suarasubang.com – Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman Alda Apriliani (22) di Kampung Sukamanah Timur, Desa Cikampek Barat. Ratusan pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban musibah tersebut pada Sabtu (16/5/2026). Amud, ayah kandung korban, tampak sangat terpukul saat menceritakan kenangan manis bersama putrinya yang kini telah tiada.
Pamit Terakhir Kepada Ibu
Sebelum musibah terjadi, Alda sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi bermain bersama rekan-rekannya. Amud menjelaskan bahwa putrinya tersebut berangkat secara mandiri menggunakan sepeda motor menuju lokasi wisata. Keluarga sama sekali tidak menyangka bahwa percakapan singkat itu akan menjadi momen perpisahan selamanya dengan gadis pekerja pabrik tersebut.
Kabar duka mengenai kejadian longsor tersebut baru diterima pihak keluarga selepas waktu Maghrib tiba. Salah satu rekan korban yang selamat memberikan informasi memilukan tersebut melalui sambungan telepon seluler. Berita mendadak ini tentu saja meninggalkan luka batin yang sangat mendalam bagi seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan.
Kekecewaan Terhadap Pengelola Wisata
Di tengah rasa kehilangan yang besar, Amud menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap pihak pengelola kawasan wisata. Ia menilai tidak ada peringatan dini yang jelas serta memadai mengenai potensi bahaya longsor di perbukitan itu. Menurutnya, informasi keamanan yang akurat sangat krusial agar para pengunjung bisa lebih waspada saat menghadapi cuaca ekstrem.
Selain itu, rombongan korban kabarnya hanya menerima imbauan sederhana untuk sekadar berteduh jika turun hujan lebat. Amud menyayangkan minimnya edukasi serta sistem keamanan bagi wisatawan yang mendaki hingga ke area atas curug. Meskipun demikian, ia berharap kejadian tragis ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pengelola wisata di masa depan.








