suarasubang.com — Tagana Dinas Sosial Kabupaten Subang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman kemarau panjang di Subang pada tahun 2026. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kering ini diprediksi berlangsung cukup lama mulai Mei hingga Oktober mendatang.
Ketua Tagana Dinsos Subang, Jajang Abdul Muhaimin, menyatakan bahwa pihaknya telah bersiap bersama instansi terkait untuk menghadapi dampak fenomena ini. Puncak kekeringan sendiri diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026.
Ancaman Kebakaran dan Gagal Panen
Hingga pertengahan Juli ini, bencana kebakaran rumah dan lahan terus melanda berbagai wilayah di Subang hampir setiap hari. Salah satu peristiwa besar yang menjadi sorotan adalah kebakaran di eks TPA Panembong yang terjadi pekan lalu.
Selain musibah api, ancaman gagal panen juga membayangi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Pantura. Kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang meningkatkan risiko kerusakan tanaman serta perluasan titik kebakaran lahan.
Krisis Air Bersih di Wilayah Selatan
Krisis air bersih kini mulai menyerang sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Subang. Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini agar dampak kekeringan tidak semakin meluas ke pemukiman warga lainnya.
Tagana telah menyiapkan satu unit kendaraan tangki air sebagai langkah penanganan awal bagi warga terdampak. Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian masyarakat.
Selanjutnya, Jajang meminta masyarakat ikut serta menghemat penggunaan air selama menghadapi kemarau panjang di Subang. Kesadaran warga untuk menjaga ketersediaan sumber air sangat penting guna meminimalisir dampak buruk dari musim kering tahun ini.








