Beranda blog

Banjir Surut, Ribuan Pengungsi Subang Kini Dihantui Penyakit Kulit hingga Pencernaan

Penyakit pascabanjir Subang

Derita warga terdampak banjir di wilayah Pantura, Kabupaten Subang, belum sepenuhnya usai. Meski genangan air di sejumlah titik seperti Kecamatan Pamanukan mulai surut, para pengungsi kini dihadapkan pada ancaman baru: serangan berbagai penyakit pascabanjir.

Para pengungsi yang bertahan di lokasi evakuasi darurat, termasuk di kolong Flyover Pamanukan, mulai mengeluhkan gangguan kesehatan yang signifikan. Mayoritas keluhan didominasi oleh penyakit kulit seperti gatal-gatal (kutu air) akibat paparan air kotor yang berkepanjangan, serta gangguan pencernaan (diare/sakit perut).

“Air memang sudah surut, tapi sekarang badan gatal-gatal dan perut sakit. Mungkin karena kondisi di pengungsian yang serba terbatas dan lembap,” keluh salah satu warga.

Kondisi ini diperparah oleh faktor kelelahan fisik dan cuaca yang tidak menentu, membuat daya tahan tubuh warga menurun drastis. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak (balita) menjadi yang paling terdampak, dengan beberapa di antaranya juga menderita demam, batuk, dan flu (ISPA).

Merespons situasi ini, tim medis dari Puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan Subang terus menggencarkan layanan kesehatan keliling (jemput bola). Posko kesehatan di titik-titik pengungsian disiagakan untuk memberikan pemeriksaan dan obat-obatan gratis guna mencegah wabah penyakit meluas lebih parah.

Pemerintah daerah mengimbau warga yang telah kembali ke rumah untuk segera membersihkan sisa lumpur dan sampah dengan hati-hati, serta tetap menjaga kebersihan diri dan makanan agar terhindar dari infeksi lanjutan.

Siap-siap! Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar 14 Hari di Subang, Ini 9 Sasaran Tilangnya

Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Subang

Kabar penting bagi warga Subang dan sekitarnya. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Subang resmi menggelar Operasi Keselamatan Lodaya 2026 yang dimulai serentak sejak Senin, 2 Februari 2026. Operasi cipta kondisi ini akan berlangsung selama dua pekan penuh atau 14 hari, hingga 15 Februari 2026.

Kegiatan ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh jajaran Polres Subang. Tujuan utama dari operasi ini adalah untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka kecelakaan, serta menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarkantas) menjelang musim mudik Lebaran tahun ini.

Wakapolres Subang, Kompol Enda Supriatna, menegaskan bahwa penindakan dalam operasi ini akan mengedepankan aspek preventif dan edukatif, namun tetap tegas terhadap pelanggaran kasatmata yang membahayakan keselamatan.

Warga diimbau untuk melengkapi surat-surat kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas. Berikut adalah 9 jenis pelanggaran prioritas yang menjadi sasaran utama tilang dalam Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Subang:

  1. Menggunakan ponsel saat berkendara.
  2. Pengendara di bawah umur (tidak memiliki SIM).
  3. Berboncengan lebih dari satu orang (untuk sepeda motor).
  4. Tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia).
  5. Tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt) bagi pengemudi mobil.
  6. Berkendara dalam pengaruh alkohol.
  7. Melawan arus lalu lintas.
  8. Melebihi batas kecepatan maksimal.
  9. Menggunakan knalpot brong (bising) dan pelat nomor tidak sesuai ketentuan.

Masyarakat Subang diharapkan dapat mendukung operasi ini dengan menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. “Keselamatan berkendara adalah fokus utama, demi menekan fatalitas kecelakaan dan memastikan rekan kerja serta keluarga kita pulang ke rumah dengan selamat,” pesan pihak kepolisian.

Raffi Ahmad Kepincut Ekraf Subang, Janji Orbitkan Produk Lokal ke Kancah Nasional

Raffi Ahmad promosi Ekraf Subang

Kabar segar bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Subang. Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Subang dan berjanji akan membawa produk kreatif lokal “naik kelas” ke level nasional.

Dalam agenda bertajuk “UKP Mendengar” yang digelar pada Jumat (31/1/2026), Raffi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) bertemu langsung dengan komunitas kreatif Subang. Ia terkesan dengan potensi besar yang dimiliki Subang, namun menyadari kendala klasik yang dihadapi para pelaku usaha, yakni akses pasar dan promosi.

“Kami ingin memberikan akses dan jalan agar produk-produk ekonomi kreatif dari Subang bisa dikenal secara nasional. Potensi di daerah ini besar, tinggal bagaimana kita membuka jejaring dan ekosistemnya,” ujar Raffi Ahmad.

Suami Nagita Slavina ini menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar berkunjung. Ia siap menggunakan platform media besar yang dimilikinya, termasuk RANS Entertainment, untuk membantu mempromosikan produk unggulan Subang. Selain itu, Raffi juga berjanji akan menjembatani aspirasi pelaku ekraf terkait kebutuhan infrastruktur dan alat produksi kepada kementerian terkait serta BUMN.

Ketua Subang Creative Hub dan para pelaku seni menyambut antusias “angin segar” ini. Mereka berharap kolaborasi dengan sosok berpengaruh seperti Raffi Ahmad dapat menjadi katalisator yang mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di Subang, sehingga tidak hanya jago kandang, tetapi mampu bersaing di pasar nasional.

Kang Rey Pimpin Rapat Taktis Penanganan Banjir Pantura di Pamanukan

penanganan banjir Pantura

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, bergerak cepat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan banjir wilayah Pantura. Sosok yang akrab disapa Kang Rey ini menggelar pertemuan di Posko Gabungan Kantor Kecamatan Pamanukan, Jumat (30/1/2026).

Plh Sekda Drs. R. Memet Hikmat membuka langsung pertemuan strategis tersebut. Jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir mendampingi Bupati dalam pembahasan ini.

Delapan camat dari wilayah terdampak juga mengikuti rapat koordinasi ini secara intensif. Wilayah tersebut meliputi Pamanukan, Pusakajaya, Pusakanagara, Sukasari, Blanakan, Legonkulon, Compreng, dan Ciasem.

Kang Rey mengambil langkah taktis demi mempercepat distribusi bantuan bagi warga. Ia menghubungi langsung Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Subang di tengah berlangsungnya rapat.

Bupati menginstruksikan para camat untuk tidak menyerah dalam memberikan pengawasan ekstra di lapangan. Perhatian khusus tertuju pada warga yang bertahan di rumah, terutama kelompok rentan.

Kelompok rentan ini mencakup lansia, anak-anak, serta ibu hamil yang membutuhkan penanganan prioritas. Kang Rey menekankan pentingnya pendekatan humanis meski petugas dalam kondisi lelah.

“Yang kita urus ini adalah keluarga kita sendiri. Tolong layani dengan sebaik mungkin. Jaga terus cara kita memperlakukan mereka,” tegas Kang Rey.

Sektor pertanian juga menjadi fokus utama dalam strategi pemulihan pasca-bencana. Dinas Pertanian mendapat perintah untuk segera mendata akurat areal persawahan yang terendam.

Data tersebut akan diajukan ke Kementerian Pertanian guna mendapatkan bantuan benih atau kompensasi. Langkah ini bertujuan menjaga status Subang sebagai lumbung padi nasional.

Kang Rey menegaskan seluruh dinas teknis mulai dari PUPR, Sosial, Kesehatan, hingga BPBD harus bergerak satu komando. Ketersediaan dokter jaga 24 jam dan stok obat-obatan di titik pengungsian menjadi harga mati.

Bupati memastikan akan memantau situasi secara berkala untuk menjamin instruksi berjalan maksimal. Keselamatan warga Subang menjadi prioritas utama dalam penanganan musibah ini.

Polres Subang dan Bhayangkari Gerak Cepat, Dirikan Dapur Lapangan hingga Cek Kesehatan Korban Banjir Pamanukan

Polres Subang tanggap banjir

Kepedulian nyata ditunjukkan jajaran Polres Subang bersama Bhayangkari Cabang Subang dalam merespons bencana banjir yang melumpuhkan wilayah Pamanukan. Dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, tim gabungan ini turun ke lokasi bencana dengan membawa misi kemanusiaan komprehensif.

Langkah taktis yang diambil adalah pendirian Dapur Lapangan mobile di titik strategis pengungsian. Fasilitas ini beroperasi penuh untuk memproduksi ribuan paket makanan siap saji setiap harinya, memastikan warga yang terdampak tidak kekurangan asupan gizi selama masa darurat. Anggota kepolisian dan Bhayangkari terlihat bahu-membahu mengolah dan mendistribusikan logistik tersebut.

Tak hanya urusan perut, layanan kesehatan juga menjadi prioritas utama. Tim Dokkes (Kedokteran dan Kesehatan) Polres Subang dikerahkan untuk memberikan pemeriksaan medis gratis dan pembagian obat-obatan. Layanan jemput bola ini menyasar kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita yang mulai mengeluhkan penyakit kulit, ISPA, dan gangguan kesehatan lainnya akibat genangan air kotor.

Kapolres menegaskan bahwa kehadiran Polri dan Bhayangkari di tengah bencana bukan sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Sinergi ini diharapkan mampu meringankan beban psikologis dan fisik para korban banjir Pamanukan sembari menunggu air surut.

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Bantu Korban Banjir Subang Rp 500 Juta

bantuan korban banjir Subang

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menyalurkan bantuan tunai Rp 500 juta untuk korban banjir Kabupaten Subang. Pasangan selebritas ini menyerahkan donasi tersebut di sela acara Rans Carnival di Lanud Suryadarma, Kalijati.

Bantuan ini menyasar warga yang terdampak banjir parah, khususnya di wilayah Pamanukan dan sekitarnya. Raffi menyerahkan dana secara simbolis kepada Bupati Subang, H. Ruhimat (Kang Jimat).

Perwakilan tim relawan Wanadri turut hadir mendampingi Bupati dalam prosesi tersebut. Wanadri memegang amanat pengelolaan dana untuk operasional penanganan bencana dan kebutuhan korban di lapangan.

Raffi Ahmad mengungkapkan rasa prihatin mendalam atas musibah alam yang menimpa warga Subang. Ia berharap bantuan melalui Rans Entertainment ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang kesulitan.

Rans Carnival sejatinya hadir untuk memberikan hiburan bagi publik di Lanud Suryadarma. Namun, pasangan “Sultan Andara” memilih mengubah momen ini menjadi aksi kemanusiaan nyata bagi warga.

Sepekan Dikepung Banjir, 51 Desa di Subang Lumpuh, 13 Ribu KK Terdampak

Banjir Subang 51 desa

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Subang belum menunjukkan tanda-tanda surut. Hingga Sabtu (31/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat air telah mengepung wilayah tersebut selama sepekan penuh, melumpuhkan aktivitas puluhan ribu warga.

Dampak yang ditimbulkan bencana tahunan ini terbilang masif. Banjir telah merendam 7.536 rumah yang tersebar di 51 desa pada tujuh kecamatan, meliputi Pusakanagara, Ciasem, Blanakan, Pusakajaya, Sukasari, Legonkulon, dan Pamanukan. Sebanyak 13.541 Kepala Keluarga (KK) atau 36.060 jiwa menjadi korban langsung dari luapan sungai yang tak mampu menampung debit hujan ekstrem.

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan pemerintah daerah terus melakukan langkah darurat. “Selain pemantauan lapangan, Pemerintah Kabupaten Subang juga mendirikan dapur umum di setiap desa yang terdampak banjir untuk memenuhi kebutuhan makanan warga,” ujar Reynaldy, Sabtu (31/1).

Selain permukiman, banjir juga menenggelamkan fasilitas vital dan lahan produktif. Tercatat 27 sarana ibadah, 20 sekolah, serta 2.884 hektare sawah ikut terendam, mengancam potensi gagal panen di wilayah lumbung padi nasional ini. Sementara itu, 645 jiwa dilaporkan terpaksa mengungsi karena rumah mereka tak lagi bisa dihuni.

Kang Rey juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera menangani tanggul-tanggul kritis agar tidak jebol dan memperparah keadaan. Ia meminta aparat desa memastikan logistik bantuan sampai langsung ke tangan warga melalui koordinasi RT setempat.

Totalitas! Kang Rey Bermalam di Posko Banjir Pamanukan Demi Pastikan Logistik Warga Aman

Bupati Subang bermalam di Pamanukan

Tidak sekadar meninjau sejenak lalu pulang, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita (Kang Rey) menunjukkan totalitasnya dalam merespons bencana banjir di Pantura. Orang nomor satu di Subang ini memutuskan untuk bermalam langsung di Posko Darurat Bencana Pamanukan, membaur bersama warga yang mengungsi.

Langkah ini diambil Kang Rey untuk memantau dinamika penanganan banjir selama 24 jam penuh. Ia ingin memastikan mata rantai distribusi logistik, khususnya makanan, selimut, dan kebutuhan bayi, tidak terputus atau terhambat pada malam hari.

“Saya ingin memastikan langsung warga saya aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Saya tidak ingin mendengar ada warga yang kelaparan atau sakit tidak terurus. Dengan bermalam di sini, saya bisa mengambil keputusan cepat jika ada situasi darurat,” tegas Kang Rey.

Sepanjang malam, Bupati terlihat mengecek kesiapan dapur umum dan berdialog dengan para pengungsi untuk mendengar keluhan mereka secara langsung. Ia juga menyiagakan tim kesehatan agar tetap beroperasi melayani warga yang mulai terserang penyakit pascabanjir.

Kehadiran fisik pimpinan daerah yang rela tidur di lokasi bencana memberikan suntikan moral tersendiri bagi para korban dan relawan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Subang untuk hadir menemani warganya melewati masa-masa sulit.

Sidak Saja Tak Cukup, Warga Subang Tagih Nyali KDM Tumpas Mafia Tambang Ilegal

Tambang ilegal Subang KDM

Aksi marah besar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat memergoki operasi tambang ilegal di Subang beberapa waktu lalu mendapat apresiasi luas. Namun, masyarakat kini menanti langkah konkret selanjutnya: apakah tindakan tegas tersebut hanya berhenti pada penyegelan, atau berlanjut hingga ke meja hijau?

Publik Subang menantang keberanian KDM untuk membongkar jaringan mafia tambang hingga ke akar-akarnya. Skepsis warga bukan tanpa alasan, mengingat praktik ilegal ini kerap kembali beroperasi tak lama setelah dirazia petugas, seolah memiliki “nyawa cadangan” atau dilindungi oleh kekuatan besar.

“Sidak dan marah-marah itu bagus sebagai shock therapy, tapi yang kami tunggu adalah keberanian Kang Dedi untuk mempidanakan para pemilik modal dan beking di belakangnya. Jangan sampai hanya operator lapangan yang dikorbankan,” ujar perwakilan tokoh masyarakat setempat yang enggan disebut namanya.

Kerusakan lingkungan dan hancurnya infrastruktur jalan akibat lalu lalang truk bermuatan berat sudah berada di titik nadir. Warga mendesak agar momentum ini tidak menguap begitu saja. Penutupan permanen dan sanksi hukum berat dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan arogansi pengusaha nakal tersebut.

Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan aparat penegak hukum. Masyarakat Subang akan terus mengawal janji ketegasan KDM, menanti bukti apakah hukum benar-benar tajam ke atas atau tumpul di hadapan mafia tambang.

Kemensos Gerak Cepat, Pastikan Logistik Ribuan Korban Banjir Subang Terjamin

Bantuan Kemensos banjir Subang

Kementerian Sosial (Kemensos) RI langsung turun tangan merespons bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Subang. Pemerintah pusat memastikan pasokan logistik dan kebutuhan dasar bagi ribuan warga yang terdampak di wilayah Pantura terjamin ketersediaannya.

Langkah ini diambil menyusul meluasnya genangan air yang memaksa ribuan jiwa mengungsi ke tempat lebih aman, seperti kolong flyover Pamanukan dan masjid-masjid setempat. Kemensos telah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa makanan siap saji, perlengkapan anak (kidsware), kasur, selimut, hingga tenda gulung untuk posko pengungsian.

Selain bantuan fisik, Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mendirikan dan mengoperasikan Dapur Umum Lapangan. Keberadaan dapur umum ini krusial untuk memproduksi ribuan nasi bungkus setiap harinya demi memastikan tidak ada pengungsi yang kelaparan.

“Fokus kami adalah pemenuhan kebutuhan dasar. Jangan sampai ada warga terdampak yang tidak makan atau kekurangan logistik selama masa tanggap darurat ini,” ujar perwakilan Kemensos dalam keterangannya.

Kemensos terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Sosial Kabupaten Subang dan pemerintah daerah setempat untuk memetakan titik-titik distribusi. Sinergi ini dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata, bahkan ke wilayah yang sulit dijangkau sekalipun.

Recent Posts