Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Agus Eko Terpilih Menjadi Ketua PWI Subang Periode 2026-2029

Ketua PWI Subang

Konferensi secara resmi menetapkan Agus Eko Muchamad Solihin sebagai Ketua PWI Subang periode 2026–2029. Penetapan pimpinan organisasi kewartawanan ini berlangsung melalui mekanisme aklamasi. Selanjutnya, panitia menggelar acara konferensi ini di Hotel Betha, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Subang.

Kegiatan strategis tersebut terlaksana pada hari Rabu (14/10/2026). Puluhan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tingkat kabupaten menghadiri pertemuan ini secara langsung.

Selain itu, Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon, turut hadir memantau jalannya persidangan. Sejumlah pengurus PWI tingkat provinsi juga tampak mendampingi kegiatan organisasi daerah tersebut.

Akhir Persaingan dan Penunjukan Sekretaris Baru

Terpilihnya Agus Eko mengakhiri persaingan dua kandidat utama pada bursa pemilihan pimpinan. Sebelumnya, Agus Eko dan Dadan Ramdan mendaftar secara resmi sebagai calon pimpinan. Keduanya menyerahkan seluruh kelengkapan berkas pencalonan pada tanggal 24 dan 25 September 2026.

Melalui dinamika forum konferensi, peserta menyepakati penunjukan Dadan Ramdan sebagai Sekretaris PWI Subang. Oleh karena itu, kedua tokoh jurnalis ini kini bersinergi di dalam satu struktur kepengurusan. Mereka siap memimpin jalannya roda organisasi secara kolektif selama tiga tahun ke depan.

Visi Rekonsiliasi dan Demokrasi Organisasi PWI

Secara profesional, Agus Eko memegang jabatan sebagai Pimpinan Redaksi Pikiran Rakyat (PR) Subang. Ia menyatakan komitmen kuatnya untuk melakukan langkah rekonsiliasi internal pascapemilihan. Di samping itu, ia bertekad mengembalikan marwah organisasi profesi kewartawanan tersebut di mata publik.

Sementara itu, Dadan Ramdan juga membawa gagasan manajerial yang sangat relevan. Ia menyoroti pentingnya menjaga iklim demokrasi organisasi yang sehat.

Selanjutnya, Dadan menekankan nilai kebersamaan antaranggota dalam menjalankan berbagai kegiatan jurnalistik harian. Tentu saja, kolaborasi kedua visi ini menjadi modal berharga bagi kemajuan PWI.

Penguatan Kemitraan dan Fungsi Kontrol Sosial

Kepengurusan baru ini merencanakan program penguatan kemitraan dengan pihak pemerintah daerah. Meskipun demikian, mereka berjanji tidak akan pernah mengesampingkan fungsi kontrol sosial pers. Susunan manajemen ini diharapkan mampu memperkuat tingkat soliditas seluruh anggota aktif.

Pada akhirnya, peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan lokal dapat tercapai secara maksimal. Selain itu, mereka wajib menjaga independensi pers saat menyampaikan ragam informasi kepada masyarakat.

Hal ini akan memastikan fungsi penyampaian informasi dan kontrol sosial di Kabupaten Subang berjalan sangat optimal.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Siapa yang terpilih menjadi Ketua PWI Subang periode 2026-2029?Agus Eko Muchamad Solihin resmi ditetapkan menjadi Ketua PWI Kabupaten Subang melalui mekanisme aklamasi.
  • Kapan dan di mana Konferensi PWI Subang ini diselenggarakan?Kegiatan konferensi tersebut digelar di Hotel Betha, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Subang pada hari Rabu, 14 Oktober 2026.
  • Siapa yang menduduki posisi Sekretaris PWI Subang saat ini?Dadan Ramdan, yang sebelumnya merupakan kandidat ketua, kini resmi ditetapkan menjabat sebagai Sekretaris PWI Subang.

Polisi Subang Amankan 14 Motor dalam Operasi Cipta Kondisi

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Subang, Jawa Barat, telah mengamankan 14 unit sepeda motor. Tindakan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) melalui Operasi Cipta Kondisi.

Kegiatan penertiban lalu lintas dan keamanan ini dilaksanakan pada Minggu (11/10) malam. Sasaran operasi gabungan tersebut difokuskan pada sejumlah titik lokasi yang dianggap rawan gangguan keamanan masyarakat.

“KRYD melalui Operasi Cipta Kondisi ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Subang,” kata Kapolres Subang, AKBP Andi Purwanto.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa kegiatan operasi ini melibatkan sinergi jajaran kepolisian bersama personel TNI dan unsur pemerintah daerah.

Langkah terpadu ini ditujukan sebagai upaya pencegahan preventif terhadap segala bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Titik Sasaran dan Hasil Penyitaan Barang Bukti

Pelaksanaan operasi malam tersebut memetakan beberapa titik krusial di wilayah Kabupaten Subang. Sejumlah lokasi yang menjadi fokus sasaran penertiban meliputi pertigaan Dangdeur, area akses keluar-masuk Lembur Pakuan, Lapang Bintang, serta kawasan sekitar Wisma Karya.

Selama kegiatan razia berlangsung, petugas penegak hukum berhasil mengamankan total 22 barang bukti terkait pelanggaran lalu lintas. Secara terperinci, barang bukti yang disita terdiri atas 14 unit sepeda motor, enam dokumen Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan dua buah Surat Izin Mengemudi (SIM).

Secara spesifik, operasi ini menargetkan kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dokumen legalitas kepemilikan yang sah. Selain itu, petugas juga mewaspadai kendaraan yang diduga berkaitan kuat dengan suatu tindak pidana.

Penertiban juga diberlakukan terhadap para pengendara sepeda motor yang masih nekat menggunakan knalpot tidak sesuai standar ketentuan yang berlaku.

Upaya Pencegahan Kejahatan dan Imbauan Masyarakat

Selain menindak pelanggar lalu lintas, aparat gabungan juga memaksimalkan langkah pencegahan terhadap tindak kejahatan jalanan. Fokus pencegahan ini diprioritaskan pada ancaman pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta kasus kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Di sela-sela kegiatan penertiban, petugas turut proaktif memberikan imbauan kamtibmas kepada warga sekitar. Masyarakat diimbau untuk sebisa mungkin menghindari aktivitas yang berpotensi merusak kondusivitas keamanan lingkungan.

“Warga diingatkan agar tidak terlibat tawuran, mengonsumsi minuman keras yang berpotensi menimbulkan gangguan, melakukan balap liar, maupun aktivitas lain yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tegas Andi.

Polres Subang memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala. Hal ini merupakan wujud nyata komitmen aparat kepolisian dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban warga masyarakat.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan Operasi Cipta Kondisi oleh Polres Subang tersebut dilaksanakan? Operasi gabungan penertiban tersebut diselenggarakan pada hari Minggu (11/10) malam di beberapa titik rawan di wilayah Subang.
  • Berapa jumlah kendaraan yang diamankan dalam razia tersebut? Petugas berhasil mengamankan barang bukti pelanggaran lalu lintas berupa 14 unit sepeda motor.
  • Siapa saja pihak yang terlibat dalam operasi gabungan tersebut? Operasi ini dilaksanakan oleh jajaran Polres Subang yang bersinergi bersama anggota TNI dan perwakilan dari pemerintah daerah setempat.

Pemkab Sahkan PKS Pembangunan Subang Mega Mall dan Trade Center

Pembangunan Subang Mega Mall

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang resmi memulai tahapan pembangunan Subang Mega Mall dan Subang Trade Center. Pemkab menandai komitmen awal ini melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Proyek infrastruktur komersial ini dirancang untuk menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi warga.

Selain itu, kehadiran pusat perbelanjaan modern ini akan menghadirkan wajah tata kota baru bagi Kota Subang. Oleh karena itu, langkah strategis ini mengakhiri penantian panjang masyarakat terhadap fasilitas publik yang representatif.

Revitalisasi Pasar Pujasera dan Integrasi Hotel

Secara teknis, proyek berskala besar ini merupakan bentuk revitalisasi kawasan Pasar Pujasera Subang. Selanjutnya, area pasar tradisional tersebut akan bertransformasi menjadi kawasan perdagangan terpadu.

Rencana desain bangunan menyebutkan bahwa pusat perbelanjaan ini akan terintegrasi langsung dengan fasilitas hotel.

Kemudian, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) bertugas mengawal penuh seluruh rencana tahapan konstruksi.

Pengawalan ketat ini bertujuan agar proses pembangunan berjalan cepat dengan tetap memperhatikan kelengkapan dokumen legalitas. Dengan demikian, pelaksanaan operasional proyek dapat berlangsung sesuai standar regulasi pemerintah.

Target Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, membagikan pandangannya melalui akun Instagram resmi. Beliau menyatakan penandatanganan kerja sama pembangunan ini sebagai momentum penting daerah.

Kehadiran pusat perdagangan ini memiliki target khusus untuk mendorong angka pertumbuhan ekonomi wilayah. Bahkan, fasilitas komersial ini siap membuka ruang peluang usaha baru yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

“Setelah penantian panjang, langkah ini menjadi harapan baru untuk menghadirkan wajah baru Kota Subang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Reynaldy.

Pada akhirnya, perputaran transaksi di dalam fasilitas sentral ini akan memberikan manfaat finansial nyata bagi para pelaku usaha lokal.

Jaminan Perlindungan Pedagang Lama

Di tengah upaya percepatan pembangunan fisik, pemerintah tetap menaruh perhatian tinggi pada aspek sosial. Reynaldy secara khusus menyoroti pentingnya jaminan perlindungan terhadap masyarakat dan kelompok pedagang eksisting.

Beliau mengingatkan pihak pelaksana agar pembangunan megaproyek ini tidak mengesampingkan hak para pedagang lama.

“Yang paling penting, masyarakat dan pedagang tidak boleh disingkirkan,” tegasnya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berjanji akan menjamin keberlangsungan usaha para pedagang kecil di kawasan tersebut.

Sebelumnya, dinamika terkait pencabutan SK Tim Koordinasi Relokasi Pedagang Pasar Pujasera memang sempat terjadi. Dinamika pencabutan ini sempat memunculkan potensi penundaan jadwal pembangunan mal tersebut.

Namun, Pemkab Subang memastikan seluruh tahapan pelaksanaan dan kepastian legalitas relokasi akan ditangani secara adil dan transparan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa itu proyek pembangunan Subang Mega Mall dan Trade Center?Proyek ini merupakan program revitalisasi kawasan Pasar Pujasera menjadi pusat perbelanjaan dan perdagangan modern yang terintegrasi dengan fasilitas hotel.
  • Kapan Pemkab Subang memulai langkah pembangunan proyek komersial tersebut?Pemkab Subang memulai langkah nyata pembangunan ini melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak pemerintah dan pelaksana proyek.
  • Bagaimana nasib pedagang lama di lokasi pembangunan Subang Mega Mall?Bupati Subang menegaskan bahwa masyarakat dan pedagang lama tidak boleh disingkirkan, serta menjamin keberlangsungan usaha mereka tetap terakomodasi dalam proyek ini.

Subang Wedding Festival 2026: TNR Wedding Organizer Sediakan Grand Prize Liburan 3 Negara

Subang Wedding Festival 2026

TNR Wedding Organizer resmi mengonfirmasi keikutsertaannya dalam ajang Subang Wedding Festival (SWF) 2026. Kegiatan pameran industri pernikahan ini bakal berlangsung pada tanggal 6 hingga 8 November 2026.

Selanjutnya, Gedung Serbaguna Alfour Subang menjadi lokasi pusat pelaksanaan festival tersebut. Unit usaha di bawah naungan PT TNR Mitra Utama ini tidak hanya menawarkan jasa perencana acara. Sebaliknya, mereka juga menyiapkan grand prize berupa paket liburan gratis ke tiga negara.

Pasangan pengantin beruntung yang mempercayakan acara pernikahannya berkesempatan memenangkan paket wisata tersebut. Negara tujuan destinasi liburan gratis ini meliputi Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Kehadiran lini bisnis ini merupakan strategi PT TNR Mitra Utama dalam memperluas ekosistem usaha. Khususnya, mereka terus memperkuat penetrasi pasar di sektor wedding dan event organizer.

Rekam Jejak Program Promosi dan Keberlanjutan

Sebelumnya, perusahaan telah sukses menggelar ajang Nikah Seru Festival 2026 di Subang. Dalam agenda tersebut, penyelenggara menyerahkan hadiah serupa kepada pasangan pengantin yang beruntung.

Direktur Operasional PT TNR Mitra Utama, Efik Hadyat, memberikan konfirmasi mengenai komitmen pelayanan tersebut. Pihaknya berfokus memberikan apresiasi tertinggi bagi para klien yang mempercayakan momen spesial mereka.

“Alhamdulillah, di sektor wedding dan event organizer, kami fokus melayani klien yang mempercayakan pernikahannya kepada kami. Saat Nikah Seru Festival 2026, salah satunya Teh Putri dan Kang Ilham yang akan menikah pada 26 Desember 2026,” ujar Efik.

Pasangan Putri dan Ilham secara resmi terpilih menjadi penerima grand prize perjalanan internasional tersebut. Pihak manajemen telah menjadwalkan keberangkatan wisata tiga negara tersebut pada tanggal 12 Januari 2027.

Menurut Efik, program promosi ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan perusahaan. Tentu saja, fasilitas ini diberikan khusus untuk mengapresiasi para pengantin beruntung setiap periodenya.

Edukasi Tren dan Ekosistem Industri Pernikahan

Sebagai pendatang baru, partisipasi dalam SWF 2026 menjadi momentum penting bagi perusahaan. Pihak manajemen memanfaatkan festival ini untuk mempelajari dinamika tren pernikahan modern secara langsung.

Selain itu, keikutsertaan ini membuka ruang pembelajaran dari para pelaku usaha senior di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, sinergi antarvendor menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem industri yang solid.

Melalui stan pameran SWF 2026, TNR Wedding Organizer membuka sesi konsultasi bagi calon pengantin. Para pengunjung dapat berdiskusi mengenai perencanaan konsep hingga kebutuhan teknis pelaksanaan acara.

“Kami tunggu calon pengantin di stan TNR Wedding Organizer pada Subang Wedding Festival. Silakan datang untuk berkonsultasi mengenai persiapan pernikahan. Siapa tahu, Anda menjadi pasangan beruntung berikutnya yang bisa mendapatkan hadiah liburan gratis ke Malaysia, Singapura, dan Thailand,” tutur Efik.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana Subang Wedding Festival 2026 diselenggarakan? Subang Wedding Festival 2026 diselenggarakan pada tanggal 6–8 November 2026 di Gedung Serbaguna Alfour, Kabupaten Subang.
  • Apa saja destinasi negara pada program grand prize liburan dari TNR Wedding Organizer? Program grand prize tersebut menawarkan paket liburan gratis menuju tiga negara, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand.
  • Siapa pemenang grand prize liburan dari ajang Nikah Seru Festival 2026 sebelumnya? Pemenang grand prize sebelumnya adalah pasangan Teh Putri dan Kang Ilham yang dijadwalkan berangkat pada 12 Januari 2027.

Hari Santri Nasional 2026: Sekda Subang Dorong Santri Jadi Pelaku Perubahan

Hari Santri Nasional 2026

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Rona Mairansyah, resmi menghadiri agenda Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan peringatan ini berlangsung di Gedung Auditorium STIUSA Subang pada hari Senin (5/10/2026).

Tepatnya, lokasi acara berada di kompleks Pondok Pesantren Al-Ihya Cidahu. Selanjutnya, acara ini berbarengan dengan kegiatan International Seminar on Waqf.

Oleh karena itu, Rona mendorong para santri untuk memiliki kemampuan keterampilan yang lengkap. Tujuannya agar mereka mampu menjadi pelaku perubahan di tengah perkembangan zaman modern.

Peningkatan Kualitas SDM dan Karakter Santri

Menurut Rona, pemahaman keagamaan saja tidak cukup bagi seorang santri. Sebaliknya, mereka perlu memiliki wawasan keilmuan yang luas dan akhlak yang baik.

Selain itu, para santri wajib beradaptasi dengan kecepatan kemajuan teknologi modern. “Kita ingin santri menjadi pelaku perubahan,” kata Rona. Ia menegaskan perlunya keseimbangan antara fondasi iman yang kuat dan kelengkapan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus krusial pemerintah. Pembangunan daerah tidak boleh hanya terfokus pada sektor industri, investasi, dan ekonomi semata.

Pemerintah juga menargetkan penciptaan warga berkualitas yang memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap sesama. Oleh sebab itu, lingkungan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi berkarakter keislaman tersebut.

Seminar Wakaf dan Apresiasi Ponpes Al-Ihya

Kegiatan seminar internasional ini mengusung tema spesifik mengenai pendidikan berbasis instrumen wakaf. Tema resminya adalah “Waqf Based Education: Building Sustainable Institutions Through Innovative Waqf Management”. Panitia pelaksana mencatat sekitar 500 santri turut berpartisipasi mengikuti jalannya seminar edukatif ini.

Dalam kesempatan tersebut, Rona memberikan apresiasi khusus kepada Pondok Pesantren Modern Al-Ihya. Institusi pendidikan ini bertindak sebagai tuan rumah perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat kabupaten.

Lebih lanjut, ia menyoroti perjalanan delapan tahun masa pengabdian lembaga pesantren tersebut. Perjalanan tersebut merupakan proses panjang dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan akhlak bagi para santri.

Potensi Pengelolaan Wakaf Berkelanjutan

Selain peningkatan kapasitas SDM, Rona juga menyoroti besarnya potensi pemanfaatan sistem wakaf. Instrumen keuangan Islam ini sangat mendukung keberlanjutan operasional pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, pemahaman fundamental tentang wakaf tidak boleh hanya terbatas pada kepemilikan aset tanah atau bangunan. Sebaliknya, aset tersebut harus dikelola secara berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.

“Wakaf tidak semata-mata berbicara tentang aset atau tanah, tetapi bagaimana sebuah kebaikan dapat dikelola secara berkelanjutan,” tuturnya. Pada akhirnya, ia berharap seminar strategis ini mampu melahirkan berbagai gagasan inovatif baru. Gagasan tersebut akan berfungsi memperkuat ekosistem wakaf, ekonomi umat, dan pembangunan sosial di Kabupaten Subang.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana perayaan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Subang dilaksanakan? Kegiatan ini berlangsung di Gedung Auditorium STIUSA Subang, Pondok Pesantren Al-Ihya Cidahu, pada hari Senin, 5 Oktober 2026.
  • Apa tema seminar internasional yang diselenggarakan bersamaan dengan acara tersebut? Seminar tersebut mengusung tema “Waqf Based Education: Building Sustainable Institutions Through Innovative Waqf Management”.
  • Berapa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan seminar internasional tentang wakaf tersebut? Kegiatan edukatif tersebut diikuti oleh sekitar 500 santri dari berbagai wilayah.

Pelantikan Taruna SMKN 1 Binong: Wabup Subang Tekankan Kedisiplinan

Pelantikan Taruna SMKN 1 Binong

Acara pelantikan Taruna SMKN 1 Binong berlangsung sukses pada hari Kamis, 8 Oktober 2026. Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menghadiri langsung prosesi seremonial tersebut.

Selanjutnya, kegiatan kelulusan ini menandai keberhasilan para siswa menyelesaikan tahapan pendidikan khusus. Secara spesifik, sebanyak 349 siswa Angkatan ke-13 resmi menyandang status sebagai Taruna-Taruni.

Mereka telah melewati berbagai tahapan program pembentukan mental, fisik, dan moral. Program pendidikan taruna ini menjadi syarat utama bagi seluruh pelajar di institusi tersebut. Bahkan, pihak sekolah menerapkan standar kedisiplinan yang sangat ketat selama masa pendidikan berlangsung.

Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Utama

Agus Masykur Rosyadi menyoroti pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda saat ini. Menurutnya, pembentukan mental dan moral sejak dini merupakan sebuah fondasi utama.

Tentu saja, bekal dasar ini sangat krusial sebelum mereka memasuki dunia kerja profesional. Di samping itu, karakter yang kuat juga menunjang kesiapan siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, Wakil Bupati meminta agar prosesi seremonial pelantikan ini tidak menghentikan implementasi nilai kebaikan. Para siswa harus terus menerapkan seluruh ilmu yang telah mereka pelajari selama masa pendidikan.

Pada akhirnya, kedisiplinan yang telah ditempa akan menjadi modal berharga bagi para lulusan. Mereka akan memiliki mental yang tangguh guna menghadapi ketatnya persaingan pada masa depan.

Pesan Tanggung Jawab untuk Meraih Kesuksesan

Lebih lanjut, pemimpin daerah ini mengingatkan seluruh siswa agar menjadikan disiplin sebagai pola hidup keseharian. Para lulusan harus memegang teguh sikap tanggung jawab sebagai prinsip utama dalam meraih kesuksesan.

Akibatnya, lulusan sekolah menengah kejuruan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan pesan langsung kepada seluruh lulusan Angkatan ke-13. “Pendidikan karakter yang kalian jalani tidak boleh berhenti setelah pelantikan,” terang Agus Masykur Rosyadi.

Selanjutnya, ia menambahkan pesan tentang pentingnya konsistensi dalam menjaga sikap dan etika. “Jadikan disiplin sebagai kebiasaan, tanggung jawab sebagai prinsip, serta ilmu dan keterampilan sebagai bekal meraih masa depan,” pungkasnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan pelantikan Taruna SMKN 1 Binong dilaksanakan?Acara seremonial pelantikan Taruna SMKN 1 Binong tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Oktober 2026.
  • Berapa jumlah siswa yang dilantik dalam acara tersebut?Sebanyak 349 siswa Angkatan ke-13 resmi dilantik setelah mengikuti program pembentukan mental, fisik, moral, dan kedisiplinan ketat.
  • Apa pesan utama Wakil Bupati Subang kepada para lulusan?Wakil Bupati berpesan agar para siswa terus menjadikan disiplin sebagai pola hidup dan tanggung jawab sebagai prinsip utama untuk meraih masa depan.

Bupati Subang Resmikan Jalan Penghubung Desa Rancasari-Mariuk

jalan penghubung Desa Rancasari-Mariuk

Pemerintah daerah telah meresmikan peningkatan akses jalan penghubung Desa Rancasari-Mariuk untuk publik. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., memimpin langsung acara peresmian infrastruktur ini. Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari rangkaian program Saba Desa ke-29.

Selanjutnya, lokasi pelaksanaan peresmian berada di wilayah administratif Kecamatan Tambakdahan. Acara penting ini berlangsung pada hari Jumat (09/10/2026). Infrastruktur transportasi ini berstatus resmi sebagai ruas jalan kabupaten di wilayah Subang. Oleh karena itu, perbaikannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

Rincian Spesifikasi Fisik Peningkatan Jalan

Pemerintah Kabupaten Subang mengeksekusi pengerjaan fisik jalur ini secara bertahap. Pada tahun anggaran 2026, proyek peningkatan jalan berhasil menangani lintasan sepanjang 740 meter.

Selanjutnya, lebar lintasan aspal jalan tersebut berukuran standar 5 meter. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah merampungkan perbaikan tahap awal pada tahun 2025.

Pada fase tersebut, penanganan infrastruktur mencakup jalur sepanjang 825 meter. Spesifikasi lebar jalan pada tahap pertama tetap sama, yakni berukuran 5 meter.

Secara kumulatif, perbaikan ruas jalan kabupaten ini telah mencapai hampir satu kilometer. Ke depannya, pemerintah akan terus melanjutkan proses pemeliharaan lintasan tersebut.

Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Rey, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Beliau mengonfirmasi bahwa perbaikan jalan akan berlanjut secara bertahap dan terukur. Tentu saja, target utamanya adalah menuntaskan seluruh sisa ruas jalan yang belum tertangani.

“Alhamdulillah, saat ini jalan sudah beres, hampir 1 kilometer. Insha Allah, di awal tahun 2027, akan kita bereskan,” ujar Kang Rey.

Target Penuntasan Infrastruktur Tahun 2027

Terkait penuntasan ruas jalan, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang telah menyusun rencana kerja lanjutan. Mereka merencanakan penambahan volume penanganan jalan pada awal tahun 2027. Langkah proaktif ini bertujuan memastikan seluruh kondisi jalan di Kecamatan Tambakdahan menjadi lebih baik.

“Tahun depan akan kita tambah lagi, sehingga jalan di Kabupaten Subang, khususnya di Kecamatan Tambakdahan, leucir (mulus),” kata Kang Rey.

Dampak Positif Mobilitas dan Perekonomian

Kehadiran infrastruktur jalan yang memadai akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Khususnya, kualitas jalan yang baik sangat mendukung efisiensi mobilitas harian warga antardesa.

Selain itu, aksesibilitas yang lancar dapat mempercepat distribusi angkutan barang. Akibatnya, perputaran roda perekonomian masyarakat di wilayah Tambakdahan dapat meningkat secara signifikan.

“Mudah-mudahan jalan ini berkah dan maslahat bagi masyarakat,” tambah Kang Rey.

Sebagai penutup rangkaian acara, Kang Rey melaksanakan prosesi pengguntingan pita secara simbolis. Pemotongan pita ini menandai peresmian ruas jalan kabupaten penghubung Desa Rancasari dan Desa Mariuk secara utuh.

Fasilitas publik ini kini dapat beroperasi maksimal untuk melayani berbagai aktivitas warga sehari-hari.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan Bupati Subang meresmikan jalan penghubung Desa Rancasari-Mariuk? Bupati Subang meresmikan ruas jalan tersebut pada hari Jumat, 9 Oktober 2026.
  • Berapa panjang lintasan jalan yang diperbaiki pada tahun 2026? Pada tahun 2026, pemerintah menangani perbaikan jalan sepanjang 740 meter dengan ukuran lebar 5 meter.
  • Apa target lanjutan perbaikan jalan di Kecamatan Tambakdahan pada tahun 2027? Pemerintah merencanakan penambahan penanganan jalan pada tahun 2027 agar sisa ruas yang belum selesai bisa segera mulus dan layak pakai.

Kericuhan Pilkades Patimban Subang Saat Undi Nomor Urut

Pilkades Patimban Subang

Kericuhan Pilkades Patimban Subang terjadi pada tahapan pemilihan kepala desa serentak tahun 2026. Tepatnya, insiden ini berlangsung di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara. Kegiatan ini sejatinya berjalan pada hari Rabu (7/10/2026).

Keributan pecah saat proses pengambilan nomor urut dan penetapan tanda gambar calon kepala desa (cakades). Aparat kepolisian segera turun tangan untuk mendinginkan situasi keamanan setempat.

Kepala Polisi Sektor Pusakanagara, Ajun Komisaris Warjo, memberikan keterangan resmi pada Kamis (8/10/2026). Menurutnya, ketidakpuasan dari massa pendukung cakades memicu kericuhan tersebut.

Mereka memaksa masuk ke area dalam kantor kepala desa. Padahal, panitia pelaksana telah menetapkan aturan pembatasan jumlah peserta. “Massa pendukung ingin masuk ke kantor kepala desa, tetapi ada aturan bahwa yang diperbolehkan masuk hanya tiga orang,” ujar Warjo.

Kronologi Lempar Batu dan Penanganan Petugas

Pada awalnya, kegiatan tahapan Pilkades ini berjalan sangat lancar dan tertib. Namun, situasi memanas ketika massa pendukung masing-masing calon berdatangan ke lokasi.

Mereka membawa berbagai alat peraga kampanye untuk memberikan dukungan moral. Bahkan, beberapa kelompok massa juga membawa alat pengeras suara di luar area kantor.

Akibatnya, antusiasme pesta demokrasi ini berujung pada cekcok antara warga dan pihak penyelenggara. “Terjadi cekcok, kemudian ribut dan terjadi lempar-lemparan batu,” tambah Warjo.

Merespons kejadian tersebut, aparat keamanan gabungan langsung bertindak cepat. Tim ini terdiri dari petugas kepolisian, anggota tentara, dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pusakanagara.

Petugas gabungan segera mengurai konsentrasi massa yang saling bersitegang. Langkah ini terbukti efektif dalam menghentikan keributan antar-kubu pendukung. “Kurang lebih sekitar lima menit.

Setelah itu, anggota kepolisian bersama Forkopimcam memberikan imbauan dan membubarkan massa,” tutur Warjo. Alhasil, situasi kembali kondusif dan tahapan Pilkades berlanjut normal.

Hasil Nomor Urut dan Progres Pilkades Serentak

Setelah situasi terkendali, panitia berhasil menetapkan tiga cakades Patimban secara resmi. Mereka mendapatkan nomor urut yang telah disepakati oleh semua pihak.

Secara rinci, Ari Setyadi secara resmi mendapatkan nomor urut satu. Kemudian, M Soleh menempati posisi nomor urut kedua. Sementara itu, nomor urut ketiga kini menjadi milik Ibnu Almahdi.

Secara umum, Pilkades serentak 2026 ini berlangsung di 165 desa pada 28 kecamatan se-Kabupaten Subang. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) menyebut tahapan penetapan cakades bergulir sejak 5 Oktober 2026.

Saat ini, sebanyak 139 desa telah sukses melaksanakan tahapan penetapan tersebut. Sebaliknya, masih terdapat 26 desa lainnya yang belum menyelesaikan proses administratif ini. Hal ini terjadi akibat jumlah pendaftar melampaui lima orang atau tidak ada pendaftar sama sekali.

Pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme khusus bagi desa dengan pelamar berlebih. Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dispemdes Subang, Agung Subur, menjelaskan prosedur lanjutan ini.

“Bagi desa yang jumlah calonnya lebih dari lima orang, maka harus melalui tahapan seleksi tambahan terlebih dahulu sebelum nantinya ditetapkan,” kata Agung. Rencananya, pelaksanaan seleksi kompetensi tambahan tersebut akan bertempat di Universitas Subang (Unsub).

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa pemicu kericuhan Pilkades Patimban Subang? Kericuhan dipicu oleh massa pendukung cakades yang memaksa masuk ke dalam kantor desa, padahal panitia membatasi kuota masuk hanya untuk tiga orang.
  • Berapa total desa yang mengikuti Pilkades serentak di Subang pada 2026? Pemilihan kepala desa serentak tahun 2026 ini diikuti oleh total 165 desa yang tersebar di 28 kecamatan se-Kabupaten Subang.
  • Di mana lokasi seleksi tambahan bagi cakades yang jumlah pendaftarnya lebih dari lima orang? Tahapan seleksi kompetensi tambahan bagi calon kepala desa tersebut akan diselenggarakan di Universitas Subang (Unsub).

Kelangkaan Solar Nelayan Subang Lumpuhkan Kawasan Muara Ciasem

Kelangkaan solar nelayan

Kelangkaan solar nelayan mulai melanda kawasan Pantura Muara Ciasem, Kabupaten Subang. Ratusan nelayan terpaksa menganggur secara massal selama sepekan terakhir. Mereka menyandarkan kapal penangkap ikan di dermaga Desa Muara, Kecamatan Blanakan.

Kondisi kelumpuhan ini terjadi akibat ketiadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Padahal, bahan bakar energi ini merupakan penggerak utama mesin perahu nelayan setempat.

Ironisnya, krisis operasional ini muncul saat hasil tangkapan ikan justru menunjukkan tren membaik. Tentu saja, nelayan berhenti melaut bukan karena faktor cuaca buruk atau gelombang laut tinggi.

Antrean Panjang dan Rebutan Kuota di SPBU

Akibat krisis BBM ini, para nelayan harus menghadapi antrean panjang setiap harinya. Mereka membawa puluhan jeriken untuk menampung sisa pasokan solar bersubsidi.

Beberapa nelayan bahkan terpaksa saling berebut pasokan di fasilitas SPBU Ciasem Hilir. Stok bahan bakar pada stasiun pengisian umum tersebut memang sangat terbatas. Sebagian nelayan lain memilih ikut kapal rekannya yang berhasil mendapatkan solar. Tentu saja, langkah alternatif ini bertujuan agar mereka tetap bisa melaut dan mencari nafkah harian.

Anwar selaku salah seorang nelayan setempat turut membenarkan situasi sulit tersebut. Ia mengungkapkan bahwa banyak nelayan sudah berhenti beroperasi hingga sepuluh hari terakhir.

“Habis nggak ada solar, nelayan mogok semua,” ujar Anwar pada hari Jumat (09/10/2026). Selanjutnya, ia menjelaskan situasi persaingan mendapatkan bahan bakar di lapangan. “Ada sedikit rebutan aja solarnya, itu yang dapet yang enggak dapet ya udah berhenti,” tambahnya. Pada akhirnya, ia mendesak pemerintah segera menurunkan pasokan solar demi kelancaran nelayan.

Dampak Terhadap Pasokan Ikan dan Ekonomi

Ketua KPL Mina Bahari Muara Ciasem, Ade Kardi, juga memberikan penjelasan resminya. Menurutnya, kelangkaan ini terjadi karena tingginya kebutuhan nelayan berbanding keterbatasan kuota. Ia meminta pihak Pertamina segera menambah kuota penyaluran khusus ke wilayah setempat.

“Iya benar terkait BBM sulit karena banyak pengguna BBM dan stok terbatas,” kata Ade Kardi.

Ketiadaan bahan bakar secara langsung mematikan seluruh aktivitas melaut para nelayan. Akibatnya, pasokan ikan tangkapan laut ke pasar darat menjadi terhenti total. Oleh karena itu, penambahan kuota sangat krusial untuk menstabilkan roda ekonomi pesisir.

Status Perizinan SPBN TPI KUD Mina Bahari

Di tengah krisis ini, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) setempat belum beroperasi. Fasilitas penyalur energi khusus ini berlokasi di area TPI KUD Mina Bahari.

Saat ini, pengurus KUD masih mengurus dokumen perizinan operasional secara intensif. Mereka sedang menyelesaikan proses administrasi tersebut kepada berbagai instansi terkait.

Tujuannya agar fasilitas SPBN dapat segera beroperasi normal melayani warga sekitar. Ke depannya, para nelayan sangat berharap Pertamina segera merespons keluhan krisis ini. Penambahan kuota solar akan memulihkan roda perekonomian pesisir kawasan Muara Ciasem.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa penyebab ratusan nelayan di Muara Ciasem berhenti melaut? Para nelayan berhenti melaut akibat kelangkaan pasokan solar bersubsidi yang menjadi bahan bakar utama kapal.
  • Di mana lokasi SPBU yang menjadi titik antrean nelayan? Nelayan mengantre dan memperebutkan stok solar yang terbatas di SPBU Ciasem Hilir.
  • Mengapa fasilitas SPBN di TPI KUD Mina Bahari belum bisa melayani nelayan? Fasilitas SPBN tersebut belum beroperasi karena pengurus KUD masih memproses dokumen perizinan operasional ke instansi terkait.

Bursa Kerja Online Subang Buka 2.300 Lowongan Pekerjaan

Bursa kerja online Subang

Pemprov Jawa Barat kembali menggelar program bursa kerja online Subang untuk menyerap tenaga kerja terampil secara massal.

Program rekrutmen digital ini secara khusus menargetkan para pencari kerja di wilayah Kabupaten Subang.

Sebelumnya, pemerintah provinsi telah sukses melaksanakan program fasilitas ketenagakerjaan serupa di wilayah Bekasi dan Depok.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir secara virtual untuk mengawal acara rekrutmen ini. Beliau memantau pelaksanaan secara live melalui akun media sosial TikTok pribadinya.

Selanjutnya, gubernur mengajak seluruh pencari kerja di wilayah Subang untuk segera memanfaatkan informasi kesempatan ini.

Seluruh tahapan pendaftaran dan detail lowongan kerja dapat diakses terpusat melalui aplikasi resmi bernama Nyari Gawe.

Kuota Tenaga Kerja dan Partisipasi Perusahaan

Tercatat sebanyak 30 entitas perusahaan mengikuti pameran lowongan kerja daring ini. Perusahaan tersebut berasal dari skala operasional lokal, nasional, hingga internasional.

Secara keseluruhan, tersedia 85 jenis klasifikasi jabatan yang siap diisi oleh para pelamar. Dari total ketersediaan itu, angka kebutuhan industri mencapai 2.300 orang tenaga kerja terampil.

Perusahaan mengharapkan para pelamar berstatus siap kerja secepatnya.

Secara statistik rata-rata, setiap perusahaan menawarkan sekitar dua hingga tiga jenis jabatan. Selanjutnya, rasio kebutuhan tenaga kerja menyentuh angka rata-rata 77 orang per perusahaan.

Oleh karena itu, tingginya ketersediaan kuota ini memberikan peluang penyerapan tenaga kerja yang masif. Masyarakat dapat memilih posisi yang paling sesuai dengan latar belakang kompetensi masing-masing.

Rincian Lowongan Sektor Otomotif dan Ritel

Sejumlah perusahaan manufaktur multinasional ikut menawarkan posisi lowongan kerja strategis. BYD Auto Indonesia merupakan salah satu pabrikan kendaraan listrik internasional yang berpartisipasi.

Perusahaan ini membuka rekrutmen untuk posisi operator produksi. Kuota yang tersedia mencapai batas 50 orang pekerja. Calon pelamar wajib mengajukan dokumen lamaran maksimal hingga 4 Oktober 2026.

Selain itu, Vinvast Auto Mobile juga secara resmi membuka rekrutmen pekerja secara besar-besaran. Produsen motor listrik yang beroperasi di Kabupaten Subang ini membutuhkan 300 orang untuk posisi operator produksi.

Di samping itu, perusahaan juga mencari 20 orang pekerja sebagai pengelola administrasi. Batas waktu pendaftaran lowongan Vinvast terbuka hingga 23 Oktober 2026.

Sektor industri ritel modern juga membuka banyak kesempatan kerja bagi warga Subang. Toko ritel Indomart membutuhkan 6 orang karyawan untuk posisi store crew.

Batas akhir pengiriman berkas lamaran Indomart ditetapkan hingga 31 Oktober 2026. Sementara itu, Alfamart menawarkan lowongan crew store bagi 100 orang calon pegawai.

Pelamar Alfamart wajib mengirimkan data sebelum batas waktu maksimal 10 Oktober 2026. Masih banyak lowongan kerja lainnya yang bisa diakses langsung lewat aplikasi Nyari Gawe.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa itu aplikasi Nyari Gawe? Aplikasi Nyari Gawe adalah platform digital resmi yang difasilitasi oleh pemerintah untuk mengakses dan melamar lowongan pada bursa kerja online Pemprov Jawa Barat.
  • Berapa total lowongan yang tersedia di bursa kerja online Subang? Pameran rekrutmen ini menyediakan 85 jenis jabatan dengan total kuota kebutuhan mencapai 2.300 tenaga kerja terampil.
  • Kapan batas waktu pendaftaran lowongan kerja Vinvast Auto Mobile? Batas waktu pengajuan lamaran untuk posisi operator produksi dan pengelola administrasi di Vinvast dibuka maksimal hingga tanggal 23 Oktober 2026.

Recent Posts