Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Sebaran Titik Patahan Aktif di Majalengka, Sumedang, dan Subang

Patahan aktif

suarasubang.com Patahan aktif yang melintasi wilayah Majalengka, Sumedang, dan Subang kini terpeta secara lebih detail melalui riset terbaru. Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memantau pergerakan struktur geologi ini secara berkala. Kesadaran akan keberadaan sesar ini sangat krusial bagi keselamatan masyarakat di Jawa Barat.

Secara teknis, jalur ini merupakan bagian dari Sesar Baribis yang melegenda di kalangan ahli geologi. Sesar tersebut terbagi menjadi beberapa segmen dengan karakteristik pergerakan yang berbeda-beda di tiap wilayah. Oleh karena itu, pemetaan titik koordinat menjadi langkah awal dalam mitigasi bencana jangka panjang bagi warga.

Mengenal Segmen Subang dan Dampak Lingkungannya

Segmen Subang menjadi perhatian utama karena melintasi area yang kini berkembang menjadi kawasan industri. Jalur patahan ini membentang dari sisi barat laut menuju wilayah tenggara Kabupaten Subang secara horizontal. Oleh sebab itu, para pengembang infrastruktur harus memperhatikan aspek ketahanan gempa pada setiap bangunan baru mereka.

Selanjutnya, aktivitas tektonik di segmen ini dapat memengaruhi stabilitas tanah di sekitarnya secara signifikan. Getaran kecil sering kali terjadi namun luput dari perhatian warga yang sedang beraktivitas sehari-hari. Meskipun demikian, akumulasi energi di bawah permukaan tanah tetap menjadi ancaman yang sangat nyata bagi penduduk.

Pemerintah setempat mulai menerapkan standar bangunan tahan gempa yang lebih ketat bagi proyek strategis daerah. Langkah ini bertujuan untuk melindungi investasi dan nyawa manusia di tengah pesatnya pembangunan ekonomi Subang. Sinergi antara pakar geologi dan perencana kota kini menjadi kebutuhan mendesak bagi stabilitas regional kita.

Jalur Patahan di Wilayah Sumedang dan Majalengka

Sementara itu, Kabupaten Sumedang memiliki Segmen Tampomas yang lokasinya berada di sekitar kaki gunung tersebut. Struktur geologi ini sangat aktif dan memiliki kaitan erat dengan aktivitas vulkanik di masa lalu. Masyarakat di wilayah ini harus memahami jalur evakuasi yang aman menuju titik kumpul terbuka terdekat.

Selain itu, Segmen Ciremai menjadi ancaman laten bagi wilayah Kabupaten Majalengka dan sekitarnya secara langsung. Jalur ini menyambungkan struktur sesar dari arah Kuningan menuju pusat kota Majalengka secara mendatar. Oleh karena itu, edukasi mengenai tanda-tanda alam harus terus tersampaikan kepada warga di pelosok desa.

Penelitian menunjukkan bahwa patahan ini bergerak beberapa milimeter setiap tahun secara konsisten dan perlahan. Meskipun angkanya terdengar kecil, pergerakan tersebut mampu mengubah struktur permukaan tanah dalam waktu yang lama. Warga wajib selalu waspada tanpa harus merasa panik secara berlebihan dalam menghadapi kenyataan alam ini.

Analisis Indeks LQ45 dan Dampak Investasi Tekstil Subang bagi SSIA

Indeks LQ45

suarasubang.com Indeks LQ45 beserta IDX30 dan IDX80 baru saja mengalami pembaruan kriteria seleksi yang cukup signifikan bagi investor. Bursa Efek Indonesia secara resmi menerapkan syarat baru untuk menjaga kualitas konstituen di pasar modal kita. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa saham-saham pilihan tersebut benar-benar memiliki likuiditas yang tinggi dan sehat. Kebijakan baru ini melarang masuknya saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Selanjutnya, setiap emiten kini wajib memenuhi batas minimal rasio free float sebesar 10 persen. Aturan tegas tersebut mendorong rotasi modal yang besar di pasar saham selama periode evaluasi April 2026. Para manajer investasi sedang menata ulang portofolio mereka untuk menyesuaikan dengan perubahan bobot indeks terbaru. Kondisi ini menciptakan dinamika baru bagi pergerakan harga saham-saham unggulan di tanah air secara keseluruhan.

Gelombang Investasi Tekstil Global di Subang Smartpolitan

Di tengah perubahan sentimen pasar modal, sektor riil di wilayah Subang justru menunjukkan performa yang sangat impresif. Tiga perusahaan tekstil kelas dunia resmi memulai pembangunan pabrik manufaktur terpadu di kawasan industri Subang Smartpolitan. Proyek besar ini dikelola oleh PT Suryacipta Swadaya yang merupakan anak usaha dari PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Ketiga perusahaan tersebut meliputi PT Binkova, PT Dafei, dan PT Serendipity Fashion dengan nilai investasi US$60 juta.

Selain itu, kehadiran fasilitas produksi ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 3.800 tenaga kerja lokal di masa depan. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan mitra strategis bagi merk fesyen internasional ternama, yakni brand H&M. Lokasi Subang yang sangat strategis menjadi alasan utama para investor global memilih menanamkan modal mereka di sini. Pembangunan fasilitas ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026 untuk mendukung rantai pasok fesyen dunia.

Sinergi Strategis dan Prospek Pertumbuhan Saham SSIA

Ekspansi industri tekstil ini memberikan dampak positif yang sangat kuat terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang saham SSIA. Kehadiran pabrik mitra H&M memperkuat ekosistem industri yang sudah ada, termasuk pabrik kendaraan listrik raksasa BYD. Sinergi ini meningkatkan daya tarik Subang Smartpolitan sebagai pusat ekonomi baru di wilayah Jawa Barat. Pemerintah juga memberikan dukungan penuh melalui penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai bagi operasional perusahaan.

Terlebih lagi, produk dari pabrik tekstil ini akan mendapatkan akses lebih luas ke pasar Uni Eropa. Hal ini dimungkinkan berkat skema two-stage process dalam perjanjian IEU-CEPA yang menawarkan tarif nol persen. Oleh karena itu, permintaan lahan industri di kawasan milik SSIA diprediksi akan terus meningkat secara berkelanjutan. Investor melihat potensi peningkatan pendapatan berulang dan nilai aset yang signifikan bagi perusahaan di masa mendatang.

Pabrik Mobil Listrik BYD Subang Siap Beroperasi Penuh

pabrik mobil listrik BYD

suarasubang.com Pabrik mobil listrik BYD di Subang kini telah memasuki tahap akhir pembangunan sebelum memulai operasional secara penuh. Fasilitas manufaktur raksasa milik PT BYD Motor Indonesia ini menandai babak baru industri otomotif nasional.

Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa seluruh infrastruktur fisik telah berdiri kokoh di kawasan industri Subang Smartpolitan. Saat ini, tim ahli sedang fokus melakukan integrasi peralatan manufaktur dan serangkaian uji coba kualitas.

Pemerintah menyambut baik perkembangan ini sebagai bagian dari percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan asal Tiongkok tersebut berkomitmen untuk menghadirkan teknologi ramah lingkungan yang diproduksi langsung oleh anak bangsa.

Selain itu, mereka telah mengantongi berbagai sertifikat penting seperti IKD dan sertifikasi kelayakan manufaktur internasional. Langkah strategis ini memastikan setiap unit kendaraan yang keluar dari lini produksi memenuhi standar keamanan global.

Perekrutan Tenaga Kerja dan Kapasitas Produksi

Fase pertama operasional pabrik ini akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dari berbagai bidang keahlian. Manajemen memprioritaskan penyerapan sumber daya manusia untuk mengisi posisi penting di lini produksi atau manufaktur.

Namun, perusahaan juga membuka peluang besar pada sektor pendukung seperti manajemen kantor, distribusi, hingga layanan purna jual. Oleh karena itu, kehadiran pabrik ini menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di wilayah Subang.

Selanjutnya, fasilitas canggih ini dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai 150.000 unit kendaraan listrik setiap tahunnya. Jumlah tersebut setara dengan produksi sekitar 11.000 unit mobil per bulan untuk memenuhi permintaan pasar domestik.

Perusahaan optimistis dapat mencapai target operasional penuh pada tahun 2026 sesuai dengan komitmen kepada pemerintah Indonesia. Mereka juga berencana mengembangkan fasilitas daur ulang baterai sebagai bagian dari ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Sinergi Industri dan Dampak Ekonomi Regional

Pembangunan pabrik dengan nilai investasi mencapai 1 miliar dolar AS ini membawa dampak sistemik yang positif. Kawasan industri Subang Smartpolitan kini bertransformasi menjadi pusat inovasi teknologi otomotif paling modern di Asia Tenggara.

Kehadiran BYD tentu memicu pertumbuhan sektor usaha mikro dan menengah di sekitar lokasi pabrik secara signifikan. Warga lokal mulai merasakan dampak positif dari pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum yang semakin memadai.

Selain itu, keberhasilan proyek ini membuktikan bahwa Subang memiliki daya tarik investasi yang sangat kompetitif secara internasional. Pemerintah daerah terus memberikan dukungan penuh melalui kemudahan perizinan dan penyediaan sarana pendukung yang diperlukan perusahaan.

Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian industri kendaraan listrik nasional. Akhirnya, kejayaan industri otomotif Subang akan menjadi pilar utama dalam mendukung visi Indonesia Hijau di masa depan.

Air Bersih Subang: Strategi Perumda TRS Penuhi Hak Warga

air bersih Subang

suarasubang.com Air bersih Subang kini resmi menjadi satu dari delapan program strategis utama pemerintah daerah. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kebutuhan paling mendasar masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi angin segar di tengah pesatnya perkembangan wilayah ini. Karena itu, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Rangga Subang (TRS) bersiap melakukan akselerasi layanan.

Perluasan Akses dan Tantangan Infrastruktur

Saat ini, Perumda TRS telah berhasil melayani lebih dari 50.700 pelanggan setia. Layanan ini tersebar di 25 kecamatan yang ada di seluruh wilayah kabupaten. Meskipun demikian, jangkauan tersebut baru menyentuh angka 16 persen dari total kebutuhan ideal. Masih terdapat lima kecamatan yang belum menikmati jaringan perpipaan secara langsung.

Oleh karena itu, Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, terus mendorong perbaikan infrastruktur. Beliau menyadari bahwa warga pegunungan Ciater hingga pesisir Pusakajaya masih mengandalkan sumur gali. Padahal, kualitas air dari sumber alternatif tersebut belum tentu terjamin kesehatannya. Perusahaan menetapkan parameter utama pelayanan bukan sekadar ketersediaan pasokan air saja.

Selanjutnya, petugas harus memastikan air yang mengalir bersih, aman, sehat, dan layak konsumsi. Namun, upaya pemenuhan standar ini menghadapi sejumlah tantangan yang cukup kompleks. Perusahaan harus segera mengatasi masalah jaringan pipa tua yang mulai keropos termakan usia. Selain itu, mereka mencatat kapasitas cadangan air perlahan semakin menipis setiap tahunnya.

Bahkan, fenomena kekeruhan mata air Cibulakan Cijambe kerap terjadi saat musim hujan turun. Oleh sebab itu, tim Perumda TRS rutin mengganti pipa tua di berbagai titik. Mereka juga membangun unit pengolahan air untuk meningkatkan kualitas distribusi ke pelanggan. Manajemen mencicil semua langkah ini secara perlahan di tengah keterbatasan alokasi anggaran.

Sinergi Lintas Sektor Menyongsong Masa Depan Industri

Transformasi wilayah menjadi kawasan industri tentu memicu lonjakan populasi secara signifikan. Akibatnya, kebutuhan pasokan air bersih Subang diprediksi akan meningkat sangat tajam ke depannya. Warga pendatang baru akan menetap dan pabrik-pabrik berskala besar mulai beroperasi aktif. Kondisi ini jelas membutuhkan sistem penyediaan air minum yang tangguh dan merata.

Tanpa sistem yang mumpuni, kondisi ini berpotensi mengancam stabilitas sosial dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Lukman menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk menyelesaikan masalah ini. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pihak swasta wajib bersinergi memberikan dukungan penuh. Perumda TRS tidak bisa bergerak sendirian memikul beban operasional sebesar ini.

Akhirnya, program strategis pemerintah daerah ini membawa sebuah harapan besar bagi seluruh warga. Perusahaan berharap layanan air tidak hanya sekadar mengalir deras ke rumah-rumah penduduk. Namun, air tersebut harus mampu memberikan tingkat kesejahteraan nyata bagi setiap keluarga. Kita sejatinya mengukur kemajuan sebuah kota dari jernihnya air di dapur warganya.

Respon Cepat PUPR Subang Tangani Longsor di Jalancagak

Longsor Jalancagak Subang

suarasubang.com — Bencana longsor Jalancagak Subang menerjang pemukiman warga di Kampung Cicariu, Desa Bunihayu, akibat intensitas hujan yang sangat tinggi disertai angin puting beliung. Peristiwa alam ini mengakibatkan akses utama jalan desa terputus total sehingga mengganggu mobilitas harian masyarakat setempat secara signifikan. Oleh karena itu, pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat untuk memulihkan keadaan di lokasi terdampak.

Upaya Pemulihan Akses Jalan oleh Dinas PUPR

Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera bertindak setelah menerima laporan dari masyarakat. David Samsi Ramdani selaku Kepala Bidang Pemeliharaan memastikan bahwa timnya langsung turun ke lokasi sesuai dengan arahan Bupati. Selanjutnya, pihak PUPR telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan agar pembersihan berjalan efektif.

Petugas berkomitmen melakukan penanganan secara maksimal agar jalur transportasi tersebut dapat segera digunakan kembali oleh warga. David menegaskan bahwa percepatan pemulihan akses menjadi prioritas utama demi mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi. Meskipun tantangan di lapangan cukup berat, tim teknis terus bekerja keras untuk menyelesaikan evakuasi material longsor secepat mungkin.

Imbauan Kewaspadaan Bagi Warga Terdampak

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih sering terjadi. David mengingatkan bahwa kondisi kontur tanah di lokasi kejadian saat ini masih sangat labil dan rawan bergerak. Selain itu, keselamatan jiwa warga harus tetap menjadi pertimbangan paling utama bagi seluruh pihak di lingkungan tersebut.

Koordinasi intensif antara Dinas PUPR dan instansi terkait diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk dari bencana ini. Melalui respon sigap dari pemerintah, diharapkan seluruh aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. Penggunaan kalimat aktif dan struktur yang jelas dalam laporan ini bertujuan agar pesan keselamatan tersampaikan dengan baik kepada seluruh pembaca.

Anggaran Dewan Pendidikan Subang: Hibah dan CSR Dipertanyakan

Anggaran Dewan Pendidikan Subang

suarasubang.com — Polemik mengenai anggaran Dewan Pendidikan Subang semakin meluas akibat dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana. Selain dana hibah sebesar Rp500 juta, publik kini mempertanyakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana CSR Bank BJB senilai Rp280 juta. Munculnya temuan ini memicu kritik tajam mengenai akuntabilitas lembaga tersebut kepada masyarakat.

Ketua PC IMM Subang, Ikbal Maulana, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses verifikasi anggaran yang dinilai janggal. Ia menyebutkan bahwa kucuran dana ratusan juta tersebut seharusnya memiliki bukti kegiatan yang nyata. Namun, hingga saat ini pihak terkait belum mampu menunjukkan dokumen pertanggungjawaban yang transparan kepada publik.

Desakan Audit Menyeluruh terhadap Pengelolaan Dana

Jika dijumlahkan, lembaga tersebut diduga mengelola dana hampir mencapai Rp800 juta dalam periode yang berdekatan. Meskipun anggarannya sangat besar, kondisi kantor Dewan Pendidikan terpantau tidak aktif atau seolah-olah mati suri. Oleh karena itu, kondisi ini sangat ironis mengingat dana tersebut merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.

IMM Subang mendesak pihak Inspektorat untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap praktik pengelolaan anggaran ini. Mereka meminta pertanggungjawaban terbuka tidak hanya soal dana hibah, tetapi juga aliran dana CSR. Tujuannya adalah agar lembaga pendidikan tidak hanya dijadikan alat untuk menyerap anggaran tanpa output yang jelas.

Hingga saat ini, redaksi masih terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak pengurus maupun instansi terkait. Langkah ini penting untuk memastikan keberimbangan informasi mengenai status LPJ dana CSR tahun 2025 tersebut. Keterbukaan informasi sangat krusial guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan pendidikan di Kabupaten Subang.

Aksi KAI Go Green di Subang: Tanam Ribuan Pohon Produktif

Program KAI Go Green

suarasubang.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) baru saja melaksanakan program KAI Go Green melalui penanaman pohon produktif berbasis agroforestri di Kabupaten Subang pada Jumat (24/4). Aksi nyata ini bertujuan untuk menegaskan komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan alam sekaligus memberikan dampak positif bagi daerah setempat.

Kegiatan seremoni ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas lingkungan dan masyarakat sekitar. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosadi, serta Founder Yugma Foundation, Suherlan MS. Melalui kolaborasi ini, KAI ingin memperkuat sinergi antara korporasi dan pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian bumi.

Sebanyak 4.500 bibit pohon telah ditanam di atas lahan seluas 18 hektare yang mencakup pohon aren, durian bawor, dan alpukat. Pemilihan jenis pohon produktif ini dirancang agar memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga Subang. Selain fungsi ekologis, tanaman tersebut nantinya dapat dipanen untuk menunjang kesejahteraan masyarakat sekitar.

Wilman Sidjabat, selaku Direktur Perencanaan Strategis KAI, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dekarbonisasi perusahaan. Beliau menekankan pentingnya keterlibatan langsung Insan KAI dalam proses pembelajaran lingkungan di lapangan. Di samping itu, lokasi Subang dipilih karena aksesibilitasnya yang memudahkan pemantauan berkala agar manfaat lingkungan terjaga secara berkelanjutan.

Langkah penghijauan ini berjalan beriringan dengan transformasi keberlanjutan dan peningkatan kinerja layanan perusahaan. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, KAI Group mencatat pertumbuhan pelanggan hingga 9,97 persen dibandingkan periode sebelumnya. Menariknya, peningkatan volume penumpang ini tetap dibarengi dengan efisiensi energi yang semakin baik di seluruh lini operasional.

Sejak periode 2021 hingga 2025, KAI secara kumulatif telah menanam sebanyak 108.008 pohon di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan berharap inisiatif ini terus berkembang melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih luas di masa depan. Dengan demikian, mobilitas masyarakat dapat terus terpenuhi tanpa harus mengorbankan keberlangsungan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Capaian 100 Hari Kinerja BAZNAS Subang Perkuat Keadilan Sosial

Kinerja BAZNAS Subang

suarasubang.com – Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, menghadiri kegiatan pemaparan kinerja BAZNAS Subang selama 100 hari kerja. Acara ini berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Subang pada Kamis (23/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, dilaporkan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pengelolaan dana umat di wilayah Subang.

Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah penguatan tata kelola kelembagaan. Selain itu, mereka melakukan optimalisasi pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar lebih tepat sasaran. Beliau menegaskan bahwa zakat harus menjadi instrumen hebat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat.

Beberapa pencapaian penting telah diraih, termasuk penyusunan regulasi baru dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Program unggulan seperti Subang Cageur dan Subang Pinter juga terus berjalan untuk memberdayakan para mustahik. Oleh karena itu, pondasi transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel.

Wakil Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Akur, memberikan apresiasi atas progres positif yang ditunjukkan dalam waktu singkat. Beliau menekankan bahwa keberadaan lembaga ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam mendorong pembangunan daerah yang adil dan religius.

Kang Akur juga menyoroti potensi besar zakat dari sektor swasta yang perlu dioptimalkan lebih lanjut. Beliau mendorong agar keterlibatan swasta terus ditingkatkan untuk melengkapi zakat profesi dari kalangan ASN. Dengan pengelolaan yang profesional, dana zakat dipastikan akan kembali memberikan manfaat langsung kepada warga yang membutuhkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada UPZ kecamatan dengan prestasi penghimpunan terbaik. Kecamatan Jalancagak dan Kecamatan Subang menjadi beberapa wilayah yang menerima apresiasi atas kontribusi besarnya. Sebagai penutup, BAZNAS secara resmi meluncurkan Buku Fiqih Zakat Kontemporer untuk memperluas literasi keagamaan masyarakat.

Subang Tambah Lampu Lalu Lintas di Empat Simpang Rawan

Lampu lalu lintas Subang

suarasubang.com melaporkan bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang berencana menambah titik pemasangan lampu lalu lintas baru. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya angka kecelakaan di beberapa persimpangan vital. Pemasangan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) bertujuan untuk meningkatkan keselamatan para pengguna jalan.

Saat ini, Kabupaten Subang telah memiliki 11 titik lampu merah yang beroperasi secara aktif. Sebanyak sembilan persimpangan berada di bawah pengelolaan langsung pihak Dishub Subang. Sementara itu, dua titik lainnya terletak di area operasional Tol Cipali.

Kepala Dishub Subang, Indri Tandia, menjelaskan bahwa awalnya rencana hanya mencakup dua lokasi tambahan. Namun, pemerintah memutuskan untuk memperluas cakupan menjadi empat titik simpang prioritas. Keputusan tersebut diambil pada Rabu, 22 April 2026, guna menekan kerawanan di jalur utama.

Empat lokasi tersebut meliputi Simpang Dolog, Simpang Flyover Pamanukan, Simpang Tugu Kalijati, dan Simpang Lingkar Luar Jalancagak. Titik-titik ini dinilai paling mendesak karena volume kendaraan yang sangat tinggi. Selain itu, arus lalu lintas yang sering semrawut menjadi alasan utama pemasangan perangkat pengatur jalan ini.

Pemerintah memperkirakan total biaya pengadaan dan instalasi mencapai angka Rp 1,5 miliar. Meskipun membutuhkan anggaran yang cukup besar, investasi ini dianggap krusial untuk menunjang arus logistik dan pergerakan masyarakat. Hal tersebut juga diharapkan mampu menciptakan ketertiban berkendara yang lebih baik.

Warga menyambut baik rencana ini, termasuk Hadi, seorang penduduk di wilayah Jalancagak. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting agar para pengendara di wilayah selatan Subang menjadi lebih tertib. Di samping lampu lalu lintas, masyarakat juga berharap adanya penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) demi keamanan di malam hari.

Waspada Phishing Massal Media Sosial: Peringatan Penting Polri

Phishing media sosial

suarasubang.com — Korbinmas Baharkam Polri mengeluarkan peringatan penting kepada seluruh masyarakat terkait maraknya aksi phishing media sosial yang menyasar para pengguna platform digital.

Modus penipuan massal ini bekerja dengan cara mengirimkan email atau pesan langsung (Direct Message) yang tampak sangat resmi.

Para pelaku biasanya memancing korban untuk mengklik tautan reset kata sandi dengan alasan menjaga keamanan akun.

Begitu tautan tersebut diklik, data pribadi korban akan terserap sehingga berujung pada pengambilalihan akun secara ilegal.

Ciri-Ciri Pesan Penipuan yang Harus Diwaspadai

Masyarakat sangat perlu mengenali ciri-ciri pesan phishing agar tidak menjadi korban peretasan aset digital.

Tanda yang paling mencolok biasanya berupa tautan mencurigakan dengan alamat domain yang tidak sesuai dengan situs resmi platform.

Selain itu, alamat email pengirim sering kali bukan berasal dari otoritas resmi meskipun tampilannya dibuat menyerupai aslinya.

Pelaku juga cenderung menggunakan bahasa yang mendesak untuk memicu kepanikan pengguna, seperti ancaman penangguhan akun.

Oleh karena itu, perhatikan pula kualitas penulisan pesan tersebut karena sering ditemukan kesalahan ketik (typo) atau tata bahasa yang tidak profesional. Kejelian dalam melihat detail kecil ini merupakan langkah awal yang sangat efektif dalam mendeteksi upaya penipuan [Source Material].

Langkah Preventif Melindungi Keamanan Akun

Demi menjaga keamanan data pribadi, Korbinmas Baharkam Polri menyarankan pengguna untuk segera mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah (2FA/MFA).

Penggunaan aplikasi autentikator lebih disarankan daripada metode SMS untuk memberikan lapisan perlindungan yang lebih kuat.

Selanjutnya, pastikan Anda memperbarui kata sandi secara berkala dengan kombinasi karakter yang unik serta sulit ditebak oleh pihak lain [Source Material].

Rahasiakan kode One Time Password (OTP) atau kode verifikasi dari siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai admin resmi.

Selalu lakukan verifikasi keaslian tautan secara manual sebelum memutuskan untuk melakukan klik pada pesan yang diterima. Melalui langkah-langkah sederhana ini, risiko pengambilalihan akun oleh pelaku kejahatan siber dapat diminimalisir secara signifikan.

Tindakan Darurat Jika Menerima Pesan Mencurigakan

Segera abaikan pesan permintaan reset kata sandi jika Anda merasa tidak pernah melakukan permintaan tersebut sebelumnya. Jangan pernah mengklik tautan apa pun yang ada di dalam pesan mencurigakan tersebut guna menghindari pencurian data. Anda sebaiknya memeriksa aktivitas login melalui pengaturan akun secara mandiri dan segera keluar (logout) dari perangkat yang tidak dikenal.

Jika menemukan upaya penipuan, masyarakat dapat melaporkan nomor pelaku melalui situs aduannomor.id atau konten penipuan melalui aduankonten.id.

Polri menegaskan bahwa satu klik saja bisa membuka pintu akses bagi pelaku kejahatan, sehingga kewaspadaan adalah prioritas utama. Verifikasi setiap informasi sebelum bertindak menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan identitas digital Anda.

Recent Posts