Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Normalisasi Kali Cigede Mendesak Atasi Banjir Pagaden

Banjir Pagaden Subang

suarasubang.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang merespons cepat laporan masyarakat terkait banjir Pagaden Subang yang melanda wilayah Dusun Sukarandeg, Desa Gunungsari. Tim BPBD segera terjun ke lapangan guna meninjau lokasi terdampak akibat luapan air Kali Cigede. Peninjauan ini bertujuan untuk memetakan masalah yang diakibatkan oleh pendangkalan sungai di wilayah tersebut.

Komandan Regu BPBD Kabupaten Subang, Jaja, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons instan terhadap keluhan warga. Selain itu, petugas sedang melakukan asesmen mendalam sebagai bahan laporan bagi pimpinan. Hasil pendataan sementara menunjukkan bahwa terdapat 13 rumah warga yang selalu terendam setiap kali musim hujan tiba.

Dampak banjir ini juga meluas hingga merusak sektor ekonomi pertanian dan perikanan masyarakat setempat. Tercatat sekitar 30 hektare area pesawahan dan 7 hektare kolam ikan warga ikut terendam luapan air. Seluruh data pemetaan ini akan segera diserahkan untuk menentukan langkah penanganan teknis lebih lanjut oleh pemerintah daerah.

Warga Pagaden Desak Normalisasi Sungai

Seorang tokoh masyarakat, Warta, mengungkapkan bahwa bencana banjir di wilayah mereka merupakan siklus rutin yang terus berulang. Oleh karena itu, kondisi saat ini semakin diperparah oleh tumpukan air kiriman dari wilayah lain yang masuk ke pemukiman. Warga merasa sangat terbebani dengan situasi yang tidak kunjung mendapatkan solusi permanen di bagian hilir sungai.

Mewakili keluh kesah warga, Warta mendesak Pemerintah Kabupaten Subang untuk segera melakukan tindakan normalisasi. Pengerukan Kali Cigede menjadi prioritas utama karena kondisi sungai saat ini sudah sangat dangkal. Akibatnya, sungai tidak lagi mampu menampung debit air yang tinggi saat intensitas hujan meningkat tajam di wilayah Subang.

Sekda Subang Tinjau Qurban Sapi Presiden di RPH

Qurban Sapi Presiden Subang

suarasubang.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, meninjau langsung pelaksanaan penyembelihan qurban sapi Presiden di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Subang pada Kamis (28/5/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan sesuai prosedur.

Sebanyak tiga ekor sapi qurban disembelih dalam kesempatan tersebut. Satu ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Selain itu, terdapat bantuan dari karyawan Bank BJB Cabang Subang serta bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Subang.

Daging qurban yang telah disembelih akan dikelola dan didistribusikan melalui sejumlah masjid yang ditunjuk. Langkah ini bertujuan agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. Penggunaan kalimat aktif ini bertujuan untuk memperjelas informasi kepada pembaca.

Kang Asep Nuroni menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian dari Bapak Presiden. Oleh karena itu, beliau menegaskan bahwa momentum Iduladha mengandung nilai sosial yang sangat kuat bagi antar masyarakat. Semangat berbagi diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga Subang.

Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kemudian, koordinasi antara instansi terkait memastikan kualitas daging tetap higienis sebelum didistribusikan. Struktur teks yang terbagi dalam bagian-bagian kecil ini bertujuan mempermudah pembaca dalam menyerap informasi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap kelancaran ibadah qurban di wilayah Subang. Paragraf pendek digunakan untuk menjaga kenyamanan pembaca agar tidak merasa lelah saat membaca.

Ratusan Mahasiswa ITB Siap Bangun Desa di Subang

KKN-D ITB 2026

suarasubang.com — Pemerintah Kabupaten Subang secara antusias bersiap menyambut kehadiran ratusan akademisi muda dari salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia. Sebanyak 358 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan bakal diterjunkan langsung ke wilayah pedesaan dalam program KKN-D ITB 2026.

Selain itu, program pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama periode Juli hingga Agustus 2026 mendatang. Rencana besar tersebut dibahas secara mendalam dalam forum audiensi resmi yang mempertemukan pihak kampus dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, di ruang kerjanya pada Selasa (26/5/2026).

Fokus Pembangunan di Desa Talagasari

Kegiatan pengabdian masyarakat ini nantinya akan dipusatkan di Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang. Selanjutnya, ratusan mahasiswa tersebut akan terbagi menjadi 17 kelompok kerja taktis yang memiliki beban misi khusus berupa intervensi teknologi tepat guna bagi masyarakat setempat.

Terutama, sektor energi menjadi salah satu prioritas dengan adanya pengadaan serta perbaikan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU). Kemudian, tim mahasiswa juga akan melakukan pembenahan pada tata kelola air bersih baku serta membangun infrastruktur sanitasi warga yang lebih sehat dan memadai.

Dukungan Infrastruktur dan Pendidikan

Tidak hanya berfokus pada energi dan sanitasi, program strategis ini juga menyasar perbaikan fasilitas publik di desa. Bahkan, para mahasiswa ITB berkomitmen untuk membantu pembenahan infrastruktur fisik desa sekaligus memperkuat pilar pendidikan dasar bagi anak-anak di wilayah Serangpanjang.

Sekda Subang, Asep Nuroni, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap rancangan program kerja yang dipaparkan oleh Wakil Direktur Kemahasiswaan ITB, Yorga Permana. Menurutnya, intervensi keilmuan seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjawab problem pemenuhan fasilitas dasar di wilayah selatan Subang secara presisi.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Subang menjamin dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan KKN-D ini berjalan optimal. Dengan demikian, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi kemajuan desa di Kabupaten Subang.

NTT Pimpin Tingkat Kegemaran Membaca Nasional 2025

Tingkat Kegemaran Membaca Indonesia

suarasubang.com — Tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia saat ini berada pada level sedang. Berdasarkan data terbaru dari Perpustakaan Nasional tahun 2025, skor rata-rata nasional mencapai angka 54,80 persen. Angka ini mencerminkan perilaku atau kebiasaan masyarakat dalam memperoleh pengetahuan melalui berbagai jenis media.

Daftar Provinsi dengan Skor TGM Tertinggi

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sukses meraih posisi pertama dengan skor 62,05 persen. Selain itu, wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sumatera Selatan menyusul di urutan berikutnya dengan skor di atas 60 persen. Pencapaian ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut memiliki kebiasaan membaca yang masuk dalam kategori tinggi.

Berikut adalah sepuluh besar provinsi yang paling gemar membaca di Indonesia:

  1. Nusa Tenggara Timur (62,05%)
  2. Nusa Tenggara Barat (61,19%)
  3. Sumatera Selatan (60,86%)
  4. Maluku Utara (60,66%)
  5. Kalimantan Barat (59,85%)
  6. Sulawesi Selatan (59,84%)
  7. Sulawesi Tengah (59,51%)
  8. Sumatera Barat (59,42%)
  9. Sumatera Utara (59,36%)
  10. Kepulauan Riau (59,33%)

Kondisi Kegemaran Membaca di Pulau Jawa

Tiga provinsi di Pulau Jawa juga mencatatkan skor yang cukup kompetitif dalam survei terakhir ini. Jawa Barat memimpin wilayah Jawa dengan skor 59,19 persen. Selanjutnya, posisi tersebut disusul oleh Jawa Timur dengan 58,86 persen dan Jakarta dengan 57,23 persen.

Metodologi survei ini menggunakan pengukuran dimensi utama untuk menilai perilaku masyarakat di setiap provinsi. Skor dibagi menjadi lima kategori, mulai dari sangat rendah hingga sangat tinggi. Data ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pemerintah dalam meningkatkan literasi nasional secara berkelanjutan.

AQUA Subang Salurkan 1.200 Paket Daging Kurban

AQUA Subang kurban

suarasubang.com — PT Tirta Investama (AQUA) Pabrik Subang merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan aksi sosial nyata. Perusahaan menyalurkan empat ekor sapi sebagai bentuk AQUA Subang kurban kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional. Penggunaan kata kunci pada awal artikel bertujuan membantu pembaca dan mesin pencari memahami topik utama secara cepat.

Seluruh hewan kurban tersebut kemudian diolah menjadi sekitar 1.200 paket daging siap distribusi. Paket-paket ini menyasar warga di sejumlah desa di Kecamatan Cisalak dan Kasomalang, Kabupaten Subang. Melalui langkah tersebut, perusahaan berharap masyarakat dapat merasakan sukacita hari raya bersama-sama.

Distribusi di Wilayah Cisalak dan Kasomalang

Penyaluran daging kurban menjangkau masyarakat Kampung Salam, Darmaga, dan Neglasari di Desa Darmaga. Selain itu, warga Kampung Cipunagara di Desa Sindangsari juga menerima manfaat serupa. Subheading seperti ini berfungsi memberikan struktur yang jelas agar pembaca mudah memindai informasi penting.

Distribusi berlanjut ke Desa Pasanggrahan di Kecamatan Kasomalang. Warga di Kampung Bantarpanjang Girang, Bantarpanjang Hilir, Cipondok, Cikaret, hingga Cipatat turut mendapatkan paket daging kurban. Penyaluran dilakukan secara terorganisir agar bantuan tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan.

Wujud Kepedulian Melalui Program CSR

Plant Manager PT Tirta Investama Pabrik Subang, Joko Prasojo, menegaskan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini adalah bentuk kepedulian rutin. Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dilakukan setiap Iduladha. Penggunaan kalimat aktif dalam narasi ini membantu pesan tersampaikan secara lebih lugas dan profesional.

Apresiasi terhadap masyarakat menjadi alasan utama di balik kegiatan sosial yang berkelanjutan ini. Joko berharap kondisi perusahaan terus membaik sehingga program berbagi ini dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang. Melalui inisiatif AQUA Lestari, PT Tirta Investama berkomitmen menjaga keseimbangan antara bisnis dan kelestarian sosial lingkungan.

Pemkab Subang Dukung KKN Tematik ITB 2026

KKN Tematik ITB 2026

suarasubang.com — Pemerintah Kabupaten Subang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN Tematik ITB 2026. Program pengabdian masyarakat ini rencananya akan dipusatkan di Desa Talagasari, Kecamatan Serangpanjang.

Sekretaris Daerah Subang, Asep Nuroni, menyampaikan komitmen tersebut saat menerima audiensi tim ITB pada Selasa (26/5/2026). Selain itu, ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan prioritas pembangunan daerah.

Sebanyak 358 mahasiswa akan terjun ke lapangan mulai tanggal 25 Juli hingga 18 Agustus 2026. Mereka terbagi dalam 17 kelompok kerja untuk membantu menyelesaikan berbagai isu krusial di masyarakat desa.

Beberapa program unggulan yang akan dijalankan meliputi penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, hingga infrastruktur energi. Selanjutnya, para mahasiswa juga akan berfokus pada pengembangan sektor pendidikan dan penerangan jalan umum.

Kang Asep Nuroni berharap kehadiran para akademisi ini mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga. Maka dari itu, koordinasi antara perangkat daerah dan pihak kampus harus terus berjalan secara optimal.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran kepala dinas terkait serta Wakil Direktur Kemahasiswaan ITB, Yorga Permana. Seluruh pihak sepakat untuk mengawal kegiatan ini agar dapat berjalan tepat sasaran bagi masyarakat lokal.

Update Harga Pupuk dan Benih Padi di Subang

Harga Pupuk dan Benih Subang

suarasubang.comHarga pupuk dan benih Subang saat ini terpantau dalam kondisi stabil dan terkendali. Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang terus memantau ketat ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan). Langkah tersebut sangat krusial mengingat posisi strategis wilayah ini sebagai salah satu lumbung padi utama di Jawa Barat.

Oleh karena itu, DKUPP memastikan bahwa pemantauan tidak hanya terfokus pada barang konsumsi di perkotaan saja. Petugas juga menyasar ketersediaan saprotan yang menjadi urat nadi bagi para petani di pedesaan. Berdasarkan data terbaru pada Selasa (26/5/2026), sektor pertanian menunjukkan performa harga yang sangat kondusif bagi produsen pangan.

Ketersediaan Benih dan Pupuk Subsidi

Pemerintah melaporkan bahwa benih padi kualitas unggul tetap bertahan pada angka Rp80.000 per kilogram. Angka ini dianggap ideal sebagai modal awal produksi bagi para petani lokal. Selain itu, distribusi pupuk subsidi bagi petani yang terdaftar dalam sistem e-Alokasi dipastikan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebagai hasilnya, petani dapat menebus pupuk subsidi jenis Urea dengan harga Rp2.250 per kilogram. Jenis NPK Phonska subsidi pun tetap ajek pada posisi harga Rp5.000 per kilogram. Kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) ini menjadi prioritas utama guna melindungi daya beli petani.

Alternatif Pupuk Non-Subsidi

Namun, DKUPP juga tetap memperhatikan kebutuhan petani yang memerlukan pasokan tambahan di luar kuota subsidi. Harga pupuk non-subsidi saat ini dilaporkan tidak mengalami lonjakan yang memberatkan. Jenis NPK non-subsidi tercatat stabil pada harga Rp15.000 per kilogram di pasaran.

Sementara itu, jenis Phonska non-subsidi berada pada kisaran harga Rp5.000 per kilogram. Kestabilan harga ini diharapkan mampu menjaga margin keuntungan para petani Subang secara berkelanjutan. Dengan demikian, peran Subang sebagai penopang ketahanan pangan nasional akan tetap terjaga dengan kuat.

Polsek Binong Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Ketahanan Pangan Polsek Binong

suarasubang.comPolsek Binong secara aktif menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal instruksi pusat terkait ketahanan pangan. Korps berbaju cokelat ini menggandeng pemerintah kecamatan dan kelompok tani lokal untuk melaksanakan panen jagung di Desa Nanggerang, Kabupaten Subang, Selasa (26/5/2026).

Giat ini dimulai sejak pukul 08.30 WIB di lahan pertanian produktif seluas kurang lebih satu hektare. Kapolsek Binong, AKP Andri Sugiarto, memimpin langsung agenda tersebut dengan didampingi oleh Camat Binong, B. Suangsi.

Sinergi Polsek Binong dan Petani Lokal

Lahan percontohan atau demplot ini dikelola melalui kerja sama sinergis antara pihak kepolisian dan warga setempat. Hasilnya, fase panen kali ini mampu memproduksi puluhan kilogram jagung pipilan dengan kualitas yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, AKP Andri Sugiarto berharap hasil panen ini dapat memberikan manfaat nyata bagi kebutuhan pangan masyarakat. Beliau juga ingin pencapaian ini menjadi motivasi besar bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan produktivitas mereka secara mandiri.

Selain itu, jajaran Polsek Binong menjadikan optimalisasi lahan tidur sebagai sasaran utama dalam melakukan pendekatan humanis. Strategi ini dinilai sangat efektif untuk merangkul masyarakat dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa.

Mendukung Program Asta Cita Pemerintah

Kolaborasi di sektor agraria ini berjalan selaras dengan arah kebijakan Program 100 Hari Asta Cita pemerintah pusat. Program tersebut menempatkan kemandirian pangan sebagai fondasi utama bagi terciptanya stabilitas ekonomi nasional yang kuat.

Dengan demikian, keberhasilan panen di Desa Nanggerang diharapkan mampu memicu semangat desa-desa lain di wilayah Binong. Melalui tata kelola tanah yang tepat serta pendampingan reguler, sektor pertanian lokal diyakini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi mikro.

Polsek Binong tetap optimistis bahwa kolaborasi berkelanjutan antara aparat, kelompok tani, dan masyarakat akan terus terjaga. Fokus utamanya adalah memastikan stabilitas pangan tetap aman sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal secara signifikan.

Harga Material Bangunan Subang Stabil

Harga Material Bangunan Subang

suarasubang.comHarga material bangunan Subang terpantau stabil berdasarkan laporan berkala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang pada Selasa (26/5/2026). Stabilitas ini mencakup berbagai komoditas utama seperti semen, besi beton, hingga baja ringan yang tidak mengalami pergerakan harga signifikan dari hari sebelumnya.

DKUPP Subang mencatat bahwa kepastian harga ini memberikan angin segar bagi para pelaku usaha konstruksi di wilayah tersebut. Selain itu, kondisi ini memudahkan pengusaha properti dalam menyusun kalkulasi biaya proyek menjelang pertengahan tahun. Para pelaku usaha kini dapat bernapas lebih lega tanpa harus mengkhawatirkan lonjakan modal yang mendadak.

Berdasarkan data monitoring yang ditandatangani oleh Pembina Utama Muda (IV/c) DKUPP Subang, harga semen struktur utama tidak berubah. Semen Tiga Roda ukuran 40 kg tetap bertahan di angka Rp62.000 per zak. Sementara itu, merk Holcim atau Dynamix dengan ukuran yang sama ajek di harga Rp60.000 per zak.

Selanjutnya, sektor besi beton dan baja ringan yang sangat krusial bagi Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga tetap stabil. Besi ukuran 6 mm dibanderol seharga Rp35.000 per batang, sedangkan Besi 8 mm berada di angka Rp46.000 per batang. Untuk ukuran yang lebih besar, Besi 10 mm dijual seharga Rp70.000 dan Besi 12 mm mencapai Rp100.000 per batang.

Secara keseluruhan, harga baja ringan saat ini tercatat sebesar Rp92.000 per batang. Adapun untuk baja besi konstruksi, harganya bertahan di posisi Rp2.042.200 per batang. Stabilitas harga ini menjadi momentum positif untuk percepatan pembangunan infrastruktur daerah maupun proyek perumahan swasta di Subang.

Sebagai tambahan, kuartal kedua tahun ini merupakan masa puncak pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan. Oleh karena itu, ketiadaan gejolak harga material menjadi faktor pendukung utama bagi kelancaran proyek-proyek fisik tersebut. Pemerintah akan terus memantau ketersediaan stok agar pasokan tetap aman bagi masyarakat.

Smart Farming Anggur UPI: Solusi Teknologi di Subang

Smart Farming Anggur Subang

suarasubang.com — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan teknologi smart farming anggur Subang sebagai solusi pertanian modern di Desa Sukamelang, Jumat (22/5/2026). Langkah ini dilakukan melalui workshop penanaman anggur guna mendukung transformasi lahan yang sebelumnya didominasi perkebunan singkong.

Sebelumnya, upaya mandiri warga sering terhambat karena tanaman anggur mereka tumbuh kerdil dan tidak berkembang secara optimal. Tim riset menemukan bahwa daya serap air tanah yang buruk serta rendahnya kadar NPK dan pH tanah menjadi penyebab utama masalah tersebut.

Sebagai solusinya, tim UPI memperkenalkan inovasi berupa Multimeter Tanah berbasis Internet of Things (IoT) untuk pemantauan lahan secara presisi. Teknologi cerdas ini mampu mengukur kondisi tanah secara real-time sehingga petani dapat menentukan tindakan perawatan yang paling tepat.

Pengembangan alat IoT tersebut melibatkan kontribusi aktif mahasiswa Fisika UPI yang membantu merancang sistem sekaligus mendampingi petani di lapangan. Selain itu, para pakar memberikan pembekalan mengenai teknik pencahayaan dan pengaturan batang tanaman demi hasil panen yang maksimal.

Kepala Desa Sukamelang, Andi Sujana, menyampaikan apresiasi tinggi atas pendampingan ilmiah yang dinilai sangat membantu kelompok tani setempat. Pihak universitas juga menghibahkan bibit anggur impor siap tanam sebagai komitmen berkelanjutan dalam membangun sektor ekonomi baru bagi desa.

Recent Posts