Penyaluran Bantuan Pangan di Subang untuk alokasi Februari–Maret 2026 kini mulai menyentuh masyarakat guna menjaga ketahanan pangan daerah. Pemerintah secara resmi meluncurkan program ini untuk meringankan beban ekonomi, terutama bagi warga yang baru saja menghadapi tantangan alam. Melalui sinergi berbagai instansi, bantuan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pokok menjelang momentum penting tahun ini.
Prioritas Wilayah Terdampak Banjir Rob
Peluncuran program dilakukan di dua titik strategis, yakni Desa Legonwetan dan Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon. Pimpinan Kantor Cabang BULOG Subang, Laswenri, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada skala prioritas. Selain kesiapan pemerintah desa, kedua wilayah ini merupakan area yang sempat terdampak bencana banjir rob beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, kehadiran bantuan pangan ini menjadi sangat krusial untuk membantu pemulihan kondisi sosial masyarakat di sana. Sebanyak 485 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menyambut kehadiran petugas dengan antusiasme tinggi. Sinergi antara BULOG, Pemerintah Desa, serta TNI dan Polri memastikan proses distribusi berjalan dengan aman dan tertib di lapangan.
Rincian Paket Bantuan dan Target Distribusi
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan paket komoditas yang cukup signifikan untuk kebutuhan harian. Rincian bantuan per individu meliputi:
- 20 Kilogram Beras kualitas terbaik dari stok BULOG.
- 4 Liter Minyak Goreng untuk menunjang kebutuhan dapur.
Dalam acara peluncuran tersebut, total bantuan yang didistribusikan mencapai 9.700 kilogram beras dan 1.940 liter minyak goreng. Data penerima tersebar di dua desa, dengan rincian 184 PBP di Desa Mayangan dan 301 PBP di Desa Legonwetan. Penggunaan data yang akurat sangat membantu agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.
Distribusi Bertahap di Seluruh Kabupaten Subang
Penyaluran alokasi bantuan pangan ini tidak berhenti di Kecamatan Legonkulon saja. Selanjutnya, program akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Subang sesuai dengan kesiapan masing-masing wilayah. Proses ini diatur sedemikian rupa agar aliran logistik dari gudang BULOG menuju titik serah tidak mengalami kendala teknis yang berarti.
Melalui langkah strategis ini, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan energi pangan bagi warga prasejahtera. Selain memberikan manfaat langsung, program Banpang berfungsi sebagai instrumen pengendali inflasi di tingkat daerah. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, ketahanan pangan nasional diharapkan tetap kokoh sepanjang tahun 2026.








