Beranda blog

Jalan Pagaden–Subang Diperbaiki, Aspal Baru Ditargetkan Setebal 10 cm

Jalan Pagaden Subang aspal 10 cm

Subang – Proyek pengaspalan ruas jalan provinsi di Pagaden, Kabupaten Subang, kini memasuki fase lanjutan dengan target lapisan aspal baru yang lebih tebal. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan ketebalan permukaan aspal mencapai 10 cm untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Pengerjaan dimulai sejak Sabtu sore, 10 Januari 2026, sebagai tindak lanjut dari pengaspalan pekan sebelumnya. Pelaksana proyek menyebut penguatan permukaan itu penting agar jalur vital ini lebih tahan terhadap beban lalu lintas dan cuaca ekstrem.

Ruas Pagaden–Subang menjadi jalur penting penghubung bagi warga dan kendaraan angkutan di wilayah utara Kabupaten Subang. Perbaikan ini juga merupakan bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur jalan provinsi yang selama ini menjadi sorotan publik.

Kondisi itu memicu keprihatinan warga karena tanah yang menempel di permukaan aspal bisa mengurangi daya rekat material dan berisiko mempercepat kerusakan. Insiden terjadi dekat akses keluar-masuk kuari tambang di Pagaden, sekitar pukul 03.00 WIB.

Meski progresnya sudah terlihat, pekerjaan pengaspalan sempat menghadapi tantangan teknis. Pada Minggu (11/1) dini hari, ceceran tanah merah dari truk angkutan tambang mencemari lapisan aspal yang baru digelar di Desa Sukamulya, hanya sekitar tiga jam setelah penghamparan.

Perbaikan ruas ini menjadi sorotan lantaran Jalan Pagaden–Subang selama ini juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah provinsi untuk memperbaiki kualitas jalur. Peningkatan ketebalan aspal diharapkan memperkuat daya tahan jalan dalam jangka panjang.

Pelaku Pembunuhan Warga Toraja di Subang Akhirnya Ditangkap Polisi

pembunuhan warga Toraja di Subang

Subang – Tim kepolisian dari Polres Subang menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Hengky Rumba (66), warga Toraja yang ditemukan tewas di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Penangkapan berlangsung pada Sabtu malam, 10 Januari 2026, setelah penyelidikan intensif.

Korban pertama kali ditemukan warga di kebun nangka Kampung Munjul, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy pada 3 Januari 2026 siang. Jasad Hengky penuh luka, terutama di bagian leher dan wajah, sehingga polisi menduga kuat peristiwa itu adalah pembunuhan.

Polisi langsung membawa terduga pelaku ke Mapolres Subang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini penyidik masih mendalami peran dan motif di balik tindakan tersebut, termasuk kemungkinan motif ekonomi.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (P) Drs Frederik Kalalembang, menyambut baik kabar penangkapan ini. Ia menyatakan proses penyidikan harus berjalan profesional dan memberikan ruang kepada polisi untuk mengungkap fakta secara menyeluruh.

Frederik juga mengapresiasi kerja cepat aparat dan menegaskan pentingnya kebenaran terungkap untuk keadilan korban serta keluarga. “Yang terpenting, kebenaran harus terungkap dan keadilan bagi korban serta keluarganya benar-benar ditegakkan,” ujarnya.

Resmi Jabat Sekwan DPRD Subang, Enang Supriatna dan 7 Pejabat Eselon II Dilantik

Pelantikan Pejabat Subang

H. Enang Supriatna, S.IP.MM akhirnya resmi menduduki kursi definitif Sekretaris DPRD (Sekwan) Subang. Ia dilantik bersama tujuh pejabat Jabatan Tinggi Pratama (JPT) Eselon II lainnya di lingkungan Pemkab Subang. Prosesi sakral ini berlangsung di Amphiteater Tugu Benteng Pancasila Alun-alun Subang, Jumat (9/1/2026).

Enang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekwan. Untuk mencapai posisi puncak ini, ia berhasil menyisihkan dua kandidat kuat lainnya. Pesaing tersebut adalah Agus Rahmat S.,AP (Kabag Umum Pemkab Subang) dan Tian Muhartianto, ST.,MM (Sekdis DPMPTSP).

Rekam jejak Enang di lingkungan legislatif Subang terbilang matang. Pada tahun 2024, ia sempat dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan. Kala itu, ia mengisi kekosongan jabatan setelah H. Ujang Sutrisna, S.AP memasuki masa pensiun.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan tersebut. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa jabatan baru ini membawa beban moral yang berat.

“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas,” ujar Kang Rey, sapaan akrab Bupati.

Kang Rey menuntut para pejabat anyar ini segera beradaptasi dan bekerja cepat. Ia meminta adanya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi warga Subang. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama yang ditekankan Bupati.

“Pejabat yang dilantik hari ini diharapkan mampu memperkuat kinerja perangkat daerah, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, dan memberikan pelayanan yang semakin responsif dan akuntabel kepada masyarakat,” pesannya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan transparansi dalam proses rotasi, mutasi, dan promosi kali ini. Ia memastikan seluruh tahapan berjalan normatif sesuai aturan yang berlaku tanpa intervensi negatif.

“Semua ini saya pilih berdasarkan rekomendasi pansel, dan saya pilih berdasarkan hasil wawancara saya terakhir yang di dampingi pak Sekda, pak Asda 3, dan pak Kepala BKPSDM. Jadi prosesnya terbuka,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Kang Rey melontarkan peringatan keras mengenai budaya kerja di pemerintahannya. Ia ingin hasil kerja nyata, bukan gratifikasi.

“Sogok saya dengan kinerja, bukan dengan uang agar masyarakat Kabupaten Subang bisa merasakan betul hadirnya Pemerintah Daerah Kabupaten Subang,” pungkasnya.

Selain Enang Supriatna yang menjabat Sekwan, berikut daftar tujuh pejabat lain yang dilantik:

  1. Saeful Arifin – Kepala Dinas Sosial.
  2. Andri Mulya Priatna – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
  3. Agung Nugroho – Kepala Dinas Perikanan.
  4. Deni Achmad Abdul Rachman – Kepala Dinas Pertanian.
  5. Indratno Bayu Aji – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan.
  6. Filbert Gunadi Hasugian – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP).
  7. Ahmad Amin – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Awal Tahun Cemerlang, Samsat Subang Berhasil Kantongi Pendapatan Rp5 Miliar

Pendapatan Samsat Subang 2026

SUBANG – Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Subang atau Samsat Subang mencatatkan performa impresif pada pembukaan tahun 2026. Hanya dalam beberapa hari pertama di bulan Januari, realisasi pendapatan pajak kendaraan bermotor telah menembus angka Rp5 miliar.

Capaian ini menunjukkan tingginya tingkat kesadaran warga Subang dalam memenuhi kewajiban pajak mereka di awal tahun. Tren positif ini diharapkan terus berlanjut guna mendukung target pendapatan daerah yang telah ditetapkan untuk sepanjang tahun berjalan.

Kepala Samsat Subang menyampaikan bahwa perolehan tersebut berasal dari gabungan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kemudahan akses melalui berbagai kanal pembayaran digital turut andil dalam mempercepat laju pendapatan ini.

“Alhamdulillah, di awal tahun 2026 ini antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat realisasi pendapatan kita sudah menyentuh angka Rp5 miliar lebih,” ungkap pihak Samsat Subang, Sabtu (10/1/2026).

Guna mempertahankan momentum ini, Samsat Subang terus mengoptimalkan layanan jemput bola melalui program Samsat Keliling (Samling). Selain itu, koordinasi dengan pihak kepolisian dan Jasa Raharja diperkuat untuk memberikan pelayanan yang terintegrasi dan transparan bagi wajib pajak.

Layanan di kantor induk juga dipastikan tetap prima dengan mengedepankan kecepatan proses dan kenyamanan warga. Pihak Samsat mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan berbagai inovasi layanan agar terhindar dari keterlambatan pembayaran pajak yang berakibat denda.

Capaian awal tahun ini menjadi indikator penting bagi stabilitas fiskal daerah, di mana pajak kendaraan bermotor masih menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di wilayah Jawa Barat.

Harapan Baru Pasangan Lansia di Subang, Dua Bulan Hidup di Tenda Usai Rumah Ambruk

Lansia Subang Tinggal di Tenda

SUBANG – Secercah harapan akhirnya menghampiri pasangan lansia, Abah Enju (70) dan Mak Ipah (65), warga Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Setelah dua bulan terpaksa bertahan hidup di dalam tenda darurat, mereka kini dijanjikan bantuan perbaikan rumah oleh pemerintah setempat.

Nasib malang menimpa pasangan ini ketika rumah kayu yang mereka huni puluhan tahun ambruk rata dengan tanah akibat lapuk dan terjang hujan deras. Tanpa biaya untuk membangun kembali, mereka terpaksa mendirikan tenda alakadarnya di atas puing bangunan rumah lama.

Kondisi ini sempat menyita perhatian publik karena kedua lansia tersebut harus kedinginan saat hujan dan kepanasan saat siang hari. Selama di tenda, mereka hanya mengandalkan bantuan makanan dari tetangga sekitar dan kerabat dekat yang peduli dengan kondisi mereka.

Merespons situasi memprihatinkan ini, Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Sosial dan pemerintah desa setempat mulai melakukan verifikasi lapangan. Langkah ini menjadi titik terang bagi Abah Enju dan Mak Ipah untuk kembali memiliki hunian yang layak dan aman.

Pihak desa memastikan bahwa bantuan stimulan untuk renovasi rumah atau program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) sedang diupayakan secepat mungkin. Selain bantuan material, semangat gotong royong warga desa juga disiapkan untuk membantu proses pembangunan kembali rumah tersebut.

Kini, Abah Enju dan Mak Ipah hanya bisa berharap janji tersebut segera terealisasi sebelum musim hujan mencapai puncaknya. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu mengakhiri penderitaan mereka yang telah berbulan-bulan tinggal di hunian yang tidak manusiawi.

Resmi Dilantik, Delapan Kepala Dinas Hasil Open Bidding Perkuat Jajaran Pemkab Subang

Pelantikan Kepala Dinas Pemkab Subang

SUBANG – Gerbong mutasi dan promosi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang kembali bergulir. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, resmi melantik delapan pejabat eselon II hasil seleksi terbuka (open bidding) di Aula Gedung GKP, Jumat (9/1/2026).

Pelantikan ini menjadi langkah krusial dalam mengisi kekosongan jabatan strategis guna mengakselerasi program pembangunan daerah. Salah satu posisi yang menarik perhatian adalah Sekretaris DPRD Subang, yang kini resmi dijabat oleh H. Enang Supriatna.

Bupati Reynaldy menegaskan bahwa seluruh pejabat yang terpilih telah melalui proses seleksi yang ketat, transparan, dan kompetitif. Ia berharap para kepala dinas baru ini membawa inovasi segar dalam meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat Subang.

“Pelantikan ini merupakan hasil dari proses panjang open bidding untuk memastikan bahwa posisi strategis diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi,” ujar Bupati Reynaldy dalam sambutannya.

Selain Sekretaris DPRD, pelantikan ini juga mengisi posisi pimpinan di beberapa instansi vital. Di antaranya adalah Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Bupati berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera melakukan adaptasi dan tancap gas menjalankan program kerja tahun 2026. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-OPD demi mewujudkan visi pembangunan Subang yang lebih maju.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan anggota DPRD, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Subang.

Pesona Curug Mugiri, “Hidden Gem” Air Terjun 60 Meter di Subang yang Tengah Viral

Wisata Curug Mugiri Subang

SUBANG – Kabupaten Subang kembali memperkenalkan destinasi wisata alam yang memukau. Curug Mugiri, sebuah air terjun setinggi 60 meter yang tersembunyi di Kampung Arjasari, Desa Cikujang, Kecamatan Serangpanjang, kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Terletak di tengah hutan yang masih asri, Curug Mugiri menawarkan suasana pegunungan yang sejuk dan alami. Keindahannya yang terekam dalam unggahan TikTok dan Instagram mengundang rasa penasaran banyak pelancong untuk datang langsung.

Untuk menikmati keajaiban alam ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 dan biaya parkir motor Rp 2.000. Akses menuju lokasi terbilang mudah karena berada di jalur provinsi yang menghubungkan Jalancagak-Wanayasa, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Petualangan dimulai dengan jalan kaki atau tracking sejauh 1,5 km dari pos tiket. Jalur yang landai namun tetap memberikan nuansa petualangan ini memakan waktu tempuh sekitar 30 menit melewati pemandangan hijau dan aktivitas petani lokal.

Seorang wisatawan, Usep, mengaku terkesan setelah menempuh perjalanan menuju lokasi. “Curug Mugiri ini FYP di TikTok, bikin saya penasaran. Dan alhamdulillah Curugnya indah banget, bisa memuaskan rasa penasaran saya,” ungkapnya, Rabu (7/1/2026).

Senada dengan Usep, Sri Indriyani merasa puas meski harus berjalan menembus hutan. Ia menyebut rasa lelah terbayar lunas begitu melihat kemegahan air terjun yang masih murni tersebut.

Saat ini, Curug Mugiri dikelola oleh Karang Taruna Desa Cikujang. Meski fasilitas pendukung seperti toilet dan mushala masih terbatas karena terkendala anggaran, pengelola berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan demi kenyamanan pengunjung.

Ketua Karang Taruna Desa Cikujang, Ian Triana, berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat agar destinasi ini berkembang maksimal. Pengelolaan yang baik diyakini dapat mendongkrak ekonomi masyarakat lokal dan menjadi ikon wisata baru di Subang Selatan.

Sejuk dan Terjangkau, Kafe Obos Taman Kodim Jadi Spot Nongkrong Favorit di Jantung Subang

Kafe Obos Taman Kodim Subang

SUBANG – Di tengah hiruk-pikuk pusat kota Subang, Kafe Obos yang terletak di Taman Teritorial Kodim 0605 Subang kini menjadi primadona bagi warga. Suasana sejuk di bawah rindangnya pepohonan sepanjang 100 meter menjadikan tempat ini lokasi favorit untuk bersantai maupun berburu kuliner.

Setiap harinya, kawasan ini selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai kalangan. Mulai dari karyawan yang sedang beristirahat, pencari kerja, hingga mereka yang sedang mengurus administrasi kependudukan di kantor-kantor pemerintahan sekitar.

Pilihan kuliner yang ditawarkan pun sangat beragam dan menggugah selera. Pengunjung dapat menikmati nasi timbel, soto, sate maranggi, hingga mie ayam dan bakso. Bagi yang sekadar ingin nongkrong, tersedia minuman segar seperti jus buah hingga es kelapa muda.

Santi Rahmawati, seorang pengunjung asal Pantura, mengaku sengaja menunggu antrean SKCK di Polres Subang sambil menikmati suasana Kafe Obos. Menurutnya, tempat ini jauh lebih nyaman dan sejuk dibandingkan harus menunggu di dalam ruangan.

Tak hanya suasananya yang asri, harga makanan di sini juga dikenal sangat ramah di kantong. Keunggulan lainnya adalah lokasinya yang sangat strategis, berdekatan dengan Polres Subang, Kodim, serta Disnakertrans, sehingga memudahkan warga yang memiliki keperluan di sana.

Kafe Obos sendiri berdiri di lahan milik Kodim Subang, namun dikelola secara terbuka oleh masyarakat umum. Para pedagang yang membuka stan atau gerobak di sana mengaku mendapatkan omzet yang stabil berkat ramainya pengunjung yang datang, terutama saat malam Minggu.

Saat malam hari, suasana berubah semakin estetik dengan hiasan lampu kerlap-kerlip yang mempercantik taman. Tak heran jika tempat ini terus menjadi pilihan utama warga Subang untuk melepas penat di pagi, siang, maupun malam hari.

Capaian Positif, Prevalensi Stunting di Kabupaten Subang Berhasil Turun 6,3 Persen

Prevalensi Stunting Kabupaten Subang

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang mencatatkan progres signifikan dalam upaya penanganan tengkes atau stunting. Berdasarkan data terbaru, angka prevalensi stunting di wilayah ini berhasil ditekan hingga mengalami penurunan sebesar 6,3 persen.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras lintas sektoral yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Penurunan angka tersebut menjadi indikator bahwa program intervensi gizi dan pola asuh yang dijalankan mulai menunjukkan hasil yang nyata di lapangan.

Pemerintah daerah melalui berbagai instansi terkait terus menggenjot edukasi bagi ibu hamil dan pemenuhan gizi bagi balita. Penanganan tidak hanya fokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga perbaikan sanitasi serta akses air bersih di kantong-kantong wilayah rentan.

Penurunan prevalensi sebesar 6,3 persen ini dipandang sebagai langkah besar menuju target nasional. Meski demikian, pemerintah menekankan bahwa capaian ini bukanlah titik akhir, melainkan motivasi untuk terus menurunkan angka stunting hingga mencapai target minimal.

Kolaborasi antara petugas kesehatan, kader posyandu, serta aparat desa menjadi kunci utama dalam memantau pertumbuhan anak secara berkala. Monitoring ketat terus dilakukan agar kasus baru dapat dicegah sedini mungkin melalui intervensi yang tepat sasaran.

Dengan tren positif ini, Kabupaten Subang diharapkan dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam percepatan penurunan stunting di Jawa Barat. Konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat dan pemenuhan nutrisi menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pastikan Tepat Sasaran, Dinsos Subang Verifikasi Langsung Warga Penerima Bantuan Pengobatan

Bantuan Pengobatan Dinsos Subang

SUBANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang menunjukkan komitmennya dalam memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan transparan. Tim Dinsos terjun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap warga yang mengajukan bantuan biaya pengobatan.

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memastikan bahwa pemohon benar-benar memenuhi kriteria dan sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah. Petugas mendatangi satu per satu kediaman warga untuk melihat kondisi kesehatan sekaligus kondisi ekonomi mereka secara langsung.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang melalui tim teknisnya menjelaskan bahwa verifikasi lapangan adalah prosedur wajib. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya data yang tidak akurat atau potensi bantuan yang salah alamat.

Bantuan pengobatan ini dikhususkan bagi masyarakat kurang mampu yang tidak terakomodasi sepenuhnya oleh layanan jaminan kesehatan umum. Dengan pengecekan langsung, pemerintah daerah ingin memberikan kepastian bahwa anggaran negara digunakan untuk menyelamatkan nyawa mereka yang membutuhkan.

Dalam kunjungan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada para pasien dan keluarganya. Interaksi langsung ini menjadi sarana bagi Dinsos untuk menyerap aspirasi warga terkait layanan sosial lainnya di Kabupaten Subang.

Respons positif datang dari masyarakat yang merasa diperhatikan oleh pemerintah daerah. Proses verifikasi yang cepat dan transparan diharapkan dapat mempercepat proses pencairan bantuan sehingga beban biaya pengobatan warga dapat segera teringankan.

Recent Posts