Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang: Momentum Subang Ngabret

Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang diperingati melalui Rapat Paripurna Istimewa yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), pada Senin (6/4/2026). Bertempat di Gedung DPRD Subang, acara tersebut berlangsung khidmat dengan penampilan tarian tradisional serta pembacaan sejarah singkat daerah. Selain itu, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, dan Wakil Bupati, Agus Masykur Rosyadi, turut hadir mendampingi jalannya sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Victor Wirabuana Abdurachman [Query, 104].

Capaian Infrastruktur dan Target “Zero Jalan Rusak” 2027

Bupati Reynaldy memaparkan tema besar peringatan tahun ini, yaitu “Karya Nyata Subang Ngabret”. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah saat ini sangat berorientasi pada hasil nyata yang dapat diukur langsung oleh masyarakat. Salah satu bukti konkretnya adalah keberhasilan pembangunan jalan sepanjang 92 kilometer yang telah rampung selama tahun anggaran 2025 [Query].

Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur ini secara bertahap. Oleh karena itu, target utama yang ditetapkan adalah memastikan tidak ada lagi jalan rusak atau berlubang di Kabupaten Subang pada tahun 2027 mendatang.

Inovasi Pelayanan Publik dan Pembangunan RS Pantura

Di bidang pelayanan, inovasi terus digulirkan melalui kanal pengaduan digital #LaporKangRey yang telah merespons ribuan laporan masyarakat secara aktif. Kemudian, pemerintah juga memperluas kemudahan administrasi kependudukan hingga ke tingkat kecamatan untuk mendekatkan layanan kepada warga.

Sektor kesehatan juga menjadi prioritas dengan adanya rencana pembangunan rumah sakit baru di wilayah Pantura. Selain itu, pertumbuhan ekonomi kreatif didorong melalui ajang Subang Fest yang akan diselenggarakan secara merata di berbagai wilayah [Query, 102]. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa kemajuan ekonomi dan akses kesehatan tidak hanya terpusat di wilayah kota saja [Query].

Pesan Strategis Gubernur Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya sebagai tamu kehormatan memberikan penekanan pada aspek mentalitas birokrasi. Ia menegaskan bahwa kesuksesan pembangunan membutuhkan keberanian dalam mengambil keputusan, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif [Query]. Dengan demikian, pola pikir aparatur harus terus dikembangkan agar lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Beliau juga mengingatkan pentingnya ketegasan dalam menjaga ketertiban serta keberlanjutan setiap program yang telah direncanakan. Pada akhirnya, sinergi antara jajaran Forkopimda, DPRD, dan pemerintah pusat menjadi kunci utama bagi kemajuan Subang yang merata. Melalui momentum milangkala ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu berlari lebih cepat demi mewujudkan visi Subang yang unggul dan sejahtera [Query].

Kinerja OPD Subang: Kritik Tajam Dedi Mulyadi Terhadap Tiga Instansi

Kinerja OPD Subang

Kinerja OPD Subang kini menjadi pusat perhatian setelah tokoh masyarakat Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik pedas terhadap jajaran pemerintah daerah. Oleh karena itu, sorotan tajam ini ditujukan kepada Disparpora, Satpol PP, dan Disnakertrans yang dinilai bekerja tidak maksimal serta kurang responsif terhadap persoalan di lapangan. KDM melihat adanya ketimpangan besar antara potensi wilayah dengan eksekusi kebijakan yang dilakukan oleh dinas-dinas tersebut.

Rapor Merah Kinerja Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan Disnakertrans

Dalam evaluasinya, Dedi Mulyadi membedah titik lemah masing-masing instansi untuk mendorong perbaikan nyata. Struktur teks ini menggunakan subjudul (H2) guna menciptakan hierarki logis yang memudahkan pembaca memindai informasi (scanning). Pertama, Disparpora disoroti karena minimnya inovasi dalam mengemas kekayaan alam Subang menjadi daya tarik ekonomi kerakyatan. Selanjutnya, Satpol PP dianggap kurang tegas dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) secara konsisten dan tidak tebang pilih.

Sektor ketenagakerjaan menjadi poin paling krusial dalam “sentilan” keras kali ini. Selain itu, Disnakertrans dinilai belum optimal dalam menekan angka pengangguran serta kurang proaktif memediasi hak-hak buruh.

Transformasi ASN dan Harapan Reformasi Birokrasi

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kinerja ASN tidak boleh terjebak dalam zona nyaman atau sekadar menjalankan rutinitas administratif. Menurut beliau, Subang membutuhkan pemimpin instansi yang berani turun ke lapangan dan memiliki empati tinggi terhadap masalah warga. Jika birokrasi hanya bekerja secara formalitas, maka masyarakatlah yang akan menanggung kerugian paling besar.

Sentilan ini diharapkan menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Subang untuk segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Sebab, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik merupakan harga mati demi kemajuan daerah. Melalui langkah nyata, ketiga instansi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan Subang di masa depan.

Lomba Merias Gerbang Subang Meriahkan Hari Jadi ke-78,

Lomba Merias Gerbang Subang

Pemerintah Kabupaten Subang menyelenggarakan Lomba Merias Gerbang Subang untuk memeriahkan Hari Jadi ke-78 pada tahun 2026,. Kegiatan kreatif ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Subang. Selain itu, perlombaan berlangsung dari tanggal 30 Maret hingga 6 April 2026 dengan tujuan mempercantik estetika wajah kota,.

Kontribusi Sekretariat DPRD dalam Menghias Kantor,

Sekretaris DPRD Kabupaten Subang, H. Enang Supriatna, menyampaikan bahwa instansinya turut berpartisipasi aktif dalam menghias pintu gerbang kantor DPRD. Ia menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap perayaan tahunan yang jatuh setiap tanggal 5 April. Meskipun demikian, urusan memenangkan juara diserahkan sepenuhnya kepada penilaian tim juri yang objektif.

Tujuan Keindahan Lingkungan dan Puncak Acara Budaya,

Tujuan utama dari kompetisi ini adalah meningkatkan partisipasi aktif pegawai serta memperindah lingkungan kantor di seluruh Kabupaten Subang. Oleh karena itu, setiap instansi didorong untuk berinovasi dalam menciptakan dekorasi gerbang yang menarik dan representatif,.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-78 akan dilaksanakan pada 6 April 2026 yang meliputi upacara resmi di Alun-alun Subang. Selanjutnya, perayaan budaya akan digelar sebagai penutup rangkaian acara yang meriah bagi seluruh masyarakat. Pada akhirnya, sinergi antar instansi melalui lomba ini diharapkan dapat mewujudkan wajah kota Subang yang lebih unggul dan kompetitif,.

Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang: Semangat “Ngabret” Menuju Kesejahteraan Nyata

Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), memimpin Upacara Puncak Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang pada Senin (06/04/2026) di Alun-Alun Subang. Peringatan tahun ini mengusung tema inspiratif, yaitu “Karya Nyata Subang Ngabret: Mewujudkan Subang Unggul, Maju, Kompetitif, Sejahtera, dan Religius.”

Target Kesejahteraan dan Transformasi Kinerja ASN

Dalam amanatnya, Kang Akur menargetkan agar dalam empat tahun ke depan masyarakat dapat merasakan peningkatan kesejahteraan yang nyata. Beliau menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam setiap aspek kehidupan masyarakat agar warga merasa lebih bahagia.

Kang Akur juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak hanya terjebak dalam pekerjaan administratif semata. Para abdi negara didorong untuk mampu berkarya nyata dan memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh publik.

Filosofi “Ngabret” dan Penghapusan Ego Sektoral

Beliau menjelaskan bahwa semangat “Ngabret” merupakan filosofi kerja untuk berlari cepat bersama masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri. Strategi ini menuntut kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan seluruh elemen rakyat untuk membangun Subang secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Kang Akur mengingatkan jajarannya agar segera meninggalkan ego sektoral dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Setiap permasalahan yang ada di tengah masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan secara terpadu.

Apresiasi Prestasi dan Daftar Penerima Penghargaan

Pemerintah Daerah turut memberikan apresiasi tinggi kepada individu dan lembaga yang telah mengharumkan nama Subang melalui penyerahan piagam penghargaan. Beberapa prestasi yang menonjol meliputi medali emas piano internasional oleh Emira Erina Noer Yasmin dan medali perak Muaythai ASEAN oleh Niskala Riksa Sunda Silviadi. Selain itu, sektor usaha juga mendapat pengakuan melalui PT BPR Subang Gemi Nastiti yang meraih penghargaan TOP BUMD Awards 2026.

Penghargaan lainnya diberikan kepada para pelajar berprestasi di bidang informatika, bahasa Inggris, hingga karate tingkat nasional. Pada akhirnya, peringatan milangkala ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan jajaran Forkopimda demi kemajuan Kabupaten Subang.

7 Poin Penting Pidato Dedi Mulyadi di HUT ke-78 Subang

Pidato Dedi Mulyadi dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-78 Kabupaten Subang menekankan pentingnya transformasi lingkungan dan mentalitas birokrasi. Oleh karena itu, tantangan tata kota seperti kemacetan kontainer dan sampah ilegal menjadi sorotan utama demi mewujudkan Subang yang bersih dan nyaman sebagai syarat pertumbuhan ekonomi.

Kritik Tata Kota dan Keberanian Pemimpin

Dedi Mulyadi menyoroti persoalan estetika wilayah yang terganggu oleh aktivitas kendaraan besar dan tumpukan tanah ilegal. Beliau menegaskan bahwa kemajuan daerah harus dimulai dari lingkungan yang tertata rapi.

Pemimpin daerah juga diingatkan untuk tidak bersikap normatif atau sekadar “cari aman”. Sebaliknya, seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Reformasi Birokrasi dan Visi Pariwisata

Birokrasi di Kabupaten Subang didorong untuk meninggalkan pola kerja yang hanya bersifat seremonial atau administratif. Selanjutnya, ASN harus fokus pada hasil konkret agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan publik yang profesional.

Terkait sektor pariwisata, KDM menegaskan bahwa hal tersebut merupakan dampak dari penataan kota yang baik, bukan tujuan utama yang harus dipromosikan secara paksa. Kemudian, pembangunan daerah wajib berbasis pada sejarah dan semangat lokal seperti kisah Rangga Wulung dan Subang Larang.

Perubahan Mental Menuju Subang “Ngabret”

Secara keseluruhan, pidato ini merupakan ajakan bagi seluruh elemen di Subang untuk melakukan perubahan pola pikir secara masif. Kinerja yang konkret dan terukur menjadi kunci untuk mewujudkan visi Subang yang maju dan kompetitif.

Nikah Seru Subang: Solusi Pernikahan Berkesan dan Terjangkau

Nikah Seru Subang

Kabar menarik bagi warga yang berencana melangsungkan pernikahan tahun ini karena konsep Nikah Seru Subang akan segera hadir. Inisiatif ini diklaim bakal menghadirkan pengalaman pernikahan yang lebih berkesan namun tetap ramah di kantong bagi para calon pengantin.

Kolaborasi TNR Organizer dan Vendor Lokal

Inisiatif kreatif ini mencuat dalam kegiatan sharing yang digelar oleh TNR Organizer bersama para pelaku usaha wedding di More Coffee and Space pada Jumat (3/4/2026). Selain itu, kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan layanan pernikahan yang lengkap dan mampu bersaing dengan vendor dari luar daerah.

Layanan Terintegrasi dan Hadiah Menarik

Dalam konsep “Nikah Seru” ini, berbagai vendor mulai dari make up artist (MUA), katering, hingga tim musik akan memberikan paket layanan yang terintegrasi. Oleh karena itu, calon pengantin tidak perlu lagi merasa pusing dalam mengoordinasikan berbagai kebutuhan acara secara terpisah.

Pihak penyelenggara juga berencana menggelar acara khusus yang menawarkan berbagai door prize menarik bagi pasangan yang hadir. Selanjutnya, hal ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan sekaligus meringankan beban biaya pernikahan bagi warga lokal.

Mendukung Ekosistem Ekonomi Lokal Subang

Project Manager TNR Organizer, Rhoman Nugraha, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap vendor lokal. Kualitas vendor di Subang dinilai tidak kalah bersaing dengan penyedia jasa dari kota-kota besar lainnya. Dengan demikian, warga Subang diharapkan tidak perlu lagi mencari vendor jauh-jauh ke luar daerah untuk hari bahagia mereka.

Melalui sinergi ini, ekosistem ekonomi kreatif di wilayah Subang dapat tumbuh lebih mandiri dan profesional. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti informasi lanjutan terkait jadwal pelaksanaan event “Nikah Seru” dalam waktu dekat.

Wakil Bupati Subang Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis Subang

Program Makan Bergizi Gratis Subang menjadi fokus utama dalam kegiatan koordinasi dan evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Laska Hotel Subang, Kamis (03/04/2026). Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, hadir langsung untuk memastikan layanan gizi berjalan optimal dan tepat sasaran.

Sinergi Pemerintah dalam Pemenuhan Gizi Masyarakat

Kegiatan ini merupakan forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengevaluasi layanan gizi masyarakat. Kang Akur mengapresiasi perhatian pusat terhadap Kabupaten Subang serta Indramayu dalam isu prioritas pembangunan sumber daya manusia ini.

Pemenuhan gizi yang baik sangat menentukan kualitas generasi masa depan serta produktivitas masyarakat secara keseluruhan.

Capaian dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Subang sejauh ini dilaporkan telah berjalan dengan cukup baik di lapangan. Meskipun demikian, Kang Akur menegaskan bahwa masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki melalui evaluasi rutin bersama. Keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan agar setiap bantuan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

Dukungan Strategis dari Badan Gizi Nasional

Deputi Badan Gizi Nasional (BGN), Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, menyatakan bahwa MBG adalah program strategis nasional untuk rakyat. BGN berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program melalui sistem pemantauan dan pengawasan yang ketat di seluruh wilayah. Dengan demikian, pembentukan satuan tugas diharapkan mampu menjamin pelaksanaan program berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pada akhirnya, sinergi lintas sektor menjadi pondasi utama dalam mewujudkan masyarakat Subang yang sehat, kuat, dan sejahtera. Melalui evaluasi yang berkelanjutan, kualitas pelaksanaan program pemenuhan gizi di Jawa Barat diharapkan dapat terus meningkat secara signifikan.

Penertiban Alun-alun Subang: Respons Cepat Atas Aduan Digital Warga

Penertiban Alun-alun Subang

Penertiban Alun-alun Subang langsung dilaksanakan oleh jajaran Satpoldam dan Disparpora Subang setelah menerima rentetan keluhan masyarakat. Melalui kanal digital “Lapor Kang Rey”, warga melaporkan kondisi pusat kota yang dinilai semrawut akibat sampah dan parkir liar. Oleh karena itu, petugas gabungan segera bergerak melakukan penyisiran di sepanjang Jalan RA Wangsa Gopharana dan kawasan Masjid Agung pada Jumat (3/4/2026).

Mengatasi Masalah Sampah dan Parkir Liar

Aduan masyarakat menyoroti tiga isu utama yang mengganggu estetika kota, yakni tumpukan sampah, parkir liar, serta penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Menanggapi masalah sampah di area Alun-alun, Satpoldam telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan untuk melakukan pembersihan intensif. Selain itu, petugas kini mengintensifkan sosialisasi harian kepada pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga keindahan ruang publik.

Terkait masalah parkir liar di Jalan RA Wangsa Gopharana, petugas memberikan edukasi langsung kepada para juru parkir. Langkah ini diambil karena parkir yang tidak teratur seringkali mengokupasi bahu jalan dan memicu kemacetan parah. Selanjutnya, pihak Satpoldam menghimbau agar kendaraan diarahkan ke lahan parkir resmi yang telah disediakan pemerintah daerah.

Rencana Relokasi PKL Gedung Dakwah

Persoalan PKL di halaman Gedung Dakwah Masjid Agung juga tidak luput dari perhatian petugas dalam Penertiban Alun-alun Subang kali ini. Satpoldam mengonfirmasi telah memberikan teguran tegas agar para pedagang tetap menjaga kerapihan lapak mereka. Meskipun demikian, pemerintah daerah menyadari bahwa solusi jangka panjang yang paling efektif adalah melalui program relokasi yang terintegrasi.

Pemerintah berharap rencana relokasi bagi pedagang di sekitar Alun-alun dapat segera terealisasi dalam waktu dekat. Hal ini bertujuan agar para pedagang memiliki tempat yang lebih layak tanpa mengganggu ketertiban umum. Dengan demikian, sinkronisasi antara izin dari pengelola area dan regulasi tata kota dapat berjalan beriringan demi kenyamanan seluruh warga Subang.

Kritik Netizen dan Harapan Konsistensi Aparat

Meski aksi cepat ini mendapat apresiasi, sejumlah netizen tetap memberikan catatan kritis terhadap kinerja aparat di lapangan. Salah satu akun media sosial menyentil bahwa pelanggaran tersebut sebenarnya terjadi setiap hari tepat di depan kantor petugas. Namun, tindakan baru terlihat nyata setelah aduan warga viral atau mencapai level pimpinan daerah.

Respons pemerintah melalui pengawasan digital memang menjadi instrumen vital dalam pelayanan publik masa kini. Pada akhirnya, konsistensi pengawasan rutin tanpa harus menunggu aduan menjadi harapan utama masyarakat terhadap jajaran terkait. Penataan kota yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika pengawasan di lapangan dilakukan secara konsisten dan tegas setiap hari.

Kebijakan WFH ASN Subang 2026: Ketentuan dan Daftar Pengecualian

WFH ASN Subang

Pemerintah Daerah Kabupaten Subang resmi menerapkan kebijakan WFH ASN Subang melalui Surat Edaran Nomor 10/2026. Langkah ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi tata kelola pemerintahan melalui pola kerja fleksibel.

Mekanisme Kerja WFH dan WFO

Berdasarkan kebijakan tersebut, para ASN dijadwalkan melaksanakan tugas dari rumah (Work From Home) selama satu hari dalam seminggu, tepatnya pada hari Jumat. Namun demikian, proporsi pelaksanaan kerja tetap dibatasi dengan maksimal 70 persen ASN yang menjalankan WFH dan minimal 30 persen tetap bekerja dari kantor (Work From Office).

Selain itu, setiap kepala perangkat daerah bertanggung jawab penuh dalam mengatur jadwal tersebut dengan tetap memperhatikan target kinerja masing-masing unit.

Daftar Pejabat dan Unit Kerja yang Wajib WFO

Tidak semua pegawai dapat menikmati fasilitas kerja dari rumah karena terdapat beberapa kategori yang dikecualikan. Pasalnya, pejabat eselon II dan III, camat, hingga lurah atau kepala desa tetap diwajibkan untuk melaksanakan tugas langsung dari kantor.

Unit kerja yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat juga dilarang menjalankan skema WFH demi menjaga kualitas layanan. Beberapa instansi yang tetap wajib menjalankan WFO 100 persen meliputi:

  • Layanan Kesehatan: Rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium.
  • Keamanan dan Kebencanaan: BPBD, Satpoldam, dan layanan kebersihan (DLH).
  • Administrasi Publik: Disdukcapil, layanan perizinan (DPMPTSP), dan unit layanan pajak daerah.
  • Pendidikan: Mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah.

Tujuan Stabilitas Pelayanan Publik

Penerapan kebijakan ini secara selektif dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, perangkat daerah yang tidak bersentuhan langsung dengan warga dapat menerapkan WFH dengan pengawasan ketat terhadap capaian kinerja harian.

Pada akhirnya, transformasi digital ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fleksibilitas kerja ASN dengan kewajiban memberikan pelayanan terbaik bagi warga Subang.

Sidak SMKN 2 Subang: Dedi Mulyadi Soroti Lemahnya Tata Kelola Limbah

Sidak SMKN 2 Subang

Sidak SMKN 2 Subang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), untuk meninjau langsung kondisi lingkungan sekolah pada Kamis (2/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti tajam buruknya sistem pengelolaan limbah organik dan anorganik yang tidak berjalan dengan baik. Beliau merasa sangat kecewa karena sekolah yang memiliki Jurusan Pertanian justru membiarkan sampah menumpuk tanpa pengolahan yang produktif.

Kegagalan Sistem Pengolahan Pupuk di Jurusan Pertanian

KDM menemukan fakta bahwa program pembuatan pupuk organik di sekolah tersebut sempat ada namun kini sudah tidak beroperasi lagi. Selain itu, ia menekankan bahwa sebuah SMK seharusnya menjadi pelopor dalam kemandirian pengelolaan lingkungan, bukan sekadar membuang sampah percuma. Menurutnya, pengolahan sampah secara alamiah tidak membutuhkan biaya mahal, melainkan kreativitas dan kemauan dari tenaga pendidik untuk menggerakkan para siswa.

Beliau menginginkan agar siswa jurusan pertanian benar-benar mempraktikkan ilmu mereka, salah satunya dengan memproduksi pupuk organik secara mandiri untuk kebutuhan sekolah.

Visi Sekolah Masa Depan: Mengolah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Beliau memaparkan visi inovatif mengenai konsep “Sekolah Masa Depan” di mana sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bakar minyak. Bahan bakar tersebut nantinya dapat digunakan secara praktis untuk menggerakkan mesin potong rumput di area sekolah. Dengan demikian, lembaga pendidikan tidak perlu lagi bergantung pada anggaran SPBU untuk biaya pemeliharaan lahan atau taman.

Bangsa ini akan maju jika institusi pendidikan mampu menciptakan sumber energi alternatif dari limbah yang dipungut oleh para siswa sendiri. Kemandirian energi dari pengolahan plastik ini dianggap sebagai langkah nyata dalam mewujudkan visi pembangunan yang berkelanjutan.

Instruksi Keras dan Batas Waktu Revitalisasi Sistem

Gubernur memberikan instruksi keras agar SMKN 2 Subang segera mengaktifkan kembali seluruh unit pengolahan sampahnya. Ia menegaskan tidak ingin melihat sekolah hanya fokus pada nilai akademik di atas kertas sementara masalah teknis di lapangan terabaikan. Pada akhirnya, pihak sekolah diberikan waktu selama satu minggu untuk membenahi seluruh sistem pengelolaan limbah tersebut. KDM ingin melihat lingkungan sekolah penuh dengan pepohonan yang dirawat menggunakan pupuk hasil olahan mandiri para siswa.

Recent Posts