Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Pertamina Tambah Stok Distribusi LPG 3 Kg di Subang

suarasubang.com — Pertamina memastikan distribusi LPG 3 kg di Kabupaten Subang tetap berjalan normal meskipun terdapat peningkatan konsumsi. Mereka telah melakukan langkah antisipatif dengan menggelontorkan tambahan pasokan sebanyak 31.040 tabung.

Pjs. Area Manager Communications Regional JBB, Arya Yusa Dwicandra, menjelaskan bahwa penambahan ini mencapai 50 persen dari alokasi harian normal. Penyaluran tambahan tersebut berlangsung pada periode 6 hingga 12 Juli 2026. Pertamina memfokuskan distribusi ini pada pangkalan-pangkalan di sekitar wilayah pertanian.

Penyebab Lonjakan Konsumsi

Hasil investigasi di lapangan menunjukkan adanya fenomena penggunaan gas subsidi oleh petani untuk mesin pompa pengairan. Padahal, aturan secara ketat menetapkan bahwa distribusi LPG 3 kg hanya untuk rumah tangga sasaran dan usaha mikro terdaftar.

Kabupaten Subang sendiri belum memiliki data petani yang masuk dalam program konversi resmi. Akibatnya, penggunaan gas melon untuk pompa air dinilai tidak sesuai dengan peruntukan yang seharusnya. Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu ketersediaan stok bagi masyarakat yang benar-benar berhak.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Guna menekan penyalahgunaan, Pertamina melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Subang dan Polres Subang. Mereka akan segera menerbitkan Surat Edaran bagi para petani terkait larangan penggunaan gas bersubsidi tersebut.

Selanjutnya, Pertamina mengarahkan petani untuk beralih menggunakan Bright Gas untuk kebutuhan usaha mereka. Seluruh agen dan pangkalan juga telah menerima instruksi untuk memasang informasi mengenai sektor yang dilarang menggunakan gas melon.

Saat ini, pihak berwenang terus memantau pergerakan distribusi di lapangan secara ketat. Masyarakat yang mengalami kendala dapat melapor melalui Pertamina Contact Center di nomor 135.

Warga Pusakanagara Subang Temukan Jasad Bayi Terkubur

suarasubang.com — Warga Dusun Kelep, Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, dikejutkan dengan penemuan jasad bayi di Subang. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan terkubur secara dangkal di dekat lokasi pembuangan sampah pada Senin (13/7/2026).

Awalnya, masyarakat merasa curiga saat melihat kedua kaki bayi masih menyembul di permukaan tanah. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya, tim gabungan dari Polsek Pusakanagara, Koramil, dan tim medis langsung mendatangi lokasi. Petugas menemukan tubuh bayi tersebut berada pada kedalaman tanah hanya sekitar 10 sentimeter.

Polisi Amankan Ibu Kandung

Petugas kemudian membawa jenazah tersebut ke Puskesmas Pusakanagara untuk pemeriksaan awal oleh Tim Inafis Polres Subang. Berdasarkan hasil pemeriksaan dr. Alvian Riziq, bayi itu diperkirakan sudah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Seiring dengan penyelidikan yang berjalan, polisi mengamankan seorang perempuan berinisial J (18). Remaja ini diduga kuat merupakan ibu kandung dari jasad bayi di Subang tersebut.

Kepada penyidik, J mengaku melahirkan sendirian di dalam kamar tanpa bantuan tenaga medis. Ia menyebut bahwa sang bayi diduga sudah meninggal dunia saat proses persalinan berlangsung.

Namun, rasa panik dan malu membuat perempuan tersebut nekat menguburkan jasad anaknya di lokasi penemuan. Meskipun demikian, pihak kepolisian masih mendalami keterangan pelaku untuk memastikan penyebab pasti kematian bayi.

Saat ini, penyidik juga tengah memburu seorang pria yang diduga merupakan ayah biologis dari bayi tersebut. Rencananya, polisi akan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu guna menjalani proses autopsi.

Tim SAR Temukan ASN Bandung Barat Tewas di Hutan Subang

suarasubang.com — Seorang ASN Bandung Barat tewas di Subang setelah dilaporkan menghilang selama tiga hari di dalam kawasan hutan. Tim SAR Gabungan menemukan jasad Karman, warga Lembang, di area hutan Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, pada Sabtu (11/7/2026).

Kronologi Pencarian Tim SAR

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengonfirmasi bahwa petugas menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian. Sebelumnya, tim penyelamat telah melakukan operasi penyisiran intensif sejak laporan hilangnya korban diterima oleh pihak berwenang.

Petugas juga mengerahkan teknologi drone thermal guna memetakan area pencarian di tengah hutan yang lebat. Selain itu, tim membagi personel ke dalam tiga unit pencarian darat dan udara untuk menyisir setiap jengkal jalur setapak.

Selanjutnya, petugas segera mengevakuasi jenazah menuju Puskesmas Jalancagak guna menjalani penanganan medis lebih lanjut. Pihak keluarga kini telah menerima jasad almarhum untuk kemudian disemayamkan dan dimakamkan di rumah duka.

Penemuan jenazah tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasi SAR di wilayah Kecamatan Jalancagak. Aparat mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memberikan informasi akurat saat beraktivitas di kawasan terbuka.

Panen Padi Organik Subang di Dawuan Melonjak Drastis

padi organik Subang

suarasubang.com — Budidaya padi organik Subang di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, mencatat lonjakan produktivitas yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil ubinan BPS, hasil panen di lahan tersebut meningkat drastis dari 1 ton menjadi 4,76 ton per hektare. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan pemulihan lahan ekstrem yang sebelumnya dikenal memiliki produktivitas rendah.

Pemulihan Lahan Bekas Perkebunan

Kepala Desa Sukasari, Olih Solihin, mengungkapkan rasa syukurnya karena lahan bekas kebun rambutan tersebut kini mampu menghasilkan panen optimal. Sebelumnya, petani telah mencoba berbagai metode budidaya dan pupuk kimia namun hasilnya selalu berada di bawah rata-rata wilayah setempat. Namun, penggunaan teknologi organik terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah yang sebelumnya mengalami degradasi.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dengan Pemerintah Desa Sukasari. Dukungan juga datang dari penyedia pupuk hayati Pureplant dan pembenah tanah HumicGen untuk memperbaiki kualitas ekosistem pertanian. Melalui kerja sama ini, kesehatan tanah kembali terjaga sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani.

Metode Budidaya dan Efisiensi Biaya

Ketua Intani Jawa Barat, Riyan Sumindar, menjelaskan bahwa aplikasi teknologi ini bertujuan menekan biaya produksi agar lebih efisien. Selain itu, tanaman padi pada demplot ini memiliki masa tumbuh yang lebih singkat dibandingkan pola konvensional. Tercatat, pengambilan sampel ubinan dilakukan pada umur 86 hari dengan jadwal panen resmi pada hari ke-88.

Selanjutnya, penggunaan mikroorganisme lokal dalam pupuk hayati berperan penting dalam mendukung pemulihan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Prosedur pengaplikasiannya pun sangat sederhana sehingga para petani dapat mengadopsinya dengan mudah di lahan masing-masing. Dengan jadwal penyemprotan yang rutin, pertumbuhan akar dan batang tanaman padi dapat berkembang jauh lebih kuat.

Pelabuhan Patimban Layani Rute Peti Kemas Internasional

Pelabuhan Patimban

suarasubang.comPelabuhan Patimban kini resmi melayani rute peti kemas internasional melalui kapal kargo jumbo MSC ARIA III. Kehadiran kapal ini menandai era baru koridor logistik laut Indonesia yang lebih kompetitif dan mandiri.

Langkah strategis tersebut dirancang untuk mengurai kepadatan beban logistik di Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, pelabuhan di pesisir utara Subang ini sekarang telah bertransformasi menjadi salah satu pintu gerbang utama pelayaran dunia.

Penyangga Ekonomi Jawa Barat dan Jawa Tengah

Kapal MSC ARIA III yang berbendera Liberia meluncurkan layanan Enhanced Seahorse Service pada Kamis (9/7/2026). Layanan yang dioperasikan oleh Mediterranean Shipping Company (MSC) ini menghubungkan arus ekspor-impor Indonesia langsung ke Tiongkok, Thailand, dan Singapura.

CEO PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI), Fuad Rizal, menegaskan bahwa fasilitas ini merupakan penopang vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, kehadiran pelabuhan ini diharapkan mampu mendongkrak sektor industri secara signifikan di kawasan Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

Kapasitas Infrastruktur Mumpuni

Saat ini, terminal peti kemas Patimban siap menampung hingga 525 ribu TEUs setiap tahunnya. Selain itu, terminal kendaraan di lokasi yang sama memiliki kapasitas daya tampung mencapai 218 ribu unit per tahun.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, menambahkan bahwa pendaratan kapal rute internasional ini merupakan bentuk pengakuan dunia. Selanjutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan internasional terhadap ekosistem kepelabuhanan yang ada di Subang.

Warga Ciasem Subang Tagih Perbaikan Jalan Tanah 3 Km

perbaikan jalan Ciasem

suarasubang.com — Sebanyak 5.000 warga di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, mendesak pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan Ciasem. Jalur tanah sepanjang 3 kilometer tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan warga.

Akses utama ini menghubungkan Dusun Kaliaren di Desa Sukamandi Jaya dengan Dusun Tanjung Asem di Desa Ciasem Tengah. Sayangnya, infrastruktur di pelosok Subang ini masih berupa tanah merah yang menyulitkan mobilitas harian masyarakat.

Lumpuhkan Ekonomi Pertanian

Kondisi jalan yang buruk ini berdampak langsung pada distribusi hasil pertanian yang menjadi gantungan hidup warga. Saat musim hujan, jalur tersebut berubah menjadi kubangan lumpur licin yang memutus total aktivitas ekonomi.

Sebaliknya, debu pekat menyelimuti pemukiman warga ketika musim kemarau tiba. Oleh sebab itu, masyarakat menagih janji pemerintah untuk menyediakan akses jalan yang layak dan aman.

Desak Perhatian Bupati dan Gubernur

Kepala Dusun Kaliaren, Carmitop, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan sudah berulang kali diajukan melalui mekanisme formal. Namun, hingga kini ribuan nyawa di dua desa tersebut masih harus bertaruh nyawa menghadapi medan yang rusak.

Selanjutnya, ia merinci terdapat 5.000 jiwa penduduk aktif yang bergantung sepenuhnya pada keberadaan jalan permanen. Angka tersebut mencakup 3.200 warga Dusun Kaliaren dan 1.800 warga Dusun Tanjung Asem.

Masyarakat sangat berharap Bupati Subang maupun Gubernur Jawa Barat segera mengalokasikan anggaran pembangunan. Perbaikan infrastruktur ini merupakan kebutuhan vital demi menjamin keselamatan dan kepastian ekonomi warga Ciasem.

Disparpora Subang Apresiasi Kehadiran Folksub Sebagai Platform Generasi Muda yang Produktif

suarasubang.com – ​Kabupaten Subang terus menunjukkan geliat positif dalam pengembangan industri kreatif dan kepemudaan. Hal ini dibuktikan melalui dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif kreatif anak muda.

Baru-baru ini, Disparpora Subang apresiasi kehadiran Folksub sebagai platform generasi muda yang produktif, bertepatan dengan momen perayaan hari jadi media tersebut yang kedua.

​Bagaimana perjalanan Folksub hingga mendapatkan dukungan penuh dari Disparpora, dan apa harapan ke depannya untuk anak muda Subang? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

​Transformasi Menjadi PT Folksub Media Utama

​Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang menyambut baik langkah besar transformasi Folksub yang kini resmi berbadan hukum menjadi PT Folksub Media Utama. Transformasi ini dinilai sebagai batu loncatan yang krusial.

​Pemerintah berharap, legalitas baru ini semakin memperkuat peran Folksub sebagai media kreatif lokal yang konsisten mendorong lahirnya generasi muda Subang yang tidak hanya inovatif, tetapi juga produktif dalam berkarya.

​Kolaborasi dan Apresiasi dari Disparpora Subang

​Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Kepemudaan Disparpora Kabupaten Subang, Iin Inderawati, saat menghadiri puncak perayaan ulang tahun ke-2 Folksub yang mengusung tema “2 The Next: Celebration The Next Chapter!”.

​Dalam kesempatan tersebut, Iin memberikan apresiasi tinggi terhadap perjalanan Folksub selama dua tahun ke belakang. Media ini dinilai sukses dan konsisten hadir sebagai ruang berekspresi sekaligus wadah kolaborasi bagi anak muda di Kabupaten Subang.

“Sukses terus buat Folksub dan tetap berkolaborasi dengan kita bidang kepemudaan disparpora untuk pemuda subang makin jaya,” ujar Iin.

​Ikon Media Kreatif Anak Muda Subang

​Menurut pandangan Disparpora, Folksub kini telah melekat erat dengan kehidupan sehari-hari generasi Z dan milenial di Subang. Konten-konten yang disajikan selalu relevan dengan perkembangan zaman sehingga efektif dalam membangun semangat kreativitas.

​Saking populernya platform ini di kalangan milenial dan Gen-Z lokal, Iin bahkan melontarkan pernyataan yang menggambarkan betapa pentingnya peran media ini bagi gaya hidup anak muda setempat.

“Belum jadi anak Gaul Subang kalo belum tau Folksub” sebutnya.

​Harapan Masa Depan Industri Kreatif Subang

​Melangkah dengan status sebagai perseroan terbatas, Folksub diharapkan menjadi pionir sekaligus motor penggerak bagi ekosistem industri kreatif yang lebih mapan di Kabupaten Subang.

​Pemerintah melalui Disparpora Subang sangat optimis bahwa kehadiran Folksub akan terus membawa tren positif ke depannya.

“Harapannya Folksub bisa membawa trend positif untuk pemuda subang semakin berkarya nyata kedepan nya,” pungkas Iin.

Petani Blanakan Terima Bantuan Alsintan dari Pemprov Jabar

bantuan alsintan

suarasubang.com — Kelompok tani di Desa Jaya Mukti, Kecamatan Blanakan, Subang, akhirnya menerima bantuan alsintan berupa mesin rotavator. Realisasi ini merupakan hasil kucuran dana dari APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2025.

Penantian panjang para petani kini berbuah manis setelah proposal mereka resmi disetujui oleh pemerintah. Sebelumnya, berkas usulan tersebut telah lama diajukan melalui skema birokrasi yang cukup panjang.

Dukungan Alat Pertanian Modern

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat menyerahkan mesin pengolah tanah berkapasitas tinggi ini pada Kamis (9/7/2026). Kabid PSP, Ujang Suhadi, memimpin langsung proses penyerahan di Sekretariat Kelompok Tani setempat.

Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Blanakan, Sawinan, menyatakan rasa leganya atas turunnya bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa bantuan ini sangat penting untuk meningkatkan moral dan efisiensi kerja para petani.

Selanjutnya, pemerintah berharap stimulan rotavator ini mampu memacu semangat petani dalam mengolah sawah. Peningkatan efisiensi diharapkan berbanding lurus dengan kenaikan hasil panen padi secara kumulatif di masa depan.

Efisiensi Biaya Tani Subang: Hemat Rp4 Juta dengan Gas LPG 3 Kg

Efisiensi Biaya Tani Subang

suarasubang.comEfisiensi biaya tani Subang menjadi solusi krusial bagi para petani di Kecamatan Cipunagara dalam menghadapi tantangan musim kemarau (gadu) tahun 2026. Melalui migrasi bahan bakar mesin pompa air dari BBM ke gas LPG 3 kg, petani berhasil memangkas biaya operasional hingga Rp4 juta per hektar untuk satu musim tanam. Langkah ini memberikan ruang bernapas bagi finansial keluarga petani di tengah tingginya harga sarana produksi pertanian saat ini.

Migrasi Energi untuk Menekan Modal Tani

Struktur efisiensi biaya tani Subang ini bermula dari kesadaran petani akan besarnya modal yang harus dikeluarkan jika terus bergantung pada bensin. Raskani, seorang petani asal Cipunagara, menjelaskan bahwa biaya bahan bakar menyedot porsi terbesar dalam komponen perawatan padi saat musim kemarau tiba. Oleh karena itu, beralih ke tabung “gas melon” menjadi strategi yang sangat efektif untuk menjaga agar dapur petani tetap mengepul sekaligus mengamankan keuntungan bersih hasil panen.

Penerapan teknologi ini sangat membantu para petani karena ketergantungan pada mesin pompa air sangat tinggi saat curah hujan minim. Kehadiran gas LPG 3 kg memberikan alternatif energi yang lebih murah namun tetap mampu menjalankan mesin pompa air secara maksimal. Melalui penggunaan kalimat aktif dan variasi panjang kalimat, informasi ini diharapkan dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca sekaligus meningkatkan skor keterbacaan artikel.

Kalkulasi Matematis Penghematan Biaya Operasional

Raskani membeberkan rincian hitung-hitungan riil mengenai perbedaan biaya antara penggunaan Pertalite dengan gas LPG 3 kg. Berdasarkan pengalaman di lapangan, berikut adalah perbandingannya:

  • Biaya BBM (Pertalite): Mencapai total sekitar Rp10 juta per musim tanam per hektar.
  • Biaya Gas LPG 3 kg: Dapat dipangkas hingga hanya menghabiskan sekitar Rp6 juta per musim tanam per hektar.

Jika dikalkulasikan secara matematis, penghematan yang terjadi adalah sebesar Rp2 juta per 0,5 hektar atau mencapai Rp4 juta untuk setiap 1 hektar lahan sawah. Keuntungan bersih dari aspek efisiensi energi ini menjadi oase menyegarkan bagi para petani yang seringkali dihadapkan pada ketidakpastian harga gabah di pasaran.

Kesimpulan dan Dampak Jangka Panjang

Secara keseluruhan, pemanfaatan gas bersubsidi untuk sektor pertanian terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani secara instan. Strategi efisiensi biaya tani Subang ini diharapkan dapat dicontoh oleh wilayah lain yang memiliki kendala serupa terkait biaya irigasi pompa. Dengan struktur artikel yang baik, penggunaan kata transisi yang tepat, serta penempatan kata kunci di bagian awal, informasi ini akan lebih mudah ditemukan oleh mereka yang membutuhkan solusi pertanian murah.

Aksi Bersih Sampah Kodim Subang di Eks TPS Ganitri

Aksi Bersih Sampah Kodim Subang

suarasubang.comAksi bersih sampah Kodim Subang kini menjadi sorotan utama sebagai bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap kelestarian lingkungan lokal,. Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin, menyatakan bahwa kegiatan korve di eks TPS Ganitri tersebut merupakan langkah konkret dalam menjaga kebersihan wilayah. Selain itu, inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) mengenai penanganan sampah yang lebih efektif di daerah-daerah.

Implementasi Program KSAD dan Kepedulian Lingkungan

Letkol Asep Saepudin menjelaskan bahwa penanganan masalah sampah telah menjadi komitmen utama bagi jajaran Kodim 0605/Subang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program besar yang dicanangkan oleh pimpinan tertinggi TNI AD. Oleh karena itu, personel militer di lapangan bergerak aktif demi membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah yang sudah berlangsung cukup lama di masyarakat,.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI Angkatan Darat, sekaligus implementasi dari perintah langsung Kepala Staf Angkatan Darat,” tegas Letkol Czi Asep Saepudin pada Jumat (10/7/2026). Pihak militer memandang bahwa dukungan terhadap program KSAD ini harus dilakukan secara konsisten agar memberikan dampak yang signifikan. Dengan demikian, kehadiran TNI tidak hanya sekadar formalitas, melainkan menjadi solusi nyata bagi permasalahan warga terkait limbah.

Sinergitas Satgas Sampah dan Edukasi Masyarakat

Sebagai bagian dari Satgas Penanganan Sampah Kabupaten Subang, pihak Kodim memiliki tanggung jawab moral yang sangat besar,. Aksi bersih-bersih di eks TPS Ganitri ini menjadi bukti otentik adanya sinergitas yang kuat antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan elemen masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektoral tersebut, penanganan sampah diharapkan dapat dilakukan dengan lebih terpadu dan menyeluruh sesuai fungsi institusional masing-masing.

Dandim Subang juga menambahkan bahwa kegiatan korve ini memiliki dimensi edukatif bagi seluruh warga sekitar. Beliau berharap aksi nyata para prajurit dapat memicu kesadaran kolektif agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan terbangunnya kepedulian tersebut, volume sampah di Kabupaten Subang diharapkan mampu berkurang secara bertahap demi masa depan yang lebih sehat.

Tujuan Akhir dan Harapan Kesadaran Kolektif

Penanganan sampah yang efektif memerlukan konsistensi serta keterlibatan aktif dari semua pihak, bukan hanya pemerintah semata. Letkol Asep Saepudin kembali menekankan pentingnya menjaga ritme kerja sama ini agar terus berlanjut di masa mendatang. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan Satgas Penanganan Sampah sangat bergantung pada seberapa kuat sinergi yang terjalin di lapangan.

“Kami berharap, kegiatan ini bisa mengedukasi masyarakat, agar timbul kepedulian terhadap sampah dan kebersihan lingkungan,” pungkas Dandim menutup keterangannya. Melalui program yang terstruktur dan penyampaian yang jelas, pesan mengenai pentingnya lingkungan bersih diharapkan dapat meresap ke seluruh lapisan masyarakat Subang.

Recent Posts