Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Lansia 90 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tarum Timur Subang

lansia tenggelam di Subang

suarasubang.com – Seorang lansia bernama Subi (90) dilaporkan hilang diduga tenggelam di Sungai Tarum Timur, Dusun Barugbug, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang. Korban diketahui tengah mencari ikan sebelum akhirnya menghilang dan belum ditemukan hingga Minggu (17/5/2026). Penggunaan kata kunci utama di awal paragraf bertujuan agar pembaca dan mesin pencari segera memahami topik utama artikel.

Kronologi Hilangnya Korban di Pabuaran

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB saat seorang pedagang kerupuk melihat korban sedang mencari ikan. Namun, setelah beberapa saat, saksi menyadari bahwa Subi tidak kunjung muncul kembali ke permukaan air. Pembagian informasi ke dalam paragraf pendek seperti ini membantu pembaca agar tidak merasa terbebani oleh teks yang terlalu padat.

Warga setempat segera melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi terakhir korban terlihat sejauh kurang lebih 20 meter. Sayangnya, tindakan awal tersebut belum membuahkan hasil sehingga warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Menggunakan struktur kalimat aktif dalam narasi ini membuat pesan tersampaikan secara lebih bertenaga dan jelas.

Operasi Pencarian Tim SAR Gabungan

Tim Rescue Kantor SAR Bandung mulai bergerak pada Minggu pagi pukul 06.10 WIB dengan membawa perlengkapan keselamatan personel yang lengkap. Selain itu, operasi pencarian ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur gabungan seperti Polsek Pabuaran, BPBD, Damkar, hingga relawan IEA Kabupaten Subang. Penggunaan kata transisi seperti “selain itu” berfungsi untuk mempererat hubungan antar kalimat sehingga alur tulisan menjadi lebih mengalir.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan komitmennya untuk melakukan upaya pencarian secara maksimal. Meskipun tim menghadapi tantangan di lapangan, faktor keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas utama selama proses operasi berlangsung. Kalimat yang ringkas dan padat dalam bagian ini dirancang untuk memudahkan pembaca dalam memproses informasi kunci dengan cepat.

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh seluruh unsur SAR gabungan di sepanjang aliran sungai. Penulisan judul dan subjudul yang relevan membantu struktur artikel menjadi lebih logis bagi pembaca maupun sistem pencarian.

F-PKS Subang Luncurkan Program Hari Aspirasi

Hari Aspirasi PKS Subang

suarasubang.com – Fraksi PKS DPRD Kabupaten Subang resmi meluncurkan program Hari Aspirasi sebagai wadah komunikasi terbuka bagi seluruh warga. Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Puncak Milad PKS ke-24 yang berlangsung di Kantor DPD PKS Subang pada Minggu (17/5/2026). Melalui inovasi tersebut, masyarakat kini memiliki akses langsung untuk menyampaikan masukan, aduan, hingga aspirasi kepada pemerintah daerah.

Jadwal Layanan Hari Aspirasi PKS Subang

Program layanan ini akan dibuka setiap hari Selasa mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Warga dapat mendatangi langsung ruang Fraksi PKS di gedung DPRD Kabupaten Subang untuk berdialog dengan para wakil rakyat. Ketua Fraksi PKS Subang, Evi Nurafiah, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah bentuk komitmen partai dalam menyediakan jalur komunikasi yang seluas-luasnya bagi publik.

Memperjuangkan Kepentingan Masyarakat di Legislatif

Evi menegaskan bahwa pihaknya ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat guna memahami persoalan nyata di lapangan. Fraksi PKS akan memastikan setiap suara warga dapat tersampaikan serta diperjuangkan secara efektif melalui jalur legislatif. Selain berfungsi sebagai tempat pengaduan, program ini juga menjadi ruang diskusi strategis untuk membangun kemandirian daerah di masa depan.

Rangkaian Milad Berdaya PKS Subang

Kegiatan peresmian ini berlangsung sangat meriah dengan kehadiran lebih dari seribu kader dan simpatisan dari berbagai wilayah. Selain peluncuran program aspirasi, panitia juga menggelar berbagai acara menarik seperti senam bersama, bazar UMKM, hingga launching Gerakan Pekarangan Hijau. Ketua DPD PKS Subang, Bambang Trihardiono, menyatakan bahwa momentum Milad Berdaya ini berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat serta ketahanan keluarga.

Akademisi Dukung Upaya Swasembada Pangan Nasional

Swasembada Pangan

suarasubang.com – Upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus menuai dukungan positif dari berbagai kalangan. Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas, Ferdi, secara terbuka mengapresiasi kinerja nyata Kementerian Pertanian dalam acara Dialog Swasembada Pangan di Surabaya. Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan paling valid bukanlah sekadar angka di atas kertas, melainkan realita faktual yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.

Fakta Lapangan Sebagai Indikator Keberhasilan

Ferdi menilai bahwa perdebatan mengenai data pangan merupakan hal yang lumrah dalam kajian akademis. Namun, kondisi ketahanan pangan nasional saat ini terbukti aman karena masyarakat tidak mengalami kelangkaan beras selama momentum besar keagamaan. Selain itu, dinamika harga di berbagai wilayah masih dianggap sebagai fluktuasi pasar yang wajar dan bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan.

Angka Impor Indonesia Jauh di Bawah Batas FAO

Merujuk pada standar organisasi pangan dunia (FAO), posisi keamanan pangan Indonesia saat ini dikategorikan sangat aman. Standar internasional tersebut memperbolehkan sebuah negara melakukan impor hingga batas maksimal 10 persen dari total kebutuhan nasional. Kenyataannya, angka impor Indonesia saat ini hanya berada pada kisaran 5 persen, yang berarti Indonesia masih memiliki surplus produksi yang signifikan.

Hilirisasi Komoditas Lokal dan Penindakan Mafia Pangan

Komitmen Menteri Pertanian juga terlihat nyata melalui dorongan hilirisasi komoditas lokal seperti gambir di Sumatera Barat. Ferdi menekankan bahwa perhatian terhadap pengolahan bahan baku lokal merupakan langkah nyata untuk menyejahterakan petani di daerah. Oleh karena itu, ia mengajak media massa untuk lebih berimbang dalam memberitakan keberhasilan sektor pertanian serta tindakan tegas pemerintah terhadap mafia pangan.

Duka Mendalam Keluarga Korban Longsor Curug Cileat

Korban longsor Curug Cileat

suarasubang.com – Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman Alda Apriliani (22) di Kampung Sukamanah Timur, Desa Cikampek Barat. Ratusan pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban musibah tersebut pada Sabtu (16/5/2026). Amud, ayah kandung korban, tampak sangat terpukul saat menceritakan kenangan manis bersama putrinya yang kini telah tiada.

Pamit Terakhir Kepada Ibu

Sebelum musibah terjadi, Alda sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi bermain bersama rekan-rekannya. Amud menjelaskan bahwa putrinya tersebut berangkat secara mandiri menggunakan sepeda motor menuju lokasi wisata. Keluarga sama sekali tidak menyangka bahwa percakapan singkat itu akan menjadi momen perpisahan selamanya dengan gadis pekerja pabrik tersebut.

Kabar duka mengenai kejadian longsor tersebut baru diterima pihak keluarga selepas waktu Maghrib tiba. Salah satu rekan korban yang selamat memberikan informasi memilukan tersebut melalui sambungan telepon seluler. Berita mendadak ini tentu saja meninggalkan luka batin yang sangat mendalam bagi seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan.

Kekecewaan Terhadap Pengelola Wisata

Di tengah rasa kehilangan yang besar, Amud menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pihak pengelola kawasan wisata. Ia menilai tidak ada peringatan dini yang jelas serta memadai mengenai potensi bahaya longsor di perbukitan itu. Menurutnya, informasi keamanan yang akurat sangat krusial agar para pengunjung bisa lebih waspada saat menghadapi cuaca ekstrem.

Selain itu, rombongan korban kabarnya hanya menerima imbauan sederhana untuk sekadar berteduh jika turun hujan lebat. Amud menyayangkan minimnya edukasi serta sistem keamanan bagi wisatawan yang mendaki hingga ke area atas curug. Meskipun demikian, ia berharap kejadian tragis ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola wisata di masa depan.

Mengenal Sumrize, Startup AI Asal Subang yang Digawangi Alfyan Cs

suarasubang.com – Koordinasi tim kerja saat ini mayoritas telah beralih ke aplikasi obrolan seperti WhatsApp dan Slack. Namun, derasnya arus pesan sering kali membuat keputusan penting tenggelam dan memicu kelelahan informasi.

Menjawab tantangan tersebut, Sumrize, Startup AI Asal Subang, hadir membawa solusi inovatif sebagai “lapisan memori” (memory layer) bagi tim modern.

Apa itu Sumrize?

Sumrize (PT Sumrize Teknologi Cerdas) adalah platform kecerdasan buatan berbasis Large Language Models (LLM) yang berfungsi merangkum pembicaraan kerja secara otomatis. Tanpa perlu menggunakan aplikasi baru yang rumit, teknologi Sumrize masuk dan terintegrasi langsung ke dalam grup chat yang sudah digunakan tim sehari-hari.

Manajemen Baru dan Komitmen untuk Kabupaten Subang

Startup AI asal Subang ini digawangi oleh Alfyan Angga Saputra sebagai CEO bersama jajaran tim manajemennya. Untuk mempercepat ekspansi bisnis, Sumrize resmi memperkuat struktur perusahaan dengan menggandeng Niko Rinaldo sebagai Komisaris Utama dalam peresmian yang digelar di Manoe Coffee, Subang.

Komisaris Utama PT Sumrize Teknologi Cerdas, Niko Rinaldo menyampaikan, pembentukan jajaran baru ini diharapkan mampu membawa perusahaan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

Ia berharap Subang bisa menjadi titik awal momentum, di mana Sumrize bisa bertumbuh lebih besar. “Sebagai startup asal Subang, tentu orang Subang yang harus mengenal lebih dulu Sumrize.”

Fitur Unggulan dan Prestasi Sumrize

Meski berada di tahap awal, Sumrize, Startup AI Asal Subang ini telah mencatatkan validasi pasar dan prestasi yang kuat:

Pengakuan Nasional & Global: Sukses menyabet Juara ke-3 NextDev 11 oleh Telkomsel (2026), terpilih sebagai delegasi ASEAN Startup Summit 2025, serta didukung oleh raksasa teknologi dunia seperti Google for Startups dan NVIDIA Inception.
Inovasi dari Sumrize ini menjadi bukti nyata bahwa produk teknologi berbasis AI yang kompetitif di kancah internasional mampu lahir dan digerakkan oleh talenta-talenta berbakat dari Kabupaten Subang.

Rangkuman Otomatis & Rizz AI: Menyajikan rangkuman percakapan berkala langsung ke WhatsApp dan menyediakan asisten pintar interaktif untuk menjawab pertanyaan spesifik seputar dinamika kerja di grup.

Traksi Operasional: Telah berhasil memproses dan mengirimkan lebih dari 1 juta rangkuman kepada ratusan pengguna aktif harian.

Pengakuan Nasional & Global: Sukses menyabet Juara ke-3 NextDev 11 oleh Telkomsel (2026), terpilih sebagai delegasi ASEAN Startup Summit 2025, serta didukung oleh raksasa teknologi dunia seperti Google for Startups dan NVIDIA Inception.

Inovasi dari Sumrize ini menjadi bukti nyata bahwa produk teknologi berbasis AI yang kompetitif di kancah internasional mampu lahir dan digerakkan oleh talenta-talenta berbakat dari Kabupaten Subang.

Startup AI Asal Subang ‘Sumrize’ Kenalkan Jajaran Direksi dan Komisaris Baru

suarasubang.com – PT Sumrize Teknologi Cerdas (Sumrize), startup kecerdasan buatan (AI) asal Kabupaten Subang, resmi memperkenalkan jajaran direksi dan dewan komisaris barunya. Pengumuman formasi manajemen baru ini dilaksanakan dalam sebuah acara yang berlangsung di Manoe Coffee, Subang, pada Sabtu (16/5).

Sumrize sendiri merupakan startup inovatif yang mengembangkan teknologi memory layer berbasis AI untuk membantu tim kerja merangkum percakapan di grup chat (seperti WhatsApp dan Slack) secara otomatis.

Kiprah perusahaan rintisan lokal ini telah diakui di tingkat nasional, salah satunya dengan sukses menyabet gelar Juara 3 dalam ajang inkubasi NextDev 11 oleh Telkomsel pada awal tahun 2026.

Berikut adalah susunan lengkap jajaran Direksi dan Komisaris baru PT Sumrize Teknologi Cerdas yang diperkenalkan:

  • Komisaris Utama: Niko Rinaldo
  • Chief Executive Officer (CEO): Alfyan Angga Saputra
  • Chief Technology Officer (CTO): Alwan Putra Andriansyah
  • Chief Operating Officer (COO): Fajar Restu Aji
  • Chief Product Officer (CPO): Asep Rojali

Komisaris Utama PT Sumrize Teknologi Cerdas, Niko Rinaldo menyampaikan, pembentukan jajaran baru ini diharapkan mampu membawa perusahaan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri digital yang terus berkembang.

“Momentum ini bukan hanya seremoni penandatanganan, tetapi juga awal dari komitmen bersama untuk menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi, khususnya di Kabupaten Subang,” ujarnya.

Langkah penyegaran struktural ini mempertegas komitmen Sumrize untuk melakukan akselerasi produk dan ekspansi pasar yang lebih luas, sekaligus membuktikan bahwa inovasi teknologi kelas dunia mampu lahir dan digerakkan oleh talenta-talenta berbakat dari Kabupaten Subang.


BUMDes Jatayu Kelola Dana Desa Kotasari

Dana Desa Kotasari

suarasubang.com – Pemerintah Desa Kotasari resmi menyalurkan modal kepada BUMDes Jatayu untuk memperkuat program Dana Desa Kotasari di sektor ketahanan pangan. Berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025, penyertaan modal yang diberikan tersebut mencapai angka Rp193.000.000. Dana ini dialokasikan secara khusus untuk mendukung budidaya perikanan, peternakan, serta optimalisasi sektor pertanian lokal di wilayah Subang. Oleh karena itu, langkah strategis ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya kemandirian serta swasembada pangan di tingkat desa.

Transparansi Anggaran Melalui Musyawarah

Direktur BUMDes Jatayu, Ade Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima kucuran dana tersebut untuk tahun anggaran 2025. Ia memastikan bahwa seluruh alokasi penggunaan anggaran telah melalui mekanisme yang sangat transparan serta akuntabel kepada masyarakat. Selain itu, penetapan penggunaan dana tersebut diputuskan secara mufakat melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang melibatkan berbagai elemen warga. Regulasi nasional saat ini memang mewajibkan minimal 20% dari Dana Desa digunakan untuk penguatan program pangan desa melalui pengelolaan BUMDes.

Implementasi Teknis Sektor Peternakan dan Pertanian

Dalam implementasi teknisnya, BUMDes Jatayu membagi kegiatan ketahanan pangan ini ke dalam tiga bagian utama yang bersifat produktif. Sektor peternakan difokuskan pada pembelian 275 ekor bebek petelur serta 90 ekor entog jumbo untuk mendukung pengolahan pangan lokal. Di sisi lain, sektor pertanian akan mengelola area persawahan milik desa secara lebih modern dan terorganisir untuk hasil maksimal. Sementara itu, sektor perikanan terus dikembangkan guna menjamin ketersediaan konsumsi ikan yang sehat dan terjangkau bagi seluruh warga desa.

Transformasi Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Penyertaan modal yang signifikan ini menjadi motivasi besar bagi pengelola untuk menjalankan BUMDes secara profesional dan mandiri. Pemerintah Desa Kotasari berharap agar lembaga ini segera bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas. Target utamanya adalah memperluas jangkauan pelayanan serta memastikan akses pangan yang stabil di wilayah Kecamatan Pusakanagara. Selain meningkatkan pendapatan asli desa, program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga melalui pemberdayaan ekonomi inklusif. Dengan demikian, visi ketahanan pangan yang kokoh dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak secara berkelanjutan.

Tim SAR Cari Wisatawan Karawang di Curug Cileat

Wisatawan Curug Cileat

suarasubang.com – Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian intensif terhadap dua wisatawan Curug Cileat asal Karawang yang hilang akibat terseret longsor. Proses pencarian ini melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD, Tagana, TNI, Polri, hingga warga setempat pada Sabtu (16/5/2026). Petugas membagi tim menjadi dua kelompok utama guna menyisir lokasi kejadian dan aliran sungai di sekitarnya.

Fokus di Dua Lokasi Pencarian

Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin, menjelaskan bahwa operasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tim pertama fokus melakukan penggalian secara manual pada bongkahan material longsor di perbukitan Gunung Canggah. Sementara itu, tim kedua melakukan penyusuran di sepanjang Sungai Cileat untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

Langkah pembagian lokasi ini bertujuan untuk memudahkan proses evakuasi dan penemuan korban secara efektif. Jajang menyebutkan adanya kekhawatiran korban tertimbun material tanah atau justru hanyut menuju sungai. Oleh karena itu, koordinasi antarpetugas terus diperkuat guna memastikan seluruh titik potensial telah diperiksa dengan teliti.

Tantangan Medan yang Ekstrem

Medan pencarian di kawasan Curug Cileat dinilai sangat berat dan menantang bagi para relawan. Petugas harus menempuh perjalanan kaki selama dua hingga tiga jam dari pintu gerbang menuju titik lokasi kejadian. Selain itu, kondisi geografis yang terjal menyebabkan alat berat tidak dapat menjangkau lokasi untuk membantu proses penggalian material.

Meskipun menghadapi kendala medan ekstrem, semangat tim SAR Gabungan tidak surut dalam mencari keberadaan kedua korban. Musibah longsor ini dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cisalak pada Jumat sore. Akibatnya, tebing setinggi 250 meter runtuh dan menyeret para pendaki yang sedang menuju kawasan air terjun tersebut.

Inovasi Pedagang Pasar Tradisional Subang

Pasar Tradisional Subang

suarasubang.com – Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang mengingatkan para pedagang agar segera melakukan inovasi. Saat ini, eksistensi Pasar Tradisional Subang semakin terancam oleh kehadiran “warungan” di lingkungan warga serta masifnya perdagangan via marketplace. Kepala DKUPP Subang, Drs. Bambang Suhendar, menjelaskan bahwa tren kunjungan masyarakat ke pasar milik pemerintah daerah terus mengalami penurunan signifikan.

Dampak Marketplace dan Warung Lingkungan

Kemudahan akses menjadi faktor utama yang memicu perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Masyarakat kini cenderung memilih belanja di warung dekat rumah atau melalui platform digital yang menyediakan layanan antar barang atau delivery. Selain itu, kondisi ini diperparah oleh banyaknya pesaing yang mulai memanfaatkan teknologi untuk menjual kebutuhan pokok secara praktis. Oleh karena itu, para pedagang diminta untuk tidak terlena dengan cara berdagang konvensional yang kian tertinggal.

Penurunan Target Retribusi Daerah

Sepinya aktivitas di pasar tradisional berdampak langsung pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi. Bambang membeberkan bahwa target retribusi sebesar Rp 2 miliar pada tahun 2025 kemarin hanya tercapai sekitar 85 persen saja. Penurunan pendapatan tersebut merupakan konsekuensi otomatis dari berkurangnya jumlah kunjungan masyarakat ke pasar. Selanjutnya, pemerintah terus mencari formula yang tepat agar sektor retribusi ini dapat kembali memenuhi target yang telah ditetapkan.

Tantangan Fisik dan Revitalisasi Bangunan

Selain masalah persaingan, kondisi fisik bangunan pasar di wilayah Subang juga menjadi persoalan pelik bagi pengelola. Mayoritas dari 15 pasar tradisional milik pemerintah daerah dinilai memiliki kondisi bangunan yang kurang layak bagi pedagang maupun pembeli. Namun, DKUPP mengaku terbentur keterbatasan anggaran untuk melakukan perbaikan fasilitas secara mandiri tanpa bantuan pihak luar. Upaya menggandeng pihak ketiga pun masih menemui jalan buntu karena pertimbangan untung rugi yang belum menarik minat investor.

Pihaknya telah berupaya melobi Pemerintah Provinsi hingga Pusat untuk mendapatkan bantuan dana revitalisasi sejak tahun 2024 lalu. Meskipun demikian, usulan perbaikan tersebut belum terealisasi hingga pertengahan 2026 ini akibat kendala ketercukupan anggaran negara. Melalui langkah inovasi dan perbaikan infrastruktur, diharapkan pasar tradisional tetap mampu bertahan sebagai pusat ekonomi kerakyatan di masa depan.

Pabrik BYD Subang Segera Beroperasi Penuh

Pabrik BYD Subang

suarasubang.com – Pembangunan pabrik BYD Subang di Jawa Barat kini resmi memasuki tahap akhir sebelum mulai beroperasi secara komersial. Produsen mobil listrik asal China ini sedang menyelesaikan sejumlah proses krusial untuk memastikan kesiapan manufaktur mereka. Langkah ini diambil guna memenuhi regulasi pemerintah sekaligus menjaga standar kualitas produksi yang ketat.

Fokus pada Kepatuhan dan Kualitas Global

Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengonfirmasi bahwa proyek tersebut sudah berada di fase final. Namun, perusahaan belum bisa mengungkap jadwal pasti operasional perdana pabrik tersebut. Hal ini dikarenakan setiap tahapan finalisasi harus melalui pengujian standar global yang dimiliki oleh BYD.

Luther menekankan bahwa aspek kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Indonesia menjadi prioritas utama perusahaan saat ini. Selain itu, BYD tidak ingin terburu-buru dalam memulai lini produksi. Mereka berkomitmen untuk memberikan produk yang benar-benar sesuai dengan spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan secara internasional tanpa ada kompromi.

Investasi Besar untuk Permintaan Lokal

Perusahaan mengakui adanya keinginan kuat untuk segera mengoperasikan fasilitas di Subang tersebut. Mengingat nilai investasi yang digelontorkan sangat besar, BYD ingin fasilitas ini segera memberikan dampak bagi pasar. Kehadiran pabrik lokal dinilai sangat penting untuk merespons permintaan kendaraan elektrifikasi yang terus melonjak di tanah air.

Fasilitas manufaktur ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang sangat besar, yakni mencapai 150.000 unit per tahun. Melalui kapasitas tersebut, BYD berharap dapat memperkuat suplai unit untuk pasar domestik. Oleh karena itu, percepatan pembangunan tetap dilakukan dengan tetap mengacu pada prosedur keamanan dan teknis yang benar.

Memenuhi Aturan TKDN Pemerintah

Langkah BYD membangun pabrik di Subang juga berkaitan erat dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Berdasarkan regulasi pemerintah, mobil listrik lokal wajib memenuhi target kandungan lokal tertentu secara bertahap. Sebagaimana tercantum dalam aturan, produsen harus mencapai TKDN minimal 40 persen pada periode 2022-2026.

Persentase tersebut akan terus meningkat menjadi 60 persen pada tahun 2027 hingga 2029. Selanjutnya, target akan mencapai 80 persen pada tahun 2030 mendatang. Dengan memproduksi model seperti Seal, Atto 3, Dolphin, dan M6 secara lokal, BYD berkomitmen memenuhi janji investasinya setelah sebelumnya menikmati insentif impor dari pemerintah.

Recent Posts