suarasubang.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang menjadi sorotan tajam karena dinilai telah mengabaikan jam kerja resmi. Saat awak media berkunjung pada Jumat (22/5/2026) siang, suasana kantor dinas tersebut justru terlihat sangat sepi.
Padahal, kunjungan dilakukan pada pukul 13.30 WIB yang seharusnya masih masuk dalam waktu operasional kantor. Namun, para pejabat teras dilaporkan tidak berada di tempat sehingga menyulitkan proses koordinasi data bagi masyarakat dan media.
Berdasarkan keterangan staf setempat, hampir seluruh jajaran pimpinan sedang melakukan agenda di luar kantor. Mulai dari Kepala Dinas, Sekretaris, hingga para Kepala Bidang (Kabid) diklaim tidak berada di ruangan masing-masing.
Kondisi ini serupa juga terjadi pada tingkat Kepala Seksi (Kasi) yang diklaim ikut keluar kantor. Akibatnya, tidak ada pejabat yang bisa ditemui untuk memberikan informasi resmi terkait kedinasan.
Seorang jurnalis bernama Yanto, atau akrab disapa Ki Dono, menyatakan kekecewaannya atas kondisi pelayanan tersebut. Ia datang dengan tujuan meminta data mengenai jumlah sekolah dan daftar sekolah yang berprestasi di Kabupaten Subang.
Dono menyayangkan kantor pelayanan publik sudah kosong sebelum waktu pulang tiba. Ia menilai setidaknya harus ada pejabat yang tetap berjaga di kantor untuk melayani keperluan administrasi dan data yang mendesak.
Oleh karena itu, ia mendesak agar pihak dinas lebih serius dalam menjalankan amanah serta mendukung program Bupati Subang. Ia menegaskan bahwa kinerja nyata di lapangan harus sejalan dengan laporan administrasi yang diberikan.








