Beranda blog

PT Dahana Luncurkan e-PIC di Vendor Day 2026, Dorong Transparansi Pengadaan

digitalisasi pengadaan barang

PT Dahana kembali memperkuat hubungan dengan mitra strategis melalui gelaran Vendor Day 2026. Acara ini berlangsung meriah di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, pada 12 Februari 2026.

Momentum ini menjadi spesial dengan peluncuran sistem baru bernama e-PIC (e-Procurement & Invoice Center). Inovasi ini hadir sebagai langkah nyata transformasi digital dalam proses pengadaan dan pengelolaan tagihan.

Penerapan e-PIC bertujuan meningkatkan transparansi serta efisiensi kerja secara menyeluruh. Akurasi dalam setiap tahapan proses pengadaan di lingkungan perusahaan juga menjadi target utama teknologi ini.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Sustainable Collaboration,” acara ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif antara perusahaan dan para penyedia barang.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Yusep Nugraha Rubani, menekankan pentingnya ekosistem rantai pasok yang sehat. Ia menyebut kemitraan yang kuat harus berlandaskan integritas dan profesionalisme.

“Vendor Day kami hadirkan sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, serta memperkuat kepercayaan. Kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra memahami arah transformasi perusahaan, standar yang kami terapkan, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Kemitraan yang kuat harus dibangun di atas integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap kinerja serta keselamatan,” ujar Yusep.

Agenda acara juga diisi dengan rangkaian kelas sesi yang padat informasi bagi para mitra. Materi mencakup tinjauan pengadaan, sosialisasi e-Procurement, hingga penyegaran mengenai performa keselamatan kerja (HSE).

PT Dahana turut memberikan penghargaan khusus kepada mitra strategis atas kinerja dan kepatuhan mereka. Penghargaan ini merefleksikan apresiasi perusahaan terhadap kontribusi mitra dalam mendukung target operasional.

Acara ditutup dengan sesi penandatanganan surat komitmen bersama. Langkah ini menjadi wujud keseriusan vendor dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Aksi Unjuk Rasa Buruh Tuntut Pengesahan SK Depekab Subang

SK Depekab Subang

Ratusan massa dari berbagai serikat pekerja kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan skala yang lebih besar pada hari Jumat, 6 November 2026. Aksi turun ke jalan ini bertujuan mendesak Bupati Subang agar segera menandatangani Surat Keputusan (SK) peresmian Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab).

Pengesahan dokumen legal ini sangat krusial untuk mengejar target waktu pembahasan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2027. Sebelumnya, kelompok buruh telah menggelar demonstrasi serupa sejak Selasa sore hingga malam hari, 3 November 2026.

Dinamika Penundaan Pengesahan SK

Massa buruh menyatakan kekecewaan mendalam karena janji penandatanganan SK pada Rabu, 4 November 2026, urung direalisasikan. Penundaan ini memicu polemik setelah munculnya desakan agar buruh meminta maaf terlebih dahulu kepada bupati akibat aksi demonstrasi di rumah dinas.

Perwakilan buruh, Esti Estiorini, menegaskan penolakan keras terhadap syarat tersebut. “Kita tidak akan pernah mau minta maaf dan akan terus berjuang melakukan aksi demo selama seminggu berturut-turut sampai SK tersebut diteken,” orasi Esti.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans ESDM) Kabupaten Subang, Aep Saepudin, menepis isu tersebut. Ia berdalih bahwa penundaan murni terjadi karena proses administrasi. “Prosesnya harus ada tinjauan dari segi hukum,” jelas Aep kepada perwakilan massa.

Urgensi Legalitas Dewan Pengupahan

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC KSPSI) Kabupaten Subang, Warlan, menjelaskan urgensi mendesak dari penerbitan SK tersebut. Masa berlaku SK Depekab periode sebelumnya telah habis secara hukum.

Dengan demikian, tim yang terdiri dari unsur buruh, pengusaha, dan pemerintah saat ini tidak memiliki legalitas formal untuk bekerja.

Tugas utama Depekab mencakup pelaksanaan survei biaya hidup, pembahasan hasil survei, dan perumusan rekomendasi nilai UMK 2027. Rekomendasi tersebut nantinya harus diusulkan kepada Gubernur Jawa Barat.

“Jika SK tidak segera terbit, ada celah hukum. Pihak pengusaha bisa mempertanyakan legalitas rapat pengupahan,” tutur Warlan. Akibatnya, proses perumusan UMK 2027 terancam molor dan berisiko merugikan ribuan pekerja di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri.

Publik dan para pemerhati ketenagakerjaan dapat menyalin kronologi dinamika pengupahan ini ke dalam dokumen Membuat Artikel. Pencatatan ini sangat penting sebagai referensi pengawasan publik terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kesejahteraan buruh.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apa tuntutan utama para buruh dalam aksi demonstrasi tersebut? Buruh mendesak Bupati Subang untuk segera menandatangani SK peresmian Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) agar pembahasan UMK 2027 dapat segera dilaksanakan.
  • Mengapa ketiadaan SK Depekab ini merugikan pihak pekerja? Tanpa SK yang baru, anggota Dewan Pengupahan tidak memiliki legalitas hukum. Celah ini dapat digunakan oleh pengusaha untuk menolak hasil rapat, sehingga penetapan UMK 2027 berisiko terlambat.
  • Kapan aksi unjuk rasa susulan ini diselenggarakan? Aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar ini berlangsung pada hari Jumat, 6 November 2026, menyusul kegagalan mediasi pada aksi sebelumnya.

Transformasi Bekas Galian Pasir Menjadi Wisata Pesona Bumi Cihuni

wisata Pesona Bumi Cihuni

Kawasan bekas galian pasir di Kabupaten Subang kini berubah menjadi wisata Pesona Bumi Cihuni. Lokasi destinasi ini berada tepat di Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy. Sebelumnya, lahan tambang tersebut berstatus terbengkalai sejak tahun 2020.

Saat ini, pengelola mengembangkan area itu menjadi tempat rekreasi keluarga dan bumi perkemahan. Selanjutnya, penataan kawasan secara bertahap berhasil memunculkan panorama alam yang hijau.

Oleh karena itu, popularitas tempat wisata ini meningkat pesat. Sejumlah pengunjung secara aktif membagikan pengalaman rekreasi mereka melalui platform media sosial.

Fasilitas Rekreasi dan Edukasi Peternakan

Pengelola Wisata Pesona Bumi Cihuni, Gunawan, membenarkan sejarah kawasan tersebut. Awalnya, lahan itu merupakan area tambang pasir yang tidak lagi termanfaatkan. Kemudian, pihak pengelola melakukan serangkaian penataan struktural.

Tujuannya adalah agar lahan tersebut berfungsi sebagai ruang terbuka publik. Saat ini, destinasi wisata alam itu menyediakan sejumlah fasilitas fungsional bagi pengunjung. Fasilitas ini mencakup area pemancingan, wahana berkuda, serta sarana edukasi peternakan hewan.

Tanggapan Pengunjung Lintas Daerah

Daya tarik destinasi alam ini sukses menjangkau wisatawan dari luar wilayah Subang. Seorang pengunjung asal Purwakarta bernama Vita Hozana memberikan tanggapannya. Ia mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan destinasi tersebut di media sosial.

“Di sini kita bisa menikmati arena naik kuda, mancing, makan liwet,” ungkap Vita. Selain itu, ia juga menyoroti fasilitas edukasi untuk melihat ternak seperti kambing peliharaan.

Di sisi lain, pengunjung lokal bernama Iwan turut datang pada hari Sabtu, 7 November 2026. “Sengaja ingin naik kuda, ternyata panorama alamnya indah sekali,” ujar Iwan. Ia menilai tempat tersebut akan semakin hijau saat memasuki musim penghujan.

Rincian Harga Tiket dan Pengembangan Fasilitas

Pihak pengelola saat ini belum membebankan biaya tiket masuk kepada pengunjung. Kebijakan ini berlaku karena proses pembangunan dan penataan kawasan masih terus berlangsung. Sebagai contoh, pengelola tengah merampungkan arena bermain anak berbasis alam.

Wahana khusus ini dirancang menggunakan material organik seperti pohon, kayu, dan ban bekas. Fasilitas fisik tersebut membidik target anak-anak dengan rentang usia 1 hingga 10 tahun. Meskipun tiket masuk masih berstatus gratis, sejumlah wahana khusus menetapkan tarif operasional tersendiri.

Daftar Tarif Layanan Wahana Berkuda

Pengunjung harus membayar biaya khusus untuk menikmati sarana wahana berkuda. Pertama, layanan keliling atau fun ride sebanyak dua putaran bersama pendamping menetapkan tarif Rp20.000 untuk anak-anak.

Sementara itu, pengunjung dewasa wajib membayar biaya sebesar Rp25.000 untuk layanan serupa. Kedua, pengelola membuka kelas percobaan berkuda selama 30 menit dengan tarif Rp100.000.

Selanjutnya, kelas berkuda reguler dengan durasi 45 menit per pertemuan mematok biaya Rp125.000. Terakhir, pengunjung dapat memilih paket keanggotaan selama dua bulan seharga Rp600.000.

Fasilitas keanggotaan ini mencakup total jatah empat kali pertemuan rutin. Publik dapat menyalin daftar rincian tarif ini ke dalam dokumen Membuat Artikel sebagai pedoman rekreasi akhir pekan keluarga.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Di mana lokasi pasti destinasi wisata Pesona Bumi Cihuni? Destinasi wisata alam ini berlokasi di area bekas galian pasir Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.
  • Berapa harga tiket masuk ke kawasan wisata tersebut saat ini? Saat ini pengunjung belum dikenakan tiket masuk secara resmi karena kawasan tersebut masih dalam tahap penataan dan pembangunan.
  • Berapa tarif layanan wahana berkuda untuk pengunjung anak-anak? Pengunjung anak-anak dikenakan tarif Rp20.000 untuk layanan fun ride berkeliling sebanyak dua putaran bersama pendamping.

Massa Buruh Kepung Kantor Bupati Subang Desak Pengesahan SK UMK

demo buruh Subang 2026

Massa buruh menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dengan mengepung Kantor Bupati Subang pada hari Jumat, 6 November 2026.

Tujuan utama pergerakan massa ini adalah mendesak Bupati Subang, Reynaldy, untuk segera menandatangani Surat Keputusan (SK) Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Subang.

Draf SK tersebut pada dasarnya telah mencapai tahap kesepakatan tripartit antara perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang, unsur buruh, dan Apindo.

Penundaan tanda tangan oleh kepala daerah ini membuat tahapan pembahasan dan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) menjadi terhambat secara administratif.

Rekomendasi Kenaikan Upah dan Batas Waktu

Kelompok pekerja merekomendasikan kenaikan UMK Subang tahun 2027 menjadi Rp4,5 juta. Angka ini melonjak 20 persen dibandingkan UMK saat ini yang berada pada nominal Rp3.737.482.

Tenggat waktu penyerahan rekomendasi pengupahan ini ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat jatuh selambat-lambatnya pada tanggal 21 November.

Namun, di tengah desakan unjuk rasa tersebut, Bupati Reynaldy tidak berada di Subang karena sedang melaksanakan tugas dinas ke Yogyakarta.

Kegagalan Audiensi dan Pengawalan Aparat

Aksi massa ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang digelar tiga hari sebelumnya di area Rumah Dinas Bupati Subang. Pada saat itu, perwakilan buruh sempat melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker), Aep Saepudin.

Pertemuan tersebut berakhir buntu dan diwarnai ketegangan karena Kadisnaker sempat menggebrak meja perundingan sehingga memicu emosi buruh.

Untuk mencegah eskalasi massa pada aksi hari Jumat ini, ratusan personel gabungan dari Brimob, Dalmas, Sabhara, Polwan, dan Satpol PP disiagakan melakukan pengawalan ketat.

Secara umum, situasi lapangan terpantau kondusif meskipun sempat terjadi aksi saling dorong antara pedemo dan petugas keamanan.

Ancaman Aksi Lanjutan dan Pemblokiran Jalan

Salah seorang perwakilan buruh, Esti, berorasi dari atas mobil komando menuntut kepastian nasib pekerja daerah. “Kalau SK tersebut tidak diteken, tentunya UMK Subang dipastikan tidak bisa naik atau mungkin sengaja Bupati tidak ingin ada kenaikan UMK demi kepentingan pengusaha,” tegas Esti.

Massa buruh lainnya turut mengancam akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan yang lebih besar selama sepekan penuh mulai awal pekan depan. Mereka memperingatkan akan menutup akses gerbang tol dan Jalur Pantura jika dokumen SK tidak segera disahkan.

Saat ini, sejumlah delegasi buruh masih berupaya menggelar audiensi lanjutan dengan pihak Pemkab di dalam kantor bupati. Warga dapat menyalin rincian pergerakan aksi massa ini ke dalam dokumen Membuat Artikel sebagai referensi pemantauan isu ketenagakerjaan daerah.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana aksi unjuk rasa massa buruh ini berlangsung? Aksi pengepungan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 6 November 2026, bertempat di kawasan Kantor Bupati Subang.
  • Apa tuntutan utama para buruh dalam demonstrasi tersebut? Massa mendesak Bupati Subang untuk segera menandatangani SK Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) guna merealisasikan kenaikan UMK 2027 sebesar 20 persen menjadi Rp4,5 juta.
  • Apa ancaman dari pihak buruh jika pemerintah daerah menunda pengesahan SK? Serikat pekerja mengancam akan menggelar aksi lanjutan selama sepekan dan memblokir akses vital seperti jalan tol serta Jalur Pantura.

Sekda Subang Lepas 632 Kontingen PORPROV XV Jawa Barat 2026

kontingen PORPROV XV Subang

Pemerintah Kabupaten Subang resmi memberangkatkan kontingen kebanggaan daerah untuk ajang PORPROV XV Jawa Barat 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Rona Mairansyah, A.P., M.Si., memimpin langsung upacara pelepasan tersebut. Kegiatan seremonial ini berlangsung dengan khidmat di Halaman Kantor Bupati Subang pada hari Jumat, 6 November 2026.

Pesta olahraga tingkat provinsi ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 7 hingga 20 November 2026. Pelepasan ini ditandai secara simbolis melalui pemasangan jaket kontingen oleh Sekda Subang kepada perwakilan atlet.

Jumlah Kontingen dan Cabang Olahraga

Pada kompetisi bergengsi tahun ini, Kabupaten Subang mengirimkan kekuatan penuh sebanyak 632 personel. Kontingen besar tersebut terdiri dari gabungan para atlet berbakat, pelatih ahli, serta ofisial pendukung.

Selanjutnya, para duta olahraga daerah ini dijadwalkan akan unjuk kemampuan dan bertanding pada 47 cabang olahraga yang berbeda. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Dra. Nenden Setiawati, M.Si., turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya.

Ia mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, KONI Subang, serta seluruh elemen pendukung yang memastikan kontingen dapat diberangkatkan.

Pesan Mental Juara dan Sportivitas

Sekda Subang yang akrab disapa Kang Rona memberikan motivasi khusus kepada para peserta sebelum mereka berlaga. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak pernah diraih secara instan.

kontingen PORPROV XV Subang

“Prestasi tidak lahir dari keberuntungan, melainkan dari kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” ungkap Kang Rona. Ia berharap ajang Porprov ini tidak hanya menjadi target medali, tetapi juga menjadi sarana untuk menambah pengalaman dan membangun mental juara yang sehat.

Sebagai Ketua Kontingen Kabupaten Subang, Kang Rona juga menitipkan beban moral terkait nama baik daerah. “Saya sebagai ketua kontingen menitipkan nama baik Kabupaten Subang dan junjung tinggi sportivitas, lakukan yang terbaik, jaga sikap di sana, baik saat pertandingan maupun di luar pertandingan,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Subang beserta jajarannya. Masyarakat luas dapat mendokumentasikan rincian pemberangkatan atlet ini ke dalam dokumen Membuat Artikel untuk referensi sejarah olahraga daerah.

kontingen PORPROV XV Subang

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana upacara pelepasan kontingen PORPROV Subang dilaksanakan? Pelepasan secara resmi dilaksanakan pada hari Jumat, 6 November 2026, bertempat di Halaman Kantor Bupati Subang.
  • Berapa total personel kontingen yang dikirimkan oleh Kabupaten Subang? Kabupaten Subang mengirimkan sebanyak 632 personel yang akan bertanding memperebutkan medali pada 47 cabang olahraga.
  • Apa pesan utama Sekda Subang kepada para atlet yang bertanding? Sekda Subang mengingatkan para atlet untuk bekerja keras, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik daerah di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Peresmian Kawasan Pasir Panyileukan Subang oleh Gubernur Jabar

peresmian Pasir Panyileukan Subang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meresmikan kawasan Pasir Panyileukan di Jalan Tangkuban Parahu, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, pada hari Rabu, 4 November 2026.

Wilayah yang sebelumnya dipadati bangunan liar dan terkesan kumuh tersebut kini telah bertransformasi menjadi taman asri serta spot foto wisata.

Acara peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, Bupati Bandung Dadang Supriatna, dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Penataan kawasan ini didukung oleh pembangunan infrastruktur jalan yang mulus dan sistem drainase yang komprehensif. “Jalannya bagus, tempatnya bersih, ekonominya meningkat,” tegas Gubernur yang akrab disapa KDM tersebut.

Integrasi Pariwisata Lintas Wilayah

Usai agenda peresmian, KDM memimpin kegiatan pemantauan ruas Jalan Raya Subang-Bandung. Ia mendorong sinergi pariwisata antardaerah agar kawasan Lembang, Subang, dan Bandung dapat saling menunjang, terutama saat terjadi lonjakan volume kunjungan wisatawan.

Komitmen bersama lintas wilayah ini sangat diperlukan untuk menjaga kualitas infrastruktur jalur wisata agar tetap tertib dari bangunan liar. Selanjutnya, KDM mengusulkan skema kerja sama perhotelan, sehingga wisatawan dapat direkomendasikan untuk menginap di daerah penyangga saat tingkat okupansi hotel di pusat Kota Bandung penuh.

Pengembangan Homestay dan Pemberdayaan Warga

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan instruksi khusus kepada Bupati Subang untuk mengoptimalkan potensi masyarakat lokal.

KDM meminta agar area bangunan Rumah Adat di sebelah selatan Pasir Panyileukan segera dikembangkan menjadi fasilitas homestay.

Inovasi penyediaan penginapan ini bertujuan menciptakan sumber pendapatan baru agar warga setempat dapat merasakan dampak positif dari sektor pariwisata secara langsung.

Rangkaian peresmian destinasi baru ini turut dikawal oleh jajaran pejabat Pemkab Subang, mulai dari Sekretaris Daerah, Kepala Satpoldam, Kepala Dinas Perhubungan, hingga Camat Ciater. Publik dapat mendokumentasikan rencana tata ruang wisata ini ke dalam file Membuat Artikel sebagai referensi pengawasan pengembangan daerah.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana peresmian kawasan Pasir Panyileukan dilaksanakan? Peresmian dilaksanakan pada hari Rabu, 4 November 2026, berlokasi di Jalan Tangkuban Parahu (Jalur Raya Subang-Bandung), Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.
  • Siapa saja pimpinan daerah yang hadir dalam peresmian destinasi wisata tersebut? Acara ini diresmikan oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dengan didampingi oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita, Bupati Bandung Dadang Supriatna, serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
  • Apa instruksi khusus Gubernur Jabar terkait pemberdayaan ekonomi warga setempat? Gubernur menginstruksikan agar kawasan Rumah Adat di sekitar lokasi dikembangkan menjadi sarana homestay untuk mendongkrak pendapatan ekonomi warga lokal.

Edukasi Pencegahan Perundungan di SD Islam Annida Subang

edukasi pencegahan perundungan

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukamelang menyelenggarakan program edukasi pencegahan perundungan bagi para siswa. Agenda kepolisian ini berlangsung di institusi SD Islam Anida, Kabupaten Subang.

Lokasi pelaksanaan acara bertempat di dalam area fasilitas masjid sekolah. Selain itu, jajaran guru turut mendampingi para pelajar selama sesi penyuluhan berlangsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin instansi penegak hukum. Tujuannya adalah untuk mendekatkan peran aparat kepolisian secara langsung kepada lingkungan pendidikan.

Sinergi Keamanan Lingkungan Sekolah

Aiptu Sudomo memimpin langsung sesi penyuluhan di hadapan para pelajar. Ia menjelaskan bahwa polisi memiliki tugas penting untuk membina keamanan masyarakat.

edukasi pencegahan perundungan

“Setiap hari Senin, ditugaskan untuk datang ke sekolah-sekolah,” ujar Aiptu Sudomo. Selanjutnya, kepolisian harus bersinergi dengan segenap unsur di dunia pendidikan.

Kolaborasi strategis ini secara aktif melibatkan guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu, kerja sama lintas sektor ini berfungsi menciptakan keamanan dan ketertiban secara menyeluruh. Pada akhirnya, siswa mendapatkan jaminan kenyamanan belajar di dalam maupun di luar sekolah.

Jenis Kekerasan dan Sanksi Hukum

Fokus utama sosialisasi ini membedah bahaya laten dari tindakan perundungan. Aiptu Sudomo merinci berbagai bentuk kekerasan yang berstatus terlarang bagi siswa.

Pertama, ia melarang segala bentuk kekerasan fisik seperti tindakan memukul teman. Kedua, ia menyoroti kekerasan psikis seperti mengejek kondisi fisik atau body shaming. Ketiga, pelajar dilarang melakukan kekerasan relasi sosial seperti sengaja mengucilkan seorang teman.

Negara menjamin keistimewaan hak anak melalui Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. Oleh sebab itu, pelaku perundungan akan menghadapi sanksi hukum yang sangat tegas. “Bisa dipidana 3 setengah tahun atau denda 76 juta,” tegas Sudomo.

Panduan Praktis Perlindungan Diri

Petugas juga membekali siswa dengan pedoman langkah praktis untuk melindungi diri mereka. Pelajar disarankan tidak gegabah melawan pelaku kekerasan sendirian demi keselamatan nyawa.

“Kalau nggak berani melawan berarti melarikan diri kan?” pesan Aiptu Sudomo. Ia mengarahkan korban untuk segera berlari sambil berteriak meminta pertolongan. Jika tidak ada orang yang merespons, korban harus terus berusaha kabur. Setelah kondisi kembali aman, siswa wajib melaporkan insiden tersebut secara lisan. Laporan darurat ini dapat ditujukan kepada guru sekolah maupun orang tua murid di rumah.

Edukasi Tambahan Kenakalan Remaja

Kegiatan interaktif ini tidak hanya membahas materi seputar isu perundungan semata. Aparat kepolisian turut menyinggung bahaya nyata dari risiko pergaulan bebas.

Selain itu, petugas memberikan peringatan keras mengenai larangan merokok bagi kalangan pelajar. Larangan konsumsi minuman keras juga menjadi topik pembahasan yang sangat esensial.

Di sisi lain, siswa harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penculikan anak. Petugas juga mengingatkan risiko kejahatan pelecehan seksual oleh pihak yang tidak dikenal.

Melalui program ini, sekolah berharap lingkungan pendidikan terus menjadi tempat yang aman bagi perkembangan karakter.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan kegiatan edukasi pencegahan perundungan ini diselenggarakan? Kegiatan sosialisasi kepolisian ini diselenggarakan pada hari Senin pagi di area masjid SD Islam Anida, Kabupaten Subang.
  • Apa saja ancaman hukuman pidana bagi pelaku tindakan perundungan anak? Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, pelaku perundungan dapat dipidana penjara hingga 3,5 tahun atau dikenakan denda maksimal Rp76 juta.
  • Bagaimana cara praktis bagi siswa untuk melindungi diri dari kekerasan fisik? Pelajar disarankan tidak melawan sendirian demi keselamatan nyawa, melainkan segera melarikan diri sambil berteriak meminta pertolongan dan melapor kepada guru atau orang tua.

Rapat PT TNR Mitra Utama: Evaluasi Kinerja dan Target 2027

rapat PT TNR Mitra Utama

Manajemen menyelenggarakan rapat PT TNR Mitra Utama untuk menindaklanjuti hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Pertemuan bisnis ini berlangsung pada hari Senin, 2 November 2026. Panitia memilih lokasi acara di fasilitas Titik Kumpoel.

Agenda ini menjadi momentum evaluasi kinerja ekosistem bisnis perusahaan selama satu tahun terakhir. Selain itu, jajaran direksi menyusun rincian target dan arah pengembangan usaha pada kalender 2027.

Pertemuan ini mempertegas kembali sejumlah poin kesepakatan dari RUPS pada bulan Oktober 2026. Akibatnya, setiap lini usaha dapat menerjemahkan visi tersebut menjadi program kerja konkret.

Kehadiran Jajaran Direksi dan Notaris

Direktur Utama PT TNR Mitra Utama, Niko Rinaldo, memimpin rapat evaluasi ini secara langsung. Direktur Operasional perusahaan, Efik Hadyat, turut hadir mendampingi jalannya diskusi manajerial.

Selanjutnya, Direktur SDM, Puri Ramdhani, dan Manager Keuangan, Egi Aristian, melengkapi daftar pimpinan rapat. Jajaran operasional perusahaan juga berpartisipasi aktif dalam sesi pembahasan.

Di samping itu, notaris pendiri PT TNR Mitra Utama, Bonifacius Hugo Udananto, hadir sebagai pengawas independen. Kehadiran otoritas legal ini memastikan seluruh keputusan sejalan dengan regulasi perusahaan.

Target Ekspansi Lini Bisnis 2027

Niko Rinaldo menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen. Ia juga menargetkan perluasan jangkauan bisnis pada tahun mendatang. “Harapan kami, ke depan perusahaan dapat terus memberikan pelayanan yang paling optimal,” ungkap Niko.

Lebih lanjut, ia merinci sektor usaha yang menjadi fokus pengembangan perusahaan. Ekspansi ini mencakup bidang katering, jasa konstruksi, layanan penyelenggara acara (organizer), dan afiliasi penjualan produk melalui media sosial. Oleh karena itu, penguatan koordinasi internal harus berjalan beriringan dengan optimalisasi sumber daya manusia.

Tata Kelola Hukum dan Standar Operasional

Bonifacius Hugo Udananto memberikan pandangan teknis mengenai penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan. Ia mengapresiasi konsistensi manajemen dalam menjaga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Perusahaan tertib melaksanakan rapat rutin, menjalankan SOP perusahaan sebagaimana mestinya,” jelas Hugo. Selanjutnya, ia menilai langkah tersebut menjadi dasar tata kelola korporasi yang terarah dengan baik. Dengan demikian, perusahaan memiliki fondasi hukum yang kuat dalam mengeksekusi setiap rencana bisnis baru.

Optimalisasi Ruang Publik dan Nilai Perusahaan

Keuntungan finansial perusahaan sepanjang tahun ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja operasional. Niko berharap publik dapat memanfaatkan ruang usaha dan ruang publik buatan perusahaan secara optimal.

Pemanfaatan fasilitas ini akan menumbuhkan nilai kepercayaan masyarakat secara signifikan. Semangat dasar Trust, Network, Result tetap menjadi fondasi utama perusahaan dalam memperkuat jaringan kolaborasi bisnis.

Pada akhirnya, publik dapat menyalin rincian hasil rapat ini ke dalam dokumen Membuat Artikel untuk referensi pengawasan tata kelola.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan dan di mana rapat tindak lanjut RUPS PT TNR Mitra Utama ini dilaksanakan? Rapat evaluasi bisnis ini diselenggarakan pada hari Senin, 2 November 2026, bertempat di Titik Kumpoel.
  • Apa saja sektor usaha yang menjadi target ekspansi perusahaan pada tahun 2027? Perusahaan menargetkan perluasan usaha di bidang katering, jasa konstruksi, layanan penyelenggara acara, dan afiliasi penjualan produk media sosial.
  • Bagaimana penilaian notaris terhadap tata kelola PT TNR Mitra Utama? Notaris Bonifacius Hugo Udananto menilai perusahaan sangat tertib dalam melaksanakan rapat rutin, menjalankan SOP, serta mematuhi peraturan perundang-undangan.

Tuntutan FMSB di Pabrik Mobil Listrik BYD Subang

pabrik mobil listrik BYD

Ratusan warga menggelar protes di pabrik mobil listrik BYD kawasan Cipeundeuy. Mereka tergabung dalam kelompok Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB). Aksi unjuk rasa ini berlangsung pada hari Rabu, 28 Oktober 2026.

Secara khusus, masyarakat memprotes rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, warga menilai perusahaan belum memberikan kesempatan kerja yang memadai.

Padahal, industri manufaktur ini berdiri tepat di wilayah tempat tinggal mereka. Oleh karena itu, FMSB mendesak pihak manajemen untuk segera membuka akses rekrutmen.

Estimasi Penyerapan dan Sikap Masyarakat

FMSB memperkirakan tingkat penyerapan pekerja lokal masih berada di bawah 20 persen. Juru bicara aksi, Megi Akbar Setiawan, memberikan penjelasan teknis mengenai tujuan demonstrasi.

Megi menegaskan bahwa aksi protes ini sama sekali bukan bentuk penolakan investasi. “Kami datang bukan untuk menghambat investasi,” ujar Megi di lokasi. Sebaliknya, warga hanya ingin berkomunikasi dan mencari solusi perihal ketenagakerjaan.

Pada dasarnya, masyarakat Subang sangat ingin bekerja di ikon industri baru tersebut. Keberadaan fasilitas produksi ini seharusnya membuka peluang ekonomi secara nyata. Namun, warga setempat justru masih kesulitan menembus proses seleksi karyawan.

Keterbatasan Akses Lulusan Sekolah

Megi menyoroti nasib para lulusan SMA dan SMK di Kabupaten Subang. Banyak dari mereka tidak mampu melanjutkan pendidikan menuju jenjang perguruan tinggi. Kondisi keterbatasan ekonomi keluarga menjadi faktor penghambat utama bagi para pemuda ini.

Akibatnya, mereka sangat bergantung pada ketersediaan lapangan kerja di industri manufaktur sekitar. “Bagi anak-anak Subang yang baru lulus sekolah, tidak semua bisa kuliah,” kutip Megi. “Mereka butuh kerja,” tegasnya mewakili keresahan warga.

“Kalau ada pabrik sebesar BYD di depan mata tapi tidak bisa masuk, itu menyakitkan,” lanjutnya. Dengan demikian, warga mendesak perusahaan agar lebih memperhatikan kondisi demografis wilayah setempat.

Kebutuhan Peningkatan Kompetensi Pekerja

Kompetensi teknis sering menjadi alasan utama perusahaan saat membatasi rekrutmen pekerja lokal. Megi secara terbuka mengapresiasi keberadaan aplikasi informasi lowongan kerja bernama Nyari Gawe.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan aplikasi tersebut untuk memfasilitasi para pencari kerja. Namun, ketersediaan informasi digital saja tidak cukup untuk menyelesaikan akar persoalan sesungguhnya. Calon pekerja tetap membutuhkan program peningkatan keterampilan agar memenuhi standar kualifikasi.

“Info lowongan ada di Nyari Gawe itu bagus,” kata Megi. Namun, ia mempertanyakan kesesuaian keahlian warga dengan kebutuhan spesifik industri. “Apakah skill warga kita sudah sesuai kualifikasi BYD yang butuh teknologi tinggi?” tanyanya. “Ini yang harus dijawab dengan pelatihan konkret, bukan sekadar aplikasi,” ungkap Megi.

Usulan Pembangunan Balai Latihan Kerja

Oleh sebab itu, FMSB meminta keterlibatan aktif dari jajaran Pemerintah Kabupaten Subang. Dinas Ketenagakerjaan dan DPRD harus duduk bersama dengan perwakilan manajemen perusahaan.

Mereka perlu memetakan rincian kebutuhan kompetensi tenaga kerja sektor industri kendaraan listrik. Selanjutnya, Megi mengusulkan pembangunan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) otomotif listrik khusus.

Pendanaan proyek bangunan ini dapat menggunakan sistem patungan dari berbagai pihak terkait. Anggaran pembangunan bisa bersumber dari pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi secara bersamaan.

Di samping itu, dana program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga harus dimanfaatkan. Pada akhirnya, program pelatihan ini akan memperbesar peluang warga untuk direkrut secara profesional.

Desakan Regulasi Kuota dan Tuntutan Lain

Massa aksi juga menuntut pembentukan aturan hukum untuk mengikat para investor. Mereka mendesak Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, beserta DPRD merumuskan aturan khusus. Regulasi ini wajib mewajibkan perusahaan menyerap 70 persen tenaga kerja asli daerah.

Anggota dewan dapat menuangkan aturan ini ke dalam wujud Peraturan Daerah (Perda). Sebagai alternatif, bupati memiliki wewenang untuk menerbitkan aturan ini melalui Peraturan Bupati. Megi menyatakan komitmen warga untuk terus mengawal perwujudan tuntutan tersebut.

“Kami ingin ada ruang dialog,” tegas Megi di hadapan massa aksi. Jika gagal bertemu manajemen hari ini, warga akan membawa masalah tersebut ke dewan. “Kami akan mendorong agar persoalan ini dibahas bersama DPRD,” jelasnya. “Harapannya, ada solusi yang jelas dan bisa ditindaklanjuti,” pungkas Megi.

Kondisi Keamanan dan Tiga Tuntutan Akhir

Aksi penyampaian pendapat massa ini sempat memanas pada pukul 11.00 WIB. Seorang pria tidak dikenal muncul mencoba mengintervensi serta memprovokasi kerumunan warga. Beruntung, aparat kepolisian dari Polres Subang bertindak cepat mengamankan pria tersebut.

Setelah situasi kembali kondusif, peserta melanjutkan orasi secara tertib hingga siang hari. Sebelum membubarkan diri, FMSB membacakan tiga poin tuntutan utama di hadapan publik.

Pertama, warga meminta transparansi rekrutmen dan prioritas jatah bagi pekerja lokal. Kedua, mereka mendesak penerbitan aturan kuota 70 persen pekerja asli Subang. Terakhir, massa menuntut pemeriksaan izin PT CMM dan transparansi pemilihan vendor limbah B3.

“Kami dukung investasi. Tapi jangan lupakan warga Subang,” kata Megi menutup orasi. Hingga berita ini selesai ditulis, manajemen BYD Indonesia belum merilis tanggapan resmi. Publik dapat menyalin catatan peristiwa ini ke dalam dokumen Membuat Artikel untuk pengawasan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan aksi unjuk rasa warga di pabrik mobil listrik BYD ini berlangsung? Aksi demonstrasi dari Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) ini berlangsung pada hari Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Berapa persen target kuota tenaga kerja lokal yang dituntut oleh massa aksi? Massa mendesak pemerintah daerah menerbitkan regulasi yang mewajibkan perusahaan menyerap 70 persen tenaga kerja lokal asli Subang.
  • Apa usulan utama FMSB untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja daerah? FMSB mengusulkan pembangunan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) otomotif listrik melalui pendanaan gabungan pemerintah dan CSR perusahaan.

Bareskrim Polri Gerebek Gudang Pakaian Bekas Ilegal di Subang

pakaian bekas ilegal Subang

Bareskrim Polri resmi membongkar aktivitas distribusi pakaian bekas ilegal Subang. Penyidik melakukan penggerebekan di kawasan Pergudangan Intijaya Subang Industri.

Lokasi persisnya berada di Blok A-29, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Penindakan ini berlangsung pada hari Rabu, 28 Oktober 2026.

Selanjutnya, petugas menemukan ribuan bal pakaian bekas impor atau balpres di dalam fasilitas tertutup tersebut. Operasi ini menindaklanjuti laporan masyarakat dan surat perintah Kabareskrim tertanggal 21 Oktober 2026.

Nilai Barang Bukti dan Omzet Transaksi

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol Suhasto, memimpin langsung operasi ini. Ia merinci total temuan barang bukti mencapai 1.257 bal pakaian bekas.

Berdasarkan taksiran awal, setiap bal memiliki nilai jual sekitar Rp6 juta hingga Rp12 juta. Oleh karena itu, total keseluruhan nilai barang bukti di lokasi menembus angka Rp15 miliar.

Lebih lanjut, Suhasto menyebut aktivitas perdagangan gelap ini telah beroperasi sejak bulan September 2026. Akibatnya, penyidik memprediksi perputaran transaksi komplotan ini menyentuh puluhan miliar rupiah.

Identitas Terduga Pelaku dan Penelusuran Jaringan

Aparat kepolisian telah mengidentifikasi dua orang tersangka utama dari keterangan para saksi. Pertama, penyewa gudang tersebut diketahui memiliki inisial DAN.

Kedua, penanggung jawab operasional atau kepala gudang berinisial W. Saat ini, penyidik masih mendalami identitas dan peran para pihak yang terlibat.

Kepolisian berkomitmen untuk terus menelusuri asal-usul barang selundupan tersebut. Sebaliknya, aparat tidak akan berhenti hanya pada penindakan penyewa gudang. Mereka juga berupaya membongkar modus operandi serta jalur distribusi komplotan ini secara menyeluruh.

Ancaman Pidana dan Perlindungan Industri Tekstil

Penyidik menjerat para pelaku dengan ancaman hukuman pidana yang sangat berat. Pelanggaran ini merujuk secara tegas pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Secara spesifik, pelaku melanggar Pasal 111 juncto Pasal 47 ayat (1) regulasi tersebut. Selain itu, mereka juga terjerat Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 51 ayat (2).

Dengan demikian, pelaku menghadapi ancaman hukuman penjara maksimal selama lima tahun. Di samping itu, negara dapat menjatuhkan sanksi denda paling banyak sebesar Rp5 miliar. Aturan ini berlaku bagi setiap individu dalam rantai pasokan.

Program Quick Wins dan Asta Cita Presiden

Penegakan hukum ini bukan semata-mata tindakan yudisial biasa dari aparat. Langkah kepolisian ini bertujuan melindungi kepentingan ekonomi nasional secara langsung.

Selain itu, penertiban ini berfungsi mewujudkan tata niaga impor yang sehat dan berkeadilan. Pada akhirnya, negara berupaya keras melindungi keberlangsungan industri tekstil dalam negeri. Inisiatif ini sejalan dengan program Asta Cita

Presiden Prabowo Subianto. Kepolisian mengimplementasikan arahan tersebut melalui skema Quick Wins Polri dalam penindakan kasus penyelundupan.

Partisipasi Aktif Pelaporan Masyarakat

Masyarakat memegang peran krusial dalam pencegahan masuknya komoditas selundupan. Kepolisian mengharapkan warga tidak pernah terlibat dalam rantai pemasukan maupun distribusi barang ilegal.

Jika warga menemukan aktivitas serupa, mereka harus segera melapor kepada instansi berwenang. Oleh sebab itu, aparat penegak hukum dapat langsung menindaklanjuti setiap laporan sesuai aturan.

Terakhir, publik dapat menyalin rincian pasal pelanggaran ini ke dalam dokumen Membuat Artikel untuk referensi edukasi swadaya lingkungan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Di mana lokasi gudang pakaian bekas ilegal yang digerebek Bareskrim Polri? Gudang balpres tersebut berlokasi di kawasan Pergudangan Intijaya Subang Industri, Blok A-29, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang.
  • Berapa total nilai barang bukti pakaian bekas yang disita oleh penyidik? Penyidik menyita 1.257 bal pakaian bekas impor dengan total estimasi nilai barang bukti mencapai Rp15 miliar.
  • Apa sanksi hukuman bagi para pelaku perdagangan barang impor ilegal ini? Pelaku terancam hukuman pidana penjara maksimal lima tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar berdasarkan UU Perdagangan.

Ketua DPRD Kawal Deklarasi Damai Pilkades Serentak Subang

Pilkades Serentak Subang

Ketua DPRD Subang, Viktor Wirabuana, menghadiri acara Deklarasi Damai Pilkades Serentak Subang. Kegiatan resmi ini berlangsung di GOR Gotong Royong Subang pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Selanjutnya, agenda ini berfungsi sebagai ajang silaturahmi bagi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, menginisiasi langsung pertemuan penting tersebut.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, turut mendampingi bupati di lokasi acara. Oleh karena itu, acara ini berhasil mengumpulkan seluruh calon kepala desa beserta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Tujuan utamanya adalah membangun komitmen moral bersama demi menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.

Data Pemilih dan Jadwal Pemilihan

Pemerintah Kabupaten Subang akan menyelenggarakan agenda pemilihan kepala desa pada Minggu, 6 Desember 2026. Pesta demokrasi tingkat daerah ini mencakup 165 desa yang tersebar di 28 kecamatan.

Panitia teknis telah menyiapkan 630 tempat pemungutan suara (TPS) bagi para pemilih. Selain itu, pemerintah daerah mencatat jumlah penduduk potensial pemilih sementara mencapai 751.939 orang.

Akibatnya, instansi terkait terus meningkatkan persiapan logistik demi kelancaran proses pemungutan suara tersebut.

Instruksi Pemilihan Sistem Digital

Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey memberikan penjelasan rinci mengenai metode pemungutan suara.

Awalnya, pemerintah daerah merencanakan sistem pemilihan melalui kombinasi metode manual dan elektronik. Namun, Gubernur Jawa Barat memberikan instruksi mendadak untuk menerapkan sistem digital secara penuh.

“Tadi pagi saya ditelepon Pak Gubernur, dan beliau memerintahkan bahwa pemilihan kepala desa di Kabupaten Subang semuanya harus dilakukan secara digital,” ungkap Kang Rey.

Lebih lanjut, gubernur berjanji akan turun tangan langsung memfasilitasi teknologi tersebut. “Beliau siap menyiapkan sarana dan prasarananya,” kutip Kang Rey menambahkan penjelasan.

Imbauan Kondusivitas dan Tanggung Jawab

Kang Rey mengapresiasi semua pihak yang berkomitmen menyukseskan agenda politik tingkat desa ini. Ia berpesan kepada seluruh panitia dan peserta agar senantiasa menjaga standar keamanan wilayah.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah sistem iklim demokrasi. “Saya titip agar Pilkades berjalan dengan aman dan kondusif,” tegas Kang Rey di hadapan hadirin. Oleh sebab itu, ia meminta warga agar tidak membiarkan perbedaan pendapat memicu perpecahan sosial.

Setiap calon kepala desa memiliki kewajiban moral yang sama jika memenangkan pemilihan nanti. Mereka wajib membangun kemajuan infrastruktur desa secara terpadu bersama seluruh elemen masyarakat.

“Siapa pun nanti yang terpilih, semua masyarakat tetap memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu membangun desa dan memajukan Kabupaten Subang,” tutur Kang Rey. Ia mengajak publik menjadikan momentum ini sebagai bukti kedewasaan praktik berdemokrasi.

Pada akhirnya, masyarakat berkesempatan memilih pemimpin desa yang berintegritas tinggi.

Berbagai unsur pejabat daerah turut menandatangani naskah deklarasi damai tersebut sebagai penutup acara.

Daftar penandatangan mencakup jajaran Sekretaris Daerah, Kepala DPMPD, TP2D, hingga para Camat se-Kabupaten Subang. Anda dapat menyalin rincian regulasi kegiatan ini ke dalam dokumen Membuat Artikel untuk referensi pengawasan swadaya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Kapan Pilkades Serentak Subang 2026 akan dilaksanakan secara resmi? Pelaksanaan pemungutan suara untuk Pilkades Serentak Kabupaten Subang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 6 Desember 2026.
  • Berapa jumlah desa dan TPS yang berpartisipasi dalam pemilihan ini? Pemilihan ini mencakup 165 desa di 28 kecamatan dengan total fasilitas mencapai 630 tempat pemungutan suara (TPS).
  • Bagaimana metode pemungutan suara yang akan diterapkan pada pemilihan ini? Pemilihan akan sepenuhnya menggunakan metode digital sesuai dengan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat.

Recent Posts