Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Fakta Terbaru Gempa NTT 2026: Korban Jiwa dan Penanganan Darurat

Gempa NTT 2026

suarasubang.com – Gempa NTT 2026 yang terjadi pada Sabtu (15/8) mengakibatkan dampak yang sangat luas bagi warga Nusa Tenggara Timur. Peristiwa ini memicu guncangan hebat yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan bangunan masif di berbagai kabupaten. Saat ini, pemerintah terus mempercepat upaya penanganan darurat guna memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Data Korban Gempa NTT 2026: 53 Meninggal Dunia

Berdasarkan laporan resmi BNPB, jumlah korban jiwa akibat bencana ini telah mencapai 53 orang. Selain itu, tercatat sebanyak 135 warga mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan. Mayoritas korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Selanjutnya, tim gabungan terus melakukan penyisiran untuk memverifikasi dampak di wilayah terpencil.

Kerusakan Bangunan dan Ribuan Pengungsi

Guncangan Gempa NTT 2026 menghancurkan ribuan rumah penduduk serta fasilitas publik yang vital. Data terbaru menunjukkan 914 rumah mengalami rusak berat sementara ratusan lainnya rusak sedang hingga ringan. Di samping itu, puluhan fasilitas kesehatan dan pendidikan turut terdampak guncangan tektonik ini. Akibatnya, lebih dari 5.000 warga terpaksa mengungsi ke posko penampungan karena kehilangan tempat tinggal.

Status Tanggap Darurat dan Bantuan Pemerintah

Pemerintah provinsi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mempercepat proses evakuasi. Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa langkah ini mempermudah koordinasi antarpihak di lapangan. Meskipun demikian, penanganan harus dilakukan secara cepat mengingat banyaknya fasilitas umum yang hancur. Presiden Prabowo Subianto juga telah mengirimkan 50 ribu paket bantuan logistik menuju Maumere.

Aktivitas Gempa Susulan di Ruteng

Meskipun penanganan terus berjalan, aktivitas seismik di wilayah tersebut belum sepenuhnya berhenti. Gempa susulan berkekuatan M 5,7 kembali mengguncang wilayah timur laut Ruteng pada Minggu siang. Oleh sebab itu, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kerusakan tambahan pada bangunan. Pemulihan kondisi wilayah yang terdampak tetap menjadi prioritas utama pemerintah pusat saat ini.

Gempa NTT 2026 memberikan duka mendalam sekaligus menguji kesiapsiagaan seluruh elemen bangsa. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial dalam memulihkan kondisi Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan yang dikirimkan dapat segera meringankan beban para korban di lokasi bencana.

Petani Pantura Subang Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau

Petani Pantura Subang

suarasubang.com – Petani Pantura Subang kini mulai merasakan kekhawatiran mendalam akibat musim kemarau panjang yang mengancam lahan persawahan mereka. Pasokan air yang terus menyusut menyebabkan areal sawah yang telah ditanami padi mengalami kekurangan air yang signifikan. Kondisi ini memaksa para petani untuk saling berebut aliran air guna menyelamatkan tanaman mereka.

Dampak Kekeringan di Wilayah Pantura

Struktur teks yang menggunakan sub-judul membantu pembaca memindai informasi dengan lebih cepat. Menurut Ahmad, seorang petani asal Kecamatan Pusakanagara, persaingan untuk mendapatkan air saat ini sudah sangat sulit dihindari. Jika tidak segera dilakukan penanganan darurat, potensi gagal panen di wilayah tersebut akan semakin besar.

Tanaman padi yang kekurangan air dipastikan akan mengering dan mati dalam waktu dekat. Selain itu, Ahmad menekankan bahwa kegagalan panen di wilayah ini dapat mengganggu stabilitas pangan di tingkat nasional. Oleh karena itu, langkah antisipasi yang cepat sangat dibutuhkan untuk melindungi kesejahteraan para petani.

Desakan Bantuan Mesin dan Pengawalan Aparat

Para petani sangat mengharapkan pemerintah segera menurunkan bantuan berupa mesin sedot air ke lokasi terdampak. Bantuan ini dinilai sangat mendesak agar padi yang sudah ditanam tidak mati sia-sia. Penggunaan kalimat yang pendek dan aktif bertujuan agar pesan permintaan bantuan ini tersampaikan dengan lebih jelas dan kuat.

Ahmad juga berharap adanya peran aktif dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke lapangan. Pengawalan dari aparat kewilayahan diperlukan untuk mengatur pembagian air agar lebih adil dan merata bagi seluruh petani. Tanpa adanya pengawasan yang ketat, aliran air dikhawatirkan tidak akan mencapai areal sawah yang paling membutuhkan.

Kebijakan Pemkab Subang Prioritaskan Pendidikan dan Infrastruktur

Kebijakan Pemkab Subang

suarasubang.com – Kebijakan Pemkab Subang kini secara resmi memprioritaskan pembenahan akses pendidikan bermutu serta pembangunan infrastruktur bagi masyarakat luas. Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan strategis nasional, terutama pada sektor pelayanan dasar. Pernyataan ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Subang pada Jumat (14/8/2026).

Sinergi Kebijakan Pusat dan Daerah

Penggunaan judul (headings) sangat penting untuk membantu pembaca memahami struktur konten dengan cepat. Oleh karena itu, jajaran pimpinan daerah di Subang menaruh perhatian besar pada kemudahan aksesibilitas warga serta peningkatan mutu SDM. Langkah ini selaras dengan pidato kenegaraan Presiden RI yang menekankan penguatan sektor pendidikan dan fasilitas publik.

Selanjutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah pusat saat ini. Agus Masykur menyebutkan bahwa Bapak Bupati memberikan prioritas utama pada sekolah berstandar baik. Melalui akses pendidikan yang memadai, diharapkan kualitas hidup masyarakat Subang dapat meningkat secara signifikan.

Infrastruktur sebagai Pilar Kesejahteraan

Peningkatan infrastruktur jalan diproyeksikan menjadi pilar utama dalam mengakselerasi roda perekonomian daerah. Kalimat yang pendek dan padat digunakan dalam laporan ini agar pesan pembangunan lebih mudah dipahami oleh seluruh lapisan warga. Selain itu, pembangunan fasilitas fisik akan memudahkan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi di tingkat desa maupun kota.

Pemerintah optimistis bahwa integrasi antara SDM unggul dan infrastruktur mantap akan menciptakan kesejahteraan yang merata. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat guna memastikan program berjalan tepat sasaran. Upaya ini merupakan wujud nyata tanggung jawab pemerintah dalam melayani kebutuhan dasar publik secara berkelanjutan.

Bendera Raksasa di Muara 7 Sungai: Tradisi Merdeka dan Aksi Lingkungan di Subang

Bendera Raksasa di Muara 7 Sungai

suarasubang.com – Semangat nasionalisme berpadu dengan kepedulian alam menyelimuti kawasan Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Sabtu (15/8/2026). Komunitas pecinta alam kembali membentangkan Bendera Raksasa di Muara 7 Sungai sebagai simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Aksi heroik di tengah aliran sungai ini bukan sekadar seremonial belaka. Bagi para peserta, merayakan kemerdekaan di alam terbuka merupakan cara terbaik untuk menunjukkan cinta tanah air secara nyata.

Tradisi Tahunan Menjaga Sumber Air

Pembentangan bendera tahun ini menandai pelaksanaan yang ketujuh kalinya oleh komunitas Warna Alam. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen organisasi seperti Pelacak, Rajawana, hingga Sispala Kabupaten Subang. Oleh karena itu, sinergi antar-komunitas menjadi kunci keberhasilan acara yang berlangsung di lokasi pertemuan tujuh muara sungai ini.

Dewan Pembina Warna Alam, Atang Suhayat, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Muara tujuh sungai dipilih sebagai simbol pentingnya menjaga dan merawat sumber air bagi kehidupan masa depan.

Pesan Pelestarian: Selamatkan Tanah dan Air

Mengusung tema “Warna Alam untuk Negeri, Selamatkan Tanah dan Air”, kegiatan ini sarat dengan pesan ekologi. Para peserta meyakini bahwa mengisi kemerdekaan di masa kini harus dilakukan dengan aksi nyata menjaga hutan dan sungai. Selain itu, mereka menekankan bahwa kelestarian alam adalah warisan yang harus dijaga demi anak cucu di masa mendatang.

Kemerdekaan tidak lagi direbut dengan senjata, melainkan dipertahankan melalui upaya pemulihan lingkungan. Dengan menjaga kejernihan sungai, masyarakat secara langsung telah merawat kedaulatan sumber daya alam mereka sendiri.

Dukungan Warga dan Apresiasi Legislatif

Kehadiran Kepala Desa Cibuluh beserta warga setempat menambah semarak suasana nasionalisme di sepanjang bantaran sungai. Kebersamaan ini membuktikan bahwa pesan pelestarian lingkungan dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Subang, Buhori, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para pecinta alam tersebut. Menurutnya, konsep “Kemerdekaan Alam” sangat relevan dengan tantangan krisis lingkungan saat ini. Ia berharap semangat menjaga tanah dan air ini terus lestari dan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya di Subang.

Polres Subang Gelar Apel Kebangsaan Perkuat Sinergi,.

Apel Kebangsaan Polres Subang

suarasubang.com – Apel Kebangsaan Polres Subang dilaksanakan secara serentak pada Jumat (14/8/2026) di Lapangan Tatag Trawang Tungga guna memperkuat persatuan seluruh elemen masyarakat,. Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara jajaran kepolisian, unsur TNI, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap keamanan dan ketertiban wilayah tetap terjaga secara optimal,.

Sinergi Lintas Sektoral untuk Keamanan,.

Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh sekitar 250 peserta,. Beliau didampingi oleh Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi serta Kasdim 0605/Subang Mayor (Arh) Aep Saefudin Rusli. Peserta yang hadir mencakup berbagai unsur mulai dari personel militer, organisasi kepemudaan, mahasiswa, hingga komunitas ojek online,.

Penempatan berbagai elemen masyarakat dalam satu barisan bertujuan untuk membangun rasa kebersamaan yang kuat,. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan keterbacaan struktur organisasi yang lebih jelas bagi publik,.

Deklarasi Jaga Rawat Jawa Barat,.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan deklarasi oleh perwakilan peserta,. Selanjutnya, penandatanganan Deklarasi Kebangsaan dilakukan sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga kondusivitas wilayah,. Kapolres menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga negara,.

Selain itu, Polri berkomitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap tugas lapangan. Partisipasi aktif dari organisasi masyarakat seperti KNPI dan Karang Taruna sangat krusial dalam mendukung keberhasilan program ini,.

Kesiapsiagaan Menjaga Kondusivitas,.

Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu-lagu nasional dan pelepasan unit patroli gabungan sebagai simbol kesiapsiagaan,. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan menunjukkan semangat kebangsaan yang tinggi. Melalui langkah preventif ini, Polres Subang berupaya meminimalkan potensi gangguan keamanan di masa mendatang,.

Kang Akur Kukuhkan Paskibraka Subang 2026

Pengukuhan Paskibraka Subang 2026

suarasubang.com – Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi resmi memimpin upacara Pengukuhan Paskibraka Subang 2026 pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan sakral ini berlangsung khidmat di Aula Oman Syahroni, Kantor Bupati Subang.

Acara bermula dengan pengucapan Ikrar Putra Indonesia yang dipandu oleh Kepala Kesbangpol Subang, Dr. Aep Saepudin. Seluruh anggota pasukan mengikutinya sebagai janji untuk menjaga harkat dan martabat bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Kang Akur menyematkan Lencana Kepemimpinan Perintis Pemuda serta memasangkan Kendit kepada pemimpin upacara. Penyematan ini menandai kesiapan fisik dan mental pasukan untuk bertugas pada HUT ke-81 RI mendatang.

Pasukan Pengukuhan Paskibraka Subang 2026 ini terdiri dari 20 putra dan 15 putri terbaik hasil seleksi ketat. Mereka telah menjalani pelatihan intensif sejak Maret 2026 di bawah bimbingan instruktur profesional TNI dan Polri.

Para pelatih berasal dari unsur Yonif 312 Kala Hitam, Lanud Suryadarma, Polres Subang, hingga Kodim 0605 Subang. Sinergi ini bertujuan membentuk kedisiplinan tinggi bagi para pemuda yang akan mengibarkan Bendera Pusaka pada 17 Agustus nanti.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan DPRD, Forkopimda, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah. Kehadiran para orang tua anggota menambah suasana haru dan bangga dalam prosesi pengukuhan tersebut.

Karhutla di Subang 2026 Capai 255 Hektare di 10 Wilayah

Karhutla di Subang 2026

suarasubang.com – Luas lahan yang terdampak Karhutla di Subang 2026 tercatat mencapai 255 hektare selama periode Juli hingga Agustus. Meskipun area yang terbakar cukup luas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan penanganan di lapangan masih berjalan lancar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Subang, Enda, menjelaskan bahwa petugas sanggup mengatasi situasi secara mandiri. Sejauh ini, bantuan dari pihak eksternal hanya berupa mesin pompa air dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengatasi kekeringan.

Sebaran Titik Api dan Kendala Lapangan

Berdasarkan data resmi, Karhutla di Subang 2026 melanda sepuluh kecamatan termasuk Pagaden, Cibogo, dan Kalijati. Namun, petugas menduga masih banyak kejadian kebakaran lahan yang tidak dilaporkan oleh warga sekitar.

Salah satu contohnya adalah kebakaran di pinggir Jalan Tol Cipali yang sering terabaikan meskipun sangat mengganggu pengendara. Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat dalam melaporkan titik api sangat krusial agar pemadaman bisa dilakukan lebih dini.

Tantangan Pemadaman di TPA Panembong

Kebakaran di lahan bekas TPA Panembong menjadi titik yang paling sulit untuk dipadamkan hingga saat ini. Luasnya area serta material sampah yang mudah terbakar membuat tim gabungan harus bekerja ekstra keras setiap hari.

Kondisi cuaca panas dan angin kencang di lokasi memperburuk situasi pemadaman di lapangan. Selain itu, keterbatasan personel membuat tim harus terus melakukan pendinginan secara berkelanjutan agar api tidak muncul kembali.

Sinergi Antarinstansi dalam Penanganan

Lembaga BPBD tidak bekerja sendiri dalam menjinakkan api di berbagai wilayah terdampak. Penanganan Karhutla di Subang 2026 ini melibatkan kerja sama aktif dengan Satpoldam, Tagana, kepolisian, hingga unsur TNI.

Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaimin, mengapresiasi sinergi yang terjalin erat antarinstansi tersebut. Sinergi yang kuat terbukti efektif dalam mempercepat proses pemadaman, terutama pada titik-titik krusial seperti TPA Panembong.

Kebakaran di Cipeundeuy Subang Hanguskan Rumah dan Mobil

Kebakaran di Cipeundeuy Subang

suarasubang.com – Sebuah Kebakaran di Cipeundeuy Subang menghanguskan satu unit rumah warga pada Kamis (13/8/2026) pagi. Peristiwa tragis ini melanda kediaman Aan Kurnia (50) yang terletak di Kampung Ciomas, Desa Karangmukti.

Dugaan awal menyebutkan bahwa korsleting listrik menjadi pemicu utama kobaran api tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena rumah sedang dalam keadaan kosong saat api membesar.

Kerugian Materiil Mencapai Rp400 Juta

Meskipun tidak ada korban jiwa, bangunan rumah tersebut kini nyaris rata dengan tanah. Pemilik rumah kehilangan aset berharga seperti satu unit mobil, tiga sepeda motor, serta uang tunai Rp50 juta.

Selain itu, berbagai barang elektronik termasuk tiga unit kulkas juga ludes terbakar. Aan Kurnia menaksir total kerugian akibat Kebakaran di Cipeundeuy Subang ini mencapai angka Rp400 juta.

Aan mengaku sangat terkejut saat pertama kali mendengar kabar duka tersebut. Ia bersama keluarganya baru saja meninggalkan rumah untuk bekerja pada pukul 06.30 WIB, sementara api muncul sekitar pukul 07.00 WIB.

Respons Cepat Petugas Pemadam Kebakaran

Warga yang melihat kepulan asap tebal segera melaporkan kejadian kepada pihak Damkar Kabupaten Subang. Selanjutnya, petugas mengerahkan dua unit kendaraan pemadam milik Pemda dan satu unit bantuan dari perusahaan swasta setempat.

Komandan Pleton Damkar, Yaya Sunarya, menyatakan bahwa jarak tempuh menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Petugas memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk mencapai lokasi karena letaknya yang cukup jauh.

Namun, tim berhasil memadamkan api secara total dalam waktu 20 menit saja. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa titik api yang tertinggal di area bangunan.

Aksi sigap petugas bersama warga berhasil mengisolasi kobaran api agar tidak merembet ke rumah tetangga. Melalui kerja sama ini, dampak buruk Kebakaran di Cipeundeuy Subang tersebut tidak meluas ke area pemukiman sekitarnya.

Wabup Subang Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2026.

suarasubang.com – Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menghadiri Rapat Paripurna DPRD pada Jumat (7/8/2026). Ia resmi menandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS 2026 Subang sebagai perwakilan pemerintah daerah.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Victor Wirabuana Abdurachman ini membahas tiga agenda utama terkait anggaran. Selain laporan Badan Anggaran, sidang juga menetapkan persetujuan terhadap prioritas plafon anggaran sementara.

Sinergi untuk Pembangunan Daerah.

Kang Akur mengapresiasi dinamika pembahasan yang berlangsung sangat konstruktif dari seluruh fraksi DPRD. Baginya, masukan tersebut mencerminkan tingginya kepedulian legislatif terhadap kemajuan pembangunan di Kabupaten Subang.

Pemerintah daerah meyakini bahwa dokumen Perubahan KUA-PPAS 2026 Subang telah disusun sesuai dengan tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, kesepahaman ini menjadi landasan krusial dalam menyusun kebijakan anggaran yang akuntabel.

Proses penandatanganan tersebut diharapkan segera berlanjut pada pengesahan Raperda Perubahan APBD 2026. Langkah ini sangat penting agar pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.

Agenda sidang paripurna ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah. Seluruh rangkaian rapat ditutup dengan apresiasi atas kelancaran proses koordinasi antara eksekutif dan legislatif.

DPRD Subang Siap Kawal Regulasi Berantas Begal dan Narkoba

DPRD Subang dukung regulasi begal

suarasubang.com – Ketua DPRD Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, menegaskan kesiapan legislatif dalam agenda DPRD Subang dukung regulasi begal. Ia berkomitmen memberikan dukungan politik dan anggaran penuh guna memutus rantai kejahatan jalanan di wilayahnya.

Langkah tersebut menyusul pengungkapan kasus pembegalan maut di Purwadadi yang dipicu oleh konsumsi obat terlarang. Selain mengapresiasi kecepatan Polres Subang, Victor juga menyoroti maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan pemuda sebagai pemicu utama kriminalitas.

Pihak dewan kini bersiap mengawal penguatan anggaran untuk program perlindungan remaja dan razia warung obat ilegal. Oleh karena itu, sinergi antara regulasi dan pengawasan lapangan harus berjalan maksimal agar pencegahan kejahatan lebih efektif.

Sinergi Lintas Sektor Cegah Kriminalitas

Selanjutnya, DPRD Subang mendukung penuh instruksi Gubernur Jawa Barat terkait pengawasan aktif hingga tingkat desa. Keberadaan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparatur desa menjadi kunci utama dalam memastikan lingkungan bersih dari peredaran obat keras.

Sejalan dengan upaya tersebut, Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi berencana menggulirkan program tes urine massal bagi pelajar SMP dan SMA. Pemerintah daerah meyakini bahwa kolaborasi lintas lembaga akan menjadi benteng kokoh dalam menyelamatkan masa depan generasi muda.

Melalui kebijakan DPRD Subang dukung regulasi begal, seluruh elemen pemerintah berharap rasa aman warga dapat kembali pulih. Kerja sama yang solid antara legislatif, eksekutif, dan kepolisian menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Subang.

Recent Posts