Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

3 Kuliner Khas Subang Andalan Bupati Kang Rey yang Wajib Dicicipi

Kuliner Khas Subang

Kabupaten Subang sangat terkenal dengan komoditas nanas madunya yang manis. Kuliner khas Subang juga menjadi identitas daerah yang sering dipromosikan oleh Bupati Kang Reynaldy Putra Andita (Kang Rey),. Oleh karena itu, bagi para wisatawan, mencicipi hidangan lokal adalah agenda yang wajib dilakukan saat berkunjung ke tanah nanas ini,.

Nasi Timbel Komplit dengan Aroma Daun Pisang

Nasi Timbel merupakan “raja” di meja makan masyarakat Sunda, termasuk bagi warga di Kabupaten Subang. Hidangan pilihan Kang Rey ini memiliki keunggulan pada tekstur nasinya yang sangat pulen. Selanjutnya, proses pembungkusan menggunakan daun pisang selagi panas memberikan aroma khas yang menggoda selera makan Anda,.

Biasanya, hidangan ini disajikan bersama ayam goreng kampung, tahu, tempe, serta berbagai lalapan segar. Selain itu, sambal dadak yang pedas dan segar menjadi elemen wajib dalam menu ini. Sentuhan sambal tersebut membuat sajian sederhana terasa jauh lebih mewah saat menyentuh lidah.

Bakakak Binong: Olahan Ayam Legendaris dari Utara

Jika Anda melintasi wilayah Kecamatan Binong, maka Bakakak Binong adalah kuliner yang wajib masuk dalam daftar buruan. Ayam bakakak ini terkenal karena bumbu rempahnya yang meresap sempurna hingga ke bagian tulang. Kemudian, tekstur dagingnya yang sangat lembut menjadikannya favorit bagi banyak orang,.

Proses pengolahannya dilakukan dengan cara membakar ayam utuh secara perlahan di atas bara api. Bumbu racikan tradisional yang dioleskan memberikan keseimbangan rasa antara gurih, manis, dan sedikit pedas. Oleh karena itu, hidangan legendaris ini sering kali hadir dalam berbagai acara adat maupun syukuran warga setempat,.

Pecak Belut: Sensasi Pedas Gurih yang Otentik

Salah satu kuliner unik yang menjadi favorit di wilayah Subang adalah Pecak Belut. Sajian ini menggunakan bahan dasar belut sawah yang digoreng hingga teksturnya menjadi sangat garing. Selanjutnya, belut tersebut disiram dengan kuah pecak yang kaya akan rempah alami seperti kencur dan jahe,.

Kuah pecak tersebut menggunakan campuran cabai rawit yang memberikan sensasi hangat di tenggorokan. Kombinasi rasa gurih-renyah dari belut dan kuah yang pedas menciptakan pengalaman makan yang sangat berkesan. Anda dapat menemukan kuliner otentik ini di sepanjang jalur Pantura maupun wilayah tengah Subang yang dikelilingi persawahan.

Mendukung UMKM Melalui Eksplorasi Kuliner

Melalui rekomendasi ini, Bupati Kang Rey mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai produk lokal. Menikmati kuliner khas bukan sekadar memuaskan rasa lapar, melainkan juga bentuk dukungan nyata bagi pelaku UMKM di Subang. Terakhir, mari kita lestarikan kekayaan rasa Nusantara dengan bangga mengonsumsi hasil bumi daerah sendiri.

SIPANDA Subang: Cara Mudah Menjaga Marwah Daerah Melalui Pajak Digital

SIPANDA Subang

SIPANDA Subang hadir sebagai solusi digital yang memudahkan masyarakat untuk menunjukkan bakti nyata bagi tanah kelahiran. Mencintai Kabupaten Subang kini tidak lagi memerlukan langkah besar yang heroik, melainkan cukup dengan memenuhi kewajiban pajak daerah secara mandiri. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Subang meluncurkan platform ini untuk mengubah sudut pandang masyarakat agar tidak lagi menganggap pajak sebagai beban. Sebaliknya, ketaatan membayar pajak merupakan kontribusi penting untuk membangun martabat daerah.

Keunggulan Digitalisasi SIPANDA Subang untuk Transparansi

Sistem Informasi Pajak Daerah atau SIPANDA memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan publik yang transparan dan akuntabel. Kehadiran sistem digital ini memastikan bahwa marwah Kabupaten Subang tetap terjaga karena setiap rupiah yang disetorkan tercatat dengan akurat. Selain itu, dana tersebut akan langsung masuk ke kas daerah tanpa melalui perantara yang berisiko.

Berikut adalah beberapa keunggulan utama yang dapat dinikmati oleh warga melalui penggunaan platform ini:

  • Aksesibilitas Tinggi: Warga dapat mengecek tagihan PBB-P2 dan melakukan pembayaran kapan saja melalui perangkat seluler.
  • Transparansi Total: Sistem nontunai efektif menutup celah praktik pungutan liar atau kebocoran anggaran daerah.
  • Efisiensi Birokrasi: Proses administrasi perpajakan yang sebelumnya dianggap rumit kini menjadi lebih ringkas dan cepat.

Dampak Positif Pajak untuk Pembangunan Kabupaten Subang

Setiap kontribusi yang masyarakat setorkan melalui SIPANDA Subang akan dialokasikan kembali untuk kepentingan publik secara luas. Dana pajak tersebut menjadi modal utama dalam pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan fasilitas kesehatan, serta peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, kemandirian fiskal yang kuat akan membuat martabat Kabupaten Subang semakin terangkat dan mampu bersaing dengan daerah lain.

Kemandirian daerah dalam mengelola anggaran merupakan kunci utama untuk mencapai kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. Dengan membayar pajak tepat waktu, warga secara langsung telah membantu menjaga estafet kemajuan bagi generasi mendatang. Melalui langkah sederhana ini, setiap individu dapat memastikan bahwa pembangunan di tanah kelahirannya terus berjalan dengan lancar.

Mari Menjadi Warga Subang yang Bijak dan Taat Pajak

Pemerintah Kabupaten Subang mengimbau seluruh wajib pajak untuk segera memanfaatkan layanan digital ini sebagai bentuk partisipasi aktif. Penggunaan teknologi dalam pelayanan publik merupakan wujud nyata dari upaya modernisasi birokrasi di wilayah Subang. Selanjutnya, ketaatan warga dalam membayar pajak akan memperkuat fondasi pembangunan daerah secara menyeluruh.

Akhirnya, mari kita jaga marwah Subang dengan menjadi warga yang bijak dan selalu taat memenuhi kewajiban pajak daerah. Kemitraan yang baik antara pemerintah dan masyarakat akan menciptakan masa depan Subang yang lebih cerah dan mandiri. Segera akses platform digital ini dan berikan kontribusi terbaik Anda untuk kemajuan tanah kelahiran tercinta.

BPH Migas Pastikan Stok BBM Jalur Alternatif Subang-Indramayu Aman

Stok BBM Jalur Alternatif Subang

BPH Migas memberikan jaminan bahwa pasokan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di jalur alternatif Subang-Indramayu berada dalam kondisi aman menjelang Lebaran 2026. Kepastian tersebut didapat setelah Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah Jawa Barat tersebut. Oleh karena itu, para pemudik diimbau untuk tidak perlu merasa khawatir mengenai ketersediaan energi selama melakukan perjalanan pulang kampung.

Pengawasan Ketat di Jalur Utama dan Alternatif

Ketersediaan bahan bakar saat ini tidak hanya terpusat pada jalur utama atau rest area jalan tol semata. Pihak otoritas juga memastikan bahwa jalur-jalur alternatif yang sering menjadi pilihan pemudik telah mendapatkan pasokan yang mencukupi. Selain itu, keberadaan jalur alternatif dinilai memiliki peran yang sangat krusial dalam mengurai kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik berlangsung.

Penggunaan paragraf yang singkat dalam laporan ini bertujuan agar informasi lebih mudah diserap oleh pembaca yang menggunakan perangkat seluler. Dengan memecah teks menjadi potongan kecil, pembaca dapat melakukan pemindaian (scanning) informasi dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan pengalaman pengguna yang merupakan salah satu faktor penting dalam optimasi konten digital.

Jaminan Kualitas BBM demi Keselamatan Pemudik

BPH Migas tidak hanya memberikan perhatian pada kuantitas pasokan, tetapi juga sangat menekankan pentingnya kualitas bahan bakar yang disalurkan. Pemeriksaan rutin dilakukan di berbagai SPBU agar kendaraan para pemudik tidak mengalami gangguan teknis akibat bahan bakar yang bermasalah. Selanjutnya, langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan batin bagi masyarakat yang sedang berkendara jauh.

Penyusunan kalimat dalam artikel ini sengaja menghindari penggunaan kata awal yang sama secara berturut-turut untuk menjaga ritme bacaan tetap menarik. Dengan demikian, teks terasa lebih mengalir secara alami dan tidak membosankan bagi pembaca. Melalui variasi struktur kalimat, pesan mengenai kesiapan energi nasional dapat tersampaikan dengan lebih efektif dan profesional.

Imbauan bagi Masyarakat yang Melakukan Mudik

Masyarakat diharapkan untuk tetap berhati-hati dan selalu mematuhi aturan lalu lintas selama masa libur panjang. Pihak BPH Migas menegaskan kembali bahwa seluruh SPBU, baik di jalur Pantura maupun jalur alternatif, telah disiapkan dengan matang untuk melayani kebutuhan publik. Pada akhirnya, sinergi antara kesiapan infrastruktur dan kewaspadaan pengendara menjadi kunci utama terciptanya mudik yang lancar dan selamat sampai tujuan.

Kebijakan Kompensasi Penyapu Koin Jembatan Sewo untuk Mudik 2026

Kompensasi Penyapu Koin Jembatan Sewo

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menyiapkan kompensasi penyapu koin Jembatan Sewo guna memperlancar arus mudik Lebaran 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi untuk menghentikan aktivitas warga di badan jalan perbatasan Indramayu-Subang. Selain itu, pemerintah ingin menjamin keselamatan pengendara selama periode libur panjang tersebut.

Insentif Tunai Rp50.000 Selama Periode Lebaran

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan uang kompensasi sebesar Rp50.000 per hari kepada setiap warga yang bersedia berhenti menyapu koin. Pemberian dana ini akan berlangsung selama 12 hari penuh, terhitung sejak enam hari sebelum (H-6) hingga enam hari setelah (H+6) Idulfitri 1447 Hijriah. “Saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang,” tegas Gubernur Dedi pada Jumat (20/3/2026).

Oleh karena itu, total bantuan yang diterima setiap orang mencapai Rp600.000 selama masa larangan beraktivitas. Kebijakan insentif tunai ini bertujuan untuk mencegah ketersendatan arus lalu lintas di jalur utama arteri Pantura. Dengan adanya kompensasi, masyarakat diharapkan tetap berada di rumah tanpa kehilangan potensi penghasilan harian mereka.

Pendataan di Wilayah Indramayu dan Subang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Ade Afriandi, menjelaskan bahwa pendataan penerima sudah mulai berjalan. Hingga saat ini, tercatat ada 104 pencari koin di Desa Sukra, Indramayu, serta 55 orang di Desa Karanganyar, Subang. Namun, pemerintah provinsi akan melakukan pendataan ulang melalui perangkat RT dan RW setempat.

Penyisiran data ini sangat penting untuk menjangkau para pencari koin musiman yang kerap muncul akibat tradisi turun-temurun. Selanjutnya, seluruh warga yang terlibat diminta segera berkoordinasi dengan kepala desa masing-masing guna proses verifikasi. Verifikasi yang ketat diperlukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Jaminan Keselamatan dan Kelancaran Arus Mudik

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan jalur penghubung Subang-Indramayu tetap steril dari hambatan samping. Kehadiran penyapu koin di badan jalan selama ini menjadi salah satu pemicu utama kemacetan di Pantura. Selain insentif, pemerintah juga mendukung kenyamanan pemudik melalui panduan kesehatan seperti “Jurus Mudik Sehat”.

Sinergi antara pemberian kompensasi dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama suksesnya pengamanan Lebaran 2026. Melalui jalur yang bersih dari gangguan, para pemudik dapat melakukan perjalanan dengan perasaan tenang dan nyaman. Akhirnya, setiap elemen masyarakat dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian dan keselamatan.

Remisi Idulfitri Lapas Subang: 520 Narapidana Terima Pengurangan Masa Pidana

Remisi Idulfitri Lapas Subang

Remisi Idulfitri Lapas Subang tahun 1447 Hijriah resmi diberikan kepada ratusan warga binaan pada Sabtu (21/3/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya negara untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif selama masa penahanan. Menariknya, pihak otoritas menegaskan bahwa tidak ada narapidana dari kasus korupsi maupun terorisme yang menerima hak pengurangan masa pidana pada momen Lebaran kali ini.

Rincian Penerima dan Kategori Kasus

Sebanyak 520 narapidana dan anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang menerima Remisi Khusus (RK) tahun ini. Berdasarkan data internal, mayoritas penerima didominasi oleh pelaku tindak pidana umum sebanyak 343 orang. Selain itu, terdapat 177 warga binaan dari kasus narkotika yang juga dinyatakan memenuhi syarat administratif maupun substantif untuk mendapatkan pemotongan masa tahanan.

Setiap narapidana yang mendapatkan remisi wajib berkelakuan baik serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang disediakan oleh pihak Lapas. Selanjutnya, rincian pengurangan masa pidana bervariasi mulai dari 15 hari hingga dua bulan bagi 516 penerima Remisi Khusus I. Sementara itu, empat orang lainnya menerima Remisi Khusus II yang memungkinkan mereka untuk segera kembali berkumpul bersama keluarga di rumah.

Dampak dan Harapan Bagi Warga Binaan

Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro, menyerahkan dokumen remisi tersebut secara simbolis usai pelaksanaan salat Idulfitri di lapangan internal. Beliau menekankan bahwa pemberian hak ini bertujuan untuk memberikan motivasi agar setiap individu terus memperbaiki diri secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kemandirian dan kedisiplinan selama berada di dalam Lapas menjadi faktor penentu utama dalam perolehan penghargaan hukum tersebut.

Pihak manajemen juga memastikan bahwa dua dari empat penerima remisi bebas langsung dapat meninggalkan penjara pada hari yang sama. Namun, dua orang lainnya masih harus menyelesaikan masa subsider atau denda sebelum benar-benar dinyatakan bebas murni. Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjaga kondusivitas serta stabilitas keamanan di lingkungan Lapas Subang ke depannya.

Jurus Mudik Sehat RSUD Subang: Tips Bugar Sampai Kampung Halaman

Jurus Mudik Sehat

Jurus Mudik Sehat merupakan panduan khusus dari RSUD Subang untuk memastikan pemudik tetap bugar selama perjalanan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Persiapan kesehatan menjadi kunci utama agar perjalanan jauh tidak menjadi beban fisik yang berisiko bagi keselamatan berkendara. Oleh karena itu, manajemen RSUD Subang mengimbau para “Mitra Sehati” untuk memperhatikan tujuh poin penting demi kenyamanan bersama.

Persiapan Kesehatan Dini dan Nutrisi

Langkah pertama yang sangat krusial adalah melakukan pemeriksaan kesehatan dini sebelum berangkat ke kampung halaman. Pemudik perlu memastikan kondisi tubuh benar-benar siap menempuh perjalanan jauh guna menghindari gangguan medis mendadak. Selain itu, menjaga nutrisi dan hidrasi dengan mengonsumsi makanan bergizi serta air mineral yang cukup sangatlah penting. Nutrisi yang baik akan menjaga konsentrasi pengemudi serta stamina seluruh penumpang selama di jalan.

Kedisiplinan Beristirahat dan Kebersihan Diri

Poin selanjutnya yang tidak kalah penting adalah disiplin dalam beristirahat selama perjalanan panjang. RSUD Subang sangat melarang pemudik memaksakan diri saat merasa lelah atau mengantuk. Pemudik diimbau untuk beristirahat setiap 4 jam sekali guna memulihkan kebugaran fisik dan mental secara optimal.

Selain istirahat, menjaga kebersihan diri juga menjadi prioritas utama untuk mencegah penularan penyakit. Tetaplah menerapkan kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), terutama setelah Anda beraktivitas di fasilitas umum seperti rest area. Dengan menjaga kebersihan, risiko terpapar kuman selama perjalanan dapat diminimalisir secara signifikan.

Etika Kesehatan dan Lingkungan Kendaraan

Bagi pemudik yang merasa kurang enak badan, penggunaan masker menjadi sebuah kewajiban sebagai bentuk etika kesehatan. Pastikan juga untuk mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter agar kondisi tidak semakin memburuk. Kemudian, jagalah kualitas udara kabin dengan tidak merokok di dalam kendaraan selama perjalanan berlangsung. Udara yang segar dan sirkulasi oksigen yang baik sangat mendukung kesehatan pernapasan seluruh penumpang.

Pemanfaatan Posko Medis di Jalur Mudik

Terakhir, RSUD Subang meminta masyarakat untuk tidak ragu singgah ke Posko Kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik. Jika Anda membutuhkan bantuan medis darurat, petugas kesehatan siap memberikan penanganan yang diperlukan secara cepat. Melalui sosialisasi “Jurus Mudik Sehat” ini, diharapkan angka kecelakaan akibat faktor kelelahan dapat ditekan secara maksimal.

Penyaluran Bantuan Pangan di Subang: Prioritas bagi Warga Terdampak Banjir

Penyaluran Bantuan Pangan di Subang

Penyaluran Bantuan Pangan di Subang untuk alokasi Februari–Maret 2026 kini mulai menyentuh masyarakat guna menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah secara resmi meluncurkan program ini untuk meringankan beban ekonomi, terutama bagi warga yang baru saja menghadapi tantangan alam. Melalui sinergi berbagai instansi, bantuan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pokok menjelang momentum penting tahun ini.

Prioritas Wilayah Terdampak Banjir Rob

Peluncuran program dilakukan di dua titik strategis, yakni Desa Legonwetan dan Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon. Pimpinan Kantor Cabang BULOG Subang, Laswenri, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada skala prioritas. Selain kesiapan pemerintah desa, kedua wilayah ini merupakan area yang sempat terdampak bencana banjir rob beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, kehadiran bantuan pangan ini menjadi sangat krusial untuk membantu pemulihan kondisi sosial masyarakat di sana. Sebanyak 485 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menyambut kehadiran petugas dengan antusiasme tinggi. Sinergi antara BULOG, Pemerintah Desa, serta TNI dan Polri memastikan proses distribusi berjalan dengan aman dan tertib di lapangan.

Rincian Paket Bantuan dan Target Distribusi

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan paket komoditas yang cukup signifikan untuk kebutuhan harian. Rincian bantuan per individu meliputi:

  • 20 Kilogram Beras kualitas terbaik dari stok BULOG.
  • 4 Liter Minyak Goreng untuk menunjang kebutuhan dapur.

Dalam acara peluncuran tersebut, total bantuan yang didistribusikan mencapai 9.700 kilogram beras dan 1.940 liter minyak goreng. Data penerima tersebar di dua desa, dengan rincian 184 PBP di Desa Mayangan dan 301 PBP di Desa Legonwetan. Penggunaan data yang akurat sangat membantu agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.

Distribusi Bertahap di Seluruh Kabupaten Subang

Penyaluran alokasi bantuan pangan ini tidak berhenti di Kecamatan Legonkulon saja. Selanjutnya, program akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Subang sesuai dengan kesiapan masing-masing wilayah. Proses ini diatur sedemikian rupa agar aliran logistik dari gudang BULOG menuju titik serah tidak mengalami kendala teknis yang berarti.

Melalui langkah strategis ini, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan energi pangan bagi warga prasejahtera. Selain memberikan manfaat langsung, program Banpang berfungsi sebagai instrumen pengendali inflasi di tingkat daerah. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, ketahanan pangan nasional diharapkan tetap kokoh sepanjang tahun 2026.

Babak Baru Abah Ergun: Sang Inisiator Gedung KPU Kini Berkiprah di Tasikmalaya

suarasubang.com – Kabar terbaru datang dari sosok veteran kepemiluan asal Subang, Rahadian Wiguna. Pria yang akrab disapa Abah Ergun ini dikabarkan mengemban amanah baru dan pindah tugas ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tasikmalaya.

Kepindahan ini menjadi babak baru dalam perjalanan panjang karir Abah Ergun di dunia penyelenggaraan pemilu, setelah sebelumnya ia menjabat sebagai Sekretaris KPU Kabupaten Purwakarta sejak September 2023.

Bagi kalangan penyelenggara pemilu di Jawa Barat, nama Abah Ergun sudah tidak asing lagi. Pria kelahiran Subang ini bukan sekadar birokrat biasa, melainkan sosok pekerja keras yang kerap meninggalkan “warisan” penting di setiap daerah tempatnya bertugas.

Jejak Karir: Dari Pemantau Mahasiswa hingga Merintis KPU

Dedikasi Abah Ergun di dunia pemilu telah teruji oleh waktu. Kiprahnya dimulai sejak era transisi demokrasi pada Pemilu 1997 sebagai pemantau pemilu dari organ mahasiswa, yang kemudian berlanjut di University Network for Free and Fair Election (UNFREL) pada Pemilu 1999.

Karir birokrasinya di penyelenggaraan pemilu mulai bersinar ketika ia menjadi operator di Panitia Pemilihan Daerah Tingkat II (PPD II) Kabupaten Subang. Pada tahun 2002, keahliannya diakui saat Kantor Kesbang Kabupaten Subang memanggilnya khusus untuk membantu merintis berdirinya kelembagaan KPU Kabupaten Subang, yang akhirnya resmi berdiri pada Juni 2003.

Sang “Bapak Pembangunan” Infrastruktur Pemilu
Salah satu ciri khas perjalanan karir Abah Ergun adalah kontribusi signifikannya terhadap pembangunan infrastruktur kelembagaan.

Saat bertugas sebagai Sekretaris KPU Kabupaten Cianjur (2020-2023), ia menorehkan tinta emas sebagai inisiator utama pembangunan Gedung KPU Kabupaten Cianjur yang terealisasi pada tahun 2022.

Jauh sebelum itu, tangan dinginnya juga turut membidani pembangunan Gedung KPU Kabupaten Subang pada tahun 2013. Tidak hanya itu, Abah Ergun juga merupakan figur penting di balik suksesnya pengadaan tanah untuk Badan Diklat KPU RI yang berlokasi di Kabupaten Subang.

Membawa Angin Segar ke Tasikmalaya

Di luar kesibukannya sebagai birokrat kepemiluan, Abah Ergun juga dikenal aktif membaur di tengah masyarakat. Ia tercatat sebagai Pembina di Pemuda Muslimin Indonesia dan masuk dalam jajaran pengurus Syarikat Islam Provinsi Jawa Barat.

Pengalaman organisasinya diperkuat dengan berbagai pendidikan formal, termasuk Diklat PIM III (PKA) pada 2021 dan sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa.

Kini, dengan segudang pengalaman melintasi berbagai hajatan demokrasi—mulai dari Pemilu 2004 hingga Pemilu Serentak 2019 dan Pilkada 2020—Abah Ergun siap menularkan etos kerja dan inovasinya di Tasikmalaya.

Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperkuat manajerial kesekretariatan KPU Tasikmalaya, tetapi juga membawa semangat transparansi dan kemajuan bagi demokrasi di wilayah tersebut.

Bupati Subang Salurkan Bantuan Pribadi untuk 276 Petugas Kebersihan

Bupati Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), menggelar acara silaturahmi istimewa dengan para petugas kebersihan se-Kabupaten Subang. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026) ini bertujuan untuk mengapresiasi jasa besar para pekerja di lapangan dalam menjaga estetika kota. Selain memberikan dukungan moril, Kang Rey ingin mempererat ikatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat yang bekerja di sektor kebersihan.

Penghargaan untuk Pahlawan Kebersihan Kota

Para petugas kebersihan merupakan garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang rapi dan indah bagi warga maupun wisatawan. Oleh karena itu, Bupati Subang secara khusus menyebut mereka sebagai “pahlawan” yang memiliki dedikasi luar biasa. Melalui pengabdian tersebut, Kabupaten Subang kini menjadi tempat tinggal yang semakin nyaman untuk dihuni.

Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas loyalitas para petugas selama ini. Menurut Kang Rey, profesi di bidang kebersihan adalah pekerjaan yang sangat mulia dan patut mendapatkan penghormatan tinggi. Harapannya, pengakuan ini dapat meningkatkan semangat kerja para petugas dalam melayani publik.

Rincian Paket Bantuan dan Penerima Manfaat

Sebanyak 276 orang petugas menerima paket santunan berupa uang kadeudeuh dan sembako secara langsung. Bantuan tersebut mencakup 129 petugas penyapu jalan serta 145 orang juru muat sampah. Selanjutnya, terdapat dua orang petugas pengawas yang turut menjadi bagian dari penerima manfaat dalam acara tersebut.

Penting untuk diketahui bahwa seluruh bantuan ini berasal murni dari dana pribadi Bupati Subang dan bukan dari APBD. Hal ini menegaskan komitmen personal Kang Rey untuk berbagi kebahagiaan di tengah suasana suci bulan Ramadan. Dengan demikian, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga para petugas kebersihan.

Dukungan Pejabat Daerah untuk Kemajuan Subang

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Komisi 1 DPR RI, Ketua DPRD Subang, serta Sekretaris Daerah. Kehadiran berbagai pimpinan instansi terkait menunjukkan dukungan yang solid terhadap kesejahteraan para pekerja lapangan. Selain itu, perwakilan dari Dinas Sosial, BPBD, dan Forum Tagana juga ikut menyaksikan momen penuh kehangatan ini.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat bawah, motivasi kerja para petugas diharapkan tetap terjaga dengan baik. Kepemimpinan yang peduli dipandang sebagai faktor kunci dalam mendorong kemajuan Kabupaten Subang di masa depan. Akhirnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa setiap kontribusi warga dihargai dengan tulus oleh pemerintah.

Program CSR Pendampingan Petani Subang: Dorong Swasembada Beras Organik

Program CSR Pendampingan Petani Subang

Program CSR Pendampingan Petani Subang yang diinisiasi oleh Aqua kini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan bagi ketahanan pangan. Melalui inisiatif ini, para petani di Kampung Cikaret, Desa Pasanggrahan, berhasil mengurangi penggunaan pupuk kimia secara drastis. Selain itu, peningkatan produktivitas lahan ini turut memperkuat upaya swasembada beras di wilayah Jawa Barat.

Penghematan Biaya Produksi dan Peningkatan Hasil Panen

Sholeh, seorang petani lokal, membagikan pengalaman suksesnya dalam mengikuti program pendampingan ini. Ia sebelumnya harus menggunakan tujuh kuintal pupuk urea untuk setiap musim tanam. Namun, pemakaian urea tersebut kini berhasil ditekan hingga menjadi hanya empat kuintal saja berkat penerapan pupuk organik. Langkah ini sangat efektif membantu mengurangi beban biaya produksi yang selama ini memberatkan ekonomi para petani.

Edukasi dan Kemandirian melalui Pupuk Cair Organik

Perusahaan berkolaborasi dengan mitra Human Initiative untuk membekali petani dengan pengetahuan teknis yang memadai. Kelompok tani mendapatkan pelatihan khusus mengenai pembuatan pupuk cair organik serta bimbingan intensif melalui sekolah lapang. Selanjutnya, Aqua mendistribusikan alat pres pupuk guna mendukung kemandirian operasional Kelompok Tani Organik Mandiri. Fasilitas tersebut memungkinkan petani memproduksi kebutuhan pupuk secara mandiri dengan kapasitas mencapai 800 liter per musim.

Strategi Semi-Organik yang Berkelanjutan

Penerapan sistem secara bertahap merupakan kunci utama di balik keberhasilan program transisi lahan pertanian ini. Para petani menerapkan sistem semi-organik dengan proporsi penggunaan pupuk sebesar 50 persen terlebih dahulu agar mudah beradaptasi. Meskipun hasil produksi sempat menurun pada awal masa transisi, produktivitas justru meningkat secara signifikan setelah beberapa musim tanam. Oleh karena itu, pendekatan ini terbukti sangat membantu petani beralih ke metode yang lebih sehat tanpa risiko penurunan hasil yang drastis.

Dampak Nyata bagi Produksi Gabah Nasional

Capaian positif tersebut tercermin dalam total produksi gabah di Subang tahun 2025 yang menembus angka satu juta ton. Keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan Integrated Farming System Aqua Berkelanjutan yang sangat terintegrasi. Program tersebut menyediakan akses air bersih untuk lahan seluas empat hektar sekaligus memberikan pendampingan teknis pertanian organik secara rutin. Akhirnya, praktik bisnis yang lestari ini terbukti mampu menjaga ekosistem sumber air sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di Subang.

Recent Posts