Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Pemuda Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta

pemuda Subang tenggelam

suarasubang.com — Seorang pemuda Subang tenggelam di perairan Waduk Jatiluhur, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (16/7/2026) sore. Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian intensif untuk menemukan keberadaan korban tersebut.

Kronologi Kejadian

Korban teridentifikasi sebagai Riyanto (21), warga Dusun Karangmulya, Desa Blanakan, Subang. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika ia sedang menyeberangi perairan waduk.

Awalnya, korban berenang sejauh 100 meter dari keramba milik Ko Apin menuju keramba milik Ko Asuy. Namun, Riyanto yang sempat menggunakan potongan gabus sebagai pelampung memutuskan melepas alat bantu tersebut di tengah perjalanan.

Tak lama kemudian, ia berteriak meminta pertolongan kepada rekannya, Muhamad Rizki. Sayangnya, saksi sempat mengira teriakan tersebut hanyalah gurauan belaka sehingga tidak segera memberikan bantuan.

Upaya Pencarian Tim SAR

Kasi Humas Polres Purwakarta, Iptu Tini Yutini, menjelaskan bahwa saksi akhirnya panik setelah mendengar teriakan berulang kali. Ketika saksi tiba di lokasi kejadian, korban sudah tenggelam dan tidak terlihat lagi di permukaan air.

Oleh karena itu, petugas dari Basarnas, BPBD, dan Satpolairud segera melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat. Meskipun pencarian sempat terhenti karena faktor kegelapan, tim kembali melanjutkan operasi pada Jumat pagi dengan memperluas area penyisiran.

Hingga saat ini, Riyanto belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan yang bertugas. Petugas pun melibatkan berbagai unsur potensi SAR lainnya untuk mempercepat proses penemuan korban di bawah permukaan air.

Bupati Subang Antisipasi Kekeringan di Wilayah Binong

antisipasi kekeringan di Subang

suarasubang.com — Bupati Subang, Reynaldy Putra, meninjau areal persawahan di Kecamatan Binong guna memastikan produksi pangan tetap aman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah dalam antisipasi kekeringan di Subang saat memasuki musim tanam.

Dalam kegiatan Saba Desa tersebut, Kang Rey menyerahkan bantuan pemeliharaan jaringan irigasi tersier dari Kementerian Pertanian. Bantuan ini menyasar tiga kelompok tani di Desa Citrajaya, Kediri, dan Binong secara simbolis.

Selain perbaikan irigasi, pemerintah juga menyerahkan satu unit mesin pompa air berukuran 3 inci kepada Pemerintah Desa Kihiyang. Alat mesin pertanian ini berfungsi untuk membantu petani mengairi sawah yang mulai mengering.

Potensi Kekeringan di Subang Utara

Bupati mengungkapkan bahwa terdapat seluas 1.348 hektare lahan pertanian di Subang bagian utara yang rawan terdampak. Meskipun demikian, ia optimis produksi padi di wilayahnya tetap mampu menyangga kebutuhan beras nasional.

Pemerintah daerah kini terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk membangun tiga embung baru. Fasilitas penampungan air tersebut nantinya akan memperkuat ketahanan pangan di wilayah utara Subang.

Sejumlah pejabat daerah tampak mendampingi kunjungan kerja tersebut, mulai dari Wakil Bupati hingga Sekretaris Daerah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam mengawal nasib para petani lokal.

Penanganan Kebakaran Eks TPA Panembong Jadi Prioritas Utama Bupati Subang

penanganan kebakaran eks TPA Panembong

suarasubang.comPenanganan kebakaran eks TPA Panembong kini mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Subang. Oleh karena itu, Bupati Reynaldy Putra Andita Budi Raemi meninjau langsung lokasi tersebut. Kunjungan pada Rabu (15/7/2026) ini bertujuan memastikan proses pemadaman api berjalan optimal.

Pemimpin daerah yang akrab disapa Kang Rey ini juga memantau dampak kabut asap. Beliau ingin memastikan kesehatan warga sekitar Kelurahan Parung tetap terjaga dengan baik. Selanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran Satpol PP turut mendampingi inspeksi ini.

Kehadiran para pejabat daerah berfungsi mempercepat koordinasi taktis di area terdampak bencana. Pemerintah daerah berkomitmen kuat untuk meminimalkan gangguan polusi udara akibat asap pembakaran sampah. Karenanya, petugas terus berupaya melokalisasi titik api agar tidak merembet ke pemukiman warga.

Sebagai informasi, peristiwa kebakaran di lahan eks pembuangan ini mulai berkobar sejak Jumat (10/7/2026). Sejak awal kejadian, tim gabungan langsung melakukan pemadaman intensif dan pendinginan bara bawah tanah. Karakteristik tumpukan sampah memang memerlukan penanganan khusus karena api sering menyala di dalam.

Strategi Pemadaman Api dan Kolaborasi Tim Gabungan

Operasi kemanusiaan ini setidaknya telah menghabiskan pasokan air sekitar 40 tangki armada pemadam. Pemkab Subang melibatkan puluhan personel lintas instansi yang bergerak aktif secara bergantian. Bahkan, sektor pemadaman mengerahkan 20 personel terlatih dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang.

Langkah darurat ini diperkuat oleh lima personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka datang membawa berbagai peralatan pendukung untuk mempercepat proses pemadaman di lapangan. Selain itu, dua personel Palang Merah Indonesia (PMI) bersiaga penuh memberikan bantuan medis.

Tiga personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga turut membantu penyediaan logistik bagi relawan. Kolaborasi erat ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengatasi bencana lingkungan di wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, Kang Rey memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh petugas.

Pembangunan TPS 3R Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah

Pemerintah daerah nyatanya tidak hanya fokus pada pemadaman api darurat di lokasi tersebut. Kang Rey menegaskan bahwa pihaknya sedang merumuskan langkah strategis jangka panjang terkait sampah. Pola penanganan konvensional kini dinilai sudah tidak relevan dengan pertumbuhan volume limbah harian.

Pengolahan sampah yang efektif harus selalu dimulai sejak dari hulu atau sumber pertamanya. Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kabupaten Subang menyiapkan program pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS 3R). Kehadiran infrastruktur modern ini diproyeksikan mampu mengurangi volume residu buangan secara signifikan.

Anggaran daerah tahun 2026 telah dialokasikan khusus untuk membangun empat unit proyek percontohan. Empat lokasi percontohan ini tersebar di beberapa wilayah kecamatan yang memiliki urgensi tinggi. Wilayah terpilih meliputi Desa Karangmukti di Cipeundeuy dan Desa Muara di pesisir Blanakan.

Pemerintah juga membangun fasilitas serupa di Desa Sukamulya Pagaden serta Desa Pesanggrahan Kasomalang. Nantinya, keempat desa ini akan menjadi acuan utama bagi standarisasi pengolahan limbah daerah. Sistem lama yang bertumpu pada TPA konvensional dianggap memicu munculnya risiko konflik sosial.

“Kalau hanya mengandalkan TPA, itu menunggu bom waktu, karena sampah tidak berhenti. Yang ini numpuk bukan berarti hilang, ketika TPA Jalupang penuh kita harus ganti TPA lagi,” ujar Kang Rey.

Kapasitas lahan pembuangan akhir tentu memiliki batas maksimal yang sewaktu-waktu pasti akan terpenuhi. Maka dari itu, pemerintah menargetkan seluruh 30 kecamatan memiliki fasilitas pengolahan mandiri pada 2028. Seluruh desain pembangunan wajib mengacu pada standar baku teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Ibu Kubur Bayi di Subang Jadi Tersangka, Polisi Buru Ayah

suarasubang.com — Satreskrim Polres Subang menetapkan J (19) sebagai tersangka dalam kasus ibu kubur bayi di Subang. Penetapan ini dilakukan setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) merampungkan pemeriksaan saksi serta mengumpulkan alat bukti.

Kasatreskrim Polres Subang, AKP Muhammad Imam Fadhil, mengonfirmasi bahwa tersangka kini telah ditahan di Lapas Subang. Penahanan tersebut dilakukan guna memproses hukum tindakan tersangka yang tega menguburkan anaknya sendiri.

Motif Ketakutan dan Malu

Berdasarkan hasil penyidikan, J mengaku nekat melakukan aksinya karena merasa sangat takut dan malu. Ia khawatir pihak keluarga maupun warga mengetahui bahwa dirinya melahirkan anak di luar nikah.

Tersangka mengungkapkan bahwa bayi laki-lakinya dikuburkan di pekarangan rumah hanya beberapa jam setelah dilahirkan. Selain itu, ia menyangka bayinya sudah meninggal karena tidak ada suara tangisan saat proses persalinan berlangsung.

Hasil Otopsi dan Pengejaran Ayah Biologis

Polisi menjelaskan bahwa hasil otopsi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi malang tersebut. Meskipun demikian, penyidik tetap menerapkan Pasal 460 KUHP atas tindakan penguburan jasad secara ilegal.

Saat ini, pihak kepolisian juga sedang fokus melakukan pengejaran terhadap pria yang merupakan ayah biologis bayi tersebut. Petugas terus mencari tahu keberadaan pria itu guna melengkapi berkas penyidikan perkara ini.

Kronologi Penemuan Jasad

Peristiwa memilukan ini terungkap saat warga bernama Ato Saputro melihat kaki bayi menyembul dari tanah pada Senin (13/7/2026). Penemuan di Dusun Rancadaka tersebut langsung memicu kecurigaan karena bau menyengat serta banyaknya lalat di lokasi.

Setelah penggalian dilakukan, warga menemukan sesosok bayi laki-laki tanpa busana dengan tali pusar yang masih menempel. Jajaran Satreskrim kemudian bergerak cepat mengamankan J yang mengakui telah melahirkan di kamar tidurnya pada Sabtu sebelumnya.

Bupati Subang Tinjau Pemadaman Kebakaran Eks TPA Panembong

suarasubang.com — Bupati Subang, Reynaldy Putra, memastikan penanganan kebakaran eks TPA Panembong terus berjalan hingga tuntas. Proses pemadaman di lahan tersebut kini telah memasuki pekan pertama sejak api mulai berkobar pada Jumat (10/7).

Pemerintah daerah mengidentifikasi gas metana dari timbunan sampah lama sebagai pemicu utama munculnya titik api. Oleh karena itu, Bupati meninjau langsung lokasi pada Kamis untuk memastikan tim pemadam bekerja secara optimal.

Kunjungan ini juga merespons banyaknya pengaduan masyarakat terkait bau asap menyengat yang mengganggu kesehatan. Saat ini, kepulan asap yang masih terlihat merupakan bagian dari prosedur pendinginan bara api di dalam timbunan sampah.

Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah

Pemkab Subang mengerahkan 40 tangki air dan puluhan personel pemadam kebakaran guna menjinakkan kebakaran eks TPA Panembong. Selain itu, Bupati menginstruksikan penutupan total lahan eks tempat pembuangan tersebut serta titik serupa di Jalancagak.

Selanjutnya, pemerintah akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di setiap kecamatan. Empat unit TPS 3R menjadi proyek percontohan tahun ini untuk memperbaiki sistem tata kelola sampah di Kabupaten Subang.

Bunda PAUD Subang Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

suarasubang.com — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK/PAUD Yos Sudarso. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di seluruh wilayah Subang.

TK/PAUD Yos Sudarso menyambut sebanyak 72 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Para peserta didik tersebut terdiri dari siswa Kelompok Bermain, TK A, dan TK B. Sekolah menerapkan tema “Learning with Fun, Learning by Doing” agar anak-anak dapat beradaptasi secara optimal melalui praktik langsung yang menyenangkan.

Edukasi Fondasi Pendidikan Dasar

Selanjutnya, Ega menekankan bahwa masa usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan masa depan anak. PAUD memiliki peran krusial sebagai fondasi utama untuk melatih kemandirian dan kreativitas siswa. Hal tersebut sangat penting sebagai persiapan mental sebelum anak-anak melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.

Selain itu, Ega memberikan edukasi kepada orang tua mengenai perbedaan antara lembaga PAUD resmi dengan bimbingan belajar (Bimba). Ia menyarankan agar anak-anak tetap bersekolah di TK atau PAUD yang terdaftar di Dapodik sesuai arahan pemerintah. Langkah ini bertujuan agar anak-anak mendapatkan pondasi karakter yang kuat dan terstruktur.

Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua

Bunda PAUD juga menitipkan pesan khusus agar para orang tua senantiasa menjadi mitra terbaik bagi sekolah. Pendampingan tumbuh kembang anak melalui komunikasi yang baik dengan guru adalah kunci utama keberhasilan pendidikan. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi Subang yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Terakhir, ia mengapresiasi seluruh TK di Kabupaten Subang yang menyelenggarakan MPLS dengan pendekatan ramah anak. Melalui penguatan Gerakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, tidak boleh ada lagi anak di Subang yang tertinggal dalam mendapatkan layanan pendidikan.

DPRD Subang Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025.

Raperda Pertanggungjawaban APBD Subang

suarasubang.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang secara resmi menyetujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Subang Tahun Anggaran 2025. Keputusan penting ini diambil dalam Rapat Paripurna yang berlangsung khidmat di Ruang Rapat DPRD pada Senin (13/7/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurrachman, memimpin langsung jalannya persidangan tersebut. Sebanyak 38 anggota dewan hadir untuk memberikan persetujuan bersama Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi.

Evaluasi dan Catatan Anggaran.

Sebelum pengambilan keputusan, Badan Anggaran (Banggar) menyampaikan laporan hasil pembahasan secara mendalam. Drs. H. Bangbang Irmayana menekankan bahwa realisasi anggaran 2025 harus menjadi bahan pelajaran guna meningkatkan kualitas perencanaan APBD berikutnya.

Selanjutnya, Bangbang menyatakan dukungan penuh legislatif terhadap upaya pemerintah daerah dalam menciptakan pengelolaan keuangan yang sehat. Ia berharap penentuan skala prioritas belanja ke depan tetap akuntabel dan tepat sasaran bagi kepentingan publik.

Kesepakatan Aklamasi Eksekutif-Legislatif.

Momen krusial terjadi saat seluruh anggota dewan secara serempak menyatakan “diterima” terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut. Penandatanganan kesepakatan bersama kemudian melegalkan dokumen Raperda Pertanggungjawaban APBD Subang untuk tahap evaluasi tingkat provinsi.

Menanggapi hasil rapat, Wakil Bupati yang akrab disapa Kang Akur menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran DPRD. Dokumen pertanggungjawaban tersebut selanjutnya akan dievaluasi oleh Tim P2APBD pada BPKAD Provinsi Jawa Barat.

Terakhir, Kang Akur menegaskan bahwa laporan ini merupakan amanat undang-undang tentang keuangan negara yang wajib dipenuhi. Sinergi yang harmonis ini menjadi bukti komitmen kuat antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan mandat masyarakat.

Pertamina Tambah Stok Distribusi LPG 3 Kg di Subang

suarasubang.com — Pertamina memastikan distribusi LPG 3 kg di Kabupaten Subang tetap berjalan normal meskipun terdapat peningkatan konsumsi. Mereka telah melakukan langkah antisipatif dengan menggelontorkan tambahan pasokan sebanyak 31.040 tabung.

Pjs. Area Manager Communications Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra, menjelaskan bahwa penambahan ini mencapai 50 persen dari alokasi harian normal. Penyaluran tambahan tersebut berlangsung pada periode 6 hingga 12 Juli 2026. Pertamina memfokuskan distribusi ini pada pangkalan-pangkalan di sekitar wilayah pertanian.

Penyebab Lonjakan Konsumsi

Hasil investigasi di lapangan menunjukkan adanya fenomena penggunaan gas subsidi oleh petani untuk mesin pompa pengairan. Padahal, aturan secara ketat menetapkan bahwa distribusi LPG 3 kg hanya untuk rumah tangga sasaran dan usaha mikro terdaftar.

Kabupaten Subang sendiri belum memiliki data petani yang masuk dalam program konversi resmi. Akibatnya, penggunaan gas melon untuk pompa air dinilai tidak sesuai dengan peruntukan yang seharusnya. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu ketersediaan stok bagi masyarakat yang benar-benar berhak.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Guna menekan penyalahgunaan, Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Subang dan Polres Subang. Mereka akan segera menerbitkan Surat Edaran bagi para petani terkait larangan penggunaan gas bersubsidi tersebut.

Selanjutnya, Pertamina mengarahkan petani untuk beralih menggunakan Bright Gas untuk kebutuhan usaha mereka. Seluruh agen dan pangkalan juga telah menerima instruksi untuk memasang informasi mengenai sektor yang dilarang menggunakan gas melon.

Saat ini, pihak berwenang terus memantau pergerakan distribusi di lapangan secara ketat. Masyarakat yang mengalami kendala dapat melapor melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.

Warga Pusakanagara Subang Temukan Jasad Bayi Terkubur

suarasubang.com — Warga Dusun Kelep, Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, dikejutkan dengan penemuan jasad bayi di Subang. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan terkubur secara dangkal di dekat lokasi pembuangan sampah pada Senin (13/7/2026).

Awalnya, masyarakat merasa curiga saat melihat kedua kaki bayi masih menyembul di permukaan tanah. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya, tim gabungan dari Polsek Pusakanagara, Koramil, dan tim medis langsung mendatangi lokasi. Petugas menemukan tubuh bayi tersebut berada pada kedalaman tanah hanya sekitar 10 sentimeter.

Polisi Amankan Ibu Kandung

Petugas kemudian membawa jenazah tersebut ke Puskesmas Pusakanagara untuk pemeriksaan awal oleh Tim Inafis Polres Subang. Berdasarkan hasil pemeriksaan dr. Alvian Riziq, bayi itu diperkirakan sudah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Seiring dengan penyelidikan yang berjalan, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial J (18). Remaja ini diduga kuat merupakan ibu kandung dari jasad bayi di Subang tersebut.

Kepada penyidik, J mengaku melahirkan sendirian di dalam kamar tanpa bantuan tenaga medis. Ia menyebut bahwa sang bayi diduga sudah meninggal dunia saat proses persalinan berlangsung.

Namun, rasa panik dan malu membuat perempuan tersebut nekat menguburkan jasad anaknya di lokasi penemuan. Meskipun demikian, pihak kepolisian masih mendalami keterangan pelaku untuk memastikan penyebab pasti kematian bayi.

Saat ini, penyidik juga tengah memburu seorang pria yang diduga merupakan ayah biologis dari bayi tersebut. Rencananya, polisi akan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu guna menjalani proses autopsi.

Tim SAR Temukan ASN Bandung Barat Tewas di Hutan Subang

suarasubang.com — Seorang ASN Bandung Barat tewas di Subang setelah dilaporkan menghilang selama tiga hari di dalam kawasan hutan. Tim SAR Gabungan menemukan jasad Karman, warga Lembang, di area hutan Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, pada Sabtu (11/7/2026).

Kronologi Pencarian Tim SAR

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi bahwa petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian. Sebelumnya, tim penyelamat telah melakukan operasi penyisiran intensif sejak laporan hilangnya korban diterima oleh pihak berwenang.

Petugas juga mengerahkan teknologi drone thermal guna memetakan area pencarian di tengah hutan yang lebat. Selain itu, tim membagi personel ke dalam tiga unit pencarian darat dan udara untuk menyisir setiap jengkal jalur setapak.

Selanjutnya, petugas segera mengevakuasi jenazah menuju Puskesmas Jalancagak guna menjalani penanganan medis lebih lanjut. Pihak keluarga kini telah menerima jasad almarhum untuk kemudian disemayamkan dan dimakamkan di rumah duka.

Penemuan jenazah tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi SAR di wilayah Kecamatan Jalancagak. Aparat mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memberikan informasi akurat saat beraktivitas di kawasan terbuka.

Recent Posts