok secara praktis. Oleh karena itu, para pedagang diminta untuk tidak terlena dengan cara berdagang konvensional yang kian tertinggal.

Penurunan Target Retribusi Daerah

Sepinya aktivitas di pasar tradisional berdampak langsung pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi. Bambang membeberkan bahwa target retribusi sebesar Rp 2 miliar pada tahun 2025 kemarin hanya tercapai sekitar 85 persen saja. Penurunan pendapatan tersebut merupakan konsekuensi otomatis dari berkurangnya jumlah kunjungan masyarakat ke pasar. Selanjutnya, pemerintah terus mencari formula yang tepat agar sektor retribusi ini dapat kembali memenuhi target yang telah ditetapkan.

Tantangan Fisik dan Revitalisasi Bangunan

Selain masalah persaingan, kondisi fisik bangunan pasar di wilayah Subang juga menjadi persoalan pelik bagi pengelola. Mayoritas dari 15 pasar tradisional milik pemerintah daerah dinilai memiliki kondisi bangunan yang kurang layak bagi pedagang maupun pembeli. Namun, DKUPP mengaku terbentur keterbatasan anggaran untuk melakukan perbaikan fasilitas secara mandiri tanpa bantuan pihak luar. Upaya menggandeng pihak ketiga pun masih menemui jalan buntu karena pertimbangan untung rugi yang belum menarik minat investor.

Pihaknya telah berupaya melobi Pemerintah Provinsi hingga Pusat untuk mendapatkan bantuan dana revitalisasi sejak tahun 2024 lalu. Meskipun demikian, usulan perbaikan tersebut belum terealisasi hingga pertengahan 2026 ini akibat kendala ketercukupan anggaran negara. Melalui langkah inovasi dan perbaikan infrastruktur, diharapkan pasar tradisional tetap mampu bertahan sebagai pusat ekonomi kerakyatan di masa depan.

Pabrik BYD Subang Segera Beroperasi Penuh

Pabrik BYD Subang

suarasubang.com – Pembangunan pabrik BYD Subang di Jawa Barat kini resmi memasuki tahap akhir sebelum mulai beroperasi secara komersial. Produsen mobil listrik asal China ini sedang menyelesaikan sejumlah proses krusial untuk memastikan kesiapan manufaktur mereka. Langkah ini diambil guna memenuhi regulasi pemerintah sekaligus menjaga standar kualitas produksi yang ketat.

Fokus pada Kepatuhan dan Kualitas Global

Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengonfirmasi bahwa proyek tersebut sudah berada di fase final. Namun, perusahaan belum bisa mengungkap jadwal pasti operasional perdana pabrik tersebut. Hal ini dikarenakan setiap tahapan finalisasi harus melalui pengujian standar global yang dimiliki oleh BYD.

Luther menekankan bahwa aspek kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Indonesia menjadi prioritas utama perusahaan saat ini. Selain itu, BYD tidak ingin terburu-buru dalam memulai lini produksi. Mereka berkomitmen untuk memberikan produk yang benar-benar sesuai dengan spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan secara internasional tanpa ada kompromi.

Investasi Besar untuk Permintaan Lokal

Perusahaan mengakui adanya keinginan kuat untuk segera mengoperasikan fasilitas di Subang tersebut. Mengingat nilai investasi yang digelontorkan sangat besar, BYD ingin fasilitas ini segera memberikan dampak bagi pasar. Kehadiran pabrik lokal dinilai sangat penting untuk merespons permintaan kendaraan elektrifikasi yang terus melonjak di tanah air.

Fasilitas manufaktur ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang sangat besar, yakni mencapai 150.000 unit per tahun. Melalui kapasitas tersebut, BYD berharap dapat memperkuat suplai unit untuk pasar domestik. Oleh karena itu, percepatan pembangunan tetap dilakukan dengan tetap mengacu pada prosedur keamanan dan teknis yang benar.

Memenuhi Aturan TKDN Pemerintah

Langkah BYD membangun pabrik di Subang juga berkaitan erat dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Berdasarkan regulasi pemerintah, mobil listrik lokal wajib memenuhi target kandungan lokal tertentu secara bertahap. Sebagaimana tercantum dalam aturan, produsen harus mencapai TKDN minimal 40 persen pada periode 2022-2026.

Persentase tersebut akan terus meningkat menjadi 60 persen pada tahun 2027 hingga 2029. Selanjutnya, target akan mencapai 80 persen pada tahun 2030 mendatang. Dengan memproduksi model seperti Seal, Atto 3, Dolphin, dan M6 secara lokal, BYD berkomitmen memenuhi janji investasinya setelah sebelumnya menikmati insentif impor dari pemerintah.

TNI Bangun Jembatan ARMCO di Cijambe Subang

Jembatan ARMCO Cijambe

suarasubang.com – Komandan Koramil 0512/Cijambe, Kapten (Inf) Wartono, meninjau lokasi pembangunan Jembatan ARMCO Cijambe pada Jumat (15/5/2026). Peninjauan ini dilakukan bersama Kepala Desa Cimenteng, Hajjah Neneng, dan tokoh masyarakat untuk memastikan kesiapan titik lokasi proyek. Pembangunan infrastruktur ini merupakan inisiatif TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0605/Subang guna membantu warga di pelosok desa.

Akses Penghubung Antar Kampung

Jembatan ini direncanakan memiliki panjang delapan meter dengan lebar enam meter. Fasilitas tersebut nantinya akan menghubungkan Kampung Cicariu, Kampung Cikidang, dan Kampung Cipeusar di Desa Cimenteng. Kehadiran jembatan sangat mendesak karena selama ini warga sering mengalami kesulitan akses, terutama saat musim penghujan tiba.

Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan Desa

Selain mempermudah mobilitas warga, pembangunan ini diharapkan mampu membangkitkan perekonomian lokal secara signifikan. Pasalnya, akses kendaraan roda dua maupun roda empat yang lancar akan mempermudah distribusi hasil panen dan perjalanan anak-anak sekolah.

Peran TNI di Tengah Masyarakat

Pembangunan Jembatan ARMCO ini menjadi wujud nyata kehadiran TNI sebagai solusi atas permasalahan masyarakat di daerah terpencil. Kapten Wartono menegaskan bahwa tugas pokok TNI selain perang adalah membantu pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan. Hal tersebut dilakukan sesuai amanat undang-undang karena TNI berkomitmen untuk selalu berbakti dari rakyat dan untuk rakyat.

Camping Ceria Subang: Bangun Karakter 160 Anak Yatim

Camping Ceria Subang

suarasubang.com – Sebanyak 160 anak yatim usia sekolah dasar dari berbagai wilayah Kabupaten Subang mengikuti kegiatan Camping Ceria Subang bertajuk “Nyenengin Anak Langit #6”. Acara ini berlangsung di Gili-gili Camp pada 18-19 April 2026 dengan nuansa edukatif dan rekreasi alam. Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap dapat membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, taat beribadah, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Petualangan Seru di Alam Terbuka

Sejak hari pertama, para peserta menyambut antusiasme tinggi melalui berbagai permainan yang dipandu oleh instruktur Mas Hendro Kawul. Suasana kegembiraan sangat terasa karena sebagian besar peserta baru pertama kali merasakan pengalaman berkemah secara langsung di alam terbuka. Selain itu, aktivitas susur sungai menjadi momen yang paling berkesan bagi anak-anak karena mampu menghadirkan tantangan petualangan sekaligus mempererat rasa kebersamaan antar sesama peserta.

Bekal Rohani dan Motivasi Masa Depan

Memasuki malam hari, suasana berubah menjadi lebih khidmat dengan diadakannya Tabligh Akbar bersama da’i cilik Sayyied Mufty Jabbar Mikayla Al-Habbab. Dalam tausiahnya, ia mengajak para peserta untuk senantiasa mencintai Allah dan Rasulullah, menghormati orang tua, serta tetap semangat dalam meraih cita-cita. Pesan-pesan spiritual ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi perkembangan mental dan spiritual anak-anak di masa depan.

Selanjutnya, sesi Motivasi Ceria yang dibawakan oleh Ummi Estri memberikan semangat baru bagi para “Anak Langit”. Ia mendorong setiap peserta untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan selalu memiliki harapan besar terhadap masa depan mereka. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan pengalaman berharga selama berkemah dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pertumbuhan karakter seluruh peserta.

Kejagung Perkuat Pengawasan Dana Desa Subang

suarasubang.com – Kejaksaan Agung Republik Indonesia kini memperketat pengawasan distribusi program strategis nasional hingga ke tingkat desa. Langkah ini ditegaskan melalui pelantikan pengurus Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Subang oleh Jamintel, Prof. Dr. Reda Manthovani, di Ciater pada Rabu (13/5/2026). Upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat transparansi anggaran desa guna memastikan dana negara tidak melenceng dari sasaran.

Sinergi untuk Transparansi Anggaran

Acara bertajuk “Jaga Desa, Jaga Indonesia” ini menjadi tonggak penting dalam penguatan pengawasan kolektif antara penegak hukum dan organisasi desa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Selain itu, kerja sama ini difokuskan agar setiap program pusat maupun daerah dapat berjalan secara lebih akuntabel dan tepat guna bagi masyarakat.

Inovasi Digital Jaga Dapur MBG

Kejaksaan juga meluncurkan inovasi digital berupa aplikasi “Jaga Dapur MBG” untuk mengantisipasi tantangan logistik dalam Program Makan Bergizi Gratis. Jamintel menjelaskan bahwa aplikasi ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini yang mampu mendeteksi potensi penyimpangan anggaran secara real-time. Oleh karena itu, teknologi ini memungkinkan pemantauan kualitas bahan pangan hingga validitas data penerima manfaat di seluruh pelosok desa.

Peran Vital BPD dalam Akuntabilitas

Gubernur Dedi Mulyadi memberikan apresiasi dan menyebut peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kini menjadi semakin vital dalam melayani masyarakat. Keterlibatan Jamintel secara langsung diharapkan memberikan rasa aman sekaligus peringatan bagi perangkat desa agar selalu berada di koridor hukum. Dengan demikian, program unggulan pemerintah pusat diharapkan dapat dirasakan manfaatnya secara utuh oleh warga Subang dan Jawa Barat.

Petani Ciasem Percepat Tanam Padi Hadapi El Nino

Percepatan tanam padi

suarasubang.com – Para petani di wilayah UPTD Pertanian Kecamatan Ciasem diimbau untuk segera melakukan percepatan tanam padi. Langkah strategis ini sangat krusial guna memanfaatkan sisa curah hujan yang masih ada sekaligus sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kemarau.

Selain itu, percepatan ini bertujuan untuk memitigasi dampak fenomena El Nino Godzilla atau kemarau ekstrem yang diprediksi akan segera melanda wilayah tersebut.

Gunakan Varietas Benih Tahan Kekeringan

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Ciasem, H. Anwar, menegaskan pentingnya pemilihan varietas benih yang tepat. Beliau menyarankan petani untuk memilih benih yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi kekeringan ekstrem.

Dengan pemilihan varietas yang sesuai, produktivitas gabah di salah satu lumbung padi Kabupaten Subang diharapkan tetap stabil meskipun dihadapkan pada cuaca yang tidak menentu.

Target Ribuan Hektare di Bulan Mei

Wilayah Kecamatan Ciasem sendiri memiliki potensi lahan persawahan yang sangat luas mencapai 6.364 hektare. Pihak UPTD Pertanian telah memetakan target capaian tanam untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga dengan baik.

Untuk bulan Mei ini, pemerintah menargetkan penanaman padi seluas 1.453 hektare, meningkat signifikan dari capaian bulan April yang baru mencapai 732 hektare.

Waspadai Ancaman Hama Tikus

Selain tantangan cuaca, Anwar juga mengingatkan para petani agar tetap waspada terhadap serangan hama tikus yang kerap muncul. Beliau meminta adanya sinergi antarpelaku tani untuk melakukan langkah-langkah preventif secara kolektif di lapangan.

Oleh karena itu, para petani diharapkan segera melakukan tindakan gropyokan tikus bersama-sama agar target penanaman padi di wilayah Ciasem dapat tercapai secara maksimal.

Subang Atasi Masalah Sampah Lewat Bantuan Mesin Desa

Masalah sampah Subang

suarasubang.com – Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen penuh untuk menyelesaikan masalah sampah Subang secara menyeluruh melalui kolaborasi aktif. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Permasalahan Persampahan di Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Sate pada Senin (11/5/2026). Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh seluruh perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Barat guna mempercepat penanganan darurat sampah di tingkat provinsi.

Bantuan Mesin untuk Kemandirian Desa

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Barat akan segera memberikan bantuan mesin pengelolaan sampah ke setiap desa. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat dukungan penyelesaian masalah sampah langsung dari sumbernya di tingkat desa. Saat ini, Kabupaten Subang mencatat produksi sampah sekitar 600 ton per hari, yang berarti membutuhkan kurang lebih 120 unit mesin dengan kapasitas masing-masing lima ton per hari.

Mengubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomis

Selain pemberian bantuan alat, program yang digagas Gubernur Dedi Mulyadi ini mendorong transformasi sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Agus menekankan bahwa masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai tambah bagi keluarga. Beliau meyakini bahwa terobosan inovatif seperti ini akan memastikan penanganan sampah di wilayah Subang segera tuntas dengan hasil yang baik.

Kolaborasi Sektor Swasta dan Pemerintah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menanggulangi persoalan lingkungan ini secara menyeluruh. Selain kerja sama antarwilayah, sektor swasta seperti hotel, restoran, dan pengembang perumahan diwajibkan memiliki mesin pengelola sampah mandiri. Persyaratan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung akselerasi penanganan sampah di seluruh Jawa Barat.

Napiter Lapas Subang Kembali ke Pangkuan NKRI

Ikrar setia kepada NKRI

suarasubang.com – Upaya pembinaan dan deradikalisasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang kembali membuahkan hasil nyata. Dua narapidana tindak pidana terorisme (napiter) secara resmi menyatakan ikrar setia kepada NKRI dalam sebuah seremoni khidmat. Acara yang penuh nuansa nasionalisme ini berlangsung di Aula Lapas Subang pada Selasa (12/5/2026).

Sinergi Kuat Lintas Instansi

Prosesi ini menjadi simbol kembalinya warga binaan ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah menjalani pembinaan bertahap. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk perwakilan BNPT, Densus 88 Antiteror Polri, dan Kementerian Agama Kabupaten Subang. Selain itu, unsur Badan Intelijen Negara dan Balai Pemasyarakatan juga turut menyaksikan momen bersejarah ini.

Sinergi lintas instansi ini dinilai sangat krusial dalam mendukung proses reintegrasi sosial para mantan napiter. Melalui kolaborasi yang erat, program deradikalisasi dapat berjalan lebih efektif dan terukur. Dukungan aparat penegak hukum memastikan para warga binaan mendapatkan bimbingan yang tepat agar siap kembali ke tengah masyarakat.

Komitmen Menolak Paham Radikal

Dalam naskah ikrar tersebut, kedua napiter menyatakan kesetiaan penuh kepada Pancasila dan UUD 1945. Mereka juga berkomitmen tegas untuk meninggalkan paham radikalisme serta menolak segala bentuk terorisme. Komitmen ini menunjukkan adanya perubahan paradigma dan kesadaran hukum yang mendalam dari para warga binaan tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIA Subang menegaskan bahwa ikrar ini bukan sekadar seremoni formalitas semata. Hal ini merupakan indikator keberhasilan program pembinaan kepribadian yang dijalankan secara konsisten di lingkungan penjara. Pihak Lapas berharap para napiter tersebut dapat memulai lembaran baru sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.

Memutus Rantai Radikalisme

Lembaga pemasyarakatan saat ini berfungsi sebagai garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran paham radikal. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya. Akhirnya, kegiatan ini ditutup dengan penghormatan kepada Sang Merah Putih dalam suasana yang aman dan kondusif.

Recent Posts