PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.
Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.
Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.
Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.
Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.
“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.
Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).
PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.
Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
suarasubang.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini telah menuntaskan upaya BPBD Subang petakan wilayah rawan bencana. Pemetaan ini mencakup identifikasi daerah berpotensi krisis air bersih serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Subang, Enda, menjelaskan bahwa petugas menyusun data berdasarkan referensi BMKG. Selain itu, tim gabungan telah memverifikasi laporan langsung dari lapangan untuk memastikan titik koordinat yang akurat.
Titik Fokus Pengawasan Bencana
Pemerintah daerah memberikan perhatian utama pada wilayah pesisir utara dan area pegunungan. Kecamatan Blanakan, Compreng, Sagalaherang, dan Jalancagak masuk dalam kategori sangat rawan karena sumber air mulai berkurang.
Debit air pada sumur dan embung warga di kawasan tersebut sudah menunjukkan penurunan signifikan. Oleh karena itu, kondisi ini memerlukan pengawasan ketat guna mencegah dampak kekeringan yang lebih luas bagi penduduk.
Petugas juga mewaspadai ancaman kebakaran pada lahan kosong serta area pertanian di seluruh wilayah. Angin kencang dan keberadaan material kering dapat memicu api dengan sangat cepat jika masyarakat tidak waspada.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Personel
Enda secara tegas meminta warga untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan menggunakan api. Tindakan tersebut sangat berbahaya karena berpotensi memicu bencana besar yang sulit terkendali.
Saat ini, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan PDAM, PMI, dan para relawan untuk penyaluran air bersih. Mereka juga mendirikan posko siaga di kecamatan rawan agar bantuan dapat mencapai warga dengan lebih cepat.
Personel Tagana dan Damkar tetap bersiaga selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi setiap laporan darurat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera mendistribusikan pasokan air setiap kali terjadi krisis di pemukiman warga.
Masyarakat sebaiknya mulai menghemat penggunaan air bersih serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Kesiapsiagaan bersama secara gotong royong menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kemarau panjang tahun ini.
suarasubang.com – PT Tracon Industri mengalokasikan investasi Tracon Industri Subang sebesar Rp 7,7 miliar untuk memperluas fasilitas produksinya. Perusahaan membangun workshop dan warehouse tambahan di Kawasan Industri Intijaya guna meningkatkan kapasitas layanan sektor industri.
Fasilitas baru tersebut memiliki luas bangunan sekitar 990 meter persegi. Nantinya, area ini akan mendukung aktivitas fabrikasi, pemeliharaan, hingga penyimpanan material proyek secara terintegrasi.
Direktur Utama PT Tracon Industri, Muhammad Badri Halim, menyebut pengembangan ini sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni sangat penting untuk mendukung produktivitas, efisiensi, dan kecepatan solusi bagi pelanggan.
Mendukung Efisiensi Operasional
Ekspansi tersebut merupakan kelanjutan dari pembangunan tahap pertama yang berlangsung pada tahun 2025 lalu. Sebelumnya, perusahaan telah membangun gudang di atas lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan 324 meter persegi.
Ke depannya, workshop baru akan berfungsi sebagai pusat kegiatan teknik dan perawatan mesin. Sementara itu, perluasan gudang bertujuan meningkatkan kapasitas penyimpanan peralatan agar pengelolaan logistik menjadi lebih efisien.
Proses pembangunan investasi Tracon Industri Subang ini ditargetkan selesai dan beroperasi penuh pada awal Desember 2026. Meskipun mengejar target waktu, Tracon Industri tetap menjamin penerapan standar keselamatan kerja yang ketat selama masa konstruksi.
suarasubang.com – Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto meninjau kesiapan lahan penanaman bibit bawang putih di Desa Ciater, Kabupaten Subang, Kamis (6/8/2026). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendukung penguatan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi lahan produktif.
Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto menyambut langsung kedatangan jajaran Polda Jabar tersebut. Selain itu, perwakilan PTPN Regional 2, Dinas Pertanian, serta kelompok tani setempat turut hadir dalam diskusi lapangan ini.
Sinergi Pengelolaan Lahan Produktif
Agenda utama kegiatan mencakup diskusi mendalam mengenai pola pengelolaan bibit bawang putih. Para pemangku kepentingan membahas kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan PTPN untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Setelah berdialog, Kapolda Jabar bersama rombongan melihat langsung area yang akan menjadi lokasi penanaman. Langkah ini memastikan seluruh sarana maupun prasarana pendukung telah siap operasional guna menyukseskan program pemerintah.
Sebagai bentuk kepedulian, Irjen Pol. Pipit Rismanto menyerahkan bingkisan kepada perwakilan kelompok tani. Selanjutnya, ia membuka sesi diskusi untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pengembangan komoditas bawang putih di wilayah Subang.
Komitmen Polri dalam Ketahanan Pangan
Kapolres Subang menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal seluruh kebijakan strategis pemerintah di bidang pertanian. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Pihak kepolisian berkomitmen memberikan dukungan penuh agar target swasembada pangan dapat tercapai secara maksimal. Melalui kolaborasi yang kuat, pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Subang diharapkan semakin tangguh di masa depan.
Subang Kota Mobil Listrik Asia Tenggara – Suarasubang. Masuknya raksasa otomotif global ke Kabupaten Subang bukan lagi sekadar wacana. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, komitmen investasi BYD mencapai Rp 16 triliun untuk membangun pabrik berkapasitas 150.000 unit per tahun. Di sisi lain, VinFast juga telah menginvestasikan lebih dari USD 300 juta pada Fase 1 dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun.
Kapasitas total perakitan yang mencapai 200.000 unit kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) per tahun ini memunculkan satu pertanyaan kritis bagi pemerintah: Apakah Subang hanya akan menjadi “tuan rumah” yang menyewakan lahan dan tenaga kerja, atau bertransformasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok ekonomi hijau Asia Tenggara?
Jika pendekatannya masih konvensional, triliunan rupiah nilai tambah ekonomi akan mengalir keluar daerah. Subang membutuhkan strategi terintegrasi yang menyentuh urat nadi perekonomian lokal: tata kelola data, agribisnis, pendidikan, pariwisata, hingga digitalisasi kawasan.
1. Tata Kelola Kebijakan Berbasis Analitik Data (Data-Driven Policy) Kehadiran mega-pabrik EV ini akan memicu ledakan populasi pekerja dan lonjakan arus logistik menuju Pelabuhan Patimban, yang pada Fase I-2 dirancang untuk menangani hingga 600.000 unit CBU (Completely Built Up) per tahun.
Pemerintah tidak bisa lagi membuat kebijakan berdasarkan asumsi. Diperlukan integrasi analitik data presisi untuk memetakan kapasitas jalan, kebutuhan energi, dan tata ruang. Melalui visualisasi data geospasial yang akurat, pemerintah dapat menawarkan proyek infrastruktur sekunder kepada investor dengan basis angka yang transparan.
2. Sinergi Manufaktur dan Agribisnis: Mengubah Paradigma B2B Subang adalah lumbung pangan nasional dengan produksi padi menembus 1 juta ton GKG (Gabah Kering Giling). Sangat disayangkan jika industri manufaktur dan agribisnis berjalan terpisah.
Pemerintah dapat memfasilitasi kemitraan B2B strategis. Riset BloombergNEF menunjukkan transisi ke armada logistik EV berpotensi memangkas biaya operasional hingga 30-40%. Dengan memetakan jalur distribusi secara valid, pemerintah dapat mengintegrasikan rute logistik hasil panen menggunakan kendaraan niaga listrik yang terhubung dengan stasiun pengisian daya (charging station), menciptakan ketahanan pangan yang efisien dan bebas emisi.
3. Revolusi Vokasi Pendidikan: Menyiapkan SDM untuk ‘Green Jobs’ Transisi menuju industri EV tidak hanya membutuhkan tenaga perakit manual, tetapi juga teknisi mekatronika, spesialis perangkat lunak otomotif, hingga analis data produksi. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memproyeksikan transisi energi akan menciptakan jutaan lapangan kerja hijau (green jobs) baru.
Pemerintah Kabupaten Subang harus segera menginisiasi Subang EV & Robotics Academy dengan menggandeng SMK, politeknik lokal, dan pusat R&D dari pabrik EV. Kurikulum vokasi harus dirombak agar selaras dengan kebutuhan industri 4.0. Tanpa upskilling besar-besaran, pemuda lokal Subang hanya akan menjadi penonton di tanah sendiri atau terjebak sebagai pekerja kasar, sementara posisi strategis diisi oleh tenaga ahli dari luar daerah.
4. Pariwisata Berkelanjutan (Green Eco-Tourism): Menyatukan Utara dan Selatan Subang memiliki dikotomi geografis yang unik: kawasan utara berpusat pada industri dan pelabuhan, sementara kawasan selatan (seperti Ciater dan perkebunan teh) adalah surga pariwisata alam. Industri EV dapat menjadi jembatan penghubung keduanya melalui konsep Green Eco-Tourism.
Pemerintah dan pelaku pariwisata dapat mengadopsi armada shuttle listrik inter-destinasi wisata di Subang Selatan. Lebih dari itu, limbah Second-Life Battery (baterai bekas EV dari pabrik di utara yang masih memiliki kapasitas 70-80%) dapat dimanfaatkan sebagai jaringan penyimpanan energi (Energy Storage System) bertenaga surya untuk hotel dan eco-resort di selatan. Ini adalah perwujudan ekonomi sirkular yang akan menjadi daya tarik pariwisata bertaraf internasional.
5. Digitalisasi Branding: Subang sebagai “Green Investment Hub” Di era digital, reputasi daerah tidak dibangun melalui brosur fisik, melainkan kampanye digital marketing berbasis ROI (Return on Investment). Pemerintah daerah perlu me-rebranding Subang secara global. Target kampanye B2B ini harus diperluas ke perusahaan software, pabrik daur ulang baterai, hingga penyedia teknologi IoT (Internet of Things). Dengan optimasi kampanye yang menargetkan pemodal asing, Subang dapat memposisikan dirinya setara dengan pusat teknologi hijau dunia.
Menjadi “Kota Mobil Listrik” adalah peluang emas sekaligus tantangan tata kelola. Dengan memaksimalkan analisis data untuk tata ruang, membangun jembatan B2B agribisnis, merevolusi pendidikan vokasi, mengintegrasikan pariwisata berkelanjutan, dan menjalankan strategi digital branding global, Subang tidak hanya akan merakit masa depan otomotif dunia, tetapi juga memetik keuntungan maksimal darinya.
Yayan Mulyana – Bridging storytelling and data-driven marketing for brand growth.
suarasubang.com – BPBD Kabupaten Subang menggandeng Tagana dan Damkar untuk mulai menggelar patroli rutin di wilayah rawan. Agenda utama tim gabungan ini adalah melaksanakan Patroli Karhutla Subang guna mengantisipasi potensi kebakaran dan kekeringan. Langkah preventif tersebut bertujuan melindungi warga dari dampak buruk musim kemarau panjang tahun 2026.
Fokus Pengawasan di Wilayah Rawan
Petugas memusatkan perhatian pada Kecamatan Sagalaherang, Jalancagak, Ciater, dan wilayah Subang Kota. Lokasi-lokasi ini memiliki banyak semak belukar yang mengering serta sumber air yang mulai menyusut signifikan. Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Subang, Enda, menyebut pemetaan dilakukan berdasarkan data curah hujan dan histori kejadian sebelumnya.
Selain berpatroli, tim gabungan juga melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat dan kelompok tani. Warga mendapat peringatan agar tidak membakar sampah secara terbuka demi menghindari risiko kebakaran besar. Keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman si jago merah.
Kesiagaan Personel dan Infrastruktur
Pihak BPBD telah menyiapkan armada tangki air serta peralatan pemadaman lengkap di setiap posko kecamatan. Seluruh personel disiagakan selama 24 jam penuh untuk memberikan respons cepat terhadap laporan dari masyarakat. Pemerintah juga memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, serta para relawan untuk memperkokoh koordinasi lapangan.
Program pencegahan ini diharapkan mampu meminimalkan dampak bencana kemarau di seluruh wilayah Kabupaten Subang. Masyarakat pun diimbau untuk lebih hemat dalam menggunakan air bersih setiap harinya. Upaya bersama ini merupakan prioritas utama pemerintah dalam menjamin keselamatan publik selama musim kering.
suarasubang.com – Pertemuan hangat antara Kapolres dan Danlanud Subang berlangsung di Markas Lanud Suryadarma pada Rabu (5/8/2026). Sambil menikmati kopi, AKBP Andi Purwanto dan Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie membahas penguatan keamanan wilayah.
Suasana pertemuan tersebut terasa cair dan penuh keakraban meski sedang membahas tugas negara. Para perwira dari kedua instansi pun tampak berbaur tanpa sekat selama acara berlangsung.
Komitmen Menjaga Keamanan Subang
AKBP Andi Purwanto menegaskan bahwa silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan layaknya saudara. Beliau berharap Kapolres dan Danlanud Subang bisa terus saling menjaga dan membantu demi kepentingan masyarakat.
Selain itu, kekompakan aparat di tingkat pimpinan akan memberikan dampak positif langsung di lapangan. Masyarakat tentu akan merasa lebih aman saat melihat TNI dan Polri bekerja sama dengan solid.
Sementara itu, Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie menyambut baik kunjungan langsung jajaran Polres Subang tersebut. Ia menilai komunikasi tatap muka jauh lebih efektif daripada sekadar berkoordinasi melalui pesan singkat.
Danlanud menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi menjaga keamanan wilayah udara maupun darat. Langkah tersebut memastikan pengamanan di Kabupaten Subang tetap berjalan dalam satu komando yang terintegrasi.
Sebagai penutup, acara berakhir dengan sesi foto bersama serta ramah tamah yang santai. Kapolres menekankan bahwa menjaga keamanan membutuhkan pendekatan hati agar silaturahmi ini terus berlanjut.
Trik Klasik & Digital Marketing di Toko Elektronik Subang – suarasubang. Di tengah gempuran online beberapa pemilik toko fisik merasa terancam. Apalagi untuk sektor ritel elektronik lokal di Subang, persaingan harga di dunia maya seringkali membuat nyali ciut. Apakah benar toko fisik sudah kehilangan tempatnya?
Sama sekali tidak, kuncinya terletak pada kemampuan mengawinkan strategi pemasaran old school marketing dengan eksekusi digital marketing yang inovatif serta berlandaskan data.
Bangun Kedekatan yang Tidak Dimiliki Toko Online Keunggulan utama toko lokal adalah interaksi manusia. Strategi ini sangat relevan dengan budaya masyarakat yang menjunjung tinggi kekerabatan atau guyub. Marketplace menawarkan gratis ongkos kirim, tetapi toko Anda bisa memberikan layanan pemasangan alat langsung di rumah pelanggan. Berikan layanan ekstra jika barang bermasalah dan tawarkan layanan penjemputan dan penukaran unit di rumah konsumen.
Promosi Fisik yang Tepat Guna Membagikan pamflet atau brosur kertas di jalanan kini kurang efektif dan sering berakhir di tempat sampah. Beralihlah ke media fisik yang fungsional. Bagikan stiker magnet kulkas berdesain menarik dengan tulisan call-to-action yang jelas “Mesin Cuci Bermasalah? Hubungi Toko Elektronik Kami”, Saat perangkat elektronik bermasalah, kontak toko Anda adalah hal pertama yang dilihat oleh pemilik rumah karena sudah menempel secara fisik di rumah mereka.
Content Marketing Nyeleneh di Media Sosial Tinggalkan pola lama yang hanya mengunggah foto katalog produk dan daftar harga. Buat video yang memperlihatkan kekuatan produk secara menghibur. Misalnya, menguji blender tangguh dengan menghancurkan es batu ukuran besar. Bagikan tips ringan yang sering dicari orang, seperti cara merawat AC agar tetap dingin atau fakta seputar penggunaan alat elektronik saat hujan petir.
Google Ads Hyper-Local Pengelolaan anggaran iklan harus dilakukan dengan presisi. Alih-alih memasang baliho mahal yang efektivitasnya sulit diukur, manfaatkan mesin pencari dengan penargetan super spesifik. Atur kampanye iklan agar hanya muncul pada perangkat calon pembeli yang berada dalam radius 5 hingga 10 kilometer dari lokasi toko.Targetkan pencarian spesifik seperti “toko elektronik terdekat di Subang” atau “jasa pasang AC”. Anda hanya membayar untuk trafik konsumen yang memang sudah berniat untuk melakukan transaksi.
Implementasi WhatsApp CRM Data penjualan harian adalah aset berharga dan Lakukan digitalisasi pencatatan seperti Google Sheets.. Nama pelanggan, nomor WhatsApp, barang yg dibeli, dan tanggal transaksi .Gunakan data tsb utk memprediksi kebutuhan pelanggan. Kirimkan pesan proaktif yang menawarkan layanan cuci AC dengan harga khusus pelanggan setia
Memenangkan pasar lokal di era digital bukan berarti harus mengadopsi teknologi yang rumit tetapi kecerdasan membaca data dan memanfaatkannya untuk memperkuat sisi humanis dari pelayanan toko Anda.
Penulis :
Yayan Mulyana – Bridging storytelling and data-driven marketing for brand growth.
suarasubang.com – Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menghadiri Rapat Paripurna DPRD pada Senin (3/8/2026). Ia memberikan jawaban resmi terkait Perubahan Bupati Subang KUA-PPAS 2026 serta Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Rey mengapresiasi berbagai pandangan umum dan saran dari seluruh fraksi DPRD. Baginya, masukan tersebut merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berpihak pada rakyat.
Penyusunan Bupati Subang KUA-PPAS 2026 ini tetap mempertimbangkan dinamika fiskal serta kebutuhan prioritas pembangunan daerah. Selain itu, pemerintah daerah menyelaraskan kebijakan anggaran dengan aturan pemerintah pusat yang memengaruhi keuangan wilayah.
Di samping pembahasan anggaran, Bupati juga menyoroti pentingnya Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Regulasi ini akan menjadi landasan hukum yang kuat untuk meningkatkan pembinaan atlet berprestasi di Kabupaten Subang.
Melalui aturan tersebut, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam budaya hidup sehat dapat terus meningkat. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui olahraga.
Pemerintah Kabupaten Subang berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan DPRD dalam menghasilkan kebijakan yang bermutu. Kerja sama yang harmonis ini menjadi kunci utama untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
suarasubang.com – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Subang pada Senin (3/8/2026). Agenda utama pertemuan tersebut adalah penyampaian jawaban pemerintah terkait Bupati Subang KUA-PPAS 2026 serta Rancangan Perda Penyelenggaraan Keolahragaan.
Dalam rapat tersebut, Kang Rey memberikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas pandangan umum yang mereka sampaikan. Beliau menilai masukan legislatif sangat penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berpihak pada rakyat.
Penyesuaian Anggaran dan Program Prioritas
Kang Rey menjelaskan bahwa penyusunan perubahan Bupati Subang KUA-PPAS 2026 memperhatikan kondisi fiskal daerah yang dinamis. Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kebutuhan pembangunan yang mendesak serta kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.
Terkait bidang olahraga, Bupati menekankan pentingnya regulasi baru sebagai landasan hukum pembinaan atlet di masa depan. Aturan tersebut bertujuan meningkatkan prestasi sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan budaya hidup sehat melalui olahraga.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan DPRD. Langkah ini bertujuan menghasilkan kebijakan berkualitas guna mempercepat pembangunan di wilayah Subang.
Kerja sama yang harmonis antara kedua lembaga diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, kebijakan Bupati Subang KUA-PPAS 2026 akan berjalan lebih optimal demi kemajuan daerah.
suarasubang.com — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi memimpin agenda Pelantikan Pejabat Subang di SDN Serangsari, Cipunagara, pada Senin (3/8/2026). Beliau didampingi oleh Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi saat mengambil sumpah jabatan para pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan ini melibatkan berbagai tingkatan posisi, mulai dari Pejabat Tinggi Pratama hingga Pejabat Fungsional.
Rincian Pelantikan Pejabat di Cipunagara
Pemerintah daerah melantik sejumlah ASN untuk mengisi posisi strategis guna memperkuat kinerja organisasi. Pada tingkatan Eselon IIB, terdapat empat orang yang menjalani mutasi jabatan secara resmi. Selain itu, komposisi Eselon IIIA terdiri dari empat orang promosi dan sembilan orang mutasi.
Pergerakan jabatan juga terjadi pada level Eselon IIIB dengan rincian 11 orang promosi serta 10 orang mutasi. Selanjutnya, terdapat delapan orang promosi dan enam orang mutasi untuk pengisian jabatan Eselon IVA. Terakhir, bupati melantik 11 orang pejabat fungsional sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi.
Rotasi dan Mutasi Bukanlah Hukuman
Kang Rey menegaskan bahwa rotasi serta mutasi bertujuan utama untuk memperkuat struktur internal organisasi. Langkah ini sekaligus memberikan ruang bagi kader-kader terbaik untuk terus berkembang dalam karier mereka. Beliau mengingatkan para pejabat bahwa jabatan merupakan sebuah amanah besar yang harus mereka pertanggungjawabkan.
“Promosi bukan penghargaan atas kedekatan, mutasi bukan hukuman, dan rotasi bukanlah bentuk ketidakpercayaan,” tegas Kang Rey dalam sambutannya. Beliau menambahkan bahwa jabatan bukanlah hadiah yang bisa didapatkan dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, setiap ASN wajib menjalankan tugasnya dengan dedikasi tinggi demi kepentingan publik.
Budaya Kerja Ngabret untuk Masyarakat
Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk menjadikan “Ngabret” sebagai budaya kerja yang konsisten. Istilah ini merujuk pada kerja yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat serta akuntabel. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan kehadiran nyata serta manfaat dari setiap kebijakan pemerintah daerah.
Sebagai penutup, Kang Rey berpesan agar momen ini dijadikan sebagai titik awal pengabdian yang lebih tulus. Beliau memperingatkan bahwa kinerja para pejabat akan selalu dipantau secara berkala oleh pimpinan. Jika performa kerja dinilai tidak baik, pimpinan tidak akan segan untuk melakukan evaluasi kembali di masa mendatang.