Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Becak Listrik Subang: 200 Unit Bantuan Prabowo Disalurkan

Becak listrik Subang

Penyaluran Bantuan Becak Listrik Subang untuk Lansia

Penyaluran bantuan becak listrik Subang resmi berlangsung pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026. Pemerintah melaksanakan kegiatan pendistribusian ini di Gedung Islamic Center Subang

Bantuan kendaraan ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Selanjutnya, Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) bertindak sebagai penyalur utama armada tersebut.

Sasaran penerima manfaat adalah para pengemudi becak usia lanjut (lansia). Oleh karena itu, program ini berfokus pada peningkatan taraf hidup masyarakat kelas bawah.

Spesifikasi dan Nilai Bantuan Kendaraan

Pemerintah membagikan sebanyak 200 unit kendaraan ramah lingkungan kepada warga. Secara spesifik, setiap unit becak bertenaga baterai ini memiliki nilai sekitar Rp22 juta.

Kemudian, panitia memberikan seluruh armada ini secara gratis tanpa biaya pungutan apa pun. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi beban fisik para pengayuh becak tradisional.

Khususnya, program ini menyasar kelompok pekerja yang telah berusia 50 tahun ke atas. Akibatnya, operasional kendaraan berbasis listrik ini akan sangat mempermudah rutinitas harian mereka.

Pesan Yayasan GSN bagi Penerima Manfaat

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN memimpin langsung jalannya kegiatan ini. Mayjen (Purn) Firman Dahlan memberikan penjelasan teknis kepada para penerima bantuan. Beliau menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan meringankan beban kerja pencari nafkah.

”Tujuannya adalah mengurangi beban fisik bapak-bapak yang sudah sepuh dibandingkan saat mengayuh becak konvensional,” ujar Firman. Ia menambahkan bahwa gagasan ini murni untuk membantu keberlangsungan warga lansia.

Selanjutnya, Firman juga memberikan peringatan tegas terkait status kepemilikan aset. Yayasan melarang keras seluruh penerima untuk memperjualbelikan atau menggadaikan unit tersebut.

“Tolong dipertahankan, jangan diperjualbelikan atau digadaikan,” pesan Firman secara tegas.

Di samping itu, ia juga mengapresiasi dukungan infrastruktur penunjang dari pemerintah daerah. “Alhamdulillah Bupati Subang juga sudah mendukung penuh program ini,” tambahnya. “Pemerintah menyediakan jaminan BPJS serta terminal pengisian daya (charging station) untuk becak listrik ini.”

Dukungan BPJS dan Fasilitas dari Pemkab Subang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang turut melengkapi program bantuan pemerintah pusat ini. Mereka menyediakan fasilitas jaminan perlindungan sosial bagi seluruh pengemudi becak.

Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan lokasi khusus sebagai terminal pengisian daya kendaraan. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyampaikan apresiasi atas sinergi program tersebut.

“Pemkab Subang mengucapkan terima kasih kepada Yayasan GSN atas bantuan ini,” jelas Reynaldy. “Pak Presiden membantu becaknya, dan kami menyiapkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Nanti bapak-bapak sekalian akan mendapatkan tanggungan BPJS Ketenagakerjaan.”

Pada akhirnya, Reynaldy mengaku sangat terharu melihat kegigihan para pekerja senior tersebut. “Saya sangat tersentuh melihat bapak-bapak yang meski sudah sepuh, tetap memiliki semangat tinggi untuk menafkahi keluarga,” tutupnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan penyerahan bantuan becak listrik di Subang dilaksanakan? Kegiatan pendistribusian becak listrik ini dilaksanakan di Gedung Islamic Center Subang pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.
  • Berapa nilai per unit becak listrik yang dibagikan kepada warga? Setiap unit kendaraan roda tiga berbasis baterai listrik tersebut memiliki taksiran nilai sekitar Rp22 juta.
  • Apa fasilitas pendukung yang disediakan oleh Pemkab Subang bagi penerima bantuan? Pemkab Subang memberikan dukungan berupa jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan serta membangun fasilitas terminal pengisian daya (charging station).

Becak Listrik Subang: YGSN Serahkan 200 Unit Bantuan Presiden

Becak listrik Subang

Penyaluran becak listrik Subang resmi berlangsung sebagai bentuk bantuan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah mendelegasikan penyerahan 200 unit kendaraan ringan ini kepada para pengayuh becak lokal.

Panitia menyelenggarakan kegiatan pendistribusian ini di Gedung Islamic Centre Subang. Tepatnya, fasilitas umum ini berada di Jalan Arief Rahman Hakim. Agenda pembagian ini terlaksana pada hari Sabtu (3/10/2026).

Ratusan unit kendaraan tersebut tampak terparkir rapi di halaman gedung utama. Sementara itu, para calon penerima manfaat menjalani tahapan proses pendataan identitas administratif.

Rincian Program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional

Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) bertindak sebagai pelaksana distribusi program pemerintah ini.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, memimpin langsung kegiatan tersebut. Beliau merinci jumlah alokasi bantuan kendaraan roda tiga untuk wilayah Subang.

Secara keseluruhan, yayasan ini mendistribusikan 200 unit becak bertenaga listrik. Selanjutnya, Firman juga menjelaskan spesifikasi nilai ekonomis dari kendaraan tersebut.

Setiap unit becak listrik ini memiliki taksiran nilai sekitar Rp22 juta. Tentu saja, pihak panitia menyalurkan seluruh armada ini secara gratis tanpa biaya pungutan.

Aturan Penggunaan dan Larangan Pemindahtanganan

Secara teknis, program ini bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat kelas bawah. Khususnya, bantuan pemerintah ini menyasar kelompok pekerja pengayuh becak tradisional.

“Becak ini gratis, Pak. Jadi pulang tinggal bawa becak,” ujar Firman kepada para penerima. Meskipun demikian, pihak yayasan menetapkan sejumlah aturan ketat terkait status kepemilikan unit.

Yayasan melarang keras penerima bantuan memperjualbelikan aset kendaraan tersebut kepada pihak lain. Selain itu, mereka juga tidak boleh menyewakan atau menggadaikan unit ini.

“Jangan dijual ya. Jangan disewakan. Apapun kondisinya, bapak-bapak jangan sampai menggadaikan atau menjual,” pesannya secara tegas.

Fasilitas Terminal Pengisian Daya Baterai

Firman berharap para pengayuh langsung memanfaatkan unit tersebut untuk mencari penghasilan harian.

Namun, operasional kendaraan berbasis listrik sangat bergantung pada infrastruktur penunjang publik. Oleh karena itu, Firman meminta Pemerintah Kabupaten Subang untuk segera merespons kebutuhan mendesak ini.

Pemerintah daerah harus menyiapkan fasilitas terminal pengisian daya baterai publik. “Kepada pemerintah daerah, harus siapkan terminal untuk charge becak listrik,” katanya.

Kehadiran fasilitas terminal pengisian daya ini akan sangat mempermudah rutinitas operasional pekerja. Akibatnya, para pengayuh dapat bekerja dengan lancar tanpa terkendala masalah ketersediaan daya baterai.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan penyerahan bantuan becak listrik di Subang dilaksanakan? Penyerahan bantuan becak listrik tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026, di Gedung Islamic Centre Subang.
  • Berapa nilai ekonomis per unit becak listrik yang diserahkan? Setiap unit becak listrik bantuan dari Presiden tersebut memiliki nilai taksiran sekitar Rp22 juta.
  • Apa itu aturan kepemilikan bagi penerima bantuan becak listrik? Penerima mendapatkan becak secara gratis untuk mencari nafkah, tetapi pihak yayasan melarang keras mereka untuk menjual, menyewakan, atau menggadaikan unit tersebut.

Polisi Ringkus Tiga Pelaku Ganjal ATM di Subang

Pelaku ganjal ATM di Subang

Satreskrim Polres Subang resmi meringkus pelaku ganjal ATM di Subang. Secara spesifik, petugas kepolisian menangkap tiga orang tersangka tindak pencurian. Para pelaku ini melancarkan aksinya di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Selanjutnya, mereka memanfaatkan kepanikan para korban untuk menggasak uang di dalam rekening.

Kronologi Pencurian di Mesin ATM

Wakapolres Subang, Kompol Fajri Anbiyaa, mengungkapkan detail waktu kejadian pencurian tersebut. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis, 7 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian, lokasi kejadian berada di gerai BCA Alfamart Andalas. Tepatnya, minimarket ini berlokasi di Jalan Jenderal Suprapto, Kelurahan Karanganyar.

Awalnya, korban bernama Astri Djuwita Sari hendak melakukan transaksi setor tunai. Saat itu, korban datang ke lokasi bersama dengan saudaranya. Tanpa korban sadari, komplotan pelaku telah mengganjal mesin ATM tersebut menggunakan tusuk gigi. Pelaku sengaja memasang benda tersebut untuk menjebak kartu para nasabah bank.

Modus Operandi Penukaran Kartu

Saat korban kebingungan, salah satu pelaku langsung mendekat. Pelaku tersebut berpura-pura menawarkan bantuan kepada korban. Dengan gerakan sangat sigap, ia menukar kartu ATM milik korban. Sementara itu, pelaku lainnya mengamati nomor Personal Identification Number (PIN) korban dari jarak dekat. Setelah itu, para pelaku kabur dan menguras uang korban melalui berbagai transaksi.

Penangkapan Tersangka dan Barang Bukti

Tim Jatanras dan Resmob Polres Subang bergerak cepat usai menerima laporan korban. Akhirnya, tim berhasil mengamankan tiga orang tersangka pada hari Selasa, 29 September 2026. Tim kepolisian melakukan penangkapan para pelaku kejahatan ini di wilayah Cirebon.

“Dari hasil penyelidikan kejadian pencurian dengan pemberatan, pada Selasa 29 September 2026 di Cirebon, tim berhasil mengamankan tiga pelaku dugaan pencurian dengan pemberatan dan langsung dibawa ke Satreskrim,” ujar Fajri Anbiyaa, Jumat (2/10/2026).

Polisi merinci identitas ketiga tersangka tersebut, yakni berinisial AS, NS, dan NN. Petugas mengetahui ketiga pelaku ini berasal dari daerah Lampung. Sementara itu, polisi menetapkan satu pelaku lainnya berinisial R sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Peran Pelaku dan Ancaman Hukuman

Para tersangka memiliki peran masing-masing saat melancarkan aksi kejahatannya. Peran mereka meliputi tugas mengamati korban, memantau mesin, dan bertindak sebagai joki. Selain itu, ada pelaku yang khusus bertugas memasang tusuk gigi pada mesin. Sebagai tindak lanjut, polisi berhasil menyita barang bukti utama berupa tusuk gigi tersebut.

Atas perbuatannya, polisi menjerat para tersangka dengan pasal pencurian bersama-sama. Pemerintah memuat aturan ini dalam Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Akibatnya, mereka menghadapi ancaman hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun. Saat ini, kepolisian terus memburu pelaku R dan mendalami potensi adanya korban lain.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana kejadian pencurian modus ganjal ATM ini berlangsung?Kejadian berlangsung pada Kamis, 7 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB di gerai BCA Alfamart Andalas, Kabupaten Subang.
  • Berapa jumlah pelaku ganjal ATM yang berhasil ditangkap polisi?Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku (AS, NS, dan NN) di Cirebon, sementara satu pelaku berinisial R masih berstatus buron (DPO).
  • Apa barang bukti utama yang digunakan pelaku dalam aksi tersebut?Barang bukti utama yang berhasil disita oleh pihak kepolisian adalah tusuk gigi yang pelaku gunakan untuk mengganjal mesin ATM.

Perbedaan Sikap Dedi Mulyadi: Soal Puncak Bogor dan Pusat Data AI Jatiluhur

Pusat data AI Jatiluhur

Sorotan publik terkait pembangunan pusat data artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menyeret nama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Publik membandingkan sikap Dedi terhadap proyek tersebut dengan reaksinya saat melihat kerusakan hutan di kawasan Puncak, Bogor. Saat di Puncak, Dedi terlihat menangis merespons pemanfaatan kawasan hutan untuk aktivitas rekreasi.

Sementara di Jatiluhur, proyek investasi bernilai sekitar Rp3,5 triliun itu dihentikan sementara akibat kendala perizinan.

Merespons perbandingan tersebut, Dedi menegaskan bahwa kedua persoalan memiliki latar belakang yang berbeda.

“Itu beda ceritanya, konteksnya beda. Saya waktu yang di Bogor, itu saya mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan kegiatan Menko Pak Zulhas. Mereka itu menyegel bangunan yang ada di situ karena provinsi tidak punya kewenangan menyegel,” ungkap Dedi.

Alasan Penertiban dan Tangisan di Kawasan Puncak

Dedi menjelaskan alasan utama dirinya menangis saat meninjau kawasan hutan di Puncak. Menurutnya, keberadaan fasilitas rekreasi yang dibangun di atas pepohonan menjadi poin utama keberatannya.

“Kemudian saya waktu itu sedih karena lihat ada jembatan gantung yang masuk ke atas pohon. Saya bilang ini jangan. Pohon antar pohon ada jembatan gantung tuh, apa istilahnya flying fox. Nah saya keberatan kenapa hutan dijadikan sebagai sarana rekreasi di mana posisi orang berada di atas pohon. Itu enggak boleh,” katanya.

Terkait tindakan penertiban, Dedi menyebut tidak semua objek di Puncak berada di bawah wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar hanya mengeksekusi satu objek, yakni Hibish Fantasy milik PT Jaswita, karena merupakan aset BUMD provinsi.

“Dan ingat, di kegiatan-kegiatan yang di Puncak, yang dieksekusi cuma satu yang dilakukan oleh Pemprov, yaitu Hibish, karena itu kewenangannya Pemprov, yaitu BUMD penyelenggaranya,” terangnya.

Status Perizinan Proyek Pusat Data AI Jatiluhur

Berbeda dengan kasus di Puncak, penghentian proyek pusat data AI di Jatiluhur murni disebabkan oleh faktor administratif perizinan.

Proyek tersebut memiliki rencana kapasitas awal sebesar 120 megawatt (MW) dan diproyeksikan berkembang hingga 640 MW.

Penghentian sementara dilakukan karena dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih dalam proses penyelesaian.

Selain itu, penggunaan air untuk pendingin fasilitas juga menjadi perhatian. Pada kapasitas tertentu, konsumsi air proyek ini diperkirakan mencapai 384 liter per detik atau sekitar 33 ribu meter kubik per hari.

Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar, mengonfirmasi bahwa penerbitan izin AMDAL dan PBG berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

“Bahwa memang Amdal dan PBG itu dikeluarkan izinnya oleh Kabupaten Purwakarta. Dan Pak Gubernur kemarin sangat teliti ya, jadi pada saat dikonfirmasi beberapa proses ya, salah satunya adalah Amdal, ternyata memang masih dalam proses,” ujar Adi Komar.

“Jadi kemarin setelah ditinjau ya, karena memang masih dalam proses di Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta, maka pengerjaan proyeknya kemarin dihentikan dulu. Dihentikan dulu sementara ya sambil diproses,” lanjutnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Mengapa sikap Dedi Mulyadi di Puncak dan Jatiluhur dibandingkan oleh publik?
    Publik membandingkan respons emosional Dedi yang menangis saat melihat kerusakan hutan Puncak dengan langkah tegasnya menghentikan sementara proyek pusat data AI bernilai Rp3,5 triliun di Jatiluhur.
  • Apa alasan utama Dedi Mulyadi menangis di Puncak, Bogor?
    Dedi merasa sedih dan keberatan melihat kawasan hutan dijadikan sarana rekreasi ekstrem, seperti wahana flying fox dan jembatan gantung yang dipasang langsung di atas pepohonan.
  • Mengapa proyek pusat data AI Jatiluhur dihentikan sementara?
    Pembangunan dihentikan sementara oleh Pemprov Jabar karena dokumen perizinan AMDAL dan PBG yang ditangani Pemkab Purwakarta masih dalam proses dan belum terbit.

Perpisahan Sekda Subang: Estafet Jabatan ke Rona Mairansyah

Perpisahan Sekda Subang

Acara Perpisahan Sekda Subang dan Ketua DWP Kabupaten Subang berlangsung di Aula Pemda Subang. Selanjutnya, acara serah terima ini terlaksana pada hari Kamis (01/10/2026).

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menghadiri kegiatan tersebut secara langsung. Selain itu, unsur Forkopimda dan para Kepala Perangkat Daerah turut hadir. Bahkan, Sekda Kabupaten Purwakarta juga mengikuti jalannya agenda ini.

Pesan Purna Tugas Asep Nuroni

Sekretaris Daerah periode sebelumnya, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan perpisahannya. Pria yang akrab disapa Kang Asep Nuroni ini menceritakan perjalanan kariernya. Ia telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 40 tahun. Tentu saja, ia selalu memprioritaskan pelayanan publik yang terbaik.

Kemudian, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Subang. “Apabila ada kata, tingkah laku, ucapan dan kebijakan yang tidak bisa diterima masyarakat, saya sampaikan permohonan maaf,” tuturnya.

Di samping itu, ia berterima kasih atas kepercayaan selama menjabat. “Terima kasih, telah memberikan ruang pengabdian yang luas kepada saya,” ungkapnya.

Terakhir, ia resmi pamit dari jabatan kedinasan tersebut. “Saya pamit dari jabatan kedinasan sebagai Sekda Subang, izin kami akan beralih ke pengabdian di ruang lain,” tutupnya.

Komitmen Sekda Baru Rona Mairansyah

Agenda berlanjut dengan prosesi penyerahan buku memori jabatan. Asep Nuroni menyerahkan dokumen tersebut kepada Sekretaris Daerah yang baru, Rona Mairansyah, AP., M.Si.

Setelah itu, Kang Rona menegaskan komitmennya dalam mengemban amanah baru. Ia berjanji akan memberikan pelayanan yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Bukti integritas kepada pimpinan, kepada masyarakat jauh lebih berat,” tuturnya. Selanjutnya, ia meminta dukungan dan sinergitas dari seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, ia mampu mengorkestrasi kebijakan Kepala Daerah untuk mencapai target Subang Ngabret. “Itu semua menjadi satu kesatuan, satu sistem, satu tujuan serta satu outcome,” katanya.

Fokus Integritas dan Pelayanan Birokrasi

Kang Rona juga menegaskan fokus utamanya dalam menjalankan tugas. Ia menganggap jalan pengabdian ini sebagai bentuk ikhtiar nyata. Tujuannya adalah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, ia menempatkan integritas sebagai prioritas utama. “Bahwa integritas, loyalitas, tegak lurus itu nomor satu,” terangnya.

Harapan Bupati Reynaldy untuk Sekda Baru

Bupati Reynaldy memberikan tanggapan usai acara perpisahan tersebut selesai. Ia berharap Sekda yang baru dapat menjalankan tugas fungsionalnya dengan baik. “Tetap bisa menjaga integritas dan bisa bergerak cepat, sesuai dengan kebutuhan kita, serta bisa melayani masyarakat Kabupaten Subang dengan maksimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menjelaskan peran sentral seorang Sekretaris Daerah. Sekda harus mampu mengorkestrasi setiap kebijakan hingga ke level teknis. Akibatnya, pemerintah dapat menciptakan standar pelayanan publik yang prima. “Tugasnya mengorkestrasikan setiap OPD bisa saling terkoneksi, bagaimana kebijakan pimpinan dengan para camat, para kepala OPD bisa betul-betul nyambung,” pungkasnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan acara Perpisahan Sekda Subang dilaksanakan?Acara perpisahan tersebut berlangsung pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.
  • Di mana lokasi acara perpisahan dan serah terima jabatan ini?Kegiatan perpisahan dan penyerahan buku memori ini bertempat di Aula Pemda Subang.
  • Siapa Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang baru dilantik?Sekretaris Daerah Kabupaten Subang yang baru dilantik adalah Rona Mairansyah, AP., M.Si.

Pusat Data AI Jatiluhur Dihentikan Sementara oleh KDM

Pusat data AI Jatiluhur resmi mengalami penghentian pembangunan sementara oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Selanjutnya, penghentian operasional ini terjadi pada hari Rabu (30/9/2026) di Kabupaten Purwakarta.

Pemerintah mengambil langkah tegas ini terhadap proyek milik BDX Data Centers. Sebab, perusahaan tersebut belum mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Selain itu, mereka juga belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang sah.

Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan syarat mutlak kelanjutan proyek. Beliau menyatakan bahwa pembangunan tidak boleh berlanjut sebelum kelengkapan dokumen terpenuhi. “PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” kata KDM.

Oleh karena itu, ia meminta konsultan proyek segera bertindak cepat. Mereka harus segera melengkapi persyaratan penerbitan AMDAL dan PBG kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Kajian Dampak Lingkungan dan Kebutuhan Air

Selain persoalan izin, KDM menyoroti pentingnya keterbukaan kajian proyek. Pihak pengembang harus membuka kajian pembangunan kepada masyarakat secara transparan.

Salah satu aspek utama menyangkut potensi dampak ekologi pada lingkungan sekitar. Khususnya, pemerintah menyoroti persoalan tingkat kebisingan operasional dari fasilitas teknologi ini.

Di samping itu, tingkat penggunaan air dari Waduk Jatiluhur juga menjadi perhatian sangat serius.

Menurut KDM, fasilitas teknologi ini sama sekali tidak boleh mengganggu ketersediaan air. Khususnya, pemanfaatan air Waduk Jatiluhur sangat vital bagi kebutuhan sektor pertanian warga. “Jangan sampai keberadaan pusat data AI ini mengganggu pemanfaatan air Waduk Jatiluhur untuk petani,” tegasnya. Pada akhirnya, ketahanan pangan masyarakat lokal tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Spesifikasi Proyek BDX Data Centers

Proyek teknologi canggih ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi. Selanjutnya, pihak pengembang mulai melaksanakan tahapan pembangunan fisik sejak 22 September 2026.

Fasilitas ini memiliki rencana kapasitas daya listrik yang sangat besar. Secara spesifik, kebutuhan energi listrik untuk menunjang fasilitas ini mencapai angka 640 Megawatt (MW).

Mengingat besarnya kapasitas tersebut, pemerintah meminta kepastian seluruh aspek perizinan. Pengembang harus memastikan evaluasi kajian dampak proyek selesai sepenuhnya.

Setelah itu, barulah proses pembangunan fisik dapat mereka lanjutkan kembali. Dengan demikian, investasi teknologi tingkat tinggi tetap berjalan tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan hidup.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Mengapa proyek pusat data AI Jatiluhur dihentikan sementara?Gubernur Jawa Barat menghentikan proyek tersebut karena pihak BDX Data Centers belum mengantongi dokumen perizinan wajib berupa AMDAL dan PBG.
  • Kapan pembangunan fasilitas pusat data AI tersebut mulai dilaksanakan?Proses pembangunan fisik di atas lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut telah dimulai sejak tanggal 22 September 2026.
  • Berapa kapasitas daya listrik yang dibutuhkan oleh pusat data AI ini?Fasilitas teknologi kecerdasan buatan ini memiliki rencana kapasitas kebutuhan daya listrik mencapai angka 640 Megawatt (MW).

Titik Kumpoel Subang: Ruang Sosial dan Entrepreneur Kreatif

Titik Kumpoel Subang resmi hadir sebagai ruang sosial dan entrepreneur bagi masyarakat. Selanjutnya, fasilitas ini membuka kesempatan luas bagi para pelaku usaha lokal. Komunitas dan kreator juga dapat memanfaatkan tempat ini untuk berdiskusi.

Oleh karena itu, masyarakat memiliki wadah baru untuk berkolaborasi. Pengelola menandai peluncuran fasilitas ini melalui kegiatan syukuran. Acara peresmian tersebut berlokasi di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang.

Sejumlah tokoh penting menghadiri kegiatan peluncuran fasilitas sosial tersebut. Ketua KADIN Subang, Agus Prabanta, turut hadir meramaikan acara syukuran.

Selain itu, Ketua HIPMI Subang, Aninditya Santiko Wibowo, juga mengikuti jalannya kegiatan. Beberapa influencer dan perwakilan komunitas kreatif tampak berada di lokasi. Bahkan, panitia juga mengundang beberapa tamu undangan lainnya.

Tujuan Utama Pembangunan Fasilitas

Direktur TNR Mitra Utama, Niko Rinaldo, memberikan penjelasan terkait tujuan pembangunan fasilitas. Menurutnya, Titik Kumpoel bukan sekadar tempat untuk berkumpul biasa.

Sebaliknya, fasilitas ini berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan ragam kreativitas. Pengunjung dapat merealisasikan berbagai gagasan bisnis secara langsung di tempat ini.

“Titik Kumpoel adalah social and entrepreneur. Di sini tidak hanya kreativitas, tapi bisa berdiskusi, bisa berkreatif dan pulang dari sini dieksekusi,” ujar Niko.

Selanjutnya, Niko menilai masyarakat sangat membutuhkan ruang pertemuan yang representatif. Fasilitas ini mencegah ide-ide kreatif berhenti sebatas pada pembicaraan lisan saja. “Kalau kita harus jadi pelaku, bagaimana menjadi pelaku? Sehingga dibutuhkan sebuah wadah,” tambahnya.

Profil Perusahaan TNR Mitra Utama

Fasilitas kolaborasi ini beroperasi di bawah naungan perusahaan TNR Mitra Utama. Secara historis, perusahaan ini berdiri secara resmi pada tanggal 19 November 2025.

Perusahaan tersebut bergerak aktif di sejumlah bidang usaha komersial yang beragam. Saat ini, mereka menangani proyek konstruksi hingga industri kuliner (F&B). Di samping itu, mereka juga melayani pesanan katering untuk masyarakat.

Ekspansi Unit Usaha Baru

Perusahaan ini terus mengembangkan sejumlah unit usaha baru secara terstruktur. Contohnya, mereka memperkenalkan konsep bisnis kedai bernama Street Coffee.

Selain itu, perusahaan ini meluncurkan unit usaha ritel bernama TNR Gadget. Pada akhirnya, ekspansi ini menunjukkan upaya berkelanjutan dalam memajukan perekonomian daerah.

Akses Terbuka Bagi Masyarakat Luas

Niko menegaskan bahwa fasilitas ini terbuka lebar bagi seluruh lapisan masyarakat. Khususnya, bagi warga yang memiliki ide dan ingin melakukan kolaborasi bisnis.

Pelaku usaha dapat memanfaatkan ruang tersebut untuk mengembangkan inovasi produk. Mereka juga bisa memperkenalkan produk unggulan mereka kepada para pengunjung lainnya.

“Bagi semua orang yang ada keinginan, ada ide, kita terbuka. Silakan buat anak-anak muda Subang yang mau kolaborasi, kami terbuka seluas-luasnya,” ucap Niko.

Kemudian, ia berharap tempat ini mampu mempertemukan pelaku usaha dan komunitas dalam kegiatan ekonomi kreatif. “Setelah syukuran, kalau besok atau lusa melintas di Titik Kumpoel, tidak harus izin dulu. Silakan bisa digunakan,” pungkas Niko mengakhiri penjelasannya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa itu Titik Kumpoel Subang?Titik Kumpoel Subang adalah fasilitas ruang sosial dan entrepreneur yang memfasilitasi diskusi, kolaborasi, dan eksekusi ide bisnis.
  • Di mana lokasi fasilitas Titik Kumpoel tersebut?Fasilitas kolaborasi ini berlokasi di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang.
  • Siapa pengelola utama dari ruang kolaborasi ini?Fasilitas ini dikelola oleh perusahaan TNR Mitra Utama yang dipimpin oleh Direktur Niko Rinaldo.

Rapat Paripurna DPRD Subang Sahkan Perubahan APBD 2026

Rapat Paripurna DPRD Subang

Rapat Paripurna DPRD Subang berlangsung pada hari Rabu, 30 September 2026. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menghadiri kegiatan tersebut secara langsung. Selanjutnya, Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, turut mendampingi pimpinan daerah ini. Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurrachman, memimpin langsung jalannya agenda persidangan paripurna tersebut.

Tiga Agenda Utama Persidangan Dewan

Pertemuan dewan ini memiliki tiga agenda utama terkait rancangan anggaran daerah. Pertama, anggota dewan mendengarkan Laporan Badan Anggaran terkait dokumen keuangan. Laporan ini membahas hasil evaluasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2026. Kemudian, agenda kedua berfokus pada persetujuan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Terakhir, peserta rapat mendengarkan pendapat akhir dari Bupati Subang mengenai Raperda tersebut.

Penandatanganan Persetujuan Rancangan Anggaran

Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan secara resmi menyepakati dokumen rancangan anggaran. Bupati Subang bersama Ketua DPRD melaksanakan penandatanganan persetujuan dokumen Raperda tersebut. Secara spesifik, dokumen hukum ini mengatur Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Setelah tahapan penandatanganan selesai, Bupati yang akrab disapa Kang Rey ini langsung menyampaikan pendapat akhirnya.

Penyesuaian Dinamika dan Kebutuhan Prioritas

Kang Rey memberikan penjelasan teknis terkait kebijakan penyesuaian rancangan anggaran ini. “Perubahan APBD 2026 merupakan wujud upaya bersama merespons dinamika pembangunan daerah. Kami juga menyelaraskan kondisi keuangan dengan kebutuhan prioritas masyarakat,” ujar Kang Rey.

Instrumen anggaran ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas operasional pelayanan publik harian. Pemerintah juga berfokus memperkuat sektor pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta fasilitas kesehatan. Pada akhirnya, seluruh langkah strategis ini bertujuan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Keterbatasan Kapasitas Keuangan Daerah

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang merasa sangat optimistis terhadap dokumen rancangan anggaran tersebut. Mereka telah menyusun seluruh draf keuangan sesuai dengan tuntutan masyarakat luas. Meskipun demikian, Kang Rey tetap mengakui adanya keterbatasan dalam pemenuhan usulan program.

Belum seluruh usulan warga masyarakat dapat pemerintah penuhi secara maksimal saat ini. Kondisi tersebut terjadi akibat keterbatasan kemampuan keuangan riil Pemerintah Daerah Subang. Sementara itu, pemerintah harus mengeksekusi banyak program pada kalender Tahun Anggaran 2026. Oleh karena itu, Bupati berharap persetujuan ini segera bertransformasi menjadi Peraturan Daerah resmi.

Kehadiran Unsur Pemerintahan Kabupaten Subang

Berbagai pejabat penting hadir mendampingi Kepala Daerah dalam rapat paripurna ini. Seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Subang tampak mengikuti rangkaian persidangan secara penuh. Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang juga turut menghadiri acara kenegaraan tersebut.

Para Asisten Daerah dan Staf Ahli Bupati Lingkup Setda turut hadir meramaikan. Selain itu, kegiatan penting ini melibatkan jajaran Kepala OPD secara langsung. Seluruh Camat dan Kepala Bagian Lingkup Setda Subang juga mengikuti jalannya rapat hingga selesai.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan Rapat Paripurna DPRD Subang mengenai Perubahan APBD 2026 ini diselenggarakan? Rapat Paripurna DPRD Subang tersebut berlangsung pada hari Rabu, 30 September 2026.
  • Siapa saja pimpinan yang menandatangani persetujuan Raperda Perubahan APBD 2026? Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, dan Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurrachman, menandatangani persetujuan tersebut.
  • Apa alasan belum semua usulan masyarakat terpenuhi dalam Perubahan APBD 2026? Pemerintah belum bisa memenuhi semua usulan akibat keterbatasan kemampuan keuangan riil daerah berbanding banyaknya program pada tahun 2026.

Peresmian Titik Kumpoel Subang sebagai Ruang Sosial Kreatif

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Kehadiran Titik Kumpoel Subang resmi menjadi ruang sosial dan entrepreneur baru. Panitia menandai peresmian fasilitas ini dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pita.

Selanjutnya, kegiatan ini berlokasi di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang. Acara peresmian tersebut terlaksana pada hari Selasa (29/9/2026). Momentum ini membuka ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, komunitas, kreator, dan masyarakat umum.

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Tujuan dan Wadah Kolaborasi Masyarakat

Direktur TNR Mitra Utama, Niko Rinaldo, memberikan penjelasan terkait tujuan fasilitas ini. Menurut Niko, kehadiran ruang kolaborasi ini berangkat dari kebutuhan masyarakat lokal. Warga membutuhkan wadah nyata untuk menjadi pelaku usaha dan penggiat kegiatan kreatif.

“Kalau kita harus jadi pelaku, bagaimana menjadi pelaku? Sehingga dibutuhkan sebuah wadah,” katanya.

Oleh karena itu, pengelola membuka fasilitas ini bagi seluruh masyarakat pemilik ide. Pengelola juga mempersilakan para pelaku usaha untuk memanfaatkan ruang tersebut secara maksimal. Mereka dapat mengembangkan sekaligus memperkenalkan berbagai produk usahanya kepada publik luas.

Niko sangat mendukung partisipasi aktif dari generasi muda setempat. “Bagi semua orang yang ada keinginan, ada ide, kita terbuka. Silakan buat anak-anak muda Subang yang mau kolaborasi, kami terbuka seluas-luasnya,” ucap Niko.

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Pelaksanaan Seremoni dan Dukungan Tokoh Daerah

Jajaran pimpinan PT TNR Mitra Utama memimpin langsung seremoni pemotongan tumpeng. Prosesi ini bertindak sebagai tanda resmi dimulainya seluruh aktivitas operasional tempat tersebut.

Selain itu, sejumlah tokoh penting daerah turut menghadiri kegiatan peresmian ini secara langsung.

Ketua KADIN Subang, Agus Prabanta, tampak hadir mewakili kamar dagang daerah. Kemudian, Ketua HIPMI Subang, Aninditya Santiko Wibowo, juga mengikuti jalannya peresmian.

Beberapa influencer dan perwakilan komunitas kreatif lokal turut meramaikan acara tersebut. Bahkan, panitia juga mengundang sejumlah tamu kehormatan lainnya untuk memeriahkan suasana.

Titik Kumpoel Subang
Oplus_131072

Konsep Ruang Diskusi dan Eksekusi Kreatif

Niko kembali menegaskan bahwa fasilitas ini bukan sekadar tempat berkumpul biasa. Selanjutnya, ia berharap fasilitas ini menjadi ruang pertemuan yang sangat produktif.

Sebaliknya, pengelola merancang ruang ini khusus untuk berdiskusi dan mengembangkan ragam kreativitas. Harapannya, pengunjung mampu melahirkan berbagai gagasan baru yang inovatif bagi daerah.

Masyarakat dapat mengeksekusi berbagai ide cemerlang mereka secara langsung di tempat ini. “Titik Kumpoel adalah social and entrepreneur. Di sini tidak hanya kreativitas, tapi bisa berdiskusi, bisa berkreatif dan pulang dari sini dieksekusi,” ujar Niko.

Pada akhirnya, para penggiat dapat mewujudkan gagasan tersebut dalam bentuk kegiatan maupun usaha nyata.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana peresmian Titik Kumpoel Subang dilaksanakan?Peresmian dilaksanakan pada hari Selasa, 29 September 2026, bertempat di Jalan Dadali 2, Perumahan Surya Cigadung, Kabupaten Subang.
  • Siapa saja tokoh daerah yang menghadiri acara peresmian tersebut?Acara peresmian ini dihadiri oleh Ketua KADIN Subang Agus Prabanta dan Ketua HIPMI Subang Aninditya Santiko Wibowo, beserta komunitas kreatif.
  • Apa tujuan utama dari pendirian fasilitas Titik Kumpoel ini?Fasilitas ini bertujuan menjadi ruang sosial dan entrepreneur bagi masyarakat, pelaku usaha, dan kreator untuk berdiskusi serta mengeksekusi ide bisnis.

Apel Gabungan ASN Subang Tandai Purna Bakti Sekda Asep Nuroni

Apel Gabungan ASN Subang

Pelaksanaan Apel Gabungan ASN Subang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Subang. Selanjutnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, bertindak sebagai Pembina Apel. Kegiatan rutin ini terlaksana pada hari Senin, 28 September 2026.

Kemudian, Camat Dawuan, Jaja, memimpin langsung jalannya apel gabungan tersebut. Acara ini bermula dengan sesi pembacaan Panca Prasetya Korpri. Selanjutnya, Kasubbag Umum Bapperida, Devi Yulian Mahardika, membacakan ikrar penting tersebut.

“Apel gabungan bukan sekadar kegiatan rutin, tapi momentum menyamakan langkah, memperkuat komitmen, dan tanggung jawab sebagai ASN, dalam memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Asep Nuroni.

Penilaian Respons Aduan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten menyerahkan hasil penilaian tindak lanjut aduan masyarakat. Secara spesifik, periode penilaian ini mencakup bulan Juni hingga Agustus 2026.

Untuk periode Juni, Dinas Kesehatan berhasil meraih predikat perangkat daerah tersigap. Sebaliknya, DPKP mendapat catatan sebagai instansi tidak sigap.

Sementara itu, Kecamatan Subang tampil menjadi instansi kecamatan tersigap. Namun, Kecamatan Cipunagara tercatat tidak sigap.

Lebih lanjut, periode Juli menunjukkan dinamika hasil yang berbeda. Dinsos berhasil menjadi perangkat daerah tersigap. Sebaliknya, DPKP kembali tercatat sebagai instansi tidak sigap.

Kemudian, Kecamatan Subang sukses mempertahankan posisi tersigap. Namun, Kecamatan Pusakanagara mendapat predikat tidak sigap pada bulan tersebut.

Terakhir, penilaian periode Agustus menempatkan Satpoldam sebagai instansi tersigap. Sebaliknya, Setwan tercatat tidak sigap pada bulan tersebut. Sekali lagi, Kecamatan Subang menjadi instansi tersigap. Sementara itu, Kecamatan Serangpanjang mendapat predikat tidak sigap.

“Di tengah arus informasi yang terbuka, kita harus siap tanggap, dan konsisten dalam memberi respon, kinerja pemerintah tidak hanya dilihat dari apa yang kita kerjakan, tapi seberapa cepat kita merespon,” kata Asep Nuroni.

Penghargaan Kepatuhan Zakat Baznas

Pemerintah juga menyerahkan sejumlah penghargaan khusus dari Baznas Kabupaten Subang. Baznas memberikan apresiasi ini atas pemenuhan kewajiban zakat, infaq, dan sadaqah.

Tentu saja, penilaian ini berlaku untuk periode semester pertama. Beberapa perangkat daerah berhasil menerima penghargaan kepatuhan ini. Penerima tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Setda, dan RSUD Subang.

Selain itu, Pemerintah mengakui RSUD Subang sebagai pelopor program BERSERI. Program ini merupakan singkatan dari gerakan Bersedekah Setiap Hari. Selanjutnya, Dishub juga turut menerima penghargaan serupa.

Di tingkat kewilayahan, Kecamatan Cipunagara, Tambakdahan, dan Kalijati menerima apresiasi penuh. Bahkan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga turut mendapat penghargaan. PT Subang Energi Abadi (PT SEA) berhak menerima penghargaan berupa satu unit dispenser.

“Terima kasih atas respon Baznas Kabupaten Subang, yang bisa melengkapi kehadiran Pemerintah di tengah masyarakat,” ungkap Sekda.

Pesan Purna Bakti Sekda Asep Nuroni

Apel gabungan kali ini menjadi momen yang sangat spesial. Sebab, acara ini merupakan apel terakhir bagi sosok Asep Nuroni. Ia segera memasuki masa purna bakti sebagai abdi negara. Sebelumnya, ia telah mengabdi selama 40 tahun penuh. Oleh karena itu, ia meninggalkan sejumlah pesan penting bagi para pegawai.

“Apel pagi ini merupakan apel terakhir bagi saya, kepada seluruh ASN tetap jaga integritas, kekompakan, dan semangat kebersamaan,” imbuhnya.

Asep Nuroni meyakini estafet kepemimpinan berada di tangan yang tepat. Saat ini, terdapat tiga calon Sekda baru yang siap bertugas. Selanjutnya, ia meminta seluruh ASN mendukung penuh langkah Sekda yang baru.

“Saya percaya dengan dukungan seluruh ASN, Sekda yang baru akan menjalankan amanah dengan sebaiknya, kesuksesan Subang bukan kesuksesan seorang Sekda tapi kesuksesan seluruh ASN,” tandas Asep Nuroni.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana Apel Gabungan ASN Subang ini diselenggarakan? Apel Gabungan ASN Kabupaten Subang ini terlaksana di Halaman Kantor Bupati Subang pada hari Senin, 28 September 2026.
  • Instansi mana saja yang mendapat penghargaan dari Baznas pada semester pertama? Penerima penghargaan Baznas meliputi Dinas Kesehatan, Setda, RSUD Subang, Dishub, Kecamatan Cipunagara, Tambakdahan, Kalijati, serta PT Subang Energi Abadi.
  • Mengapa apel gabungan kali ini disebut sangat spesial bagi Asep Nuroni? Apel ini sangat spesial karena merupakan kegiatan apel terakhir bagi Asep Nuroni sebelum ia memasuki masa purna bakti setelah 40 tahun mengabdi sebagai ASN.

Recent Posts