Bencana angin puting beliung Jalancagak menerjang tiga desa di wilayah Kabupaten Subang pada Jumat (10/4) sore hari. Akibat peristiwa ini, ratusan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan mulai dari tingkat ringan hingga berat. Pemerintah Kecamatan Jalancagak segera melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga yang terdampak oleh cuaca ekstrem tersebut.
Dampak Kerusakan di Tiga Desa
Camat Jalancagak, Sepudin, menjelaskan bahwa Desa Bunihayu menjadi wilayah yang paling parah terdampak bencana. Tercatat sebanyak 138 rumah di desa tersebut mengalami kerusakan, dengan 21 unit di antaranya dalam kondisi rusak berat. Selain itu, terjangan angin kencang juga merusak 19 rumah di Desa Kumpay serta sekitar 7 rumah di wilayah Jalancagak.
Upaya Penanganan dan Bantuan Darurat
Sejak Sabtu (11/4) pagi, petugas gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, dan Polri bersama warga bahu-membahu memperbaiki bangunan yang rusak. Mereka juga mengevakuasi ratusan pohon duren yang tumbang hingga sempat menutup akses jalan umum. Meskipun proses pembersihan memakan waktu, semangat gotong royong terus berlanjut demi mempercepat pemulihan kondisi lingkungan.
Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan asesmen menyeluruh untuk memetakan tingkat kerugian material. BPBD juga telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk segera memulihkan aliran listrik yang terputus. Kemudian, Dinas Sosial Kabupaten Subang telah mendistribusikan bantuan darurat berupa terpal sebagai penanganan sementara bagi warga terdampak.
Kepala Desa Bunihayu, Edang, mengapresiasi kesigapan para petugas dalam membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan. Beliau berharap proses perbaikan dapat selesai dengan cepat agar warga bisa kembali beraktivitas secara normal. Sebagai hasilnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menangani dampak bencana alam ini secara efektif dan transparan.








