suarasubang.com – Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian intensif terhadap dua wisatawan Curug Cileat asal Karawang yang hilang akibat terseret longsor. Proses pencarian ini melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD, Tagana, TNI, Polri, hingga warga setempat pada Sabtu (16/5/2026). Petugas membagi tim menjadi dua kelompok utama guna menyisir lokasi kejadian dan aliran sungai di sekitarnya.
Fokus di Dua Lokasi Pencarian
Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaemin, menjelaskan bahwa operasi dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tim pertama fokus melakukan penggalian secara manual pada bongkahan material longsor di perbukitan Gunung Canggah. Sementara itu, tim kedua melakukan penyusuran di sepanjang Sungai Cileat untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.
Langkah pembagian lokasi ini bertujuan untuk memudahkan proses evakuasi dan penemuan korban secara efektif. Jajang menyebutkan adanya kekhawatiran korban tertimbun material tanah atau justru hanyut menuju sungai. Oleh karena itu, koordinasi antarpetugas terus diperkuat guna memastikan seluruh titik potensial telah diperiksa dengan teliti.
Tantangan Medan yang Ekstrem
Medan pencarian di kawasan Curug Cileat dinilai sangat berat dan menantang bagi para relawan. Petugas harus menempuh perjalanan kaki selama dua hingga tiga jam dari pintu gerbang menuju titik lokasi kejadian. Selain itu, kondisi geografis yang terjal menyebabkan alat berat tidak dapat menjangkau lokasi untuk membantu proses penggalian material.
Meskipun menghadapi kendala medan ekstrem, semangat tim SAR Gabungan tidak surut dalam mencari keberadaan kedua korban. Musibah longsor ini dipicu oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cisalak pada Jumat sore. Akibatnya, tebing setinggi 250 meter runtuh dan menyeret para pendaki yang sedang menuju kawasan air terjun tersebut.








