Beranda blog

Genjot Ekonomi Rakyat, Dinas Perikanan Subang Perkuat Sektor Ikan Air Tawar

Pemberdayaan pembudidaya ikan Subang

Potensi besar perikanan air tawar di Kabupaten Subang terus dimaksimalkan oleh pemerintah daerah. Hingga awal tahun 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Subang mencatat sekitar 2.000 pembudidaya aktif, mulai dari skala kecil hingga menengah, telah menjadi tulang punggung pasokan ikan lokal hingga ke DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Subang, Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerapkan strategi pemberdayaan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Langkah ini diambil untuk memastikan ketahanan pangan sekaligus mendongkrak perekonomian warga pedesaan.

“Budi daya ikan tawar menjadi salah satu sektor penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat Subang. Karena itu, kami fokus pada penguatan dari hulu sampai hilir,” jelas Agung dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Strategi yang digulirkan mencakup empat fokus utama, yakni penguatan pembenihan ikan nila yang pasarnya stabil, penyaluran bantuan fisik seperti kolam dan pakan, hingga penerapan rekayasa teknologi budidaya modern. Selain itu, hilirisasi produk melalui pengolahan ikan beku dan abon juga menjadi prioritas agar nilai jual hasil panen meningkat.

Data terbaru menunjukkan sektor pembenihan di Subang memiliki kekuatan masif dengan 1.900 Rumah Tangga Perikanan (RTP) dan menyerap 2.821 tenaga kerja. Sepanjang tahun lalu saja, produksi benih tercatat mencapai 5,5 juta ekor dengan nilai transaksi menyentuh Rp3,48 miliar.

Melalui dukungan kebijakan dan potensi pasar yang terbuka lebar, Dinas Perikanan optimistis Subang akan semakin kokoh sebagai sentra ikan air tawar di Jawa Barat. Kesejahteraan pembudidaya diharapkan terus terkerek naik seiring dengan keberlanjutan program ini.

KDM Murka! Tambang Ilegal di Subang “Kucing-kucingan” Beroperasi Malam Hari

KDM sidak tambang ilegal Subang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tak dapat menyembunyikan amarahnya saat memergoki aktivitas tambang batu ilegal di Kabupaten Subang yang masih nekat beroperasi. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan, KDM mendapati para pelaku melakukan praktik “kucing-kucingan” dengan bekerja pada malam hari untuk mengelabui petugas.

Kekesalan Kang Dedi memuncak ketika melihat lokasi tambang tersebut sebenarnya sudah disegel dengan garis polisi (police line). Namun, fakta di lapangan menunjukkan aktivitas produksi tetap berjalan masif seolah tak tersentuh hukum.

“Ini kan sudah di police line, masih produksi,” tegas Kang Dedi dengan nada tinggi saat berada di lokasi.

Tak main-main, mantan Bupati Purwakarta ini langsung menegur keras pihak manajemen yang berada di tempat. Ia menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran hukum yang terang-terangan menantang aparat tersebut.

“Nggak urusan manajemen, besok saya pidana ini. Ini kan sudah di-police line, tapi masih produksi,” ancamnya di hadapan petugas keamanan tambang.

Dalam operasi tersebut, ditemukan bukti fisik yang tak bisa disangkal. Sebanyak 7 unit dump truck tronton berkapasitas 24 meter kubik dan 19 unit dump truck berkapasitas 8 meter kubik kedapatan tengah terisi penuh material tambang siap angkut.

KDM juga menyoroti dampak kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal ini. Mobilitas kendaraan berat yang melintas tanpa aturan jelas merugikan masyarakat luas yang sehari-hari menggunakan jalan tersebut.

“Jalan rusak rakyat ngamuk, jalan dibangun langsung dilewatin truk-truk besar,” keluhnya.

Merespons temuan ini, Polres Subang di bawah komando AKBP Dony Eko Wicaksono langsung bergerak cepat menghentikan seluruh kegiatan. Tindakan tegas ini menjadi sinyal bahwa negara tidak akan kalah dengan mafia tambang yang merusak lingkungan dan infrastruktur warga.

Hujan Tak Halangi Semangat, 1.000 Ojol Resmi Jadi Mitra Kamtibmas Polres Subang

Mitra Kamtibmas Polres Subang

Ribuan pengemudi ojek online (ojol) memadati Lapangan TTT Polres Subang di bawah guyuran hujan rintik, Kamis (22/1/2026). Mereka berkumpul dalam apel besar “Ojol Kamtibmas” yang dipimpin langsung oleh Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono.

Agenda pagi ini menjadi tonggak baru sinergi antara kepolisian dan masyarakat akar rumput. Polres Subang secara resmi menggandeng 1.000 mitra pengemudi daring sebagai mata dan telinga kepolisian untuk menjaga kondusivitas wilayah.

Kapolres menegaskan, kolaborasi ini sangat krusial mengingat mobilitas ojol yang tinggi setiap harinya. Kehadiran mereka di jalanan dinilai efektif untuk membantu deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan yang mungkin luput dari pantauan.

“Para pengemudi ojol adalah mitra strategis kami. Mereka bergerak langsung di akar rumput setiap hari, sehingga memiliki peran vital dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lapangan,” ungkap AKBP Dony di hadapan peserta apel.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada Paguyuban Transportasi Online Subang Raya yang selama ini konsisten menjaga ketertiban. Sebagai timbal balik, Polres Subang berkomitmen melanjutkan program sosial Makan Siang Gratis bagi para ojol yang telah berjalan rutin sebulan terakhir.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pejabat utama (PJU) Polres Subang dan para Kapolsek. Keseriusan ini menunjukkan bahwa kemitraan dengan komunitas ojol bukan sekadar seremonial, melainkan strategi nyata mewujudkan keamanan bersama.

Dinkes Pastikan Subang Nol Kasus ‘Flu Power’, Warga Diminta Tetap Waspada

Subang aman Flu Power

Kabar melegakan datang dari sektor kesehatan Kabupaten Subang di tengah isu merebaknya penyakit “Flu Power”. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan bahwa hingga saat ini, wilayah Subang masih berstatus aman dan belum ditemukan satu pun warga yang terindikasi terjangkit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr. Dwinan Marchiawati, menyampaikan konfirmasi tersebut secara resmi pada Selasa (20/1/2026). Meskipun situasi terkendali, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan guna mencegah potensi masuknya penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini.

Menurut dr. Dwinan, masyarakat perlu memahami gejala klinis yang menyertai penyakit ini agar bisa melakukan deteksi dini. Tanda-tandanya meliputi demam tinggi, flu berat, batuk intens, hingga rasa sakit yang menyiksa pada tenggorokan.

Ia menjelaskan bahwa meski terlihat mirip dengan influenza pada umumnya, dampak yang dirasakan tubuh pasien cenderung lebih parah. Perbedaan intensitas gejala inilah yang menjadi ciri khas utama untuk membedakannya di lapangan.

“Sebenarnya sih sama saja, cuman kalau kita terserang penyakit flu power itu, lebih berat dibandingkan dengan flu biasa,” jelas dr. Dwinan.

Dinkes Subang berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi kesehatan di masyarakat. Warga diimbau untuk tidak panik berlebihan, namun tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan paling efektif.

Tinjau Koperasi di Subang, Wakapanglima TNI: Jangan Saingi Pedagang Kecil

Kunjungan Wakapanglima TNI di Subang

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Selasa (20/1/2026). Kehadiran Jenderal bintang empat ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi.

Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan fisik bangunan koperasi yang menjadi bagian dari program strategis nasional. Inisiatif ini merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot ekonomi kerakyatan serta mewujudkan swasembada pangan di daerah.

Selain mengecek lokasi secara langsung, rombongan juga memantau progres pembangunan di Desa Jati, Kecamatan Compreng, melalui sambungan konferensi video. Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh titik pengerjaan berjalan sesuai standar dan jadwal yang telah ditentukan.

Dalam arahannya, Jenderal Tandyo memberikan catatan penting mengenai operasional koperasi ke depannya. Ia mewanti-wanti agar keberadaan fasilitas baru ini tidak mematikan mata pencaharian pedagang kecil atau UMKM di sekitarnya.

“Jangan menyaingi yang sudah berjualan. Harus diajak kolaborasi,” tegas Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberikan instruksi.

Ia berharap Koperasi Merah Putih mampu menjadi mitra strategis yang melayani kebutuhan masyarakat sekaligus merangkul pelaku usaha lokal. Dengan pola kolaborasi, ekosistem ekonomi di Subang diharapkan tumbuh semakin kuat tanpa ada pihak yang merasa tersingkirkan.

Material Tambang Langka, Komisi III DPRD Subang Serap Aspirasi Forum Arus Bawah

Audiensi DPRD Subang kelangkaan tambang

Subang – Kelangkaan material tambang yang melanda Kabupaten Subang memantik respons serius dari wakil rakyat. Komisi III DPRD Kabupaten Subang langsung menggelar audiensi terbuka bersama Forum Arus Bawah di Ruang Rapat DPRD, Selasa (20/1/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait sulitnya mendapatkan pasokan material proyek di lapangan. Massa dari Forum Arus Bawah mendesak adanya solusi konkret agar aktivitas pembangunan, baik proyek pemerintah maupun swasta, tidak terhambat akibat krisis bahan baku ini.

Dalam audiensi tersebut, Komisi III DPRD Subang menampung seluruh keluhan yang disampaikan. Forum diskusi berjalan dinamis dengan fokus utama mencari jalan keluar agar distribusi material tambang kembali lancar tanpa menabrak regulasi yang berlaku.

Langkah cepat DPRD ini diharapkan mampu mengurai benang kusut persoalan tambang di Subang. Sinergi antara legislatif dan elemen masyarakat menjadi kunci untuk memastikan roda pembangunan daerah tetap berputar di tengah tantangan ketersediaan material.

Jejak Uang Palsu Pasuruan Berujung di Subang, Polisi Bongkar Rumah Produksi Lintas Provinsi

Sindikat uang palsu Pasuruan Subang

Suarasubang.com – Aksi coba-coba WH (31) membelanjakan uang palsu di sebuah warung di Desa Winong, Kabupaten Pasuruan, menjadi awal petaka bagi sindikatnya. Unit Reskrim Polsek Gempol yang bergerak cepat tak hanya meringkus pelaku, tetapi juga berhasil membongkar jaringan kakap hingga ke sarangnya di Subang, Jawa Barat.

Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, dalam keterangannya pada Selasa (20/1/2026), mengungkapkan bahwa penangkapan WH membuka kotak pandora jaringan ini. Pengembangan kasus segera dilakukan hingga polisi berhasil menciduk MF (35) dan RG, dua pemasok utama yang beroperasi di wilayah Jawa Timur.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan uang palsu karena ini sangat merugikan masyarakat kecil dan stabilitas nilai mata uang kita,” tegas AKBP Harto mengapresiasi kinerja anggotanya.

Pengejaran petugas akhirnya bermuara di sebuah lokasi di Kabupaten Subang. Di sana, polisi menggerebek rumah produksi dan menangkap LSH (53), pria yang berperan sebagai otak sekaligus pencetak uang palsu. Barang bukti berupa laptop, mesin printer khusus, hingga puluhan lembar uang palsu siap edar pecahan seratus ribu rupiah berhasil diamankan.

Kepada penyidik, LSH mengaku telah menjalankan bisnis haram tersebut selama delapan bulan. Uang palsu hasil cetakannya diketahui telah didistribusikan ke berbagai wilayah, mulai dari Pasuruan, Jombang, Bandung, hingga menyeberang ke Lombok.

Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kejahatan ekonomi. Polres Pasuruan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran uang palsu demi menjaga keamanan transaksi masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.

Akal Bulus Oknum LSM Subang Terhenti, 13 Kades Sempat Jadi Sapi Perah

OTT oknum LSM Subang

Subang – Petualangan oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berinisial TY berakhir di balik jeruji besi. Ia tak berkutik saat diringkus Satreskrim Polres Subang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Desa Pamanukan Hilir, Minggu (11/1/2026).

Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (15/1/2026), Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengungkapkan bahwa penangkapan ini bermula dari keresahan para kepala desa. TY tertangkap basah saat sedang menerima uang “koordinasi” dari dua kades, lengkap dengan barang bukti uang tunai Rp2.500.000 di tangan.

Modus yang digunakan pelaku terbilang klasik namun meresahkan. Komplotan ini awalnya mengirimkan surat somasi meminta data penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan aset desa, seolah-olah sedang menjalankan fungsi pengawasan.

Ujung-ujungnya, mereka mengintimidasi para kades dengan ancaman akan memviralkan atau melaporkan dugaan penyimpangan ke aparat penegak hukum. “Pelaku meminta uang dengan ancaman akan melaporkan dan mempublikasikan dugaan penyimpangan anggaran desa apabila permintaannya tidak dipenuhi,” jelas Kapolres.

Berdasarkan penyelidikan, aksi premanisme berkedok LSM ini ternyata cukup masif. TY, yang bergerak atas suruhan oknum ketua LSM berinisial WY (kini buron), diduga telah memeras sedikitnya 13 kepala desa di wilayah Kecamatan Pamanukan dan Sukasari dengan total uang terkumpul mencapai Rp8.750.000.

Polisi kini tengah memburu WY yang menjadi otak di balik skenario pemerasan tersebut. Penindakan tegas ini menjadi sinyal keras dari Polres Subang bahwa tidak ada ruang bagi praktik premanisme yang mengganggu jalannya pemerintahan desa.

Kejutan Awal Tahun, Kapolres Subang Berangkatkan Tiga Personel Umroh ke Tanah Suci

Hadiah umroh personel Polres Subang

Subang – Suasana apel pagi di Mapolres Subang pada Senin (19/1/2026) mendadak penuh haru dan kebahagiaan. Tanpa disangka-sangka, Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., Ph.D., memberikan hadiah istimewa berupa paket ibadah umroh gratis kepada tiga orang personelnya.

Ketiga anggota yang beruntung tersebut terpilih setelah berhasil menjawab tantangan langsung dari Kapolres. Mereka mampu menjelaskan dengan lugas berbagai program kerja unggulan yang telah dijalankan selama masa kepemimpinan AKBP Dony di Subang.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa hadiah ini bukan sekadar apresiasi kinerja, melainkan upaya institusi dalam memuliakan anggotanya. Ia berharap kesempatan beribadah ke Tanah Suci ini dapat membawa dampak positif bagi mental dan spiritual para abdi negara.

“Pemberian reward ini tidak hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi personel Polres Subang agar semakin semangat dalam menjalani tugas sebagai abdi negara,” ujar AKBP Dony di hadapan peserta apel.

Melihat respons positif anggotanya, Kapolres berencana menjadikan program ini sebagai agenda rutin dalam pertemuan-pertemuan mendatang. Langkah ini diambil untuk memacu semangat seluruh personel sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam tubuh Polri yang Presisi.

Harga Pangan di Pasar Baru Subang Bergejolak, Cabai Merah Tembus Rp40.000

Harga sayur Pasar Baru Subang

Memasuki pekan ketiga Januari, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Baru Subang terpantau mengalami fluktuasi cukup tajam. Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Subang mencatat kenaikan signifikan pada komoditas sayuran dan bumbu dapur per Senin (19/1/2026).

Pemicu utama gejolak harga ini disinyalir akibat faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi panen petani serta adanya kendala di sektor logistik. Akibatnya, pasokan ke pasar tersendat sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.

Lonjakan paling drastis terjadi pada cabai merah besar yang harganya meroket hingga 67 persen. Pedagang yang sebelumnya menjual di kisaran Rp24.000 per kilogram, kini membanderol komoditas pedas tersebut seharga Rp40.000 per kilogram.

Kelompok bawang pun tak luput dari kenaikan. Bawang merah kini dihargai Rp40.000 per kilogram, naik 25 persen dari harga semula Rp32.000. Setali tiga uang, harga bawang putih super juga ikut terkerek naik menyentuh angka yang sama.

Tak hanya bumbu dapur, sayuran hijau juga mengalami penyesuaian harga yang memberatkan konsumen. Buncis tercatat naik 50 persen dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kilogram, sedangkan sawi hijau merangkak naik dari Rp6.000 menjadi Rp8.000 per kilogram.

Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja dapur. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah stabilisasi agar harga kebutuhan pokok tidak terus melambung di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

Recent Posts