Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Ekspansi Kawasan Industri Baru Subang dan Patimban Menjadi Incaran Investor

suarasubang.com Kawasan industri baru Subang dan Patimban kini menjadi fokus utama ekspansi bagi para investor global. Keterbatasan lahan di wilayah Cikarang dan Karawang memicu pergeseran tren investasi menuju koridor timur. Para pelaku industri manufaktur mulai mencari lokasi alternatif yang lebih strategis serta memiliki lahan luas. Kondisi ini membuat koridor Jawa Barat semakin menarik bagi pertumbuhan ekonomi nasional masa depan.

Keterbatasan Lahan di Wilayah Cikarang dan Karawang

Data terbaru CBRE Indonesia menunjukkan bahwa ketersediaan lahan di koridor timur Jakarta kini sangat menipis. Okupansi lahan industri di wilayah tersebut bahkan telah mencapai angka 90,8 persen saat ini. Sisa lahan kosong yang tersedia di Jabodetabek kini hanya berkisar sekitar 1.400 hektare saja. Akibatnya, harga tanah di kawasan eksisting mengalami kenaikan yang sangat signifikan bagi para pengembang.

Para pengembang besar kini mulai melirik potensi wilayah yang lebih terjangkau namun memiliki akses memadai. Anton Sitorus menyatakan bahwa pembukaan jalan tol baru akan melahirkan pusat pertumbuhan industri yang sangat dinamis. Pembangunan infrastruktur masif selama satu dekade terakhir akhirnya mulai membuahkan hasil ekonomi yang nyata. Oleh karena itu, pusat kegiatan ekonomi kini perlahan bergerak meninggalkan zona jenuh di Jabodetabek.

Pihak manajemen kawasan industri eksisting mengakui bahwa sisa lahan mereka kini sangat terbatas untuk ekspansi. Namun, permintaan dari sektor data center dan logistik terus meningkat tajam setiap kuartal. Fenomena ini memaksa perusahaan manufaktur untuk bergeser lebih jauh ke arah timur Jawa Barat. Maka dari itu, ketersediaan lahan di wilayah baru menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan investasi.

Keunggulan Strategis Koridor Subang dan Patimban

Ivana Susilo dari CBRE Indonesia memproyeksikan potensi besar pada pengembangan wilayah Subang dan Patimban. Wilayah ini memiliki keunggulan lokasi karena berada di antara pasar utama Jakarta dan Bandung. Klaster industri baru ini secara khusus menyasar sektor manufaktur serta industri otomotif kelas dunia. Kehadiran Pelabuhan Patimban menjadi magnet utama bagi para investor yang berorientasi pada kegiatan ekspor global.

Selain akses logistik, ketersediaan energi dan infrastruktur dasar menjadi syarat mutlak bagi para investor asing. Perusahaan membutuhkan pasokan listrik, air bersih, serta jaringan internet kabel optik yang sangat stabil. Kawasan yang mampu menyediakan fasilitas terintegrasi akan lebih cepat menyerap minat pasar internasional secara masif. Selanjutnya, pemeliharaan kawasan yang berkelanjutan menjadi nilai tambah bagi operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan konektivitas antar wilayah melalui pembangunan jalan tol fungsional. Kemudahan akses transportasi akan menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi keluhan utama para pengusaha. Tentu saja, integrasi antara pelabuhan dan kawasan industri akan menciptakan ekosistem bisnis yang jauh lebih efisien. Hal ini sangat krusial untuk menarik minat investasi asing langsung masuk ke sektor hilirisasi.

Peran Pemain Besar dan Sinergi Investasi Global

Nama-nama besar seperti taipan Prajogo Pangestu mulai mengambil posisi strategis di kawasan industri baru ini. Melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), beliau tercatat memiliki kepemilikan saham di PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). SSIA sendiri merupakan pengembang Subang Smartpolitan yang mengelola lahan seluas 2.700 hektare di wilayah Subang. Ekspansi ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan industri manufaktur di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, Grup Barito melalui PT Griya Idola juga mengelola Patimban Industrial Estate (PIE) secara profesional. Kawasan seluas 1.200 hektare ini sedang dalam proses pengajuan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dari pemerintah. Dukungan penuh dari pemerintah pusat sangat krusial untuk memastikan kelancaran konektivitas menuju kawasan industri. Sinergi antara pemerintah dan swasta akan mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh koridor baru tersebut.

Keberhasilan penjualan lahan industri di daerah lain seperti Gresik menjadi inspirasi bagi pengembangan di Subang. Akses langsung menuju pelabuhan terbukti mampu mendongkrak pendapatan perusahaan pengembang secara signifikan setiap tahunnya. Oleh karena itu, pengembang di Subang dan Patimban terus berinovasi untuk menawarkan layanan infrastruktur yang unggul. Kita semua berharap transformasi ini mampu memberikan dampak positif bagi lapangan kerja masyarakat lokal.

Wabup Subang Apresiasi Program Perencanaan Haji BSI

Program Subang Berhaji

suarasubang.com — Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menghadiri peluncuran Program Subang Berhaji di Aula Oman Syahroni pada Rabu (6/5/2026). Acara ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Danantara Indonesia, serta Bank Syariah Indonesia (BSI). Oleh karena itu, kegiatan tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan ibadah ke tanah suci.

Deputi Islamic Ecosystem BSI, Syarief Hidayat, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan agenda yang sangat mulia ini. Beliau menegaskan bahwa BSI berkomitmen menjadi sahabat finansial, sosial, sekaligus spiritual bagi para calon jamaah. Selain itu, data menunjukkan bahwa terdapat 19.163 warga Subang yang sudah terdaftar untuk menunaikan ibadah haji. Sekitar 60 persen dari total pendaftar tersebut memilih menggunakan layanan perbankan syariah melalui BSI.

Sinergi untuk Solusi Keberangkatan Jamaah

Sinergi antara pihak perbankan dan pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Selanjutnya, pendampingan komprehensif menjadi prioritas utama guna memastikan kelancaran perjalanan spiritual para tamu Allah. Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif edukasi tersebut. Pasalnya, program ini memberikan motivasi kuat bagi warga untuk mulai menabung haji sejak usia dini.

Kang Akur juga menyoroti tantangan besar terkait perubahan kuota keberangkatan jamaah haji di Kabupaten Subang. Kuota semula berjumlah 1.127 orang, namun sempat mengalami penurunan drastis menjadi hanya 224 orang saja. Meskipun demikian, pemerintah daerah terus mengupayakan penambahan hingga angka tersebut berhasil naik menjadi 543 orang. Upaya diplomasi ini dilakukan demi mengakomodasi semangat ibadah masyarakat yang sangat tinggi.

Mewujudkan Masyarakat Subang yang Religius

Sekitar 600 calon jemaah haji yang sudah siap berangkat terpaksa harus menunda jadwal perjalanan mereka. Oleh sebab itu, Kang Akur berharap BSI mampu memberikan strategi cerdas agar warga segera mendapatkan kepastian kursi. Program perencanaan tabungan terjadwal ini memiliki relevansi strategis terhadap visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dengan demikian, visi masyarakat yang adil, sejahtera, serta religius dapat terwujud secara maksimal.

Kang Akur menilai bahwa mengajak masyarakat untuk bertaqwa kepada Allah merupakan tujuan utama kepemimpinannya. Terlebih lagi, berbagai manfaat seperti tabungan emas dan beragam doorprize menarik menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran para tokoh agama serta pimpinan organisasi Islam turut memperkuat ekosistem haji di wilayah Subang. Pada akhirnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah emas menuju Baitullah bagi seluruh warga.

Sejumlah pejabat teras dari kantor pusat BSI serta perwakilan Kementerian Agama turut menyaksikan penandatanganan kerja sama ini. Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Subang juga tampak hadir memberikan dukungan moral bagi para peserta. Sebagai kesimpulan, perencanaan yang matang akan membantu jamaah meraih predikat haji mabrur di masa depan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga seluruh jamaah dapat berangkat dengan nyaman.

Kapolres Subang Ungkap Penipuan Proyek Fiktif Oknum PNS

penipuan proyek fiktif Subang

suarasubang.comKapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono merilis pengungkapan kasus penipuan proyek fiktif Subang yang melibatkan seorang oknum PNS. Tersangka merupakan pejabat aktif yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri pada Badan Kesbangpol Kabupaten Subang.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari seorang wiraswasta asal Jakarta berinisial I.S. Para tersangka diduga bekerja sama menciptakan proyek bodong berupa pembagian nasi kotak Karang Taruna untuk mengelabui korban. Pengungkapan tersebut disampaikan secara terbuka di Aula Patriatama Polres Subang pada Selasa sore.

Pihak kepolisian menetapkan dua tersangka utama, yaitu R.N (35) dan M.R (52). Tersangka R.N memiliki peran penting dalam memalsukan dokumen seperti surat pemesanan dan berita acara serah terima dana. Selain itu, tersangka M.R bertugas meyakinkan korban dengan mengaku-ngaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Berdasarkan hasil penyidikan, oknum PNS berinisial M.R terbukti menerima aliran dana sebesar Rp15.000.000 untuk kepentingan pribadinya. Petugas akhirnya mengamankan M.R di Kantor Kesbangpol Subang pada Kamis, 23 April 2026. Penangkapan dilakukan secara profesional tanpa ada perlawanan dari pihak tersangka.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti krusial dalam operasi tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi rekening koran serta beberapa bundel dokumen proyek fiktif yang digunakan untuk menipu korban. Saat ini, kedua tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Keduanya dijerat dengan Pasal 492 atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal empat tahun. Kapolres menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan, termasuk aparatur negara. Masyarakat pun diminta untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama instansi pemerintah.

Pemkab Subang Revitalisasi Pantai Pondok Bali Jadi Wisata Unggulan

Revitalisasi Pantai Pondok Bali

suarasubang.com — Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen penuh melaksanakan revitalisasi Pantai Pondok Bali guna meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyatakan bahwa destinasi di Desa Mayangan ini sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Subang.

Upaya revitalisasi bertujuan untuk menjadikan kawasan pesisir sebagai motor penggerak ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM lokal. Oleh karena itu, pemerintah daerah fokus menata kawasan agar Pantai Pondok Bali bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang diminati. Penataan tersebut dilakukan secara profesional dengan memadukan unsur kebudayaan lokal dan instrumen modern tanpa mengubah tata letak asli.

Bupati berencana membangun konsep “kampung nelayan” yang rapi dan seragam di lokasi tersebut dalam waktu dekat. Beliau akan merombak warung-warung yang saat ini kurang tertata agar sesuai dengan estetika budaya lokal. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Subang terus berupaya menghidupkan geliat ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi sumber daya laut yang melimpah.

Pengembangan aset daerah ini harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan hidup di wilayah pesisir. Bupati menegaskan bahwa revitalisasi tidak boleh merusak ekosistem pantai agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Melalui sistem pembangunan yang terintegrasi, Pantai Pondok Bali siap menjadi pilar kemandirian ekonomi bagi warga Subang.

Wabup Subang Pimpin Hardiknas 2026 dan Teken Pakta SPMB

Peringatan Hardiknas Subang 2026

suarasubang.com — Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, memimpin upacara Peringatan Hardiknas Subang 2026 di Alun-Alun Kabupaten Subang pada Senin (4/5/2026). Beliau membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Upacara ini menjadi simbol penguatan komitmen daerah terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Kang Akur menyampaikan bahwa hari besar ini merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi kolektif. Selain itu, beliau mengajak semua pihak menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional yang telah diwariskan para tokoh bangsa. Pendidikan harus mampu mencerdaskan kehidupan sekaligus membentuk watak peradaban yang unggul bagi generasi muda.

Nilai-nilai dasar dari Ki Hajar Dewantara seperti sistem among, asah, asih, dan asuh tetap menjadi landasan utama. Oleh karena itu, visi pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Subang kini diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah menciptakan SDM Indonesia yang kuat, tangguh, serta bermartabat demi kemajuan nasional.

Dalam rangkaian acara tersebut, pemerintah daerah melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas SPMB 2026. Langkah ini bertujuan memastikan proses seleksi penerimaan murid baru berjalan secara transparan dan akuntabel. Selanjutnya, suasana upacara semakin meriah dengan adanya penampilan sosio drama kreatif dari siswa-siswi SD hingga SMP se-Kabupaten Subang.

Sejumlah pejabat dari unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, hingga para camat hadir memberikan dukungan penuh. Kehadiran para tokoh ini mempertegas sinergi semesta dalam mewujudkan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat Subang. Akhirnya, upacara ditutup dengan semangat kebersamaan untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di setiap wilayah.

Komitmen Integritas SPMB Subang di Hari Pendidikan Nasional

Integritas SPMB Subang

suarasubang.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Subang menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan. Fokus utama diarahkan pada penguatan integritas SPMB Subang atau Sistem Penerimaan Murid Baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mewujudkan proses seleksi yang lebih akuntabel dan adil bagi seluruh calon peserta didik.

Penandatanganan pakta integritas oleh unsur pimpinan daerah telah dilaksanakan pada Senin (4/5/2026) di Alun-Alun Kabupaten Subang. Langkah ini merupakan simbol nyata dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang objektif serta terbuka bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, setiap praktik yang bertentangan dengan prinsip keadilan harus segera dihilangkan demi menjaga marwah pendidikan daerah.

Penguatan integritas dalam pelaksanaan SPMB berperan krusial dalam menjamin akses pendidikan yang setara. Dengan demikian, sistem yang transparan tidak hanya menjalankan aturan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik terhadap instansi pendidikan. Tata kelola yang bersih menjadi fondasi utama untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat dan berpihak pada kepentingan murid.

BBPMP Provinsi Jawa Barat turut mendukung penuh upaya ini melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah. Selanjutnya, sinergi tersebut bertujuan untuk mendorong implementasi kebijakan yang berorientasi pada pemerataan layanan pendidikan. Transformasi pendidikan harus selalu menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan akuntabilitas agar kualitas pembelajaran meningkat secara berkelanjutan.

Semangat Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa sistem yang kuat sangat memengaruhi mutu pendidikan. Pada akhirnya, kolaborasi yang terus diperkuat akan menghadirkan layanan yang bermutu, inklusif, dan dapat diakses secara adil oleh seluruh warga. Pemerintah berharap momentum ini menjadi titik balik bagi kemajuan dunia pendidikan di wilayah Jawa Barat.

Bupati Subang Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program LP2B

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

suarasubang.com — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR menghadiri Rapat Koordinasi strategis mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jakarta. Kegiatan penting ini berlangsung di Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN pada Rabu (29/4/2026). Pertemuan tersebut secara khusus membahas rencana penetapan luasan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi kawasan lindung pertanian yang permanen.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin jalannya rapat bersama 14 kepala daerah lainnya dari seluruh wilayah Jawa Barat. Beliau didampingi oleh Dirjen Tata Ruang, Dr. Ir. Suyus Windayana, guna menyelaraskan kebijakan tata ruang daerah dengan pusat. Kehadiran Kang Rey menunjukkan dukungan penuh terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengendalian alih fungsi lahan.

Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan penetapan luasan LP2B ini akan rampung sepenuhnya pada tahun 2029 mendatang. Melalui kebijakan tersebut, lahan produktif di wilayah Subang akan mendapatkan perlindungan hukum yang sangat ketat agar tidak beralih fungsi. Oleh karena itu, kawasan persawahan yang sudah masuk dalam skema LP2B dilarang keras untuk digunakan sebagai area perumahan maupun pengembangan industri.

Bupati Reynaldy menegaskan bahwa status Subang sebagai lumbung padi nasional merupakan identitas daerah yang wajib dipertahankan bersama. Meskipun arus industrialisasi kian masif di berbagai wilayah, pemerintah daerah berkomitmen kuat mencegah penyusutan lahan produktif akibat pembangunan yang tidak terkendali. Selanjutnya, koordinasi intensif dengan Kementerian ATR/BPN terus dilakukan untuk memastikan pemanfaatan ruang berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam kunjungan kerja ini, Bupati turut didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menciptakan solusi konkret bagi kedaulatan pangan bangsa. Pada akhirnya, perlindungan lahan pertanian ini akan menjamin ketersediaan pangan bagi generasi masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani lokal.

Wabup Subang Panen Benih Padi Unggul Hasil Riset BRIN

benih padi unggul BRIN

suarasubang.com – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menghadiri kegiatan panen benih padi unggul BRIN di areal pertanian Pusakajaya. Acara tersebut berlangsung pada Minggu (3/5/2026) sebagai bentuk kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan CV. Fiona Benih Mandiri. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan benih berkualitas tinggi yang terdiri dari empat varietas unggulan.,

Empat varietas yang dipanen meliputi Tropiko, Bestari, Inpari Sidenuk, dan Sinar. Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN, Dr. Mulyadi Sinung Harjono, menjelaskan bahwa kemitraan ini telah dimulai sejak akhir tahun 2025. Selain itu, beliau menekankan pentingnya tata kelola hasil riset agar dapat diproduksi secara massal oleh mitra industri.,

Hilirisasi Riset untuk Kesejahteraan Petani

Pendiri CV Fiona Benih Mandiri, Khaerul Anam Syah, menyambut baik sinergi ini dalam upaya meningkatkan produktivitas padi lokal. Menurutnya, kerja sama tersebut sangat membantu petani dalam memilih varietas yang paling sesuai dengan kondisi lahan mereka. Oleh karena itu, hilirisasi hasil penelitian menjadi langkah krusial untuk memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga hilir.,

Wakil Bupati Agus Masykur memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan inovasi benih paling unggul ini. Beliau meyakini bahwa kehadiran varietas hasil riset BRIN akan mendorong kemandirian pangan di Kabupaten Subang. Dengan demikian, posisi Subang sebagai lumbung padi nasional urutan ketiga dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa depan.,

Mendorong Kemandirian Pangan Nasional

Pemerintah daerah berharap dampak inovasi ini dapat langsung dirasakan oleh para petani melalui hasil panen yang melimpah. Selain itu, penggunaan benih berkualitas diharapkan mampu menjaga harga jual gabah tetap stabil dan menguntungkan. Hal ini selaras dengan visi untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat petani di seluruh wilayah Subang.,

Inovasi benih unggul ini menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi yang kuat antara lembaga riset, pemerintah, dan pihak swasta, produktivitas pertanian diprediksi akan semakin meningkat. Pada akhirnya, sinergi ini diharapkan mampu membawa kemajuan ekonomi yang signifikan bagi sektor agribisnis di Kabupaten Subang.,

Langkah As-Syifa Perkuat Kerja Sama Pendidikan Turki

Kerja Sama Pendidikan Turki As-Syifa

suarasubang.com — As-Syifa Boarding School secara konsisten memperkuat langkah kerja sama pendidikan Turki demi meningkatkan kualitas internasionalisasi sekolah. Upaya strategis ini disambut positif oleh Duta Besar Turki untuk Indonesia, Prof. Dr. Talip Küçükcan, di Jakarta. Beliau memberikan arahan agar kolaborasi tersebut segera ditindaklanjuti secara konkret dan terarah.

Peluang kolaborasi ini mencakup berbagai sektor penting, mulai dari akses pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan bahasa. Kedutaan Turki mendukung penuh inisiatif As-Syifa dalam membuka jejaring dengan sekolah-sekolah di Turki. Langkah tersebut sangat krusial bagi santri yang ingin melanjutkan studi ke mancanegara.

Perluasan Akses Beasiswa dan Studi Luar Negeri

Peluang studi ke Turki bagi lulusan As-Syifa tidak hanya bergantung pada beasiswa resmi seperti Türkiye Bursları (YTB). Sebaliknya, pihak Kedutaan menyarankan agar sekolah proaktif menjalin komunikasi langsung dengan institusi pendidikan di Turki. Hal tersebut akan memperluas pilihan bagi pelajar internasional yang ingin mengejar prestasi global.

Selain itu, rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) diharapkan dapat menjangkau berbagai perguruan tinggi negeri di sana. As-Syifa diminta untuk memanfaatkan jejaring melalui Atase Pendidikan guna mempermudah birokrasi. Oleh karena itu, persiapan dokumen pendukung harus dilakukan secara profesional sejak awal.

Sinergi Pemberdayaan Melalui Lembaga TIKA

Peluang kolaborasi lainnya juga terbuka lebar melalui Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA). Lembaga ini memiliki fokus pada program pemberdayaan sosial-ekonomi yang berdampak luas bagi masyarakat. Meskipun TIKA sering bekerja sama antar pemerintah, inisiatif dari lembaga pendidikan tetap memiliki peluang untuk diterima.

Syarat utamanya adalah program yang diajukan harus memiliki relevansi tinggi serta memberikan solusi nyata. Selanjutnya, As-Syifa perlu menyusun proposal yang matang agar realisasi program dapat didukung oleh pihak Kedutaan. Dengan dukungan ini, kontribusi sekolah bagi masyarakat sekitar akan semakin kuat.

Pengembangan Bahasa Turki dan Turkish Corner

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja, tim As-Syifa juga mendatangi Yunus Emre Institute. Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan Turkish Corner di lingkungan kampus As-Syifa. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi santri dalam mempelajari budaya dan bahasa negara tersebut secara mendalam.

Fasilitas pendukung di kampus pusat akan disiapkan secara maksimal untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Selain itu, penyelenggaraan kursus Bahasa Turki akan segera dimulai dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten. Dengan kemampuan bahasa yang baik, para santri akan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan di Turki.

Strategi Menghadapi Tantangan Global

Duta Besar Turki mengingatkan bahwa penyelenggaraan seminar internasional di daerah memiliki tantangan tersendiri. Namun, beliau menekankan bahwa konsep yang matang dan mitra strategis adalah kunci keberhasilan utama. Hal ini penting untuk menarik minat institusi luar negeri agar bersedia hadir langsung di daerah seperti Subang.

As-Syifa pun berkomitmen untuk segera memetakan minat pelajar dan menyiapkan sarana yang diperlukan. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang kompetitif secara global. Pihak sekolah optimis bahwa kerja sama ini akan memperkuat posisi Subang di kancah internasional.

Ateng Sutisna Dorong Hilirisasi Industri Nanas Subang

Industri Nanas Subang

suarasubang.com — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendorong penguatan kemitraan strategis guna mengembangkan industri nanas Subang. Beliau menyampaikan hal tersebut saat menggelar kegiatan reses di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, pada Selasa (28/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ateng menyoroti potensi besar nanas sebagai komoditas unggulan daerah yang sangat produktif. Data menunjukkan luas lahan nanas di Subang mencapai 1.630 hektare dengan hasil produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun. Oleh karena itu, Subang harus didorong untuk naik kelas melalui penguatan sektor hilir industri.

Namun demikian, upaya hilirisasi di masa lalu sering kali gagal akibat lemahnya kerja sama antara petani dan industri. Ketidakstabilan pasokan bahan baku menjadi pelajaran penting bahwa produksi saja tidak cukup tanpa sistem kemitraan yang mengikat. Dengan demikian, penguatan industri harus melibatkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Ateng menilai kehadiran Koperasi Produsen Upland Subang Farm dapat menjadi model baru dalam memperkuat kelembagaan petani lokal. Koperasi ini telah menunjukkan kinerja positif dengan keberhasilan menembus pasar ekspor manggis senilai miliaran rupiah. Selanjutnya, lembaga ini berencana membangun unit pengolahan nanas sebagai langkah nyata percepatan hilirisasi.

Meskipun begitu, keterbatasan modal kerja masih menjadi kendala utama koperasi dalam menyerap hasil panen petani secara optimal. Ateng mendorong Pemerintah Kabupaten Subang untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan korporasi agribisnis berpengalaman. Kemitraan yang terstruktur akan menjaga keberlanjutan industri sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani.

Recent Posts