Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Pilkades Serentak Subang 2026: Inovasi Digital di 165 Desa

Pilkades Serentak Subang 2026

suarasubang.com — Kabupaten Subang bersiap menggelar Pilkades Serentak Subang 2026 yang melibatkan sebanyak 165 desa dari total 245 desa yang ada. Penyelenggaraan tahun ini tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah kabupaten karena mencakup 28 kecamatan. Selain skalanya yang luas, pemerintah daerah juga memperkenalkan inovasi berupa sistem pemungutan suara digital untuk tiga desa percontohan.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, mengungkapkan bahwa Desa Sukamandijaya menjadi salah satu desa dengan penduduk terbanyak yang menerapkan sistem digital ini. Beliau menyampaikan informasi tersebut saat menghadiri rapat koordinasi persiapan di Ruang Bupati II pada Rabu (1/7/2026). Oleh karena itu, koordinasi yang matang sangat diperlukan untuk memastikan teknologi ini berjalan lancar dan mudah dipahami masyarakat.

Jadwal Lengkap Tahapan Pemilihan

Pemerintah telah menyusun jadwal resmi untuk memastikan kelancaran seluruh proses demokrasi di tingkat desa tersebut. Tahapan awal Pilkades Serentak Subang 2026 rencananya akan dimulai pada 6 Agustus 2026 mendatang. Selanjutnya, hari pemungutan suara dijadwalkan serentak pada 6 Desember 2026 bagi seluruh desa peserta.

Target penetapan kepala desa terpilih diharapkan selesai pada 21 Desember 2026 agar proses transisi kepemimpinan berjalan cepat. Meskipun pemerintah memiliki pengalaman pada tahun 2018, namun tantangan kali ini dianggap berbeda karena adanya unsur digitalisasi. Fokus utama saat ini adalah memberikan pelatihan khusus dan simulasi sistem digital dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi panitia penyelenggara.

Tiga Kunci Kesuksesan Pilkades

Keberhasilan pesta demokrasi ini sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam menjaga integritas proses pemilihan. Agus Masykur menekankan tiga poin krusial, yaitu netralitas aparatur pemerintah, jaminan keamanan, dan transparansi sesuai regulasi. Sinergi antara pemerintah daerah dan panitia diharapkan mampu menjawab tantangan teknis selama masa simulasi berlangsung.

Panitia penyelenggara harus menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara maksimal agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari. Harapannya, pelaksanaan pemilihan ini dapat berlangsung secara adil, jujur, aman, dan bermartabat bagi seluruh warga. Persiapan yang solid dan transparan akan membuat Pilkades Serentak Subang 2026 menjadi barometer keberhasilan demokrasi tingkat desa di Jawa Barat.

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Subang

Hari Bhayangkara ke-80 Subang

suarasubang.com — Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menghadiri acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Subang pada Rabu (01/07/2026). Kegiatan khidmat ini berlangsung di Aula Polres Subang dengan dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah. Selain sebagai bentuk rasa syukur, momen tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara Polri, Pemerintah Daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat.

Refleksi dan Penguatan Pengabdian Polri

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi sarana evaluasi bagi jajarannya. Menurut beliau, eksistensi kepolisian akan semakin bermakna jika mampu menghadirkan keadilan dan pelayanan terbaik. Oleh karena itu, Polri harus terus konsisten memberikan solusi nyata atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh warga.

Selanjutnya, AKBP Dony menegaskan bahwa berbagai capaian Polres Subang merupakan hasil kolaborasi kolektif. Keberhasilan menjaga keamanan wilayah bukan hanya kerja keras kepolisian semata, melainkan buah dari sinergi bersama Forkopimda dan instansi terkait. Dukungan dari para tokoh masyarakat serta komunitas lokal juga menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas daerah selama ini.

Apresiasi Bupati terhadap Kondusivitas Daerah

Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Rey, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dedikasi jajaran Polres Subang. Ia menilai kepolisian telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Rasa aman yang dirasakan masyarakat sangat mendukung kelancaran berbagai program pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Subang.

Lebih lanjut, Kang Rey menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama kemajuan daerah. Ia berharap pada usia yang ke-80 ini, institusi Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya sebagai pelayan publik. Sinergitas yang kuat antara Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat mewujudkan Subang yang lebih maju dan sejahtera di masa depan.

Simbol Kebersamaan dan Harapan Baru

Sebagai puncak acara, Bupati bersama Kapolres melakukan prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus ungkapan syukur atas pengabdian selama delapan dekade. Sejumlah pejabat penting, mulai dari Sekretaris Daerah hingga pimpinan organisasi kemasyarakatan, turut menyaksikan seremoni yang penuh kehangatan tersebut.

Kehadiran berbagai pimpinan instansi vertikal dalam acara ini mempertegas komitmen bersama untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan struktur yang terorganisir dan kalimat yang ringkas, informasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman jelas mengenai pentingnya persatuan di Subang. Harapannya, semangat Bhayangkara terus menginspirasi semua pihak untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Dahana Dorong Transformasi Industri Peledakan

Transformasi Industri Peledakan Dahana

suarasubang.com — PT Dahana memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi industri peledakan Dahana melalui partisipasi aktif pada konferensi internasional di Yogyakarta. Forum bertajuk The 8th International Drill & Blast Conference 2026 ini menjadi wadah kolaborasi penting bagi para praktisi dan akademisi pertambangan dunia. Selain itu, acara tersebut berfokus pada pengembangan inovasi teknologi untuk menjawab tantangan masa depan industri secara efektif.

Inovasi Teknologi Menghadapi Tantangan Global

Sektor pengeboran saat ini menghadapi berbagai hambatan kompleks seperti dinamika regulasi nasional dan dampak konflik geopolitik global. Oleh karena itu, General Manager Produksi PT Dahana, Dadan Munawar, menekankan perlunya efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi digital terkini. Penerapan otomatisasi serta digitalisasi akan memainkan peran krusial dalam meningkatkan daya saing industri di pasar internasional yang semakin kompetitif.

Solusi Berbasis Data untuk Masa Depan

Dahana membagikan pengalaman teknisnya melalui presentasi inovasi “BlendOre” yang mengandalkan analisis cerdas untuk mengoptimalkan kinerja tambang. Kemudian, perusahaan juga memperkenalkan sistem ekosistem digital untuk mentransformasi operasional peledakan konvensional menjadi berbasis data yang lebih akurat. Keikutsertaan aktif ini membuktikan peran strategis perusahaan sebagai mitra utama dalam mendukung kemajuan sektor pertambangan dan konstruksi.

Manajemen puncak perusahaan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan jasa peledakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Direktur Utama Dahana, Hary Irmawan, menyatakan bahwa kolaborasi internasional merupakan momentum penting untuk mendorong lahirnya berbagai terobosan teknologi baru. Dengan demikian, inovasi berkelanjutan akan terus dihadirkan demi memberikan layanan terbaik bagi industri material energetik secara terintegrasi.

Groundbreaking Renovasi Gedung PN Subang Kelas IA Resmi Dimulai

Renovasi Gedung PN Subang

suarasubang.com – Pengadilan Negeri (PN) Subang secara resmi memulai pelaksanaan Renovasi Gedung Kantor Kelas IA. Momentum bersejarah ini ditandai dengan kegiatan groundbreaking serta peletakan batu pertama pada Senin (29/06/2026). Upaya pembaruan infrastruktur ini bertujuan meningkatkan kualitas sarana peradilan demi mendukung pelayanan hukum yang profesional. Ketua PN Subang, Tira Tirtona, menegaskan bahwa proyek ini berorientasi penuh pada kebutuhan masyarakat pencari keadilan.

Acara penting tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Dr. Hery Supriyono, bersama perwakilan Mahkamah Agung RI. Tampak hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang dan para pimpinan instansi vertikal lainnya. Kehadiran para pejabat ini menegaskan dukungan penuh terhadap modernisasi fasilitas hukum di wilayah Subang. Gedung yang andal diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penyelesaian perkara di masa mendatang.

Sebagai informasi, institusi peradilan tingkat pertama ini telah berdiri dan mengabdi sejak tahun 1971 silam. Pada awal operasionalnya, lembaga hukum ini menempati kantor di Jalan Otista Nomor 128 Subang. Selanjutnya, pemerintah daerah menghibahkan tanah di Jalan Mayor Jenderal Sutoyo Siswomihardjo Nomor 1 pada tahun 1974. Lokasi tersebut bertahan menjadi pusat pelayanan hukum bagi jutaan masyarakat Kabupaten Subang hingga saat ini.

Peningkatan Status Lembaga dan Standar Baru Mahkamah Agung

Seiring meningkatnya beban kerja, status kelembagaan instansi ini resmi naik dari Kelas IB menjadi Kelas IA awal tahun ini. Keputusan strategis tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 19/KMA/SK.OTL.1/1/2026. Kenaikan kelas ini otomatis menjadi landasan utama bagi penguatan kapasitas internal organisasi secara menyeluruh. Oleh karena itu, pembangunan gedung harus disesuaikan dengan standar prototipe terbaru yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung.

Sebelumnya, pihak pengelola telah sukses mengalokasikan anggaran belanja modal untuk renovasi ruang sidang pada Tahun Anggaran 2025. Memasuki Tahun Anggaran 2026, pengerjaan fisik dilanjutkan secara menyeluruh ke semua bagian gedung kantor utama. Langkah total ini diambil mengingat bangunan lama telah digunakan selama lebih dari lima dekade. Struktur eksisting dinilai sudah mencapai batas maksimal usia layan dan membutuhkan peremajaan total.

Program renovasi besar-besaran ini mencakup aspek pekerjaan arsitektural, struktural, mekanikal, elektrikal, hingga penataan area luar. Integrasi seluruh elemen teknis tersebut diharapkan mampu mendongkrak fungsi, keamanan, kenyamanan, serta keselamatan operasional harian. Melalui fasilitas yang representatif, proses administrasi peradilan dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel. Pihak manajemen berkomitmen untuk menjaga ritme kerja pegawai tetap optimal selama masa konstruksi.

Detail Anggaran APBN dan Target Penyelesaian Proyek Fisik

Pelaksanaan proyek infrastruktur ini dipercayakan sepenuhnya kepada kontraktor pelaksana terpercaya, CV. Makmur Manunggal. Sementara itu, fungsi supervisi lapangan dipegang oleh PT. Wastu Anopama selaku konsultan pengawas resmi. Seluruh pembiayaan pengerjaan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola oleh satuan kerja terkait. Total dana yang dikucurkan mencakup biaya perencanaan, pelaksanaan fisik, hingga pengawasan berkala.

Secara rinci, anggaran untuk tahap perencanaan ditetapkan sebesar Rp486.753.870 demi mematangkan konsep bangunan. Selanjutnya, komponen terbesar dialokasikan untuk anggaran pelaksanaan fisik bangunan yang mencapai Rp13.618.102.000. Sektor pengawasan juga mendapatkan porsi dana khusus senilai Rp597.041.250 agar kualitas pengerjaan tetap terjaga. Berdasarkan kontrak kerja, seluruh rangkaian proyek ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu tujuh bulan.

Hingga saat ini, progres fisik di lapangan dilaporkan telah berjalan positif dan mencapai angka 8,98 persen. Catatan tersebut menunjukkan deviasi kumulatif positif sebesar 0,08 persen dari jadwal rencana awal penanggalan. Tira Tirtona optimistis pengerjaan akan selesai tepat waktu tanpa mengganggu jalannya pelayanan persidangan harian. Transformasi fisik ini diharapkan menjadi fondasi kuat demi mewujudkan visi badan peradilan yang agung dan modern.

Bursa Transfer Persib: Sukses Gaet Menalo dan Peralta

Bursa Transfer Persib

suarasubang.com — Pergerakan bursa transfer Persib Bandung menjelang musim baru langsung menghentak publik sepak bola tanah air. Maung Bandung dilaporkan sukses mengamankan tanda tangan dua penyerang asing berkelas melalui manuver yang sangat cepat. Kehadiran Luka Menalo dan Mariano Peralta diharapkan menjadi tambahan kekuatan signifikan bagi lini serang tim.

Luka Menalo Segera Merapat ke Bandung

Kabar bergabungnya winger asal Bosnia-Herzegovina, Luka Menalo, dikonfirmasi langsung oleh jurnalis internasional Lorenzo Lepore. Melalui media sosial, Lepore memberikan tanda bahwa kesepakatan personal dan nilai kontrak telah disetujui kedua pihak. Manajemen Pangeran Biru bergerak taktis karena sang pemain berstatus bebas transfer setelah meninggalkan klub FK Sarajevo.

Pemain sayap berusia 29 tahun ini diproyeksikan menjadi motor serangan baru di bawah asuhan tim pelatih. Rencananya, Menalo akan diikat kontrak berdurasi dua tahun di Kota Kembang. Jika administrasi lancar, ia dijadwalkan melakukan penandatanganan kontrak resmi pada 5 Juli 2026 mendatang.

Persib Tikung Mariano Peralta dari Persija

Kejutan bursa transfer Maung Bandung tidak berhenti sampai di situ saja. Persib dilaporkan sukses memanfaatkan situasi buntu (deadlock) antara Persija Jakarta dengan penyerang asal Argentina, Mariano Peralta. Manajemen Persib segera menggelar negosiasi kilat setelah melihat adanya celah dalam perburuan pemain tersebut.

Saat ini, peluang kepindahan Mariano Peralta ke skuad Pangeran Biru dikabarkan telah menyentuh angka 80 persen. Akun informasi transfer terpercaya menyebutkan bahwa Peralta dipastikan tidak akan bergabung dengan skuad Macan Kemayoran musim ini. Langkah cepat ini menunjukkan ambisi besar Persib untuk tetap kompetitif di papan atas kompetisi mendatang.

Penguatan Benih Tebu Unggul di Subang dan Indramayu

Benih Tebu Unggul Subang

suarasubang.com — CV Karya Amelia telah menuntaskan penanaman Kebun Benih Datar (KBD) tebu seluas 200 hektare di Kabupaten Subang dan Indramayu, Jawa Barat. Penanaman yang berlangsung pada 16—17 Juni ini merupakan bagian dari program strategis nasional. Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat penyediaan benih bermutu guna mendukung produktivitas tebu rakyat secara berkelanjutan.

Direktur Utama CV Karya Amelia, Iman, menjelaskan bahwa pembangunan kebun benih ini tersebar di beberapa titik lokasi yang strategis. Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Terisi dan Bantarwaru di Indramayu, serta kawasan Jalan Cagak di Kabupaten Subang. Saat ini, total lahan yang dikelola mencapai 100 hektare di Terisi, 70 hektare di Bantarwaru, dan 80 hektare di Subang, termasuk lahan cadangan.

Selanjutnya, program ini difokuskan untuk mengembangkan varietas unggul Panjalu 1 sebagai sumber benih utama di Jawa Barat. Varietas ini memiliki keunggulan produktivitas yang mencapai 1.700 kuintal per hektare dengan rendemen gula hingga 11 persen. Selain itu, tanaman ini dikenal tahan terhadap kondisi kering serta menghasilkan anakan yang banyak pada setiap mata benihnya.

Guna menjamin kualitas hasil pengembangan, Balai Sertifikasi Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengawasan dan pengecekan rutin setiap bulan. Benih bermutu ini dijadwalkan mulai tersedia bagi para petani pada periode Oktober hingga November mendatang. Masyarakat dapat mengakses distribusi calon benih varietas Panjalu 1 ini secara gratis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menghadapi tantangan musim kemarau panjang, pihak pengelola telah menyiapkan infrastruktur irigasi berupa pompa air dan sistem mekanisasi lahan. Strategi ini sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi benih di tengah cuaca ekstrem yang melanda. Sementara itu, para petani di wilayah Indramayu kini mulai kembali melirik komoditas tebu sebagai alternatif usaha tani yang menjanjikan.

Pemerintah melalui Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti, menegaskan bahwa KBD tebu adalah strategi penting dalam introduksi varietas baru kepada petani. Selain Panjalu, varietas seperti AAS dan NXI 4 T juga diperkenalkan untuk meningkatkan daya saing industri gula nasional. Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap produksi dan rendemen tebu rakyat dapat meningkat secara signifikan di masa depan.

Kemarau Ekstrem Paksa Petambak Blanakan “Gantung Karang”

Petambak Blanakan Subang
Oplus_16908288

suarasubang.com — Musim kemarau ekstrem yang melanda wilayah pesisir utara (Pantura) membawa dampak buruk bagi para petambak Blanakan Subang. Akibat minimnya pasokan air, tambak di Kecamatan Blanakan kini terpaksa berhenti beroperasi atau “gantung karang” hingga akhir tahun 2026.

Kekeringan parah ini mengakibatkan pasokan air tawar hilang sepenuhnya dari area budidaya. Selain itu, air pasang laut pun sudah tidak mampu lagi mengalir ke area tambak milik warga. Kondisi sulit tersebut memaksa Sutarno (54), seorang petambak asal Desa Muara, untuk meninggalkan lahan tambaknya yang kini mengering.

Dampak Ekonomi dan Alih Profesi Sementara

Fenomena alam ini secara praktis telah memutus mata pencaharian utama masyarakat pesisir. Sutarno mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir, ia biasanya mampu mengantongi pendapatan sekitar Rp7 juta dari hasil panen udang dan bandeng. Namun, saat ini ia harus memutar otak agar kebutuhan dapur rumah tangganya tetap terpenuhi.

Demi menyambung hidup selama masa sulit, Sutarno beserta sejumlah rekan petambak lainnya memilih beralih profesi menjadi nelayan musiman. Langkah ini diambil sebagai satu-satunya cara untuk bertahan di tengah ketiadaan aktivitas di lahan tambak mereka.

Peninjauan dan Saran dari Dinas Perikanan

Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Subang segera melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Kepala Bidang Perikanan Air Payau, Udin Saepudin, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai dampak kemarau ekstrem ini. Saat ini, tim pemerintah sedang memetakan kondisi para petambak untuk menentukan langkah penanganan.

Pemerintah mengakui bahwa produktivitas ikan dan udang memang mustahil dijalankan karena ekosistem air payau yang tidak mendukung. Oleh karena itu, Udin menyarankan agar para petambak mencari alternatif pendapatan sementara. Misalnya, mereka dapat mencoba mengolah produk hasil laut atau membuat usaha kerajinan agar tetap berdaya selama masa “gantung karang” berlangsung.

Puncak Milangkala ke-58 Ciasem Berlangsung Meriah

Milangkala ke-58 Ciasem

suarasubang.com — Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, secara resmi menghadiri puncak perayaan Milangkala ke-58 Kecamatan Ciasem. Perhelatan syukur tersebut digelar di Alun-Alun Kecamatan Ciasem pada Senin (29/06/2026).

Acara tahun ini mengusung tema “SIKOPER” yang merupakan singkatan dari Membangun Sinergi, Menjalin Kolaborasi, dan Menjaga Persatuan. Momentum ini diawali dengan pembacaan sejarah penetapan hari jadi oleh tim peneliti untuk memberikan wawasan historis kepada masyarakat.

Semangat Kolaborasi dan Geliat Ekonomi

Camat Ciasem, Eza Zaithon Thowi Anshari, menyatakan bahwa perayaan ini merupakan bukti nyata kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Beliau menekankan pentingnya persatuan di tengah keberagaman latar belakang profesi demi kepentingan pembangunan yang lebih besar.

Selain sebagai ajang silaturahmi, berbagai kegiatan pendukung juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga lokal. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, pihak kecamatan bersama Wakil Bupati menyerahkan santunan secara simbolis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Potensi Ciasem sebagai Lumbung Padi

Wakil Bupati Subang yang akrab disapa Kang Akur memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif masyarakat dalam perayaan ini. Menurut beliau, Milangkala merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan hasil pembangunan serta memperkuat rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Beliau juga mengingatkan bahwa Ciasem memiliki potensi luar biasa, terutama sebagai sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan penduduk yang padat sangat diperlukan agar kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Menjaga Kondusivitas Jelang Pilkades

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026, Kang Akur mengimbau warga untuk selalu menjaga keamanan lingkungan. Beliau berharap masyarakat dapat memilih pemimpin terbaik dengan tetap mengedepankan semangat persatuan agar situasi daerah tetap kondusif.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Camat Ciasem yang diserahkan langsung kepada Wakil Bupati. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, para kepala desa, tokoh agama, serta ribuan masyarakat yang antusias memadati lokasi perayaan.

Subang Festival Vol. 12: Hiburan Musik dan Aksi Lingkungan

Subang Festival Vol. 12

suarasubang.com — Gelaran Subang Festival Vol. 12 baru saja sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat di Sari Ater Campervan Park, Ciater, Sabtu (27/6/2026). Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, hadir langsung untuk membuka acara yang memadukan hiburan dengan kampanye lingkungan ini. Kehadiran jajaran Forkopimda turut menambah semarak festival yang berlangsung di wilayah Subang bagian selatan tersebut.

Konsep Tiket Unik dari Botol Plastik

Acara kali ini tampil berbeda dengan menerapkan syarat masuk yang sangat inovatif bagi para pengunjung. Alih-alih menggunakan tiket konvensional, penonton cukup membawa botol plastik bekas sebagai syarat masuk ke area festival. Konsep ini sengaja diusung sebagai bentuk edukasi nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Selain menikmati udara pegunungan yang sejuk, pengunjung disuguhkan penampilan memukau dari musisi nasional, Raim Laode. Penembang lagu hits “Komang” tersebut berhasil menghipnotis penonton yang hadir dari berbagai daerah. Panggung Subang Fest juga diramaikan oleh deretan band lokal sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kreativitas generasi muda Subang.

Tantangan Bupati dan Pengembangan Wisata

Bupati Subang, yang akrab disapa Kang Rey, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Beliau juga memberikan tantangan menarik kepada para penonton terkait kesadaran lingkungan. Jika sampah plastik yang terkumpul mencapai 5 ton, Pemkab Subang berjanji akan menghadirkan bintang tamu spesial sesuai permintaan masyarakat pada edisi Desember mendatang.

Kang Rey menegaskan komitmennya bahwa kegiatan hiburan dan kebudayaan harus dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Beliau juga memproyeksikan festival ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif serta ajang promosi wisata daerah. Di akhir acara, Bupati mengajak para wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi eksotis yang ada di Kabupaten Subang.

Ke depan, pemerintah daerah berencana menjadikan Subang Fest sebagai agenda rutin setiap bulan selama masa jabatan Bupati. Dengan struktur yang rapi dan kalimat yang ringkas, informasi ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas serta memberikan dampak positif bagi pariwisata Subang.

Disdikbud Subang Respon Cepat Kerusakan SDN Tanjungrasa Kidul

Perbaikan SDN Tanjungrasa Kidul Subang

suarasubang.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang kini tengah memprioritaskan perbaikan SDN Tanjungrasa Kidul. Langkah sigap ini diambil sebagai respons atas viralnya video yang menunjukkan kondisi memprihatinkan sekolah di Kecamatan Patokbeusi tersebut.

Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, segera menginstruksikan tim Seksi Sarana dan Prasarana SD untuk terjun langsung ke lapangan. Beliau menegaskan bahwa tim teknis harus segera melakukan pengecekan mendalam. Hal ini dilakukan agar langkah penanganan darurat dapat diputuskan secepat mungkin demi keselamatan siswa.

Skema Anggaran Pemeliharaan Sekolah

Pemerintah sebenarnya telah menyediakan skema pemeliharaan bangunan melalui alokasi 20 persen Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Heri menekankan agar setiap sekolah di Kabupaten Subang tidak membiarkan bangunan rusak tanpa penanganan. Anggaran tersebut harus digunakan secara efektif untuk perbaikan yang bersifat mendesak.

Namun, Disdikbud akan mengupayakan sumber dana lain apabila anggaran BOS tidak mencukupi. Pihaknya berencana mengusulkan pendanaan melalui perubahan APBD dalam waktu dekat. Jika belum memungkinkan, rencana rehabilitasi akan dimasukkan ke dalam perencanaan APBD tahun 2027 mendatang.

Kondisi Fasilitas yang Memprihatinkan

Kerusakan pada bangunan sekolah tersebut memang tergolong cukup berat. Video berdurasi hampir empat menit memperlihatkan ruang kelas yang kehilangan jendela serta pintu. Selain itu, kondisi plafon yang jebol di berbagai sisi membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif bagi para santri dan siswa.

Fasilitas sanitasi seperti toilet siswa juga dilaporkan mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat digunakan. Akibatnya, para siswa terpaksa menggunakan area terbuka di belakang sekolah untuk keperluan buang air. Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi agar kegiatan belajar kembali layak dan aman.

Recent Posts