Warga Kampung Kepuh di Desa Sukahurip kini menyambut harapan baru melalui pembangunan Jembatan Gantung Garuda. Selama bertahun-tahun, masyarakat setempat harus berjuang keras melintasi Sungai Cilamatan hanya dengan berjalan kaki atau berenang. Kondisi memprihatinkan ini sangat menghambat aktivitas harian, terutama saat warga harus menuju lahan pertanian atau pusat pemerintahan desa.
Sejarah Perjuangan Warga Kampung Kepuh.
Ketua RW 03, Edi Sudrajat, menjelaskan bahwa warga terpaksa menerjang arus sungai setiap hari demi menyambung hidup. Sebelumnya, mereka sempat bergotong royong membuat rakit bambu atau jembatan kayu sederhana sebagai solusi darurat. Namun, infrastruktur swadaya tersebut sering hanyut tersapu derasnya arus sungai setiap kali musim hujan tiba.
Ketiadaan jembatan yang layak bahkan telah memakan korban jiwa di wilayah tersebut. Edi mengungkapkan bahwa sedikitnya enam orang warga tewas terseret arus saat menyeberangi sungai setelah pulang dari sawah. Pengalaman tragis ini membuat pembangunan jembatan permanen menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga Desa Sukahurip.
Sinergi TNI dan Masyarakat dalam Pembangunan.
Personel TNI dari Kodim 0605/Subang kini bekerja sama secara intensif dengan warga untuk membangun jembatan sepanjang 50 meter. Proses pembangunan saat ini sudah memasuki tahap pemasangan tiang pancang di kedua sisi Sungai Cilamatan. Babinsa Koramil 0512/Cijambe, Serka Yahya, merasa optimis bahwa seluruh pengerjaan akan rampung sepenuhnya setelah Lebaran 2026.
Seluruh material yang dibutuhkan untuk konstruksi jembatan dengan lebar 1,2 meter ini sudah tersedia di lokasi. Pihak TNI memastikan bahwa kualitas bangunan akan dijaga dengan baik agar dapat bertahan lama. Komitmen kolektif ini bertujuan untuk memastikan keamanan warga saat bermobilitas tanpa rasa takut terseret arus lagi.
Harapan Baru untuk Ekonomi dan Pendidikan.
Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD dalam membantu rakyat. Jembatan Gantung Garuda diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian desa melalui kelancaran distribusi hasil pertanian. Selain itu, akses yang lebih aman akan sangat mendukung kegiatan pendidikan serta interaksi sosial masyarakat secara luas.
Dengan hadirnya jembatan permanen, anak-anak sekolah dan petani tidak perlu lagi bertaruh nyawa di sungai. Infrastruktur ini akan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan potensi desa dengan pusat ekonomi. Penantian panjang warga Sukahurip selama bertahun-tahun akhirnya akan segera terbayar dengan fasilitas yang memadai dan aman.








