Beranda Berita Nasional Banjir Terjang Dua Desa di Sumatera Utara

Banjir Terjang Dua Desa di Sumatera Utara

Banjir-di-Sumatera-Utara.jpg

harapanrakyat.com – Akibat jebolnya tanggul sungai di Kecamatan Medang Deras, puluhan rumah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara terendam banjir. Tanggul yang jebol tersebut berlokasi di perbatasan Desa Nenasiam dan Desa Sei Buah Keras.

Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kejadian itu terjadi pada Senin (30/10/2023). BNPB merinci, dari pemutakhiran data korban terdampak banjir, sebanyak 41 rumah warga terendam banjir.

BACA JUGA:  Pabrik Mobil Listrik VinFast Resmi Beroperasi di Subang

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari mengatakan, selain merendam rumah, banjir di Sumatera Utara itu juga terdampak banjir. Di antaranya Jalan Lintas Pagurawan terendam banjir sepanjang 500 meter.

Baca Juga : Tanggulangi Banjir, DPRD Kota Bandung Apresiasi Pembangunan Kolam Retensi

Kemudian, lanjut Muhari, banjir juga merendam jalan kabupaten penghubung Desa Sei Keras dengan Desa Durian. Akibatnya, akses jalan antara dua desa itu terputus.

BACA JUGA:  Pabrik VinFast Siap Serap Tenaga Kerja Lokal, Target Awal 50 Ribu Unit Mobil Setahun

“Banjir juga merendam 30 hektare sawah, 25 hektare perkebunan, dan 40 hektare lahan pertanian milik warga,” ucapnya, Selasa (31/10/2023).

Terkait ketinggian permukaan banjir di Sumatera Utara itu, Muhari mengatakan, ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter. Meskipun demikian, lanjut ia, akibat genangan banjir itu menimbulkan dampak kepada warga setempat.

“Situasi terkini, banjir masih menggenangi dua desa tersebut,” ucap Muhari.

BACA JUGA:  Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Terbit, Abdul Mu'ti: Guru dan Siswa Harus Nyaman di Sekolah

Ia menegaskan, sejak kemarin (Senin, 30 Oktober 2023), BPBD Kabupaten Batu Bara telah berada di lokasi untuk melakukan pendataan warga terdampak banjir.

Petugas juga menyiapkan tenda pengungsian bagi warga dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperbaiki benteng atau tanggul yang rusak akibat banjir di Sumatera Utara itu. (Ecep/R13/HR Online)