Persoalan banjir Pantura Subang yang terjadi setiap tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Tujuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V secara kompak mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan masalah ini.
Para wakil rakyat tersebut sepakat untuk mengalokasikan Dana Pokok Pikiran (Pokir) mereka. Anggaran kolektif ini nantinya akan digabungkan guna membangun embung sebagai solusi penanganan banjir yang permanen.
Kesepakatan strategis ini mengemuka dalam sebuah forum audiensi baru-baru ini. Pertemuan di Ruang Rapat DPRD Subang itu melibatkan para legislator dengan komunitas Gerakan Akselerasi Antisipasi (GA’KAN) Banjir.
Sinergi Cegah Bencana
Anggota DPRD Subang dari Fraksi Nasdem, Teguh Pujianto, membeberkan alasan di balik keputusan tersebut. Menurutnya, penanganan bencana di wilayah utara tidak bisa lagi dilakukan secara setengah-setengah atau parsial.
Oleh karena itu, sinergi antar-legislator di Dapil V sangat dibutuhkan saat ini. Tujuannya agar pembangunan infrastruktur pencegah banjir dapat memberikan dampak yang benar-benar nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kami tujuh orang anggota DPRD dari Dapil V bersepakat mengalokasikan dana Pokir demi pembangunan embung. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami dalam menjawab aspirasi warga,” jelas Teguh kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Fungsi Ganda Embung bagi Warga
Pembangunan embung dinilai sebagai solusi teknis yang paling strategis dan memadai. Fasilitas tersebut nantinya akan memberikan fungsi ganda bagi kelangsungan ekosistem di Pantura.
Pertama, embung bertindak sebagai area “parkir” untuk menampung debit air hujan berlebih. Langkah ini sangat efektif mencegah air langsung meluap dan merendam kawasan permukiman warga.
Kedua, infrastruktur ini mampu mengontrol aliran air menuju sungai-sungai utama. Menariknya, cadangan air yang tertampung di dalam embung juga dapat dimanfaatkan oleh para petani setempat ketika musim kemarau tiba.
Desakan Normalisasi Drainase
Rencana pengalihan dana Pokir ini tentu disambut sangat antusias oleh komunitas GA’KAN Banjir. Mereka mendesak agar komitmen politik wakil rakyat tersebut segera diwujudkan dalam bentuk fisik pembangunan.
Selain pembuatan embung, komunitas ini juga menyoroti satu hal penting lainnya. Warga meminta pemerintah segera melakukan normalisasi saluran drainase yang saat ini sudah banyak mengalami pendangkalan.
Penyatuan anggaran dari ketujuh anggota dewan diharapkan mampu menciptakan infrastruktur penangkal banjir yang mumpuni dan terintegrasi. Sebagai informasi, ketujuh legislator Dapil V (Pamanukan, Pusakanagara, Legonkulon, Sukasari, Pusakajaya) tersebut meliputi:
• H. Teguh Pujianto (Partai Nasdem)
• H. Sudi Hartono, S.H. (PKB)
• Albert Anggara (PAN)
• Rismawati (Partai Gerindra)
• H. Aming Kasmin (PDI Perjuangan)
• Hj. Juenah (PDI Perjuangan)
• Hidayat Mansyur (Partai Golkar)








