Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Meriahnya Tradisi Ngarak Budak Sunat di Lembur Pakuan Subang

Tradisi Ngarak Budak Sunat

Tradisi Ngarak Budak Sunat mewarnai perayaan ulang tahun ke-55 Kang Dedi Mulyadi (KDM) di kawasan Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah berkumpul untuk menyaksikan festival budaya bertajuk “Nyuhun Buhun” tersebut pada Sabtu (11/4/2026). Oleh karena itu, kehadiran lautan manusia ini menjadi bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat dalam menjaga kearifan lokal.

Iring-iringan Kesenian Sunda yang Memukau

Festival ini menampilkan iring-iringan kesenian tradisional dan kereta kencana yang sangat meriah. Selain itu, anak-anak yang akan dikhitan tampak bahagia saat diarak keliling kawasan oleh masyarakat setempat. Penggunaan subjudul seperti ini bertujuan untuk memudahkan pembaca dalam memindai informasi penting serta meningkatkan struktur konten.

Masyarakat dari berbagai kalangan sangat menikmati suasana budaya Sunda yang kental di sepanjang jalur festival. Meskipun arus modernisasi semakin deras, acara ini membuktikan bahwa identitas budaya tetap memiliki tempat di hati warga. Kemudian, setiap paragraf dijaga agar tetap ringkas agar pembaca dapat memahami pesan utama dengan lebih nyaman dan cepat.

Nilai Kebersamaan dan Bakti Sosial

Perhelatan di Lembur Pakuan ini sebenarnya mengandung nilai-nilai kebersamaan yang sangat mendalam. Selain pesta rakyat, agenda ulang tahun ini juga mencakup pagelaran wayang golek yang menghadirkan dua dalang sekaligus. Puncaknya, panitia menyelenggarakan kegiatan sunatan massal sebagai bentuk aksi sosial bagi warga yang membutuhkan pada keesokan harinya.

Kang Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan tradisi sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. Beliau percaya bahwa merawat budaya lokal adalah cara terbaik untuk merayakan kebahagiaan bersama rakyat. Sebagai hasilnya, penggunaan kalimat aktif dan kata transisi dalam tulisan ini memastikan alur narasi tetap logis serta mudah dipahami oleh pembaca maupun mesin pencari.

Patroli Polsek Jalan Cagak Jaga Keamanan Malam Minggu

Patroli Polsek Jalan Cagak

Jajaran kepolisian memastikan situasi malam minggu di wilayah Subang tetap kondusif melalui aksi patroli Polsek Jalan Cagak yang intensif. Kapolsek Jalan Cagak, Kompol Dede Suherman, memimpin langsung tim untuk menyisir jalur lingkar hingga wilayah perbatasan Ciater. Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam ini bertujuan untuk menghapus potensi gangguan keamanan yang sering muncul di akhir pekan.

Sasaran Utama Penertiban Geng Motor dan Miras

Petugas memfokuskan pengawasan pada berbagai titik rawan yang sering menjadi tempat berkumpulnya para remaja. Selain itu, tim berupaya keras membubarkan potensi tawuran, balap liar, serta pesta minuman keras yang kerap meresahkan masyarakat. Kapolsek menekankan pentingnya pendekatan persuasif dengan memberikan imbauan agar para pemuda bekerja sama menjaga ketertiban lingkungan.

Lebih lanjut, patroli ini juga menyasar zona merah kriminalitas, khususnya untuk mengantisipasi tindak pidana Curat, Curas, dan Curanmor (C3). Oleh sebab itu, jangkauan operasi dilakukan secara mobile mulai dari Jalan Lingkar Cagak hingga titik perbatasan Kabupaten Bandung. Langkah preventif tersebut terbukti sangat efektif dalam memberikan rasa aman bagi pengguna jalan dan warga lokal yang melintas di jalur wisata.

Hasil Evaluasi Kondisi Keamanan Wilayah

Hingga saat ini, situasi di seluruh wilayah hukum Polsek Jalan Cagak terpantau sangat aman dan terkendali. Kehadiran personel kepolisian di lapangan secara konsisten mampu menekan angka gangguan ketertiban secara signifikan. Sebagai penutup, jajaran Polsek berkomitmen untuk terus menjaga kenyamanan publik agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa hambatan keamanan.

Upaya menjaga kondusivitas ini merupakan bagian dari pelayanan prima Polri kepada masyarakat Subang. Dengan struktur pengamanan yang jelas, diharapkan angka kriminalitas di titik-titik rawan dapat terus diminimalisir di masa mendatang. Keamanan wilayah adalah kunci utama dalam mendukung kenyamanan sektor wisata yang menjadi unggulan di daerah Ciater dan sekitarnya.

Kang Akur Pimpin Aksi Subang Resik Ngahiji di Masjid Agung

Subang Resik Ngahiji

Gerakan Subang Resik Ngahiji mewarnai suasana Sabtu pagi di Masjid Agung Al-Musabaqoh pada 11 April 2026. Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi yang akrab disapa Kang Akur, memimpin langsung aksi pembersihan area rumah ibadah tersebut. Langkah nyata ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan publik secara kolaboratif.

Kebersihan Sebagai Cermin Kualitas Iman

Aksi gotong royong ini menyasar area utama masjid, Gedung Dakwah, hingga jalur protokol di sekitarnya. Menurut Kang Akur, merawat rumah ibadah bukan sekadar urusan estetika, melainkan cerminan kualitas iman warga Subang. Selain itu, kegiatan ini memperkuat tali silaturahmi antar masyarakat yang terlibat aktif.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Subang menginisiasi gerakan ini sebagai kado pembuka Hari Jadi Kabupaten Subang ke-78. Ketua DMI Subang, Kang Dadhe Alfath, berambisi menjadikan Masjid Agung sebagai pusat syiar yang memikat bagi umat. Beliau berencana menggelar rangkaian kajian lintas organisasi secara rutin setiap akhir pekan setelah kondisi masjid tetap bersih dan nyaman.

Mewujudkan Subang yang Religius Melalui Kuliah Dhuha

Kang Akur juga menaruh perhatian besar pada penguatan karakter generasi muda melalui kegiatan religius. Beliau mengusulkan agar tradisi Sholat Dhuha berjamaah dan kuliah subuh bagi anak sekolah kembali dihidupkan di Masjid Agung. Gagasan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif generasi terdahulu kepada para pelajar masa kini.

Prinsip “Subang Ngabret” atau bergerak cepat dan tepat menjadi landasan dalam menjalankan setiap perubahan di daerah. Wakil Bupati menekankan pentingnya memulai langkah kecil yang konsisten untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan rumah yang ada. Beliau mengajak semua pihak untuk tidak meninggalkan tanggung jawab meskipun belum mampu menyelesaikan semuanya sekaligus.

Gotong royong ini terasa unik karena berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat yang berbeda latar belakang. Aktivis lingkungan, organisasi Islam, hingga komunitas motor bersatu demi visi Subang yang lebih bersih dan bertakwa. Kolaborasi lintas komunitas ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan dan keberkahan Kabupaten Subang di masa depan.

Sinergi Investasi di Subang: PT Meiloon Serap 800 Tenaga Kerja

Investasi di Subang

PT Meiloon Technology Indonesia merayakan lima tahun operasionalnya sebagai bukti nyata kesuksesan investasi di Subang. Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi atau Kang Akur, menghadiri Gala Dinner di kawasan industri Taifa pada Jumat malam. Acara ini menandai kolaborasi harmonis yang terjalin erat antara pemerintah daerah dan sektor industri manufaktur global.

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Perusahaan manufaktur ini telah berhasil menyerap sekitar 800 tenaga kerja lokal selama setengah dekade terakhir. Oleh karena itu, kehadiran PT Meiloon memberikan efek domino yang signifikan bagi ekonomi riil masyarakat di sekitar Pagaden. Presiden Direktur Wu Wei Chung mengapresiasi dedikasi karyawan yang menjadi kunci perkembangan utama perusahaan di wilayah ini.

Staf Ahli Kementerian Investasi, Imam Soejoedi, menilai investasi semacam ini sangat efektif menggerakkan roda ekonomi daerah. Selain itu, sinergi yang baik antara tenaga kerja dan manajemen menciptakan iklim industri yang sangat stabil. Hal ini membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia lokal mampu bersaing dalam standar industri internasional.

Keunggulan Infrastruktur Menunjang Investasi di Subang

Kang Akur menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menyediakan “karpet merah” bagi para investor global. Selain itu, kekuatan utama wilayah ini terletak pada konektivitas infrastruktur yang sudah sangat terintegrasi. Akses menuju Pelabuhan Patimban dan jaringan jalan tol memudahkan distribusi produk ke pasar global secara lebih efisien.

Meskipun sempat menghadapi tantangan besar saat pandemi pada tahun 2020, perusahaan tersebut tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Sebagai hasilnya, Pemerintah Kabupaten Subang mengajak para investor lain untuk tidak ragu menanamkan modal di wilayah strategis ini. Mereka memastikan lingkungan usaha tetap aman, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Cuaca Ekstrem Subang: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga

Cuaca Ekstrem Subang

Cuaca ekstrem Subang berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Subang sejak Jumat (10/4/2026) siang hingga malam hari. Fenomena alam ini mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan serius serta memicu tumbangnya sejumlah pohon besar di berbagai titik strategis. Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut meskipun dampak kerusakan bangunan tergolong cukup masif.

Dampak Kerusakan Rumah di Jalancagak dan Kasomalang

Bencana ini menyebabkan kerusakan bangunan yang cukup parah di Desa Bunihayu dan Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak. Selain itu, tercatat sekitar 70 rumah di Desa Bunihayu mengalami kerusakan pada bagian atap setelah tersapu oleh hembusan angin kencang. Sebagian besar rumah yang terdampak menggunakan material atap baja ringan, bahkan terdapat satu kejadian di mana atap bangunan terlepas sepenuhnya dan terbang terbawa angin.

Selanjutnya, sebanyak 11 rumah di Desa Kumpay juga dilaporkan mengalami kerusakan serupa, tepatnya di wilayah Kampung Babakan. Personel gabungan dari Tagana, BPBD, serta TNI-Polri segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi terhadap pohon-pohon besar yang menutupi akses jalan provinsi. Berkat kerja sama yang baik dengan masyarakat setempat, arus lalu lintas di jalur Kasomalang dan Jalancagak yang sempat mengalami kemacetan kini sudah kembali normal sejak Sabtu pagi.

Imbauan Keselamatan Menghadapi Cuaca Buruk

Masyarakat Subang sangat diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem masih berpotensi melanda wilayah tersebut dalam waktu dekat. Oleh karena itu, para pengendara disarankan untuk segera mencari tempat berteduh yang aman dan tidak berlindung di bawah pohon saat terjadi hujan lebat disertai angin. Pihak Tagana juga mengingatkan warga agar segera keluar dari dalam rumah jika terjadi angin kencang demi meminimalisir risiko tertimpa material bangunan yang roboh.

Pada akhirnya, kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan diri menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko bencana alam di tengah musim penghujan ini. Tetaplah memantau informasi cuaca terkini dari pihak berwenang agar dapat melakukan langkah antisipasi yang diperlukan secara tepat waktu.

Langkah Strategis Jawa Barat Menuju Zero New Stunting: Komitmen Subang di Rapat Evaluasi

Penanganan Stunting Jawa Barat

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Stunting di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (07/04/2026). Selain itu, pertemuan penting ini bertujuan untuk memetakan kondisi gizi serta potensi kekuatan setiap daerah di seluruh Jawa Barat.

Prestasi Jawa Barat dalam Menurunkan Prevalensi Stunting

Provinsi Jawa Barat berhasil mencatatkan penurunan angka prevalensi stunting yang sangat signifikan, yakni dari 21,7% di tahun 2023 menjadi 15,9% pada tahun 2024. Oleh karena itu, Jawa Barat dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam penanganan stunting secara nasional di tahun tersebut. Wakil Gubernur Erwan Setiawan menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari seluruh pemerintah kota dan kabupaten, bukan sekadar hasil kerja tingkat provinsi semata.

Komitmen Kabupaten Subang Menuju Target 5 Persen

Kabupaten Subang saat ini masuk dalam empat besar daerah dengan angka prevalensi stunting terkecil di Jawa Barat, yaitu sebesar 12,4%. Meskipun demikian, Kang Akur selaku Ketua TP3S Subang tetap berkomitmen penuh untuk mencapai target ambisius di masa depan sebesar 5%. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah-langkah taktis ini diambil guna memastikan target zero new stunting di masa kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan dapat segera terwujud.

Optimisme Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui penanganan gizi yang tepat menjadi pondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pada akhirnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat diyakini mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Polres Subang Ungkap Kasus Pestisida Palsu: Tiga Tersangka Berhasil Diamankan

Polres Subang ungkap kasus pestisida palsu

Polres Subang ungkap kasus pestisida palsu jenis Furadan yang rencananya akan diedarkan secara luas di wilayah Kabupaten Subang dan Indramayu. Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menjelaskan bahwa petugas telah menangkap tiga orang tersangka berinisial UK, SP, dan RM dalam operasi tersebut.

Kronologi Penangkapan dan Lokasi Produksi di Garut

Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan tersangka UK dan SP di wilayah Pusakanagara saat membawa 1.400 kemasan pestisida menggunakan mobil Grand Max. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan penyidikan hingga menemukan lokasi produksi ilegal di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Garut.

Polisi kemudian menangkap tersangka RM pada Selasa dini hari beserta sejumlah peralatan produksi yang digunakan untuk memalsukan produk tersebut. Oleh karena itu, koordinasi antarwilayah menjadi kunci sukses dalam memutus rantai peredaran bahan kimia pertanian ilegal ini.

Modus Operandi: Campuran Pasir Ayak dan Pewarna

Para tersangka menjalankan aksinya dengan mencampur pasir ayak, bahan kimia pertanian, pewarna, dan air untuk menciptakan tampilan produk yang serupa dengan aslinya. Namun demikian, hasil uji laboratorium bersama ahli dari Kementerian Pertanian memastikan bahwa produk tersebut sepenuhnya palsu, baik dari segi bahan maupun kemasannya.

Harga jual yang sangat murah menjadi daya tarik utama bagi para petani di lapangan. Produk palsu ini dijual hanya seharga Rp150.000 per kemasan, padahal harga produk asli biasanya mencapai Rp350.000.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman Tujuh Tahun Penjara

Dalam operasi penangkapan ini, kepolisian menyita total 1.740 kemasan pestisida palsu siap edar serta ribuan bahan pendukung lainnya. Selain itu, petugas juga mengamankan mesin segel, alat produksi, empat karung pasir ayak, serta satu unit kendaraan sebagai barang bukti kejahatan. Penggunaan suara aktif dalam tulisan ini membuat informasi terasa lebih lugas, transparan, dan kuat bagi publik.

Kini ketiga tersangka telah mendekam di rumah tahanan Mapolres Subang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara dan denda Rp5 miliar. Pada akhirnya, tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera serta melindungi para petani dari kerugian akibat penggunaan produk pertanian palsu.

Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang: Momentum Subang Ngabret

Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang diperingati melalui Rapat Paripurna Istimewa yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), pada Senin (6/4/2026). Bertempat di Gedung DPRD Subang, acara tersebut berlangsung khidmat dengan penampilan tarian tradisional serta pembacaan sejarah singkat daerah. Selain itu, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dan Wakil Bupati, Agus Masykur Rosyadi, turut hadir mendampingi jalannya sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Victor Wirabuana Abdurachman [Query, 104].

Capaian Infrastruktur dan Target “Zero Jalan Rusak” 2027

Bupati Reynaldy memaparkan tema besar peringatan tahun ini, yaitu “Karya Nyata Subang Ngabret”. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah saat ini sangat berorientasi pada hasil nyata yang dapat diukur langsung oleh masyarakat. Salah satu bukti konkretnya adalah keberhasilan pembangunan jalan sepanjang 92 kilometer yang telah rampung selama tahun anggaran 2025 [Query].

Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur ini secara bertahap. Oleh karena itu, target utama yang ditetapkan adalah memastikan tidak ada lagi jalan rusak atau berlubang di Kabupaten Subang pada tahun 2027 mendatang.

Inovasi Pelayanan Publik dan Pembangunan RS Pantura

Di bidang pelayanan, inovasi terus digulirkan melalui kanal pengaduan digital #LaporKangRey yang telah merespons ribuan laporan masyarakat secara aktif. Kemudian, pemerintah juga memperluas kemudahan administrasi kependudukan hingga ke tingkat kecamatan untuk mendekatkan layanan kepada warga.

Sektor kesehatan juga menjadi prioritas dengan adanya rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah Pantura. Selain itu, pertumbuhan ekonomi kreatif didorong melalui ajang Subang Fest yang akan diselenggarakan secara merata di berbagai wilayah [Query, 102]. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kemajuan ekonomi dan akses kesehatan tidak hanya terpusat di wilayah kota saja [Query].

Pesan Strategis Gubernur Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya sebagai tamu kehormatan memberikan penekanan pada aspek mentalitas birokrasi. Ia menegaskan bahwa kesuksesan pembangunan membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif [Query]. Dengan demikian, pola pikir aparatur harus terus dikembangkan agar lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Beliau juga mengingatkan pentingnya ketegasan dalam menjaga ketertiban serta keberlanjutan setiap program yang telah direncanakan. Pada akhirnya, sinergi antara jajaran Forkopimda, DPRD, dan pemerintah pusat menjadi kunci utama bagi kemajuan Subang yang merata. Melalui momentum milangkala ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu berlari lebih cepat demi mewujudkan visi Subang yang unggul dan sejahtera [Query].

Kinerja OPD Subang: Kritik Tajam Dedi Mulyadi Terhadap Tiga Instansi

Kinerja OPD Subang

Kinerja OPD Subang kini menjadi pusat perhatian setelah tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik pedas terhadap jajaran pemerintah daerah. Oleh karena itu, sorotan tajam ini ditujukan kepada Disparpora, Satpol PP, dan Disnakertrans yang dinilai bekerja tidak maksimal serta kurang responsif terhadap persoalan di lapangan. KDM melihat adanya ketimpangan besar antara potensi wilayah dengan eksekusi kebijakan yang dilakukan oleh dinas-dinas tersebut.

Rapor Merah Kinerja Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan Disnakertrans

Dalam evaluasinya, Dedi Mulyadi membedah titik lemah masing-masing instansi untuk mendorong perbaikan nyata. Struktur teks ini menggunakan subjudul (H2) guna menciptakan hierarki logis yang memudahkan pembaca memindai informasi (scanning). Pertama, Disparpora disoroti karena minimnya inovasi dalam mengemas kekayaan alam Subang menjadi daya tarik ekonomi kerakyatan. Selanjutnya, Satpol PP dianggap kurang tegas dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) secara konsisten dan tidak tebang pilih.

Sektor ketenagakerjaan menjadi poin paling krusial dalam “sentilan” keras kali ini. Selain itu, Disnakertrans dinilai belum optimal dalam menekan angka pengangguran serta kurang proaktif memediasi hak-hak buruh.

Transformasi ASN dan Harapan Reformasi Birokrasi

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kinerja ASN tidak boleh terjebak dalam zona nyaman atau sekadar menjalankan rutinitas administratif. Menurut beliau, Subang membutuhkan pemimpin instansi yang berani turun ke lapangan dan memiliki empati tinggi terhadap masalah warga. Jika birokrasi hanya bekerja secara formalitas, maka masyarakatlah yang akan menanggung kerugian paling besar.

Sentilan ini diharapkan menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Subang untuk segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Sebab, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik merupakan harga mati demi kemajuan daerah. Melalui langkah nyata, ketiga instansi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Subang di masa depan.

Lomba Merias Gerbang Subang Meriahkan Hari Jadi ke-78,

Lomba Merias Gerbang Subang

Pemerintah Kabupaten Subang menyelenggarakan Lomba Merias Gerbang Subang untuk memeriahkan Hari Jadi ke-78 pada tahun 2026,. Kegiatan kreatif ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Subang. Selain itu, perlombaan berlangsung dari tanggal 30 Maret hingga 6 April 2026 dengan tujuan mempercantik estetika wajah kota,.

Kontribusi Sekretariat DPRD dalam Menghias Kantor,

Sekretaris DPRD Kabupaten Subang, H. Enang Supriatna, menyampaikan bahwa instansinya turut berpartisipasi aktif dalam menghias pintu gerbang kantor DPRD. Ia menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap perayaan tahunan yang jatuh setiap tanggal 5 April. Meskipun demikian, urusan memenangkan juara diserahkan sepenuhnya kepada penilaian tim juri yang objektif.

Tujuan Keindahan Lingkungan dan Puncak Acara Budaya,

Tujuan utama dari kompetisi ini adalah meningkatkan partisipasi aktif pegawai serta memperindah lingkungan kantor di seluruh Kabupaten Subang. Oleh karena itu, setiap instansi didorong untuk berinovasi dalam menciptakan dekorasi gerbang yang menarik dan representatif,.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-78 akan dilaksanakan pada 6 April 2026 yang meliputi upacara resmi di Alun-alun Subang. Selanjutnya, perayaan budaya akan digelar sebagai penutup rangkaian acara yang meriah bagi seluruh masyarakat. Pada akhirnya, sinergi antar instansi melalui lomba ini diharapkan dapat mewujudkan wajah kota Subang yang lebih unggul dan kompetitif,.

Recent Posts