Beranda Berita Subang Langkah Strategis Jawa Barat Menuju Zero New Stunting: Komitmen Subang di Rapat...

Langkah Strategis Jawa Barat Menuju Zero New Stunting: Komitmen Subang di Rapat Evaluasi

Penanganan Stunting Jawa Barat

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menghadiri Rapat Evaluasi Penanganan Stunting di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Bandung, pada Selasa (07/04/2026). Selain itu, pertemuan penting ini bertujuan untuk memetakan kondisi gizi serta potensi kekuatan setiap daerah di seluruh Jawa Barat.

Prestasi Jawa Barat dalam Menurunkan Prevalensi Stunting

Provinsi Jawa Barat berhasil mencatatkan penurunan angka prevalensi stunting yang sangat signifikan, yakni dari 21,7% di tahun 2023 menjadi 15,9% pada tahun 2024. Oleh karena itu, Jawa Barat dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam penanganan stunting secara nasional di tahun tersebut. Wakil Gubernur Erwan Setiawan menegaskan bahwa pencapaian luar biasa ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari seluruh pemerintah kota dan kabupaten, bukan sekadar hasil kerja tingkat provinsi semata.

BACA JUGA:  Kebijakan Kompensasi Penyapu Koin Jembatan Sewo untuk Mudik 2026

Komitmen Kabupaten Subang Menuju Target 5 Persen

Kabupaten Subang saat ini masuk dalam empat besar daerah dengan angka prevalensi stunting terkecil di Jawa Barat, yaitu sebesar 12,4%. Meskipun demikian, Kang Akur selaku Ketua TP3S Subang tetap berkomitmen penuh untuk mencapai target ambisius di masa depan sebesar 5%. Selanjutnya, pemerintah daerah akan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA:  PT Dahana Edukasi Ratusan Siswa SMK Subang Cegah HIV dan TBC

Langkah-langkah taktis ini diambil guna memastikan target zero new stunting di masa kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan dapat segera terwujud.

Optimisme Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul melalui penanganan gizi yang tepat menjadi pondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Pada akhirnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat diyakini mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Bupati Subang Sentil Manajemen RSUD: Profit Itu Urutan Keempat, Nyawa Nomor Satu!