Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Kericuhan Pilkades Patimban Subang Saat Undi Nomor Urut

Pilkades Patimban Subang

Kericuhan Pilkades Patimban Subang terjadi pada tahapan pemilihan kepala desa serentak tahun 2026. Tepatnya, insiden ini berlangsung di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara. Kegiatan ini sejatinya berjalan pada hari Rabu (7/10/2026).

Keributan pecah saat proses pengambilan nomor urut dan penetapan tanda gambar calon kepala desa (cakades). Aparat kepolisian segera turun tangan untuk mendinginkan situasi keamanan setempat.

Kepala Polisi Sektor Pusakanagara, Ajun Komisaris Warjo, memberikan keterangan resmi pada Kamis (8/10/2026). Menurutnya, ketidakpuasan dari massa pendukung cakades memicu kericuhan tersebut.

Mereka memaksa masuk ke area dalam kantor kepala desa. Padahal, panitia pelaksana telah menetapkan aturan pembatasan jumlah peserta. “Massa pendukung ingin masuk ke kantor kepala desa, tetapi ada aturan bahwa yang diperbolehkan masuk hanya tiga orang,” ujar Warjo.

Kronologi Lempar Batu dan Penanganan Petugas

Pada awalnya, kegiatan tahapan Pilkades ini berjalan sangat lancar dan tertib. Namun, situasi memanas ketika massa pendukung masing-masing calon berdatangan ke lokasi.

Mereka membawa berbagai alat peraga kampanye untuk memberikan dukungan moral. Bahkan, beberapa kelompok massa juga membawa alat pengeras suara di luar area kantor.

Akibatnya, antusiasme pesta demokrasi ini berujung pada cekcok antara warga dan pihak penyelenggara. “Terjadi cekcok, kemudian ribut dan terjadi lempar-lemparan batu,” tambah Warjo.

Merespons kejadian tersebut, aparat keamanan gabungan langsung bertindak cepat. Tim ini terdiri dari petugas kepolisian, anggota tentara, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pusakanagara.

Petugas gabungan segera mengurai konsentrasi massa yang saling bersitegang. Langkah ini terbukti efektif dalam menghentikan keributan antar-kubu pendukung. “Kurang lebih sekitar lima menit.

Setelah itu, anggota kepolisian bersama Forkopimcam memberikan imbauan dan membubarkan massa,” tutur Warjo. Alhasil, situasi kembali kondusif dan tahapan Pilkades berlanjut normal.

Hasil Nomor Urut dan Progres Pilkades Serentak

Setelah situasi terkendali, panitia berhasil menetapkan tiga cakades Patimban secara resmi. Mereka mendapatkan nomor urut yang telah disepakati oleh semua pihak.

Secara rinci, Ari Setyadi secara resmi mendapatkan nomor urut satu. Kemudian, M Soleh menempati posisi nomor urut kedua. Sementara itu, nomor urut ketiga kini menjadi milik Ibnu Almahdi.

Secara umum, Pilkades serentak 2026 ini berlangsung di 165 desa pada 28 kecamatan se-Kabupaten Subang. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) menyebut tahapan penetapan cakades bergulir sejak 5 Oktober 2026.

Saat ini, sebanyak 139 desa telah sukses melaksanakan tahapan penetapan tersebut. Sebaliknya, masih terdapat 26 desa lainnya yang belum menyelesaikan proses administratif ini. Hal ini terjadi akibat jumlah pendaftar melampaui lima orang atau tidak ada pendaftar sama sekali.

Pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme khusus bagi desa dengan pelamar berlebih. Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dispemdes Subang, Agung Subur, menjelaskan prosedur lanjutan ini.

“Bagi desa yang jumlah calonnya lebih dari lima orang, maka harus melalui tahapan seleksi tambahan terlebih dahulu sebelum nantinya ditetapkan,” kata Agung. Rencananya, pelaksanaan seleksi kompetensi tambahan tersebut akan bertempat di Universitas Subang (Unsub).

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa pemicu kericuhan Pilkades Patimban Subang? Kericuhan dipicu oleh massa pendukung cakades yang memaksa masuk ke dalam kantor desa, padahal panitia membatasi kuota masuk hanya untuk tiga orang.
  • Berapa total desa yang mengikuti Pilkades serentak di Subang pada 2026? Pemilihan kepala desa serentak tahun 2026 ini diikuti oleh total 165 desa yang tersebar di 28 kecamatan se-Kabupaten Subang.
  • Di mana lokasi seleksi tambahan bagi cakades yang jumlah pendaftarnya lebih dari lima orang? Tahapan seleksi kompetensi tambahan bagi calon kepala desa tersebut akan diselenggarakan di Universitas Subang (Unsub).

Kelangkaan Solar Nelayan Subang Lumpuhkan Kawasan Muara Ciasem

Kelangkaan solar nelayan

Kelangkaan solar nelayan mulai melanda kawasan Pantura Muara Ciasem, Kabupaten Subang. Ratusan nelayan terpaksa menganggur secara massal selama sepekan terakhir. Mereka menyandarkan kapal penangkap ikan di dermaga Desa Muara, Kecamatan Blanakan.

Kondisi kelumpuhan ini terjadi akibat ketiadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Padahal, bahan bakar energi ini merupakan penggerak utama mesin perahu nelayan setempat.

Ironisnya, krisis operasional ini muncul saat hasil tangkapan ikan justru menunjukkan tren membaik. Tentu saja, nelayan berhenti melaut bukan karena faktor cuaca buruk atau gelombang laut tinggi.

Antrean Panjang dan Rebutan Kuota di SPBU

Akibat krisis BBM ini, para nelayan harus menghadapi antrean panjang setiap harinya. Mereka membawa puluhan jeriken untuk menampung sisa pasokan solar bersubsidi.

Beberapa nelayan bahkan terpaksa saling berebut pasokan di fasilitas SPBU Ciasem Hilir. Stok bahan bakar pada stasiun pengisian umum tersebut memang sangat terbatas. Sebagian nelayan lain memilih ikut kapal rekannya yang berhasil mendapatkan solar. Tentu saja, langkah alternatif ini bertujuan agar mereka tetap bisa melaut dan mencari nafkah harian.

Anwar selaku salah seorang nelayan setempat turut membenarkan situasi sulit tersebut. Ia mengungkapkan bahwa banyak nelayan sudah berhenti beroperasi hingga sepuluh hari terakhir.

“Habis nggak ada solar, nelayan mogok semua,” ujar Anwar pada hari Jumat (09/10/2026). Selanjutnya, ia menjelaskan situasi persaingan mendapatkan bahan bakar di lapangan. “Ada sedikit rebutan aja solarnya, itu yang dapet yang enggak dapet ya udah berhenti,” tambahnya. Pada akhirnya, ia mendesak pemerintah segera menurunkan pasokan solar demi kelancaran nelayan.

Dampak Terhadap Pasokan Ikan dan Ekonomi

Ketua KPL Mina Bahari Muara Ciasem, Ade Kardi, juga memberikan penjelasan resminya. Menurutnya, kelangkaan ini terjadi karena tingginya kebutuhan nelayan berbanding keterbatasan kuota. Ia meminta pihak Pertamina segera menambah kuota penyaluran khusus ke wilayah setempat.

“Iya benar terkait BBM sulit karena banyak pengguna BBM dan stok terbatas,” kata Ade Kardi.

Ketiadaan bahan bakar secara langsung mematikan seluruh aktivitas melaut para nelayan. Akibatnya, pasokan ikan tangkapan laut ke pasar darat menjadi terhenti total. Oleh karena itu, penambahan kuota sangat krusial untuk menstabilkan roda ekonomi pesisir.

Status Perizinan SPBN TPI KUD Mina Bahari

Di tengah krisis ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) setempat belum beroperasi. Fasilitas penyalur energi khusus ini berlokasi di area TPI KUD Mina Bahari.

Saat ini, pengurus KUD masih mengurus dokumen perizinan operasional secara intensif. Mereka sedang menyelesaikan proses administrasi tersebut kepada berbagai instansi terkait.

Tujuannya agar fasilitas SPBN dapat segera beroperasi normal melayani warga sekitar. Ke depannya, para nelayan sangat berharap Pertamina segera merespons keluhan krisis ini. Penambahan kuota solar akan memulihkan roda perekonomian pesisir kawasan Muara Ciasem.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa penyebab ratusan nelayan di Muara Ciasem berhenti melaut? Para nelayan berhenti melaut akibat kelangkaan pasokan solar bersubsidi yang menjadi bahan bakar utama kapal.
  • Di mana lokasi SPBU yang menjadi titik antrean nelayan? Nelayan mengantre dan memperebutkan stok solar yang terbatas di SPBU Ciasem Hilir.
  • Mengapa fasilitas SPBN di TPI KUD Mina Bahari belum bisa melayani nelayan? Fasilitas SPBN tersebut belum beroperasi karena pengurus KUD masih memproses dokumen perizinan operasional ke instansi terkait.

Bursa Kerja Online Subang Buka 2.300 Lowongan Pekerjaan

Bursa kerja online Subang

Pemprov Jawa Barat kembali menggelar program bursa kerja online Subang untuk menyerap tenaga kerja terampil secara massal.

Program rekrutmen digital ini secara khusus menargetkan para pencari kerja di wilayah Kabupaten Subang.

Sebelumnya, pemerintah provinsi telah sukses melaksanakan program fasilitas ketenagakerjaan serupa di wilayah Bekasi dan Depok.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir secara virtual untuk mengawal acara rekrutmen ini. Beliau memantau pelaksanaan secara live melalui akun media sosial TikTok pribadinya.

Selanjutnya, gubernur mengajak seluruh pencari kerja di wilayah Subang untuk segera memanfaatkan informasi kesempatan ini.

Seluruh tahapan pendaftaran dan detail lowongan kerja dapat diakses terpusat melalui aplikasi resmi bernama Nyari Gawe.

Kuota Tenaga Kerja dan Partisipasi Perusahaan

Tercatat sebanyak 30 entitas perusahaan mengikuti pameran lowongan kerja daring ini. Perusahaan tersebut berasal dari skala operasional lokal, nasional, hingga internasional.

Secara keseluruhan, tersedia 85 jenis klasifikasi jabatan yang siap diisi oleh para pelamar. Dari total ketersediaan itu, angka kebutuhan industri mencapai 2.300 orang tenaga kerja terampil.

Perusahaan mengharapkan para pelamar berstatus siap kerja secepatnya.

Secara statistik rata-rata, setiap perusahaan menawarkan sekitar dua hingga tiga jenis jabatan. Selanjutnya, rasio kebutuhan tenaga kerja menyentuh angka rata-rata 77 orang per perusahaan.

Oleh karena itu, tingginya ketersediaan kuota ini memberikan peluang penyerapan tenaga kerja yang masif. Masyarakat dapat memilih posisi yang paling sesuai dengan latar belakang kompetensi masing-masing.

Rincian Lowongan Sektor Otomotif dan Ritel

Sejumlah perusahaan manufaktur multinasional ikut menawarkan posisi lowongan kerja strategis. BYD Auto Indonesia merupakan salah satu pabrikan kendaraan listrik internasional yang berpartisipasi.

Perusahaan ini membuka rekrutmen untuk posisi operator produksi. Kuota yang tersedia mencapai batas 50 orang pekerja. Calon pelamar wajib mengajukan dokumen lamaran maksimal hingga 4 Oktober 2026.

Selain itu, Vinvast Auto Mobile juga secara resmi membuka rekrutmen pekerja secara besar-besaran. Produsen motor listrik yang beroperasi di Kabupaten Subang ini membutuhkan 300 orang untuk posisi operator produksi.

Di samping itu, perusahaan juga mencari 20 orang pekerja sebagai pengelola administrasi. Batas waktu pendaftaran lowongan Vinvast terbuka hingga 23 Oktober 2026.

Sektor industri ritel modern juga membuka banyak kesempatan kerja bagi warga Subang. Toko ritel Indomart membutuhkan 6 orang karyawan untuk posisi store crew.

Batas akhir pengiriman berkas lamaran Indomart ditetapkan hingga 31 Oktober 2026. Sementara itu, Alfamart menawarkan lowongan crew store bagi 100 orang calon pegawai.

Pelamar Alfamart wajib mengirimkan data sebelum batas waktu maksimal 10 Oktober 2026. Masih banyak lowongan kerja lainnya yang bisa diakses langsung lewat aplikasi Nyari Gawe.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa itu aplikasi Nyari Gawe? Aplikasi Nyari Gawe adalah platform digital resmi yang difasilitasi oleh pemerintah untuk mengakses dan melamar lowongan pada bursa kerja online Pemprov Jawa Barat.
  • Berapa total lowongan yang tersedia di bursa kerja online Subang? Pameran rekrutmen ini menyediakan 85 jenis jabatan dengan total kuota kebutuhan mencapai 2.300 tenaga kerja terampil.
  • Kapan batas waktu pendaftaran lowongan kerja Vinvast Auto Mobile? Batas waktu pengajuan lamaran untuk posisi operator produksi dan pengelola administrasi di Vinvast dibuka maksimal hingga tanggal 23 Oktober 2026.

Dari “Eat So Easy” ke “Your Favorite Rice Bowl”: Cerita Hashtag yang Tumbuh Bersama Pelanggannya

Hashtag Ricebowl

suarasubang.com – Ada makanan yang hadir sekadar untuk mengenyangkan. Ada pula makanan yang perlahan menjadi pilihan karena praktis, rasanya pas, porsinya sesuai, dan terasa dekat dengan keseharian.

Itulah yang ingin dibangun Hashtag Ricebowl.

Berawal dari semangat “Eat So Easy”, Hashtag hadir dengan konsep rice bowl yang sederhana: makanan yang mudah dipesan, mudah dibawa, dan mudah dinikmati kapan saja. Pengalaman pelanggan pun banyak berlangsung melalui layanan pesan-antar seperti GrabFood dan ShopeeFood.

Namun, perjalanan Hashtag tidak berhenti pada soal membuat makanan yang praktis.

Hashtag Ricebowl

Bukan Sekadar Ganti Nama dan Tagline

Seiring perjalanan bisnisnya, Hashtag mulai melakukan banyak pembenahan.

Bukan hanya pada tampilan, tetapi juga pada hal-hal yang langsung dirasakan pelanggan: bahan baku, resep, proses memasak, pilihan saus, kemasan, hingga kecepatan pelayanan.

Perubahan tersebut kemudian membawa sebuah identitas baru.

Dari “Eat So Easy”, Hashtag memperkenalkan semangat baru:

“Your Favorite Rice Bowl.”

Perubahan ini bukan sekadar pergantian tagline. Ada keinginan untuk menjadikan Hashtag bukan hanya tempat membeli makanan praktis, tetapi menjadi salah satu pilihan rice bowl yang benar-benar diingat dan disukai pelanggan.

Menjaga Harga, Meningkatkan Kualitas

Di tengah banyaknya pilihan makanan dengan harga murah, Hashtag memilih jalan yang berbeda.

Mereka tidak menjadikan perang harga sebagai satu-satunya cara untuk menarik pelanggan.

Ketika pasar menawarkan makanan dengan harga sangat murah, termasuk di kisaran Rp10.000, Hashtag memilih tetap mempertahankan harga yang dianggap sepadan dengan rasa, kualitas, dan porsi yang diberikan.

Bagi Hashtag, harga bukan hanya angka di daftar menu. Di baliknya ada bahan yang digunakan, proses memasak, resep, saus, kemasan, hingga pengalaman yang diterima pelanggan.

Pilihan Menu yang Beragam

Rice bowl menjadi menu utama dengan berbagai pilihan topping.

Ada Chicken Fillet Crispy, Chicken Hashtag, Chicken Roll, Chicken Ball, hingga pilihan seafood seperti udang crispy, ebi furai, dan cumi crispy.

Pelanggan juga dapat menyesuaikan menu dengan tambahan topping maupun pilihan saus dan sambal.

Mulai dari asam manis, lada hitam, sambal matah, barbeque, hingga asam manis pedas, pilihan saus memberikan karakter berbeda pada menu yang sama.

Karena itu, pengalaman menikmati satu rice bowl bisa terasa berbeda hanya dengan mengganti pilihan sausnya.

Bukan Hanya Rice Bowl

Perjalanan Hashtag juga berkembang ke pilihan pendamping.

Ada berbagai menu tambahan seperti fillet crispy ala carte, kulit crispy ala carte, mie goreng fillet crispy, dan otak-otak special.

Untuk minuman, Hashtag juga menghadirkan pilihan yang lebih beragam, mulai dari minuman creamy seperti Miloshake hingga minuman sederhana seperti Es Teh.

Dengan begitu, pelanggan tidak hanya mendapatkan satu menu utama, tetapi bisa menyusun pilihan makan sesuai selera.

Pelanggan Lama Tetap Kembali

Salah satu hal yang menjadi bagian penting dari perjalanan Hashtag adalah pelanggan lama yang tetap kembali.

Ini menjadi menarik karena perubahan kualitas dan identitas tidak membuat Hashtag meninggalkan karakter yang sudah dikenal pelanggan.

Sebaliknya, pembenahan dilakukan untuk membuat pengalaman tersebut menjadi lebih baik.

Dari makanan yang awalnya dikenal karena kepraktisannya, Hashtag ingin tumbuh menjadi rice bowl favorit yang memiliki tempat tersendiri bagi pelanggannya.

Dari “Mudah Dimakan” Menjadi “Ingin Dimakan Lagi”

Pada akhirnya, perjalanan Hashtag bukan hanya tentang mengganti slogan.

“Eat So Easy” menggambarkan bagaimana Hashtag hadir untuk membuat pengalaman makan menjadi lebih mudah.

Sementara “Your Favorite Rice Bowl” membawa tujuan yang lebih jauh: bagaimana makanan yang praktis itu kemudian menjadi sesuatu yang disukai, diingat, dan dicari kembali.

Karena bisnis makanan tidak hanya tumbuh dari satu kali pembelian.

Ia tumbuh ketika pelanggan merasa cukup puas untuk kembali.

Dan mungkin, di situlah cerita Hashtag Ricebowl sebenarnya dimulai: bukan hanya dari apa yang dijual, tetapi dari hubungan yang dibangun bersama orang-orang yang terus memilihnya.

Becak Listrik Subang: 200 Unit Bantuan Prabowo Disalurkan

Becak listrik Subang

Penyaluran Bantuan Becak Listrik Subang untuk Lansia

Penyaluran bantuan becak listrik Subang resmi berlangsung pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026. Pemerintah melaksanakan kegiatan pendistribusian ini di Gedung Islamic Center Subang

Bantuan kendaraan ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Selanjutnya, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) bertindak sebagai penyalur utama armada tersebut.

Sasaran penerima manfaat adalah para pengemudi becak usia lanjut (lansia). Oleh karena itu, program ini berfokus pada peningkatan taraf hidup masyarakat kelas bawah.

Spesifikasi dan Nilai Bantuan Kendaraan

Pemerintah membagikan sebanyak 200 unit kendaraan ramah lingkungan kepada warga. Secara spesifik, setiap unit becak bertenaga baterai ini memiliki nilai sekitar Rp22 juta.

Kemudian, panitia memberikan seluruh armada ini secara gratis tanpa biaya pungutan apa pun. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi beban fisik para pengayuh becak tradisional.

Khususnya, program ini menyasar kelompok pekerja yang telah berusia 50 tahun ke atas. Akibatnya, operasional kendaraan berbasis listrik ini akan sangat mempermudah rutinitas harian mereka.

Pesan Yayasan GSN bagi Penerima Manfaat

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN memimpin langsung jalannya kegiatan ini. Mayjen (Purn) Firman Dahlan memberikan penjelasan teknis kepada para penerima bantuan. Beliau menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan meringankan beban kerja pencari nafkah.

”Tujuannya adalah mengurangi beban fisik bapak-bapak yang sudah sepuh dibandingkan saat mengayuh becak konvensional,” ujar Firman. Ia menambahkan bahwa gagasan ini murni untuk membantu keberlangsungan warga lansia.

Selanjutnya, Firman juga memberikan peringatan tegas terkait status kepemilikan aset. Yayasan melarang keras seluruh penerima untuk memperjualbelikan atau menggadaikan unit tersebut.

“Tolong dipertahankan, jangan diperjualbelikan atau digadaikan,” pesan Firman secara tegas.

Di samping itu, ia juga mengapresiasi dukungan infrastruktur penunjang dari pemerintah daerah. “Alhamdulillah Bupati Subang juga sudah mendukung penuh program ini,” tambahnya. “Pemerintah menyediakan jaminan BPJS serta terminal pengisian daya (charging station) untuk becak listrik ini.”

Dukungan BPJS dan Fasilitas dari Pemkab Subang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang turut melengkapi program bantuan pemerintah pusat ini. Mereka menyediakan fasilitas jaminan perlindungan sosial bagi seluruh pengemudi becak.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan lokasi khusus sebagai terminal pengisian daya kendaraan. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyampaikan apresiasi atas sinergi program tersebut.

“Pemkab Subang mengucapkan terima kasih kepada Yayasan GSN atas bantuan ini,” jelas Reynaldy. “Pak Presiden membantu becaknya, dan kami menyiapkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Nanti bapak-bapak sekalian akan mendapatkan tanggungan BPJS Ketenagakerjaan.”

Pada akhirnya, Reynaldy mengaku sangat terharu melihat kegigihan para pekerja senior tersebut. “Saya sangat tersentuh melihat bapak-bapak yang meski sudah sepuh, tetap memiliki semangat tinggi untuk menafkahi keluarga,” tutupnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan penyerahan bantuan becak listrik di Subang dilaksanakan? Kegiatan pendistribusian becak listrik ini dilaksanakan di Gedung Islamic Center Subang pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
  • Berapa nilai per unit becak listrik yang dibagikan kepada warga? Setiap unit kendaraan roda tiga berbasis baterai listrik tersebut memiliki taksiran nilai sekitar Rp22 juta.
  • Apa fasilitas pendukung yang disediakan oleh Pemkab Subang bagi penerima bantuan? Pemkab Subang memberikan dukungan berupa jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan serta membangun fasilitas terminal pengisian daya (charging station).

Becak Listrik Subang: YGSN Serahkan 200 Unit Bantuan Presiden

Becak listrik Subang

Penyaluran becak listrik Subang resmi berlangsung sebagai bentuk bantuan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah mendelegasikan penyerahan 200 unit kendaraan ringan ini kepada para pengayuh becak lokal.

Panitia menyelenggarakan kegiatan pendistribusian ini di Gedung Islamic Centre Subang. Tepatnya, fasilitas umum ini berada di Jalan Arief Rahman Hakim. Agenda pembagian ini terlaksana pada hari Sabtu (3/10/2026).

Ratusan unit kendaraan tersebut tampak terparkir rapi di halaman gedung utama. Sementara itu, para calon penerima manfaat menjalani tahapan proses pendataan identitas administratif.

Rincian Program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional

Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) bertindak sebagai pelaksana distribusi program pemerintah ini.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Beliau merinci jumlah alokasi bantuan kendaraan roda tiga untuk wilayah Subang.

Secara keseluruhan, yayasan ini mendistribusikan 200 unit becak bertenaga listrik. Selanjutnya, Firman juga menjelaskan spesifikasi nilai ekonomis dari kendaraan tersebut.

Setiap unit becak listrik ini memiliki taksiran nilai sekitar Rp22 juta. Tentu saja, pihak panitia menyalurkan seluruh armada ini secara gratis tanpa biaya pungutan.

Aturan Penggunaan dan Larangan Pemindahtanganan

Secara teknis, program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat kelas bawah. Khususnya, bantuan pemerintah ini menyasar kelompok pekerja pengayuh becak tradisional.

“Becak ini gratis, Pak. Jadi pulang tinggal bawa becak,” ujar Firman kepada para penerima. Meskipun demikian, pihak yayasan menetapkan sejumlah aturan ketat terkait status kepemilikan unit.

Yayasan melarang keras penerima bantuan memperjualbelikan aset kendaraan tersebut kepada pihak lain. Selain itu, mereka juga tidak boleh menyewakan atau menggadaikan unit ini.

“Jangan dijual ya. Jangan disewakan. Apapun kondisinya, bapak-bapak jangan sampai menggadaikan atau menjual,” pesannya secara tegas.

Fasilitas Terminal Pengisian Daya Baterai

Firman berharap para pengayuh langsung memanfaatkan unit tersebut untuk mencari penghasilan harian.

Namun, operasional kendaraan berbasis listrik sangat bergantung pada infrastruktur penunjang publik. Oleh karena itu, Firman meminta Pemerintah Kabupaten Subang untuk segera merespons kebutuhan mendesak ini.

Pemerintah daerah harus menyiapkan fasilitas terminal pengisian daya baterai publik. “Kepada pemerintah daerah, harus siapkan terminal untuk charge becak listrik,” katanya.

Kehadiran fasilitas terminal pengisian daya ini akan sangat mempermudah rutinitas operasional pekerja. Akibatnya, para pengayuh dapat bekerja dengan lancar tanpa terkendala masalah ketersediaan daya baterai.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan penyerahan bantuan becak listrik di Subang dilaksanakan? Penyerahan bantuan becak listrik tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026, di Gedung Islamic Centre Subang.
  • Berapa nilai ekonomis per unit becak listrik yang diserahkan? Setiap unit becak listrik bantuan dari Presiden tersebut memiliki nilai taksiran sekitar Rp22 juta.
  • Apa itu aturan kepemilikan bagi penerima bantuan becak listrik? Penerima mendapatkan becak secara gratis untuk mencari nafkah, tetapi pihak yayasan melarang keras mereka untuk menjual, menyewakan, atau menggadaikan unit tersebut.

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Ganjal ATM di Subang

Pelaku ganjal ATM di Subang

Satreskrim Polres Subang resmi meringkus pelaku ganjal ATM di Subang. Secara spesifik, petugas kepolisian menangkap tiga orang tersangka tindak pencurian. Para pelaku ini melancarkan aksinya di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Selanjutnya, mereka memanfaatkan kepanikan para korban untuk menggasak uang di dalam rekening.

Kronologi Pencurian di Mesin ATM

Wakapolres Subang, Kompol Fajri Anbiyaa, mengungkapkan detail waktu kejadian pencurian tersebut. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis, 7 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian, lokasi kejadian berada di gerai BCA Alfamart Andalas. Tepatnya, minimarket ini berlokasi di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Karanganyar.

Awalnya, korban bernama Astri Djuwita Sari hendak melakukan transaksi setor tunai. Saat itu, korban datang ke lokasi bersama dengan saudaranya. Tanpa korban sadari, komplotan pelaku telah mengganjal mesin ATM tersebut menggunakan tusuk gigi. Pelaku sengaja memasang benda tersebut untuk menjebak kartu para nasabah bank.

Modus Operandi Penukaran Kartu

Saat korban kebingungan, salah satu pelaku langsung mendekat. Pelaku tersebut berpura-pura menawarkan bantuan kepada korban. Dengan gerakan sangat sigap, ia menukar kartu ATM milik korban. Sementara itu, pelaku lainnya mengamati nomor Personal Identification Number (PIN) korban dari jarak dekat. Setelah itu, para pelaku kabur dan menguras uang korban melalui berbagai transaksi.

Penangkapan Tersangka dan Barang Bukti

Tim Jatanras dan Resmob Polres Subang bergerak cepat usai menerima laporan korban. Akhirnya, tim berhasil mengamankan tiga orang tersangka pada hari Selasa, 29 September 2026. Tim kepolisian melakukan penangkapan para pelaku kejahatan ini di wilayah Cirebon.

“Dari hasil penyelidikan kejadian pencurian dengan pemberatan, pada Selasa 29 September 2026 di Cirebon, tim berhasil mengamankan tiga pelaku dugaan pencurian dengan pemberatan dan langsung dibawa ke Satreskrim,” ujar Fajri Anbiyaa, Jumat (2/10/2026).

Polisi merinci identitas ketiga tersangka tersebut, yakni berinisial AS, NS, dan NN. Petugas mengetahui ketiga pelaku ini berasal dari daerah Lampung. Sementara itu, polisi menetapkan satu pelaku lainnya berinisial R sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Peran Pelaku dan Ancaman Hukuman

Para tersangka memiliki peran masing-masing saat melancarkan aksi kejahatannya. Peran mereka meliputi tugas mengamati korban, memantau mesin, dan bertindak sebagai joki. Selain itu, ada pelaku yang khusus bertugas memasang tusuk gigi pada mesin. Sebagai tindak lanjut, polisi berhasil menyita barang bukti utama berupa tusuk gigi tersebut.

Atas perbuatannya, polisi menjerat para tersangka dengan pasal pencurian bersama-sama. Pemerintah memuat aturan ini dalam Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Akibatnya, mereka menghadapi ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun. Saat ini, kepolisian terus memburu pelaku R dan mendalami potensi adanya korban lain.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana kejadian pencurian modus ganjal ATM ini berlangsung?Kejadian berlangsung pada Kamis, 7 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB di gerai BCA Alfamart Andalas, Kabupaten Subang.
  • Berapa jumlah pelaku ganjal ATM yang berhasil ditangkap polisi?Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku (AS, NS, dan NN) di Cirebon, sementara satu pelaku berinisial R masih berstatus buron (DPO).
  • Apa barang bukti utama yang digunakan pelaku dalam aksi tersebut?Barang bukti utama yang berhasil disita oleh pihak kepolisian adalah tusuk gigi yang pelaku gunakan untuk mengganjal mesin ATM.

Perbedaan Sikap Dedi Mulyadi: Soal Puncak Bogor dan Pusat Data AI Jatiluhur

Pusat data AI Jatiluhur

Sorotan publik terkait pembangunan pusat data artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menyeret nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Publik membandingkan sikap Dedi terhadap proyek tersebut dengan reaksinya saat melihat kerusakan hutan di kawasan Puncak, Bogor. Saat di Puncak, Dedi terlihat menangis merespons pemanfaatan kawasan hutan untuk aktivitas rekreasi.

Sementara di Jatiluhur, proyek investasi bernilai sekitar Rp3,5 triliun itu dihentikan sementara akibat kendala perizinan.

Merespons perbandingan tersebut, Dedi menegaskan bahwa kedua persoalan memiliki latar belakang yang berbeda.

“Itu beda ceritanya, konteksnya beda. Saya waktu yang di Bogor, itu saya mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan kegiatan Menko Pak Zulhas. Mereka itu menyegel bangunan yang ada di situ karena provinsi tidak punya kewenangan menyegel,” ungkap Dedi.

Alasan Penertiban dan Tangisan di Kawasan Puncak

Dedi menjelaskan alasan utama dirinya menangis saat meninjau kawasan hutan di Puncak. Menurutnya, keberadaan fasilitas rekreasi yang dibangun di atas pepohonan menjadi poin utama keberatannya.

“Kemudian saya waktu itu sedih karena lihat ada jembatan gantung yang masuk ke atas pohon. Saya bilang ini jangan. Pohon antar pohon ada jembatan gantung tuh, apa istilahnya flying fox. Nah saya keberatan kenapa hutan dijadikan sebagai sarana rekreasi di mana posisi orang berada di atas pohon. Itu enggak boleh,” katanya.

Terkait tindakan penertiban, Dedi menyebut tidak semua objek di Puncak berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar hanya mengeksekusi satu objek, yakni Hibish Fantasy milik PT Jaswita, karena merupakan aset BUMD provinsi.

“Dan ingat, di kegiatan-kegiatan yang di Puncak, yang dieksekusi cuma satu yang dilakukan oleh Pemprov, yaitu Hibish, karena itu kewenangannya Pemprov, yaitu BUMD penyelenggaranya,” terangnya.

Status Perizinan Proyek Pusat Data AI Jatiluhur

Berbeda dengan kasus di Puncak, penghentian proyek pusat data AI di Jatiluhur murni disebabkan oleh faktor administratif perizinan.

Proyek tersebut memiliki rencana kapasitas awal sebesar 120 megawatt (MW) dan diproyeksikan berkembang hingga 640 MW.

Penghentian sementara dilakukan karena dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih dalam proses penyelesaian.

Selain itu, penggunaan air untuk pendingin fasilitas juga menjadi perhatian. Pada kapasitas tertentu, konsumsi air proyek ini diperkirakan mencapai 384 liter per detik atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari.

Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, mengonfirmasi bahwa penerbitan izin AMDAL dan PBG berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

“Bahwa memang Amdal dan PBG itu dikeluarkan izinnya oleh Kabupaten Purwakarta. Dan Pak Gubernur kemarin sangat teliti ya, jadi pada saat dikonfirmasi beberapa proses ya, salah satunya adalah Amdal, ternyata memang masih dalam proses,” ujar Adi Komar.

“Jadi kemarin setelah ditinjau ya, karena memang masih dalam proses di Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta, maka pengerjaan proyeknya kemarin dihentikan dulu. Dihentikan dulu sementara ya sambil diproses,” lanjutnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Mengapa sikap Dedi Mulyadi di Puncak dan Jatiluhur dibandingkan oleh publik?
    Publik membandingkan respons emosional Dedi yang menangis saat melihat kerusakan hutan Puncak dengan langkah tegasnya menghentikan sementara proyek pusat data AI bernilai Rp3,5 triliun di Jatiluhur.
  • Apa alasan utama Dedi Mulyadi menangis di Puncak, Bogor?
    Dedi merasa sedih dan keberatan melihat kawasan hutan dijadikan sarana rekreasi ekstrem, seperti wahana flying fox dan jembatan gantung yang dipasang langsung di atas pepohonan.
  • Mengapa proyek pusat data AI Jatiluhur dihentikan sementara?
    Pembangunan dihentikan sementara oleh Pemprov Jabar karena dokumen perizinan AMDAL dan PBG yang ditangani Pemkab Purwakarta masih dalam proses dan belum terbit.

Perpisahan Sekda Subang: Estafet Jabatan ke Rona Mairansyah

Perpisahan Sekda Subang

Acara Perpisahan Sekda Subang dan Ketua DWP Kabupaten Subang berlangsung di Aula Pemda Subang. Selanjutnya, acara serah terima ini terlaksana pada hari Kamis (01/10/2026).

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menghadiri kegiatan tersebut secara langsung. Selain itu, unsur Forkopimda dan para Kepala Perangkat Daerah turut hadir. Bahkan, Sekda Kabupaten Purwakarta juga mengikuti jalannya agenda ini.

Pesan Purna Tugas Asep Nuroni

Sekretaris Daerah periode sebelumnya, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan perpisahannya. Pria yang akrab disapa Kang Asep Nuroni ini menceritakan perjalanan kariernya. Ia telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 40 tahun. Tentu saja, ia selalu memprioritaskan pelayanan publik yang terbaik.

Kemudian, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Subang. “Apabila ada kata, tingkah laku, ucapan dan kebijakan yang tidak bisa diterima masyarakat, saya sampaikan permohonan maaf,” tuturnya.

Di samping itu, ia berterima kasih atas kepercayaan selama menjabat. “Terima kasih, telah memberikan ruang pengabdian yang luas kepada saya,” ungkapnya.

Terakhir, ia resmi pamit dari jabatan kedinasan tersebut. “Saya pamit dari jabatan kedinasan sebagai Sekda Subang, izin kami akan beralih ke pengabdian di ruang lain,” tutupnya.

Komitmen Sekda Baru Rona Mairansyah

Agenda berlanjut dengan prosesi penyerahan buku memori jabatan. Asep Nuroni menyerahkan dokumen tersebut kepada Sekretaris Daerah yang baru, Rona Mairansyah, AP., M.Si.

Setelah itu, Kang Rona menegaskan komitmennya dalam mengemban amanah baru. Ia berjanji akan memberikan pelayanan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Bukti integritas kepada pimpinan, kepada masyarakat jauh lebih berat,” tuturnya. Selanjutnya, ia meminta dukungan dan sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, ia mampu mengorkestrasi kebijakan Kepala Daerah untuk mencapai target Subang Ngabret. “Itu semua menjadi satu kesatuan, satu sistem, satu tujuan serta satu outcome,” katanya.

Fokus Integritas dan Pelayanan Birokrasi

Kang Rona juga menegaskan fokus utamanya dalam menjalankan tugas. Ia menganggap jalan pengabdian ini sebagai bentuk ikhtiar nyata. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, ia menempatkan integritas sebagai prioritas utama. “Bahwa integritas, loyalitas, tegak lurus itu nomor satu,” terangnya.

Harapan Bupati Reynaldy untuk Sekda Baru

Bupati Reynaldy memberikan tanggapan usai acara perpisahan tersebut selesai. Ia berharap Sekda yang baru dapat menjalankan tugas fungsionalnya dengan baik. “Tetap bisa menjaga integritas dan bisa bergerak cepat, sesuai dengan kebutuhan kita, serta bisa melayani masyarakat Kabupaten Subang dengan maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menjelaskan peran sentral seorang Sekretaris Daerah. Sekda harus mampu mengorkestrasi setiap kebijakan hingga ke level teknis. Akibatnya, pemerintah dapat menciptakan standar pelayanan publik yang prima. “Tugasnya mengorkestrasikan setiap OPD bisa saling terkoneksi, bagaimana kebijakan pimpinan dengan para camat, para kepala OPD bisa betul-betul nyambung,” pungkasnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan acara Perpisahan Sekda Subang dilaksanakan?Acara perpisahan tersebut berlangsung pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.
  • Di mana lokasi acara perpisahan dan serah terima jabatan ini?Kegiatan perpisahan dan penyerahan buku memori ini bertempat di Aula Pemda Subang.
  • Siapa Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang baru dilantik?Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang baru dilantik adalah Rona Mairansyah, AP., M.Si.

Pusat Data AI Jatiluhur Dihentikan Sementara oleh KDM

Pusat data AI Jatiluhur resmi mengalami penghentian pembangunan sementara oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Selanjutnya, penghentian operasional ini terjadi pada hari Rabu (30/9/2026) di Kabupaten Purwakarta.

Pemerintah mengambil langkah tegas ini terhadap proyek milik BDX Data Centers. Sebab, perusahaan tersebut belum mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Selain itu, mereka juga belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sah.

Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan syarat mutlak kelanjutan proyek. Beliau menyatakan bahwa pembangunan tidak boleh berlanjut sebelum kelengkapan dokumen terpenuhi. “PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” kata KDM.

Oleh karena itu, ia meminta konsultan proyek segera bertindak cepat. Mereka harus segera melengkapi persyaratan penerbitan AMDAL dan PBG kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Kajian Dampak Lingkungan dan Kebutuhan Air

Selain persoalan izin, KDM menyoroti pentingnya keterbukaan kajian proyek. Pihak pengembang harus membuka kajian pembangunan kepada masyarakat secara transparan.

Salah satu aspek utama menyangkut potensi dampak ekologi pada lingkungan sekitar. Khususnya, pemerintah menyoroti persoalan tingkat kebisingan operasional dari fasilitas teknologi ini.

Di samping itu, tingkat penggunaan air dari Waduk Jatiluhur juga menjadi perhatian sangat serius.

Menurut KDM, fasilitas teknologi ini sama sekali tidak boleh mengganggu ketersediaan air. Khususnya, pemanfaatan air Waduk Jatiluhur sangat vital bagi kebutuhan sektor pertanian warga. “Jangan sampai keberadaan pusat data AI ini mengganggu pemanfaatan air Waduk Jatiluhur untuk petani,” tegasnya. Pada akhirnya, ketahanan pangan masyarakat lokal tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Spesifikasi Proyek BDX Data Centers

Proyek teknologi canggih ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi. Selanjutnya, pihak pengembang mulai melaksanakan tahapan pembangunan fisik sejak 22 September 2026.

Fasilitas ini memiliki rencana kapasitas daya listrik yang sangat besar. Secara spesifik, kebutuhan energi listrik untuk menunjang fasilitas ini mencapai angka 640 Megawatt (MW).

Mengingat besarnya kapasitas tersebut, pemerintah meminta kepastian seluruh aspek perizinan. Pengembang harus memastikan evaluasi kajian dampak proyek selesai sepenuhnya.

Setelah itu, barulah proses pembangunan fisik dapat mereka lanjutkan kembali. Dengan demikian, investasi teknologi tingkat tinggi tetap berjalan tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan hidup.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Mengapa proyek pusat data AI Jatiluhur dihentikan sementara?Gubernur Jawa Barat menghentikan proyek tersebut karena pihak BDX Data Centers belum mengantongi dokumen perizinan wajib berupa AMDAL dan PBG.
  • Kapan pembangunan fasilitas pusat data AI tersebut mulai dilaksanakan?Proses pembangunan fisik di atas lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut telah dimulai sejak tanggal 22 September 2026.
  • Berapa kapasitas daya listrik yang dibutuhkan oleh pusat data AI ini?Fasilitas teknologi kecerdasan buatan ini memiliki rencana kapasitas kebutuhan daya listrik mencapai angka 640 Megawatt (MW).

Recent Posts