suarasubang.com – Pembangunan pabrik BYD Subang di Jawa Barat kini resmi memasuki tahap akhir sebelum mulai beroperasi secara komersial. Produsen mobil listrik asal China ini sedang menyelesaikan sejumlah proses krusial untuk memastikan kesiapan manufaktur mereka. Langkah ini diambil guna memenuhi regulasi pemerintah sekaligus menjaga standar kualitas produksi yang ketat.
Fokus pada Kepatuhan dan Kualitas Global
Head of Marketing PR and Government Relations BYD Indonesia, Luther Panjaitan, mengonfirmasi bahwa proyek tersebut sudah berada di fase final. Namun, perusahaan belum bisa mengungkap jadwal pasti operasional perdana pabrik tersebut. Hal ini dikarenakan setiap tahapan finalisasi harus melalui pengujian standar global yang dimiliki oleh BYD.
Luther menekankan bahwa aspek kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Indonesia menjadi prioritas utama perusahaan saat ini. Selain itu, BYD tidak ingin terburu-buru dalam memulai lini produksi. Mereka berkomitmen untuk memberikan produk yang benar-benar sesuai dengan spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan secara internasional tanpa ada kompromi.
Investasi Besar untuk Permintaan Lokal
Perusahaan mengakui adanya keinginan kuat untuk segera mengoperasikan fasilitas di Subang tersebut. Mengingat nilai investasi yang digelontorkan sangat besar, BYD ingin fasilitas ini segera memberikan dampak bagi pasar. Kehadiran pabrik lokal dinilai sangat penting untuk merespons permintaan kendaraan elektrifikasi yang terus melonjak di tanah air.
Fasilitas manufaktur ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang sangat besar, yakni mencapai 150.000 unit per tahun. Melalui kapasitas tersebut, BYD berharap dapat memperkuat suplai unit untuk pasar domestik. Oleh karena itu, percepatan pembangunan tetap dilakukan dengan tetap mengacu pada prosedur keamanan dan teknis yang benar.
Memenuhi Aturan TKDN Pemerintah
Langkah BYD membangun pabrik di Subang juga berkaitan erat dengan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Berdasarkan regulasi pemerintah, mobil listrik lokal wajib memenuhi target kandungan lokal tertentu secara bertahap. Sebagaimana tercantum dalam aturan, produsen harus mencapai TKDN minimal 40 persen pada periode 2022-2026.
Persentase tersebut akan terus meningkat menjadi 60 persen pada tahun 2027 hingga 2029. Selanjutnya, target akan mencapai 80 persen pada tahun 2030 mendatang. Dengan memproduksi model seperti Seal, Atto 3, Dolphin, dan M6 secara lokal, BYD berkomitmen memenuhi janji investasinya setelah sebelumnya menikmati insentif impor dari pemerintah.








