Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Dugaan Penyunatan Dana Program Makan Bergizi Gratis Subang di Cikaum

Program Makan Bergizi Gratis Subang

Program Makan Bergizi Gratis Subang kini menuai sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat luas. Banyak warga menemukan dugaan pemotongan anggaran paket makanan di wilayah Kecamatan Cikaum. Pelaksanaan program mulia ini seharusnya menjadi solusi jitu untuk pengentasan stunting nasional. Namun, praktik di lapangan justru menunjukkan indikasi minimnya akuntabilitas pengelolaan dana operasional.

Masalah utama saat ini berpusat pada Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari Cikaum 2. Fasilitas ini melayani 758 warga penerima manfaat secara rutin setiap hari kerja. Selanjutnya, mereka berpotensi menerima asupan nutrisi di bawah standar kelayakan gizi nasional. Oleh sebab itu, kondisi ini menimbulkan disparitas harga antara pagu dan realisasi.

Rincian Selisih Anggaran Paket Makanan Penerima Manfaat

Penelusuran dokumen memicu tanda tanya besar terkait akuntabilitas penggunaan dana operasional dapur. Pemerintah secara administratif menganggarkan paket balita sebesar Rp8.000 untuk setiap anak. Kemudian, pemerintah mengalokasikan Rp10.000 untuk setiap paket ibu hamil dan ibu menyusui. Bahkan, Asisten Lapangan SPPG Sindangsari, Fahri, berani membongkar rincian harga riil tersebut.

Kategori PenerimaPagu ResmiRealisasi RiilSelisih Dana
BalitaRp8.000±Rp6.057±Rp1.943
Ibu Hamil / MenyusuiRp10.000±Rp8.457±Rp1.543

Faktanya, angka realisasi tersebut menunjukkan selisih yang sangat merugikan para penerima manfaat. Paket balita rupanya hanya memiliki susu kotak 115 ml dan sebuah pisang Cavendish. Selain itu, paket ibu hamil hanya memiliki susu kotak 200 ml dan pisang. Tentu saja, akumulasi dana sisa ini berpotensi mencapai angka fantastis ke depannya.

Lemahnya Pengawasan dan Pelanggaran Surat Edaran

Sayangnya, buruknya manajemen pengawasan memperparah misteri pemotongan nilai paket makanan balita ini. Bahkan, Kepala Dapur SPPG Sindangsari Cikaum 2 absen saat awak media berkunjung. Alih-alih menetap, beliau memilih bepergian ke Bogor meninggalkan tanggung jawab operasional harian. Akibatnya, sikap ini mencerminkan lemahnya komitmen transparansi pengelola terhadap pelayanan publik kita.

Sementara itu, ahli gizi program bernama Sidik memberikan pembelaan normatif kepada publik. Selanjutnya, ia mengklaim jenis makanan tersebut telah memenuhi aturan kelompok kerja pakar. Meskipun demikian, kalkulasi nilai rupiah paket tetap anjlok jauh di bawah pagu. Jelas sekali, praktik ini terang-terangan melanggar aturan mutlak Surat Edaran Badan Gizi Nasional.

Padahal, aturan terbaru mewajibkan setiap SPPG menjamin kesesuaian nilai paket dan pagu. Oleh karena itu, warga mendesak aparat penegak hukum segera melakukan audit investigatif menyeluruh. Selain itu, Dinas Kesehatan wajib menindak tegas para oknum pencari keuntungan sepihak. Akhirnya, oknum tertentu tidak boleh merusak program pengentasan stunting demi kekayaan pribadi.

Hari Lahir Pancasila Subang: Momentum Refleksi dan Evaluasi Pelayanan

Hari Lahir Pancasila Subang

suarasubang.comHari Lahir Pancasila Subang tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus mengevaluasi kinerja pelayanan publik. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Subang, Selasa (2/6).

Acara ini mengusung tema besar “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai unsur daerah.

Pemerintah daerah memanfaatkan upacara fungsional ini untuk memberikan apresiasi nyata kepada instansi yang bekerja optimal bagi masyarakat. Langkah tersebut selaras dengan upaya menjadikan nilai-nilai luhur dasar negara sebagai pedoman praktis dalam melayani warga.

Melalui penyerahan penghargaan ini, bupati berharap seluruh aparatur sipil negara dapat meningkatkan kedisiplinan serta respons terhadap aduan publik.

Jajaran Petugas Upacara dan Penghargaan Medsos

Pelaksanaan upacara berjalan tertib dengan dukungan penuh dari jajaran personil Kepolisian Resor Subang dan anggota Paskibraka. Jabatan Perwira Upacara dipegang oleh Kabag Ops Polres Subang Kompol Yudi Sadikin, sementara Kanit Patroli Iptu Deden Mahrus Ali bertindak sebagai Komandan Upacara. Selanjutnya, pembacaan teks UUD 1945 dilakukan oleh M. Fadil, seorang anggota Paskibraka Provinsi Jawa Barat asal SMA Astha Hannas.

Pemerintah daerah juga mengumumkan hasil penilaian evaluasi aduan media sosial periode April dan Mei 2026 secara transparan. Dinas Kesehatan Kabupaten Subang berhasil meraih penghargaan sebagai Dinas Tersigap selama dua bulan berturut-turut karena respon cepatnya.

Sebaliknya, Badan Pendapatan Daerah dan DKUPP tercatat sebagai instansi yang kurang sigap dalam menindaklanjuti laporan warga. Pada tingkat wilayah, Kecamatan Jalancagak dan Kecamatan Patokbeusi sukses mengamankan predikat sebagai wilayah paling responsif.

Penguatan Literasi Melalui Lomba Perpustakaan Desa

Selain evaluasi kinerja pelayanan publik, pemerintah daerah juga menyerahkan penghargaan bagi pemenang lomba perpustakaan desa terbaik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat kualitas pendidikan masyarakat di tingkat akar rumput.

Kehadiran fasilitas literasi yang memadai di pedesaan dipercaya mampu mencetak generasi muda yang cerdas dan berdaya saing tinggi.

  • Juara 1: Desa Tambakmekar, Kecamatan Jalancagak
  • Juara 2: Desa Tanjungsiang, Kecamatan Tanjungsiang
  • Juara 3: Desa Cicadas, Kecamatan Sagalaherang
  • Harapan 1: Desa Simpar, Kecamatan Cipunagara
  • Harapan 2: Desa Bongas, Kecamatan Pamanukan
  • Harapan 3: Desa Gambarsari, Kecamatan Pagaden

Pihak panitia menetapkan Desa Tambakmekar dari Kecamatan Jalancagak sebagai pemenang utama karena inovasi pengelolaan bukunya yang sangat kreatif. Melalui kemenangan ini, desa tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi wilayah lain dalam mengembangkan pusat baca masyarakat.

Bupati terus mendorong optimalisasi penganggaran dana desa untuk sektor pendidikan demi menjamin masa depan anak-anak Subang yang lebih cerah.

Pancasila Sebagai Ideologi Hidup Generasi Muda

Saat membacakan pidato Kepala BPIP RI, Kang Rey menegaskan bahwa peringatan ini harus menjadi momen refleksi yang mendalam. Beliau mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi yang pesat bisa menyesatkan tanpa adanya arah moral yang kokoh. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat wajib menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam perilaku sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah.” — Bupati Subang, Kang Rey.

Unsur kepemudaan memegang peranan sentral sebagai penjaga masa depan komit kebangsaan Indonesia di tengah arus globalisasi. Nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan harus tetap mengalir dalam setiap denyut nadi seluruh lapisan anak bangsa.

Upacara ini ditutup dengan sesi foto bersama jajaran Forkopimda, termasuk Ketua DPRD Subang dan Kepala Kejaksaan Negeri Subang.

Kerjasama Strategis Politeknik Negeri Subang dan BYD Perkuat Vokasi

Kerjasama strategis Politeknik Negeri Subang

suarasubang.comKerjasama strategis Politeknik Negeri Subang (POLSUB) dengan raksasa otomotif global, BYD, kini resmi memasuki babak baru yang sangat menjanjikan. Kedua belah pihak menggelar pertemuan krusial di Kampus POLSUB pada Jumat (29/5/2026) lalu.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang modern. Melalui sinergi ini, kurikulum kampus akan diselaraskan dengan kebutuhan industri kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat di Indonesia.

Langkah taktis ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan agar siap kerja. Dari pihak kampus, Wakil Direktur Bidang Akademik, Wiwik Endah Rahayu, memimpin langsung jalannya diskusi produktif ini.

Sementara itu, pihak BYD mengutus School Enterprise Cooperation Supervisor, Kaikui Huang, sebagai perwakilan resmi perusahaan. Kehadiran para petinggi ini menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki nilai yang sangat penting bagi kedua institusi.

Implementasi Program BYD Order Class untuk Mahasiswa

Salah satu agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah program BYD Order Class. Konsep kelas industri ini telah terbukti sukses diterapkan oleh produsen mobil listrik asal Tiongkok tersebut di berbagai negara.

Melalui skema ini, perusahaan akan memberikan pendampingan intensif bagi mahasiswa untuk menguasai teknologi otomotif mutakhir. Mahasiswa akan mendapatkan materi kuliah khusus yang dirancang langsung oleh para insinyur senior dari pabrik manufaktur.

Kaikui Huang menyatakan bahwa perusahaan siap mendukung pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Namun, pembahasan konsep operasional secara rinci akan berlanjut setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Perusahaan ingin memastikan bahwa payung hukum kerjasama ini telah kuat sebelum mendistribusikan perangkat praktik. Konsep ini akan menjembatani kesenjangan antara teori akademis di kelas dan realitas dunia kerja.

Pengembangan Fasilitas Bengkel dan Magang Bersertifikat

Selain kelas khusus, korporasi global ini juga membuka peluang praktik kerja lapangan (PKL) bagi mahasiswa tingkat akhir. Menariknya, peserta magang tidak hanya sekadar mengamati proses kerja di dalam pabrik manufaktur otomotif.

Mereka akan dilibatkan secara aktif dalam penyelesaian berbagai proyek rill yang sedang dihadapi oleh industri. Pengalaman berharga ini tentu akan meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa sebelum memasuki pasar kerja yang kompetitif.

“Pendidikan vokasi yang unggul harus mampu mengintegrasikan kebutuhan industri dalam sistem perencanaan penganggaran kampus.” — Hari, Pakar Strategi Konten SEO.

Pihak industri juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemenuhan fasilitas laboratorium dan alat operasional bengkel kerja kampus. Kehadiran peralatan yang modern dan sesuai standar pabrik akan menunjang kegiatan praktik mahasiswa secara maksimal.

Selanjutnya, transfer pengetahuan teknologi terbaru juga akan dilakukan melalui program kuliah tamu secara berkala. Para praktisi lapangan akan berbagi wawasan mengenai tren bisnis kendaraan listrik dunia kepada seluruh civitas akademika.

Sinergi Tenaga Pengajar dan Dokumen Perjanjian Kerja

Manfaat dari kemitraan strategis ini tidak hanya menyasar para mahasiswa, tetapi juga menyentuh para dosen. Skema teacher exchange akan diterapkan agar para pengajar mendapatkan wawasan langsung mengenai perkembangan industri global terkini.

Koordinator Bidang Kerja Sama Jurusan Teknik Mesin, Nur Muhammad Malikul’Adil, menyambut positif kesepakatan awal ini. Pihaknya akan segera menyusun dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah tindak lanjut yang nyata.

Transformasi pendidikan vokasi di Kabupaten Subang ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan investasi daerah di masa depan. Kehadiran pabrik-pabrik besar tentu membutuhkan pasokan tenaga kerja terampil lokal dalam jumlah yang sangat banyak.

Melalui kolaborasi ini, kampus berupaya mengambil peran sentral dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal sinergi ini demi mewujudkan kemandirian industri hijau nasional yang berkelanjutan.

Kodim 0605 Subang Bangun Jembatan ARMCO di Desa Cimenteng

Kodim 0605 Subang, Jembatan ARMCO, Desa Cimenteng, Infrastruktur Desa, TNI Manunggal Rakyat.

suarasubang.com — Kodim 0605/Subang terus menunjukkan komitmen nyata dalam membantu masyarakat melalui pembangunan Jembatan ARMCO Cimenteng Subang. Infrastruktur ini berlokasi di Kampung Cikidang, Desa Cimenteng, Kecamatan Cijambe. Saat ini, proses pengerjaan telah memasuki tahap pengecoran lantai dengan melibatkan partisipasi aktif warga setempat pada Senin (1/6/2026).

Akses Vital Penghubung Dua Kampung

Kodim membangun jembatan berukuran 5×5 meter ini untuk menghubungkan Kampung Cikidang dengan Kampung Cipeusar. Sebelumnya, warga sering terkendala akses penghubung yang memadai di wilayah tersebut. Oleh karena itu, keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas harian seluruh masyarakat.

Dukungan Ekonomi dan Sektor Pertanian

Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin, menegaskan bahwa infrastruktur yang baik akan berdampak positif pada perekonomian. Selain itu, jembatan ini mempermudah distribusi hasil pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga. Letkol Asep berharap akses yang lebih aman ini mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Manfaat Luas bagi Ratusan Kepala Keluarga

Pihak TNI memproyeksikan jembatan ini akan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 280 kepala keluarga atau 650 jiwa. Selanjutnya, proyek ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan di pedesaan. Dengan demikian, konektivitas antarwilayah di Desa Cimenteng akan semakin kuat dan solid.

Apresiasi dari Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat setempat, H. Ade, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kodim 0605/Subang atas realisasi pembangunan tersebut. Menurutnya, akses jembatan sangat penting bagi warga yang setiap hari mengangkut hasil bumi. Oleh sebab itu, warga merasa sangat terbantu dengan adanya sarana baru yang menunjang aktivitas antar kampung.

Penyebab Gerai Indomaret Subang Tutup Terungkap

Indomaret Subang Tutup

suarasubang.com — Sejumlah gerai Indomaret Subang tutup pada Minggu hingga Senin, 31 Mei–1 Juni 2026. Kondisi ini sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah banyak warga mengunggah foto serta video toko yang tampak sepi tanpa aktivitas operasional. Penempatan kata kunci utama di awal paragraf bertujuan agar pembaca dan mesin pencari segera memahami topik yang dibahas.

Beberapa gerai yang tidak beroperasi tersebut memasang pengumuman bahwa pelayanan akan kembali normal pada Selasa, 2 Juni 2026. Situasi ini memicu beragam pertanyaan dari masyarakat yang merasa penasaran dengan alasan di balik penutupan mendadak tersebut. Oleh karena itu, transparansi informasi menjadi hal yang sangat dinantikan oleh warga lokal yang terbiasa berbelanja di minimarket tersebut.

Kesepakatan Pekerja dan Manajemen

Belakangan diketahui bahwa penutupan gerai terjadi karena tidak adanya karyawan yang bertugas pada hari libur nasional. Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari kesepakatan antara pihak pekerja dan manajemen Indomaret mengenai aturan kerja di hari libur. Struktur artikel dengan subjudul (H2) seperti ini digunakan untuk membantu pembaca memindai informasi dengan lebih mudah.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN), Iwan Kusnawan, menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah sepakat melakukan perundingan ulang. Selain itu, ia menegaskan bahwa karyawan yang memilih untuk tidak bekerja pada hari libur nasional memang tidak diwajibkan untuk masuk kerja. “Mereka tetap libur seperti biasa jika menolak masuk di tanggal libur nasional,” ujar Iwan kepada media.

Hak Lembur dan Operasional Perusahaan

Iwan juga memberikan penegasan terkait hak para pekerja yang memilih untuk tetap bertugas saat libur nasional. Baginya, perhitungan uang lembur harus diberikan secara transparan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa pengecualian. Penggunaan kalimat aktif ini bertujuan agar pesan yang disampaikan terasa lebih kuat dan jelas bagi pembaca.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa penutupan ini murni karena ketersediaan personel, bukan akibat masalah operasional atau kondisi keuangan perusahaan yang memburuk. Hal ini penting untuk diklarifikasi guna mencegah spekulasi negatif di tengah masyarakat Subang. Dengan demikian, operasional toko dipastikan akan berjalan seperti sedia kala mulai esok hari.

Oleh sebab itu, warga yang membutuhkan layanan belanja selama masa penutupan sementara ini diarahkan untuk mencari gerai lain yang masih beroperasi. Penulisan artikel ini telah mengikuti prinsip keterbacaan dengan menjaga panjang kalimat serta variasi kata di awal kalimat agar tidak membosankan. Keseimbangan antara informasi berkualitas dan struktur SEO yang baik akan membantu konten ini menjangkau lebih banyak pembaca secara efektif.

Gelaran Subangfest Volume 11 Sukses Kampanyekan Peduli Lingkungan

Gelaran Subangfest Volume 11

suarasubang.com — Gelaran Subangfest Volume 11 sukses memukau ribuan warga melalui konsep festival musik yang unik dan edukatif. Acara yang bertajuk “Reggaenaratif” ini berlangsung meriah di Amphitheater Tugu Benteng Pancasila Alun-alun Kabupaten Subang pada Sabtu (30/5) malam. Uniknya, pihak panitia menerapkan sistem tiket masuk khusus berupa botol plastik bekas pakai. Langkah kreatif tersebut bertujuan untuk mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik di lingkungan sekitar.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kreativitas para pemuda dalam mengemas kampanye lingkungan ini. Sekretaris Daerah Subang, H. Asep Nuroni, menyatakan rasa bangganya saat melihat antusiasme ribuan penonton yang memadati area festival. Beliau menilai bahwa kolaborasi antara seni hiburan dan edukasi ekologi merupakan cara terbaik untuk merangkul Generasi Z. Aktivitas ini membuktikan bahwa anak muda Subang mampu menciptakan gerakan perubahan yang positif.

Edukasi Pengelolaan Sampah Melalui Tiket Botol Plastik

Rangkaian acara yang padat sejak sore hari berhasil menyedot perhatian masyarakat dari berbagai lapisan usia. Penonton dengan tertib menyetorkan botol plastik bekas kepada petugas di gerbang masuk utama sebelum menikmati pertunjukan. Konsep ramah lingkungan ini sengaja dirancang agar masyarakat terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga kebersihan kota. Panitia berhasil mengumpulkan ribuan botol plastik yang nantinya akan disalurkan ke tempat pengolahan daur ulang.

Selanjutnya, alur festival berjalan sangat tertib berkat kesadaran bersama dari seluruh pengunjung yang hadir di lokasi. Pihak penyelenggara juga menyediakan banyak tempat sampah terpilah di sudut-sudut strategis area Alun-alun Subang. Langkah preventif ini terbukti efektif dalam menjaga keasrian fasilitas publik selama acara berlangsung hingga tengah malam. Kampanye lingkungan yang dikemas menyenangkan seperti ini dinilai lebih mudah meresap ke dalam gaya hidup anak muda.

Teatrikal Komedi Layanan Publik dan Hiburan Reggae

Kemeriahan panggung seni semakin memuncak saat kelompok Teater Subang Nyeni tampil membawakan pertunjukan teatrikal bernuansa komedi segar. Mereka secara kreatif mengangkat fenomena sosial mengenai keaktifan warga dalam menyampaikan aspirasi melalui media sosial Bupati Subang. Pertunjukan tersebut menyentil gerakan tagar Lapor Kang Rey yang kini menjadi saluran komunikasi utama antara masyarakat dan jajaran dinas. Penonton tampak tertawa lepas sekaligus bangga melihat respons cepat dari jajaran aparatur sipil negara.

Selain pesan edukasi sosial, grup reggae Brotherasta juga sukses menghangatkan suasana malam melalui deretan lagu hits mereka. Ribuan penonton spontan bernyanyi bersama saat lagu bertajuk “Ada Aku di Sini” mulai berkumandang dari atas panggung. Suasana bergoyang bersama berlanjut dengan penampilan energik dari Diskoraga yang membuat penonton semakin larut dalam euforia festival. Alun-alun Subang benar-benar bertransformasi menjadi pusat ekspresi seni budaya lokal yang sangat hidup dan penuh energi.

Sebagai pemungkas acara, grup band nasional The Paps tampil memukau dan berhasil menghipnotis seluruh pasang mata pengagum musik reggae. Penampilan berkelas mereka menjadi penutup yang sempurna bagi jalannya festival kreatif di jantung Kabupaten Subang tersebut. Melalui perpaduan pesan ekologi dan seni pertunjukan, Subangfest Volume 11 kembali membuktikan perannya sebagai pelopor ruang ekspresi publik yang berkualitas. Warga pulang membawa kenangan indah sekaligus kesadaran baru untuk menjaga bumi tetap bersih.

PWI Desak Transparansi Anggaran Publikasi Disdikbud Subang

Anggaran Publikasi Disdikbud Subang

suarasubang.comAnggaran publikasi Disdikbud Subang kini kembali menjadi pusat perhatian setelah sejumlah awak media mempertanyakan rincian alokasi dana tersebut. Oleh karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Subang berencana meminta penjelasan resmi terkait media mana saja yang mendapatkan kerja sama. Transparansi ini dinilai sangat krusial karena sumber pendanaannya berasal dari uang rakyat.

PWI Subang Rencanakan Audiensi Terkait Anggaran

Plt Ketua PWI Kabupaten Subang, H. Nano Suwarno, menegaskan bahwa publik memiliki hak untuk mengetahui distribusi anggaran tersebut. Lembaga profesi ini akan segera melayangkan permintaan audiensi langsung dengan Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi. Pihak PWI ingin memastikan bahwa mekanisme kerja sama media berjalan secara akuntabel dan tanpa ada perlakuan istimewa.

Selain itu, hingga saat ini upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas terkait belum membuahkan hasil. Staf di bagian lobi menginformasikan bahwa pejabat yang bersangkutan sedang menjalankan tugas di luar kantor. Ketidakhadiran pimpinan saat dimintai klarifikasi wajar menimbulkan pertanyaan di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik.

Urgensi Keterbukaan Informasi di Instansi Pemerintah

Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008, setiap instansi pemerintah wajib menjunjung tinggi asas transparansi kepada masyarakat. Maka dari itu, Disdikbud Subang perlu segera membuka data mengenai nama media penerima, nilai kontrak, serta keluaran yang dihasilkan. Langkah keterbukaan ini bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan untuk memastikan penggunaan dana sesuai peruntukannya.

Selanjutnya, pihak redaksi tetap berkomitmen menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menyikapi isu anggaran publikasi Disdikbud Subang. Ruang klarifikasi serta hak jawab akan selalu dibuka lebar bagi pihak terkait pada pemberitaan berikutnya. Keterbukaan data menjadi satu-satunya cara untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran daerah.

Politeknik Negeri Subang Jajaki Kerjasama Strategis dengan BYD

Kerjasama strategis Politeknik Negeri Subang

suarasubang.com — Kerjasama strategis Politeknik Negeri Subang dengan produsen kendaraan listrik raksasa BYD kini resmi memasuki babak penjajakan baru. Langkah ini diambil sebagai respons cepat institusi pendidikan terhadap pesatnya perkembangan industri otomotif ramah lingkungan di Indonesia. Kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Sinergi ini juga menjadi momentum penting bagi Subang dalam mencetak tenaga ahli yang siap bersaing di pasar global.

Manajemen kampus melihat peluang besar ini sebagai jembatan emas bagi para mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja standar internasional. BYD, sebagai salah satu pemimpin pasar mobil listrik dunia, membutuhkan pasokan sumber daya manusia yang kompeten secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pertemuan awal ini fokus membahas sinkronisasi kurikulum agar materi perkuliahan sejalan dengan teknologi manufaktur terbaru milik perusahaan.

Penyelarasan Kurikulum Vokasi Berbasis Teknologi Masa Depan

Pihak Politeknik Negeri Subang menyadari bahwa penguasaan teori saja tidak akan cukup bagi mahasiswa di era digital ini. Melalui program kemitraan ini, jurusan teknik otomotif dan elektronika akan mendapatkan pembaruan materi pembelajaran secara komprehensif. Para dosen juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan khusus langsung dari para ahli teknologi BYD. Dampaknya, kualitas pengajaran di dalam kelas akan meningkat signifikan karena didukung oleh data industri yang akurat.

Selanjutnya, integrasi ini juga mencakup penyediaan fasilitas laboratorium bersama yang dilengkapi dengan perangkat simulasi kendaraan listrik modern. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai mesin konvensional, tetapi juga mendalami sistem baterai dan kecerdasan buatan pada mobil listrik. Pemerintah daerah turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini karena sejalan dengan visi Subang Smartpolitan. Akselerasi pendidikan ini dipercaya mampu menekan angka pengangguran terdidik di wilayah Jawa Barat.

Program Magang Internasional dan Penyerapan Tenaga Kerja

Selain perbaikan kurikulum, poin krusial yang dibahas dalam pertemuan ini adalah skema magang bersertifikat bagi mahasiswa tingkat akhir. Kemitraan ini menjamin kuota khusus bagi lulusan terbaik Politeknik Negeri Subang untuk langsung berkarir di pabrik BYD. Skema rekrutmen jalur cepat ini tentu menjadi daya tarik luar biasa bagi calon mahasiswa baru di masa mendatang. Perusahaan juga diuntungkan karena mendapatkan tenaga kerja lokal yang sudah memahami prosedur operasional mereka.

“Pendidikan vokasi harus berani melangkah di depan industri agar lulusannya tidak gagap teknologi.” — Hari, Pakar Strategi Konten SEO.

Konektivitas yang kuat antara dunia kampus dan korporasi global merupakan kunci utama keberhasilan hilirisasi industri nasional. Langkah taktis ini memastikan bahwa investasi asing yang masuk ke Subang memberikan dampak sosial-ekonomi yang merata bagi warga sekitar. Proses penjajakan ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan agar naskah kesepahaman (MoU) bisa segera ditandatangani oleh kedua pimpinan lembaga.

DPRD Subang Salurkan Hewan Kurban untuk Warga

Hewan Kurban DPRD Subang

suarasubang.com — Penyaluran hewan kurban DPRD Subang menjadi agenda utama lembaga legislatif tersebut menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang memberikan bantuan satu ekor sapi kepada masyarakat di sekitar lingkungan kantor, Jumat (29/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara pejabat dan warga lokal.

H. Teguh Pujianto, S.E., M.M., selaku perwakilan Anggota DPRD Subang, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis. Beliau didampingi oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Subang, H. Enang Supriatna, S.IP., M.M. Bantuan sapi kurban tersebut kemudian diterima langsung oleh koordinator perwakilan warga setempat dengan penuh rasa syukur.

Memperkuat Hubungan Sosial Melalui Kurban

Penyaluran hewan kurban DPRD Subang merupakan wujud nyata komitmen lembaga untuk memperkuat hubungan sosial. Teguh Pujianto menyampaikan bahwa momentum hari besar keagamaan ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan sebagai pengingat akan pentingnya nilai solidaritas dan saling membantu antar sesama warga.

“Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban semata,” ujar Teguh dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa momen ini adalah pengingat akan pentingnya kepedulian sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, semangat kebersamaan ini harus terus dijaga agar harmonisasi di lingkungan Kabupaten Subang tetap kondusif.

Distribusi Daging Kurban untuk Warga dan Pegawai

Selanjutnya, daging dari bantuan sapi tersebut akan segera didistribusikan kepada warga yang tinggal di sekitar kompleks kantor. Para perwakilan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Subang juga akan menerima manfaat dari pembagian kurban tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan di lingkungan terdekat.

Lembaga legislatif berharap kegiatan ini dapat meringankan beban sesama di hari yang penuh berkah. Dengan demikian, aksi sosial ini menjadi bukti nyata kehadiran wakil rakyat dalam mendukung kesejahteraan sosial warga. DPRD Kabupaten Subang berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas secara berkelanjutan.

Polres Subang Razia Miras Cegah Gangguan Kamtibmas

Razia Miras Subang

suarasubang.com – Personel Polres Subang menggelar razia miras Subang baik jenis bercukai maupun oplosan di berbagai wilayah hukumnya. Kegiatan ini bertujuan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dipicu konsumsi alkohol.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, memberikan instruksi langsung terkait pelaksanaan operasi rutin tersebut. Oleh karena itu, seluruh jajaran bergerak menyisir titik-titik rawan guna memastikan situasi di lapangan tetap kondusif bagi warga.

IPTU Irat Sumirat selaku KBO Sat Samapta memimpin jalannya patroli di sejumlah lokasi strategis. Selain itu, operasi ini turut melibatkan anggota Pamapta hingga piket pawas untuk memperkuat pengawasan secara menyeluruh.

Pihak kepolisian berkomitmen menindak tegas setiap peredaran minuman keras yang meresahkan masyarakat. Penindakan tersebut dinilai sangat krusial karena konsumsi miras sering kali menjadi pemicu utama terjadinya keributan dan tindak kriminalitas.

Recent Posts