Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Layanan Administrasi Kependudukan Subang Dipercepat

Layanan Administrasi Kependudukan

suarasubang.com – Pemerintah Kabupaten Subang mempercepat pembenahan layanan administrasi kependudukan demi kenyamanan seluruh warga. Langkah strategis ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan birokrasi sekaligus memberantas praktik pungutan liar. Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menegaskan komitmen tersebut saat mengudara di Radio Benpas, Senin (20/7/2026).

Bupati memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk tindakan tidak prosedural dalam pelayanan publik. Beliau menyatakan bahwa masyarakat harus merasakan kemudahan saat mengurus KTP, KK, hingga akta kelahiran. Selain itu, seluruh proses pelayanan tersebut wajib berlangsung cepat, mudah, dan transparan tanpa biaya liar.

Reformasi Birokrasi dan Tindak Tegas Pungli

Pemerintah daerah saat ini terus mendorong reformasi birokrasi di seluruh unit kerja Kabupaten Subang. Fokus utama perbaikan diarahkan pada sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga. Oleh karena itu, Reynaldy menegaskan tidak akan menoleransi oknum yang nekat melakukan praktik pungli.

Pihaknya memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Selanjutnya, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas aparatur sipil negara. Pemerintah berkomitmen menjadikan layanan administrasi kependudukan sebagai simbol integritas pelayanan publik di Subang.

Ekosistem Manufaktur Kendaraan Nasional di Subang Ditinjau

Ekosistem Manufaktur Kendaraan Nasional

suarasubang.com – Bupati Subang Reynaldy Putra Andita mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau proyek strategis di Cipeundeuy, Selasa (21/7/2026). Agenda ini berfokus pada pengembangan ekosistem manufaktur kendaraan nasional yang berpusat di Pabrik Mobnas. Menteri PU Dody Hanggodo turut hadir dalam peninjauan lapangan tersebut.

Rombongan pejabat negara ini juga menyertakan Direktur Utama PT Pindad Sigit Puji Santosa dan pimpinan PT Len Industri. Kawasan industri terpadu tersebut disiapkan sebagai pusat produksi mobil nasional serta sepeda motor listrik.

Pemerintah merancang kompleks ini dengan fasilitas pabrik utama serta unit pengolahan baterai. Selain itu, tersedia pusat riset, lintasan pengujian kendaraan, hingga jalur logistik kereta api guna mendukung distribusi.

Tol Subang Jadi Landasan Pesawat Darurat

Diskusi dalam kunjungan tersebut mencakup pemanfaatan jalan tol secara strategis bagi kepentingan pertahanan negara. Pemerintah berencana menggunakan ruas tol tertentu sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat militer.

Selanjutnya, para pejabat merancang akses keluar tol khusus untuk memperlancar arus logistik menuju lokasi industri. Langkah ini bertujuan menghubungkan infrastruktur jalan raya secara langsung ke pusat ekosistem manufaktur kendaraan nasional.

Bupati Reynaldy menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Subang dalam mendukung realisasi proyek besar tersebut. Beliau optimis kawasan industri ini mampu mendongkrak roda perekonomian nasional secara signifikan.

Tagana Subang Minta Warga Waspadai Kemarau Panjang

kemarau panjang di Subang

suarasubang.com — Tagana Dinas Sosial Kabupaten Subang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman kemarau panjang di Subang pada tahun 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kering ini diprediksi berlangsung cukup lama mulai Mei hingga Oktober mendatang.

Ketua Tagana Dinsos Subang, Jajang Abdul Muhaimin, menyatakan bahwa pihaknya telah bersiap bersama instansi terkait untuk menghadapi dampak fenomena ini. Puncak kekeringan sendiri diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026.

Ancaman Kebakaran dan Gagal Panen

Hingga pertengahan Juli ini, bencana kebakaran rumah dan lahan terus melanda berbagai wilayah di Subang hampir setiap hari. Salah satu peristiwa besar yang menjadi sorotan adalah kebakaran di eks TPA Panembong yang terjadi pekan lalu.

Selain musibah api, ancaman gagal panen juga membayangi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Pantura. Kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang meningkatkan risiko kerusakan tanaman serta perluasan titik kebakaran lahan.

Krisis Air Bersih di Wilayah Selatan

Krisis air bersih kini mulai menyerang sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Subang. Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini agar dampak kekeringan tidak semakin meluas ke pemukiman warga lainnya.

Tagana telah menyiapkan satu unit kendaraan tangki air sebagai langkah penanganan awal bagi warga terdampak. Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian masyarakat.

Selanjutnya, Jajang meminta masyarakat ikut serta menghemat penggunaan air selama menghadapi kemarau panjang di Subang. Kesadaran warga untuk menjaga ketersediaan sumber air sangat penting guna meminimalisir dampak buruk dari musim kering tahun ini.

Tepis Citra Negatif, SPPG Pasirkareumbi 03 Subang Ajak Siswa Tinjau Langsung Dapur Makanan Bergizi

suarasubang.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus mendapat kawalan ketat agar tepat sasaran dan berkualitas.

Dalam upaya membangun kepercayaan publik dan tepis citra negatif terkait kualitas makanan program pemerintah, SPPG Pasirkareumbi 03 Subang melakukan langkah progresif dengan membuka akses dapurnya secara luas kepada masyarakat, khususnya para penerima manfaat.

Aksi Nyata Menjawab Keraguan Publik

Keraguan mengenai kebersihan, kualitas bahan baku, serta proses pengolahan kerap kali muncul di tengah masyarakat ketika membahas program bantuan pangan massal.

Untuk mematahkan stigma tersebut, Niko Rinaldo selaku pemilik SPPG Pasirkareumbi 03 Subang, menegaskan komitmennya terhadap transparansi operasional.

Menurut Niko, pandangan miring dari masyarakat tidak cukup hanya dijawab dengan narasi, melainkan dengan aksi nyata. Dengan membuka dapur untuk ditinjau oleh publik, pihak pengelola menjadikan transparansi sebagai kunci utama.

Langkah proaktif ini diharapkan bisa memicu unit pelayanan lain agar mengadopsi hal serupa.Publik tentu berharap agar unit lain menerapkan standar mutu pangan yang baik di seluruh Kabupaten Subang.

Siswa Tinjau Langsung ke Lokasi: Edukasi dan Transparansi

Salah satu bentuk transparansi yang paling efektif adalah melalui program kunjungan edukatif. Secara rutin, para siswa tinjau langsung ke lokasi dapur SPPG.

Kunjungan ini dilakukan secara bergantian dan merata, mulai dari tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA, hingga menjangkau kalangan balita dan ibu hamil atau menyusui.

Baru-baru ini, siswa dari SDN Rosela Subang turut berpartisipasi dalam peninjauan tersebut. Dampak dari kunjungan ini dinilai sangat positif dan langsung dirasakan oleh anak-anak.

Abdulrahman Muhammad Hasan, salah seorang siswa kelas 6 SDN Rosela Subang, mengaku takjub setelah melihat langsung proses pengolahan menu harian MBG.

“Dengan adanya kunjungan ini, saya bisa jadi tahu MBG dibuat seperti apa. Dan ternyata MBG itu dipenuhi standar-standar yang bagus, lingkungannya bersih, dan ada standar untuk pemasakannya,” ungkap Hasan.

Meningkatkan Antusiasme dan Mengurangi Beban Ekonomi

Keterbukaan operasional dapur ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelaporan langsung kepada publik, tetapi juga terbukti mampu meningkatkan selera dan antusiasme anak-anak untuk mengonsumsi makanan yang disajikan.

Mengetahui secara langsung bahwa makanan mereka diolah di tempat yang higienis, rasa ragu pun seketika hilang.

Di samping itu, siswa dan orang tua mengakui bahwa kelangsungan program MBG sangat berdampak pada ekonomi keluarga.

Siswa menyadari bahwa dengan adanya jaminan makan siang yang bergizi, uang saku bisa lebih dihemat sehingga pengeluaran harian keluarga menjadi jauh lebih ringan.

Dampak Sosial yang Lebih Luas

Selain berfokus pada pemenuhan sertifikasi mutu dari Badan Gizi Nasional dan distribusi harian ke sekolah-sekolah, SPPG Pasirkareumbi 03 Subang juga melebarkan sayap kepedulian sosialnya.

Melalui inisiatif bertajuk “Jumat Berkat”, pihak SPPG secara konsisten membagikan makanan bergizi kepada warga sekitar yang dinilai sangat membutuhkan.

Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa program gizi nasional, apabila dikelola dengan tingkat transparansi, dedikasi, dan standar kebersihan yang tinggi, sungguh mampu memberikan dampak kesejahteraan yang nyata dan dirasakan secara langsung oleh seluruh elemen masyarakat.

Bupati Subang Percepat Mitigasi Kekeringan 1.348 Hektare Sawah

mitigasi kekeringan Subang

suarasubang.com — Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, bergerak cepat melakukan mitigasi kekeringan Subang di wilayah utara. Langkah taktis ini mencakup penyaluran bantuan pompa air dan perbaikan irigasi tersier untuk menyelamatkan 1.348 hektare sawah.

Sektor pertanian saat ini sedang menghadapi tantangan serius akibat pergeseran musim di masa awal tanam. Oleh karena itu, pemerintah memberikan berbagai bantuan stimulan dari Kementerian Pertanian guna mengamankan pasokan air.

Penyelamatan Jangka Pendek Melalui Pompanisasi

Pemerintah memprioritaskan perbaikan infrastruktur pengairan yang rusak agar distribusi air tetap merata ke seluruh petak sawah. Selain itu, satu unit mesin pompa air 3 inci telah diserahkan kepada Pemerintah Desa Kihiyang.

Desa Kihiyang akan menyalurkan bantuan tersebut kepada tiga kelompok tani strategis di Kecamatan Binong. Penerima manfaat ini meliputi Poktan Layungsari, Poktan Sukardi, dan Gapoktan Harapan Tani Jaya.

Strategi Embung untuk Ketahanan Pangan

Bupati Reynaldy menegaskan bahwa pasokan gabah Subang sangat krusial untuk menyuplai kebutuhan beras nasional secara konsisten. Selanjutnya, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pusat untuk membangun tiga titik embung baru.

Fasilitas penampungan air ini nantinya akan berfungsi sebagai tabungan air raksasa bagi petani di Subang utara. Secara keseluruhan, skema bantuan ini menjadi garansi agar lumbung padi Subang tetap kokoh menghadapi tantangan iklim global.

Pabrik Motor Listrik VinFast Subang Siap Mulai Perakitan Lokal 2027

motor listrik VinFast

suarasubang.com – Pabrik motor listrik VinFast di Subang resmi memulai perakitan lokal pada tahun 2027. Produsen asal Vietnam ini tengah menyiapkan transisi besar. Saat ini, mereka masih mengimpor unit secara utuh (CBU) untuk pasar Indonesia. Langkah baru ini menandai era perakitan CKD secara penuh.

Chief Executive Officer VinFast Indonesia E-Motocycle, Yordan Satriadi, membenarkan rencana strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa fasilitas Subang akan menjadi pusat perakitan utama. Oleh karena itu, perusahaan perlahan menghentikan skema CBU mulai tahun depan. Perusahaan berharap strategi ini mampu menekan biaya operasional secara signifikan.

Perusahaan menilai pasar roda dua di Indonesia sangat menjanjikan untuk bisnis baru. Setiap tahunnya, penjualan sepeda motor domestik selalu menembus angka enam juta unit. Akibatnya, VinFast sangat antusias menggarap segmen kendaraan roda dua bebas emisi. Pasar yang besar ini memacu mereka untuk segera melokalisasi produksi.

Daftar Model dan Harga Motor Listrik VinFast Terbaru

VinFast secara resmi meluncurkan tiga model andalan untuk menggoda konsumen tanah air. Ketiga varian tersebut meliputi VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Konsumen bisa meminang model Evo dengan harga OTR Jakarta Rp17,5 juta. Harga ini sudah menggunakan skema berlangganan baterai yang hemat.

Selanjutnya, diler menawarkan varian Feliz II dengan harga kompetitif yakni Rp18,5 juta. Sementara itu, pihak pabrikan membanderol tipe tertinggi Viper dengan harga Rp22 juta. Desain Viper tampil sangat sporty untuk menyasar segmen pengendara usia muda. Model Feliz II dan Evo membawa penyempurnaan dari versi sebelumnya.

Selain menyasar konsumen umum, produsen otomotif ini juga membuka peluang kemitraan B2B. Mereka siap menyuplai kendaraan operasional untuk perusahaan maupun layanan transportasi daring. Yordan menggarisbawahi bahwa pihaknya sangat terbuka menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Langkah ini mengakselerasi perwujudan ekosistem transportasi modern.

Spesifikasi Teknis dan Perluasan Stasiun Penukaran Baterai

Pabrikan membekali seluruh lini kendaraan dengan motor penggerak BLDC in-wheel bertenaga besar. Varian dua baterai mampu memuntahkan daya maksimal hingga 5.200 watt. Sebaliknya, konfigurasi satu baterai menghasilkan daya keluaran sebesar 3.000 watt. Kinerja mesin ini menjamin akselerasi responsif di berbagai medan jalan.

Motor tipe Viper dan Feliz II sanggup melesat hingga kecepatan 90 kilometer per jam. Di sisi lain, sistem membatasi laju maksimal tipe Evo pada angka 80 kilometer per jam. Kendaraan ramah lingkungan ini mengusung dua baterai lithium ferro phosphate (LFP) 1,5 kWh. Tipe Evo mampu menjelajah sejauh 150 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Konsumen memiliki kebebasan memilih skema pembelian putus atau berlangganan baterai. Pengguna juga bisa mengisi daya secara mandiri di rumah menggunakan adaptor standar. Sebagai pendukung utama, perusahaan menjalin kerja sama strategis dengan V-Green. Kemitraan ini berhasil mengoperasikan 2.000 titik stasiun penukaran baterai di Jawa.

Selama masa promosi, pembeli berhak menikmati layanan penukaran baterai gratis selama setahun. Pelanggan bisa melakukan maksimal 20 kali penukaran setiap bulannya tanpa biaya tambahan. Selain itu, perusahaan melindungi seluruh produk menggunakan garansi resmi hingga 4+2 tahun. Jaminan ini setara dengan jarak tempuh 60.000 ditambah 12.000 kilometer operasional.

Pemuda Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta

pemuda Subang tenggelam

suarasubang.com — Seorang pemuda Subang tenggelam di perairan Waduk Jatiluhur, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (16/7/2026) sore. Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian intensif untuk menemukan keberadaan korban tersebut.

Kronologi Kejadian

Korban teridentifikasi sebagai Riyanto (21), warga Dusun Karangmulya, Desa Blanakan, Subang. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika ia sedang menyeberangi perairan waduk.

Awalnya, korban berenang sejauh 100 meter dari keramba milik Ko Apin menuju keramba milik Ko Asuy. Namun, Riyanto yang sempat menggunakan potongan gabus sebagai pelampung memutuskan melepas alat bantu tersebut di tengah perjalanan.

Tak lama kemudian, ia berteriak meminta pertolongan kepada rekannya, Muhamad Rizki. Sayangnya, saksi sempat mengira teriakan tersebut hanyalah gurauan belaka sehingga tidak segera memberikan bantuan.

Upaya Pencarian Tim SAR

Kasi Humas Polres Purwakarta, Iptu Tini Yutini, menjelaskan bahwa saksi akhirnya panik setelah mendengar teriakan berulang kali. Ketika saksi tiba di lokasi kejadian, korban sudah tenggelam dan tidak terlihat lagi di permukaan air.

Oleh karena itu, petugas dari Basarnas, BPBD, dan Satpolairud segera melakukan penyisiran di sekitar titik terakhir korban terlihat. Meskipun pencarian sempat terhenti karena faktor kegelapan, tim kembali melanjutkan operasi pada Jumat pagi dengan memperluas area penyisiran.

Hingga saat ini, Riyanto belum berhasil ditemukan oleh tim gabungan yang bertugas. Petugas pun melibatkan berbagai unsur potensi SAR lainnya untuk mempercepat proses penemuan korban di bawah permukaan air.

Bupati Subang Antisipasi Kekeringan di Wilayah Binong

antisipasi kekeringan di Subang

suarasubang.com — Bupati Subang, Reynaldy Putra, meninjau areal persawahan di Kecamatan Binong guna memastikan produksi pangan tetap aman. Langkah ini merupakan bagian dari upaya nyata pemerintah dalam antisipasi kekeringan di Subang saat memasuki musim tanam.

Dalam kegiatan Saba Desa tersebut, Kang Rey menyerahkan bantuan pemeliharaan jaringan irigasi tersier dari Kementerian Pertanian. Bantuan ini menyasar tiga kelompok tani di Desa Citrajaya, Kediri, dan Binong secara simbolis.

Selain perbaikan irigasi, pemerintah juga menyerahkan satu unit mesin pompa air berukuran 3 inci kepada Pemerintah Desa Kihiyang. Alat mesin pertanian ini berfungsi untuk membantu petani mengairi sawah yang mulai mengering.

Potensi Kekeringan di Subang Utara

Bupati mengungkapkan bahwa terdapat seluas 1.348 hektare lahan pertanian di Subang bagian utara yang rawan terdampak. Meskipun demikian, ia optimis produksi padi di wilayahnya tetap mampu menyangga kebutuhan beras nasional.

Pemerintah daerah kini terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk membangun tiga embung baru. Fasilitas penampungan air tersebut nantinya akan memperkuat ketahanan pangan di wilayah utara Subang.

Sejumlah pejabat daerah tampak mendampingi kunjungan kerja tersebut, mulai dari Wakil Bupati hingga Sekretaris Daerah. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam mengawal nasib para petani lokal.

Penanganan Kebakaran Eks TPA Panembong Jadi Prioritas Utama Bupati Subang

penanganan kebakaran eks TPA Panembong

suarasubang.comPenanganan kebakaran eks TPA Panembong kini mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Subang. Oleh karena itu, Bupati Reynaldy Putra Andita Budi Raemi meninjau langsung lokasi tersebut. Kunjungan pada Rabu (15/7/2026) ini bertujuan memastikan proses pemadaman api berjalan optimal.

Pemimpin daerah yang akrab disapa Kang Rey ini juga memantau dampak kabut asap. Beliau ingin memastikan kesehatan warga sekitar Kelurahan Parung tetap terjaga dengan baik. Selanjutnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran Satpol PP turut mendampingi inspeksi ini.

Kehadiran para pejabat daerah berfungsi mempercepat koordinasi taktis di area terdampak bencana. Pemerintah daerah berkomitmen kuat untuk meminimalkan gangguan polusi udara akibat asap pembakaran sampah. Karenanya, petugas terus berupaya melokalisasi titik api agar tidak merembet ke pemukiman warga.

Sebagai informasi, peristiwa kebakaran di lahan eks pembuangan ini mulai berkobar sejak Jumat (10/7/2026). Sejak awal kejadian, tim gabungan langsung melakukan pemadaman intensif dan pendinginan bara bawah tanah. Karakteristik tumpukan sampah memang memerlukan penanganan khusus karena api sering menyala di dalam.

Strategi Pemadaman Api dan Kolaborasi Tim Gabungan

Operasi kemanusiaan ini setidaknya telah menghabiskan pasokan air sekitar 40 tangki armada pemadam. Pemkab Subang melibatkan puluhan personel lintas instansi yang bergerak aktif secara bergantian. Bahkan, sektor pemadaman mengerahkan 20 personel terlatih dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang.

Langkah darurat ini diperkuat oleh lima personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka datang membawa berbagai peralatan pendukung untuk mempercepat proses pemadaman di lapangan. Selain itu, dua personel Palang Merah Indonesia (PMI) bersiaga penuh memberikan bantuan medis.

Tiga personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga turut membantu penyediaan logistik bagi relawan. Kolaborasi erat ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengatasi bencana lingkungan di wilayah perkotaan. Oleh sebab itu, Kang Rey memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh petugas.

Pembangunan TPS 3R Sebagai Solusi Pengelolaan Sampah

Pemerintah daerah nyatanya tidak hanya fokus pada pemadaman api darurat di lokasi tersebut. Kang Rey menegaskan bahwa pihaknya sedang merumuskan langkah strategis jangka panjang terkait sampah. Pola penanganan konvensional kini dinilai sudah tidak relevan dengan pertumbuhan volume limbah harian.

Pengolahan sampah yang efektif harus selalu dimulai sejak dari hulu atau sumber pertamanya. Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kabupaten Subang menyiapkan program pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS 3R). Kehadiran infrastruktur modern ini diproyeksikan mampu mengurangi volume residu buangan secara signifikan.

Anggaran daerah tahun 2026 telah dialokasikan khusus untuk membangun empat unit proyek percontohan. Empat lokasi percontohan ini tersebar di beberapa wilayah kecamatan yang memiliki urgensi tinggi. Wilayah terpilih meliputi Desa Karangmukti di Cipeundeuy dan Desa Muara di pesisir Blanakan.

Pemerintah juga membangun fasilitas serupa di Desa Sukamulya Pagaden serta Desa Pesanggrahan Kasomalang. Nantinya, keempat desa ini akan menjadi acuan utama bagi standarisasi pengolahan limbah daerah. Sistem lama yang bertumpu pada TPA konvensional dianggap memicu munculnya risiko konflik sosial.

“Kalau hanya mengandalkan TPA, itu menunggu bom waktu, karena sampah tidak berhenti. Yang ini numpuk bukan berarti hilang, ketika TPA Jalupang penuh kita harus ganti TPA lagi,” ujar Kang Rey.

Kapasitas lahan pembuangan akhir tentu memiliki batas maksimal yang sewaktu-waktu pasti akan terpenuhi. Maka dari itu, pemerintah menargetkan seluruh 30 kecamatan memiliki fasilitas pengolahan mandiri pada 2028. Seluruh desain pembangunan wajib mengacu pada standar baku teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Ibu Kubur Bayi di Subang Jadi Tersangka, Polisi Buru Ayah

suarasubang.com — Satreskrim Polres Subang menetapkan J (19) sebagai tersangka dalam kasus ibu kubur bayi di Subang. Penetapan ini dilakukan setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) merampungkan pemeriksaan saksi serta mengumpulkan alat bukti.

Kasatreskrim Polres Subang, AKP Muhammad Imam Fadhil, mengonfirmasi bahwa tersangka kini telah ditahan di Lapas Subang. Penahanan tersebut dilakukan guna memproses hukum tindakan tersangka yang tega menguburkan anaknya sendiri.

Motif Ketakutan dan Malu

Berdasarkan hasil penyidikan, J mengaku nekat melakukan aksinya karena merasa sangat takut dan malu. Ia khawatir pihak keluarga maupun warga mengetahui bahwa dirinya melahirkan anak di luar nikah.

Tersangka mengungkapkan bahwa bayi laki-lakinya dikuburkan di pekarangan rumah hanya beberapa jam setelah dilahirkan. Selain itu, ia menyangka bayinya sudah meninggal karena tidak ada suara tangisan saat proses persalinan berlangsung.

Hasil Otopsi dan Pengejaran Ayah Biologis

Polisi menjelaskan bahwa hasil otopsi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi malang tersebut. Meskipun demikian, penyidik tetap menerapkan Pasal 460 KUHP atas tindakan penguburan jasad secara ilegal.

Saat ini, pihak kepolisian juga sedang fokus melakukan pengejaran terhadap pria yang merupakan ayah biologis bayi tersebut. Petugas terus mencari tahu keberadaan pria itu guna melengkapi berkas penyidikan perkara ini.

Kronologi Penemuan Jasad

Peristiwa memilukan ini terungkap saat warga bernama Ato Saputro melihat kaki bayi menyembul dari tanah pada Senin (13/7/2026). Penemuan di Dusun Rancadaka tersebut langsung memicu kecurigaan karena bau menyengat serta banyaknya lalat di lokasi.

Setelah penggalian dilakukan, warga menemukan sesosok bayi laki-laki tanpa busana dengan tali pusar yang masih menempel. Jajaran Satreskrim kemudian bergerak cepat mengamankan J yang mengakui telah melahirkan di kamar tidurnya pada Sabtu sebelumnya.

Recent Posts