suarasubang.com — Green House Hidroponik Machida di Desa Dayeuhkolot, Sagalaherang, menjadi destinasi edukasi favorit warga saat liburan. Wisatawan dapat menikmati pengalaman unik memetik buah melon langsung dari pohonnya bersama keluarga. Selain rekreasi, wisata petik melon Subang ini menawarkan pengenalan teknologi pertanian modern yang inovatif.
Teknologi Hidroponik Machida Tingkatkan Hasil
Pengelola membudidayakan dua varietas unggulan, yakni dalmatian dan sweet lavender. Keduanya tumbuh subur menggunakan teknologi hasil penelitian Politeknik Negeri Subang bersama Bapperida Subang. Inovasi tersebut memungkinkan satu pohon menghasilkan hingga 20 buah melon berkualitas tinggi.
Hasil panen ini melonjak drastis jika dibandingkan dengan metode konvensional. Biasanya, satu tanaman hanya mampu memproduksi satu atau dua buah saja. Budiman selaku pengelola menjelaskan bahwa produktivitas lahan kini menjadi jauh lebih efisien berkat sistem hidroponik tersebut.
Edukasi Pertanian dan Pengalaman Panen Langsung
Pengunjung bernama Novia Alviani mengaku sangat terkesan dengan cita rasa melon yang manis dan renyah. Baginya, suasana perkebunan ini sangat cocok sebagai lokasi berswafoto yang menarik. Keunikan media tanam yang digunakan juga memberikan pengetahuan baru tentang dunia pertanian modern.
Masyarakat dapat mengunjungi Green House Hidroponik Machida tanpa perlu membayar biaya tiket masuk. Wisatawan hanya perlu membayar melon yang mereka petik sendiri seharga Rp35.000 per kilogram. Destinasi wisata petik melon Subang ini menjadi alternatif rekreasi keluarga yang edukatif sekaligus menyenangkan.








