Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Bupati Subang Salurkan Bantuan Pribadi untuk 276 Petugas Kebersihan

Bupati Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita (Kang Rey), menggelar acara silaturahmi istimewa dengan para petugas kebersihan se-Kabupaten Subang. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026) ini bertujuan untuk mengapresiasi jasa besar para pekerja di lapangan dalam menjaga estetika kota. Selain memberikan dukungan moril, Kang Rey ingin mempererat ikatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat yang bekerja di sektor kebersihan.

Penghargaan untuk Pahlawan Kebersihan Kota

Para petugas kebersihan merupakan garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang rapi dan indah bagi warga maupun wisatawan. Oleh karena itu, Bupati Subang secara khusus menyebut mereka sebagai “pahlawan” yang memiliki dedikasi luar biasa. Melalui pengabdian tersebut, Kabupaten Subang kini menjadi tempat tinggal yang semakin nyaman untuk dihuni.

Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas loyalitas para petugas selama ini. Menurut Kang Rey, profesi di bidang kebersihan adalah pekerjaan yang sangat mulia dan patut mendapatkan penghormatan tinggi. Harapannya, pengakuan ini dapat meningkatkan semangat kerja para petugas dalam melayani publik.

Rincian Paket Bantuan dan Penerima Manfaat

Sebanyak 276 orang petugas menerima paket santunan berupa uang kadeudeuh dan sembako secara langsung. Bantuan tersebut mencakup 129 petugas penyapu jalan serta 145 orang juru muat sampah. Selanjutnya, terdapat dua orang petugas pengawas yang turut menjadi bagian dari penerima manfaat dalam acara tersebut.

Penting untuk diketahui bahwa seluruh bantuan ini berasal murni dari dana pribadi Bupati Subang dan bukan dari APBD. Hal ini menegaskan komitmen personal Kang Rey untuk berbagi kebahagiaan di tengah suasana suci bulan Ramadan. Dengan demikian, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga para petugas kebersihan.

Dukungan Pejabat Daerah untuk Kemajuan Subang

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Komisi 1 DPR RI, Ketua DPRD Subang, serta Sekretaris Daerah. Kehadiran berbagai pimpinan instansi terkait menunjukkan dukungan yang solid terhadap kesejahteraan para pekerja lapangan. Selain itu, perwakilan dari Dinas Sosial, BPBD, dan Forum Tagana juga ikut menyaksikan momen penuh kehangatan ini.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat bawah, motivasi kerja para petugas diharapkan tetap terjaga dengan baik. Kepemimpinan yang peduli dipandang sebagai faktor kunci dalam mendorong kemajuan Kabupaten Subang di masa depan. Akhirnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa setiap kontribusi warga dihargai dengan tulus oleh pemerintah.

Program CSR Pendampingan Petani Subang: Dorong Swasembada Beras Organik

Program CSR Pendampingan Petani Subang

Program CSR Pendampingan Petani Subang yang diinisiasi oleh Aqua kini membuahkan hasil yang sangat menggembirakan bagi ketahanan pangan. Melalui inisiatif ini, para petani di Kampung Cikaret, Desa Pasanggrahan, berhasil mengurangi penggunaan pupuk kimia secara drastis. Selain itu, peningkatan produktivitas lahan ini turut memperkuat upaya swasembada beras di wilayah Jawa Barat.

Penghematan Biaya Produksi dan Peningkatan Hasil Panen

Sholeh, seorang petani lokal, membagikan pengalaman suksesnya dalam mengikuti program pendampingan ini. Ia sebelumnya harus menggunakan tujuh kuintal pupuk urea untuk setiap musim tanam. Namun, pemakaian urea tersebut kini berhasil ditekan hingga menjadi hanya empat kuintal saja berkat penerapan pupuk organik. Langkah ini sangat efektif membantu mengurangi beban biaya produksi yang selama ini memberatkan ekonomi para petani.

Edukasi dan Kemandirian melalui Pupuk Cair Organik

Perusahaan berkolaborasi dengan mitra Human Initiative untuk membekali petani dengan pengetahuan teknis yang memadai. Kelompok tani mendapatkan pelatihan khusus mengenai pembuatan pupuk cair organik serta bimbingan intensif melalui sekolah lapang. Selanjutnya, Aqua mendistribusikan alat pres pupuk guna mendukung kemandirian operasional Kelompok Tani Organik Mandiri. Fasilitas tersebut memungkinkan petani memproduksi kebutuhan pupuk secara mandiri dengan kapasitas mencapai 800 liter per musim.

Strategi Semi-Organik yang Berkelanjutan

Penerapan sistem secara bertahap merupakan kunci utama di balik keberhasilan program transisi lahan pertanian ini. Para petani menerapkan sistem semi-organik dengan proporsi penggunaan pupuk sebesar 50 persen terlebih dahulu agar mudah beradaptasi. Meskipun hasil produksi sempat menurun pada awal masa transisi, produktivitas justru meningkat secara signifikan setelah beberapa musim tanam. Oleh karena itu, pendekatan ini terbukti sangat membantu petani beralih ke metode yang lebih sehat tanpa risiko penurunan hasil yang drastis.

Dampak Nyata bagi Produksi Gabah Nasional

Capaian positif tersebut tercermin dalam total produksi gabah di Subang tahun 2025 yang menembus angka satu juta ton. Keberhasilan ini tidak terlepas dari penerapan Integrated Farming System Aqua Berkelanjutan yang sangat terintegrasi. Program tersebut menyediakan akses air bersih untuk lahan seluas empat hektar sekaligus memberikan pendampingan teknis pertanian organik secara rutin. Akhirnya, praktik bisnis yang lestari ini terbukti mampu menjaga ekosistem sumber air sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di Subang.

Layanan Air Bersih Subang: Perumda TRS Siagakan 39 Personel Saat Lebaran

Layanan Air Bersih Subang

Perumda Tirta Rangga Subang (TRS) memberikan jaminan agar layanan air bersih Subang tetap optimal selama libur Lebaran 1447 H. Manajemen telah menyiagakan puluhan personel teknis untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi di seluruh wilayah. Komitmen ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan hari raya di rumah.

Skema Piket 24 Jam Nonstop

Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, menegaskan bahwa masa libur Lebaran 2026 menjadi prioritas utama pelayanan. Mengingat konsumsi air rumah tangga biasanya meningkat tajam, perusahaan telah menyusun skema piket khusus. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas aliran air dari hulu hingga ke hilir secara konsisten selama periode mudik.

Oleh karena itu, sebanyak 39 personel ahli kini tersebar di berbagai kantor cabang dan unit kerja di seluruh penjuru Subang. Para petugas tersebut berjaga selama 24 jam nonstop dengan fokus utama pada Instalasi Pengolahan Air (IPA). Selain itu, mereka secara rutin memantau kondisi jaringan pipa distribusi untuk mencegah terjadinya gangguan mendadak.

Penanganan Kendala Teknis Secara Cepat

“Langkah strategis ini kami ambil guna memastikan setiap kendala teknis dapat ditangani secara cepat,” jelas Lukman pada Selasa (17/3/2026). Petugas lapangan disiagakan untuk meminimalisir durasi gangguan apabila terjadi kebocoran pada proses produksi. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan momen Lebaran dengan tenang tanpa perlu khawatir akan ketersediaan air.

Manajemen Perumda TRS juga memastikan akan terus memantau situasi di lapangan secara real-time. Pelayanan yang prima menjadi target utama perusahaan guna mendukung kelancaran aktivitas warga selama Idulfitri. Melalui kesiapsiagaan ini, diharapkan distribusi air bersih tetap lancar bagi seluruh pelanggan di Kabupaten Subang.

Ribuan Siswa Subang Terima Bantuan Kacamata Gratis

Bantuan Kacamata Gratis

Sebanyak 1.232 siswa Subang jenjang SD dan SMP resmi menerima bantuan kacamata gratis melalui kolaborasi TP PKK Jawa Barat dan Lions Club Indonesia. Program ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas penglihatan serta konsentrasi belajar generasi muda di wilayah tersebut. Penyerahan secara simbolis berlangsung dengan khidmat di SMPN 1 Pagaden pada hari Jumat.

Investasi Penting Menuju Indonesia Emas 2045

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi atas kepedulian para pemangku kepentingan. Beliau menegaskan bahwa penglihatan yang jernih adalah modal utama bagi setiap siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan secara maksimal. Selain itu, bantuan ini dianggap sebagai investasi strategis bagi masa depan anak-anak menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurut beliau, dukungan seperti ini sangat mulia karena membantu anak-anak belajar dengan lebih fokus dan percaya diri. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi sosial perlu terus diperkuat demi kesejahteraan masyarakat. Kepuasan pembaca dan keterlibatan pengguna akan meningkat ketika konten yang disajikan memiliki nilai manfaat yang jelas seperti ini.

Rincian Hasil Skrining dan Penerima Manfaat

Pemberian bantuan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian pemeriksaan mata atau skrining yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara intensif sejak Oktober hingga November 2025 di berbagai titik strategis. Lokasi pemeriksaan mencakup beberapa Puskesmas serta Rumah Sakit H. Saeful Anwar guna menjaring siswa yang membutuhkan bantuan secara akurat.

Berdasarkan data yang terkumpul, mayoritas penerima manfaat mengalami gangguan refraksi dengan rincian sebagai berikut:

  • 1.156 siswa masuk dalam kategori gangguan refraksi (minus 0,5 hingga 6).
  • 76 siswa terdeteksi mengalami gangguan berat dengan minus di atas 6.

Data ini menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini kesehatan mata pada usia sekolah agar tidak menghambat prestasi akademik.

Kesinambungan Program “The Gift of Sight”

Lions Club Indonesia menjelaskan bahwa program bertajuk The Gift of Sight ini telah berjalan konsisten selama lebih dari lima tahun di Indonesia. Mereka sangat mengapresiasi respon cepat dari Pemerintah Kabupaten Subang, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan dalam memfasilitasi program ini. Selanjutnya, diharapkan perbaikan daya lihat ini mampu memacu semangat siswa untuk lebih rajin membaca dan berprestasi.

Keberhasilan kolaborasi ini membuktikan bahwa perhatian terhadap detail kecil seperti kesehatan mata dapat membawa dampak besar bagi masa depan bangsa. Setiap pihak berharap agar para siswa di Jawa Barat dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang membanggakan dan mampu bersaing secara global.

Kapolres Subang Cek Jalur Pantura Jelang Operasi Ketupat Lodaya 2026

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Subang

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono memimpin pengecekan langsung ke sejumlah titik pos di jalur Pantura pada Minggu (15/3/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan kesiapan penuh seluruh personel dalam menyukseskan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Kabupaten Subang.

Peninjauan Fasilitas dan Pos Pengamanan

Ipda Herlina Swandy selaku Kaposyan Check Point menyambut kunjungan tersebut bersama jajaran pejabat lintas instansi di Kecamatan Sukasari. Selain meninjau area pos pelayanan, Kapolres beserta rombongan juga mendatangi Pospam Gamon, Pasar Sukamandi, hingga Pospam Sewoharjo.

Petugas memeriksa secara mendalam kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana di setiap lokasi penugasan. Hal tersebut dilakukan agar kepolisian mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik dan masyarakat luas.

Menjamin Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Beliau menegaskan bahwa pengecekan berkala sangat penting untuk memastikan sistem pengamanan berjalan optimal selama arus mudik berlangsung. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel di area Jembatan Sewoharjo juga menjadi perhatian serius dalam agenda pemantauan kali ini.

Terakhir, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan menjadi faktor kunci dalam mewujudkan kelancaran lalu lintas selama perayaan Idulfitri.

RSUD Subang Gelar FGD Guna Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Layanan Kesehatan RSUD Subang

RSUD Subang menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan kesehatan RSUD Subang. Acara strategis ini berlangsung di Hotel Laska Subang pada Jumat (13/3/2026). Melalui pertemuan ini, manajemen berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan medis yang lebih prima bagi seluruh warga Kabupaten Subang.

Sinergi Manajemen dan Dewan Pengawas

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran manajemen RSUD Subang bersama Dewan Pengawas (Dewas). Selain itu, rumah sakit juga melibatkan konsultan pemasaran untuk memberikan sudut pandang profesional. Forum ini berfungsi sebagai wadah untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah nyata dalam penguatan mutu pelayanan kesehatan.

Para peserta membahas berbagai strategi agar sistem pelayanan menjadi lebih inovatif dan profesional. Mereka juga menekankan pentingnya layanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat luas. Oleh karena itu, kolaborasi antara pihak internal dan konsultan sangat krusial untuk menjawab tantangan kesehatan masa depan.

Komitmen Inovasi Menuju Subang Ngabret

Direktur RSUD Subang, dr. Achmad Nasuhi, menyatakan bahwa FGD ini adalah bagian dari janji perbaikan kualitas rumah sakit. Beliau ingin menghimpun berbagai masukan berharga dari manajemen dan pakar eksternal. Inisiatif tersebut bertujuan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap setiap pelayanan yang diberikan oleh instansi.

“Kami ingin pelayanan yang diberikan kepada masyarakat semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan saat ini,” ujar dr. Achmad Nasuhi. Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa RSUD Subang akan terus melakukan inovasi sistem pelayanan. Semangat ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu semangat “Subang Ngabret”.

Menghadirkan Pelayanan Modern dan Terpercaya

Rumah sakit berupaya keras menghadirkan standar pelayanan kesehatan yang berkualitas dan modern. Langkah strategis ini diambil agar masyarakat mendapatkan penanganan medis yang aman dan terpercaya di daerah sendiri. Dengan demikian, kualitas hidup warga Subang diharapkan dapat meningkat melalui fasilitas kesehatan yang terus berkembang.

Persib Bandung Sapa Bobotoh Subang di Alun-Alun Kota

Persib Sapa Bobotoh Subang

Persib Bandung sapa Bobotoh Subang dalam rangkaian acara spesial bertajuk “Ambil Nikmatnya Ramadan Bareng Indofood”. Kegiatan ngabuburit seru ini akan memeriahkan Alun-Alun Kota Subang selama dua hari. Pastikan Anda hadir pada tanggal 14 hingga 15 Maret 2026 untuk merasakan kemeriahannya secara langsung.

Wisata Kuliner dan Aktivitas Keluarga

Bazaar ini menawarkan pengalaman unik bagi seluruh anggota keluarga yang ingin menunggu waktu berbuka. Pengunjung dapat menikmati berbagai wisata kuliner Ramadan, mulai dari hidangan tradisional hingga jajanan modern yang lezat. Selain itu, anak-anak bisa mengikuti lomba kuis dan mewarnai untuk menambah keceriaan sore hari.

Para orang tua juga bisa mendapatkan inspirasi menu baru melalui sesi demo memasak. Sesi ini menghadirkan berbagai resep praktis untuk menu sahur maupun berbuka puasa di rumah. Dengan demikian, momen ngabuburit di Alun-Alun menjadi lebih bermanfaat bagi warga Subang.

Temu Idola dalam Sesi Sampurasun Persib

Agenda yang paling dinantikan oleh para pendukung adalah sesi interaktif bertajuk “Sampurasun Persib”. Beberapa figur penting tim Maung Bandung akan hadir langsung untuk berbagi kisah inspiratif perjuangan mereka. Selain berbagi cerita, Bobotoh juga berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik melalui kuis seputar sejarah klub.

Kehadiran tim di Subang bertujuan untuk memperkuat ikatan emosional dengan basis pendukung setia. Melalui interaksi ini, Persib ingin menunjukkan apresiasi kepada Bobotoh di luar Kota Bandung. Oleh karena itu, segera ajak keluarga dan teman untuk merayakan hangatnya Ramadan bersama idola kebanggaan Jawa Barat.

Aksi Sosial PHRI Subang: Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadan

Aksi Sosial PHRI Subang

Aksi sosial PHRI Subang kembali hadir untuk menunjukkan kepedulian nyata di tengah masyarakat pada bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui program bertajuk “Berbagi Bersama”, organisasi ini menggelar rangkaian kegiatan di lingkungan Kantor Bupati Subang pada Jumat (13/3/2026). Penyelenggaraan acara ini menjadi bukti bahwa para pelaku industri pariwisata memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.

Santunan Anak Yatim dan Pembagian Takjil

Kegiatan utama dalam agenda tersebut meliputi pembagian ratusan paket takjil kepada warga yang melintas di sekitar area pemda. Selain itu, pengurus PHRI memberikan santunan kepada anak yatim piatu untuk berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini. Ketua PHRI Subang, Hj. Ratna Setiawan, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan komitmen rutin tahunan organisasi.

Beliau juga menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan bentuk syukur para pengusaha hotel dan restoran. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan beban masyarakat prasejahtera dapat sedikit teringan menjelang waktu berbuka. Semangat berbagi ini menjadi motor penggerak bagi anggota PHRI untuk terus berkontribusi bagi lingkungan sosial di wilayah Subang.

Apresiasi untuk Petugas Garda Depan

Pihak panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada para petugas garda depan di lingkungan Pemkab Subang. Apresiasi ini ditujukan bagi petugas kebersihan, anggota Satpol PP, hingga personel keamanan yang telah bertugas dengan dedikasi tinggi. Aksi sosial PHRI Subang ini pun mendapat pujian dari perwakilan Disparpora Subang, Iin Inderawati.

Iin menilai bahwa langkah PHRI sangat inspiratif karena tidak hanya fokus pada penggerak roda ekonomi semata. Menurutnya, sektor pariwisata akan semakin maju jika para pelakunya memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama. Oleh karena itu, sinergi antara pengusaha dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat melalui berbagai kegiatan positif serupa.

Sinergi dan Kolaborasi Berbagai Pihak

Suasana Ramadan terasa semakin kental berkat penampilan musik religi dari Paduan Suara Forum Duta Sekolah se-Kabupaten Subang. Acara ini juga diisi dengan tausiyah yang memberikan siraman rohani bagi para tamu undangan yang hadir. Keberhasilan kegiatan ini merupakan buah kolaborasi erat dengan berbagai pihak seperti MT Raudatunisa, PKK, DWP, hingga PLUT KUMKM Subang.

Akhirnya, rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara pengusaha pariwisata dengan masyarakat luas. Dengan semangat kolaborasi, PHRI Subang berkomitmen untuk terus menghadirkan energi kebaikan bagi pembangunan daerah. Melalui kegiatan “Berbagi Bersama”, industri pariwisata Subang tidak hanya tumbuh secara bisnis tetapi juga secara kemanusiaan.

Tita Andriani: Berhenti Jadi Guru demi Atasi Darurat Sampah di Subang

Tita Andriani

Tita Andriani memutuskan untuk melepaskan kariernya sebagai pendidik demi mendedikasikan diri pada kelestarian lingkungan. Perempuan kelahiran 1995 ini merasa terpanggil untuk menangani persoalan sampah yang semakin serius di Kabupaten Subang. Oleh karena itu, ia kini fokus mengelola bank sampah guna memberikan solusi nyata bagi masyarakat sekitar.

Perjalanan dari Guru Matematika Menjadi Aktivis

Sebelum mengambil langkah besar ini, Tita mengabdikan diri sebagai guru honorer matematika di sebuah SMK swasta di Purwadadi. Namun, nuraninya mulai terusik setiap kali melihat tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Pasar Terminal. Pemandangan tersebut ia temui hampir setiap hari saat melakukan perjalanan rutin menuju Karawang.

Rasa prihatin yang mendalam akhirnya mendorong Tita untuk membulatkan tekad berhenti mengajar. Pada akhir Januari 2025, ia resmi merintis Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera di Kelurahan Sukamelang. Bersama sang suami, ia mulai mengedukasi warga agar lebih peduli dalam memilah dan mengelola limbah rumah tangga.

Kondisi Darurat Sampah di Kabupaten Subang

Inisiatif lokal ini muncul di tengah kondisi kebersihan Kabupaten Subang yang kini tergolong kritis. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, produksi sampah harian di wilayah ini diperkirakan mencapai 900 ton. Sayangnya, kapasitas penanganan yang tersedia saat ini baru mampu menjangkau sekitar 250 ton per hari.

Kesenjangan tersebut terjadi karena minimnya armada pengangkut yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Saat ini, Subang hanya memiliki 24 unit truk sampah, namun hanya 17 unit yang dinilai masih layak beroperasi. Selain masalah kendaraan, kendala lain muncul dari infrastruktur jalan menuju lokasi pembuangan akhir.

Tantangan Infrastruktur TPA Jalupang

Akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang hingga kini masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Pembangunan jalan yang memadai belum bisa dilakukan secara maksimal karena terbentur status kepemilikan lahan. Hal ini disebabkan sebagian lahan di kawasan tersebut masih berstatus milik PTPN.

Meskipun tantangan infrastruktur masih membayangi, kehadiran inisiatif seperti bank sampah memberikan harapan baru. Tita Andriani membuktikan bahwa aksi nyata dari tingkat rumah tangga dapat membantu menekan krisis lingkungan. Melalui edukasi yang konsisten, ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bersama.

Wabup Subang Bagikan Kacamata Gratis untuk Siswa SD dan SMP

Kacamata Gratis untuk Siswa Subang

Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Lions Club Indonesia untuk membagikan kacamata gratis untuk siswa Subang. Kegiatan sosial ini berlangsung pada Jumat (13/3/2026) di lingkungan SMPN 1 Pagaden.

Melalui program ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas penglihatan para pelajar agar dapat belajar dengan lebih optimal.

Kehadiran Wakil Bupati Subang dan Tokoh Terkait

Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, secara langsung menyaksikan prosesi pemberian kacamata tersebut kepada para siswa.

Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang serta perwakilan dari TP PKK Provinsi Jawa Barat.

Kehadiran berbagai pejabat daerah dan Kepala OPD menunjukkan besarnya dukungan terhadap program kesehatan mata ini.

Lions Club Indonesia yang diwakili oleh Irma Suganda juga tampak hadir di lokasi bersama Camat Pagaden.

Partisipasi aktif dari berbagai pihak ini memastikan bahwa distribusi kacamata dapat menjangkau sasaran yang tepat, yakni siswa-siswi dari jenjang SD hingga SMP.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyukseskan agenda kemanusiaan di wilayah Subang.

Kelanjutan Program Pemeriksaan Mata Pelajar

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Hj. Ega Agustine Rosyadi, memberikan penjelasan mengenai latar belakang kegiatan tersebut.

Beliau menyampaikan bahwa pembagian kacamata gratis ini merupakan langkah nyata untuk menindaklanjuti pemeriksaan mata yang telah dilakukan sebelumnya. Pemeriksaan tersebut sebelumnya sudah terlaksana secara bertahap di beberapa lokasi di Kabupaten Subang.

Program pemberian bantuan ini bertujuan untuk memberikan solusi jangka panjang bagi masalah penglihatan anak sekolah. Dengan penglihatan yang lebih jelas, diharapkan para siswa dapat menyerap materi pelajaran di sekolah dengan jauh lebih baik.

Pemerintah daerah berharap agar inisiatif seperti ini dapat terus dikembangkan guna mendukung kesehatan generasi penerus bangsa.

Recent Posts