Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Renggut 9 Nyawa, Pemasok dan Penjual Miras Oplosan Maut di Subang Ditangkap

kasus miras oplosan Subang

Jajaran Polres Subang bergerak cepat menangani tragedi minuman keras (miras) oplosan yang menggegerkan warga. Kasus yang merenggut sembilan nyawa ini menyeret empat orang yang diduga terlibat dalam peredarannya.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, memimpin langsung konferensi pers bersama Forkopimda pada Sabtu (14/2/2026). Ia menjelaskan bahwa miras maut tersebut merupakan racikan Vodka merek “BigBoss” atau dikenal dengan istilah Gembling yang dicampur minuman energi sachet.

Campuran mematikan ini dikonsumsi korban di beberapa lokasi berbeda di Kota Subang. Gejala fatal seperti mual, pusing, gangguan penglihatan, hingga sesak napas dirasakan korban beberapa jam pasca-konsumsi.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan. Tim Unit Jatanras Satreskrim bersama Satresnarkoba Polres Subang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat,” ujar AKBP Dony.

Dari empat orang yang diamankan, polisi menetapkan dua tersangka utama. HS (49) berperan sebagai pemasok wilayah Subang, dan JM (50) adalah pemilik toko yang menjual langsung kepada para korban.

Dua orang lainnya, PNM (29) dan EH (18), saat ini masih berstatus sebagai saksi. Penyidik masih menunggu hasil gelar perkara lanjutan untuk menentukan status hukum mereka.

Dampak tragedi ini sangat fatal. Hingga 12 Februari 2026, tercatat 9 orang meninggal dunia, 2 orang masih dalam perawatan intensif di RSUD Ciereng, dan 1 orang sudah diperbolehkan pulang.

Polisi telah menyita barang bukti berupa botol bekas, sisa cairan, hingga sampel medis korban. Saat ini, koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jabar terus dilakukan untuk memburu produsen utama di balik peredaran miras tersebut.

Tragedi Miras Oplosan Subang, Komisi III DPR Desak Polisi Buru Sang Dalang

miras oplosan Subang

Kematian sembilan warga Kabupaten Subang akibat minuman keras (miras) oplosan memantik reaksi keras dari Senayan. Wakil Ketua Komisi III DPR, Rano Alfath, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus maut ini hingga ke akarnya.

Rano menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh hanya berhenti pada level penjual atau pemasok lapangan. Polisi harus mengejar dalang utama serta produsen bahan baku berbahaya yang disalahgunakan.

“Kami meminta kepolisian tidak berhenti pada penjual dan pemasok. Produsen yang memproduksi atau mendistribusikan bahan berbahaya yang kerap digunakan untuk oplosan juga harus ditelusuri,” ujar Rano kepada wartawan, Jumat, 13 Februari.

Kepolisian saat ini telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran tersebut. Dua orang di antaranya, yakni pemasok dan pemilik toko, sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kendati demikian, Rano menilai tindakan tersebut belum cukup untuk memutus rantai distribusi maut ini. Ia menyoroti kandungan zat mematikan seperti metanol atau bahan kimia industri yang kerap dicampur secara sembarangan.

“Nyawa sembilan orang menjadi alarm keras bagi kita semua. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi persoalan serius yang menyangkut keselamatan jiwa masyarakat,” tegasnya.

Pimpinan komisi hukum ini mendorong adanya pengawasan terpadu dan razia rutin di titik-titik rawan peredaran. Edukasi masif mengenai risiko fatal miras oplosan murah juga harus digencarkan ke masyarakat.

“Penegakan hukum yang tegas, pengawasan ketat, serta edukasi yang masif adalah kunci agar tidak ada lagi korban jiwa akibat miras oplosan,” pungkasnya.

Bupati Subang Sentil Manajemen RSUD: Profit Itu Urutan Keempat, Nyawa Nomor Satu!

pelayanan RSUD Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, memberikan peringatan keras kepada jajaran manajemen RSUD Subang. Dalam Rapat Evaluasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun Anggaran 2025, ia menegaskan agar rumah sakit pelat merah tersebut tidak terjebak pada orientasi keuntungan semata.

Kang Rey, sapaan akrab bupati, menekankan bahwa fungsi sosial harus menjadi napas utama pelayanan. Kegiatan evaluasi ini berlangsung di Hotel Laska pada Kamis (12/2/2026).

“RSUD bukan sekadar tempat mencari laba, melainkan lembaga yang harus hadir sepenuhnya untuk melayani seluruh lapisan warga Subang,” ujar Kang Rey di hadapan peserta rapat.

Ia menyoroti tingkat keterisian tempat tidur atau okupansi RSUD yang menembus angka 80 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata rumah sakit swasta yang hanya berada di kisaran 43 persen.

Data tersebut menjadi bukti bahwa RSUD masih menjadi tumpuan utama harapan hidup masyarakat Subang. Oleh karena itu, kualitas pelayanan tidak boleh dikorbankan demi efisiensi bisnis.

Kang Rey justru berharap angka okupansi ini bisa ditekan melalui penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ia menargetkan seluruh Puskesmas di Subang memiliki fasilitas rawat inap pada akhir masa jabatannya agar beban RSUD berkurang.

Tantangan kekurangan sumber daya manusia (SDM) medis juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi tengah merancang program beasiswa khusus bagi calon dokter.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pemerataan tenaga medis hingga ke pelosok. Pembangunan fisik fasilitas kesehatan dinilai akan sia-sia jika tidak didukung oleh kehadiran tenaga ahli yang memadai.

Menutup arahannya, Kang Rey memberikan ultimatum terkait pola pikir pelayanan. Ia meminta manajemen menanamkan mindset bahwa keuntungan finansial bukanlah prioritas utama.

“Mindset kita harus sama. Satu, dua, dan tiga adalah pelayanan. Urutan keempat baru bicara profit,” tegas Bupati Subang.

Ia juga mewanti-wanti agar tidak ada pasien yang ditolak berobat. Hal ini berlaku mutlak, termasuk bagi warga yang terkendala status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula pengukuhan Dewan Pengawas RSUD Subang periode 2025-2030. Dede Sunarya resmi ditunjuk sebagai ketua, didampingi empat anggota lainnya yakni Bambang Herdadi, Meity Damayangi, Dwi Agustinus Rostandi, dan Fahadila Fahrurozi Remi.

Direktur RSUD Subang, dr. H. Achmad Nasuhi, melaporkan kinerja rumah sakit sepanjang 2025. Pihaknya mengklaim telah berhasil menyeimbangkan kesehatan finansial BLUD tanpa mengurangi mutu layanan kepada pasien.

Jelang Ramadan, Warga Cibogo Serbu Gerakan Pangan Murah

Gerakan Pangan Murah Subang

Dinas Ketahanan Pangan bersama Perum BULOG Kancab Subang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Cibogo, Kecamatan Cibogo. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026).

Pimpinan Cabang BULOG Subang – Purwakarta, Laswenri, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak nasional. Tujuannya adalah mengendalikan inflasi serta menstabilkan harga pangan menjelang Ramadan 2026.

“Gerakan ini untuk mengendalikan inflasi pangan dan menjaga harga kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil dan terjangkau,” ujar Laswenri saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Berbagai komoditas pangan strategis tersedia dalam gelaran ini, mulai dari Beras Medium SPHP hingga Beras Premium Punokawan. Warga juga dapat membeli Minyakita, gula pasir, dan tepung terigu dengan harga di bawah pasar.

Laswenri menegaskan, kebutuhan pokok masyarakat diprediksi akan meningkat signifikan saat bulan suci. Oleh karena itu, sinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan akan terus diperkuat untuk menggelar kegiatan serupa di wilayah lain.

“Ini bentuk dukungan pemerintah terhadap daya beli masyarakat. Diharapkan melalui Gerakan Pangan Murah ini, ketersediaan pangan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang Ramadan 2026,” jelasnya.

Antusiasme warga Desa Cibogo terlihat sangat tinggi dalam menyambut program ini. Mereka merasa terbantu dengan ketersediaan bahan pokok berkualitas yang ramah di kantong.

Salah satu pengunjung, Nurfatimah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran pasar murah ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin bulanan di desanya.

”Alhamdulillah produknya berkualitas harganya juga murah. Kepinginnya sih kegiatan seperti ini digelar tiap bulan sekali,” pinta Nurfatimah.

Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Subang Tembus Rp 85 Ribu

harga kebutuhan pokok Subang

Tren kenaikan harga kebutuhan pokok mulai terlihat di Kabupaten Subang menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan kondisi pasar saat ini masih relatif aman dan terkendali.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. R. Memet Hikmat, memimpin inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Terminal Subang. Kegiatan pemantauan harga ini berlangsung pada Jumat (13/2/2026).

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Subang turut serta dalam peninjauan tersebut. Tim gabungan ini terdiri dari unsur Bulog, Kadin, BPS, TNI, Polri, hingga dinas terkait lainnya.

Hasil pantauan lapangan menunjukkan lonjakan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Harganya meroket dari Rp 60.000 menjadi Rp 85.000 per kilogram.

Minyak goreng curah juga mengalami kenaikan dari Rp 22.000 menjadi Rp 27.000 per kilogram. Sementara itu, harga wortel tercatat menyentuh angka Rp 40.000 per kilogram.

Produk Minyakita terpantau naik dari Rp 15.700 menjadi Rp 17.500 per liter. Namun, petugas masih menemukan beberapa pedagang yang menjual sesuai harga acuan pemerintah yakni Rp 15.700.

Sejumlah komoditas lain seperti telur ayam, sayuran umum, dan daging sapi terpantau masih stabil. Daging sapi dijual di kisaran Rp 130.000 hingga Rp 140.000 per kilogram.

Memet menegaskan bahwa fluktuasi harga ini masih dalam batas wajar dan stok tersedia. Pihaknya terus memantau pergerakan pasar untuk mengantisipasi lonjakan yang memberatkan warga.

“Kami bersama unsur TNI, Polri, Bulog, BPS, dan OPD turun langsung memastikan kesiapan menghadapi Ramadan. Untuk sementara harga masih relatif aman. Ada kenaikan di minyak goreng dan cabai, tetapi masih terkontrol,” ujarnya.

Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah intervensi konkret jika harga terus melambung. Gerakan Pasar Murah dijadwalkan akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026.

Bulog juga secara rutin menggelar penjualan produk di bawah harga pasar setiap kegiatan Car Free Day (CFD). Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga dan membantu daya beli masyarakat.

Memet mengimbau warga untuk tidak panik dan tetap menjaga ketenteraman selama beribadah. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengawasi harga di lapangan.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga ketenteraman dan fokus beribadah. Jika ada kenaikan harga yang terlalu drastis, segera laporkan agar bisa cepat diantisipasi,” katanya.

Bupati Subang Kukuhkan 313 Pengurus UPZ, Tekankan Transparansi Zakat

BAZNAS Subang, zakat infak sedekah, Reynaldy Putra Andita, UPZ Subang, Pemkab Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita BR, menekankan pentingnya amanah dan integritas bagi para petugas pengumpul zakat. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri pengukuhan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kabupaten Subang, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Oman Syahroni ini mengusung tema “Tebarkan Kebaikan, Tunaikan Zakat, Infak dan Sedekah”. Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi dan Sekda Asep Nuroni turut hadir mendampingi Bupati dalam acara tersebut.

Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, melaporkan sebanyak 313 pengurus UPZ resmi dikukuhkan. Para petugas ini berasal dari tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga desa.

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey melakukan prosesi pengukuhan secara simbolis dengan memakaikan rompi kepada perwakilan pengurus. Momen ini menandai dimulainya tanggung jawab resmi mereka dalam mengelola dana umat di wilayah masing-masing.

Kang Rey mengapresiasi konsistensi BAZNAS dalam membangun sistem pengelolaan zakat yang terstruktur. Kehadiran UPZ hingga ke pelosok desa dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

Menurutnya, nilai keislaman tidak hanya tecermin dalam ibadah personal, tetapi juga praktik sosial yang nyata. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat memperkuat visi Subang sebagai daerah yang religius.

Kang Rey berpesan agar seluruh pengurus menjaga nama baik lembaga dengan bekerja maksimal. Pelayanan prima harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia dan guru ngaji.

“Berikan laporan dengan baik, laksanakan tugas semaksimal mungkin untuk masyarakat. Bangun kepedulian sosial di desa, baik bagi yang ingin bersedekah maupun yang membutuhkan,” tegas Kang Rey.

Transparansi menjadi kunci utama yang ditekankan Bupati untuk meningkatkan kepercayaan publik. Laporan pengelolaan dana harus disampaikan secara rinci agar masyarakat yakin zakat mereka dikelola dengan benar.

Pemerintah Daerah berkomitmen mendukung penuh peran BAZNAS dan UPZ sebagai instrumen pembangunan. Zakat diharapkan menjadi kekuatan umat untuk mewujudkan Subang yang unggul, maju, dan religius.

Besok Beroperasi, SPPG Dangdeur 08 Siap Melayani dengan Standar Unggulan


suarasubang.com – Bayangkan sebuah pagi yang tenang di Kelurahan Dangdeur, di mana aroma masakan sehat yang menggugah selera mulai tercium dari sebuah dapur industrial modern di Jalan Brigjen Katamso.

Di balik dinding-dindingnya, terdapat kesibukan yang teratur—para ahli gizi memantau takaran kalori, juru masak bekerja dengan higienitas ketat, dan alur produksi yang searah memastikan setiap porsi makanan terjaga keamanannya.

Ini bukan sekadar dapur biasa, melainkan sebuah “pabrik nutrisi” yang menjadi harapan baru bagi ribuan anak sekolah di Subang untuk mendapatkan asupan gizi terbaik demi masa depan mereka. Besok, dapur ini sudah beroperasi!

Syukuran dan Langkah Awal Melayani

Tepat hari ini, Kamis, 12 Februari 2026, suasana khidmat menyelimuti lokasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dangdeur 08, Subang.

Sebuah acara syukuran digelar sebagai penanda bahwa unit layanan ini telah siap beroperasi penuh untuk melayani para penerima manfaat.

Kehadiran owner Niko Rinaldo dan Bidan Teti, bersama Lurah Dangdeur, aparat keamanan, serta perangkat RT/RW setempat, menegaskan dukungan kuat komunitas terhadap program ini.

Momen kebahagiaan ini juga diisi dengan pembagian santunan bagi anak yatim di lingkungan sekitar, menunjukkan bahwa keberadaan SPPG Dangdeur 08 tidak hanya soal nutrisi di atas piring, tetapi juga tentang kepedulian sosial yang mendalam.

Fasilitas dan Layanan Grade Unggulan

Sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), SPPG Dangdeur 08 tidak main-main dalam menetapkan standar pelayanan.

Fasilitas ini dirancang dengan konsep yang mengacu langsung pada arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

Niko mengungkapkan, untuk tahap awal, dapur ini akan melayani 1.542 penerima manfaat yang tersebar di delapan sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMK di wilayah Kecamatan Subang.

“Tapi sebenarnya dapur kami siap melayani dengan kapasitas hingga 3.000 penerima manfaat. Jadi ke depan ada kemungkinan kami akan meningkatkan jumlahnya.”

Lebih jauh, ia menambahkan dapurnya menyediakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dapat dikontrol secara optimal guna meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

SPPG Dangdeur 08 menyiapkan sebanyak 50 personel telah disiapkan melalui pelatihan keamanan pangan yang ketat, mulai dari penanganan bahan baku bersertifikat halal hingga penyajian.

Kehadiran SPPG Dangdeur 08 bukan sekadar tentang menyediakan makan siang, melainkan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Subang.

Program ini menciptakan rantai pasok yang melibatkan petani lokal dan usaha kecil di sekitar wilayah operasional, sehingga kesejahteraan masyarakat ikut meningkat.

Dengan dimulainya operasional perdana ini, SPPG Dangdeur 08 resmi berdiri sebagai penjaga kualitas gizi masyarakat sekaligus simbol kemajuan ekonomi berbasis pemenuhan kebutuhan dasar manusia.

Skandal Mafia Tanah PT Vinfast: Kejari Subang Tahan Kades dan 4 Aparat Desa

suarasubang.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Subang mengambil tindakan tegas terhadap praktik mafia tanah yang menghambat investasi.

Pada Kamis, 12 Februari 2026, pihak kejaksaan resmi menahan Kepala Desa Cibogo beserta empat aparat desa lainnya atas dugaan korupsi penjualan tanah negara kepada perusahaan otomotif besar, PT VinFast Automobile Indonesia.

Kronologi Praktik Mafia Tanah

Kasus yang mencoreng pemerintahan desa ini bermula pada tahun 2024 saat PT Vinfast, produsen kendaraan listrik, mulai menanamkan investasi dengan mengakuisisi lahan di wilayah Desa Cibogo.

Masalah muncul ketika perusahaan menemukan lahan seluas 1,5 hektare yang berstatus fasilitas umum—berupa jalan setapak dan selokan pertanian—yang secara hukum merupakan tanah negara tidak bertuan.

Alih-alih melindungi aset negara, para tersangka diduga bekerja sama secara ilegal untuk menjual lahan tersebut kepada pihak perusahaan. “Para tersangka ini secara bersama-sama menjual tanah negara tersebut kepada PT Vinfast,” ungkap Kepala Kejari Subang, Noordien Kusumanegara.

Kerugian Negara dan Penetapan Tersangka

Tindakan manipulatif para oknum perangkat desa ini tidak hanya mencoreng integritas daerah, tetapi juga menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.

Berdasarkan audit yang dilakukan, negara mengalami kerugian sebesar Rp2,492 miliar.
Setelah memeriksa 70 orang saksi dan 3 orang ahli, Kejari Subang menetapkan lima orang tersangka utama, yaitu:

  • AM: Kepala Desa Cibogo.
  • TA: Anggota BPD Desa Cibogo.
  • S: Kepala Dusun (Kadus) Cibogo.
  • US: Anggota BPD Desa Cibogo.
  • QK: Kasi Pemerintahan Desa Cibogo.

Komitmen Pemberantasan Korupsi

Saat ini, kelima tersangka telah dijebloskan ke Lapas Subang untuk menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan guna melengkapi berkas perkara. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal hingga 20 tahun.

Noordien menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen Kejari Subang melalui Satgas Investasi dan Mafia Tanah untuk menjaga iklim investasi yang sehat di Kabupaten Subang.

“Tidak ada ampun bagi yang menghambat investasi di Kabupaten Subang,” pungkasnya dengan tegas.

Wajah Baru Dapur MBG: Saat Tembok Berbicara tentang Harapan

Jalan-jalan ke Kota Subang,
Jangan lupa membeli nanas.
Lihat dapur kini berkembang,
Penuh warna dan kreativitas.

suarasubang.com – Pantun di atas rasanya pas untuk menggambarkan suasana baru di SPPG Dangdeur 08, Subang. Jika dulu dinding bangunan itu hanyalah pembatas bisu yang kaku, kini ia telah “berbicara”.

Tembok yang semula polos itu telah berubah menjadi kanvas raksasa yang hidup, dipenuhi paduan warna biru dan hijau yang menyegarkan mata. Karakter-karakter siswa yang ceria, ilustrasi menu makanan sehat yang menggugah selera, hingga pesan-pesan penting tentang gizi, kini menyapa siapa saja yang memandang.

Perubahan drastis ini bukanlah sihir, melainkan buah dari kolaborasi apik dalam agenda Creative Day. SPPG Dangdeur 08 membuka pintunya lebar-lebar bagi komunitas mural lokal, One Art Subang, untuk menyulap fasilitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi ruang yang jauh lebih hangat.

Bagi Niko Rinaldo, Direktur Utama PT TNR Mitra Utama, menyajikan makanan berkualitas dalam program MBG hanyalah satu sisi mata uang. Sisi lainnya adalah bagaimana membuat program ini diterima dan dicintai oleh target utamanya: anak-anak.

Ia menyadari bahwa dapur MBG tidak boleh terasa asing atau berjarak. Ia harus menjadi ruang publik yang ramah, yang mampu memperbaiki perspektif masyarakat tentang pelayanan gizi.

“Kami ingin dapur MBG bukan hanya memberi makan, tetapi juga menghadirkan harapan,” ungkap Niko.

Visinya jelas: menciptakan lingkungan di mana anak-anak merasa bahagia saat kebutuhan gizinya terpenuhi. Mural-mural itu bukan sekadar hiasan, melainkan jembatan emosional yang menghubungkan program pemerintah dengan hati anak-anak.

Gayung pun bersambut. Para seniman dari One Art Subang merasakan energi yang berbeda dalam proyek ini. Dudi, salah satu kreator grafiti, mengaku ini adalah pengalaman pertama komunitasnya dilibatkan langsung oleh SPPG.

Ada kebanggaan tersendiri saat goresan kuas dan semprotan cat mereka tidak hanya berakhir sebagai karya seni visual, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial dan masa depan generasi muda Subang.

Kini, Dapur MBG Dangdeur 08 telah melampaui fungsinya sebagai sekadar tempat memasak. Ia telah bertransformasi menjadi simbol partisipasi publik dan ruang tumbuh yang menyenangkan. Inisiatif ini membuktikan bahwa pelayanan publik yang serius dapat disampaikan dengan cara yang luwes dan menyenangkan.

Atas inovasi yang menyegarkan ini, satu kalimat apresiasi layak disematkan: Salut, PPG Dangdeur 08 Subang Tak Hanya Produktif Tapi Juga Kreatif!

Recent Posts