Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

PT Dahana Borong Dua Penghargaan di Anugerah BUMN 2026

Penghargaan Anugerah BUMN 2026

PT Dahana sukses meraih penghargaan Anugerah BUMN 2026 dalam ajang bergengsi yang telah memasuki penyelenggaraan ke-15. Acara penganugerahan tersebut berlangsung dengan khidmat di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (10/3).

Melalui pencapaian ini, perusahaan membuktikan eksistensinya sebagai salah satu pemain kunci dalam industri pertahanan dan bahan peledak nasional. Keberhasilan memborong dua trofi sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan bisnis Dahana di masa depan.

Kepemimpinan Strategis Hary Irmawan sebagai Best CEO

Direktur Utama PT Dahana, Hary Irmawan, berhasil menyabet gelar Best CEO dalam kategori “CEO Driving Market Expansion”. Kepemimpinan beliau dinilai sangat strategis dalam mendorong perluasan pasar, baik di level domestik maupun internasional.

Selain memperkuat pasar yang sudah ada, Hary secara konsisten mengarahkan perusahaan untuk berinovasi pada jasa peledakan terintegrasi. Prestasi individu ini mencerminkan komitmen tinggi manajemen dalam menjaga daya saing perusahaan di industri global.

Oleh karena itu, penghargaan tersebut menjadi motivasi kuat bagi seluruh insan Dahana untuk terus berkembang.

Hary menyampaikan bahwa dedikasi tim merupakan faktor utama di balik kesuksesan ekspansi pasar tersebut. Beliau juga menegaskan pentingnya mempertahankan standar kualitas terbaik guna memberikan solusi peledakan yang efektif bagi pelanggan.

Dengan kepemimpinan yang progresif, perusahaan optimistis dapat terus memperluas kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Juara I dalam Kategori Kolaborasi Strategis Terbaik

Tidak hanya dari sisi kepemimpinan, PT Dahana juga meraih penghargaan sebagai Juara I pada Kategori Kolaborasi Strategis Terbaik. Pengakuan ini diberikan atas kemampuan perusahaan dalam membangun sinergi yang kokoh dengan berbagai mitra strategis.

Kerja sama yang terjalin meliputi sektor-sektor krusial seperti energi, konstruksi, dan pertambangan di seluruh wilayah Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Dahana berhasil meningkatkan nilai tambah bisnis serta memperkuat ekosistem industri nasional secara berkelanjutan.

Selanjutnya, kemitraan strategis tersebut berfungsi untuk menciptakan solusi yang lebih kompetitif bagi industri strategis. Perusahaan terus berupaya menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan para pemangku kepentingan guna mendukung kemandirian ekonomi.

Sinergi yang kuat terbukti mampu mempercepat inovasi dan distribusi teknologi peledakan terbaru ke seluruh penjuru negeri. Dahana berkomitmen penuh untuk tetap menjadi mitra terpercaya yang mampu menghadirkan energi kebaikan bagi pembangunan Indonesia.

Komitmen Inovasi dan Kontribusi Nasional

Berbagai penghargaan yang diraih pada ajang Anugerah BUMN 2026 ini diharapkan mampu memicu semangat inovasi yang tiada henti. PT Dahana tetap fokus pada upaya penguatan daya saing melalui strategi ekspansi pasar yang terukur.

Selain itu, perusahaan akan terus memperkuat peranannya sebagai penyedia jasa peledakan terintegrasi yang memberikan nilai tambah maksimal. Melalui integritas dan kolaborasi, Dahana siap menghadapi tantangan industri masa depan demi kesejahteraan masyarakat luas.

Description: Tags:

Hiswana Migas Subang Pastikan Stok LPG dan BBM Aman Jelang Lebaran

Hiswana Migas Subang

Hiswana Migas Subang memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Subang berada dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang serta tidak perlu merasa khawatir terhadap pasokan energi tersebut. Kepastian ini disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung di Aula Pemda Subang pada Selasa (10/3/2026).

Koordinasi Distribusi dengan Pertamina dan SPBU

Selain jajaran pengurus organisasi, acara tersebut juga dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, Polres Subang, serta berbagai komunitas lokal. Tedi Aditya Rahman, selaku Ketua Hiswana Migas DPC Subang, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kelancaran distribusi di lapangan secara intensif. Ia ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan pengemudi ojek online, mendapatkan akses energi dengan mudah.

Pihak Hiswana Migas juga telah menjalin koordinasi yang kuat dengan Pertamina, para agen, hingga pengelola SPBU di seluruh pelosok Subang. Langkah tersebut bertujuan agar proses distribusi tetap berjalan normal tanpa hambatan teknis yang berarti. “Kami sudah melakukan pengecekan serta monitoring langsung guna menjamin stok tetap tersedia bagi warga,” ungkap Tedi.

Tambahan Kuota Gas Elpiji Menjelang Idulfitri

Pada bulan Februari lalu, Hiswana Migas telah menyalurkan ribuan tabung LPG untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Menjelang perayaan Idulfitri mendatang, mereka berencana menambah distribusi harian dengan kuota mencapai sekitar 52 ribu tabung per hari. Dengan demikian, ketersediaan gas di pasar akan tetap melimpah sehingga warga tidak perlu melakukan aksi borong atau panic buying.

Tedi menambahkan bahwa kondisi di lapangan saat ini sangat kondusif. “Masyarakat tidak perlu panik karena pasokan sudah tersedia bahkan sejak mereka keluar rumah,” tegasnya. Upaya penambahan kuota ini diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya terjadi di akhir bulan Ramadan.

Waspada Hoaks dan Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Arnaldo Andika Putra, perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga, turut memperkuat pernyataan mengenai keamanan stok energi di wilayah tersebut. Beliau mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks mengenai kelangkaan BBM yang sering beredar di media sosial. Pertamina menjamin bahwa seluruh fasilitas pengisian energi akan tetap beroperasi maksimal melayani kebutuhan publik.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Subang memberikan catatan penting terkait dinamika pasar menjelang lebaran. Kepala DKUPP Subang, Bambang Suhendar, menjelaskan bahwa harga komoditas seperti daging, telur, dan minyak goreng cenderung naik karena tingginya permintaan. Meskipun ketersediaan energi terjamin, masyarakat tetap diminta bijak dalam mengatur belanja kebutuhan pokok agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.

Layanan Penitipan Kendaraan Gratis Polres Subang untuk Pemudik Aman

Penitipan kendaraan gratis Polres Subang

Penitipan kendaraan gratis Polres Subang kini resmi hadir untuk melayani warga Kabupaten Subang yang berencana melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. Layanan ini bertujuan untuk mencegah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada rumah-rumah yang kosong ditinggalkan penghuninya. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan menuju kampung halaman dengan perasaan yang lebih tenang dan tanpa rasa waswas.

Komitmen Pelayanan Prima dari Polres Subang

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari pelayanan prima kepolisian. Beliau berkomitmen penuh untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat selama periode libur panjang Hari Raya Idulfitri. Oleh karena itu, kepolisian membuka pintu bagi siapa saja yang ingin mengamankan aset kendaraan mereka secara resmi.

“Masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap risiko kehilangan akibat tindak kriminal selama rumah ditinggalkan,” ujar AKBP Dony pada Selasa (10/3/2026). Beliau juga menjamin bahwa setiap kendaraan yang masuk akan mendapatkan pengawasan ketat dari personel kepolisian yang bertugas. Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan angka kriminalitas secara signifikan di wilayah hukum Kabupaten Subang.

Lokasi Strategis di Seluruh Wilayah Subang

Layanan keamanan ini tidak hanya terpusat pada satu lokasi agar memudahkan jangkauan masyarakat luas. Warga diperbolehkan menitipkan kendaraan roda dua maupun roda empat di Markas Polres (Mapolres) Subang. Selain itu, seluruh Markas Polsek (Mapolsek) yang tersebar di wilayah hukum Kabupaten Subang juga siap melayani proses penitipan ini.

Fleksibilitas lokasi ini sengaja disediakan agar pemudik tidak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk menitipkan kendaraan mereka. Pihak kepolisian memastikan bahwa kapasitas area parkir di kantor-kantor polisi telah disiapkan secara optimal. Pemudik cukup memilih kantor polisi terdekat dari domisili asal untuk mulai memanfaatkan fasilitas tersebut.

Syarat dan Prosedur Penitipan Kendaraan

Fasilitas pengamanan kendaraan ini dipastikan 100% gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun dari pemiliknya. Untuk memanfaatkannya, masyarakat hanya perlu menyiapkan persyaratan administrasi yang sangat sederhana dan mudah dipenuhi. Berikut adalah dokumen yang wajib dibawa saat melakukan pendaftaran:

  • Salinan (fotokopi) Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan yang masih berlaku.
  • Salinan (fotokopi) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai bukti kepemilikan sah.

Setelah dokumen tersebut diverifikasi, petugas akan mencatat data kendaraan dan memberikan tanda terima resmi kepada pemilik. Prosedur yang transparan ini dilakukan demi menjaga akuntabilitas dan keamanan barang titipan hingga pemilik kembali dari mudik.

Layanan Darurat 24 Jam Selama Ramadan

Selain program penitipan kendaraan, Polres Subang juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan lainnya. Layanan Call Center 110 serta nomor darurat terpadu 112 dipastikan siap sedia melayani masyarakat selama 24 jam penuh. Segeralah melapor jika Anda menjumpai hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar selama momen Ramadan dan Lebaran.

Melalui sinergi antara kepolisian dan kesadaran masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Subang tetap kondusif. Semoga perjalanan mudik Anda tahun ini berlangsung lancar dan penuh keberkahan bersama keluarga tercinta.

Bingkisan Lebaran PT Dahana: Pererat Silaturahmi dengan 1.500 Warga Subang

Bingkisan Lebaran PT Dahana

PT Dahana kembali mempererat silaturahmi dengan membagikan bingkisan Lebaran PT Dahana kepada masyarakat Kabupaten Subang,,. Kegiatan sosial yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) ini menyasar 1.500 warga di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama berada di Islamic Center Subang, sementara lokasi kedua bertempat di Bale PT Dahana. Melalui program ini, perusahaan berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi warga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Wujud Rasa Syukur dan Kepedulian Sosial

Program berbagi ini merupakan upaya nyata perusahaan untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT Dahana, Mohamad Nur Sodiq, menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk kepedulian yang tulus,. Selain itu, beliau menyampaikan bahwa pemberian bingkisan ini merupakan wujud rasa syukur atas pencapaian perusahaan yang ingin dibagikan secara langsung kepada umat,.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat tali silaturahmi yang selama ini telah terjalin sangat baik,” ujar Mohamad Nur Sodiq. Beliau juga menambahkan bahwa kebersamaan ini sangat penting agar perusahaan dan masyarakat dapat tumbuh bersama secara berkelanjutan. Oleh karena itu, sinergi yang kuat menjadi kunci utama bagi keberlangsungan bisnis dan kesejahteraan lingkungan sekitar.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Kabupaten Subang

Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita Budi Raemi, turut hadir untuk memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PT Dahana. Beliau menilai bahwa perusahaan secara konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi warga melalui berbagai program sosial. Menurut beliau, kontribusi PT Dahana tidak hanya terbatas pada sektor industri bahan peledak nasional, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang mendalam.

Pemerintah daerah menyambut baik langkah kolaboratif ini karena sangat membantu meringankan beban masyarakat menjelang lebaran. Selain itu, kehadiran perusahaan di tengah warga memberikan energi positif bagi pembangunan daerah Subang secara keseluruhan. Sinergi antara sektor industri dan pemerintah diharapkan terus meningkat demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Komitmen Keberlanjutan Industri Nasional

Kegiatan pembagian bingkisan tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari warga yang hadir. PT Dahana memastikan bahwa setiap proses distribusi berjalan lancar agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para penerima. Sebagai industri bahan berenergi tinggi, perusahaan berkomitmen untuk tetap menyeimbangkan peran bisnis dengan tanggung jawab sosial berkelanjutan.

Ke depannya, perusahaan akan terus menghadirkan energi kebaikan melalui berbagai program pemberdayaan lainnya. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi bagian integral dari kemajuan bangsa Indonesia. Dengan demikian, setiap pencapaian yang diraih PT Dahana diharapkan selalu membawa dampak positif yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menjelang Produksi Lokal, Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Masuk Tahap Final

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang

Pabrik mobil listrik BYD di Subang saat ini sedang memasuki tahap akhir persiapan sebelum memulai produksi massal secara lokal. Kehadiran fasilitas ini menjadi babak baru yang sangat dinantikan bagi perkembangan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat dapat segera menantikan produk “Made in Indonesia” yang memiliki standar kualitas internasional dalam waktu dekat.

Komitmen Kualitas Global Tanpa Kompromi

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa seluruh fasilitas produksi di Subang sedang melewati serangkaian pengujian komprehensif. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap kendaraan yang diproduksi di tanah air memiliki kualitas yang sama persis dengan standar global BYD di negara lain.

Selain itu, perusahaan memberikan jaminan bahwa tidak akan ada penurunan (downgrade) kualitas pada produk rakitan lokal. Penggunaan teknologi manufaktur yang canggih memastikan bahwa setiap unit memenuhi ekspektasi konsumen global. Dengan demikian, BYD berupaya membangun kepercayaan konsumen Indonesia terhadap reliabilitas kendaraan listrik buatan dalam negeri.

Progres Signifikan Pembangunan Pabrik BYD

Terdapat beberapa pencapaian krusial yang telah diraih oleh pabrik mobil listrik BYD di Subang hingga awal tahun 2026 ini. Berikut adalah poin-poin penting terkait progres pembangunannya:

  • Sertifikasi Resmi: Pada akhir tahun 2025, perusahaan telah resmi mendapatkan sertifikasi penting dari pemerintah Indonesia sebagai prasyarat utama operasional pabrik secara penuh.
  • Pengujian Jalur Produksi: Memasuki kuartal pertama tahun 2026, tim ahli mulai melakukan uji coba menyeluruh pada jalur produksi (production line) dan sistem jig.
  • Kalibrasi Perangkat: Berbagai perangkat manufaktur sedang dalam tahap kalibrasi intensif untuk memastikan seluruh sistem berjalan secara optimal saat produksi massal dimulai nanti.

Langkah-langkah sistematis tersebut diambil agar proses transisi menuju produksi massal berjalan tanpa hambatan teknis. Kesiapan infrastruktur ini mencerminkan komitmen jangka panjang BYD dalam mendukung industri otomotif nasional yang lebih hijau.

Peluncuran Produk dan Percepatan Ekosistem EV

Meskipun persiapan fasilitas telah mencapai tahap final, pihak manajemen BYD Indonesia masih merahasiakan tanggal pasti peluncuran resmi produk lokal tersebut. Namun, Eagle Zhao menyatakan bahwa tim internal terus berupaya mempercepat seluruh proses agar kendaraan ini bisa secepatnya menyapa konsumen Indonesia. Pihak perusahaan berjanji akan menginformasikan jadwal peluncuran secara terbuka setelah waktunya dipastikan.

Kehadiran mobil listrik BYD hasil rakitan Subang ini diharapkan mampu memperkuat penetrasi pasar EV nasional secara signifikan. Selain memberikan dampak ekonomi positif, proyek ini juga menjadi motor penggerak bagi percepatan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.

Jalur Alternatif di Subang: Solusi Hindari Macet Pantura dan Cipali

Jalur Alternatif di Subang
Oplus_131072

Jalur alternatif di Subang menjadi informasi penting bagi para pemudik yang ingin melakukan perjalanan aman dan lancar pada Lebaran 2026. Lonjakan arus mudik diprediksi akan mulai terjadi pada Sabtu (14/3/2026) seiring dengan dimulainya libur sekolah. Untuk mengantisipasi kemacetan di titik rawan seperti Jalur Pantura dan Tol Cipali, pihak kepolisian telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas yang matang.

Kesiapan Polres Subang dalam Operasi Ketupat Lodaya

Polres Subang akan menyelenggarakan Operasi Ketupat Lodaya mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026 demi menjamin kenyamanan masyarakat. Sebanyak 1.165 personel gabungan telah disiagakan untuk mengamankan jalur mudik di wilayah tersebut. Selain itu, petugas juga tersebar di 33 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu.

Kabag Ops Polres Subang, Kompol Asep Rahman, menegaskan bahwa ribuan personel tersebut siap membantu kelancaran lalu lintas secara maksimal. Meskipun demikian, pemudik tetap diimbau untuk waspada dan memilih waktu keberangkatan yang tepat guna menghindari puncak kepadatan.

Rekomendasi 3 Jalur Alternatif di Subang

Bagi Anda yang ingin menghindari kemacetan parah di jalur utama, terdapat tiga rute alternatif yang memiliki kondisi aspal mulus dan nyaman. Berikut adalah detail rutenya:

1. Rute Srengseng – Cipeundeuy

Jika kendaraan terjebak macet di kawasan Patokbeusi, Anda dapat mengalihkan perjalanan menuju Pabuaran dan Cipeundeuy. Selanjutnya, pilihlah jalur tengah menuju Kalijati untuk terus melaju ke arah Subang Kota. Dari sana, perjalanan bisa dilanjutkan melalui jalur Cikamurang menuju Indramayu hingga tiba di Majalengka.

2. Jalur Sukamandi – Kalijati

Pemudik yang mengalami hambatan di sekitar Sukamandi bisa menggunakan akses yang terletak 100 meter setelah perempatan Pasar Sukamandi. Setelah itu, Anda dapat berkendara lurus menuju Purwadadi hingga mencapai wilayah Kalijati. Sesampainya di sana, tersedia opsi untuk masuk kembali ke Tol Cipali melalui Gerbang Tol Kalijati atau tetap di jalur arteri menuju Subang Kota.

3. Jalan Provinsi Pamanukan – Subang

Apabila kemacetan terjadi di wilayah Pamanukan, sebaiknya gunakan jalur di bawah flyover Pamanukan. Kemudian, ambillah arah kanan menuju Pagaden hingga tembus ke jantung kota Subang. Pengendara memiliki pilihan fleksibel untuk masuk ke Tol Cipali lewat Gerbang Tol Cilameri atau mengambil arah kiri di perempatan wesel menuju Cikamurang.

RSUD Subang Kini Hadirkan Layanan Bedah Saraf untuk Warga

Layanan Bedah Saraf RSUD Subang

Layanan bedah saraf kini resmi tersedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat luas. Fasilitas kesehatan spesialis ini mulai beroperasi pada 10 Maret 2026 di area Poliklinik RSUD Subang. Melalui kehadiran layanan baru ini, warga Subang dan sekitarnya diharapkan lebih mudah mendapatkan penanganan saraf yang intensif tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

Peran Vital Dokter Spesialis Bedah Saraf

Dokter spesialis dr. Hadian Adhipratama, Sp.BS, memimpin langsung pelayanan konsultasi dan tindakan medis di poliklinik tersebut. Beliau memiliki keahlian khusus dalam menangani berbagai gangguan maupun penyakit yang menyerang sistem saraf manusia secara menyeluruh. Selain memberikan diagnosis, kehadiran dokter spesialis ini menjadi solusi nyata bagi pasien yang membutuhkan tindakan bedah saraf yang lebih spesifik.

Bagi Anda yang berencana melakukan konsultasi, dr. Hadian Adhipratama menjadwalkan praktik rutin setiap hari Selasa dan Kamis. Adapun jam operasional layanan tersebut berlangsung secara efektif mulai pukul 12.15 hingga 14.15 WIB. Dengan durasi tersebut, pihak rumah sakit berupaya memberikan pelayanan yang maksimal bagi setiap pasien yang datang.

Status Pelayanan Pasien Umum dan BPJS Kesehatan

Namun, manajemen RSUD Subang menyampaikan informasi penting terkait prosedur pendaftaran bagi pasien baru. Untuk sementara waktu, poliklinik bedah saraf baru dapat melayani pasien dengan kategori umum atau pembayaran secara mandiri. Kebijakan ini diberlakukan karena pihak rumah sakit masih menunggu penyelesaian proses administrasi tertentu.

Kondisi tersebut terjadi karena proses kredensialing dengan BPJS Kesehatan saat ini masih dalam tahap finalisasi. Meskipun demikian, RSUD Subang berkomitmen agar ke depannya seluruh peserta BPJS Kesehatan dapat segera memanfaatkan layanan spesialis ini secara luas. Oleh karena itu, pihak manajemen memohon pengertian dari masyarakat selama masa transisi ini berlangsung demi peningkatan kualitas layanan di masa depan.

Deklarasi Subang Tanpa Miras: Ratusan Pelajar Bersatu di Bulan Ramadhan

Deklarasi Subang Tanpa Miras

Ratusan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Subang menyuarakan Deklarasi Subang Tanpa Miras pada momen suci Ramadhan 1447 H. Gerakan moral ini berlangsung di Masjid Jami Nurul Amal (Islamic Centre Subang) pada Minggu (8/3/2026). Sebanyak 300 pemuda dari 45 sekolah dan perguruan tinggi berkomitmen penuh untuk menjauhi minuman keras demi masa depan yang lebih bermartabat.

Komitmen Pemuda Menuju Subang yang Bersih dan Religius

Melalui ikrar tersebut, para pemuda dengan lantang menolak segala bentuk peredaran maupun konsumsi minuman keras. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa miras memiliki dampak buruk yang dapat merusak akal, mental, serta masa depan generasi bangsa. Selain itu, gerakan ini merupakan upaya nyata dalam menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman dan religius sejalan dengan semangat Subang NGABRET.

Dukungan dan Pesan Motivasi Wakil Bupati Subang

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, hadir secara langsung untuk memberikan dukungan penuh terhadap deklarasi tersebut. Beliau menegaskan bahwa masa depan daerah berada di tangan pemuda yang memiliki akal sehat dan akhlak mulia. Guna membekali para peserta, beliau menitipkan lima langkah penting untuk menyongsong masa depan:

  • Menetapkan tujuan hidup dengan sangat jelas.
  • Menguraikan tujuan tersebut menjadi langkah-langkah yang konkret.
  • Memvisualisasikan mimpi secara rutin untuk menjaga motivasi.
  • Memberikan upaya terbaik (do the best) dalam setiap tindakan.
  • Menanamkan afirmasi positif agar tetap optimis dan pantang menyerah.

Puncak Program Pesantren Ramadhan 2026

Kegiatan deklarasi ini menjadi bagian dari acara puncak “Pesantren Ramadhan Subang 2026” yang mengusung tema “Re-Create Your Life”. Yayasan Excellent bersama komunitas Teman Karib menginisiasi program tersebut untuk membantu Generasi Z menata kembali arah hidup mereka. Acara ini juga menghadirkan pemateri inspiratif seperti Rizky Yudo Atmaja, Kang Firman RNI, serta Ust. M. Yusuf Hadikusuma yang memberikan siraman rohani bagi para peserta.

Program Pembinaan dan Sinergi Lintas Sektor

Ketua Yayasan Excellent, Wayan Sohib, memastikan bahwa gerakan anti-miras ini akan berlanjut dengan pembinaan yang konsisten. Pihaknya telah menyiapkan kelas mentoring Al-Qur’an serta program peningkatan kapasitas diri bagi para pelajar. Langkah tersebut bertujuan agar komitmen menjauhi miras benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan acara ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Baznas Kabupaten Subang, PT Dahana, serta Bank BSI. Berbagai komunitas dakwah dan yayasan sosial setempat juga turut memberikan dukungan penuh demi mewujudkan generasi muda Subang yang sehat dan berkualitas.

Peringatan Nuzulul Quran, PT Dahana Gelar Program Dahana Peduli Marbot

Dahana Peduli Marbot

PT Dahana menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Quran sekaligus Buka Puasa Bersama di Auditorium Kampus Dahana, Subang. Melalui program Dahana Peduli Marbot, perusahaan memberikan apresiasi khusus kepada 100 penjaga masjid di wilayah Kabupaten Subang. Acara yang berlangsung pada Jumat (6/3) ini bertepatan dengan hari ke-16 Ramadhan 1447 H.

Apresiasi untuk 100 Penjaga Masjid di Subang

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar Harmoni Ramadhan 1447. Selain itu, momen ini juga menjadi ajang menyambut perayaan 6 Dekade atau 60 tahun berdirinya PT Dahana. Mohamad Nur Sodiq, selaku Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM PT Dahana, menyerahkan apresiasi secara langsung kepada perwakilan marbot.

Dalam sambutannya, Nur Sodiq menyampaikan bahwa marbot memiliki peran yang sangat vital bagi masyarakat. Namun, peran besar mereka sering kali luput dari perhatian publik. Oleh karena itu, perusahaan hadir membawa program Dahana Peduli Marbot sebagai bentuk rasa takzim dan ucapan terima kasih atas dedikasi mereka.

Wujud Syukur Menjelang 6 Dekade Dahana

Peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai amanah dan kepedulian sosial. Perusahaan ingin berbagi kebahagiaan dengan para penjaga masjid yang menjadi garda terdepan pelayanan umat. Hal ini merupakan wujud syukur atas pencapaian bisnis yang telah mencapai usia 60 tahun.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis Dahana tidak lepas dari doa-doa tulus mereka,” ujar Mohamad Nur Sodiq. Selain pemberian santunan kepada marbot, acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran anak-anak yatim. Mereka berasal dari Yayasan Al Muzakki dan Nurul Quran melalui program DAHSYAT atau Dahana Sayang Anak Yatim.

Komitmen Sosial dan Program Mudik Gratis

Para tamu undangan juga mendapatkan siraman rohani yang inspiratif dari Ust. Aji Fauziana Ridwan. Hingga pertengahan Ramadhan, PT Dahana secara konsisten telah menjalankan berbagai aksi sosial bagi masyarakat. Aksi tersebut mulai dari Tarhib Ramadhan, pembagian takjil secara gratis, hingga pelaksanaan kajian rutin karyawan.

Selanjutnya, perusahaan telah menyiapkan distribusi 1.500 paket bingkisan lebaran untuk kaum dhuafa. Dahana juga akan menyelenggarakan program Mudik Gratis untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman. Nur Sodiq memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar perusahaan semakin maju dan terus berkontribusi positif bagi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Lembur Pakuan, Lorong Sejarah Rekaan Dedi Mulyadi yang Kini Menjadi Destinasi Wisata

Lembur Pakuan Subang Buatan Dedi Mulyadi

suarasubang.com – Pernah nggak sih, di tengah kejenuhan rutinitas sehari-hari, kalian tiba-tiba merasa sangat rindu dengan suasana kampung halaman? Rindu wangi tanah sehabis hujan, suara gesekan daun bambu, dan hangatnya tegur sapa tetangga tanpa terhalang layar gadget. Ironisnya, di zaman yang serba cepat dan modern ini, identitas asli kita sebagai urang Sunda pelan-pelan seolah tergerus oleh beton-beton kota dan gaya hidup urban. Ada rasa kehilangan yang diam-diam menyelinap di hati kita, kan?

Berawal dari keresahan itulah Lembur Pakuan yang berlokasi di Sukasari, Dawuan, Subang ini hadir. Dirancang dan dibangun dengan penuh dedikasi oleh Kang Dedi Mulyadi—yang kini mengemban amanah sebagai Gubernur Jawa Barat—tempat ini pada awalnya sama sekali tidak didesain untuk menjadi “pabrik cuan” pariwisata. Niat awalnya sangat luhur dan emosional: membangun sebuah ekosistem pelestarian untuk mengingatkan kembali masyarakat pada sejarah, filosofi, dan tata cara hidup peradaban orang Sunda baheula.

Namun, pesona keaslian rupanya memiliki daya tariknya sendiri. Kerinduan masyarakat akan akar budayanya membuat tempat yang awalnya berstatus ruang kontemplasi budaya ini, meledak menjadi destinasi wisata favorit.

Buat kita yang sehari-hari mumet dengan kemacetan jalanan atau pusing dikejar deadline pekerjaan, datang ke Lembur Pakuan itu rasanya seperti pulang ke rumah nenek. Saya yakin kalian yang pernah ke sana juga merasakannya. Begitu menginjakkan kaki, melihat deretan rumah panggung beratap ijuk, lumbung padi (leuit), dan mencium aroma kayu bakar dari dapur tradisional, rasanya ada beban di pundak yang tiba-tiba luruh. Duduk di teras rumah sambil makan nasi liwet dan ikan asin—meski sederhana—jauh lebih menenangkan jiwa daripada nongkrong di kafe mahal manapun. Rasanya benar-benar healing yang paripurna.

Meski begitu, sebagai sebuah fenomena yang sedang naik daun, Lembur Pakuan tentu punya kelebihan dan kekurangannya sendiri yang bisa kita rasakan:

Kelebihan:

  • Museum Hidup yang Estetik: Arsitektur dan tata ruangnya sangat detail dan otentik. Ini adalah tempat edukasi visual terbaik untuk mengenalkan anak cucu kita pada bentuk asli peradaban Sunda.
  • Suasana Alam yang Asri: Penataan lanskap yang menyatu dengan alam memberikan ketenangan yang sulit didapatkan di perkotaan.
  • Pemberdayaan Lokal: Menghidupkan kembali ekonomi warga sekitar melalui produk budaya dan kuliner tradisional.

Kekurangan:

  • Kapasitas saat Akhir Pekan: Karena saking viralnya, jika kalian datang di akhir pekan atau hari libur nasional, bersiaplah kehilangan suasana “hening”-nya. Keramaian yang membludak kadang membuat vibes magis dan ketenangan kampung ini sedikit luntur.
  • Tantangan Komersialisasi: Ada kekhawatiran halus bahwa semakin ramai tempat ini, batas antara pelestarian budaya sakral dan komersialisasi pariwisata massal bisa semakin kabur.

Nah, bicara soal itu, saya penasaran dengan pendapat kalian. Menurut Akang Teteh pembaca SuaraSubang, wajar nggak sih kalau sebuah kampung adat atau ruang budaya akhirnya pelan-pelan bergeser wujud menjadi tempat wisata yang komersil? Apakah itu cara terbaik untuk mempertahankan budaya agar tetap relevan, atau justru bisa mengikis nilai sakralnya?

Coba bagikan pandangan kalian, atau ceritakan pengalaman berkesan kalian saat main ke Lembur Pakuan di kolom komentar! Mari kita diskusikan bareng-bareng. 👇

Sebagai penutup perjalanan kita menyusuri lorong waktu di Lembur Pakuan, terimalah pantun ini:

Jalan-jalan ke Pasar Subang,

Beli nanas manis rasanya.

Biar zaman makin berkembang,

Budaya Sunda tetap di dada!

Recent Posts