Beranda blog

Kemensos Gerak Cepat, Pastikan Logistik Ribuan Korban Banjir Subang Terjamin

Bantuan Kemensos banjir Subang

Kementerian Sosial (Kemensos) RI langsung turun tangan merespons bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Subang. Pemerintah pusat memastikan pasokan logistik dan kebutuhan dasar bagi ribuan warga yang terdampak di wilayah Pantura terjamin ketersediaannya.

Langkah ini diambil menyusul meluasnya genangan air yang memaksa ribuan jiwa mengungsi ke tempat lebih aman, seperti kolong flyover Pamanukan dan masjid-masjid setempat. Kemensos telah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa makanan siap saji, perlengkapan anak (kidsware), kasur, selimut, hingga tenda gulung untuk posko pengungsian.

Selain bantuan fisik, Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mendirikan dan mengoperasikan Dapur Umum Lapangan. Keberadaan dapur umum ini krusial untuk memproduksi ribuan nasi bungkus setiap harinya demi memastikan tidak ada pengungsi yang kelaparan.

“Fokus kami adalah pemenuhan kebutuhan dasar. Jangan sampai ada warga terdampak yang tidak makan atau kekurangan logistik selama masa tanggap darurat ini,” ujar perwakilan Kemensos dalam keterangannya.

Kemensos terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Sosial Kabupaten Subang dan pemerintah daerah setempat untuk memetakan titik-titik distribusi. Sinergi ini dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata, bahkan ke wilayah yang sulit dijangkau sekalipun.

Sambut HUT ke-80 Persit, Kodim 0605 Subang Sumbangkan Darah untuk Kemanusiaan

Donor darah Kodim Subang

Semangat kepedulian sosial mewarnai Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0605/Subang, Kamis (29/1/2026). Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, Kodim 0605/Subang menggelar aksi bakti sosial donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Subang.

Kegiatan ini diikuti antusias oleh puluhan peserta yang terdiri dari prajurit TNI, anggota Persit KCK Cabang XXXII, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim. Aksi ini menjadi wujud nyata komitmen TNI dan keluarga besarnya dalam membantu sesama, khususnya dalam pemenuhan stok darah di wilayah Subang.

Komandan Kodim 0605/Subang menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini bukan sekadar seremonial perayaan ulang tahun organisasi istri prajurit semata. Lebih dari itu, ini adalah misi kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa mereka yang membutuhkan transfusi darah di rumah sakit.

“Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi keselamatan jiwa orang lain. Melalui momen HUT ke-80 Persit ini, kami ingin berbagi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Subang,” ujar pihak Kodim di sela-sela kegiatan.

Sebelum mendonorkan darahnya, para peserta terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan ketat oleh petugas medis PMI. Hal ini dilakukan untuk memastikan darah yang diambil aman dan pendonor dalam kondisi prima. Hasil dari kegiatan ini selanjutnya akan diserahkan kepada Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Subang untuk didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan.

Bupati Subang Terjun ke Pantura, Pastikan Logistik dan Kesehatan Korban Banjir Terjamin

Bupati Subang tinjau banjir

Di tengah kondisi darurat bencana yang melanda wilayah Pantura, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita (Kang Rey) turun langsung meninjau lokasi banjir untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Kunjungan ini difokuskan pada titik-titik terparah di wilayah Kecamatan Pamanukan dan sekitarnya.

Dalam peninjauannya, Kang Rey tidak hanya melihat kondisi fisik infrastruktur yang terendam, tetapi juga berdialog langsung dengan warga yang mengungsi. Ia ingin memastikan dua hal utama: keamanan warga dari arus banjir yang masih tinggi dan terpenuhinya kebutuhan dasar selama masa evakuasi.

“Prioritas utama kita adalah keselamatan nyawa warga. Saya ingin pastikan tidak ada warga yang terjebak dan semua kebutuhan dasar, terutama makan dan kesehatan, terpenuhi dengan baik,” tegas Kang Rey di lokasi.

Bupati langsung mengecek kesiapan Dapur Umum dan Posko Kesehatan. Ia menginstruksikan Dinas Sosial dan BPBD untuk menjamin pasokan logistik tidak terputus, mengingat ribuan warga kini menggantungkan hidup di pengungsian, termasuk mereka yang bertahan di kolong Flyover Pamanukan.

Selain logistik, Kang Rey juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan mobile. Ia meminta tenaga medis untuk proaktif jemput bola memeriksa kondisi pengungsi, khususnya lansia dan balita, agar terhindar dari penyakit pascabanjir seperti gatal-gatal dan ISPA.

Langkah cepat orang nomor satu di Subang ini diharapkan mampu menenangkan psikologis warga yang terdampak. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus hadir dan mengawal masa tanggap darurat ini hingga air benar-benar surut dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing.

DPRD Subang Turun Gunung, Victor Wirabuana Pimpin Penyaluran Bantuan Banjir di Tiga Kecamatan Pantura

DPRD Subang Tinjau Banjir

Respons cepat ditunjukkan oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Subang dalam menyikapi bencana banjir yang melanda wilayah Pantura. Rombongan wakil rakyat ini turun langsung meninjau kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan logistik di tiga kecamatan terdampak, yakni Pusakajaya, Pusakanagara, dan Pamanukan, pada Rabu (28/1/2026).

Ketua DPRD Kabupaten Subang, Victor Wirabuana Abdurachman, S.H., memimpin langsung jalannya peninjauan. Ia didampingi oleh Wakil Ketua III Udaya Romantir, S.AN., serta sejumlah anggota DPRD lainnya, antara lain H. Teguh Pujianto, Albert Anggara Putra, Hidayat Mansur, dan Aniko Muhana.

Kunjungan diawali di Kecamatan Pusakajaya, di mana rombongan menyambangi posko bantuan di Aula Kantor Desa setempat. Tidak hanya menyerahkan logistik, para legislator ini juga memantau langsung titik-titik genangan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga yang terdampak luapan air akibat curah hujan tinggi tersebut.

“Kami ingin memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan dan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan agar penanganan bisa lebih tepat sasaran,” ujar Victor di sela-sela kegiatan.

Estafet kepedulian berlanjut ke Kecamatan Pusakanagara sebelum akhirnya rombongan bertolak ke Kecamatan Pamanukan. Di titik terakhir ini, DPRD Subang menyerahkan bantuan ke Posko Terpadu Siaga Bencana dan dapur umum yang menjadi pusat logistik bagi para pengungsi.

Kegiatan kemanusiaan ini turut didukung oleh sinergi lintas sektoral. Hadir mendampingi rombongan dewan, Sekretaris DPRD H. Enang Supriatna, Kepala Dinas Sosial, Kepala Pelaksana BPBD Subang, serta jajaran muspika setempat. Sinergi antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.

Sekretariat DPRD Subang Salurkan Bantuan Banjir Pamanukan

Sekretariat DPRD Subang Peduli Banjir

SUBANG – Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Subang menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan langsung pada hari Selasa, 27 Januari 2026.

​Kegiatan yang mengusung tema “Sekretariat DPRD Kabupaten Subang Peduli Banjir” ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dan rasa solidaritas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, rombongan dari Sekretariat DPRD Subang tiba di lokasi bencana pada Selasa sore. Terlihat sejumlah pejabat dan staf Sekretariat DPRD yang mengenakan seragam dinas menyerahkan bantuan secara simbolis kepada petugas penanggulangan bencana dan perwakilan warga setempat.

​Bantuan yang disalurkan berupa paket makanan siap saji, sembako, dan kebutuhan logistik lainnya yang diangkut menggunakan kendaraan operasional. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Pamanukan yang aktivitasnya terganggu akibat genangan air.

​Aksi cepat tanggap ini sejalan dengan semangat “Subang Ngabret” dan nilai “BerAKHLAK” (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang menjadi pegangan ASN dalam melayani masyarakat, terutama di masa-masa sulit seperti bencana alam.

​Penyaluran bantuan berlangsung dengan lancar dan disambut baik oleh para relawan serta warga di posko bencana Pamanukan.

Bantu Korban Banjir, Kapolres dan Forkopimda Subang Salurkan 1.000 Paket Sembako di Pamanukan

Bantuan banjir Pamanukan

Kepedulian terhadap korban banjir Pamanukan ditunjukkan secara nyata oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang. Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, turun langsung memimpin penyaluran bantuan logistik di lokasi pengungsian, Senin (26/1/2026).

Sinergi lintas sektoral terlihat kental saat rombongan pejabat daerah ini menyambangi warga yang terdampak. Fokus utama kunjungan adalah memastikan kebutuhan pangan para pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah akibat luapan air tetap terpenuhi.

Dalam aksi sosial tersebut, sebanyak 1.000 pouch beras dan mi instan diserahkan kepada warga. Bantuan ini didistribusikan langsung di titik kumpul pengungsi, termasuk area bawah Flyover Pamanukan yang menjadi lokasi evakuasi sementara.

Kapolres Subang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang diuji musibah. Solidaritas antar-instansi diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Selain membagikan sembako, kehadiran Forkopimda juga bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan dan keamanan para pengungsi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal distribusi logistik hingga situasi di wilayah Pantura Subang benar-benar kondusif.

Banjir Subang Meluas, 3.500 Rumah Terendam hingga Warga Terpaksa Huni Kolong Flyover

Banjir Subang 2026

Bencana banjir yang melanda wilayah Pantura, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kian memburuk hingga Senin (26/1/2026). Tercatat sedikitnya 3.500 rumah yang tersebar di enam kecamatan kini terendam air dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.

Kondisi darurat ini memaksa ratusan warga untuk meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan. Pemandangan memilukan terlihat di Flyover Pamanukan, di mana kolong jembatan layang tersebut kini disesaki oleh pengungsi yang mendirikan tenda darurat seadanya bersama barang-barang yang berhasil diselamatkan.

Selain di kolong jembatan, titik pengungsian juga tersebar di sejumlah fasilitas umum yang aman dari jamahan air, seperti Masjid Besar Desa Mulyasari. Warga di sana berhimpitan menggelar tikar dan menumpuk pakaian, menanti banjir surut di tengah cuaca yang masih mendung tak menentu.

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, yang meninjau langsung lokasi bencana menyatakan keprihatinannya atas siklus banjir tahunan ini. Ia mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera melakukan normalisasi sungai-sungai di Pantura yang mengalami pendangkalan parah akibat sedimentasi dan sampah.

“Banjir di Pantura telah meluas hingga ke 6 kecamatan. Saat ini tercatat 3.500 rumah terendam akibat banjir yang terus meluas. Kami mendesak BBWS segera turun tangan,” tegas Reynaldy di sela-sela peninjauan.

Penyebab utama banjir kali ini disinyalir akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak akhir pekan lalu. Hal tersebut memicu meluapnya tiga sungai besar sekaligus, yakni Sungai Cipunagara, Sungai Ciasem, dan Sungai Kalensema, yang tak mampu lagi menampung debit air kiriman.

Pemerintah daerah kini memfokuskan penanganan pada evakuasi kelompok rentan dan distribusi logistik pangan. Dapur umum darurat mulai didirikan untuk menjamin kebutuhan makan ribuan pengungsi yang tersebar di Kecamatan Pamanukan, Ciasem, Blanakan, Sukasari, Tambakdahan, dan Pusakanagara.

Subang Siaga Banjir, Kang Rey Instruksikan Camat Pantau Wilayah 24 Jam Nonstop

Penanganan banjir Subang

Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menetapkan status siaga tinggi menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Subang. Instruksi ini disampaikan saat memimpin Apel Gabungan ASN di Aula Oman Syahroni, Senin (26/1/2026).

Penanganan banjir Subang

Peringatan keras ditujukan kepada seluruh Camat, khususnya di wilayah rawan seperti Blanakan, Ciasem, dan Pamanukan. Kang Rey mewanti-wanti agar aparatur wilayah tidak lengah mengingat intensitas hujan diprediksi masih tinggi hingga dua hari ke depan.

Instruksi ini dikeluarkan usai Bupati meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Ciasem pada Sabtu sebelumnya. Ia meminta adanya koordinasi ketat antara wilayah selatan (hulu) dan pantura (hilir) untuk antisipasi dini.

“Untuk para Camat di wilayah selatan tolong diantisipasi. Di pantura yang hari ini sedang berjuang mudah-mudahan cepat surut dan diantisipasi juga. Intensitas hujan 2 hari ke depan curah hujan masih cukup tinggi,” tegas Kang Rey.

Bupati yang akrab disapa Kang Rey ini menuntut para Camat untuk stand by di lokasi selama 24 jam penuh. Pola komunikasi via Handy Talky (HT) diwajibkan aktif agar setiap insiden bisa dilaporkan dan ditangani detik itu juga.

Selain itu, para Kepala OPD terkait diminta memperbarui data curah hujan setiap satu jam sekali. Informasi real-time dari wilayah hulu sangat krusial sebagai peringatan dini bagi warga di kawasan hilir Pantura.

Penanganan banjir Subang

“Camat harus siaga betul pantau betul. Setiap jam dikontrol curah hujan di setiap Kecamatan di Subang atas agar dapat memberi info bagi yang di Pantura,” jelasnya.

Di luar isu bencana, Kang Rey juga menyoroti kelancaran layanan administrasi kependudukan. Ia memerintahkan Disdukcapil segera mendistribusikan stok blangko KTP ke kecamatan yang mengalami kekosongan agar pelayanan publik tidak terhambat.

Langkah cepat dan terukur ini diharapkan mampu meminimalisir dampak bencana. Kesiagaan aparatur pemerintah menjadi kunci utama dalam melindungi keselamatan warga di tengah cuaca ekstrem yang sedang melanda.

Evaluasi Akhir Tahun, Kang Rey Ultimatum OPD: Jangan Ada Aduan Warga yang Diabaikan!

Evaluasi kinerja OPD Subang

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajarannya saat memimpin Apel Gabungan ASN, Senin (26/12/2025). Ia mewanti-wanti agar tidak ada satu pun keluhan masyarakat yang dibiarkan tanpa tindak lanjut yang jelas.

Dalam agenda yang digelar di Aula Oman Syahroni Kantor Bupati tersebut, Kang Rey didampingi Wakil Bupati H. Agus Masykur Rosyadi melakukan evaluasi kinerja berbasis pelayanan publik. Sorotan utama tertuju pada responsivitas perangkat daerah terhadap aduan yang masuk melalui media sosial.

Hasil evaluasi menempatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kecamatan Subang sebagai instansi paling sigap dalam merespons warga. Sebaliknya, rapor merah diberikan kepada Inspektorat Daerah dan Kecamatan Ciater yang dinilai sebagai instansi paling tidak sigap atau lambat dalam menanggapi aduan.

Sementara itu, apresiasi tinggi diberikan kepada Disdukcapil yang sukses menyabet indeks pelayanan publik terbaik dengan nilai 4,33 (Kategori A). Posisi selanjutnya disusul oleh Kecamatan Jalancagak dan Sekretariat Daerah yang juga mencatatkan kinerja memuaskan.

Dalam amanatnya, Kang Rey menekankan bahwa pemerintah wajib adaptif di era digital. Kehadiran negara tidak hanya dituntut secara fisik di lapangan, tetapi juga harus terasa di ruang-ruang komunikasi digital.

“Penegasan sikap komitmen Pemerintah Daerah agar kehadiran negara harus dirasakan masyarakat,” tuturnya. Ia menambahkan, “Kita harus hadir baik secara langsung maupun di ruang komunikasi publik seperti media sosial.”

Menatap tahun 2026, Bupati muda ini meminta budaya birokrasi yang gemar saling lempar tanggung jawab segera dihilangkan. Ia menuntut kecepatan dan ketepatan solusi sebagai standar baru pelayanan di Kabupaten Subang.

“Kecepatan dan ketepatan respon menjadi keharusan harus sampai tuntas. Tidak boleh ada laporan yang diabaikan tanpa kepastian,” tegasnya.

Menutup arahannya, Kang Rey kembali mengingatkan semangat “Subang Ngabret” yang menjadi visi kepemimpinannya. Ia tidak ingin ada keterlambatan respon, baik terhadap instruksi pimpinan maupun aspirasi rakyat.

“Jangan sampai ada respon yang telat ketika ada hal yang disampaikan baik oleh Saya atau Pak Gubernur karena apapun itu semuanya untuk kepentingan masyarakat. Ini wujud Subang Ngabret Bergerak cepat bergerak nyata,” pungkas Kang Rey.

Subang Punya Cerita: Ramen Mang, Spot Kuliner Viral yang Wajib Masuk “Bucket List”

Wisata kuliner viral Subang

Kabupaten Subang tak hanya memikat lewat pesona curug dan hamparan kebun teh yang menyejukkan mata. Kota ini ternyata menyimpan “harta karun” kuliner yang belakangan viral di media sosial, menarik minat warga lokal hingga pelancong luar daerah untuk mencicipinya.

Salah satu destinasi yang tengah naik daun dan patut dicoba adalah Ramen Mang Subang. Berlokasi strategis di Jalan Otto Iskandardinata No. 196, Karanganyar, restoran ini sukses mencuri perhatian berkat konsepnya yang unik dan cita rasa otentik.

Ramen Mang menawarkan pengalaman bersantap dengan lima varian kuah khas yang menggugah selera, mulai dari original, oriental, suju, kare, hingga tomyam. Keunggulan utamanya terletak pada jaminan topping halal yang melimpah, seperti jamur enoki crispy, chicken katsu, tempura seafood, narutomaki, telur rebus, dan pakcoy segar.

Tak hanya soal rasa, suasana restoran ini dirancang sangat estetis dengan dekorasi ala Jepang yang kental. Pengunjung dapat memilih area duduk kursi atau lesehan yang nyaman, menjadikannya lokasi sempurna untuk bersantai sekaligus berburu foto instagramable.

Selain menu andalan ramen, tempat ini juga menyediakan ragam kudapan pendamping seperti dimsum, bola ayam moza, dan pisang keju. Bagi pemburu kuliner kekinian yang mengutamakan rasa dan suasana, Ramen Mang Subang jelas menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Kota Nanas ini.

Recent Posts